FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | Chapter 29 – It’s War | PG15


areum

Title : Beautiful Life

Subtitle : Chapter 29 – It’s War

Author : beedragon

Cast:

Areum T-ara as Lee Ahreum

EXO member

Other Cast:

Ailee as Ailee / Putri Ai

L Infinite as Kapten L

N Vixx as N

Jiyeon T-Ara as Park Jiyeon

Jei Fiestar as Jei

Genre : Fluff, Romance, Fantasy, Life, Drama

Length : Multichapter

Summary : Life is not beautiful for Ahreum. But that thought has changed since the boys from Exoland came. All of that miserable life change to beautiful life.

Disclaimer : This is only fiction. This is only Bee imagination. All of the character aren’t mine. I Do Own This Fiction so Do Not Copy Paste Without My Permission and Don’t Be Silent Reader

Backsound Song : Taylor Swift – Enchanted | F(x) – Surprise Party | EXO – MAMA

Chapter 29 | It’s War

.

.

.

.

It’s War

.

.

.

.

.

.

.

Sementara Ahreum pergi untuk berganti pakaian dengan Jiyeon, suasana di danau bisa dibilang cukup tenang. Tidak ada jeritan riang Ahreum yang bermain dengan Jinggu. Tidak ada seruan-seruan antara Jiyeon, Chanyeol, D.O., Sehun, Kai, Xiumin dan Tao yang kembali berperang argumen. Semuanya aman dan terkendali. Tapi itu hanya terjadi sementara.

Kris sudah kembali membaur di danau setelah berhasil memberikan hadiahnya pada Ahreum. Ia berusaha mengalihkan pikirannya dari fakta kalau Ahreum baru saja mengatakan kalau ia sudah membuat pilihan. Kris senang dengan fakta itu, tapi entah kenapa ia merasa takut. Untuk pertama kali dalam hidupnya Kris merasa takut akan sesuatu. Takut kehilangan. Kekhawatiran yang bodoh memang. Karena walaupun Ahreum sudah membuat pilihannya tetap saja Ahreum akan selalu bersama dengan semuanya. Sebelum kekhawatirannya memasuki tahap yang berlebihan, Kris memilih untuk membantu D.O. dan Chanyeol.

Kris saat ini sedang membawa sepiring penuh daging panggang untuk diletakkan di meja makan. Tapi langkahnya terhenti di tengah jalan karena Kai kini sudah muncul secara tiba-tiba di hadapannya. Kris tentu saja sudah biasa akan hal ini, karena muncul-menghilang secara tiba-tiba adalah kelebihan Kai. Tapi Kris tak bisa untuk tidak merasa terkejut karena Kai berani menggunakan kekuatannya di hadapan Jei dan Onew yang notabene adalah manusia biasa. Kris sudah membelalakan matanya pada Kai yang kini tampak sangat marah –Kris tidak bisa menebaknya karena Kai sedang menundukkan kepalanya saat ini. Belum sempat Kris bereaksi atas tingkah Kai ini –Kris tadinya ingin memarahi Kai– tapi kini Kai sudah mencengkeram kerah kemeja Kris dan menggeram marah.

“Hyung, apa kamu ingat pesanku mengenai tidak boleh melewati batas?!” geram Kai dengan suara yang sangat rendah, sehingga hanya bisa didengar oleh mereka berdua. Tapi kemudian Kai mengangkat wajahnya yang tadinya tertunduk untuk menatap Kris, dan Kai pun berseru, “Tapi kenapa kamu melakukannya?!!! Kenapa kamu mencurinya?!!! Kamu curang, Hyung!!”

Kris bahkan belum sempat bersuara tapi Kai sudah mendorongnya. Kris yang masih terkejut bahkan tidak sempat menjaga keseimbangannya ataupun menahan Kai, sehingga ia terdorong ke belakang sampai akhirnya menabrak panggangan. Kris terjengkang ke belakang. Hal ini membuat Kai dengan leluasa mendudukinya sambil terus berteriak marah.

“Kamu curang, Hyung. Kamu ingat apa yang kukatakan kan? Aku akan mencincangmu sampai tak berbekas!! Kenapa, Hyung?!! Kenapa kamu melakukannya?!! Bukankah kita sudah sepakat untuk bersaing secara sehat?!! Tapi kenapa?!” seru Kai yang sudah mengguncang-guncang Kris.

Mastermind dan Knight yang lain tentu saja tidak tinggal diam melihat kejadian ini. D.O. dan Chanyeol langsung menahan lengan Kai. Sayangnya Kai-yang-sedang-marah memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan dengan gabungan antara D.O. dan Chanyeol. Jadi Kai hampir tak bergerak sama sekali ketika mereka berusaha memisahkannya dari Kris. Xiumin dan Suho ikut turun tangan, mereka membantu untuk menjauhkan Kai dari Kris. Usaha keempat pemuda itu berhasil, karena mereka berhasil mengangkat Kai dari atas Kris. Tapi cengkeraman Kai terhadap Kris terlalu kuat, sehingga Kris ikut terbawa oleh mereka.

“Kai, kenapa denganmu?” bentak Suho.

“Kai, lepaskan Kris Hyung,” titah Luhan.

Luhan kini meraih kepala Kai untuk berusaha menenangkannya. Tapi Kai kembali memberontak hingga membuat Luhan terlempar menabrak meja makan.

Plak!

Kai merasa ada yang memukul belakang kepalanya. Tentu saja bukan dari rekan-rekannya, karena mereka pasti memiliki kekuatan yang lebih besar daripada ini. Kini Kai merasa pegangan rekan-rekannya terhadap dirinya merenggang.

“Apa yang sedang kamu lakukan, hah?!!” bentak Jei. Ia sudah berkacak pinggang menatap Kai marah. “Lihat kekacauan yang sudah kamu buat, Kai!”

