FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | Chapter 18 – Lets Go On Vacation | PG15


beautiful-life

Title : Beautiful Life

Subtitle : Chapter 18 – Lets Go On Vacation

Author : beedragon

Cast:

Areum T-ara as Lee Ahreum

EXO member

Genre : Fluff, Romance, Fantasy, Life,

Length : Multichapter

Summary : Life is not beautiful for Ahreum. But that thought has changed since the boys from Exoland came. All of that miserable life change to beautiful life.

Disclaimer : This is only fiction. This is only Bee imagination. All of the character aren’t mine. I Do Own This Fiction so Do Not Copy Paste Without My Permission and Don’t Be Silent Reader

Backsound Song : Taylor Swift – Enchanted

Chapter 18 | Lets go On Vacation

.

.

.

Let’s go on vacation

.

.

.

.

Ahreum benar-benar serius akan ucapannya mengenai pantai. Siang ini Ahreum dan dua belas pengawalnya sudah berangkat menuju pantai dengan minibus yang disewakan oleh paman Kim. Ahreum benar-benar harus bersyukur memiliki paman Kim. Karena liburannya kali ini semuanya diurus oleh paman Kim. Mulai dari kendaraan, tempat peristirahatan, serta uang saku diatur olehnya. Paman Kim hanya berpesan pada Ahreum untuk bersenang-senang selama liburannya.

Harusnya mereka berangkat sejak pagi-pagi sekali, karena Ahreum benar-benar tak sabar untuk segera sampai di pantai. Tapi karena satu reinkarnasi unicorn yang pelupa, mereka jadi harus berangkat siang. Lay tak berhenti meminta pulang karena ada barangnya yang ketinggalan. Pertama ia meminta untuk kembali ke rumah ketika mobil mereka baru saja keluar bukit, hanya karena Lay melupakan topinya. Begitu mendapatkan topinya kembali mereka harus putar arah ke rumah karena Lay melupakan sandalnya, dan lalu handuknya, dan ohh tentu saja Lay harus membawa maskernya. Dan puncaknya adalah ketika mereka baru akan memasuki gerbang tol tiba-tiba Lay sadar kalau tasnya ketinggalan di rumah. Ini karena sebelum berangkat tadi pagi, Lay dengan baik hatinya membawakan tas Tao dan Chen ke mobil dan melupakan tasnya sendiri. Ahreum nyaris menjerit frustasi karena Lay.

Semua kesabaran mereka pun terbayar sudah karena mereka kini tiba di rumah pantai yang dipesan oleh paman Kim. Belakangan Ahreum baru tahu kalau rumah ini ternyata adalah rumah musim panas milik kakeknya. Menurut paman Kim, ini adalah pantai pribadi kakek Ahreum, karenanya daerah pantai yang mereka kunjungi ini sepi dari pengunjung. Ahreum baru sadar kalau kakeknya sekaya itu; Ahreum nyaris lupa kalau kakeknya hampir jadi presiden dulunya.

Rumah pantai ini hampir sama tuanya dengan rumah Ahreum. Untungnya rumah ini terlihat cukup terawat, sehingga tidak tampak begitu menyeramkan. Paman Kim sudah menugaskan seorang pekerja yang akan mengurus keperluan Ahreum selama mereka liburan disana. Ahreum dan yang lainnya sedang mengadakan tur singkat di rumah tersebut serta menentukan siapa yang akan berbagi kamar; karena disana hanya ada tiga kamar. Tentu saja Ahreum dapat kamar sendiri. Ketika Ahreum memasuki satu kamar yang langsung menghadap ke pantai, Ahreum tak bisa mengontrol ekspresinya. ‘Waah’ hanya kata itu yang terucap dari mulutnya dan Ahreum tampak tak mampu menutup mulutnya lagi setelah itu.

“Ahreum, tutup mulutmu. Kamu seperti baru melihat laut saja,” gurau Xiumin, geli melihat ekspresi Ahreum itu.

Kris yang juga ikut masuk ke kamar tersebut langsung memukul kepala Xiumin. “Ahreum memang baru melihat laut, bodoh. Apa kamu lupa kalau Ahreum tak pernah keluar rumah.”

Sekarang Ahreum sudah menunjukkan seringai antusiasnya. Ia langsung mendorong Kris dan Xiumin keluar kamar; serta Sehun dan Tao yang baru akan masuk kamar tersebut.

“Kamar ini milikku!! Cepat keluar dan ganti baju kalian! Kita akan main di pantai seharian ini!!! Yeaaaaayyy!!!”

.

.

