FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | Chapter 4 – God Bless Ahreum | PG15


CHAPTER4

Title : Beautiful Life

Subtitle : Chapter 4 – God Bless Ahreum

Author : beedragon

Cast:

Areum T-ara as Lee Ahreum

EXO member

Genre : Fluff, Romance, Fantasy, Life,

Length : Multichapter

Summary : Life is not beautiful for Ahreum. But that thought has changed since the boys from Exoland came. All of that miserable life change to beautiful life.

Disclaimer : This is only fiction. This is only Bee imagination. All of the character aren’t mine. I Do Own This Fiction so Do Not Copy Paste Without My Permission and Don’t Be Silent Reader

Backsound Song : EXO – Into Your World (Angel)

Chapter 4 | God Bless Ahreum

.

.

.

.

God bless Ahreum

.

.

Ahreum terbangun dari tidurnya. Ia kembali bermimpi aneh hari. Kemarin ia bermimpi ada enam orang pria tampan yang muncul dari ruang bawah tanahnya dan menyatakan kalau mereka, sang Mastermind adalah jodoh Ahreum. Tapi Ahreum segera menyadari kalau itu bukan mimpi, karena yang namanya Mastermind itu benar ada. Dan hari ini Ahreum bermimpi lebih aneh lagi. Ia mimpi ada enam orang pemuda tampan lain yang menyebut diri mereka sebagai Knight, takdir Ahreum.

Ahreum memandangi kamarnya, mengira kalau ia akan menemukan Mastermind atau Knight di sekitar kasurnya, tapi nihil tak ada kehadiran mereka disana. Ahreum menghela napas lega. Hanya mimpi Ahreum, kamu masih sendirian disini. Oh well mungkin tidak, karena ada Mastermind disini.

Baru saja Ahreum akan kembali tidur lagi ketika ia mendengar suara ribut-ribut diluar. Ahreum mengerang pelan. Jadi itu semua bukan mimpi! batinnya menjerit.

Ahreum akhirnya keluar dari kamarnya mencari tahu apa penyebab ribut-ribut diluar. Begitu keluar kamar ia segera disambut dengan pemandangan Suho sedang menggaruk-garuk punggung Sehun.

“Iya Hyung, disana. Auww gatal Hyung. Aku kenapa, Hyung?” rengek Sehun.

Ahreum memandangi mereka bingung. Lalu ia mendengar suara-suara yang aneh di sisi kanannya.

“Ahh.. Yaa disana.. Uwwhh, hhah..terus.. Terus.. Ahhh… Uwyeahh ahh.”

Ternyata Chen juga melakukan hal yang sama seperti Suho-Sehun pada Xiumin. Xiumin tampak sudah setengah telanjang, siapapun yang melihat mereka pasti akan salah paham. Termasuk Ahreum.

“Apa yang kalian lakukan!!!” seru Ahreum.

Chen terlonjak kaget dan langsung berhenti menggaruki punggung Xiumin. Ahreum memandangi sekelilingnya. Hampir semua Knight sedang menggaruki badan mereka, Chanyeol bahkan sudah menggosok-gosokkan badannya di dinding. Lay, Luhan, Xiumin dan Tao juga sama. Ahreum bingung melihat mereka. Ada apa dengan pemuda-pemuda itu. Mereka semua tampak sangat ‘gatal’.

“Kenapa mereka?” tanya Ahreum pada Kris.

“Sepertinya serangan serangga, entahlah aku tak tahu,” sahut Kris yang sedang menggaruki punggung Tao.

Ahreum memandangi mereka satu persatu. Akhirnya ia mengerti kenapa mereka semua gatal-gatal. Semuanya memakai baju milik ayah Ahreum yang sudah belasan tahun tersimpan di loteng, sudah pasti badan mereka akan gatal-gatal. Ahreum melihat hanya Kris dan Chen saja yang masih memakai piyama yang ia berikan kemarin. Semua tampak masuk akal sekarang. Ini sudah pasti karena baju ayahnya.

“Kurasa kalian gatal-gatal karena baju itu. Sebaiknya kalian buka baju kalian,” titah Ahreum.

Mendengar perintah Ahreum, Kai langsung melompat dan berdiri di hadapan Ahreum. “Kau mau aku membukanya? Sungguh?” goda Kai. Kai lalu membuka kancing kemejanya satu persatu dihadapan Ahreum dan menunjukkan warna karamel kulitnya yang ada dibalik kemeja.

