FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | Chapter 9 – I Got A Friend | PG15


chapter9

Title : Beautiful Life

Subtitle : Chapter 9 – I Got A Friend

Author : beedragon

Cast:

Areum T-ara as Lee Ahreum

EXO member

Jei Fiestar as Jei

Onew Shinee as Onew

Genre : Fluff, Romance, Fantasy, Life,

Length : Multichapter

Summary : Life is not beautiful for Ahreum. But that thought has changed since the boys from Exoland came. All of that miserable life change to beautiful life.

Disclaimer : This is only fiction. This is only Bee imagination. All of the character aren’t mine. I Do Own This Fiction so Do Not Copy Paste Without My Permission and Don’t Be Silent Reader

Backsound Song : SNSD – My Best Friend

Chapter 9 | I Got A Friend

.

.

.

.

.

I Got A Friend

.

.

Ahreum akhirnya mendapat pekerjaan sebagai pelayan di sebuah cafe dan kebetulan cafe itu membutuh dua orang jadi Ahreum turut mengajak Luhan untuk ikut kerja disana. Beruntungnya bukan hanya Luhan yang diterima, melainkan juga Baekhyun, yang tadinya hanya menemani Ahreum, turut diterima juga disana.

Hari ini adalah hari pertama Ahreum bekerja, bersama dengan Baekhyun dan Luhan tentu saja.

“Wahh, seragam itu terlihat cantik untukmu,” puji Baekhyun seraya merapikan bandana Ahreum.

Wajah Ahreum merona mendengar pujian Baekhyun. Ia memandangi refleksi dirinya di kaca. Ia memakai seragam ala nanny dengan rok yang mengembang dan bandana penuh renda. Ahreum harus mengakui, seragam itu tampak sangat imut untuknya. Begitu juga dengan Baekhyun yang memakai kemeja hitam dengan dasi kupu-kupu berwarna putih yang tampak lucu.

“Kamu juga terlihat tampan, Baekhyun,” Ahreum balas memuji Baekhyun.

“Ahhh, bagaimana ini. Anak-anak yang lain pasti akan iri sekali kalau tahu kamu bilang aku tampan,” gurau Baekhyun sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang Ahreum yakin tidak gatal.

Ahreum tertawa lepas mendengar ucapan Baekhyun

“Tapi Putri, kenapa kamu masih ngotot ingin kerja? Kan yang lainnya sudah mendapatkan pekerjaan. Dan kami bisa mencari uang untukmu. Jadi kamu tak perlu menyusahkan dirimu seperti ini,” tanya Baekhyun.

Campfire akan diadakan sebentar lagi, Baekhyun. Dan aku mau ikut acara kemping tahunan itu. Makanya aku harus bekerja agar bisa ikut kemping. Ohh Baekhyun, kamu tak tahu kesenangan apa yang akan kita alami di campfire nanti,” sahut Ahreum. Ia sudah membayangkan apa saja yang akan ia alami di kemping nanti. Memikirkannya saja sudah membuatnya tak sabar untuk bisa segera pergi kemping.

“Dimana pun itu asal ada dirimu, semuanya pasti akan jadi menyenangkan, Putri,” ujar Baekhyun.

Ucapan Baekhyun itu kembali membuat Ahreum merona.

“Ehem!!” sela Luhan.

Keduanya langsung menoleh ke arah Luhan yang baru selesai ganti baju. Ahreum langsung melongo melihat penampilan Luhan. Berbeda dengan Baekhyun yang tampak berkharisma dengan seragamnya, Luhan justru tampak cute dengan seragam tersebut.

“Omo, baby face! Neomu kyeopta,” pekik Ahreum. Ia langsung menghampiri Luhan untuk merapikan dasi kupu-kupunya yang terpasang agak miring. Setelah rapi, Ahreum langsung mengacungkan kedua jempolnya pada Luhan sebagai pujiannya.

“Ahh, aku tahu aku tahu. Aku akan selalu terlihat lucu dimatamu, Ahreum,” keluh Luhan.

Aniyo. Itu pujian tahu. Harusnya kamu senang. Semua orang itu ingin selalu terlihat muda dan cute. Dan kamu, baby face, akan selalu terlihat tampan dan menggemaskan,” Ahreum membela diri.

“Haa aku kalah lagi dari Luhan Hyung,” ujar Baekhyun. “Putri Ahreum, tadi kamu bilang aku yang tampan,  dan sekarang kamu memuji Luhan Hyung seperti itu. Sebenarnya siapa yang paling tampan menurutmu?”

Luhan langsung menyipitkan matanya menatap Ahreum. “Kamu bilang mata sipit ini tampan? Aku yakin matamu sudah rusak, Ahreum. Sudah jelas aku yang tertampan disini,” ujar Luhan seraya mengangkat kedua tangannya dengan arogan -seperti ketika Kai sedang membanggakan dirinya.

Ahreum memandangi kedua pemuda itu takjub. Ia tak pernah menyangka kalau Baekhyun dan Luhan akan senarsis ini. Ahreum pun memutuskan untuk menyudahi percakapan mereka. Karena kalau diteruskan sudah pasti Ahreum hanya akan mengalami sakit kepala saja.