Knight dan Mastermind sudah ganti baju saat ini. Sesuai pesan Ahreum sebelum ia menutup pintu kamarnya ‘GANTI BAJU KALIAN! JANGAN ADA JEANS, KEMEJA, ATAU HOODIE!’, jadi kini mereka memakai pakaian yang tidak disebutkan Ahreum tadi. Dan beruntungnya lagi, ketika mereka melewati pantai umum dalam perjalanan menuju pantai pribadi Tuan Lee, Knight dan Mastermind sempat melihat pakaian apa yang dipakai oleh manusia pada umumnya jika ke pantai. Menurut pengamatan mereka: pakai celana pendek dan bertelanjang dada atau juga bisa memakai kaus tipis jika tak memiliki bentuk badan yang tak terlalu berotot.

Untuk saat ini hanya Kai, Chanyeol, Sehun, Tao, dan Luhan yang mengikuti opsi pertama; tidak memakai kaus dan hanya memakai celana surfing. Sedangkan sisanya menutup bagian atas badan mereka dengan kaus pantai. Mereka kini sudah menunggu Ahreum di bagian belakang rumah yang langsung menghadap laut, untuk ke pantai bersama-sama. Kedua belas pemuda itu sungguh tak sabar untuk melihat pakaian apa yang akan Ahreum pakai. Jika melihat dari beberapa wanita di pantai sebelumnya, tak ada yang perlu mereka takutkan. Yah, walaupun Ahreum memakai sesuatu yang sedikit terbuka sekalipun mereka tak perlu merasa khawatir karena pantai ini cukup sepi jadi tak akan ada orang lain yang akan melihat badan Ahreum selain mereka. Tidak, mereka tidak khawatir sampai akhirnya mereka melihat sendiri penampilan Ahreum.

“Ahh Ahjussi, aku tak perlu balon lagi tahu. Aku bukan anak kecil,” gerutu Ahreum ketika ia keluar rumah.

Ahreum sudah siap dengan pakaian pantainya. Ahreum memakai bikini warna pink yang memamerkan lekuk tubuhnya. Bagian celananya memiliki semacam rok mini yang tak bisa disebut sebagai rok karena panjangnya hanya beberapa centimeter saja. Bagian atasnya yang cukup terbuka, ia lapisi dengan kaus spider-web (kaus jaring-jaring) yang tentu saja sama sekali tak berguna karena semuanya bisa melihat dengan jelas apa yang ada dibalik jaring-jaring tersebut. Ahreum memakai topi anyaman yang cukup lebar dengan hiasan bunga-bunga. Dan ia membawa sebuah bola, handuk, serta satu tas kecil yang entah apa isinya.

Knight dan Mastermind yakin, kalau ini adalah saat yang tepat untuk panik.

“Ahreum, pakaian apa yang kamu pakai?!!!” pekik Suho. Ia lalu menarik handuk Ahreum dan membungkus badan Ahreum dengan handuk tersebut.

“Oh, Suho. Lepaskan aku,” omel Ahreum. “Jangan berlebihan. Ini pakaian yang harus dipakai jika pergi ke laut. Apa kamu mau aku berenang memakai gaun malam? Atau piyama? Atau seragam sekolah? Ohh tidak akan terjadi Suho. Jadi sekarang lepaskan aku.”

Suho terpaksa melepaskan Ahreum dan gadis itu langsung melompat-lompat seperti anak kelinci menuju pantai; anak kelinci yang tersasar di pantai. Sesampainya di pantai Ahreum langsung menendang-nendangkan kakinya ke sapuan ombak. Tapi begitu ombak tersebut kembali datang, Ahreum langsung berlari menjauhi bibir pantai. Melihat Ahreum dalam keadaan seperti itu benar-benar membuat dua belas pemuda itu harus mengurut dada mereka.

Paman Ji, orang yang disewa paman Kim untuk mengurus Ahreum di rumah pantai ini, menyadarkan dua belas pemuda itu dari ketakjuban mereka.

“Uhh, tuan-tuan sekalian. Bisa aku titip ban pelampung ini? Nona tak bisa berenang dan Sekretaris Kim sudah mengingatkan saya untuk memberikan pelampung ini padanya.”

Akhirnya Kris mengambil ban pelampung itu; yang tampak sangat cocok dengan imej Ahreum karena karakter doraemon yang menghiasi ban tersebut. Kemudian mereka berdua belas menyusul Ahreum ke pantai.

Ada dua payung besar yang terbentang di pantai, serta dua buah selimut tipis untuk alas mereka duduk. Paman Ji juga menyiapkan ice box yang berisi berbagai minuman dingin. Ahreum sudah duduk di bawah payung dan membongkar tas kecilnya yang berisi botol-botol sunblock.