Kai mematung mendengar seruan Jei. Ia melirik ke sekelilingnya. Hanya dalam sekejap saja suasana danau yang tadinya meriah kini menjadi berantakan. Pemanggang sudah terbalik dan menumpahkan semua bara api ke tanah yang masih bersalju, serpihan piring serta daging berserakan di tanah, dan semua isi meja makan tumpah ruah karena Luhan tadi menabraknya. Kai pun perlahan melepaskan cengkeramannya dari Kris.

“Kamu tahu persis kalau Ahreum tak pernah suka hari lahirnya, Kai. Ia selalu menghabiskan ulang tahunnya dengan penuh rasa penyesalan dan kesedihan. Apa sekarang kamu mau menambah daftar panjang kenapa Ahreum harus membenci hari ulang tahunnya?!” omel Jei. “Kalau kalian ingin berkelahi, apa tidak bisa kalian menunggu sampai besok?! Carilah waktu dan tempat yang lebih baik untuk berkelahi, tapi bukan sekarang dan bukan disini!”

Bukan hanya Kai, tapi kini semua pengawal Ahreum sudah terdiam mendengar omelan Jei. Ternyata Jei ketika marah sama menyeramkannya dengan Ahreum. Jei kini sudah menitahkan semuanya untuk merapikan kekacauan ini. Jei pula mengusir Kai dari danau ini –agar Kai introspeksi diri atas apa yang sudah ia lakukan serta untuk menjauhkan diri dari Kris.

Kai tentu saja langsung menurut. Kai memilih untuk kembali ke rumah dan menemui Ahreum. Meskipun ia kesal pada Kris. Walau ia tak tahu apakah ia kesal karena mengetahui fakta kalau Kris sudah merebut apa yang seharusnya menjadi miliknya atau fakta lain yang membuat Kai melampiaskan amarahnya pada Kris.

.

.

“S-siapa kamu?” tegur Jiyeon pada wanita asing berambut merah  yang kini berdiri di ambang pintu kamar Ahreum.

Bukannya Jiyeon atau Ahreum takut dengan perempuan itu –walau sebenarnya memang mereka takut– tapi memang aura perempuan asing itu menyeramkan. Perempuan itu memang cantik, tapi ia menyeramkan. Jiyeon sampai berpikir kalau perempuan itu adalah hantu penghuni rumah Ahreum.

“Kamu tidak mengenalku, gadis kecil? Apa ibumu tidak bercerita mengenai saudara perempuannya?” perempuan asing tersebut balik bertanya –pada Ahreum lebih tepatnya. “ah, aku lupa. Ibumu sudah lebih dulu mati sebelum sempat menceritakan padamu mengenai kehidupannya,”

Ahreum kini sudah menegang di samping Jiyeon. Ia mematung mendengar ucapan perempuan asing tersebut. Ahreum tidak bisa untuk tidak merasa takut, karena sepertinya perempuan ini adalah orang yang sudah membunuh ibunya.

“Aku menduga, kalau kamu adalah putrinya Ara?” tunjuk perempuan itu pada Ahreum dan hal ini membuat Ahreum mundur satu langkah. Perempuan itu tersenyum senang melihat reaksi Ahreum. “Bagaimana kalau kamu juga menyusul ibumu?”

Jiyeon pun kini ikut mundur selangkah mendengar ucapan perempuan tersebut. Suaranya yang sedingin es itu tentu saja mampu membuat Ahreum dan Jiyeon gemetaran. Jiyeon menggenggam tangan Ahreum erat –berusaha meyakinkannya kalau ia masih ada disana untuk melindunginya. Keduanya kini sudah terlonjak kaget karena Kai kini sudah muncul secara tiba-tiba di hadapan mereka. Belum sempat Jiyeon menyatakan kekagetannya –karena Kai secara ajaib muncul di hadapannya-, Kai sudah menarik tangan kedua gadis itu.

“Kita pergi dari sini,” bisik Kai panik.

Dan lalu semuanya pun menjadi gelap bagi Jiyeon dan Ahreum.

.

.

Kai kini sudah kembali muncul secara tiba-tiba di tepi danau, di tengah-tengah para rekannya yang sedang merapikan tempat tersebut. Hal ini tentu saja membuat Suho dan yang lainnya geram –karena Kai kembali seenaknya menggunakan kekuatannya. Tapi ketika mereka melihat Ahreum dan Jiyeon di sisi Kai serta ekspresi Kai yang seolah ia baru saja melihat hantu, mereka tahu kalau Kai memiliki alasan penting kenapa ia menggunakan kekuatannya di hadapan manusia.

“Apa-apaan ini?! Kenapa kalian bisa muncul secara tiba-tiba disini?” kaget Jei. Ini karena Kai muncul persis di hadapan Jei.

Mendengar suara Jei, Ahreum dan Jiyeon langsung membuka mata mereka. Jiyeon tentu saja kaget sekaligus bingung karena baru saja ia berada di kamar Ahreum, lalu sekarang secara tiba-tiba mereka sudah berada di danau. Sementara Ahreum, ia tak bisa untuk marah pada Kai karena sudah menggunakan kekuatannya, sebab Ahreum tahu kalau ini adalah situasi genting. Dan Ahreum sungguh sangat takut. Apa yang ia takutkan selama ini mungkin akan terjadi sebentar lagi.

Mengenai perang melawan Xenos dan anak buahnya.

“Hyung, Ailee disini!” seru Kai.