.

.

Ahreum bekerja dengan sangat rajin. Walau ia melakukan beberapa kesalahan tapi Luhan dan Baekhyun senantiasa membantunya. Ahreum kini sedang memasukan kue-kue ke lemari display. Berkali-kali poni Ahreum jatuh menghalangi pandangannya. Ahreum pun sudah meniupnya berkali-kali tapi poninya tetap jatuh di depan matanya.

“Isshh menyebalkan sekali,” gerutu Ahreum. Ia kemudian meletakan kue-kue tersebut agar dirinya bisa memberi pelajaran pada poni tanggungnya itu.

“Sini lihat aku,” sela Baekhyun yang sudah menghampiri Ahreum. Baekhyun lalu merapikan poni Ahreum dan menjepitnya dengan jepitan rambut kecil warna hitam.

Kamsahamnida,” ujar Ahreum.

“Ponimu tanggung, jadi dia lolos dari bandanamu. Sekarang ponimu sudah tidak mengganggu lagi kan? Jadi jangan pasang wajah cemberut begitu,” ujar Baekhyun sambil menarik sudut-sudut bibir Ahreum ke atas. Ahreum pun jadi tersenyum karenanya.

“Apa kalian ini sepasang kekasih?” tegur salah satu pegawai cafe ini.

Ahreum yang kaget langsung menoleh ke sumber suara. Ia mendapati seorang gadis manis yang sudah memicingkan mata padanya.

“Omo, Jei Sunbae,” panik Ahreum. “Aniyo, kami bukan kekasih. Kami hanya…,”

“Hei itu bukannya jepitanku? Kenapa ada di rambutmu?” selidik Jei sambil menunjuk jepitan yang dipakai Ahreum.

“Ohh, maafkan aku. Aku tak tahu, Sunbae,” sahut Baekhyun sesopan mungkin. “Aku tadi menemukan jepitan itu di loker. Kukira tak ada yang punya, jadi aku…,”

“Eii, bagaimana bisa kamu mendandani kekasihmu dengan jepitan temuan,” gurau Jei.

Ahreum yang salah tingkah akhirnya memilih untuk mencopot jepitan tersebut. Ia tak ingin mendapat masalah di hari pertamanya bekerja. “Joesonghamnida, Sunbae. Baekhyun tak tahu kalau ini milikmu. Ini aku kembalikan,” ujar Ahreum sambil membungkukkan badannya berkali-kali.

Melihat Ahreum dan Baekhyun yang tampak bersalah malah membuat Jei tertawa. “Hahahaha. Aigoo, aku hanya bercanda. Hahahah menyenangkan sekali menggoda anak baru seperti kalian,”

Ahreum dan Baekhyun kini takjub melihat Jei. Padahal Jei tadi tampak begitu menyeramkan ketika mengatakan kalau jepitan itu adalah miliknya, tapi kini ia tertawa dan bilang kalau ia hanya bercanda. Ahreum dan Baekhyun jadi tak tahu harus berbuat apa.

“Yasudah, ayo kembali bekerja. Kamu, kembali ke dapur,” ujar Jei sambil menunjuk Baekhyun.

Baekhyun segera membungkukkan badannya sebelum kembali ke dapur. Sementara Ahreum kembali melanjutkan pekerjaannya yaitu menyusun kue ke lemari display. Dan Jei memilih untuk mendekati Ahreum.

“Jadi Baekhyun itu bukan pacarmu?” tanya Jei sambil membantu Ahreum menyusun kue.

Ahreum menggelengkan kepalanya panik. “Bukan, Sunbae,”

“Lalu apa si Luhan itu pacarmu? Karena tadi kalian terlihat intim sekali ketika Luhan memakaikan apron untukmu,” tebak Jei lagi.

Ahreum jadi makin panik. “Aniyo, Sunbae. Mereka berdua itu bukan pacarku. Mereka hanya…teman,” sahut Ahreum.

Jei kembali tertawa melihat tingkah Ahreum. Jei pun memuji betapa lucunya Ahreum dan ia berharap punya adik seperti Ahreum.

Hal ini tentu saja membuat Ahreum heran. Karena orang-orang banyak yang menjauhinya, sementara Jei malah mau berteman dengannya. Ahreum tak terbiasa mendapat perlakuan sebaik ini dari orang yang tak dikenalnya.

“Kenapa dengan ekspresimu? Hei aku hanya bercanda, tak usah dianggap serius seperti itu,” ujar Jei.

“Ahh, maaf, Sunbae. Aku hanya tak terbiasa saja. Ini adalah yang pertama bagiku ada orang yang mau bergaul denganku,” aku Ahreum.

“Ohya?! Wahh rugi sekali mereka. Berarti aku ini teman pertamamu?” takjub Jei.

Ahreum mengangguk pelan menjawab pertanyaan Jei.

“Woaahh!!! Bangapta, Lee Ahreum. Ah iya kamu tak perlu panggil aku Sunbae, panggil aja aku Eonni. Jei Eonni,” Jei menjabat tangan Ahreum.