“Sebelum kita main, sebaiknya kita pakai sunblock dulu. Kalian tak mau kulitnya terbakar matahari kan? Ohh kecuali Kai mungkin, dan Tao,” ujar Ahreum.

“Hei nona, apa kamu baru saja meledekku?” sahut Kai.

“Ahreum, kamu menyamakanku dengan si hitam ini? Aku bahkan jauuh lebih putih darinya,” protes Tao.

“Siapa yang kamu bilang hitam,” semprot Kai.

“Sudah, sudah,” Ahreum melerai mereka. “Sekarang mana tangan kalian, agar kalian bisa cepat memakai krim ini dan segera main di laut.”

Dua belas pemuda itu mengantri di hadapan Ahreum. Mereka mengulurkan kedua tangan mereka agar Ahreum bisa memakaikan sunblocknya. Semua yang memakai kaos sudah selesai memakai sunblock mereka, kini tinggal lima pemuda bertelanjang dada yang sudah mengantri di hadapan Ahreum.

“Omo, untung aku bawa banyak sunblock. Sini tanganmu, oleskan ini di badanmu juga ya. Dan berbaliklah biar aku bantu untuk memoleskan ini di punggungmu,” ujar Ahreum pada Luhan.

Ahreum tak sempat melihat rona merah di pipi Luhan begitu ia membalikkan badan Luhan. Kai, Chanyeol, Tao dan Sehun sudah memandangi Luhan penuh rasa iri, begitu juga dengan tujuh pemuda yang lainnya. Bahkan D.O. terlihat sedang memilin-milin ujung kaosnya, menimbang-nimbang apakah ia akan melepas kaos tersebut atau tidak.

Terlintas sebuah pemikiran yang sama di kepala empat pemuda yang bertelanjang dada tersebut. Dalam sekejap Kai, Chanyeol, Sehun dan Tao langsung meraih botol-botol sunblock Ahreum yang menganggur. Kai sudah rebutan dengan Chanyeol sementara Sehun rebutan botol dengan Tao. Mereka berebut untuk memakaikan sunblock tersebut pada Ahreum.

Ahreum sudah selesai memakaikan sunblock pada Luhan. Ia melihat Kai, Chanyeol, Sehun dan Tao masih berkutat dengan botol sunblock mereka. Ahreum memutuskan untuk mengacuhkan keempatnya. Ia lalu berpaling pada Lay yang duduk di sampingnya.

“Ayo kita main, Lay!” ajak Ahreum. Ia lalu menarik tangan Lay dan menggiring yang lainnya menuju bibir pantai.

Kai, Chanyeol, Tao dan Sehun sudah berhenti berkelahi ketika Ahreum memilih untuk meninggalkan mereka.

“T-tapi, Ahreum, kamu kan belum pakai sunblock??” panggil Kai.

Ahreum berbalik menghadap Kai. “Sudah tadi di rumah. Istrinya Ji Ahjussi yang membantuku memakaikannya. Kalian sudah selesai belum? Ayo kita main,”

Kai, Chanyeol, Tao dan Sehun hanya bisa mengerang kecewa karena mereka gagal untuk memakaikan sunblock tersebut pada Ahreum.

.

.

Berhubung Ahreum tidak bisa berenang, jadi Ahreum memilih untuk bermain pasir bersama Lay dan Chen. Mereka membangun istana dari pasir dan malah berakhir dengan menggali lubang untuk mengubur Lay. Berkat bantuan Chen dan Suho –yang baru bergabung– Ahreum pun berhasil mengubur Lay dengan hanya menyisakan ruang untuk kepala dan ujung kakinya saja.

“Uhh, Ahreum, tega sekali kamu menguburku seperti ini,” keluh Lay.

Ahreum tertawa puas melihat ekspresi Lay saat ini. “Itu hukumannya karena sudah memperlambat perjalanan kita dan juga karena sudah menghancurkan istana pasirku.”

Ahreum kini membentuk badan putri duyung di pasir yang menutupi badan Lay. Begitu bentuk putri duyungnya sudah selesai, Ahreum ber-highfive ria dengan Chen dan Suho.

“Omo, putri duyung Lay! Kau cantik sekali,” pekik Ahreum gemas. “Dan ohh lihatlah lesung pipi itu, membuatmu terlihat makin manis,”

Ahreum kini sudah menusuk-nusukkan telunjuknya di lesung pipi Lay. Itu menjadi hobi barunya jika sedang mengobrol dengan Lay; menusukkan telunjuknya di lesung pipi Lay. Katanya agar lubang di pipi Lay itu semakin dalam (alasan yang aneh memang).