Tepat setelah Kai menyerukan peringatan tersebut, tanah yang mereka pijaki berguncang hebat. Semua pengawal Ahreum langsung berkumpul di sekitar Ahreum. Kris lalu menyuruh Luhan dan Kai untuk membawa pergi Ahreum dan beberapa manusia yang ada bersama mereka. Ketika Luhan sudah menarik Jei –yang panik dan bingung– beserta Onew, terdengar suara lengkingan tawa menggema di bukit ini.

“Kenapa kalian tiba-tiba panik begitu? Apa kalian tidak ingin menyapaku?” Perempuan berambut merah panjang yang tadi ada di kamar Ahreum kini sudah muncul di danau.

Ahreum memandangi teror yang terjadi di hadapannya. Perempuan berambut merah itu menunjukkan kekuatannya –mengguncang bumi yang mereka pijak serta membuat keadaan di danau jadi kacau balau. Ahreum yakin, kalau inilah yang dulu pernah kakeknya alami sehingga ia harus mendapat julukan sebagai penyihir pemuja setan. Selang sedetik kemudian kembali muncul sosok lain. Seorang pemuda berambut merah, sama merahnya seperti perempuan asing itu. Dan Ahreum mengenali pemuda itu. Dialah yang meneror Ahreum ketika gadis itu berada di komplek apartemen Jei.

“Selamat malam, Putri. Kita bertemu lagi,” sapa pemuda berambut merah itu.

Ahreum makin ciut dibuatnya. Ia pikir pemuda ini adalah Xenos. Tapi ketika Kai menyebutkan namanya, Ahreum pun tahu kalau pemuda itu hanyalah salah satu pasukan Xenos.

“Kali ini akan kupastikan kamu mati ditanganku, N!” geram Kai yang masih menggenggam tangan Jei dan Jiyeon.

Karena seruan Kai itulah, Ahreum kembali sadar kalau Jei, Jiyeon dan Onew masih ada disana dan mereka tampak kaget, panik, terpukul dan takut. Sebelum menyelamatkan dirinya, tentu saja Ahreum harus menyelamatkan tiga orang tersebut. Ahreun tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada mereka. Karena mereka adalah keluarga baru Ahreum. Ketika Kris kembali menyuruh Ahreum pergi dengan Kai, Ahreum pun langsung memegang lengan Kai untuk pergi dengan mereka.

“Ya, benar seperti itu!! Larilah!! Larilah dari kenyataan ini, Putri kecil. Kamu sama pengecutnya dengan ibumu,” sindir perempuan berambut merah yang Ahreum yakini bernama Ailee.

Mendengar sindiran Ailee itu membuat Ahreum sadar, kalau ia tak bisa terus-terusan lari dari kenyataan. Ia harus menghadapi itu semua, walaupun ia sendiri tak yakin bagaimana cara menanganinya. Ahreum pun memutuskan untuk tinggal, karena memang ia diajarkan untuk tidak melarikan diri dari semua masalah yang menghampirinya. Tepat sebelum Kai menghilang, Ahreum melepaskan tangannya dari Kai.

Tindakan Ahreum ini membuat para pengawalnya kaget. Mereka tak tahu kenapa Ahreum memilih untuk tinggal, padahal semuanya tahu persis kalau Ahreum tak punya kekuatan apapun untuk membantu mereka. Beberapa dari mereka langsung membuat barikade di sekitar Ahreum untuk melindungi gadis itu dari serangan yang mungkin akan datang.

“Kenapa kamu tidak ikut pergi?!” desis Kris.

Ahreum hanya memandanginya seraya berbisik, “Karena aku tidak akan meninggalkan kalian.”

Tepuk tangan Ailee menyela mereka. “Wah, ternyata kamu memilih untuk tinggal,” ujar Ailee.

“Aku tidak akan lari. Ini adalah perangku. Aku akan menghadapinya. Aku akan mempertahankan apa yang menjadi hakku. Sudah menjadi kewajibanku untuk membela hakku,” sahut Ahreum berusaha untuk terdengar tegar.

“Wah, aku seperti melihat Putri Ara hidup lagi,” ujar seseorang dari arah samping kiri Ahreum. Kini semuanya langsung siaga begitu melihat ada seorang lelaki dengan pakaian ksatria serba hitam sudah berdiri dengan bersandar di pohon sambil memandangi Ahreum takjub. “Ucapanmu persis seperti ucapan Putri Ara ketika terakhir kali aku bertemu dengannya,”

Ahreum mendekatkan dirinya pada Baekhyun yang berdiri tak jauh darinya. Ia penasaran akan siapa identitas pemuda asing itu. Ahreum pikir kalau pemuda itu adalah Xenos. Tapi Baekhyun bilang kalau pemuda itu bukanlah Xenos, melainkan asasin Xenos yang bernama L.

L sudah berjalan menuju Ahreum. Hal ini membuat para pengawal Ahreum yang tersisa langsung berancang-ancang untuk menyerang L.

“Wah wah semua sudah berkumpul disini. Tapi kenapa hanya ada sepuluh? Bukannya kalian berjumlah ribuan? Atau yang lainnya sudah menyerah terhadap pencarian sia-sia kalian?” ujar L dengan nada meremehkan.

“Walaupun ribuan dari mereka pun tetap tak akan mampu melawan kita bertiga. Karena mereka hanyalah kumpulan orang-orang lemah,” sahut N.

Ahreum melihat beberapa pengawalnya terpancing dengan ucapan L dan N tersebut. Tapi mereka masih menahan diri mereka. Karena seperti yang Kris bilang kalau mau menang melawan Ailee harus dengan strategi, bukan dengan kekuatan saja.

