FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | Chapter 19 – Good Things Will Happen | PG15


beautiful-life

Title : Beautiful Life

Subtitle : Chapter 19 – Good Things Will Happen

Author : beedragon

Cast:

Areum T-ara as Lee Ahreum

EXO member

Genre : Fluff, Romance, Fantasy, Life,

Length : Multichapter

Summary : Life is not beautiful for Ahreum. But that thought has changed since the boys from Exoland came. All of that miserable life change to beautiful life.

Disclaimer : This is only fiction. This is only Bee imagination. All of the character aren’t mine. I Do Own This Fiction so Do Not Copy Paste Without My Permission and Don’t Be Silent Reader

Backsound Song : Taylor Swift – Enchanted

Chapter 19 | Good Things Will Happen

.

.

.

Let’s go on vacation part 2

.

.

.

Jam masih menunjukkan pukul 4 pagi. Bahkan matahari belum terbit dari peraduannya, tapi Baekhyun sudah membuka matanya. Memang dia yang kebagian menjaga Ahreum malam ini, karena itu sepagi ini Baekhyun sudah mengganggu tidur Ahreum.

“Ahreum, bangun,” Baekhyun berusaha membangunkan Ahreum.

Yang terdengar hanyalah erangan Ahreum yang teredam bantal. Ahreum kini sudah membalik tubuhnya memunggungi Baekhyun; terlihat jelas ia kesal karena tidurnya terganggu. Tapi Baekhyun tentu saja tidak akan menyerah.

“Ahreum, ayo bangun. Ada yang mau aku tunjukkan padamu,”

“Lima menit lagi~,” erang Ahreum.

Baekhyun tak kehabisan akal. Ia akhirnya meraih jaket Ahreum yang tergantung di ujung ranjang, kemudian Baekhyun menyingkap selimut Ahreum; yang berakhir dengan mendapatkan seruan kesal dari Ahreum. Baekhyun lalu memakaikan jaket tersebut di badan Ahreum, kemudian ia menggendong Ahreum di punggungnya. Tak lupa Baekhyun membawa serta sepatu Ahreum.

Baekhyun hendak menculik Ahreum; untuk pagi ini saja. Karena ia sudah punya rencana khusus untuk menarik perhatian Ahreum.

Baekhyun berlari dengan membawa Ahreum di punggungnya. Untungnya Ahreum sudah kembali tertidur; tentu saja Ahreum bisa langsung tidur jika menemukan tempat yang empuk; jadi Baekhyun tak perlu memusingkan omelan Ahreum. Baekhyun sudah menyiapkan kejutan ini sejak ia tahu kalau Ahreum akan mengajak mereka liburan ke pantai. Baekhyun sudah lebih dulu survey tempat dan dia hendak membawa Ahreum ke tempat paling romantis yang ada di daerah tersebut.

Setelah perjalanan sekitar 15 menit akhirnya Baekhyun dan Ahreum sampai juga di sebuah tebing yang tak jauh dari daerah pantai. Baekhyun kembali berusaha membangunkan Ahreum. Baekhyun meletakkan sepatu Ahreum di bawah agar begitu Ahreum bangun, ia bisa langsung memakai sepatunya tanpa mengotori kakinya. Setelah dirasakannya Ahreum bergerak, perlahan Baekhyun pun menurunkan Ahreum dari punggungnya.

“Akhirnya kamu bangun juga, putri tidur.” ujar Baekhyun.

Ahreum mengucek matanya. Kemudian Ahreum menatap ke sekelilingnya, berusaha mencari tahu sedang ada dimana ia saat ini.

“Dimana ini? Kamu membawaku kemana, Baekhyun??” bingung Ahreum.

Baekhyun memamerkan senyumannya pada Ahreum. “Ahreum, kamu tahu kan apa kekuatanku?” Baekhyun bertanya sambil menunjukkan telapak tangannya yang mengeluarkan cahaya.

“Cahaya?”

“Yupp. Dan aku mau menunjukkan cahaya paling indah yang ada di kehidupan ini,” ujar Baekhyun sambil merapikan rambut Ahreum. “Dia akan datang sebentar lagi. Kalau aku tak salah perhitungan, dalam 5… 4… 3… 2… 1..”