“Apa yang mau kamu lakukan, Mesum!” seru Ahreum sambil menutup rapat kulit Kai yang terekspos. Kai tampak merengut melihat perlakuan Ahreum.

“Baju itu yang menyebabkan kamu gatal-gatal. Kalian akan ganti pakaian dengan baju kakekku, setelah itu kita akan pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli pakaian yang pantas untuk kalian,” ujar Ahreum. Ia lalu masuk ke kamarnya dan membongkar isi lemari kakeknya, mencari baju yang pantas untuk pemuda-pemuda itu.

.

.

Ahreum pergi ke pusat kota bersama dengan dua belas orang pengawalnya. Ia memanfaatkan kesempatan ini untuk menghitung waktu perjalanan agar bisa sampai di sekolah tepat waktu. Karena kebetulan pusat perbelanjaan itu berada di daerah yang sama dengan sekolahnya.

Di sepanjang perjalanan, dua belas pemuda itu tak berhenti membuat Ahreum malu.

“Uwahh!! Benda itu menelan uang Ahreum! Yah kembalikan uang Ahreum!!” Teriak mereka pada mesin karcis. Dan beberapa dari mereka -Xiumin, D.O., dan Chanyeol nyaris menyerang mesin karcis tak berdosa itu

“Woah kotak ini bisa berjalan tanpa ada yang menariknya!!” Teriak mereka pada kereta yang akan mereka naiki.

Di dalam kereta Ahreum hanya bisa berpura-pura tak mengenal mereka. Semua mata tertuju pada Ahreum. Tentu saja semuanya pasti bertanya-tanya apa yang ia lakukan bersama dua belas pemuda tampan yang tampak sangat kampungan itu. Belum lagi pakaian pengawalnya itu sangat out-of-date. Beruntungnya Ahreum karena ada Kai, Kris dan Luhan yang tidak bereaksi berlebihan terhadap apa yang mereka temui.

Dan akhirnya mereka pun tiba di pusat perbelanjaan.

“Uwaaaahhh!! Gedung ini bahkan lebih besar dari tempat yang namanya stasiun tadi,” takjub Sehun.

Ahreum hanya bisa tertawa mendengar ucapan mereka. Ia segera menyuruh dua belas pemuda itu untuk ikut dengannya. Mereka jadi semakin terlihat sangat kampungan karena tidak bisa menutup mulut mereka begitu melihat isi dari pusat perbelanjaan tersebut.

“Nah, sekarang kita akan mencari baju untuk kalian. Ayo kalian pilih saja baju yang kalian suka,” dan aku akan menjebol tabungan harabeoji untuk kalian, pikir Ahreum.

Semuanya langsung berpencar ke segala arah mencari pakaian untuk diri mereka masing-masing. Semuanya sibuk berkutat dengan pakaian-pakaian yang memenuhi toko tersebut. Ahreum melihat Sehun tampak kebingungan mencari pakaian. Ahreum pun mendekatinya.

“Ada yang bisa kubantu, Sehun,” tanya Ahreum.

Sehun mengangguk dan menunjukkan dua buah kaus polo pada Ahreum. “Menurutmu mana yang lebih bagus untukku?”

Apapun terlihat bagus di badanmu, pikir Ahreum. Ahreum menggelengkan kepalanya karena pikiran bodohnya tersebut. Tapi Sehun menganggap kalau Ahreum tak suka baju pilihannya. Sehun pun segera meletakkan baju tersebut dan berlalu dari hadapan Ahreum, kecewa. Sehun menghampiri Suho yang juga tampak dilema memilih pakaian.

Ahreum tentu saja bingung karena Sehun tiba-tiba pergi meninggalkannya. Akhirnya ia mengambil kaus polo warna abu-abu serta celana jeans hitam dan memberikannya pada Sehun. Ahreum menyuruh Sehun untuk mencoba kaus tersebut. Dan seterusnya Ahreum membantu beberapa dari ‘pelindungnya’ untuk mencari pakaian.

Beberapa dari mereka sudah berhasil menentukan baju apa yang akan mereka pakai. Hampir semuanya sudah berganti style dari 80’s-retro ke model trend masa kini. Ahreum nyaris mimisan melihat perubahan drastis mereka. Ahreum tak menyangka kalau makhluk-makhluk Exoland ini tampak sangat tampan dengan pakaian-pakaian trendi itu, terutama Kris dan Chanyeol yang tampak seperti pragawan. Ahreum menghitung jumlah mereka sebelum membayar ke kasir. Ada satu yang menghilang dari rombongan.

