FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | Chapter 12 – Party is Coming!! | PG15


chapter12

Title : Beautiful Life

Subtitle : Chapter 12 – Party is Coming

Author : beedragon

Cast:

Areum T-ara as Lee Ahreum

EXO member

other Cast:

Jiyeon T-ara as Park Jiyeon

Jei Fiestar as Jei

Onew Shinee as Onew

Genre : Fluff, Romance, Fantasy, Life,

Length : Multichapter

Summary : Life is not beautiful for Ahreum. But that thought has changed since the boys from Exoland came. All of that miserable life change to beautiful life.

Disclaimer : This is only fiction. This is only Bee imagination. All of the character aren’t mine. I Do Own This Fiction so Do Not Copy Paste Without My Permission and Don’t Be Silent Reader

Backsound Song : Taylor Swift – Mean

Chapter 12 | Party is Coming

.

.

.

.

.

Party is coming!!

.

.

Pesta ulang tahun Jiyeon sudah tiba. Ahreum beserta dua belas pengawalnya bersiap-siap untuk datang ke pesta yang paling ditunggu itu. Ahreum bahkan menyiapkan khusus setelan formal untuk dua belas pengawalnya -sementara dirinya mendapat gaun dari Jei.

Ahreum hari ini mengundang Jei ke rumahnya untuk mendandani dirinya. Jei tentu saja senang bukan main, karena ia akhirnya bisa melihat dan merasakan suasana rumah Ahreum beserta dua belas pemuda yang tinggal bersamanya itu. Karenanya begitu selesai mendandani Ahreum, Jei langsung duduk manis di depan pintu kamar Ahreum, menunggu dua belas pemuda itu turun dari lantai dua.

“Omo, Onew. Maafkan aku karena melupakanmu sejenak malam ini,” gumam Jei geli.

Jei membayangkan seperti apa penampilan dua belas pemuda itu dalam balutan jas. Hanya membayangkannya saja membuat Jei nyaris mimisan. Ia akhirnya memencet hidungnya dan menutup mulutnya agar jangan sampai ia mimisan dan ngiler disaat yang bersamaan ketika melihat pemuda-pemuda itu.

“Kalian lama sekali. Kupikir perempuan itu paling lama dalam hal dandan. Tapi kalian mengalahkan ungkapan itu,” ujar Jei begitu dilihatnya dua belas pemuda dengan tuxedo serba hitam turun dari lantai dua.

Dua belas pemuda itu tentu saja kaget melihat kehadiran Jei disana.

“Noona! Kapan kau kesini?” tegur Sehun sumringah.

“Kami lama karena tak mengerti cara memakai dasi menyebalkan ini,” sahut Kai.

“Dan lagi Chanyeol mencuri kaus kakiku,” Xiumin menimpali.

“Aku tidak mencurinya! Kupikir itu adalah milikku. Warnanya sama,” protes Chanyeol.

“Ohya?! Lalu kenapa kau masih memakainya, padahal tahu itu bukan milikmu,” sahut Xiumin tak mau kalah.

“Lagipula aku juga tak mau memakainya! Kau pikir aku suka memakai kaus kaki jelek dan bau milikmu itu,” sahut Chanyeol lagi.

Keduanya lalu perang mulut di tangga sampai akhirnya Kris menarik Xiumin sedangkan Suho menarik Chanyeol. Setelah memisahkan Chanyeol dan Xiumin, Kris menghampiri Jei.

“Kenapa kau ada disini? Kami akan pergi ke pestanya Park Jiyeon,” tegur Kris setelah sedikit membungkukkan badannya pada Jei -sebagai salam.

Jei mengayunkan hair-dryer dan curly iron di kedua tangannya. “Menjadi hair stylist serta make up artis dadakan. Aku ini ibu peri yang harus mendandani cinderella agar bisa pergi ke pesta dansa,” ujarnya.

“Kuharap kau tak membuat Ahreum jadi terlalu cantik. Aku tak mau semua mata lelaki disana melihat Ahreum,” sahut Suho.

“Kalau begitu siap-siap untuk patah hati,” goda Jei.

“Woahh benda apa itu,” takjub D.O.yang langsung merebut hair dryer Jei. “Ini seperti senjata.”

Jei tertawa melihat reaksi pemuda-pemuda itu terhadap benda-benda yang dibawanya. Bahkan Xiumin mengira kalau curly iron itu adalah pedang cahaya seperti yang pernah ia tonton di film star wars.

“Pantas saja Ahreum begitu menyukai kalian,” ujar Jei disela-sela tawanya.

“Ahreum menyukai kami??” tanya Baekhyun.

Jei langsung memberi isyarat seolah sedang mengunci mulutnya. “Ups, anggap aku tak mengatakannya. Sekarang siapa yang siap untuk melihat sang putri?! Tapi kuharap setelah melihat Ahreum malam ini, kalian tidak akan menyelinap ke kamar Ahreum ketika ia tidur. Berjanjilah padaku.”