“Sudah cukup basa-basinya,” sela Ailee dingin. “Bagaimana kalau kita mulai saja pesta penyambutannya,”

Begitu Ailee selesai bicara, N langsung menghentakkan kakinya ke bumi sehingga membuat tanah yang di pijaknya retak dan hancur. N lalu mengayun-ayunkan kedua lengannya dan membuat bebatuan berterbangan dan perlahan-lahan tersusun menjadi patung-patung ksatria dari tanah yang perlahan mengeras menjadi batu. Satu, dua, tiga, dan seterusnya tanah-tanah itu membentuk belasan –atau puluhan– pasukan batu. N melakukannya sambil tertawa riang.

Sementara, L langsung menyerang kumpulan pasukan khusus yang mengerubungi Ahreum. Hal ini membuat para pasukan khusus berpencar ke segala arah. Ahreum sendiri langsung ditarik oleh Kris dan mereka terbang ke sisi lain danau untuk menghindari L.

Ailee yang sudah menghilang sejak N membuat pasukan batu, mendadak muncul di tengah danau –melayang di atasnya. Ia tertawa puas dan mengayunkan kedua tangannya di udara sehingga membuat air danau naik. Kemudian Ailee mengarahkan tangannya ke Ahreum, seketika air danau langsung membentuk ombak dan menyerang Ahreum. Suho dengan sigap menahan serangan Ailee sementara Kris kembali membawa Ahreum pergi.

Ahreum takut. Ia melihat ke sekeliling dan menyaksikan para pengawalnya yang bertarung melawan L dan N. Serangan mereka bahkan tak bisa mengenai dua anak buah Ailee tersebut. Ahreum jadi makin takut dibuatnya. Karena, sepuluh orang saja tidak bisa mengenai tiga orang itu, lantas bagaimana mereka bisa menang??

“Adakah cara untuk mengalahkan mereka?” tanya Ahreum yang kini sudah berada bersama Baekhyun –karena Kris melemparkan Ahreum pada Baekhyun untuk membantu Suho yang masih melawan Ailee.

“Aku percaya, membunuh mereka adalah satu-satunya cara mengalahkan mereka. Karena jika mereka masih memiliki sedikit tenaga pun kita akan tetap susah mengalahkan mereka,” jawab Baekhyun sambil menghindari pasukan batu yang kini menyerang mereka.

“L dan N memiliki pengalaman perang lebih baik daripada kami. Umur mereka juga jauh lebih tua dari kami. Dan mereka merupakan satu-satunya generasi pertama dari Knight dan Mastermind yang mengkhianati Putri Ara,” ujar Baekhyun lagi setelah melumpuhkan satu patung batu. Tapi batu itu kembali menyusun diri mereka hingga akhirnya Baekhyun memilih untuk mundur.

Ahreum terkejut mendengar fakta ini. Dua orang mengerikan itu ternyata dulunya adalah pengawal ibunya. Ahreum kini mengerti maksud dari cerita di buku ibunya mengenai ‘kura-kura yang ia pelihara dan ia sayangi kini sudah menemui lautannya’. Ternyata itu artinya adalah dua pengawalnya yang meninggalkan dirinya.

Ahreum tiba-tiba teringat akan belati pemberian paman Kim. Ia ingat betul cerita Suho mengenai belati tersebut. Konon katanya satu goresan dari belati tersebut bisa membuat siapapun kehilangan kekuatannya dan tusukan dari belati itu mampu untuk membunuh makhluk Exoland dengan kekuatan paling super sekaligus.

“Belati!!” seru Ahreum tertahan. Ia langsung menyuruh Baekhyun untuk membantunya mencari belati yang ia simpan di kamarnya. Keduanya pun langsung berlari ke rumah.

.

.

Ahreum membongkar lacinya dengan panik. Ia lupa dimana ia menyimpan belati tersebut. Ledakan, seruan petir yang saling bersahutan, serta bumi yang terus berguncang membuat Ahreum makin panik.

“Aku yakin aku menyimpannya disini,” panik Ahreum yang kini sudah membongkar semua tasnya.

Baekhyun pun tak berpangku tangan. Ia ikut membongkar lemari Ahreum untuk mencari belati itu.

“Jangan-jangan.. jangan-jangan Ailee itu sudah mengambilnya!” histeris Ahreum. Tapi Ahreum segera menepis pikiran bodoh itu. Karena kalaupun Ailee sudah menemukan belati milik Ahreum, sudah pasti dia akan menggunakannya untuk membunuh pasukan Ahreum.

Ahreum kembali memfokuskan dirinya mencari belati tersebut dengan hati tenang. Ia kini mencari ke meja di samping ranjangnya. Ahreum membuka satu persatu lacinya.

“Ada yang bisa kubantu?” Ahreum tersentak kaget melihat L yang kini sudah berdiri di sampingnya.

L menunjukkan seringainya pada Ahreum –yang justru membuat Ahreum berteriak panik. Baekhyun segera menolong Ahreum dengan menyerang L. Sementara Ahreum kehilangan keseimbangannya dan jatuh di atas kasur. Ahreum mundur perlahan menyebrangi kasurnya sambil terus mengamati perkelahian antara Baekhyun dan L. Ketika Ahreum nyaris tiba di ujung kasur, Ahreum merasa kalau tangannya menyentuh sesuatu yang keras di bawah bantal. Ahreum pun merayapkan tangannya ke bawah bantal.

Braak

L berhasil melempar Baekhyun ke sisi lain kamar Ahreum hingga Baekhyun menabrak lemari Ahreum dan merusaknya. Ahreum pun berteriak memanggil nama Baekhyun –hanya untuk memastikan apakah Baekhyun baik-baik saja. Tapi itu malah membuat perhatian L jadi tertuju padanya. Dan L pun berbalik menghadap Ahreum.

Yang membuat Ahreum makin panik adalah kini ada sepasang lengan melingkar di pinggangnya.

.

.

“Apa yang kamu lakukan?!” bentak Kai menyadarkan Ahreum.