“Hei Lay, rasanya aku belum berterima kasih padamu,” ujar Ahreum.

“Apa? Untuk apa?”

“Karena kamu adalah kotak P3K berjalan milikku. Kalau tak ada kamu entah jadi apa aku,” ujar Ahreum lagi.

“Kotak P3K?”

“Iya, kau selalu menyembuhkanku. Ketika aku terjatuh dari tangga, jatuh karena terpeleset, jariku teriris pisau, tanganku terjepit pintu karena Sehun, ahh tak ketinggalan ketika aku babak belur dipukuli oleh anak-anak nakal itu,” Ahreum mencoba mengingat-ingat kembali semua yang sudah pernah Lay lakukan padanya.

“Oh Ahreum, itu sudah jadi kewajibanku. Tugasku kan memang untuk melindungimu dan menyembuhkanmu,” sahut Lay.

Ahreum tersenyum manis pada Lay. “Ya, karena itu aku menyukaimu. Kamu adalah yang terbaik, Lay.”

Ahreum lalu memeluk Lay. Jika saja badannya tak terkurung di bawah pasir, mungkin Lay sudah membalas pelukan Ahreum. Sayangnya posisinya tidak memungkinkan.

“Ahemm,” sela Suho.

“Kami kan juga melindungimu, Ahreum. Apa kamu tak menyukai kami,” protes Chen pelan.

Ahreum pun bangun dari atas badan ‘putri duyung’ Lay. Ia kemudian menghampiri Chen dan Suho lalu menyempil diantara mereka.

“Aku menyukai kalian juga. Kalian adalah yang terhebat,” ujar Ahreum tulus. “Hei bagaimana kalau kita main di laut?!”

Ahreum langsung menarik tangan Chen dan Suho, meninggalkan Lay yang masih terkubur di pasir pantai.

Ahreum mengajak para pengawalnya untuk main ‘benteng sang putri’. Cara permainannya sederhana; mereka harus berpasang-pasangan sambil menggendong temannya di pundak, kemudian saling dorong hingga lawannya jatuh. Mereka memutuskan untuk bermain di sapuan ombak, agar kalau terjatuh tidak terlalu menyakitkan bagi mereka; bagi Ahreum tentunya.

Kini Ahreum sudah menjadikan Chanyeol sebagai kudanya. Ia melawan pasangan Sehun-Luhan, Kai-D.O., Tao-Kris serta Chen-Xiumin. Sementara Suho dan Baekhyun memilih untuk berjaga di belakang Chanyeol; agar kalau Ahreum terjatuh mereka siap menangkapnya sebelum Ahreum tenggelam.

“Tao, kenapa kamu tidak bermain dengan Suho saja? Apa kamu tahu kalau badanmu berat sekali,” gerutu Kris dibawah Tao.

“Tidak mau! Kalau sama Suho Hyung, aku akan berakhir sepertimu,” sahut Tao sambil mengerucutkan mulutnya.

“Tapi kamu berat!” Kris baru saja akan melempar Tao, ketika Tao sudah mengacungkan tinjunya.

“Uh-oh, dduizhang, sebaiknya kamu mengalah,” sela Luhan di atas Sehun, mencoba memperingati Kris.

Kris sudah memandangi tinju Tao horor, begitu juga Ahreum.

Ahreum baru saja akan melerai Tao dan Kris ketika Tao berseru, “bbuing bbuing!” sambil mengusap-usapkan tinjunya di pipi dan mengedipkan sebelah matanya. Ahreum nyaris jatuh dari pundak Chanyeol karena shock melihat aegyo Tao tersebut. Sementara Kris, ia hanya bisa menahan rasa kesalnya. Bagaimana Kris bisa tetap marah jika Tao sudah menunjukkan aegyonya seperti itu.

“Tao, sejak kapan kamu bisa aegyo??” takjub Ahreum.

“Dia baru tahu soal bbuing bbuing aneh itu sejak tinggal disini. Tapi memang sejak dulu hanya itu saja kemampuannya, Ahreum,” sahut Xiumin.

Sehun yang melihat Kris mengalah pada Tao langsung melancarkan aegyonya pada Luhan yang ada di pundaknya. Tapi sayangnya Luhan tidak mudah ditaklukan dengan aegyo.

“Maaf, Sehun. Tapi aku sudah kebal dengan semua aegyo itu,” sahut Luhan. Sehun hanya bisa mengerang tertahan mendengar ucapannya.