Dua belas pemuda itu langsung melihat ke arah Jei dan mengangguk setuju. Mereka tentu saja menanti-nantikan seperti apa penampilan Ahreum malam ini. Jei lalu mundur ke pintu kamar Ahreum dan mengetuknya pelan. Setelah pintu terbuka dan menampilkan sosok Ahreum di balik pintu, mata semua pemuda itu nyaris lepas dari peraduannya sementara mulut mereka semua terbuka lebar, takjub akan penampilan Ahreum malam ini.

146707-t-ara-ahreum-princess-x3

Ahreum tidak memakai gaun yang dulu pernah ia tunjukkan pada dua belas pemuda itu. Ahreum kini memakai gaun baru warna pastel. Gaun itu memamerkan bahu serta kaki Ahreum. Tampak sederhana tapi menampilkan keanggunan serta keseksian Ahreum secara bersamaan. Rambut Ahreum diikat ala bunhead. Sementara wajahnya hanya dirias sederhana, karena bagaimanapun juga Ahreum sudah terlihat cantik walau tanpa make up. Sementara kakinya dihiasi sepatu hak tinggi dan membuatnya lebih tinggi beberapa centi -walau tak lebih tinggi dari dua belas pengawalnya. Tentu saja kalung peninggalan ibunya tetap menghiasi leher Ahreum

Ahreum menunduk malu dan memilih untuk memandangi sepatu hak tingginya. Ia melirik Jei menunggu reaksinya. Jei hanya mengangguk antusias menyuruh Ahreum untuk mengangkat kepalanya.

“Ohh aku tahu aku terlihat aneh malam ini. Padahal aku sudah meminta eonni untuk memakai gaun yang kemarin,” keluh Ahreum.

Luhan yang lebih dulu menyahut ucapan Ahreum, “Benar, kau terlihat aneh. Kau terlihat makin cantik. Dan itu aneh.”

Ahreum cemberut mendengar pujian ejekan Luhan itu. Ekspresinya saat ini sungguh membuat siapapun ingin memeluknya erat.

Kris segera melepaskan jasnya dan membungkus badan Ahreum dengan jasnya tersebut. “Noona, bagaimana dia akan keluar rumah kalau memakai baju seperti ini? Kita tak akan mungkin membiarkannya naik kereta seperti ini bukan?” protesnya.

“Kata siapa kalian akan naik kereta?” sahut Jei sambil menggelengkan kepalanya. “Onew akan menjemput kalian dengan kereta kencananya, alias mini bus.”

Ahreum tentu saja kaget mendengar ucapan Jei. “Eonni, kenapa sampai merepotkan Onew Sunbae seperti itu?”

“Eii, lagipula cafe sudah tutup dan dia sudah dalam perjalanan kesini. Aku tak mungkin membiarkanmu naik kendaraan umum malam-malam begini,” sahut Jei.

Jei melepaskan jas di badan Ahreum dan mengembalikannya pada Kris. Ia lalu memandangi Ahreum penuh keharuan. Jei membelai pipi Ahreum.

“Ohh aku seperti sedang melepas putriku untuk pergi ke prom pertamanya,” ujar Jei terharu. Ia berakting seperti sedang menghapus airmata di sudut matanya serta memencet batang hidungnya seperti sedang menahan tangis.

“Sekarang pergilah. Dan buat si Jiyeon itu merasa kalah darimu. Buat si Jiyeon itu merasa tak pantas untuk menyaingimu,” pesan Jei.

.

.

Pesta ulang tahun Jiyeon diadakan di halaman belakang kediamannya. Rumah Jiyeon ini sangat besar, berlantai dua serta memiliki kolam renang yang cukup besar di halaman belakangnya. Halaman belakang rumah Jiyeon ini sudah dihias sedemikian rupa agar tampak seperti klub dadakan. Ada minibar di ujung kolam renang dan meja DJ di sudut yang lainnya. Gazebo di dekat kolam renang dirubah menjadi lantai dansa dadakan. Lampu warna-warni menghiasi pepohonan di sekitar kolam -Ahreum sampai merasa kalau ia sedang menghadiri pesta natal karena lampu-lampu itu.

“Dibandingkan rumahmu, rumah si Park Jiyeon ini tak ada apa-apanya,” ujar Xiumin.

“Tapi dia punya kolam renang, sedangkan Ahreum tidak,” sahut Tao.

“Ahreum punya kolam renang,” bela Sehun. “Kolam di belakang bukit.”

“Itu danau Sehun. Bukan untuk berenang,” sahut Ahreum.

Mereka kini sudah berada di halaman belakang rumah Jiyeon, mengagumi kemeriahan yang terjadi disana. Hal itu berlangsung hanya sebentar saja, karena si pemilik pesta kini sudah menghampiri mereka.