Bukan hanya Jei saja yang menjadi teman Ahreum. Ada juga senior lelaki seumuran Jei yang juga bekerja di cafe ini. Jei mengenalkannya sebagai Onew. Dia adalah versi laki-laki dari Jei, hanya saja Onew sedikit lebih kocak dengan leluconnya yang garing.

“Dan ini Onew, Ahreum. Kamu tak perlu tahu nama aslinya. Dia lebih dikenal sebagai Onew,” Jei memperkenalkan Onew.

Annyeong, Ahreumi! Semoga kamu betah bekerja disini. Ah iya, kalau Jei mengomel, abaikan saja,” ujar Onew. “Ya ampun kamu lucu sekali, Ahreum,”

Ahreum tersipu malu mendengar ucapan Onew. Sementara Jei sudah menepis tangan Onew yang akan mencubit pipi Ahreum.

“Ingat statusmu, Onew-ya. Jangan coba-coba flirting sama Ahreum. Arraseo,” ancam Jei.

“Kamu sendiri jangan coba-coba menggoda anak-anak baru itu, si Luhan dan Baekhyun,” sahut Onew tak mau kalah.

“Ohh aku sungguh berharap mereka bisa tergoda. Asal kamu tahu saja, mata mereka tak lepas dari Ahreum. Mereka itu seperti robot dengan program khusus ‘made only for Ahreum’ jadi mereka tak akan mungkin melirikku,” sahut Jei. Onew pun tertawa mendengarnya.

Belakangan Ahreum baru tahu kalau Jei dan Onew itu adalah sepasang kekasih. Awalnya hanya Onew yang bekerja disini, lalu beberapa bulan kemudian Jei masuk. Katanya Jei tak tahan melihat Onew yang selalu tebar pesona ke pengunjung perempuan. Ahreum sungguh takjub melihat mereka berdua yang selalu bertengkar tapi tetap terlihat romantis.

Ini adalah moment berharga bagi Ahreum, dimana ia mendapatkan teman pertamanya. Jei adalah gadis yang periang. Ia tak henti-hentinya mengajak Ahreum bicara. Jei juga tak sungkan mengajari Ahreum segala hal mengenai pekerjaan mereka. Sedangkan Onew tampak seperti kakak laki-laki yang selalu mengajari Ahreum.

Ahreum merasa kalau hari-harinya jadi makin cerah sejak kehadiran dua belas pemuda dari Exoland itu. Sejak mereka datang Ahreum tak lagi mendapat hinaan-hinaan dari orang-orang, Jiyeon pun sudah mulai jarang mengganggunya, ditambah sekarang Ahreum mendapat teman baru. Walaupun tentu saja kehadiran dua belas orang tersebut lah yang membuat kehidupan Ahreum jadi makin sempurna.

.

.

“Kamu riang sekali hari ini, Ahreum?” tegur Suho begitu Ahreum selesai makan malam.

Ahreum memang ceria sekali hari ini. Itu karena ia baru saja mendapatkan teman baru, yaitu Jei. Ahreum sangat menyukainya, bahkan tadi saja Ahreum sampai tak mau pulang karena masih ingin mengobrol lebih lama dengan Jei.

“Aku senang sekali, Suho. Aku dapat teman baru! Apa kamu tahu betapa bahagianya aku,” sahut Ahreum antusias.

Ahreum lalu mulai menceritakan tentang Jei pada para pengawalnya yang masih memenuhi meja makan. Ahreum bercerita betapa Jei tampak seperti seorang kakak yang sangat memperhatikannya, betapa Jei adalah gadis yang penuh humor dan selalu mampu membuatnya tertawa, dan lain-lain mengenai kekaguman Ahreum padanya.

“Kamu harus bertemu dengannya, Suho. Jei Eonni itu adalah yang terbaik yang pernah kutemui,” puji Ahreum.

“Siapa itu Jei? Apa dia lelaki lain dari sekolah kita? Kenapa kamu tampak berbunga-bunga, Ahreum? Bilang padaku, kamu tidak sedang bertemu laki-laki lain kan?” tuntut Chanyeol yang baru ikut bergabung.

Ahreum memutar bola matanya jengah. “Jei itu seniorku di cafe, Chanyeol. Dan dia itu perempuan,” sahut Ahreum malas.

Ahreum kembali melanjutkan cerita tentang Jei. Tapi ia harus menyembunyikan fakta kalau di cafe itu juga ada lelaki lain selain Baekhyun dan Luhan yang menjadi karyawan disana. Karena kalau sampai mereka tahu ada lelaki lain di tempat kerja Ahreum, sudah pasti mereka akan membuat Ahreum keluar dari tempat tersebut. Ahreum sendiri sudah menyuruh Baekhyun dan Luhan untuk tidak bercerita macam-macam mengenai hal-hal di cafe.

“Oh, Suho. Kamu harus lihat Jei Eonni. Kalian pasti akan menyukainya.”

.

.