Semburat cahaya keemasan muncul dari arah laut di hadapan mereka. Sang matahari mulai menampakkan dirinya; menunjukkan kesempurnaan cahaya yang menjadi kesombongannya. Dan Ahreum hanya bisa terpana melihat keeksotisan sang matahari.

“Waaah,” takjub Ahreum.

Ahreum sampai lupa berkedip ketika melihat proses-proses terbitnya matahari. “Aku baru pertama kali lihat matahari terbit, Baekhyun. Bagaimana kamu bisa menemukan tempat ini?”

“Begitu aku tahu kalau kamu mau liburan ke pantai ini, aku langsung survey apakah di daerah ini ada tempat yang bagus untuk melihat matahari terbit, dan ternyata usahaku tidak sia-sia,” ujar Baekhyun. “Kamu menyukainya?”

Ahreum mengangguk antusias. “Tentu saja aku menyukainya. Ini sempurna, Baekhyun.”

“Syukurlah kalau kamu menyukainya. Bagaimana kalau kita menikmati matahari terbit ini sambil duduk?” saran Baekhyun.

Ahreum melihat rerumputan di bawah mereka. Rumput-rumput itu basah karena embun pagi. Ahreum merasa enggan untuk duduk disana. Ia tak ingin bokongnya jadi basah.

“Aku berdiri saja. Rumputnya basah, Baekhyun. Nanti celanaku kotor,” ujar Ahreum.

Baekhyun memandangi rerumputan di bawahnya. Kemudian ia duduk disana sambil menselonjorkan kakinya. Baekhyun lalu menepuk-nepuk pahanya, mengisyaratkan Ahreum untuk duduk di pangkuannya.

“Duduklah disini. Kamu tidak akan kotor kalau duduk di pangkuanku,” ujar Baekhyun.

“Eeh? Hmm tapi aku…,”

Akhirnya Baekhyun menarik tangan Ahreum sampai ia tersungkur ke pelukan Baekhyun. Kemudian Baekhyun merapikan posisi Ahreum di pangkuannya. Posisi mereka saat ini benar-benar membuat Ahreum merasa malu. Ahreum pun memalingkan wajahnya dari Baekhyun; agar Baekhyun tidak melihat wajahnya yang sudah merona; dan memilih untuk melihat matahari.

“Aku mendapatkan kekuatanku dari matahari. Makanya aku begitu kagum pada matahari,” Baekhyun memecah keheningan diantara mereka. “Bagiku matahari adalah cahaya yang paling sempurna yang pernah ada. Tapi itu dulu,”

“Dulu?” tanya Ahreum. Ia akhirnya berpaling melihat Baekhyun. Ahreum memposisikan dirinya duduk melintang di pangkuan Baekhyun.

“Ya, setelah aku menemukan cahaya yang lain, yang tak akan menghilang di malam hari. Cahaya yang mampu bersinar sendiri, menyinari dunia bahkan membuat orang-orang di sekitarnya bersinar dengan kekuatan mereka sendiri. Sejak aku menemukannya, aku baru menyadari kalau matahari masih tidak ada apa-apanya dibandingkan dia,” ujar Baekhyun. Terdengar kesungguhan yang begitu dalam dari caranya menjelaskan mengenai ‘cahaya baru’ ini.

“Ada cahaya baru yang begitu hebatnya? Dimana? Apa namanya?”

“Ada,” Baekhyun mengaitkan rambut Ahreum ke belakang telinganya. “Di hadapanku, tepat di pangkuanku. Namanya Lee Ahreum.”

Ahreum kembali merona mendengar ucapan Baekhyun tersebut, bahkan lebih parah dari sebelumnya. Ahreum merasa udara di sekitarnya mendadak panas; Ahreum menyalahkan matahari yang kini menghujaninya dengan aura kecemburuan. Sementara Baekhyun kini sudah menggenggam tangan Ahreum.

“Dulu aku tak pernah memiliki tujuan hidup sama sekali, Ahreum. Aku bergabung dengan Knight karena mengikuti Chanyeol dan D.O. Kupikir aku harus menjaga mereka yang gegabah itu agar jangan sampai menyusahkan Knight yang lain. Sampai akhirnya aku bertemu denganmu, Ahreum. Aku akhirnya tahu apa yang kuinginkan. Perasaanku mungkin tak seperti Kai yang memang sudah memimpikan menjadi pasanganmu sejak ia masih kecil, tapi yang aku rasakan padamu ini adalah tulus, Ahreum. Aku tidak akan mengatakan ‘aku mencintaimu dan aku mau kamu menjadi milikku’. Tapi yang ingin aku sampaikan padamu adalah aku menyayangimu dan aku akan selalu ada di sampingmu jika kamu membutuhkanku, Ahreum.”

