FF – Into Your World, Angel | Baekhyun Story | PG15


baekhyun

Title : Into Your World, Angel

Subtitle : (Rose/장미) The Withered Rose

Author : beedragon

Cast:

BaekHyun EXO as Baekhyun (Sang Penjemput Surga)

Shim JangMi (OC)

Other Cast:

Suho EXO as Suho (Pemimpin surga)

Genre : Fantasy, Life, Angst

Length : Oneshoot (Series Short Story)

Rating / pairing : PG15 / Straight

Summary : Sang Penjemput. Adalah malaikat yang bertugas menjemput jiwa manusia dan membawanya ke tempat dimana mereka akan melanjutkan kehidupannya sesudah mati, entah itu di surga atau neraka. Ini adalah kisah dari Sang Penjemput dalam menjalankan tugasnya.

Disclaimer : This is only fiction. This is only Bee imagination. All of the character aren’t mine. I Do Own This Fiction so Do Not Copy Paste Without My Permission and Don’t Be Silent Reader

Backsound Song : EXO – Into Your World (Angel), Taylor Swift – The Moment….. I Knew

The Withered Rose

*

*

*

Hari sudah menjelang senja. Matahari perlahan-lahan kembali ke peraduannya dan meninggalkan semburat kemerahan di langit. Semua orang sibuk berlalu lalang untuk kembali ke tempat tinggal mereka, meninggalkan aktivitas yang sudah mereka lalui hari ini.

Tampak di salah satu sudut kota Seoul, ada seorang pemuda yang tergesa-gesa menuruni tangga subway. Ia sedang mengantri di depan mesin karcis ketika ponselnya berbunyi.

BaekHyun Oppa!! Dimana kamu??” jerit si penelepon pada pemuda itu.

BaekHyun sampai harus menjauhkan ponselnya dari telinganya untuk mengurangi kencangnya suara si penelepon. BaekHyun tahu saat ini mood si penelepon pasti sedang buruk, karenanya BaekHyun harus mengalah padanya.

“Aku sudah di subway, JangMi-ya. Tunggu sebentar yaa,” sahutnya pelan.

BaekHyun menjepit ponselnya dengan bahu dan telinganya kemudian ia menggunakan tangannya untuk merogoh saku celananya, sementara tangan yang lain menenteng kantung plastik berisi kue dan kado.

Oppa tahu hari ini hari apa kan??” tanya si penelepon, JangMi.

“Hari ulang tahunmu,” sahut BaekHyun yang sudah berhasil mengeluarkan dompetnya dari saku.

Oppa tahu kan hadiah apa yang harus kau bawa untukku? Aku sudah dua puluh tahun sekarang. Aku sudah dewasa lohh,” ujar JangMi dengan nada yang manja.

“Ya, kau sudah dewasa. Gadis dewasa yang yang bahkan tak tahu cara memakai eyeliner,” gurau BaekHyun.

Aahh Oppa, aku serius,” JangMi merajuk. Kamu tahu kan tradisinya? Hadiah yang harus diberikan untuk anak yang menginjak usia dua puluh tahun??”

Tiba giliran BaekHyun untuk membeli karcis. Ia lalu mengeluarkan kartu kreditnya dan menggesekannya di mesin karcis. BaekHyun lalu memasukan stasiun tujuan dan akhirnya karcis pun ia dapatkan.

Yoboseyo?? Oppa?? Kau mendengarkanku tidak?? Kau sudah membelinya kan??” gerutu JangMi.

“Sudah, JangMi. Aku sudah membelikanmu parfum paling manis yang pernah kamu minta padaku dulu. Parfumnya Girls’ Generation,” ujar BaekHyun seraya tersenyum simpul pada ponselnya –walau percuma karena mereka tidak sedang video call.

Lalu bunga mawarnya?” tanya JangMi.

BaekHyun terdiam. Ia melihat ke kantung belanjaan di genggamannya. Disana sudah ada kue ulang tahun serta parfum. Tidak ada bunga mawar disana. BaekHyun pun panik.

“Bunga mawar?? Bukannya kamu adalah bunga mawar? Untuk apa mendapatkan bunga mawar lagi? Nanti bunga mawarnya cemburu melihat ada mawar secantik dirimu,” rayu BaekHyun.