Ahreum menjaga mesin kasir sore hari ini. Jadi ia harus melayani pesanan pelanggan. Ahreum sedang mengingat-ingat kode-kode menu ketika pelanggan pertamanya hari ini datang. Ahreum mengangkat kepalanya bersiap-siap untuk mengucapkan salam tapi ia malah segera merunduk dan menyembunyikan dirinya di bawah meja kasir. Ahreum kaget, atau lebih tepatnya takut melihat pelanggan pertamanya.

“Kenapa mereka bisa tahu aku kerja disini,” gerutu Ahreum. Tapi ia segera ingat kalau Luhan dan Baekhyun juga bekerja bersamanya, jadi mungkin dua pemuda itulah yang memberitahukan alamat cafe ini pada mereka.

Ya, saat ini ada sepuluh orang pemuda tampan dari Exoland memenuhi cafe tempat Ahreum bekerja. Mereka tak lain adalah para Knight dan Masterind. Ahreum segera merutuki ke-posesifan mereka terhadap dirinya. Tentu saja mereka tak bisa membiarkan Ahreum merasa ‘damai’ barang sebentar saja.

“Ohh apa tak bisa sehari saja aku merasa ketenangan? Ughhhh,” gerutu Ahreum.

Kemudian Ahreum segera ingat kalau seniornya yang lelaki, juga sedang bekerja saat ini. Ahreum segera panik memikirkan apa saja yang bisa mereka lakukan pada Onew, seniornya di cafe ini. “Matilah aku! Onew Sunbae!”

Kebetulan yang sedang dibicarakan muncul. Onew memandangi Ahreum bingung karena Ahreum tampak berjongkok di bawah meja kasir sambil sesekali mengintip dari balik mesin kasir ke arah pintu masuk. Onew pun menghampirinya untuk menegur Ahreum.

“Ahreumi, apa yang kamu lakukan dibawah sana?”

Jantung Ahreum nyaris berhenti begitu mendengar teguran Onew. “Ah, Sunbae. Apa yang kamu lakukan disini? Kenapa kamu tak di belakang saja? Ahh Sunbae, bisa tolong panggilkan Luhan, sepertinya ada sesuatu yang nyangkut disini,” Ahreum mencoba mengusir Onew.

“Apa yang nyangkut? Sini biar aku perbaiki. Kamu berdirilah, ada banyak pelanggan datang,” ujar Onew.

Ahreum menggelengkan kepala dengan cepatnya, menolak suruhan Onew. “Tapi Sunbae, aku…,”

“Putri!!!” “Ahreum!!!”

Ahreum berhenti bernapas. Sepuluh pemuda itu kini sudah memenuhi meja kasir. Mereka menangkap basah Ahreum yang kini sedang berjongkok dibalik meja kasir bersama dengan Onew. Sepuluh pemuda itu langsung melancarkan protesnya pada Ahreum.

“Yah! Siapa itu?!” seru Xiumin.

“Ahreum, apa yang kalian lakukan dibawah sana?!” tanya Suho.

“Ahreum, siapa lelaki itu?!” seru Kai.

“Ahreum, kamu bilang tak ada laki-laki disini lalu siapa dia?!” panik Chanyeol.

“Ahreum, mengkhianati kita,” rengek Sehun.

Ahreum tak tahan dengan rengekan mereka. Akhirnya ia segera berdiri dan berkacak pinggang pada sepuluh pengawalnya. Ahreum sudah menunjukkan wajah kesalnya.

“Apa yang kalian lakukan disini?! Kenapa kalian kemari?! Apa kalian tak ada kerjaan sampai harus mengikutiku kesini?! Ohh biarkan aku bekerja dengan tenang disini,” seru Ahreum frustasi.

Sepuluh pemuda itu langsung memasang posisi siaga ala militer pada di depan meja kasir. Mereka cukup takut kalau melihat Ahreum marah.

“Semalam kamu yang menyuruh kami datang,” ujar Suho.

Ahreum menepuk keningnya sendiri. Ucapannya yang mengatakan kalau mereka harus melihat Jei disalah-artikan sebagai kalian-harus-datang-ke-tempat-kerjaku.

“Kalau kalian hanya mau menghabiskan waktu untuk menggangguku sebaiknya kalian pulang,” titah Ahreum.

“Ahreum, bagaimana bisa kau mengusir pelanggan? Apa mereka kenalanmu? Walaupun kamu kenal mereka dan tidak suka pada mereka kamu harus tetap bersikap profesional,” Onew menasihati Ahreum.

Mendengar teguran seniornya itu, Ahreum langsung membungkukkan badannya untuk minta maaf atas sikap tak sopannya. Ahreum kemudian berpaling menghadap sepuluh ‘pelanggannya’.

“Kalian mau pesan apa?” tanya Ahreum sambil mengumbar senyum terpaksa.

“Aku mau es krim,” sahut Sehun dan Tao berbarengan.

“Kalau aku mau hatimu,” ujar Kai sambil menunjukkan seringaiannya.

Ahreum berusaha keras untuk mempertahankan senyumannya. Ia juga menahan hasratnya untuk memukul Kai saat ini juga agar ia tak lagi mendapat teguran dari Onew. Setelah mengurus semua pesanan mereka -dan mengabaikan godaan-godaan yang mereka berikan – Ahreum pun meminta mereka untuk membayar. Sembilan pemuda itu kompak menoleh ke arah Kris.