Ahreum tahu kalau ia tak pernah tahan dengan gombalan dan rayuan Baekhyun. Dan ia tahu persis bagaimana caranya mengabaikan semua gombalan itu. Tapi kini ia tak menemukan solusi bagaimana caranya bersikap jika Baekhyun seserius ini.

“Baekhyun, aku-,”

“Jangan,” sela Baekhyun. “Jangan jawab apapun dari yang aku katakan. Aku hanya mau kamu mendengar apa yang aku rasakan. Kamu tak perlu membalasnya.”

Ahreum pun terdiam. Ia hanya memandangi kesungguhan di mata Baekhyun. Entah kenapa, sejak ia mengizinkan mereka untuk berusaha merebut perhatiannya, Ahreum merasa mereka benar-benar serius akan misi ini. Ahreum jadi tidak yakin apa ia bisa memilih yang tepat diantara mereka. Karena semuanya berhasil mengombang-ambing perasaannya.

Ahreum jadi tidak yakin, apa ia bisa mencintai satu diantara dua belas pengawalnya.

.

.

.

“Dari mana saja kalian? Kemana kamu menculik Ahreum pagi ini, Baekhyun?” omel Chanyeol begitu Baekhyun dan Ahreum sampai ke rumah pantai. Chanyeol langsung menarik Ahreum ke sisinya dan memonopoli perhatiannya.

“Ahreum, coba lihat ini,” Chanyeol mengacungkan serangkaian kerang yang diuntai menjadi sebuah kalung.

“Woahh! Cantiknya! Darimana kamu mendapatkannya??” sahut Ahreum. Ia sudah mengambil kalung tersebut dari tangan Chanyeol.

“Aku membuatnya sendiri,” ujar Chanyeol malu-malu.

Chanyeol membantu Ahreum untuk memakaikan kalung itu di lehernya. Begitu kalung buatannya itu menggantung sempurna di leher Ahreum, Chanyeol pun tersenyum bangga. Ia menggumamkan kata ‘cantik’ pada Ahreum, dan membuat Ahreum tersipu malu.

“Terima kasih, Yeol,” Ahreum memeluk Chanyeol sebagai ungkapan terima kasihnya dan berakhir dengan Chanyeol tak mau melepas pelukannya sampai akhirnya Baekhyun membantu Ahreum untuk melepaskan diri dari Chanyeol.

“Ayo kita main di pantai, putri duyung Ahreum!” Chanyeol sudah menarik tangan Ahreum dan menggiringnya keluar rumah.

Baekhyun menarik tangan Ahreum yang lain untuk mencegahnya keluar rumah. “Ahreum belum sarapan, Chanyeol. Biarkan dia sarapan dulu, habis itu baru main di pantai,”

Dengan berat hati Chanyeol melepaskan tangan Ahreum, membiarkan Ahreum pergi ke ruang makan.

Di ruang makan, Ahreum mendapati meja makan yang penuh dengan berbagai jenis menu sarapan beserta D.O. yang tampak murung di hadapan semua makanan itu. Dan ini adalah hal yang aneh. Tak biasanya D.O. murung, apalagi di ruang makan dan di hadapan makanan.

“Wuahh! Makanan! Apa kamu yang masak ini semua, D.O.?” Ahreum berusaha menarik perhatian D.O.

D.O. hanya menggelengkan kepalanya pelan. Ia menatap Ahreum nelangsa, seolah ia baru saja membuat dosa yang besar.

“Begitu aku bangun, semuanya sudah ada di meja. Aku tak bisa membuatkanmu sarapan karena semua makanan ini sudah ada disini! Aku sudah gagal, Ahreum! Aku gagal,” ratap D.O.

Entah Ahreum harus tertawa atau merasa iba melihat D.O. Urusan dapur memang adalah hal yang sakral bagi D.O. Tak bisa membuatkan makanan untuk Ahreum saja mampu membuat D.O. murung seolah ia habis kalah perang (Ahreum sendiri tak pernah melihat ekspresinya ketika kalah perang, tapi Ahreum yakin pasti ekspresinya sama terpukulnya).