Ia melirik jam tangannya. Masih ada sepuluh menit lagi untuk mencari bunga mawar bagi kekasihnya yang manja itu. Akhirnya BaekHyun memutuskan untuk berlari keluar subway dan mencari toko bunga terdekat.

Oppa, itu sudah tradisi. Kau tahu kan. Anak yang menginjak usia dua puluh tahun akan mendapatkan tiga hadiah yaitu parfum, mawar dan ciuman,” protes JangMi.

BaekHyun membayangkan kalau JangMi saat ini pasti sedang menghentak-hentakkan kakinya kesal. BaekHyun pun terkikik geli membayangkan tingkah kekasihnya itu.

Pokoknya bawakan aku tiga hal itu. Oppa apa kau tahu, aku sudah menyelamatkan ciuman pertamaku untukmu. Jadi berterima kasihlah padaku dan penuhi tradisinya,” ujar JangMi.

“Arraseo. Gomawo, JangMi-ya. Tunggu aku ya,” sahut BaekHyun sebelum memutuskan sambungan telepon mereka.

BaekHyun akhirnya menemukan sebuah toko bunga. Angel’s flower namanya. BaekHyun segera memasuki toko tersebut dan menemui penjaga toko.

“Bunga mawar dua puluh,” pinta BaekHyun sambil mengatur napasnya. “Tak perlu dihias terlalu cantik. Aku sedang terburu-buru.”

Sambil menunggu, BaekHyun memperhatikan si penjual bunga yang mulai merias buket bunganya. BaekHyun baru menyadari kalau beberapa bunga mawar yang dikeluarkan penjual bunga ini layu.

“Hei, bunganya ada yang layu,” protes BaekHyun.

Si penjual bunga terlihat merasa bersalah pada BaekHyun. Ia lalu membungkukkan badannya sebagai bentuk permintaan maafnya. “Maaf Tuan. Kami hanya punya bunga mawar sisa kemarin. Untuk bunga yang masih segar baru akan tiba sekitar sejam lagi.”

BaekHyun makin panik mendengarnya. “Mwo?? Sejam lagi?? Andwae! Aku harus segera membawa mawarnya sekarang, kalau tidak pacarku akan marah padaku.”

BaekHyun berusaha memikirkan cara agar ia tetap bisa membawa bunga mawar pada JangMi. Ia pikir ia tak mungkin mencari toko bunga lain, ia juga tak mungkin menunggu sejam lagi sampai bunga yang baru datang.

JangMi hanya butuh mawar kan? Kurasa tak apa-apa kalau mawarnya ada yang layu, pikir BaekHyun.

“Baiklah, tak apa-apa. Pakai saja bunga yang ada. Kau harus membuatnya terlihat seperti bunga baru,” BaekHyun akhirnya membuat keputusan.

Setelah mendengar perintah BaekHyun, si penjual bunga langsung membungkus bunga untuk BaekHyun. Ia menambahkan bunga baby breath di sekitar mawar untuk menutupi kelopak mawar yang tampak layu. Kemudian ia membungkus bunga itu dengan kertas minyak warna putih dan kain satin putih. Setelah buket bunganya rapi, BaekHyun langsung mengeluarkan uangnya untuk membayar.

“Maaf, Tuan. Tapi apa ada uang pas saja. Kami baru buka jadi belum punya kembalian,” ujar si penjual bunga.

BaekHyun mengecek uang di dompetnya. Ia hanya memiliki tiga lembar 100 won, sementara harga bunganya itu 75 won. Dan BaekHyun hanya memiliki waktu empat menit untuk tiba di subway.

“Ambil saja kembaliannya. Aku sedang buru-buru. Terima kasih bunganya,” ujar BaekHyun.

BaekHyun kembali berlari dengan kekuatan penuh menuju subway dan tidak sempat mendengar seruan terima kasih dari si penjual bunga. Sesampainya di subway ia melihat ada nenek-nenek yang membawa banyak barang sedang menaiki tangga subway hendak keluar. BaekHyun pun memutuskan untuk membantu nenek itu. Ia membawa semua barang sang nenek ke atas, kemudian menuntun si nenek sampai tiba di atas.