“Jadi kalian memaksaku ikut hanya untuk merampokku? Bukankah kalian juga sudah punya uang sekarang,” protes Kris. Tapi ia tetap mengeluarkan uangnya dari saku celananya.

Ahreum mau tak mau kagum melihat perubahan para pengawalnya. Ia tentu ingat ketika pertama kali mengajak mereka naik kereta dan berbelanja, para pengawalnya itu tampak sangat memalukan dengan semua pengetahuan mereka yang terbatas. Tapi kini para pengawalnya itu bahkan sudah bisa bekerja paruh waktu dan berbelanja sendiri. Mereka bahkan sudah tahu nominal-nominal uang. Saat ini Ahreum merasa sangat bangga pada mereka.

“Kamu kenal mereka? Apa mereka sama seperti Luhan dan Baekhyun?” tanya Onew lagi setelah sepuluh pemuda itu pergi meninggalkan meja kasir dan duduk di bangku yang tak jauh dari kasir.

Ahreum mengangguk pelan. “Maafkan aku, Sunbae. Aku akan memastikan mereka tak membuat masalah disini,” ujar Ahreum.

Onew tersenyum pada Ahreum. “Wahh Ahreumi, popularitasmu sungguh luar biasa. Lihatlah mereka, mereka tak lepas terus memandangimu,” takjub Onew. “Aku penasaran, jika aku…,” Onew lalu merangkul Ahreum dan berbisik padanya, “…melakukan ini padamu..”

“Yah!!! Apa yang kau lakukan pada Ahreum!!!”

“Hei! Lepas tanganmu dari Ahreum!!”

“Menjauh dari Ahreum!!!”

Protes terdengar disana-sini. Onew malah tertawa mendengar seruan-seruan dari pengawal Ahreum itu.

“Abaikan saja mereka, Sunbae,” ujar Luhan yang membawa beberapa pesanan dari sepuluh rekannya itu.

“Maafkan sikap mereka, Sunbae,” sahut Baekhyun yang juga baru keluar dari dapur dengan nampan penuh makanan.

“Ahh kalau Jei ada disini pasti akan menyenangkan sekali,” ujar Onew. “Jei penasaran sekali dengan orang-orang yang tinggal denganmu itu.”

Ahreum memang sempat bercerita pada Jei kalau Luhan dan Baekhyun ‘menumpang tinggal’ dirumahnya. Bukan hanya mereka berdua saja, melainkan ada dua belas orang pemuda. Jei sendiri sangat antusias mendengar cerita Ahreum dan sangat ingin bertemu dengan mereka. Jei sangat penasaran seperti apa pemuda-pemuda yang tinggal dengan Ahreum. Saking antusiasnya Jei sampai menceritakannya pada Onew dan berpesan pada Onew untuk mengabarinya kalau pemuda-pemuda itu datang ke cafe. Tapi Onew melupakan pesan Jei tersebut. Onew sudah sangat menikmati menggoda pemuda-pemuda pencemburu itu dengan terus memancing emosi mereka.

.

.

.

Ahreum duduk sambil bertopang dagu. Berkali-kali kepalanya kehilangan keseimbangan dan terjatuh, berkali-kali pula Ahreum membuka matanya lebar-lebar dan kembali duduk tegak. Ahreum sangat mengantuk saat ini. Tapi ia harus tetap terjaga kalau tidak mau kena hukuman dari Miss Han yang tengah mengajar saat ini.

Bekerja setiap pulang sekolah sukses membuat energi Ahreum habis. Ia hampir tak memiliki waktu untuk istirahat. Karena ia tiba di rumah ketika hari sudah sangat malam dan harus bangun pagi-pagi agar bisa dapat kereta menuju sekolah. Mungkin memang seharusnya Ahreum menyuruh Kai untuk ber-teleport dari rumah ke sekolah, tapi Ahreum tak mau melakukan itu karena takut ada yang memergoki mereka. Dan hari ini Ahreum sudah mencapai puncak lelahnya.

Kris memandangi Ahreum yang berkali-kali menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan rasa ngantuknya. Tadi saja ketika di kereta, Ahreum sampai tidur dalam posisi berdiri. Tak tega melihat Ahreum yang sudah berada ‘di ambang surga dan neraka’ itu, akhirnya Kris berinisiatif untuk melakukan sesuatu.

Kris menuliskan sesuatu di selembar kertas. Kemudian ia menepuk pundak Ahreum untuk memberikan kertas itu padanya. Ahreum yang kaget langsung menyambar kertas dari Kris itu dengan malasnya.

Mau tukar tempat?

Ahreum memandangi kertas tersebut bingung. Kenapa Kris tiba-tiba menawarkan untuk tukar tempat? Ahreum pun membalas tulisan tersebut dan mengembalikan kertas itu pada Kris.

Aniyo. Wae?

Kris kembali menuliskan sesuatu di kertas itu dan memberikan kertas tersebut ke Ahreum.

Kalau kau tidur di belakangku, Miss Han tidak akan bisa melihatmu. Pindahlah agar kau bisa tidur disini.

