FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | Chapter 2 – The Knights | PG15


ch2-KNIGHTS

Title : Beautiful Life

Subtitle : Chapter 2 – The Knights

Author : beedragon

Cast:

Areum T-ara as Lee Ahreum

EXO member

Genre : Fluff, Romance, Fantasy, Life,

Length : Multichapter

Summary : Life is not beautiful for Ahreum. But that thought has changed since the boys from Exoland came. All of that miserable life change to beautiful life.

Disclaimer : This is only fiction. This is only Bee imagination. All of the character aren’t mine. I Do Own This Fiction so Do Not Copy Paste Without My Permission and Don’t Be Silent Reader

Backsound Song : EXO – Into Your World (Angel)

Chapter 2 | The Knights

.

.

.
The Knights
.

.

Hari ini adalah hari Sabtu, jadi Ahreum tak perlu pergi sekolah. Ahreum memutuskan kalau ia akan menghabiskan waktu untuk membersihkan rumah. Beruntungnya ia ditemani oleh Mastermind jadi Ahreum tak perlu merasa terbebani mengerjakan semuanya sendirian.

Setelah sarapan pagi, Ahreum mengajak semua Mastermind untuk membersihkan rumah, terutama kamar yang akan mereka tempati. Karena ia tak ingin pemuda-pemuda itu kembali memenuhi kamarnya nanti malam.

“Jadi dengarkan aku. Anggap saja ini imbalan yang aku dapatkan dengan membiarkan kalian menumpang tinggal disini. Kalian harus membantuku, mengerti,” tegas Ahreum. “Kalian akan membersihkan lantai satu dan dua. Kubagi kalian menjadi dua tim. Kamu nomor satu, tiga, dan enam akan membersihkan lantai dua, semua kamar,” ujar Ahreum sambil menunjuk Luhan, Tao dan Chen. Ia lalu berpaling pada Kris, Lay dan Xiumin. “dan kalian nomor dua, empat dan lima akan membersihkan lantai satu.”

Lay tampak murung mendengar perintah Ahreum. “Tapi namaku bukan nomor empat, Putri. Namaku Lay. Apa kau tidak bisa mengingat namaku?”

“Well, namaku juga bukan Putri. Namaku itu Ahreum. Kalian tidak memanggilku dengan namaku jadi untuk apa aku memanggil kalian dengan nama masing-masing? Atau kalian mau kupanggil Master satu Master dua? Tapi itu terdengar aneh karena akulah master di rumah ini. Bagaimana menurut kalian?”

Keenam Mastermind saling berpandangan. Mereka cukup bingung dengan jalan pikiran Ahreum.

“Umm, kalau aku memanggilmu Ahreum apa kau mau memanggil namaku?” tanya Tao. Ahreum memangangguk sebagai jawabannya. “Baiklah. Ahreum!”

“Ne, Tao,” sahut Ahreum. Kelima Mastermind yang lain memandang Tao antara kaget dan tak percaya. Ingin mereka mengikuti Tao, tapi mereka masih merasa ragu dan takut, takut tidak sopan. Karena biar bagaimanapun juga Ahreum kedudukannya lebih tinggi dari mereka.

“Um.. A.. Ahreum..?” ucap Lay ragu-ragu.

“Ne, Lay! Jadi sekarang bisa kalian bergerak? Rumah ini menunggu untuk dibersihkan. Ayo semangat!! Chop chop!!” seru Ahreum bersemangat seraya mengayunkan tinjunya ke udara. Kemudian Ahreum meninggalkan para Mastermind yang masih melongo. Baru beberapa langkah Ahreum sudah berbalik lagi menghadap mereka. “Aku akan ke loteng mencari sesuatu yang pantas untuk kalian kenakan. Jadi kalian jangan mengikutiku! Aku tak mau diganggu untuk sementara waktu! Jangan mendatangiku kecuali kalian benar-benar butuh. Dan jangan menghancurkan apapun. Dan Tao! Jangan gunakan kemoceng pada Xiumin! Aku tak mau rumahku membeku karena dia. Dan kau baby face! Jangan menerbangkan benda-benda di rumah ini sembarangan! Arraseo?!” ancam Ahreum.

Ahreum kemudian menaiki tangga dan menghilang di lantai atas. Para Mastermind memandangi Ahreum sambil menggeleng-gelengkan kepala mereka takjub.

“Dia benar-benar jauh berbeda dengan Putri Ara,” gumam Luhan.

Tao memandangi Luhan bingung. “Uhh, Ge, memangnya kau pernah bertemu dengan Putri Ara?”

“Tidak pernah, tapi aku tahu seperti apa Putri Ara. Ahreum benar-benar terlihat seperti duplikat Putri Ara. Tapi sifatnya sama sekali berbeda. Putri Ara itu jauh lebih lembut, sopan, dan anggun,” ujar Luhan.