Jiyeon tampak sangat sempurna malam ini. Ia memakai mini dress perpaduan warna antara merah dan hitam yang memamerkan lekuk tubuhnya. Rambutnya yang coklat kemerahan itu dibuat bergelombang dan jatuh sempurna di bahunya. Wajahnya dirias sedemikian rupa dengan eyeliner yang membuat matanya terlihat tajam dan mengintimidasi. Disudut matanya tampak manik-manik berbentuk bintang yang membuat wajahnya jadi berkilau. Tema Jiyeon malam ini adalah misterious rocker in black -itu menurut pengamatan Ahreum.

T-ara Jiyeon Sparkle Photobook pics HQ 2

“Wahh Kris! Kau datang juga. Ayo masuklah dan nikmati pestanya!!” Jiyeon menyambut Kris dan rombongannya. Jiyeon langsung menggamit lengan Kris dan menyeretnya ke lantai dansa.

“Perhatian semuanya!! Lihat siapa yang datang!!” seru Jiyeon sambil memamerkan Kris pada semua tamunya.

Semua tamu Jiyeon menyambut baik kehadiran Kris. Meskipun Ahreum juga tampak di pesta Jiyeon tapi para tetamu itu tidak terlalu mempedulikan Ahreum. Karena mereka memang tidak peduli akan kehadiran Ahreum, yang mereka pedulikan adalah kedatangan dua belas pemuda tampan yang kini sudah memanjakan mata mereka.

Ahreum hanya bisa memandangi kepergian Kris dengan rasa bersalah. Ia merasa bersalah karena sudah membuat Kris merasa ‘terjebak’ dengan Jiyeon. Sementara Kai langsung memanfaatkan kesempatan ini dengan memeluk pinggang Ahreum.

“Assa!! Aku yang pertama kali dansa denganmu,” ujar Kai. Ia lalu membawa Ahreum turun ke lantai dansa.

Knight dan Mastermind yang lain langsung berpencar ke berbagai penjuru sebelum perempuan-perempuan di pesta ini mengejar mereka untuk berdansa bersama.

Di lantai dansa semuanya sibuk menari kesana kemari. Ahreum yang tak terlalu pintar menari hanya bisa bergerak ke kiri dan kanan dengan kakunya. Sementara Kai, entah darimana ia belajar menari, karena kini Kai tampak seperti raja dansa dengan semua gerakannya yang sempurna itu. Ahreum takjub melihat tarian Kai. Perlahan-lahan Kai mengajari Ahreum sampai akhirnya Ahreum bisa bergerak mengikuti irama.

Kris yang terperangkap bersama Jiyeon, memandangi Ahreum yang tampak riang bersama Kai. Tentu saja Kris iri pada Kai. Ia juga ingin berdansa dengan Ahreum seperti itu. Tak tahan melihat kedekatan Ahreum dengan Kai, akhirnya Kris menyingkirkan Jiyeon dan menyela tarian Kai-Ahreum.

“Boleh aku berdansa denganmu?” tanya Kris sambil menjulurkan tangannya pada Ahreum.

Sambil tersenyum Ahreum pun menyambut tangan Kris. Mereka lalu mulai menari bersama. Jiyeon kesal bukan main melihat Kris yang memilih menari dengan Ahreum.

Setelah Kris, Baekhyun yang datang menyela, meminta Ahreum untuk menari bersamanya. Malah ini terasa seperti pestanya Ahreum, karena Mastermind dan Knight sibuk mengantri agar bisa mendapat giliran untuk berdansa dengan Ahreum. Jiyeon tentu saja makin keki melihat hal ini.

“Ughh, Ahreum itu,” gerutu Jiyeon sebal.

Jiyeon mengundang Ahreum bukan untuk mendapat perlakuan seperti ini. Jiyeon sengaja mengundang Ahreum agar Kris mau memperhatikan dirinya -bukan Ahreum. Jiyeon sendiri sudah menyiapkan sebuah kejutan khusus untuk Ahreum. Awalnya ia tak ingin memberikannya pada Ahreum. Tapi begitu melihat kalau Ahreum sudah memonopoli pestanya, Jiyeon pun tak bisa tinggal diam.

“Baiklah semuanya!! Sudah selesai dansanya. Sekarang saatnya bermain!!” seru Jiyeon.

Seluruh tamu bertepuk tangan antusias. Mereka mengantisipasi permainan apa yang akan diadakan Jiyeon saat ini.

“Kita akan bermain ‘tangkap si penjahatnya’!! Kalian sudah tahu kan permainannya seperti apa?” ujar Jiyeon. Ia lalu melirik ke arah Kai dan kawan-kawan. “Kecuali kalian orang asing. Kalian pasti tak tahu peraturan permainan ini. Coba jelaskan pada mereka Ahreum,” titah Jiyeon pada Ahreum.