Ahreum terkejut membaca tulisan Kris. Apa dia segitu kentaranya sampai Kris menyuruhnya untuk tukar tempat? Ahreum sudah bersiap hendak membantah Kris ketika…

“Kim Jongin!!!!” pekik Miss Han.

Seisi kelas tersentak kaget mendengar seruan Miss Han tersebut. Mereka semua kompak menoleh ke arah Kai, begitu juga Ahreum dan Kris. Kai baru saja mengangkat kepalanya dengan mata setengah terpejam. Kai tertidur di kelas.

“Kamu sudah bangun? Kalau sudah, dengar aku baik-baik. Skors untukmu selama satu jam sepulang sekolah!” sentak Miss Han.

Seisi kelas langsung hening. Mendengar ancaman Miss Han tersebut sukses membuat rasa kantuk Ahreum hilang. Ia tak boleh kena skors jika ingin tiba di tempat kerja tepat waktu, karenanya Ahreum langsung terjaga. Ia kembali menuliskan sesuatu di kertas yang tadi sempat tertunda sebelum mengembalikan kertas itu pada Kris.

Tak perlu. Aku sudah tak mengantuk. Aku tak akan bisa tidur kalau Miss Han mengawasiku dengan mata elangnya.

Kris hanya bisa tertawa dalam diam membaca tulisan Ahreum.

.

.

Luhan sedang membersihkan cangkir-cangkir kopi di salah satu meja ketika ada seorang perempuan menghampirinya. Luhan pun menghentikan aktivitasnya untuk menyambut pelanggan tersebut.

“Selamat siang, Nona. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Luhan ramah.

“Ne, aku mau tanya-tanya sebentar apa boleh?” sahut perempuan tersebut. Ketika Luhan mengangguk perempuan itu menunjukkan ponselnya pada Luhan. “Apa aku boleh minta nomor teleponmu?”

Luhan memandangi ponsel perempuan itu bingung. Ia ingat Ahreum pernah menunjukkan benda yang mirip ketika mereka pertama bertemu. Sampai saat ini saja yang Luhan ketahui mengenai ponsel tersebut adalah benda itu bisa menghubungkan Ahreum dengan rumah. Dan kini yang Luhan pertanyakan adalah apa dari maksud perempuan itu minta nomor teleponnya.

“Maaf kalau aku terlihat tidak sopan. Tapi aku hanya ingin mengobrol denganmu. Karena itu aku mau minta nomor teleponmu. Itu juga kalau boleh,” ujar perempuan itu salah tingkah.

Kini Luhan tahu apa maksud dari perempuan itu, ingin agar bisa lebih dekat dengan dirinya. Luhan teringat akan jawaban yang selalu Onew ucapkan setiap ada pelanggan yang mendekatinya. Luhan pun akhirnya menunjukkan senyumnya pada perempuan itu.

“Maaf, tapi aku sudah punya seseorang,” Luhan meniru ucapan Onew. Itu tak sepenuhnya bohong. Memang Luhan sudah memiliki Ahreum, jadi untuk apa berdekatan dengan perempuan lain.

Perempuan itu tampak shock dan terluka. Luhan lalu meninggalkan perempuan itu untuk kembali ke dapur setelah tak lupa untuk membungkukkan badannya pada perempuan tersebut.

Ahreum yang melihat kejadian itu dari sudut ruangan hanya bisa merasa kasihan pada perempuan tersebut. Ahreum kemudian menoleh ke arah Baekhyun yang tengah melayani pelanggan di meja kasir.

“Oppa, apa nanti malam kamu ada acara? Kalau kamu tak ada acara, apa kamu mau datang ke tempatku?”

Ahreum memandangi gadis itu takjub. Pelanggan yang tengah merayu Baekhyun ini bahkan lebih muda dari Ahreum, tapi Ahreum merasa kalau ucapannya frontal sekali. Bagaimana bisa anak SMP seperti dia mengajak Baekhyun untuk main ke tempatnya. Ahreum kini sangat mengantisipasi penolakan apa yang akan Baekhyun berikan pada gadis tersebut.

“Maaf, Nona. Tapi pulang kerja nanti aku harus mengantarkan seseorang pulang,” tolak Baekhyun dengan tak lupa menjaga senyumnya.

“Seseorang?? Yeojachingu??” tanya gadis itu. Ia terdengar tak terima dengan penolakan Baekhyun. Dan Baekhyun mengangguk sambil tersenyum, membuat gadis itu jadi makin keki.

Rasa kau bocah! Seenaknya saja menggoda pengawalku, seru Ahreum dalam hati. Ahreum tersenyum puas melihat penolakan Baekhyun.

Hari ini entah sudah ke berapa kali kedua pemuda itu menolak pelanggan perempuan yang datang ke cafe ini. Ahreum sendiri tak begitu mengerti kenapa dua pemuda itu menolak perempuan-perempuan tersebut. Tapi Ahreum cukup puas melihat para pengawalnya itu tak menanggapi godaan yang datang pada mereka.

“Mereka cukup populer, ne,” tegur Jei. Ia menyenggol lengan Ahreum dan menyadarkan Ahreum dari lamunannya.