“Kamu sudah makan?” tanya Ahreum, berusaha peduli.

“Bagaimana aku bisa makan di situasi seperti ini,” ratap D.O. lagi.

Tak tega melihat D.O. bersedih seperti itu, akhirnya Ahreum meraih piring dan mulai menyendokkan nasi beserta telur dadar ke piringnya. Setelah itu Ahreum duduk di samping D.O. dan meletakkan piring tersebut di antara dirinya dan D.O.

“Mari kita makan!” seru Ahreum.

“Kamu makan banyak sekali, Ahreum??” D.O. kaget melihat porsi makanan yang dibawa Ahreum.

“Hehe, ini bukan untukku saja. Tapi untuk kita. Bukannya tadi kamu bilang kalau kamu belum makan? Ayo kita makan berdua.”

D.O. langsung sumringah mendengar tawaran Ahreum tersebut. Ia menyendokkan nasinya lalu menyodorkannya ke mulut Ahreum dan Ahreum pun langsung melahap sesuap nasi dari D.O. itu.

“Hmm, enak. Walaupun tidak seenak buatanmu, tapi karena ini disuapi olehmu jadi terasa lebih enak,” puji Ahreum. D.O. tersipu mendengar pujiannya.

Mereka lalu saling bergantian menyuapi satu sama lain, seolah dunia hanya milik mereka berdua saja. Itu bukan hanya sekedar kiasan, karena D.O. akan langsung mengusir siapapun juga yang mencoba untuk masuk ke ruang makan. Karenanya tidak ada yang berani melewati ruang makan pagi ini.

.

.

.

Untuk permainan siang hari ini, Ahreum dan para pengawalnya berniat untuk bermain berburu harta karun. Sebuah permainan dimana mereka dibagi jadi 3 kelompok, kemudian mereka berkompetisi mengumpulkan harta karun yang disembunyikan paman Ji di sekitar pantai dan hutan yang mengelilingi pantai.

Ahreum dan para pengawalnya menyambut antusias permainan ini. Menurut para pengawalnya permainan ini jauh lebih seru dibandingkan bermain benteng kemarin. Karena jumlah mereka ganjil, jadi mereka memutuskan pembagiannya menjadi 4-4-5; dimana Ahreum termasuk dalam kelompok berjumlah 5 orang. Pembagian kelompok ditentukan dengan suit batu-gunting-kertas.

Ahreum satu kelompok dengan Kai, Tao, D.O. dan Luhan. Ahreum tak tahu kalau Kai, D.O. dan Luhan sudah bersekongkol dengan Tao agar mereka bisa satu kelompok dengan Ahreum (Tao menghentikan waktu ketika mereka suit, sehingga mereka berempat bisa menang dan satu kelompok dengan Ahreum).

“Baiklah! Cari harta karun sebanyak-banyaknya! Ingat batas waktunya jam 1 siang ini! Yang kalah hanya akan makan nasi putih sebagai menu makan siangnya! Ji Ahjussi yang jadi jurinya,” seru Ahreum antusias.

Paman Ji cukup heran melihat antusias Ahreum dan pengawalnya (yang satu kelompok dengannya). Ia tahu persis kalau permainan ini adalah permainan paling membosankan yang pernah ada, anak muda jaman sekarang mungkin sudah tak ada lagi yang mau main permainan bodoh seperti ini. Tapi melihat Ahreum yang begitu bersemangat akan permainan ini membuat paman Ji jadi sedikit merasa bersalah karena tidak menyembunyikan ‘harta karun’ tersebut dengan baik.

“Mulai dari sekarang!!!” jerit Ahreum. Kemudian ia menarik Tao dan D.O. untuk berlari bersamanya.

Kai dan Luhan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat semangat Ahreum. Kemudian Kai dan Luhan berlari menuju Ahreum yang mulai meneriaki mereka agar segera menyusulnya.

Kedelapan pemuda yang masih tinggal di depan rumah bersama paman Ji pun ikutan geleng-geleng kepala melihat Ahreum.

“Siapa yang menyangka kalau anak itu adalah calon ratu kita,” ujar Xiumin.

“Dia benar-benar tak terbebani dengan gelarnya itu,” sahut Baekhyun.