“Permainannya itu salah satu diantara kita ditutup matanya dan menangkap anak-anak yang lain. Dan siapa yang berhasil ditangkap dia jadi penjahatnya.” Ahreum menjelaskan secara singkat permainannya.

Jiyeon bertepuk tangan sebagai apresiasi terhadap Ahreum. Ia kemudian mengeluarkan sehelai kain untuk menutup mata dan mengacungkannya pada tamu undangan.

“Sekarang siapa yang akan menjadi penjahatnya??” tanya Jiyeon. Ia lalu melirik Ahreum yang berdiri di samping Chanyeol dan Kris. “Bagaimana kalau gadis populer ini?”

Jiyeon menarik Ahreum ke hadapannya dan langsung menutup mata Ahreum dengan kain. Jiyeon sudah tersenyum puas melihat Ahreum di hadapannya ini. Ia kemudian memutar badan Ahreum sebanyak lima kali lalu melepaskannya.

Ahreum kehilangan keseimbangannya dan nyaris jatuh. Tapi ia segera memasang posisi tegap untuk menyesuaikan dirinya. Semuanya tamu langsung berteriak memanggil nama Ahreum dan bertepuk tangan untuk memberi tahu Ahreum dimana posisi mereka.

“Ok, aku mulai,” ujar Ahreum yang sudah tersenyum riang.

Knight dan Mastermind merasa khawatir akan Ahreum, langsung berebutan menghampiri Ahreum. Tapi Jiyeon segera menahan mereka.

“Ini hanya permainan Tuan-tuan. Tak perlu panik begitu. Ikuti saja permainannya. Kalian tak mau merusak kesenangan ini, kan,” ujar Jiyeon. Ia sudah menyeringai licik dan mendekati Ahreum.

“Tangkap aku!” seru Jiyeon.

Ahreum mengikuti suara Jiyeon. Karena suara Jiyeonlah yang terdengar jelas diantara semua bisingnya orang-orang yang sibuk menarik perhatiannya. Jiyeon menggiring Ahreum hingga ke tepi kolam renang. Ketika Ahreum hendak menangkapnya, Jiyeon segera menghindar dan membuat Ahreum tercebur ke dalam kolam. Jiyeon tersenyum puas melihatnya.

“Ahreum!!” seru dua belas pengawal Ahreum.

Mereka sudah menduga kalau Jiyeon pasti akan melakukan sesuatu pada Ahreum. Tapi mereka tak menyangka kalau Jiyeon akan melakukannya secara terbuka seperti ini.

Ahreum meronta-ronta di dalam air. Ia sudah membuka penutup matanya begitu ia tercebur ke kolam. Ahreum menggapai-gapai ke sekelilingnya, mencari apapun untuk menahan agar dirinya tidak tenggelam. Kris yang lebih dulu terjun ke dalam kolam untuk menyelamatkan Ahreum.

Sedangkan Kai tampak sangat kesal pada Jiyeon. Ia akhirnya menghampiri Jiyeon dan memamerkan seringainya pada Jiyeon.

“Kau tahu apa artinya ini??” tanya Kai sambil mempertahankan seringaiannya. “Perang air!!”

Kai lalu menggendong Jiyeon dan melemparkannya ke dalam kolam. Kai melempar Jiyeon tanpa ampun layaknya Jiyeon itu adalah kantung sampah. Semua tamu tampak shock melihat sikap Kai itu.

“Perang air!!!” seru D.O. antusias sambil mendorong Xiumin ke kolam. Ia juga mendorong Sehun sampai tercebur ke kolam. Tak ada yang bisa membuat dia semangat seperti ini selain kata perang -tak ada yang lain.

Chanyeol juga melakukan hal yang sama. Ia mendorong tiga orang pemuda sekaligus ke dalam kolam. Kemudian ia melemparkan D.O. ke kolam. Luhan juga tak ketinggalan kesenangan ini. Ia sudah melemparkan beberapa perempuan tak bersalah ke dalam kolam bahkan Baekhyun, Chen dan Tao pun tak luput dari serangannya.

Kai tersenyum bangga melihat reaksi rekan-rekannya itu. Ia melirik ke Jiyeon yang sudah menahan amarahnya.

Kris yang menyelamatkan Ahreum, membawa Ahreum ke tepi kolam. Suho dan Lay langsung menghampiri mereka dan mengangkat Ahreum dari dalam kolam. Lay lalu membungkus badan Ahreum dengan jasnya. Sementara Suho memutuskan untuk memanggil semua rekannya agar bisa segera keluar dari rumah Jiyeon.

Kai menghampiri Jiyeon yang sudah sampai ke tepi kolam. Ia berjongkok di hadapan Jiyeon seraya memamerkan seringainya. “Hei, Park Jiyeon. Pesta yang menyenangkan. Kau benar-benar tahu cara untuk bersenang-senang.”