“Popularitas mereka di sekolah juga luar biasa. Aku tak tahu apa yang membuat mereka bisa populer begitu,” sahut Ahreum yang sudah kembali melanjutkan aktivitasnya.

“Kamu tak tahu atau tak sadar? Sudah jelas penampilan serta sikap mereka lah yang membuat mereka populer. Mereka tampan, mempesona, baik…,”

“Ohh Eonni, sebagai orang yang setiap hari melihat mereka, aku tahu persis seperti apa mereka,” sela Ahreum.

“Oh ya? Seperti apa?” pancing Jei.

Ahreum berpikir sejenak. Ia memang telah lama tinggal dengan Mastermind dan Knight karenanya ia tahu persis kalau mereka itu tak lebih dari segerombolan anak TK yang tak pernah mau lepas dari dirinya. Walau terkadang bersikap layaknya seorang ‘gentleman’ tapi mereka lebih sering memancing emosi Ahreum. Walau selalu membuat kesabaran Ahreum habis, tapi mereka adalah anak-anak yang lucu yang selalu bisa membuat Ahreum tersenyum melihat tingkah mereka.

“Apa kamu begitu menyukai mereka sampai tak menemukan apa kekurangan mereka?” tegur Jei ketika Ahreum tak kunjung menjawab pertanyaannya. Jei kini tersenyum puas melihat Ahreum yang sudah salah tingkah akibat ucapannya.

Aniyo, eonni. Aku hanya…,” sahut Ahreum panik.

“Hahahaha, aku tahu Ahreum. Aku hanya bercanda. Jangan dianggap serius begitu,” Jei kembali tertawa. “Ohh Ahreum, kamu terlalu polos dan tidak peka. Bagaimana bisa kamu tak merasakan pada siapa perasaan mereka tertuju. Dan kamu menyebut dirimu sebagai orang terdekat mereka.”

Kali ini Ahreum memandangi Jei bingung. Tapi Jei tidak melanjutkan ucapannya. Ia malah mengalihkan perhatian Ahreum dengan mengatakan bahwa ia ingin sekali bertemu dengan sepuluh pemuda lain yang juga tinggal bersama Ahreum.

.

.

.

Sepulang dari cafe, Ahreum berjalan bersama Luhan dan Baekhyun menuju rumah. Kedua pemuda itu berjalan berdampingan di belakang Ahreum dan membuat Ahreum menjadi tidak nyaman dengan sikap mereka. Ahreum pun berbalik menghadap keduanya sambil berkacak pinggang.

“Sudah berapa kali kubilang untuk jangan jalan di belakangku. Kalian benar-benar terlihat seperti pengawalku kalau seperti itu,” gerutu Ahreum. Ia lalu menggamit lengan Luhan dan Baekhyun agar mereka berjalan disampingnya. “Kalau seperti ini kan lebih terlihat seperti teman,”

Luhan dan Baekhyun saling berpandangan begitu mendengar ucapan Ahreum. Menjadi lebih dekat dengan Ahreum -lebih dari siapapun- memang menjadi keinginan mereka. Tapi mereka tak ingin kalau Ahreum menganggap mereka seperti pengawal atau teman. Mereka ingin lebih dari itu.

“Ohh! Ada pertunjukkan! Kita mampir kesana dulu sebelum pulang, ne?” riang Ahreum. Ia kemudian berlari ke arah kerumunan orang yang tengah menonton sebuah pertunjukan.

Luhan dan Baekhyun memilih untuk tidak mengikuti Ahreum dan hanya berdiri di tempat mereka untuk mengamati gadis yang kini sudah berlompat-lompat agar bisa melihat pertunjukan tersebut lebih jelas.

“Teman, huh,” ujar Luhan.

“Setidaknya lebih baik daripada pengawal,” sahut Baekhyun.

“Kapan dia akan melihat kita sebagai lawan jenis. Ia bahkan sudah tak peduli lagi kalau kita menerobos kamarnya. Kurasa ia nyaris lupa kalau kita lelaki dan dia perempuan,” ujar Luhan lagi.

“Memang Kris Hyung belum menjelaskannya pada Ahreum, mengenai misi kita?” tanya Baekhyun.

“Sudah pernah. Tapi Ahreum tak menanggapi serius ucapannya. Apa kamu tahu betapa frustasinya Dduizhang belakangan ini,” sahut Luhan. “Kalau Suho? Apa sudah pernah menjelaskan misi kita pada Ahreum?”

Baekhyun menggelengkan kepalanya. “Suho Hyung bilang ia pernah cerita pada Ahreum. Tapi sepertinya Ahreum tak menyimaknya. Bagaimana ini? Kalau seperti ini terus entah kapan Ahreum bisa menemukan pendampingnya.”

“Kita tetap harus berusaha untuk membuat Ahreum jatuh cinta dengan salah satu di antara kita. Baru setelah itu kita bisa membawa Ahreum kembali ke Exoland dan menyingkirkan raja Xenos,” ujar Luhan.

Baekhyun pun mengangguk-angguk setuju akan ucapan Luhan.