Ahreum membuka matanya. Ia melihat kalau ia sudah kembali berada di halaman belakang rumahnya bersama Kai. Ahreum menatap Kai yang kini tampak marah padanya. Ahreum tahu kalau Kai pasti kesal karena Ahreum ternyata tidak ikut pergi dengannya tadi.

“Apa kamu tahu kalau disini berbahaya?! Akan lebih baik kalau kamu-,”

“Kris sudah mengomeliku tadi, jadi kamu tak perlu ikut mengomeliku. Sekarang yang perlu kita lakukan adalah membantu yang lain,” potong Ahreum.

Ahreum sendiri tak tahu bagaimana caranya menolong para pasukannya. Ketika ia sedang sibuk dengan berbagai rencana di kepalanya, Ahreum melihat L sudah mengarahkan kekuatannya ke dirinya. Gadis itu langsung berteriak panik, sehingga membuat Kai yang sedang melawan satu patung batu buatan N langsung berbalik untuk menolong gadis itu. Untungnya Xiumin sudah lebih dulu membuat perisai dari es untuk melindungi Ahreum, sehingga serangan L mengenai perisai itu –bukannya Ahreum.

Kai sudah menghampiri Ahreum, hendak membawa Ahreum pergi dari semua kekacauan ini, membawanya ke tempat yang aman. Kai memeluk pinggang Ahreum –agar gadis itu tidak kembali kabur. Ketika sedang berargumen dengan Ahreum yang masih ngotot ingin menolong pasukannya, Kai melihat serangan datang dari Ailee yang ada di belakang Ahreum. Tak sempat berpikir untuk menghilang, Kai pun membalik posisinya dengan Ahreum sehingga serangan itu tidak langsung mengenai Ahreum –dengan menjadikan dirinya sebagai perisai untuk Ahreum.

Ahreum mendengar Kai meringis kesakitan. Dan ia melihat Ailee, yang berdiri jauh di belakang Kai, tertawa puas sambil melayani semua serangan yang datang padanya. Ahreum berpaling menatap Kai yang masih memeluknya erat. Kai bertanya padanya apakah Ahreum baik-baik saja, tapi yang Ahreum khawatirkan kini adalah kondisi Kai yang tampak tidak sehat. Kai tampak pucat dan kesakitan. Ahreum melingkarkan lengannya di pinggang Kai untuk menenangkan pemuda itu serta meyakinkannya kalau dirinya tidak apa-apa. Tapi tangannya disambut oleh cairan dingin dari punggung Kai.

Ahreum langsung melepaskan dirinya dari Kai. Begitu Kai tidak menemukan tempat bersandar lagi, Kai pun jatuh berlutut. Dan Ahreum bisa melihat ada luka –jika tidak bisa dibilang sebuah lubang– besar di punggung Kai, sehingga membuat darah bercucuran dari punggungnya. Ahreum memandangi Kai horor.

“Apa sekarang kamu mau menurutiku dan pergi dari sini?” tanya Kai sambil sesekali meringis kesakitan.

“Mau berteleport dalam keadaan seperti ini? Apa kamu mau tubuhmu berpencar-pencar?” sela Luhan. Ia lalu membopong Kai. “Kita cari Lay dulu untuk mengobatimu baru kamu bisa membawa Ahreum pergi,”

Luhan membawa Kai pergi untuk mencari Lay dan meninggalkan Ahreum bersama Xiumin. Ahreum turut mencari Lay yang entah menghilang kemana. Begitu Ahreum menemukannya, kagetlah ia. Karena Lay kini terkurung oleh belasan pasukan batu yang mengelilinginya. N tentu tahu persis kalau kekuatan Lay adalah penyembuhan, karenanya ia memisahkan Lay dari yang lain serta menghabiskan tenaganya untuk melawan pasukan batu buatannya. Ahreum melihat ada Chen dan Tao yang berusaha menolong Lay.

Ahreum merasakan Xiumin melepaskan pegangan terhadap dirinya untuk melawan satu patung batu yang menghampiri mereka. Hal itu membuat sebuah perisai berbentuk kaca perlahan mengeliling Ahreum. Dan gadis itu pun terkurung dalam kubah kaca yang begitu tebal. Ahreum memukulkan tangannya ke kaca tersebut, berharap kaca itu pecah, tapi nihil. Ahreum pun berteriak minta tolong.

“Percuma, Putri Kecil. Mereka tak akan mendengarkan teriakanmu,” sela suara yang cukup Ahreum ingat. Ahreum memang baru mendengarkan suaranya beberapa kali saja malam ini, tapi suara itu cukup mampu membuat Ahreum panik. Panik karena L kini sudah ada di belakangnya. Sepertinya L yang membuat kubah kaca tersebut.

Ahreum berbalik dan berusaha mundur menjauhi L –yang percuma karena punggungnya hanya bertemu dengan kaca yang tak berujung. Ahreum pun menyerah dan berusah untuk menghadapi apa yang ada di hadapannya –dengan harapan pengawalnya akan cepat menolongnya.

“Kenapa kalian melakukan ini? Kenapa kalian menghancurkan duniaku? Kami tidak salah apa-apa,” seru Ahreum.

L tampak tersenyum –bukan menyeringai. Ia kemudian menarik napas panjang sebelum berkata, “aku juga tak mau melakukan hal ini terhadapmu. Tapi aku bisa apa, Ailee yang menginginkannya,”

Ahreum merasakan kaca di punggungnya bergetar. Ia melihat D.O., Xiumin dan Chanyeol berusaha mengerahkan segala kekuatan mereka untuk mengeluarkan Ahreum dari kubah tersebut.

“Kamu tadinya adalah salah satu dari mereka. Tapi kenapa kamu berkhianat? Kenapa kamu mengkhianati ibuku?” Ahreum berusaha mengulur waktu.