Kedelapan pemuda itu mengamati Ahreum yang kini sudah melompat-lompat bersama Tao dan D.O. Bukan Ahreum namanya jika ia tak terjatuh. Bahkan ketika digandeng Tao dan D.O., Ahreum masih saja jatuh. Untungnya Tao dan D.O. segera menarik tangannya sebelum Ahreum tersungkur.

“Kalau Ahreum seperti itu bagaimana bisa ia memilih calon rajanya. Aku khawatir akan misi ini,” ujar Suho.

Semuanya mengangguk setuju mendengar ucapan Suho.

“Jadi kita akan tetap main atau bagaimana?” tanya Sehun.

“Kira-kira berapa lama kalian bisa menemukan harta karunnya?” tanya Kris.

“Lima menit!!” sahut Chanyeol antusias.

“Baiklah, lima menit lagi kumpulkan semuanya disini. Setelah itu kita menyusul Ahreum,” ujar Kris.

Setelah mendengar instruksi Kris, semua pemuda itu langsung meninggalkan rumah pantai; meninggalkan paman Ji yang makin shock melihat kecepatan mereka dalam berlari.

.

.

“Mana petanya?! Bukannya tadi ahjussi kasih petanya?! Bagaimana kita bisa menang kalau tak ada peta? Aaah kalau aku sampai harus makan nasi putih saja, kalian berempat akan celaka,” geram Ahreum.

Ahreum kesal karena timnya ternyata tidak memiliki peta. Padahal ia tadi sudah merasa sangat bersyukur karena tidak satu kelompok dengan Lay yang pelupa, tapi ternyata timnya jauh lebih parah daripada Lay.

“Kita pasti bisa menang, Ahreum,” Luhan mencoba menenangkan Ahreum.

“Bagaimana bisa menang?! Kalian tidak bisa mengendus harta karunnya, kalian tak tahu posisi harta karunnya dan kalian…kalian.. Aaahh aku gak mau tahu, pokoknya aku harus menang. Aku gak mau makan nasi tanpa lauk,” omel Ahreum.

Keempat pemuda itu saling pandang. Mereka berusaha membujuk Ahreum. Sampai akhirnya perhatian Ahreum teralihkan oleh kepulan asap hitam dari balik karang besar yang ada di hadapan mereka.

“Kenapa ada asap disana? Ini kan pantai pribadi, harusnya tidak ada yang melewatinya,” bingung Ahreum.

Ahreum mulai melangkah menuju sumber asap tersebut. Ia khawatir jika terjadi kebakaran di pantainya, atau ada kapal yang kecelakaan di pantainya, atau anak-anak nakal yang menggunakan pantainya untuk kepentingan jahat. Untuk mencegah hal-hal itu terjadi, Ahreum pun berniat mencari tahu apa penyebab asap tersebut.

“Harta karunnya disana, Ahreum!” seru Tao yang sudah lebih dulu mengecek sumber asap itu.

Ahreum dan pengawalnya yang lain langsung bergegas menyusul Tao. Benar kata Tao, dibalik karang ada banyak sekali peti-peti besar; yang Ahreum yakin bukanlah harta karun yang disembunyikan paman Ji. Setelah mereka telusuri ternyata sumber asap itu berasal dari sebuah kapal angkut barang yang tengah bersandar di pantai. Kapal itulah yang membawa peti kemas besar yang sepertinya berisi barang selundupan. Ahreum lalu menyuruh D.O. menjebol salah satu peti; untuk mengecek apa isinya. Kagetlah Ahreum begitu melihat isi peti tersebut.

“Ini kan opium!!” pekik Ahreum tertahan.

Keempat pengawal Ahreum bingung melihat Ahreum.

“Apa itu opium?” Tao bertanya.

“Obat-obatan terlarang. Ini bisa merusak otak manusia. Ughhh berani-beraninya mereka menyelundupkan benda haram ini lewat pantaiku,” geram Ahreum.

Ahreum dan para pengawalnya memperhatikan orang-orang yang kini tengah menurunkan peti-peti kayu berisi obat-obatan terlarang itu ke pantai. Tampak beberapa pekerja mengangkut satu peti ke tempat Ahreum bersembunyi. Di bibir pantai terlihat satu orang yang tampaknya bertanggung jawab atas semua barang-barang ini, orang tersebut tengah memandori semua pekerjaan kuli angkutnya.