“Uhh, bisa segera dimulai perangnya?? Aku kini merasa ada ratusan Kai di pundakku,” keluh D.O.

Tak tega melihat D.O. yang nyaris tenggelam di bawah Kai, akhirnya permainan pun dimulai. Keempat kubu langsung menyerang Ahreum bersamaan. Empat lawan satu, siapapun pasti akan mengira kalau Ahreum akan kalah. Tapi tidak, karena Ahreum memiliki Suho dan Baekhyun. Jadi begitu keempat pasang ‘benteng’ itu menyerang, Suho dan Baekhyun langsung membantu Ahreum. Suho yang membuat air di sekitar D.O. mendadak naik hingga D.O. kini benar-benar tenggelam. Sementara Baekhyun, ia mengeluarkan cahaya dari tangannya dan membuat Sehun silau akan cahaya tersebut. Akhirnya Sehun kehilangan keseimbangan dan menabrak Kai-D.O. yang ada di sampingnya. Mereka pun jatuh menimpa Chen-Xiumin.

“Hyung curang!!” protes Sehun.

“Maaf, hanya berusaha untuk melindungi Ahreum,” sahut Suho.

Kini tinggal Kris-Tao dan Chanyeol-Ahreum yang berhadapan. Tao sudah menahan kedua tangan Ahreum, berusaha mendorongnya agar Ahreum jatuh. Walau Ahreum sudah menjerit-jerit menyuruh Tao untuk mengalah, tapi Tao tidak melakukannya. Kenapa Tao tidak mau mengalah pada Ahreum? Karena janji Ahreum, siapapun yang memenangkan permainan ini akan dapat hadiah darinya. Tentu saja Tao ingin mendapatkan hadiah tersebut.

Ahreum juga tak ingin kalah dari Tao. Jadi ia berusaha melawan Tao dengan sekuat tenaga. Suho dan yang lainnya juga ikut membantu Ahreum dengan cara menggelitiki Kris. Tapi Kris tak bergeming sama sekali. Ahreum pun kembali mendorong Tao, tapi Tao malah melemaskan tangannya sehingga Ahreum kehilangan keseimbangan dan jadi condong ke depan. Sebelum Ahreum jatuh, ia sempat mendorong Tao hingga Tao jatuh terlebih dahulu. Ahreum yang sudah kehilangan keseimbangan pun juga akhirnya jatuh ke depan menimpa Kris.

“Kyaaa!!! Aku tenggelam!!! Aku tenggelam!!!” jerit Ahreum.

Ia sudah menggelepar-gelepar seperti ikan. Ahreum bahkan menyikut Kris, menampar Kai serta menendang Chanyeol karena panik akan tenggelam. Ahreum terus menggelepar seperti itu sampai akhirnya ia melihat kaki Kris dan Chanyeol yang berdiri menjulang di sampingnya. Ternyata air laut disekitarnya itu hanya sebatas lutut mereka saja. Ahreum pun berhenti meronta. Ia kini menunjukkan senyum polosnya pada dua belas pengawalnya yang memandanginya heran sekaligus takjub.

“Ya, kamu akan tenggelam kalau tiduran di bawah sana, Ahreum,” ledek Chanyeol. Wajah Ahreum langsung memerah karena malu diejek seperti itu oleh Chanyeol.

“Sudah selesai mainnya. Saatnya berganti pakaian karena hari sudah sore. Kita bisa main lagi besok,” ujar Kris sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Ahreum berdiri.

“Tapi aku masih belum puas bermainnya,” sahut Ahreum.

Kris tentunya tidak akan mengabulkan keinginan Ahreum tersebut. Lagipula kulit Ahreum sudah keriput karena terlalu lama bermain air. Kris tidak akan membiarkan Ahreum bermain lebih lama lagi. Bisa-bisa Ahreum berubah jadi putri duyung jika terlalu lama berendam.

Ahreum pun kini sudah mengangkat dua kepalan tangannya di kedua pipinya; mencoba meniru aegyo Tao. Memikirkan akan melakukan aegyo saja sudah membuat Ahreum merinding. Ahreum pikir dengan menunjukkan ancang-ancang seperti itu saja akan membuat Kris mengalah. Tapi tidak. Kris kini malah sudah menyilangkan lengannya di dada; menunggu aksi apa yang akan Ahreum lancarkan padanya. Begitu juga dengan pengawalnya yang lain. Beberapa diantara mereka (Chanyeol, Kai dan Luhan) sudah ikut berlutut disekitar Ahreum.

Ahreum menarik napas panjang dan menatap Kris. “Izinkan aku main lagi, Dduizhang. Bbuing bbuing!”