L tampak mengangangkat bahunya acuh. “Ibumu sudah memiliki segalanya, Putri kecil. Sementara Putri Ai ini, dia tidak memiliki apapun. Dia bukan putri mahkota, ayahnya pun hanyalah pangeran buangan, serta tidak ada seorang pun yang mau mencintainya. Jadi apakah aku salah jika aku menjadi satu-satunya orang yang mau mencintainya secara tulus? Ibumu tidak akan kekurangan cinta jika ada satu pengawalnya yang menghilang. Sementara Putri Ai ini, dia hanya memilikiku.”

Putri Ai? Ahreum memandangi L bingung. Apakah putri Ai ini adalah putri dari kisah yang sering diceritakan pengawalnya? Berarti kisah Putri Ai itu adalah kisah nyata. Lalu siapa Putri Ai itu?

“Ailee.” L seolah menjawab pemikiran Ahreum. “Ailee adalah Putri Ai. Dia adalah satu-satunya sepupu ibumu,”

Ahreum kaget dengan ucapan L. Berarti perempuan gila yang tadi menyerang Kai adalah bibi Ahreum? Ahreum selalu mengira kalau putri yang menguasai Exoland saat ini adalah seorang nenek tua yang masih lajang –berdasarkan cerita pengawalnya yang selalu menyebut putri itu sebagai nenek tua. Tapi ternyata tidak seperti itu. Perawakan Ailee bahkan terlihat tidak jauh berbeda dengan Ahreum. Tidak terlihat seperti orang yang sudah hidup ribuan tahun lamanya.

“Ia dulunya adalah putri kecil yang manis. Sama seperti dirimu. Tapi sepertinya karena terlalu lama tertekan, dia jadi seperti itu. Jadi aku hanya membantunya untuk mendapatkan apapun yang ia inginkan. Hanya agar ia bahagia,” ujar L sambil memandangi Ailee yang berada di luar kaca.

Ahreum bisa melihat betapa L sangat mencintai Ailee. Terlihat dari caranya bicara mengenai Ailee, caranya memandang Ailee, caranya menuruti semua keinginan Ailee. Tapi Ahreum merasa kalau cinta yang seperti itu adalah salah.

“Kalau kamu mencintainya, harusnya kamu tak menuruti semua keinginannya. Kamu harusnya memberi pengertian padanya untuk menerima apa yang sudah ada di hadapannya. Mengabulkan semua keingiannya hanya akan membuat dia menjadi putri manja berhati busuk seperti itu,” ujar Ahreum.

L memandangi Ahreum takjub. Ia takjub karena Ahreum menasihatinya, nasihat yang sama seperti yang pernah Ara katakan padanya ketika L mengatakan kalau ia berhenti menjadi pengawalnya dan ingin menjadi menjadi pengawal Ailee. L ingat betul betapa Ara menyesal sudah memanjakan Ailee sehingga membuat Ailee menjadi putri yang serakah. L tertawa terbahak-bahak melihat fakta di hadapannya ini. Tawa L berhenti begitu melihat Ailee sudah menatapnya geram, geram karena L belum juga membunuh Ahreum. L pun kembali pada niat awalnya.

“Aku sungguh tak ingin membunuhmu, Putri kecil. Karena sepertinya aku menyukaimu. Tapi aku harus bagaimana. Ailee yang memintaku dan aku harus menjalankan perintahnya,” ujar L sambil menunjukkan seringainya.

“Jangan lakukan ini, kumohon,” Ahreum meminta belas kasihan L.

“Kamu harus mati, Putri kecil. Dengan begitu Ailee bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. Apa kamu tahu kalau Ailee menyukai pemuda yang juga kamu sukai. Jadi kamu harus mati agar Ailee bisa mendapatkan pemuda itu.”

L pun perlahan menghampiri Ahreum. Sambil menggumamkan kalau-ini-tidak-akan-terasa-sakit pada Ahreum, L pun menyerang gadis itu.

.

Chanyeol memutuskan untuk meninggalkan kubah itu, untuk membantu Sehun dan yang lainnya menyerang N. Ketika N lengah, Chanyeol berhasil menyerang pemuda berambut merah itu. Dengan bantuan Sehun, Tao serta Chen, Chanyeol berhasil membakar habis N. Dan pasukan batu buatan N pun runtuh seketika.

Ailee pun tidak tinggal diam. Ia menggandakan kekuatannya sehingga tercipta ledakan besar di danau dan membuat air danau tumpah ruah ke sekelilingnya. Hal ini membuat Chanyeol dan yang lainnya langsung menyerang Ailee secara bersamaan. Ailee pun berhasil mereka ringkus bersamaan dengan pecahnya kubah kaca yang mengurung Ahreum dan L.

Luhan mengangkat semua puing kaca yang mengubur Ahreum dan L, dibantu dengan Baekhyun dan Lay. Mereka menemukan Ahreum berada di bawah reruntuhan kaca –di bawah L lebih tepatnya. L tampak tengkurap di atas Ahreum. Luhan pun langsung menyingkirkan L untuk memastikan kondisi Ahreum. Begitu melihat kondisi Ahreum, Luhan dan yang lainnya pun langsung lemas seketika. Karena badan Ahreum kini sudah berlumuran darah.

Baekhyun yang lebih dulu meraih Ahreum. Ia berusaha membangunkan Ahreum, karena Baekhyun masih merasakan detak jantung Ahreum.

“Ahreum, bangun. Katakan kalau kamu baik-baik saja, Ahreum,” bisik Baekhyun.

Baekhyun berusaha mencari dimana luka Ahreum. Lay pun ikut mencari di bagian mana Ahreum terluka. Tapi mereka tak menemukan luka apapun disana. Lalu darimana asalnya semua darah yang memenuhi badan Ahreum?