Kai kemudian meninggalkan Jiyeon yang sudah berteriak kesal, menyusul rekan-rekannya yang sudah sampai di pintu. Xiumin sempat mencelupkan tangannya ke dalam kolam sebelum pergi, dan membuat air kolam menjadi sedingin es. Sebelum meninggalkan pesta Jiyeon, Kris berbalik dan memanggil Jiyeon.

“Hei, Park Jiyeon. Terima kasih atas undanganmu dan selamat ulang tahun. Maaf kami tak bisa lama-lama.”

Jiyeon makin kesal melihat Kris yang bahkan tak menoleh lagi ke arahnya dan sudah pergi meninggalkan pestanya. Jiyeon dibantu oleh beberapa tamunya kini sudah duduk di tepi kolam dengan amarah membuncah.

“Ughh!!! Lee Ahreum!!! Mati kau!!!”

.

.

.

“Kenapa kalian cepat seka… Omo!! Kenapa kalian basah kuyup??” panik Jei yang menunggu Ahreum dan yang lainnya di tikungan rumah Jiyeon. Jei langsung menghampiri Ahreum untuk mengecek keadaannya.

“Ulah Jiyeon. Apa lagi yang baru,” sahut Luhan.

Luhan menghampiri Onew yang duduk di kursi supir dan meminta maaf padanya karena akan membuat mini busnya banjir oleh mereka yang sudah basah kuyup itu. Onew sendiri tak masalah akan hal itu. Onew sudah sama khawatirnya dengan Jei akan keadaan Ahreum.

Jei langsung menyuruh semuanya masuk ke dalam mobil. Setelah menyusun sedemikian rupa akhirnya dua belas pemuda itu berhasil masuk kedalam minibus Onew -yang harusnya hanya muat mengangkut 10 orang saja. Jei sendiri cukup takjub melihat semuanya bisa masuk ke mobil.

“Maaf Ahreum, tapi mobil ini tak punya penghangat,” ujar Onew sedikit merasa bersalah.

“Gwenchana Sunbae. Aku baik-baik saja. Maaf merepotkanmu,” sahut Ahreum.

“Ahreum kesini,” panggil Chanyeol yang sudah merentangkan tangannya.

Chanyeol menyuruh Ahreum untuk duduk dipangkuannya -karena sudah tak ada lagi tempat untuk duduk. Ahreum sempat menimbang-nimbang sejenak apakah ia akan duduk menyempil diantara Xiumin dan Kris yang basah kuyup atau duduk dengan Chanyeol. Karena Ahreum tak kunjung menentukan pilihannya, Chanyeol akhirnya menarik Ahreum dan mendudukkan gadis itu di pangkuannya.

“Kamu sedang basah kuyup Ahreum. Kamu tentu tak mau duduk dengan manusia es itu kan. Lagipula aku jauh lebih hangat dibandingkan mereka,” bisik Chanyeol.

Ucapan Chanyeol memang benar. Badan Chanyeol terasa sangat hangat. Ahreum jadi tidak merasa menggigil saat ini. Chanyeol bahkan menggenggam kedua tangan Ahreum dan Ahreum merasa bagaikan ada hot pack yang membungkus tangannya.

“Harusnya tadi kau menolak bermain. Kalau kau menolak pasti tak perlu terjadi seperti ini,” Kris menyela kenyamanan Ahreum.

Ahreum melirik Kris di sebelahnya. “Dia yang punya acara tahu. Tidak sopan kalau menolak permintaan tuan rumah.”

“Dan apa kamu tak bisa berenang?? Kolam tadi bahkan tidak dalam tapi kamu tadi tampak seperti anak kecil yang mau tenggelam,” omel Kris.

“Aku pakai sepatu hak tinggi. Bagaimana aku bisa berenang dengan sepatu seperti ini. Coba saja kau yang pakai, pasti kau tak bisa berenang juga,” sahut Ahreum.

Jei yang ada di bangku depan menemani Onew yang menyetir hanya bisa tersenyum mendengar percakapan mereka. Ia bisa melihat betapa pemuda-pemuda itu sangat perhatian pada Ahreum. Jei cukup takjub dengan kepolosan Ahreum yang tak menyadari kalau pemuda-pemuda itu peduli menyukainya.

Tak lama mobil Onew dipenuhi oleh cerita-cerita antusias dari D.O. dan Xiumin mengenai pesta tadi -apalagi mengenai perang air. Semuanya tertawa dan saling menyahuti cerita mereka berdua.

“Hei apa kalian sudah makan disana? Kalau belum bagaimana kalau kita makan ramen di tempat langgananku?” sela Jei sambil menoleh ke bangku belakang.

Semua pemuda itu menyahut antusias, kecuali Ahreum. Gadis itu sudah tertidur di pangkuan Chanyeol.

“Ahreum tidur??” takjub Jei.

“Ahreum tak bisa ketemu tempat yang empuk, Noona. Dia pasti akan langsung tidur,” sahut Sehun.

Jei terbelalak kaget mendengar ucapan Tao. “Apa di rumah juga begitu??”