Dan Ahreum pun menunjukkan aegyonya untuk yang pertama kali seumur hidupnya. Ahreum rasanya ingin mengubur dirinya di pasir saat ini begitu dilihatnya ekspresi puas dari sebelas pengawalnya. Terlihat jelas Kris berusaha menahan senyumannya. Sementara Chanyeol, Sehun dan Tao sudah bersorak kegirangan; meminta aegyo tambahan.

Bbuing bbuingmu tidak terlihat tulus, Ahreum. Kamu gagal. Jadi sekarang kita kembali untuk bersiap makan malam,” tegas Kris.

“Tapi dia terlihat lucu, Kris. Tak apalah main sebentar lagi,” bela Suho.

Kris menatap Suho dengan pandangan jangan-terlalu-membelanya. Kris lalu menggendong Ahreum; karena Ahreum kini sudah merajuk dan menolak untuk beranjak dari tempatnya.

“Ahreum, kamu masih kalah cute dariku,” ledek Sehun.

“Bahkan Dduizhang tak terpengaruh oleh aegyomu,” sahut Tao.

Ahreum makin cemberut dibuatnya. Ia pun memandangi Kris yang menggendongnya. “Hei, Kris, apa aegyoku benar tidak imut sama sekali, eung? Bbuing bbuing?? Bbuing bbuing? Bbuing?? Bbuing bbuing bbuing?? Bbuingbbuingbbuingbbuing-

Ahreum melancarkan sejuta-bbuing-bbuing pada Kris, yang justru malah membuat Kris mengeluarkan ekspresi layaknya angry bird yang sedang marah.

“Hentikan,” sahut Kris; lebih terdengar seperti sedang memohon.

Ahreum pun berhenti melancarkan sejuta-bbuing-bbuingnya dan memilih untuk merajuk di pelukan Kris. Ia pikir aegyonya benar-benar buruk sampai membuat Kris terlihat begitu tidak suka.

Padahal sebenarnya Kris saat ini benar-benar ingin mencubit kedua pipi Ahreum; karena kebiasaan Ahreum ketika sedang merajuk adalah menggembungkan kedua pipinya. Kris jadi mengerti seperti apa perasaan rekan-rekannya yang tak pernah tahan untuk mencubiti pipi Ahreum. Tentu saja karena Ahreum selucu itu, siapa yang berani menahannya.

Semuanya kini sudah menyusul Kris dan Ahreum menuju rumah. Semuanya kecuali satu.

“Uhhh, apa kalian melupakanku??! Aku masih terkubur disini!! Seseorang tolong keluarkan aku dari sini!!! Ahreum, maafkan aku!!”

.

.

Seusai makan malam, Ahreum memilih untuk berjalan-jalan di pantai bersama Suho; sementara beberapa pengawalnya yang lain sudah kecapekan. Ahreum menghabiskan waktu di pantai sambil menulis-nuliskan namanya di pasir.

“Kamu gak merasa lelah sedikit pun, Ahreum?” tanya Suho.

Suho cukup takjub melihat Ahreum yang masih semangat bermain, padahal hari sudah hampir tengah malam. Sementara Mastermind dan Knight yang lain sudah terkapar di rumah karena lelah mengikuti Ahreum. Menurut Suho, mengikuti kehendak Ahreum bahkan jauh lebih melelahkan daripada berperang melawan raja Xenos. Ketika raja Xenos melintas di pikirannya, Suho pun bergidik ngeri; membayangkan rencana apa yang sedang disusun adik mendiang raja Janus itu terhadap Ahreum.

Ahreum menggelengkan kepalanya, “Kan aku tak pernah ke laut. Jadi aku mau memuaskan diriku bermain di pantai sebelum kembali lagi dengan rutinitasku. Waahh coba lihat hasil karyaku, Suho!!”

Suho memperhatikan gambar yang dibuat Ahreum di pasir. Disana Ahreum menggambar seorang anak perempuan yang dikelilingi dua belas anak lelaki. Suho pun tersenyum melihatnya.

“Apa ini adalah kita? Aku yang mana, Ahreum??” tanya Suho.

Ahreum lalu menunjuk satu gambar anak lelaki yang memiliki senyuman lebar.

“Itu terlihat seperti Chanyeol. Apa ketika aku senyum aku terlihat mengerikan sepeti itu?” protes Suho. Kemudian ada satu gambar yang membuat Suho cukup merasa terintimidasi hanya dengan melihat gambar tersebut. “Itu siapa, Ahreum? Kenapa mengerikan sekali?”