Sejak mereka, Knight dan Mastermind, dilahirkan, memang mereka sudah ‘diprogram khusus’ untuk hanya setia pada keturunan raja Janus. Karenanya sudah menjadi cita-cita mereka untuk menjadi pendamping dari putri Raja Janus. Tapi kini setelah mengetahui kalau Putri Ara sudah tiada, membuat Knight dan Mastermind muda ini berubah haluan yaitu menjadikan Ahreum sebagai dedikasi mereka. Karena mereka tahu persis kalau hanya keturunan raja Januslah yang berhak menduduki istana Exoland.

“Kita harus segera membuat Ahreum mencintai kita sebelum ia mencintai manusia lain.”

“Hyung, memangnya kamu sudah mencintai Ahreum?” tanya Baekhyun.

Luhan menoleh ke arah Baekhyun, tapi ia segera kembali menatap Ahreum yang kini berjinjit-jinjit di belakang kerumunan. “Kurasa aku tak bisa mengabaikannya. Walau sudah berkali-kali mengacuhkannya, tapi ia selalu menarikku untuk meyukainya.”

“Berarti hanya D.O. saja yang belum tergoda.”

Luhan kembali menoleh ke arah Baekhyun. “Kamu mengharapkan kita semua mencintai Ahreum? Apa kamu ingin mendapat banyak saingan atau apa? Aku sih senang kalau ada yang tidak memiliki perasaan yang sama sepertiku.”

“Bukan begitu. Aku hanya merasa akan lebih menyenangkan kalau semuanya berusaha merebut hati Ahreum. Misi ini akan terasa lebih seru.”

.

.

.

.

.

bee

The ninth chapter is out!!!.

ada yang kenal sama Jei Fiestar disini?? kenalan dulu sama Jei Fiestar, 89line samaan ama Onyu.. jei

bee suka ama dia sejak liat dia di romantic and idol.. waktu di fiestar sih ga terlalu mencolok (cantik sih, tapi cuma sebatas itu) pas liat di r&i ya ampuuun itu anak lucu banget *wajib nonton R&I S1*… btw disini banyak banget yang ga kebagian scene -____-

btw disini BAEKHYUN BEREDAR lohhh!! setelah sekian lama cuma dapet sepatah-dua patah kata,, sekarang disini dia dapet banyak scene.. kekeke gantian sama yg lain.. oia kalo ada namja lain yang nanti bakal jadi saingan exo enaknya siapa yaa?? bee sih kepikirannya Park Hyungsik ZE:A atau Jinyoung B1A4.. silakan sumbangkan nama idol yang kalian suka 😀
thanks for your attention!! annyeong!!

beedragon_art all right reserved

Advertisements
FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | Chapter 9 – I Got A Friend | PG15

18 thoughts on “FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | Chapter 9 – I Got A Friend | PG15

  1. quorralicious says:

    aku juga tau aku tau aku tau Jei jg pas di romantic and idol, cm aku ga trlalu suka dia abisnya bkin jaebum patah hati disana, hiks
    serulah makin banyak karakter baru dsni, meski bee paati ga bales komentku, pkonya jjang bee!! suka bngt !!!

  2. akhirnya ahreum punya temen juga…
    semoga dengan ini ahreum bisa tambah bahagia.
    wa wah wah aku sih pengennya ahreum suka ama kai(?) tapi ama kris juga cocok.
    pemeran cowok? aku pilih jinyoung ^^

  3. Nely says:

    Uwdach brapa lma aq gk maen ke planet ini???
    Jdi kangen deh sma penghuninya…
    Maklum sdah kls 9,, lgi sbuk”nya dg try out,ujian praktik And ngadepin UN.. Yg mengharuskan aq berkutat(?) dg buku” yg membosankan…. Lama” kpala ku bsa botak,, krna blajar truuus #curcol
    ad wktu senggang.. Maen ke planet ini..
    Bca FF’nya bee eonni..byar stres’nya hilang…

    Waaah Si putri ahreum sdah punya temen rupanya…
    Si Luhan uwdach jtuh cinta sma ahreum…
    N’ D.O sma skali blum terbuka hti’nya untuk ahreum??
    Jdiii pnasaran sma klanjutanya..
    Ini konflik’nya blum bgitu kliatan ya eonn??
    Raja xenos gitu namanya?? -___-” blum ngambil tindakan sdikit pun untuk menyelakai ahreum???

    1. waaahhh yang udah tingkat akhir… belajar yang rajin ya dek..
      jangan baca FF mulu.. bacanya kl udah selesai ujian aja..
      aku doain ujian kamu lancar ya 😀

      disini konflik belum ada dear.. masih jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuh banget..
      jadi kamu fokus aja ama ujian kamu.. ntar jg ga ketinggalan banyak kok pas kamu udah selesai ujian 😀

      FIGHTING NE!!!

  4. xia says:

    waah aku suka part ini >.< akhirnya baekhyun dapet banyak part '-' btw, buat saingan exonya mending member B.A.P deh..himchan aja 😀

  5. velyamaya says:

    *komen lagi* enaknya exo saingan sama anak-anak Boyfriend aja xD atau gak sama superjunior biar sama banyak gitu membernya

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s