Mana D.O.??

Ahreum lalu keluar dari toko tersebut dan menoleh ke kiri dan kanan mencari sosok D.O. Tak jauh darinya -hanya berjarak dua toko- tampak D.O sedang menempelkan kepalanya ke kaca salah satu toko. Ahreum pun bergegas menghampirinya.

“D.O! Apa yang kamu lakukan disini? Kan aku sudah bilang untuk jangan pergi jauh-jauh! Kalau kamu hilang bagaimana,” omel Ahreum.

D.O.tampak tak bergeming di tempatnya. Ia masih menempelkan wajahnya di kaca, menatap apapun yang ada di balik kaca. Ahreum pun menoleh untuk mencari tahu apa yang D.O. lihat. Ternyata itu adalah toko yang menjual perlengkapan alat-alat militer dan yang sedang D.O. pandangi adalah mannequin yang memakai baju militer plus rompi pelindung yang dipenuhi replika bom granat serta pinggang patung tersebut menggantung semua jenis pisau lipat.

“Bukankah itu keren, Putri. Apa kamu mau membelikanku itu?” tanya D.O. dengan mata yang tak lepas dari mannequin tersebut.

Ahreum terbelalak melihat apa yang D.O. tunjuk. Tanpa berkata apa-apa Ahreum segera menarik D.O menjauhi toko tersebut.

“Jangan pernah berpikir macam-macam D.O-ssi. Kamu pikir aku mau membelikanmu benda berbahaya seperti itu? Kita kesini mencari baju untukmu, bukannya mencari masalah,” gerutu Ahreum.

Akhirnya setelah mencarikan D.O.pakaian dan membayar semua pakaian mereka, Ahreum pun membawa dua belas pengawalnya itu keluar dari pusat perbelanjaan. Tapi keduabelas lelaki itu sudah mengerubungi Ahreum.

“Terima kasih, Putri,” koor mereka sambil memeluk Ahreum erat.

Ahreum kembali dibuat salah tingkah oleh mereka. Bagaimana bisa mereka memeluk Ahreum di tengah keramaian ini. Ahreum berusaha melepaskan mereka tapi mereka seperti tembok yang kokoh.

“Ya, aku tahu. Sekarang lepaskan aku. Aku.. tak.. bisa bernapas.”

Mendengar keluhan Ahreum mereka pun melepaskan Ahreum. Mereka menunjukkan senyum tulus mereka pada Ahreum dan gadis itu pun merasa terharu melihat ketulusan mereka.

“Ya, kalau kalian merasa berterima kasih padaku berarti sekarang kalian bisa menjalankan tugas dengan baik, melindungiku dari apapun itu kekuatan jahat yang kalian percaya,” ujar Ahreum

“Siap, Putri!” salut mereka.

.

Berhubung dua belas pengawalnya tampak makin sempurna dengan pakaian barunya, kini semua mata di sepanjang perjalanan tertuju pada Ahreum dan pengawalnya. Bagi Ahreum ini adalah hal biasa, karena ia terbiasa diperhatikan orang dan terbiasa mendengar gunjingan yang orang tujukan padanya. Tapi tidak bagi makhluk Exoland. Mereka tampak risih terus diperhatikan seperti itu.

“Hyung, kenapa mereka melihat kita seperti itu,” keluh Sehun yang tidak nyaman dengan semua tatapan penduduk lokal.

“Ada apa dengan mereka? Apa mereka tak pernah melihat orang tampan sebelumnya?” gerutu Xiumin.

Ahreum hanya menggelengkan kepalanya melihat kegundahan para pengawalnya. Ia bahkan sampai menepis tangan Xiumin yang sudah memasang ancang-ancang hendak membekukan daerah ini.

“Inilah resikonya berjalan denganku. Apa kalian tahu kalau aku ini cukup terkenal disini. Sebut saja nama Lee Ahreum cucu dari Tuan Lee, semuanya pasti tahu. Jadi biasakan diri kalian untuk menerima semua perhatian ini,” ujar Ahreum bangga.