“Itu Kris,” sahut Ahreum sambil menambahkan dua tanduk di atas gambar yang ditunjuk Suho. “Dia memang mengerikan seperti itu.”

Suho memperhatikan gambar Kris yang dibuat Ahreum. Terlihat jelas kalau Kris digambar lebih tinggi dari yang lainnya. Ahreum membuat ekspresi Kris seperti ingin memakan orang; dengan mata yg melotot, alis yang bertautan membentuk huruf V, mulut yang terbuka lebar dan taring kecil yang muncul di sudut mulutnya. Suho takjub akan imajinasi Ahreum terhadap Kris.

“Upss, kamu jangan mengadukannya pada Kris! Nanti dia marah dan wajahnya jadi lebih jelek dari ini,” ujar Ahreum sambil menghapus lukisannya di pasir tersebut dengan kakinya.

Betapa tidak beruntungnya Ahreum, ketika ia menggesekkan telapak kakinya (yang tidak memakai alas sama sekali), Ahreum tergores cangkang kerang yang cukup tajam dan membuat telapaknya terluka.

“Auwww!!!” Ahreum sudah melompat-lompat dengan satu kakinya.

“Astaga, Ahreum. Hanya menginjak pasir saja kamu bisa terluka. Ckckck.” Suho langsung menahan badan Ahreum agar ia berhenti melompat. Suho lalu membopong Ahreum untuk pindah ke batang pohon kelapa yang sudah mati.

“Sekarang kotak P3K berjalanmu bukan hanya Lay saja, Ahreum,” ujar Suho.

Suho tampak menempelkan kedua telapak tangannya lalu ia menariknya ke dua arah yang berlawanan. Dari celah diantara kedua telapak tangannya itulah keluar gumpalan-gumpalan air. Suho lalu menggunakan air tersebut untuk mempersihkan kaki Ahreum dari pasir. Setelah kaki Ahreum bersih, Suho lalu mengeluarkan dua lembar plester antiseptik.

“Karena aku juga adalah kotak P3K berjalanmu. Aku tahu kamu mudah terluka, jadi aku selalu menyiapkan ini di saku. Kita tak bisa selamanya mengandalkan Lay, bukan?”

“Entah aku harus merasa terharu atau tersinggung mendengar ucapanmu itu,” sahut Ahreum. “Tapi terima kasih, Suho. Untung aku sedang bersamamu. Kalau dengan Kris, pasti yang ada dia akan memarahiku karena tidak hati-hati.”

Suho terkekeh mendengar keluhan Ahreum. “Sepertinya kamu anti sekali dengan Kris hyung.”

Ahreum memutar bola matanya, jengah. “Ohh, Suho. Kamu tahu sendiri kan kalau dia lebih banyak marahnya daripada senyumnya. Kalau sedang bersamaku kerjaannya hanya mengkritik saja,”

Suho kini sudah selesai membersihkan kaki Ahreum. Kemudian Suho menutup luka Ahreum dengan plester antiseptik yang dibawanya. Suho tersenyum puas begitu melihat hasil kerjanya. Barulah ia berpaling menatap Ahreum.

“Wajar kalau Kris hyung kaku seperti itu. Dia tak pernah berinteraksi dengan perempuan seumur hidupnya. Kamu adalah yang pertama,” ujar Suho.

Ahreum tampak bingung dengan ucapan Suho. Akhirnya Suho mencoba menjelaskan perihal sifat Kris pada Ahreum.

“Kris hyung nasibnya sama sepertimu. Sejak lahir tak pernah tau siapa orangtuanya. Kedua orangtuanya dibunuh oleh raja Xenos. Karena itu Kris hyung diasuh oleh para tetua Mastermind. Dan bisa dibilang Kris hyung sudah menjadi Mastermind sejak masih bayi. Sementara kami, Knight dan Mastermind yang lain, harus belajar terlebih dahulu bersama-sama barulah bisa memilih akan bergabung kemana. Dan karena Kris hyung sejak kecil hanya belajar tentang kerajaan, teknik perang, beladiri, dan lain sebagainya, makanya Kris hyung agak kaku untuk menunjukkan perasaannya. Biasanya dia akan memarahi rekan-rekannya jika ia benar-benar sangat mengkhawatirkan keadaan mereka. Yah, aku tahu caranya aneh. Tapi seperti itulah Kris hyung,” cerita Suho.

Ahreum tak percaya mendengar cerita Suho. “Kenapa aku merasa seperti kamu seperti sedang mempromosikan Kris untukku? Baiklah, aku akan berusaha mengerti sifatnya yang aneh itu.”