“Hei Ahreum, sepertinya aku tak asing dengan orang itu. Seperti aku pernah melihatnya di suatu tempat,” ujar Kai sambil memperhatikan mandor itu.

“Ohya? Kamu lihat dimana??”

Kai tampak berpikir sejenak. Kemudian ia bergumam ‘ahh aku tahu anak itu selalu membawa kesialan bagi kita’ sebelum berkata, “Ahh, dia yang waktu itu sedang bersama Jiyeon beberapa hari yang lalu. Kurasa Jiyeon mendapatkan obat-obat terlarang itu dari dia.”

Ahreum jadi makin geram mendengarnya. Berarti orang-orang seperti mereka lah yang menghancurkan masa muda remaja-remaja seperti Jiyeon. Ahreum tak bisa tinggal diam begitu saja.

“Ughh, lihat saja. Aku tak akan membiarkan kalian orang jahat manghancurkan generasi muda di bumiku yang tercinta ini,” geram Ahreum.

“Siapa yang jahat??” tegur Baekhyun yang sudah tiba di belakang Ahreum.

Ahreum terkejut melihat kehadiran delapan pengawalnya yang kini sudah berada di belakangnya. Tapi itu hanya sesaat, karena Ahreum kini dengan berapi-apinya menceritakan apa yang sedang terjadi disana. Ahreum dengan semangatnya memerintahkan pasukannya untuk segera membasmi orang-orang yang tengah menyelundupkan barang haram tersebut.

“Pokoknya serang mereka. D.O. ini adalah perang! Kamu harus bisa melumpuhkan mereka. Tapi ingat jangan membunuh mereka. Dan aku akan menelepon polisi agar orang-orang jahat ini segera-,”

“Hei!! Siapa disana?!!!” bentakan itu membuat Ahreum terdiam. Ia melihat salah satu kuli panggul kini tengah memergoki mereka. Dalam sekejap mata saja mereka langsung mengejar Ahreum dan pengawalnya.

Ahreum bahkan belum sempat berteriak ketika Lay dengan sigap menarik Ahreum untuk mencari tempat berlindung, sementara Knight dan Mastermind yang lain sudah pasang posisi untuk menyerang penyelundup itu. Dengan satu seruan dari D.O., yang meneriakkan kata ‘seraaaaang!’, semua Knight dan Mastermind langsung bergerak menyerang penjahat-penjahat itu.

Sesuai pesan Ahreum, mereka menyerang tidak memakai kekuatan magis mereka. Walau terkadang Luhan menggunakan kekuatannya untuk membuat orang-orang itu terjatuh, atau Kai berpindah tempat dengan cepat agar bisa membantu menyerang yang lain, atau Tao yang menghentikan waktu sejenak hanya agar rekan-rekannya bisa menghabisi penjahat-penjahat tersebut. Tapi tidak dengan D.O., dia sama sekali tak mengurangi kekuatannya sedikitpun. Jadi siapapun yang D.O. tinju atau tendang, mereka pasti akan langsung K.O.

Semuanya berlanjut cukup singkat, hanya dalam hitungan menit saja sebelas pemuda itu berhasil melumpuhkan puluhan kuli panggul beserta sang mandor; yang menurut Kai pernah dilihatnya ketika kasus Jiyeon dulu. Kini semua tersangka sudah diikat. Sementara Ahreum sudah memanggil polisi untuk datang ke TKP.

“Waahh! Kerja bagus, calon-calon rajaku. Kalian semua lulus seleksi awal untuk jadi calon raja. Aku bangga dengan kalian,” puji Ahreum.

.

.

.

Begitu Ahreum dan para pengawalnya pulang dari liburan; Ahreum menjadi perbincangan para penduduk kota. Kali ini penduduk kota tidak menggunjingkannya sebagai Lee Ahreum cucu Tuan Lee sang penyihir, melainkan sebagai Lee Ahreum pahlawan kota Seoul. Satu korea selatan membicarakannya, bahkan seluruh dunia. Lee Ahreum yang menggrebek gembong narkoba terbesar di Korea Selatan. Ahreum kini dielu-elukan oleh seisi kota karena keberhasilannya tersebut.