Mendengar kenarsisan Ahreum tersebut, membuat Knight dan Mastermind hanya bisa tersenyum simpul. Ahreum tak tahu kalau indra pendengaran Mastermind dan Knight sangat kuat, jadi suara sekecil apapun bisa terdengar oleh mereka.  Mastermind dan Knight tahu apa yang digumamkan penduduk lokal terhadap Ahreum. Mastermind dan Knight mendengar kalau penduduk lokal berbicara tentang hal yang tak baik mengenai Ahreum.

Ahreum merasa ada yang berbeda dari cara penduduk lokal melihat Ahreum. Mereka tidak berani menghina Ahreum sebagai Ahreum-cucu-si-pemuja setan lagi. Ini semua karena dua belas pengawal Ahreum yang sudah melemparkan death-glare andalannya pada mereka yang berani bergunjing mengenai Ahreum. Begitu Ahreum menyadari apa yang sudah dilakukan para pengawalnya, segera saja ia memperingatkan mereka.

“Apa yang kalian lakukan?! Kalian membuat mereka takut tahu,” desis Ahreum.

“Tapi mereka mengucapkan hal yang kasar padamu, Putri Ahreum,” Tao membela diri.

Ahreum mengernyitkan alisnya. Ia bahkan tak mendengar orang-orang itu mengucapkan sepatah katapun, tapi kenapa Mastermind dan Knight tampak gusar.

“Mereka mengucapkan sesuatu tentang cucu penyihir dan sekte pemuja setan. Apa maksud dari itu semua?” tanya Sehun.

“Kalian mendengarnya?!” Ahreum sudah membelalakan matanya. Ia segera saja menyuruh Mastermind dan Knight untuk segera menjauh dari keramaian. Ahreum tak ingin mereka mendengar lebih jauh lagi tentang hinaan-hinaan yang orang-orang timpakan padanya. “Tak usah pedulikan mereka. Mereka hanya iri melihatku.”

Meskipun Ahreum mengatakan hal itu, tapi tetap saja para Mastermind dan Knight tampak iba. Akhirnya mereka mengetahui kalau putri yang mereka cari ini mengalami kehidupan yang cukup menyedihkan, dibenci oleh seluruh penduduk lokal. Mereka pun bertekad untuk membuat para penduduk lokal merubah pandangannya terhadap Ahreum.

.

.

.

Seusai makan malam Ahreum langsung masuk kamarnya, meninggalkan para pengawalnya yang sudah mengajak dirinya untuk menonton TV. Ahreum memilih untuk segera tidur. Ia sangat lelah hari ini. Ia tak pernah menyangka pergi belanja akan semelelahkan ini. Tentu saja ini dikarenakan ia harus memasang mata untuk menjaga para pengawalnya agar jangan membuat kekacauan di pusat perbelanjaan. Miris memang, ia yang katanya mendapat dua belas pengawal malah harus menjaga pengawalnya tersebut. Ini sama saja dengan mengawasi belasan anak TK yang sangat aktif dan sangat ingin tahu. Mereka tak berhenti bertanya, menyentuh dan meneliti apapun yang asing bagi mereka.

Ahreum merasa kakinya sangat pegal. Perlahan ia merebahkan diri di kasurnya. Ketika ia hendak menutup matanya, Ahreum mendengar pintu kamarnya di ketuk. Dengan sedikit enggan, Ahreum menyuruh siapapun yang mengetuk pintunya untuk masuk. Ternyata Suho yang datang.

“Putri Ahreum, boleh aku masuk,” izin Suho.

Ahreum pun melambaikan tangannya menyuruh Suho masuk. Ahreum sudah kembali memejamkan matanya jadi ia tak melihat kalau Suho masuk dengan membawa baskom berisi air hangat ke kamar Ahreum.

“Ehhm Putri Ahreum, apa kamu sudah mengantuk,” tanya Suho sambil meletakkan baskom air tersebut di samping kasur Ahreum.

Ahreum membuka matanya dan menoleh ke arah Suho sambil tersenyum. “Aku hanya lelah. Rasanya kakiku seperti mau copot. Pegal sekali.”

Suho membalas senyum Ahreum. “Kebetulan kalau begitu. Aku datang membawakanmu air hangat untuk merendam kakimu. Kalau sehabis berjalan panjang seperti tadi, merendam kaki dengan air hangat adalah obat paling manjur untuk menghilangkan pegal. Jadi turunkan kakimu sejenak. Aku yakin setelah ini rasa pegalnya akan hilang.”