Begitu BaekHyun mengecek jamnya, subway yang akan dinaikinya sudah tiba. BaekHyun segera berlari turun dan melompati palang pintu. Ia terus berlari sampai akhirnya ia berhasil masuk ke dalam subway.

BaekHyun menghempaskan dirinya di bangku sambil berusaha mengatur napasnya. Kakinya terasa lemas karena terlalu banya berlari serta naik turun tangga. Ia mengecek bunga mawarnya, yang untungnya masih utuh, walau sedikit berantakan. Dengan telaten BaekHyun merapikan kembali susunan bunganya. BaekHyun juga mengecek kue dan kadonya yang juga dalam keadaan aman-aman saja.

Biip biip

Ponsel BaekHyun berbunyi tanda ada pesan masuk.

From. ♥My JangMi♥

Oppa kau menyebalkan! Kalau kau tidak tiba dalam sepuluh menit maka aku akan benar-benar marah :]x

BaekHyun tersenyum simpul membaca pesan dari JangMi. Baru ia akan membalas pesan itu, sudah ada pesan baru dari JangMi lagi yang masuk.

From. ♥My JangMi♥

Lupakan mawarnya!! JangMi sekarang benar-benar sudah marah. JangMi benci Oppa (Q╰_╯)==○☆(x,☉”)

BaekHyun tertawa melihat emoticon yang dikirim JangMi. Tapi ia segera menutup mulutnya dan melihat ke sekeliling, takut ada yang terganggu dengan suara tawanya. Seorang kakek yang duduk di sebelah BaekHyun memilih untuk pindah ke ujung gerbong. Dan BaekHyun tersentak kaget karena di tempat yang tadi kakek itu duduki sudah ada seorang pemuda berpakaian serba putih duduk disana, seolah kakek itu tadi menduduki pemuda itu. Pemuda itu memamerkan senyumnya pada BaekHyun, senyum paling sempurna yang pernah dilihat BaekHyun.

BaekHyun tentu saja takut melihat pemuda itu. Karena pemuda itu tadi tampak seperti tembus pandang.Pemuda itu tersenyum semakin lebar pada BaekHyun. Ia kemudian bergeser mendekati BaekHyun, dan itu terlihat seolah pemuda itu melayang ke arahnya. BaekHyun pun bergerak mundur menjauhi pemuda itu -dan berakhir terperangkap di pojok bangku.

“Aku sudah tahu kalau kau ini spesial,” kata pemuda itu.

“Si..siapa kau??” bisik BaekHyun agak sedikit takut.

Pemuda itu kemudian membungkukkan badan dan memperkenalkan dirinya pada BaekHyun. “Aku Suho, pemimpin para penjemput dari surga.”

“Penjemput.. dari surga? Apa kau mengenalku?”

Suho itu mengangguk. “Kamu Byun Baekhyun, 22 tahun, bekerja sebagai guru vokal dan sedang dalam perjalanan untuk bertemu dengan Shim JangMi bukan? Tapi sayangnya kau tak bisa menemuinya hari ini.”

BaekHyun memandangi pemuda itu bingung. Rasa takutnya kini sudah menghilang digantikan rasa penasaran.

“Hari ini adalah hari terakhir kamu mendengar suaranya. Karena sekitar setengah jam lagi kamu akan ikut aku menjadi sang penjemput.”

“Maksudnya??” bingung BaekHyun.

“Kau akan ikut aku ke surga.”

Tiba-tiba sepasang sayap putih muncul di punggung Suho. BaekHyun shock melihatnya sementara Suho tersenyum melihat reaksi BaekHyun.

“Apa kau ini semacam malaikat maut??” tanya BaekHyun takut-takut.

“Bisa dibilang begitu. Kereta ini akan terbakar dan semua orang disini juga akan dijemput oleh masing-masing malaikat yang bertugas, entah itu ke surga atau neraka,” Suho menunjuk ke sekitarnya.

BaekHyun menoleh ke sekelilingnya. Di peron yang dinaiki BaekHyun, tampak mendadak penuh oleh orang-orang makhluk berpakaian hitam juga putih. BaekHyun jadi mual melihatnya, menyadari kalau ini akan menjadi akhir dirinya.