Ahreum yang mendadak terkenal juga harus mengikuti proses interogasi oleh kepolisian. Selain itu Ahreum juga mendapat undangan dari pejabat-pejabat negara yang ingin menjamunya. Belum lagi undangan dari stasiun TV dan media lainnya yang ingin mewawancarai dirinya. Bisa dibilang, Ahreum sangat sibuk sekarang. Bahkan Ahreum sampai izin tidak sekolah beberapa hari untuk memenuhi semua jadwal barunya.

Malam ini Ahreum memenuhi undangan walikota Seoul, tuan Park Jinyoung. Perlu diketahui, walikota Park Jinyoung ini adalah ayah dari Park Jiyeon. Jadi malam ini Ahreum dan pengawalnya mengunjungi rumah Jiyeon.

“Ohh Lee Ahreum! Kamu sudah datang! Ayo masuk masuk,” sambut walikota Park antusias.

Ahreum dan pengawalnya disambut baik oleh walikota Park. Walikota Park sendiri yang langsung menjamu mereka. Ahreum akhirnya percaya akan ucapan Jiyeon yang mengatakan kalau ayahnya itu lebih menyukai Ahreum daripada anaknya sendiri.

“Ahreum, apa kabarmu? Sudah lama aku ingin bertemu denganmu, tapi aku tak pernah sempat untuk main ke rumahmu. Aku juga tak sempat datang ketika kakekmu meninggal, maafkan aku. Tapi aku selalu mengunjungi makamnya. Dia adalah panutanku, Ahreum. Kamu harus tahu itu,” cerita walikota Park.

“Ah ne, gwenchanayo. Kamsahamnida, sijangnim,” sahut Ahreum salah tingkah.

“Aku sungguh berhutang budi pada kakekmu, Ahreum. Berkat Tuan Lee aku bisa sampai seperti sekarang…..,” dan walikota Park terus bercerita mengenai kisahnya dulu semasa menjadi muridnya kakek Ahreum. Mengenai ia berkawan akrab dengan ayahnya Ahreum, mengenai betapa ayah Ahreum beruntung bisa mendapatkan ibunya, mengenai ibu Ahreum adalah wanita yang baik dan lain sebagainya.

Ahreum cukup menikmati semua cerita walikota Park, seandainya saja Jiyeon tidak menghujaninya tatapan cemburu. Dari seberang Ahreum, jelas sekali kalau Jiyeon tidak suka melihat kehadiran Ahreum. Sampai-sampai Ahreum takut kalau Jiyeon malah tidak mau berteman dengannya karena walikota Park lebih menyukainya.

Setelah walikota Park meninggalkan Ahreum untuk berbincang dengan Kris dan yang lain, Jiyeon pun menghampiri Ahreum.

“Chukhahaeyo,” ujar Jiyeon acuh.

“Untuk?” bingung Ahreum.

“Untuk menjadi pahlawan korea, untuk menjadi populer, untuk mendapatkan perhatian ayahku..,” sahut Jiyeon. Jiyeon mengucapkannya dengan sangat tidak tulus.

Ahreum salah tingkah mendengar ucapan Jiyeon. “Park Jiyeon, aku-,”

Ucapan Ahreum langsung dipotong oleh Jiyeon. “..dan selamat karena kamu berhasil lulus seleksi menjadi teman Park Jiyeon.”

Butuh waktu beberapa detik (enam detik tepatnya) bagi Ahreum untuk mencerna ucapan Jiyeon.

“Ne?”

“Aku tidak suka mengulang ucapanku,” sahut Jiyeon malas. “Park Jiyeon hanya mau berteman dengan orang yang populer. Dan karena kamu sudah terkenal sekarang, maka-,”

“Kamsahamnida!!” Ahreum sudah memotong ucapan Jiyeon dan memeluknya.

Jiyeon yang kaget tentu saja langsung mendorong Ahreum untuk melepaskan dirinya. Ia memelototi Ahreum. “Jangan bertingkah menjijikkan seperti itu. Aku tidak suka hal-hal berlebihan seperti berpelukan. Arraseo,”

“Ada apa ini?” tegur walikota Park yang sudah kembali menghampiri Ahreum.

Walikota Park memperhatikan Ahreum dan Jiyeon. “Ah, Ahreum. Kudengar kamu satu sekolah dengan Jiyeon. Apa kalian saling kenal?”

“Tentu saja, Sijangnim. Aku dan Jiyeon satu kelas, dan kami berteman baik. Sangat baik,” sahut Ahreum riang.