Ahreum pun duduk dan menoleh ke bawah ranjangnya dimana baskom itu diletakkan Suho. Ahreum memandangi Suho dan baskom itu ragu-ragu. Dan sebelum Suho menarik kakinya, Ahreum sudah lebih dulu menenggelamkan kakinya di baskom. Rasa hangat langsung menyergapi kaki Ahreum. Ia pun menghela napas lega begitu merasakan otot-otot kakinya menjadi rileks.

Melihat reaksi Ahreum, Suho pun kembali tersenyum. Ia lalu berlutut di hadapan Ahreum dan memasukkan tangannya ke dalam baskom. Suho perlahan meraih kaki Ahreum dan memijatnya pelan.

“Aigoo, apa yang kamu lakukan Suho?” kaget Ahreum. Ia lalu menarik kakinya, tapi Suho menahannya.

“Izinkan aku untuk memijat kakimu. Ini bisa menghilangkan tegang di otot kakimu, Putri,” ujar Suho.

Dan ketika Suho mulai memijati kaki Ahreum, gadis itu hanya bisa diam dan menikmati pijatannya. Ahreum terlalu lelah untuk berdebat. Lagipula pijatan Suho sukses membuat kaki Ahreum kembali rileks. Melihat Suho yang begitu serius memijat kaki Ahreum, membuat gadis itu merasa terharu. Bisa di bilang Suho adalah orang pertama yang menyentuh kakinya. Ahreum sempat khawatir akan kondisi kakinya, tapi Suho dengan baik hatinya memuji betapa indahnya kaki Ahreum. Pujian itu sukses membuat wajah Ahreum merona.

“Putri Ahreum, terima kasih atas kebaikanmu hari ini. Aku akan selalu mengenangnya dalam hati,” ujar Suho.

“Ah, tak perlu sungkan, Suho. Lagipula kalian datang katanya untuk melindungiku bukan. Jadi jalankan saja tugas kalian itu dengan baik, anggap saja apa yang kulakukan pada kalian itu sebagai balas budiku,” sahut Ahreum yang sudah setengah mengantuk. “Ngomong-ngomong apa maksud kalian dengan jodoh dan takdir itu? Apa kalian datang bukan hanya untuk melindungiku saja?”

Suho terdiam sejenak. Kemudian ia kembali menunjukkan senyum khas-nya pada Ahreum. Suho pun mulai bercerita tentang seorang putri cantik di kerajaan Exoland. Ia bercerita kalau Knight dan Mastermind terikat dengan sang putri dan menobatkan diri mereka hanya untuk melayani sang putri. Dan seterusnya Suho bercerita.

Pijatan Suho ditambah cerita yang terdengar seperti dongeng sebelum tidur itu membuat Ahreum jadi makin mengantuk. Ahreum lalu meraih beberapa bantal dan menyusunnya di samping untuk ia merebahkan diri. Ahreum pun terlelap.

“Nah, sudah selesai. Angkat kakimu, Putri. Aku akan mengeringkan…” Ucapan Suho terpotong begitu ia melihat kalau Ahreum sudah tertidur dengan posisi yang bisa dibilang tidak nyaman. Suho tersenyum hangat melihat Ahreum. Ia pun segera mengeringkan kaki Ahreum dan lalu membenarkan posisi Ahreum tidur.

“Selamat malam, Putri. Mimpi indah,” bisik Suho seraya mengecup kening Ahreum.

.

.

Kriiiiing kriiiiing kriiiiing

Alarm Ahreum berbunyi nyaring. Ahreum segera terlonjak dari tidurnya. Hari ini adalah hari pertama sekolah setelah ia kembali ke rumah kakeknya. Ahreum mengerang memikirkan hari yang akan ia jalani.

“Ughh! Welcome my hell life,” gerutu Ahreum seraya beranjak ke kamar mandi.

Seusai merapikan diri, Ahreum segera meraih tasnya dan bergegas keluar. Sekarang masih pagi buta, tapi Ahreum harus segera berangkat sekolah jika tak ingin ketinggalan kereta. Di luar kamar, ia melihat D.O. sudah duduk di sofa sambil menatap ke arah pintu masuk.

“Apa yang kamu lakukan sepagi ini disini, D.O.?” tegur Ahreum.