“Biasanya tidur di sofa depan TV,” sahut Tao.

Jei makin kaget mendengarnya. “Lalu kalau dia tidur disana, apa yang kalian lakukan?” Jei takut jika pemuda-pemuda itu memanfaatkan kesempatan ketika Ahreum tertidur.

“Dduizhang akan memindahkannya ke kamarnya,” sahut Chen. “Kamar Ahreum maksudnya.”

“Dduizhang?!” bingung Jei.

“Kris, Sunbae,” sahut Baekhyun.

Onew mengerem mendadak. Ini adalah hal yang selalu mereka, Onew dan Jei bahas ketika membicarakan Ahreum. Mereka sangat penasaran apakah Ahreum baik-baik saja atau aman-aman saja lebih tepatnya, mengingat Ahreum tinggal satu atap dengan dua belas pemuda sekaligus. Tentu saja Onew dan Jei khawatir, apalagi setelah tahu kalau Ahreum senaif itu.

“Lalu apa yang kau lakukan… Kris?” Jei kembali menyelidiki. Onew pun ikut menyimak.

“Dduizhang akan menggendongnya dan menindurkannya di kamar. Itu sudah tugasnya,” sahut Luhan santai.

Jei dan Onew sama-sama menahan napas mereka. Keduanya kembali saling pandang. Mereka berdua memiliki pemikiran yang sama, apa benar Kris hanya sekedar memindahkan Ahreum saja?

“Tenanglah, Sunbae,” sahut Luhan. “Kami tidak melakukan apapun terhadapnya. Lagipula Ahreum masih dibawah umur.”

“Yah Luhan!” protes Jei. “Kau mengatakannya seolah kalau Ahreum sudah legal maka kalian bisa…bisa…bisa..,”

“Bisa apa? Percayalah. Tidak terjadi apa-apa. Jangan samakan kami dengan kalian,” sahut Luhan lagi.

Jei langsung merona mendengar ucapan Luhan. Ia ingat kalau Luhan pernah memergokinya sedang berciuman dengan Onew di dapur. Akhirnya Jei memilih untuk tidak melanjutkan ucapannya lagi.

.

.

Malam ini giliran Baekhyun yang menjaga tidur Ahreum. Seperti biasanya, Baekhyun duduk di sofa yang menghadap langsung ke kamar Ahreum. Ketika lewat tengah malam Baekhyun mendengar suara-suara dari dalam kamar Ahreum. Baekhyun pun beranjak dari sofa dan mendekat ke kamar Ahreum. Ia menempelkan kupingnya di pintu kamar untuk mendengar lebih jelas dan Baekhyun mendengar Ahreum seperti sedang memanggil-manggil seseorang.

“Ahreum?”

Baekhyun pun masuk ke kamar Ahreum untuk memastikan kondisi gadis itu. Di atas tempat tidur, Baekhyun melihat Ahreum yang tampak gelisah dalam tidurnya. Baekhyun pun mendekati ranjang Ahreum.

Ahreum tampak tak tenang. Ia terus berbalik ke kiri dan ke kanan. Ia juga terus memanggil-manggil kakeknya. Keringat dingin bercucuran dari pelipisnya. Dan ketika Baekhyun menyentuhnya, ternyata badan Ahreum terasa sangat dingin.

“Ahreum, bangun Ahreum. Itu hanya mimpi buruk. Tenanglah.” Baekhyun menepuk pipi Ahreum berusaha membangunkannya.

Tapi Ahreum belum terbangun juga. Baekhyun jadi panik dibuatnya. Ia akhirnya sedikit mengguncang badan Ahreum.

“Harabeoji!!!” Dan Ahreum pun terlonjak dari tidurnya. Napasnya memburu hingga membuat bahunya naik turun. Matanya menyiratkan ketakutan yang amat sangat.

Baekhyun segera meraih tangan Ahreum dan menggenggamnya. Ia berusaha menenangkan gadis itu.

“Ahreum, ada aku disini. Tenanglah,”

Ahreum tersadar dari ketakutannya dan berpaling melihat Baekhyun disampingnya. Seketika Ahreum merasa aman. Ahreum langsung menghambur ke pelukan Baekhyun dan menangis disana.

“Ohh, Baekhyun. Kukira aku sendirian lagi. Aku takut Baekhyun. Aku takut,” lirih Ahreum. Ia gemetaran dalam pelukan Baekhyun.

Baekhyun mengusap-usap punggung Ahreum. “Itu hanya mimpi buruk, Ahreum. Jangan takut. Ada aku disini, kamu tak sendirian, Ahreum.”

Ahreum mencengkeram erat baju Baekhyun, berusaha meredakan tangisannya. Cukup lama mereka berada dalam posisi itu sampai akhirnya Ahreum melepaskan dirinya dari Baekhyun.

“Kau sudah merasa lebih baik?” tanya Baekhyun sambil merapikan rambut Ahreum.