“Hyung,” sela Sehun.

Baekhyun dan Lay berpaling melihat Sehun yang kini memandangi sesuatu di samping Ahreum. Sehun memandangi L –jasad L lebih tepatnya. L sudah berbaring tak berdaya di samping Ahreum dengan sebuah belati menancap di perutnya –belati Putri Ara. Sepertinya Ahreum berhasil menusuk L dengan belatinya sebelum L sempat menyerang Ahreum.

Perlahan Ahreum membuka matanya. Ia menatap Baekhyun panik. Ahreum mulai gemetaran sekarang. Bukan karena ia takut. Bukan juga karena ia merasa bersyukur terlepas dari maut. Tapi karena ia baru saja membunuh seseorang.

“A..aku membunuhnya, Baek. Aku membunuhnya,” lirih Ahreum.

Baekhyun segera memalingkan wajah Ahreum agar tidak melihat jasad L. Karena kini tubuh L perlahan mengering, seolah cairan dalam tubuhnya disedot habis hingga membuat tubuhnya hanya berupa tulang dibungkus kulit. Sementara Lay berusaha menenangkan jiwa Ahreum yang kini tampak terguncang.

“Dasar pengawal tak berguna,” ketus Ailee yang sudah di rantai oleh Chanyeol.

Para pengawal Ahreum memang memutuskan untuk tidak langsung membunuh Ailee. Karena mereka tahu persis, kalau Ahreum pasti tidak akan mengizinkan mereka melakukannya. Sebab biar bagaimanapun juga, Ailee adalah keluarga Ahreum satu-satunya –ditambah Xenos tentu saja. Walaupun mereka sudah bertindak jahat terhadap kehidupan Ahreum, tapi gadis itu pasti tidak menginginkan ada anggota keluarganya yang menginggal. Sebab Ahreum sangat mengidamkan sebuah keluarga.

Ahreum kini berpaling menatap Ailee. Chanyeol sudah membawa Ailee ke hadapan Ahreum dengan menjadikan jasad L sebagai pemisah mereka. Chanyeol membuat Ailee berlutut di hadapan Ahreum. Dan kini Ailee memandangi Ahreum sinis. Ahreum sendiri tak percaya Ailee tampak tidak kehilangan sama sekali melihat dua pengawalnya tiada. Ahreum tak percaya Ailee begitu tidak punya hati untuk mengapresiasi pengabdian pengawalnya itu.

“Kenapa kamu tega mengatakan hal seperti itu pada orang yang sudah menyerahkan jiwa-raganya terhadapmu?” sahut Ahreum. Ia kini berdiri di hadapan Ailee untuk menantangnya. “Dia sudah begitu mencintaimu sampai rela mati untukmu dan kamu menyebutnya tak berguna?! Kenapa kamu kejam sekali?!”

Ailee memiringkan kepalanya, meremehkan setiap ucapan Ahreum. “Dia yang tidak hati-hati. Dia mati karena kesalahannya sendiri,”

“Cukup sudah!! Makhluk keji sepertimu tak pantas menduduki tahta kerajaan. Kakekku membangun kerajaan itu dengan susah payah agar rakyat bisa hidup bahagia. Aku tadinya berniat memberikannya padamu jika kamu bisa menjalankannya dengan arif dan bijaksana. Tapi kamu benar-benar berhati iblis. Aku akan merebut kembali apa yang harusnya menjadi milikku!” seru Ahreum.

“Itu bukan milikmu, Nona,” sela Ailee penuh percaya diri. Bahkan saat kondisinya tidak memungkinkan untuk melawan seperti ini pun Ailee masih saja sombong. Ia percaya diri jika ia mampu mengalahkan Ahreum dan pasukan kecilnya.

Ahreum pun menunduk untuk menyejajarkan wajahnya dengan Ailee. Ia memandangi Ailee lekat-lekat. “Itu adalah milikku. Kamu hanya meminjamnya. Dan lagipula kamu hanya putri mahkota, itu artinya kerajaan itu belum sepenuhnya menjadi milikmu. Apa kamu tahu kalau aku sudah memiliki pendamping untuk diriku. Yang artinya aku sudah memiliki raja untuk menemaniku menjalankan kerajaanku nantinya. Dan kamu tahu persis siapa pilihanku. Kamu tadi mendengarnya, bukan?”

Ailee terkejut mendengar ucapan Ahreum. Ia lalu berontak, yang hanya berakhir dengan api Chanyeol membakar tangannya. Ia memandangi Ahreum horor, ketika Ahreum sudah berdiri dan mengumumkan pilihannya secara lantang.

“Aku sudah membuat pilihan. Sejak tadi aku sudah menentukannya, tapi aku tak mendapat kesempatan untuk menangatakannya pada kalian,” ujar Ahreum lantang.

Ahreum memandangi pengawalnya satu persatu, mencari dimana pilihannya. Ketika mata mereka bertemu, Ahreum pun tersenyum padanya –senyum meyakinkan. Ahreum meyakinkan pemuda itu kalau dialah pilihan Ahreum.

Sementara Ailee sudah menggeram marah sambil tertunduk menatap jasad L.

“Jika aku tak bisa memilikinya, maka tak ada seorangpun yang boleh memilikinya,” gumam Ailee yang cukup terdengar oleh Ahreum.

Ahreum pun berbalik menatap Ailee yang kini sudah mencabut belati dari perut L. Kemudian Ailee bangkit untuk menyerang. Ahreum tahu siapa target Ailee. Bukan dirinya, tapi lelaki pilihan Ahreum. Panik, Ahreum pun langsung berlari ke hadapan pemuda pilihannya –untuk melindunginya dari apapun yang akan Ailee lakukan. Dan benar saja. Ailee menyerang pemuda itu. Tapi Ahreum sudah lebih dulu menjadikan dirinya sebagai tameng, sehingga serangan Ailee tidak mengenai pemuda pilihan Ahreum.