D.O. menoleh dan begitu Ahreum melihat matanya terdapat kantung hitam yang begitu kentara di kelopak bawah mata D.O. Ahreum pun kaget melihatnya. D.O. memiliki mata panda!

“Kenapa dengan wajahmu? Apa kamu tak tidur semalam?” panik Ahreum sambil meraih wajah D.O.

D.O. mengerjap-ngerjapkan matanya melihat Ahreum yang kini sudah menangkup wajahnya. “A..aku terbiasa tidak tidur malam. Kami, Knight, harus membuka mata kami saat kamu tertidur, Putri,” ujar D.O.terbata.

Ahreum tercengang mendengarnya. Hanya untuk menjaga dirinya D.O. sampai tidak tidur. Ia jadi ingat di hari pertama bertemu dengan Mastermind, Lay adalah orang yang tidak tidur ketika yang lainnya tertidur bersama Ahreum. Ahreum jadi bingung, sebenarnya mereka ini melindungi dirinya dari kejahatan macam apa?

“Pagi, Putri Ahreum.” sapaan Suho yang baru menuruni tangga membuyarkan pikiran Ahreum.

“Pagi, Suho.” sahut Ahreum riang. “Ahh iya Suho, terima kasih untuk yang semalam ya. Aku sudah merasa lebih baik sekarang,” ujar Ahreum.

Suho tersenyum malu mendengar ucapan Aherum. Menyusul dibelakang Suho ada Baekhyun, Sehun, Kris serta Lay. Ahreum pun segera menyapa mereka. Tapi mereka malah menatap Ahreum horor.

“Putri Ahreum! Pakaian apa yang kamu kenakan?!” seru Sehun. Ia langsung menutup matanya. Begitu juga dengan Kris yang langsung menutup mata Lay.

Ahreum memandangi mereka bingung. Ia hanya memakai seragam sekolahnya, lalu apa yang salah dengan itu? Ahreum melihat D.O.sudah memandangi kaki jenjangnya dengan mata yang seolah mau lepas dari peraduannya. Perlahan D.O.mengangkat tangannya dan menyentuh rok mini Ahreum.

“Yah!!! Apa yang kamu pikirkan?!! Mau kamu kemanakan tanganmu hah?!” bentak Ahreum seraya menepis tangan D.O.dan lalu menjauh darinya. “Byeontae,” gerutu Ahreum.

“Ahreum pakai ini. Kakimu bisa dilihat oleh semua orang kalau kau memakai baju seperti itu,” ujar Suho seraya memberikan Ahreum sebuah celana panjang -yang entah ia dapat dari mana.

“Jangan berlebihan Suho. Ini adalah seragam yang harus aku kenakan ke sekolah. Kalau aku pakai celana itu maka aku akan dihukum,” sahut Ahreum.

“Siapa yang berani menghukummu maka mereka akan mendapat hukuman dariku, Putri!” sela D.O. bersemangat.

Ahreum hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah mereka. Ya, setidaknya ia bisa tertawa pagi ini sebelum memulai hari di sekolahnya yang pasti akan terasa seperti di neraka.

“Mau kemana kamu pagi-pagi seperti ini?” tanya Kris.

“Aku mau ke sekolah. Kalian tahu sekolah kan? Tempat belajar?” sahut Ahreum.

“Semacam tempat pelatihan?” tanya D.O.

“Atau tempat meditasi?” tanya Lay.

“Ya, semacam itu. Omo! Aku harus segera berangkat sekolah! Kalian jangan mengikutiku ke sekolah! Jangan menghancurkan apapun yang ada disini! Jangan menerbangkan apapun -sampaikan itu pada Luhan. Makanan kalian buat sendiri di dapur dan kau D.O. jangan mencincang bahan-bahan makanan,” pesan Ahreum. Ia lalu bergegas keluar.

Para pengawalnya takjub melihat Ahreum, bahkan sepagi ini Ahreum sempat untuk menceramahi mereka. Sebelum keluar rumah Ahreum kembali berbalik dan menatap mereka satu persatu.

“Aku tahu kalian pasti akan mengkhawatirkanku, karena itu nanti aku akan menelepon kalian memberitahukan keadaanku. Jadi kalau benda itu,” Ahreum menunjuk telepon antik yang ada di sebelah D.O. “..berbunyi, angkatlah. Mengerti? Aku akan pulang sebelum malam. Aku berangkat!” Ahreum kemudian keluar rumah.