Ahreum mengangguk perlahan. Baekhyun kemudian kembali membaringkan Ahreum di ranjang dan menyuruhnya untuk kembali tidur.

“Tidurlah lagi,” ujar Baekhyun. Ia kemudian beranjak hendak keluar kamar. Tapi Ahreum menahan lengannya.

“Jangan tinggalkan aku, kumohon,” pinta Ahreum.

Baekhyun jadi bingung dibuatnya. Ia akhirnya menggenggam tangan Ahreum. “Aku disini, Ahreum. Kamu tak akan sendirian. Aku akan menunggumu di sofa itu,” Baekhyun menunjuk sofa di sudut kamar Ahreum.

Ahreum menggelengkan kepalanya, menolak jika Baekhyun meninggalkannya. Ia terlalu takut saat ini. Ia tak ingin sendirian saat ini. Dan Baekhyun mengerti akan ketakutan Ahreum itu.

“Baiklah. Aku akan menunggumu disini sampai kau tertidur. Aku janji tak akan melakukan hal apapun padamu.” Baekhyun membentuk huruf V dengan telunjuk dan jari tengahnya.

Ahreum mengangguk setuju. Masih sambil menggenggam tangan Baekhyun, Ahreum bergeser di atas tempat tidurnya untuk memberi ruang bagi Baekhyun agar bisa berbaring di sampingnya.

“Sekarang tidurlah, Ahreum. Aku akan menjaga tidurmu. Tak akan ada mimpi buruk yang datang padamu lagi.”

Ahreum menatap Baekhyun sendu. “Tapi aku tak bisa tidur lagi, Baekhyun. Apa sebaiknya aku minum obat tidurku?”

Baekhyun mengelus-elus puncak kepala Ahreum. Baekhyun memang bukanlah seorang Mastermind yang bisa mengendalikan pikiran seperti Luhan, jadi dia tak begitu paham bagaimana caranya membuat Ahreum kembali tenang dan tertidur. Tapi Baekhyun terpikir untuk menyanyikan lagu tidur buat Ahreum.

“Bagaimana kalau aku menyanyikan sebuah lagu untukmu,” saran Baekhyun.

Ahreum tersenyum sumringah. Ia lalu mendekat pada Baekhyun dan membuat lengan Baekhyun jadi bantalnya.

Baekhyun jadi salah tingkah melihat sikap Ahreum ini. Bagaimanapun juga ia belum pernah sedekat ini dengan Ahreum sebelumnya. Karena selama ini selalu Mastermind yang memonopoli tidur Ahreum -kemarin dulu bahkan Ahreum tidur di kamar Luhan. Bisa mendapatkan Ahreum dalam pelukannya seperti ini tentu saja membuat Baekhyun merasa senang.

Baekhyun pun mulai bernyanyi untuk Ahreum.

Please don’t hesitate anymore
Just hold tight to my heart
Our love light shining through the night
Even the moon have to close its eyes

If it’s not me but other guy
If this is a sentence in a comedy
Where I can laugh it off
Burn out all the scars that he had made

Baby don’t cry, tonight
When the dark night lit up
Baby don’t cry, tonight
Just treat it as if nothing happened

You will never be like foam…. Don’t you know that
So baby don’t cry, cry.. My love will protect you and never let go
EXO – Baby Don’t Cry

Ahreum tak pernah tahu kalau Baekhyun memiliki suara semerdu ini. Perlahan Ahreum larut dalam lantunan melodi yang keluar dari mulut Baekhyun. Ahreum pun tertidur di pelukan Baekhyun.

.

.

Ketika Ahreum membuka matanya pagi ini, ia mendapati Chanyeol sudah disampingnya sedang tertidur sambil memeluk pinggangnya. Ia berusaha menyingkirkan tangan Chanyeol, tapi pemuda itu menahannya.

“Yah, Yeol! Sudah berapa kali kubilang untuk jangan menyelinap masuk ke kamarku. Apa kau mau kusuruh Xiumin untuk membekukanmu??” keluh Ahreum.

Chanyeol membuka matanya. Ia menunjukkan senyum termanisnya pada Ahreum. “Aku tidak menyelinap, Ahreum. Lagipula aku masuk atas izinmu. Semalam kau mimpi buruk dan aku menjagamu, Ahreum.”

Berhubung ia baru bangun tidur jadi Ahreum belum bisa mengingat apa saja yang sudah terjadi semalam. Ahreum memiringkan kepalanya dan berpaling menatap langit-langit kamarnya. Ia berusaha mengingat kejadian semalam.