Aku…akan mati?

Tak ada yang terlintas dipikiran BaekHyun selain bunga mawar dan kado untuk JangMi. Bahkan sebelum ia menghadapi akhir hidupnya, BaekHyun sudah merasa kehilangan. Ia kemudian meraih ponselnya dan mulai membalas pesan JangMi. Ini adalah hal terakhir yang bisa ia lakukan pada JangMi.

To. ♥My JangMi♥

JangMi-ya, bagaimana ini? Bagaimana kalau aku tidak bisa datang? Apa yang akan kau lakukan kalau aku tidak bisa datang? 😥

Balasan dari JangMi segera masuk ke ponsel BaekHyun.

From. ♥My JangMi♥

Aku akan membencimu, Oppa. ㅋㅋㅋㅋ cepatlah datang!

BaekHyun memandangi ponselnya nelangsa. Ia melihat Suho penuh harap, berharap Suho akan melepaskan dirinya. Tapi Suho hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pada BaekHyun. BaekHyun menundukkan kepalanya semakin dalam. Ia kembali membalas pesan JangMi dengan mata yang sudah berlinang-linang.

To. ♥My JangMi♥

JangMi-ya, berjanjilah padaku kalau kau akan menjadi putri yang baik bagi orangtuamu. Jangan menangis sendirian ketika aku tak ada. Oh JangMi apa yang bisa kau lakukan tanpaku?

Biip biip

From. ♥My JangMi♥

Yang kulakukan jika kamu tak ada tentu saja merindukanmu ㅠㅅㅠ

BaekHyun mulai menangis. Terlalu banyak yang ingin dia lakukan di bumi ini, tapi takdirnya berkata lain. Ia masih ingin memberikan bunga mawar dan parfum itu pada JangMi. Ia juga ingin memberikan ciuman pertama yang JangMi idam-idamkan. BaekHyun belum ingin mati.

To. ♥My JangMi♥

Bunga mawar yang kubeli ternyata layu. Kamu tak marah kan??

BaekHyun menyertakan foto bunga mawar dan parfum dalam pesan singkat tersebut. Semua orang di kereta tentu saja bingung melihat BaekHyun yang tiba-tiba menangis tersedu-sedu dan lalu memfoto semua barang bawaannya. BaekHyun hanya ingin memberitahu pada JangMi pesan terakhirnya.

From. ♥My JangMi♥

Kenapa layu?? Apa kau tak bisa membeli bunga yang masih baru?? Ahh Oppa kenapa kamu seperti ini??

“Sampaikan pesan terakhirmu padanya. Karena sekarang sudah saatnya kita pergi,” sela Suho.

BaekHyun makin terisak mendengarnya. Dengan tangan gemetar ia menuliskan pesan terakhirnya pada JangMi, kekasihnya.

To.♥My JangMi♥

JangMi-ya kereta yang aku naiki terbakar. Aku tak yakin apakah bisa sampai di tempatmu atau tidak. Kalau aku tidak bisa melihatmu lagi setelah ini, kuharap kau mau memaafkanku. Maaf aku tak bisa membawakanmu tiga hadiah yang kau inginkan. Aku mencintaimu JangMi.

Selesai mengirimkan pesan terakhirnya pada JangMi, BaekHyun mengangkat wajahnya dan menatap Suho di hadapannya. Perlahan terdengar suara ribut-ribut orang yang panik dari gerbong depan. Semuanya berlari ke gerbong BaekHyun. Dari gerbong depan tersebut BaekHyun melihat api sudah berkobar dan perlahan menjalar mendekati gerbong yang ia naiki.

Beberapa orang mencoba menyelamatkan diri mereka dengan memecahkan kaca jendela dan melompat keluar. BaekHyun melihat ketika orang-orang itu keluar, makhluk yang sama seperti Suho juga ikut terbang mengikuti mereka. BaekHyun bahkan tak berniat beranjak dari tempatnya. Karena lari kemanapun juga ia tetap akan mati.

“Kau sepertinya sudah siap,” tegur Suho.