Jiyeon hanya bisa memutar bola matanya dengan jengah melihat tingkah Ahreum.

.

.

.

.

.

.

logo1

The nineteenth chapter is out!!!

hak hak hak… bee seneng banget baca semua tebakan kalian…
bee mau spoiler sebentar ahh.. untuk Kris-Ahreum shipper siap-siap patah hati yaa… #evillaugh
soalnya di chapter berikutnya bee bakal kasih kejutan spesial buat pecinta kris-ahreum..
sebenernya bee sendiri udah menentukan siapa yang bakal jadi rajanya.. bahkan sejak dari cerita ini dibuat.. tp bee seneng aja bikin moment-moment ahreum sama yg lainnya.. jadi silakan kalian tebak siapa yang bakal jadi rajanya.. (jawabannya mah udah keliatan banget sihh, secara cerita bee gampang ditebak)
btw kayaknya si yeol, baozi, chen itu agak sepi moment yaa?? bee bingung mau bikin moment mereka gimana.. #mikir keras

Oh iyaa bee ganti logo loohh!! dan sekarang ada gambar lebahnya.. hahahaha,, bagusan mana?? yg ada crown-nya kmrn atau yg skrg??

Hokehh segitu aja dulu dehh..
makasih yang udah ngikutin cerita ini sampe chapter segini.. dan FF ini bakalan segera berakhir lohhh… soalnya planning bee FF ini tuh gak bakal melewati 30 chapter kok.. jadi yahh masih ada sekitar 10 chapter lagi (atau kurang).. semoga masih pada setia ngikutin yaahh..
annyeong all!!! ppyeong!!

beedragon_art all right reserved

Advertisements
FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | Chapter 19 – Good Things Will Happen | PG15

18 thoughts on “FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | Chapter 19 – Good Things Will Happen | PG15

  1. yuko says:

    gak sama Kris YooHoo!! #EvilLaugh XD .. plis sama bias gue._. *nah?loh/? .. tapi di part awal bias gue udah dicoret noh kek nya -_,- | plis pokoknya ahreum sama bias gue thor ;_; #iningotot

  2. dessydiana863 says:

    eonni q udah bingung mau komen apa .
    tapi part ini keren ….
    eonni kok ahreum gak sma kris sih…
    HHHUUUAKKK 😥 harusnya ahreum sama kris dong …..
    q suka sama tuh makhluk tuhan …

  3. annyeong ~
    aku reader baru :v maaf baru komen di chap ini..
    ceritanya seru bgt! bener bener ngemainin imajinasi :v
    rajanya, baekhyun kah? wkwk
    chap selanjunya. di tunggu :v

  4. Yoo says:

    bingung mau komentar apa~
    perasaanku aja atau chapter ini memang agak pendek ya? :>
    KENAPA BUKAN KRIS. HIKS.
    pasti sama Kai. iyakan? cepat bilang iya eon, ayo bilang iya!!!
    yasudah kalo kris ga sama areum sama tao aja /maklum taoris shipper/ ngeng

    chapter selanjutnya ditunggu asap eon! ^o^)~

  5. aninshouta says:

    yahh jadi ahreum ga sama kris? hmm semoga sama tao atau sama kai hehe
    semangat eon bikin lanjutannya :3333 ‘-‘)Oo9

  6. aick says:

    waaah, ahreum jdi terkenal lgi nih.hahaha
    selamat ahreum km jdi pahlawan di kota, berkat pengawal pengawal gantengmu *eh?
    tpi aku tau perasaannya jiyeon pasti sedih bgt klo ayahnya lebih sayang ama ahreum drpada dia *pukpuk jiyeon
    tpi seenggaknya kalian skrg berteman dech ^^

    aku suka logonya eonni yg ini,lebih menunjukkan ‘bee’nya.hehehe
    lucu kok eon logonya 😀

  7. Lee Ahra says:

    Aaaaa jadi Ahreum ga sm Kris??? Yeeesss #EvilLaugh #Hahaha
    Berharap sih yg jd rajanya Luhan klo ga Kai 😀
    Iyaa tuh, Baozi jarang bgt momment nya sm Ahreum, hampir ga ada malah, kesian bgt Baozi…
    Logo yg sekarang lbh bagus kok 😀
    Lanjutkan eonnie Bee 😀 *kaya demokrat aja*

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s