Kemudian Ahreum teringat akan kejadian tadi malam, dimana ia mimpi buruk -sangat buruk. Semalam ia bermimpi ditinggal pergi oleh kakeknya ke tempat yang sangat jauh. Dan Ahreum sendirian di rumah kakeknya, tanpa ada siapapun yang menemaninya. Ahreum pun berkeliling untuk mencari kakeknya, ia terus berteriak memanggil kakeknya, tapi ia tak menemukan siapapun juga disana. Ahreum terus berteriak sampai akhirnya seseorang memanggil namanya. Suara itu meyakinkan Ahreum kalau ia tak sendirian. Dan ketika Ahreum membuka matanya, ia mendapati Baekhyun sudah ada di hadapannya.

Bukan Chanyeol.

“Tapi yang semalam datang itu Baekhyun! Lagipula semalam kan giliran Baekhyun yang berjaga, bukannya kamu!” seru Ahreum sewot. Ia kembali berusaha melepaskan tangan Chanyeol.

Chanyeol kini sudah menunjukkan cengiran lebarnya pada Ahreum. Chanyeol mengeratkan pelukannya pada Ahreum.

“Aku hanya datang untuk memelukmu sebentar, Ahreum. Kau bilang aku boleh memelukmu kalau di rumah.”

Ahreum memutar bola matanya jengah.

“Suho!! Baekhyun!! Chanyeol menyelinap lagi ke kamarku!!!” pekik Ahreum.

Chanyeol terbelalak mendengar jeritan Ahreum. Ia sudah duduk dan memandang Ahreum tak percaya. Hanya dalam beberapa detik saja Suho dan Baekhyun sudah memenuhi kamar Ahreum.

“Chanyeol, bangun sekarang juga, sebelum kuseret kau keluar,” titah Suho.

Chanyeol merengut memandang Ahreum. “Kau sungguh kejam, Ahreum.”

Ahreum menjulurkan lidahnya penuh kemenangan pada Chanyeol. Tapi Chanyeol malah menunjukkan seringainya pada Ahreum, membuat Ahreum takjub akan banyaknya ekspresi Chanyeol yang ia lihat pagi ini.

“Ciuman selamat pagi!” seru Chanyeol.

Chanyeol lalu mendekatkan wajahnya pada Ahreum dan mengerucutkan bibirnya hendak mencium gadis itu. Ahreum sendiri terlalu terkejut untuk menghindar. Untungnya Suho dan Baekhyun bergerak cepat. Mereka segera menyeret Chanyeol keluar kamar Ahreum.

“Ahh, Hyung! Aku belum menciumnya pagi ini! Hyung lepaskan aku dulu,” protes Chanyeol.

Ahreum langsung menghela napas lega melihat Chanyeol diseret keluar oleh Baekhyun dan Suho. Ia nyaris saja kehilangan ciuman pertamanya oleh Chanyeol.

“Bahkan pagi ini kamu tetap terlihat mempesona, Ahreum,” tegur seseorang di samping Ahreum.

“Omo!” Ahreum terlonjak kaget. Ia melihat Kai sudah duduk di ujung ranjangnya. “Apa yang kau lakukan disini?!” tuding Ahreum.

Kai menunjukkan seringai khasnya. “Aku hanya mau memberi salam. Selamat pagi.”

Kai lalu mendekatkan wajahnya pada Ahreum dan mengecup pipi Ahreum. Kemudian ia langsung menghilang sebelum Ahreum sempat untuk memukulnya pakai bantal.

“KAI!!! Kau menyebalkan!!!”

.

.

.

.

.

.

.

bee

The twelveth chapter is out!!!.

uwyeah!!! Pesta yang sempurna bukan?? ㅋㅋㅋㅋ

Speechless ama adegan kolam renang. D.O.tetap dengan keabsurdannya. Dan sedikit flirting sana-sini dari Kai, Kris, Chanyeol, Baekhyun… hmmm.. Siap-siap buat lelaki ketiga(belas) yang akan masuk ke kehidupan Ahreum… #spoiler

oia buat yang nungguin kapan raja xenos nyerang Ahreum, kayaknya masih sangat lama dehh.. bee belum bikin moment2 berarti buat dua belas alien ini -_____-”
thanks for your attention!! annyeong!!

beedragon_art all right reserved

Advertisements
FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | Chapter 12 – Party is Coming!! | PG15

13 thoughts on “FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | Chapter 12 – Party is Coming!! | PG15

  1. vitalimz says:

    bgus.. mampus kw jiyeon , senjata makan tuan kan , org baik tuh selalu menang , lgian mw rebutin perhatian kris dri ahreum , mimpi kali sifat jiyeon aja buruk mna kris mw , chanyeol omg kmu suka peluk” ahreum yah . dan kai kamu pagi” udh buat ahreum tambah ksl wkwk. aku suka ceritanya thor

  2. Dessy Diana says:

    yaaak, jiyeon kena senjatanya sendiri hahahaha.
    eonni part ini lucu banget .
    apa lagi pas perang air, pestanya jadi kacau balau gara” 12 malaikat itu wkwkwkwk.
    eonni I LIKE PART Thiss
    ok lanjut eonni :).

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s