“Aku akan ke surga kan?” tanya BaekHyun penuh harap.

“Kau akan menjadi sepertiku. Menjadi salah satu penjemput surga,” sahut Suho.

Suho lalu memegang puncak kepala BaekHyun dan melakukan rutinitasnya sebelum menarik keluar jiwa manusia.

Heartless mindless, no one who care about me,

Dan BaekHyun pun pergi dari dunia JangMi untuk selamanya. Satu hal yang BaekHyun tak pernah tahu adalah balasan pesan singkat terakhir dari JangMi.

.

.

“Aaaaaaaaarghhhh!!!!” Jeritan BaekHyun memenuhi aula surga.

Saat ini Suho sedang melakukan rutinitasnya sebagai pemimpin sang penjemput surga, yaitu membersihkan hati dan pikiran dari malaikat baru. Dan kali ini ia sedang membersihkan BaekHyun yang baru bergabung di surga.

“Kau mengambilnya?? Kau mengambil ingatanku tentang.. tentang.. JangMi?” tanya BaekHyun.

“Lupakan masa lalumu. Kamu sudah terlahir menjadi Sang Penjemput. Tugasmu hanyalah menjemput manusia ke surga. Selain itu kamu harus melupakan hal-hal yang bisa merusak kewajibanmu,” sahut Suho.

Suho kemudian memanggil D.O. dan menyuruh BaekHyun untuk ‘training’ dengannya.

“Kau tahu kenapa Eden memilihmu, BaekHyun?” tanya Suho sebelum BaekHyun pergi.

BaekHyun menggeleng menjawab pertanyaan Suho. Bagaimana ia bisa tahu kenapa ia bisa dipilih untuk menjadi malaikat penjemput?

“Karena kau terlalu baik, BaekHyun. Seperti bunga mawar yang harus segera dipetik agar bisa memberikan kebahagiaan bagi orang-orang, seperti itulah dirimu. Kamu segera diangkat ke surga agar kau tidak menjadi layu dan mati sia-sia. Sekarang jalanilah kehidupanmu yang baru ini dengan semangat yang kau punya dulu.”

BaekHyun tersenyum simpul karena ucapan Suho. Ia sudah sepenuhnya melepaskan dirinya dari kehidupan manusianya. Karena dirinya sekarang sudah akan menjalani kehidupan yang baru, dimana dirinya akan menjemput jiwa-jiwa manusia untuk menikmati kebahagiaan di surga. Meskipun ia pasti tetap akan merindukan JangMi.

.

.

From. ♥My JangMi♥

Oppa, maafkan aku juga. Aku sudah merepotkanmu. Tapi kumohon jangan bicara mengerikan seperti itu. Karenanya segera datang agar aku bisa segera memeluk dirimu. Aku juga mencintaimu.

*

*

*

*

(end of Baekhyun story)

bee

into Your World, Angel – Baekhyun Story

ㅋㅋㅋㅋ

Akhirnya lanjut juga nih series.. Dan lagi-lagi urutannya ngaco nihh,, pdhl kl ngikutin polling yang harusnya tayang abis Chen itu ya si jangkung creepy (read:Chanyeol). Tapi bee bingung sama ceritanya si yeol. Jadinya stuck again dehh..

Hokehh mudah-mudahan malaikat selanjutnya gak lama proses pembuatannya ya amin (•˘ʃƪ˘•)

Akhir kata bee ucapkan terima kasih buat yang udah setia nungguin series ini (juga buat yang udah nagih2 kelanjutannya) bikin bee jadi semangat buat lanjutin series ini. Maaf kalo ceritanya kurang memuaskan dan kurang menyesakkan dan kurang drama dan kurang nampol dan kurang segala-galanya -_____-

Sekian dan terima kasih dan jangan lupa baca ma kisah2 malaikat2 lainnya yaa (Luhan, Sehun, Xiumin, Kai, Tao, Suho, chen)
thanks for your attention!! annyeong!! 너무너무 고마웡~~ 뿅!

beedragon_art all right reserved

Advertisements
FF – Into Your World, Angel | Baekhyun Story | PG15

20 thoughts on “FF – Into Your World, Angel | Baekhyun Story | PG15

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s