Baekhyun, D.O., Sehun dan Lay memandangi telepon itu bingung.

“Apa katanya tadi?” tanya Baekhyun.

“Kalau benda ini bunyi maka kita harus mengangkatnya. Itu tandanya Ahreum ingin bicara dengan kita,” sahut Lay.

“Dunia modern ini aneh. Bagaimana bisa benda ini mengeluarkan suara Putri Ahreum?” bingung D.O.

“Hhah, aku mau ikut Ahreum ke tempat yang namanya sekolah itu,” keluh Sehun.

“Aku akan mengantarnya sampai stasiun,” sela Kris yang kemudian menyusul Ahreum keluar.

.

.

Ahreum sedikit berlari menuruni bukitnya. Ahreum terus berlari sambil memegangi tas punggungnya. Ia bertekad tidak akan terlambat hari ini. Ia sudah bangun ekstra pagi hanya untuk mengejar kereta pertama.

“Ahreum!” Ahreum mendengar ada yang memanggil namanya tapi ia tak menghiraukan panggilan tersebut. Ia terus berlari sampai akhirnya ada yang menahan lengannya.

Ternyata Kris.

Ahreum langsung memasang muka kesalnya. Ia kini berkacak pinggang pada Kris.

“Apa yang tidak kamu mengerti dari kata-kata jangan mengikutiku?” ketus Ahreum. “Aku sudah terlambat Kris dan kalau aku terlambat Miss Han akan sangat senang sekali menghukumku. Jadi sekarang lepaskan tanganku agar aku bisa segera sampai ke stasiun,” omel Ahreum.

“Kalau begitu aku akan mengantarmu sampai stasiun,” sahut Kris.

Kris lalu memakaikan jaket ke badan Ahreum. Kemudian ia memeluk pinggang Ahreum. Sebelum Ahreum sempat marah, Kris lebih dulu memperingatinya untuk berpegangan yang erat. Detik berikutnya keduanya sudah melayang di angkasa.

“Whoaaaaa!!” pekik Ahreum begitu menyadari kalau mereka kini sedang terbang. Ahreum segera memeluk pinggang Kris erat.

“Yah! Kita terbang!! Berhenti sekarang juga! Nanti kalau ada yang lihat bagaimana?!” panik Ahreum.

“Tenang, tidak akan ada yang melihat kita. Lagipula siapa yang bangun sepagi ini hanya untuk melihat langit yang gelap,” ujar Kris seraya menunjukkan seringainya. “Lagipula aku harus memastikan kalau tak ada orang yang berani memperhatikan tubuhmu,” ujar Kris.

“Siapa juga yang mau memperhatikanku,” gerutu Ahreum.

“Kamu itu adalah jodohku. Jadi aku harus menjagamu agar jangan sampai manusia-manusia itu memiliki pikiran untuk menggoda dirimu,” sahut Kris.

Ahreum jadi salah tingkah mendengar ucapan Kris. Ia sampai melepas pegangannya terhadap Kris. Untungnya Kris sigap menahan badan Ahreum agar jangan sampai gadis itu jatuh.

“Kalau kubilang pegangan ya pegang yang erat. Kamu pikir kamu akan baik-baik saja kalau jatuh!” omel Kris.

“Suruh siapa membahas masalah jodoh di saat seperti ini!” sahut Ahreum kesal.

Tanpa terasa mereka pun tiba di stasiun. Berkat Kris, Ahreum jadi bisa naik kereta pertama. Dan itu artinya nanti Ahreum tak akan mendapat skors dari Miss Han karena terlambat.

Sebelum melepas kepergian Ahreum, Kris sempat berpesan padanya untuk berhati-hati. Karena ia tak bisa mengikuti Ahreum sampai sekolah jadi ia hanya bisa mencoba untuk percaya kalau Ahreum akan baik-baik saja.

.

.

.

bee

The fourth chapter is out!!!.

dorky boys turned into charismatic boys… dan D.O. tetap dengan blank-stare and blank-mind nya…bee cinta banget sama D.O. disini.. fyi D.O., Lay dan beberapa yg lainnya mungkin bakal lebih absurd dari ini.. kekeke
thanks for your attention!! annyeong!!

beedragon_art all right reserved

Advertisements
FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | Chapter 4 – God Bless Ahreum | PG15

13 thoughts on “FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | Chapter 4 – God Bless Ahreum | PG15

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s