Detik berikutnya yang Ahreum lihat adalah Ailee sudah terbakar sempurna –karena api dari Chanyeol, petir dari Chen serta tiupan angin dari Sehun. Sementara dirinya kini terjatuh ke belakang, menabrak badan seseorang. Ahreum pun mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang menahan dirinya. Ternyata pemuda pilihannya kini sudah memeluk dirinya sambil memandanginya panik.

“Apa yang kamu lakukan?” bisik pemuda itu panik.

Ahreum tak menyahut. Ia hanya memandangi pemuda itu, merekam setiap detail wajah tampannya dalam ingatannya. Perlahan Ahreum merasakan perutnya nyeri. Ini adalah rasa sakit yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Ahreum pun memalingkan wajahnya untuk melihat perutnya. Ternyata belati yang tadi dipegang Ailee sudah tertancap di perutnya. Begitu mengetahui kalau dirinya  terluka, otak Ahreum langsung bekerja untuk menciptakan rasa sakit yang teramat sangat. Dulu kakinya pernah tertusuk pecahan kaca hingga mendapatkan beberapa jahitan, tapi rasa sakitnya berbeda dengan yang ia rasakan di perutnya saat ini.

“Ahreum, bertahanlah,” panik Lay –memohon agar Ahreum bisa bertahan.

Lay perlahan menarik belati itu dari perut Ahreum dan melepaskannya. Lay lalu berusaha menutup luka Ahreum dengan kekuatannya. Dengan airmata yang terus bercucuran membasahi pipinya, Lay berusaha menyembuhkan Ahreum dengan sisa-sisa kekuatannya.

Ahreum sendiri sudah tidak memperhatikan keadaan sekitarnya lagi. Karena ia kembali memfokuskan dirinya pada pemuda yang kini memeluknya erat –meyakinkan Ahreum kalau dirinya baik-baik saja. Ahreum melihat cairan bening sudah menggenang di mata pemuda itu. Perlahan Ahreum mengangkat tangannya untuk meraih wajah pemuda itu. Ahreum membelai pipinya –berharap pemuda itu tidak bersedih untuknya.

“Apa kamu mau mendengarkan..,” Ahreum memejamkan matanya sejenak karena rasa nyeri itu semakin menjadi. “aku.. sudah membuat pilihan,”

“Aku tahu. Kumohon jangan banyak bicara dulu dan biarkan Lay–,” sela pemuda itu.

“Lukanya tak mau menutup. Oh Ahreum, kumohon bertahanlah,” isak Lay. Depresi terdengar jelas di suaranya.

“Aku.,” ujar Ahreum. Suaranya kini terdengar seperti bisikan angin.

Pemuda yang memeluknya kini menumpukan tangannya di atas tangan Ahreum yang masih memegang pipinya. Pemuda itu menautkan jemarinya dengan milik Ahreum dan menggenggamnya erat. Ia menatap mata Ahreum yang tampak sayu lekat-lekat.

“..aku.. mencintai..,” Ahreum perlahan memejamkan matanya lagi. Tangan Ahreum pun lepas dari genggaman pemuda itu dan terjatuh begitu saja seolah tanpa tenaga. Semua pengawal Ahreum kini tampak menahan napas mereka, karena Ahreum tak kunjung membuka matanya lagi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

logo1

The twenty ninth chapter is out!!!

안녕!

Yuhu… lama tak jumpa. Maaf kalo lama lanjutannya.. karena bee harus menyusun ulang cerita ini.. dan yupp!! Dia orangnya!! Dia yang dipilih ahreum!! Sampe di chapter ini aja bee masih ga mau nyebut namanya.. soalnya bee tahu kalian pasti bakal ‘kok sama dia?!!’ ‘kenapa gak sama dia?!’ ‘kok bisa dia yg dipilih?!’ ‘dia gak cocok!’… makanya bee ga mau sebut nama disini hehehe….

Ini udah ending belum ya?? Kata chen sih ini ending official(?) buat mereka yang gak mengharapkan ahreum jadian sama siapa-siapa atau buat mereka yang patahati berat karena biasnya gak jadi sama ahreum #eaaa

sebelum pamit bee mau promo lagu yg lg di putar saat ini… bee recommend lagu-lagu ini untuk kalian dengarkan kl lagi baca ff2 bee dimasa yang akan datang.. dengar disini

Sampai jumpa… bee mau bikin chapter bonus biar kalian setuju kenapa ‘dia’ yang dipilih ahreum… plus akan ada beberapa project baru… hehehehe…

Byeom!! 안녕!! 뿅! 아우~~~

beedragon_art all right reserved

Advertisements
FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | Chapter 29 – It’s War | PG15

16 thoughts on “FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | Chapter 29 – It’s War | PG15

  1. juliasudiantari97 says:

    unnie!!!! neomu neomu saranghae !!! :*
    aku penggemar berat ff mu ini, aku slalu di bikin penasaran sama setiap chap’a 😀 mianhae aku baru sempet comment sekarang 😦 *bow*
    unnie next lanjutin chapter’a ya , dan pkok’a KRIS harus sama AHREUM /maksa/ /krisreumshipper/ 😀
    pkok’a keep writing! 😉
    fighting! ‘-‘)9

  2. ahreumie says:

    Sumpah sumpah!!!!!! Bikin kepo eon arggggghhh… siapa yg jdi rajanyaaaaaaa.sumpaaah tadi udah degdegkan malah gajadiii. Ditunggu next chap nya yyyaaa

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s