Suho tertawa pelan mendengar ucapan Ahreum itu. “Aku hanya mau memperbaiki citranya saja. Ayo kita pulang, hari sudah malam. Nanti kalau Kris hyung melihatmu tidak ada di kamar, dia bisa panik.”

Suho mengajak Ahreum untuk kembali ke penginapan. Berhubung Ahreum tidak bisa jalan, jadi Suho menggendong Ahreum di punggungnya.

“Hei, Suho,” tegur Ahreum dari punggung Suho. “Kalau aku tidak memilihmu untuk menjadi rajaku, apa kamu akan baik-baik saja? Kamu tidak akan marah, kan?”

Suho kini berhenti melangkah. “Kamu.. tidak akan memilihku??”

“Hmm, aku bilang kan ‘kalau’, ini hanya andai-andai saja. Sebab aku merasa lebih nyaman menjadi adikmu, bukan pasanganmu, Suho,” jelas Ahreum.

Suho terdiam sejenak. Ia lalu menarik napas panjang dan menoleh untuk menunjukkan senyumannya pada Ahreum. “Aku pasti sedih. Tapi menjadi kakakmu juga sepertinya lebih menyenangkan. Terserah kamu, kalau kamu lebih nyaman kita seperti itu, yaa jalani saja,” sahut Suho.

Suho kemudian kembali berjalan. Sedih sudah pasti ia rasakan. Karena Ahreum ternyata tak mempunyai perasaan yang sama dengannya. Tapi setidaknya ia kini tahu seperti apa perasaan Ahreum padanya. Karena memang selama ini Suho hanya memperlakukan Ahreum layaknya seorang adik kecil, jadi wajar Ahreum hanya memiliki perasaan seperti itu terhadap dirinya.

“Tapi pasti aku akan lebih sakit hati jika kamu memilih maknae manja kita, Ahreum,” ujar Suho.

“Tenang saja. Sehun sudah kucoret dari daftar raja. Dia terlalu cengeng,” sahut Ahreum.

Suho dan Ahreum pun tertawa bersama.

.

.

.

.

.

.

bee

The Eighteenth chapter is out!!!

EXO COMEBACK!!!! XOXO!!! EXO!!!! OHEMJIIIIIIII!!!! *sob sob* *cry over hills* *roll like a buffalo*
abis Areum comeback bareng T-ara N4, skrg EXO yang comeback.. bukan EXO-K bukan juga EXO-M tapi EXO!!
ohmy… cant help my feels…
btw.. konsepnya EXO sekarang sama kaya project EXO yg lg bee kerjain,, dimana EXO jd anak sekolahan.. ohmaygawd!! apa sebaiknya beautiful life-nya diberhentiin aja yaa?? trus bikin project baru?? tp ga tega mau berentiin ceeritanya areum…
btw adakah yang udah ntn Beatles Code T-ara N4 special.. disana T-ara cerita soal kasus2 mereka.. bee nangis nontonnya.. bee ngerasa kasian banget sama T-ara dan Hwayoung.. semoga aja mereka baik-baik aja dan makin sukses..

beedragon_art all right reserved

Advertisements
FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | Chapter 18 – Lets Go On Vacation | PG15

15 thoughts on “FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | Chapter 18 – Lets Go On Vacation | PG15

  1. Suho kayaknya dicoret,Sehun dicoret.. tinggal lay,xiumin,kai,baekhyun,chen,kris,d.o,chanyeol,tao,Luhan.. berharap akhirnya itu pemilihannya kai,kris,luhan.. aahhh. Kris keren tapai rada kurang enak.. kris berkarisma areum utu wajah anak polos unyu manis gitu umu, kris keren.. tapi kalo ama yang item boleeeehhhh banget haha,kalo ma luhan.. sama2 unyu..tapi sama2 kayak anak2 jadinya polos2 kece gimana gitu ^^

  2. yuko says:

    itu kata yamg terakhir bikin jlebb thor -__-
    bias gue hadooh ToT .. (read : Sehun) -__,-
    keknya endingnya Ahreum bakal sama Kris.

  3. aick says:

    waah, asyik ya klo punya vila gtu. bisa main” ke mana aja tanpa mikir masalah biaya penginepan .__.
    hahahaha, di part ini kocak bgt member exo. kasian bgt lay dikubur gak dikeluarin.hahahaha XD
    semakin mendekati saat” pemilihan pendamping ni,bikin degdeg.an ≧﹏≦

  4. aninshouta says:

    akhirnya keluar juga, dari sekian lama nunggu/? >.<
    hmm kasian sehun udah dicoret dari daftar raja hahaha

    hwaiting eonn, ditunggu part selanjutnya '-')9

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s