“Sudah, ayo kita semua bergerak. Sebelum Ahreum turun dan kembali berteriak pada kita. Setelah rumah ini rapi, aku akan mengajari Ahreum untuk bersikap layaknya seorang putri,” tekad Kris.

.

.

Ahreum sudah tiba di lantai tiga rumahnya. Di lantai tiga ini isinya adalah perpustakaan, kamar Ahreum, dan ruang kerja kakeknya. Tadinya kamar kakeknya ada di lantai tiga bersebelahan dengan kamar Ahreum. Tapi ketika kondisi kakeknya tidak memungkinkan lagi untuk naik turun tangga akhirnya kakeknya pindah ke lantai satu. Ahreum membuka bekas kamarnya, semua perabotannya masih pada tempatnya. Begitu juga ketika ia melihat ruang perpustakaan dan ruangan lainnya.

Ia lalu kembali ke tangga dan berteriak dari lantai tiga. “Hei kalau kalian sudah selesai dibawah sana aku butuh bantuan di lantai tiga!!”

Hening. Tapi Ahreum menganggapnya sebagai jawaban kalau mereka setuju membantu Ahreum membersihkan lantai tiga. Mendadak Ahreum merasa bersalah karena tidak memperlakukan mereka dengan baik.

Apa aku keterlaluan ya sudah menyuruh mereka bekerja seperti itu? Biar bagaimana pun kalau mendengar cerita mereka kemarin sepertinya mereka adalah orang hebat di negaranya. Ahreum memutuskan untuk membuang pemikiran itu dan kembali beranjak menuju loteng.

Ahreum menarik tangga yang menghubungkan lantai tiga dengan loteng. Sesampainya di loteng Ahreum segera di sambut oleh kabut debu yang cukup tebal. Setelah kabutnya berkurang Ahreum mendapati berbagai perabotan antik milik kakeknya. Ada guci besar yang sudah retak, ada peti-peti yang berisi pakaian Ahreum ketika masih bayi dulu, dan lain sebagainya. Kakeknya tak mau membuang semua itu karena katanya itu adalah kenangannya bersama Ahreum. Ahreum pun mendekati satu peti yang berisi pakaian ayahnya. Tujuannya ke loteng adalah untuk mencari pakaian milik ayahnya untuk diberikan pada Mastermind.

Sebelum Ahreum membuka peti tersebut, matanya terpaku pada sebuah cermin yang ada di ujung loteng. Ahreum pun menghampiri cermin itu. Cermin itu sangat besar, mungkin tingginya sekitar dua meter. Bingkai cermin itu berupa ukiran-ukiran yang sangat antik. Ahreum menduga-duga berapa umur cermin tersebut karena cermin itu tampak sangat tua. Ia kemudian membersihkan cermin tersebut dengan kemoceng yang dibawanya. Setelah selesai membersihkan cermin tersebut tiba-tiba saja ada sinar yang begitu terang terpantul dari cermin tersebut.

Ahreum merunduk menghindari silaunya cahaya tersebut. Kemudian ia mendengar bunyi-bunyi semacam benturan atau benda jatuh di dekat cermin. Ahreum mendengar suara-suara berbisik dihadapannya. Ia membuka mata ketika dirasanya sinar menyilaukan itu sudah menghilang. Dan Ahreum mendapati ada enam orang pemuda berdiri di depan cermin.

“Tempat apa ini? Sempit sekali,” gerutu pemuda yang paling pendek diantara mereka.

“Hyung, apa dia putrinya?” pemuda kedua dengan kulit seputih susu menarik-narik lengan baju temannya seraya menunjuk ke arah Ahreum.

“Sepertinya iya, lihat tandanya,” sahut pria nomor tiga sambil mengamati Ahreum.

“Akhirnya aku menemukanmu, Putri,” ujar pemuda berkulit gelap yang kini sudah menunjukkan seringaiannya pada Ahreum. Ia lalu menghampiri Ahreum.

“Kyaaaaa!!” jerit Ahreum. Orang asing lagi!! Apa mereka Mastermind juga?! Darimana mereka datang? Dari cermin itukah?!

.

“Kai, kau menakutinya. Lihat, dia jadi gemetaran begitu,” ujar pemuda yang sudah melancarkan senyuman mautnya pada Ahreum.

Ahreum berdiri menghadapi keenam pemuda di hadapannya ini. Ia meraih vas kecil disampingnya dan mengacungkannya pada pemuda-pemuda itu.

“Siapa kalian?! Kenapa kalian bisa ada disini?! Apa kalian..kalian keluar dari cermin itu?!” seru Ahreum.

Ahreum merasakan ada yang meraih tangannya, membuat Ahreum terlonjak kaget dan vas yang dipegangnya terjatuh. Ia berusaha melepas tangan tersebut. “Kyaaa!! Apa yang mau kau lakukan?! Lepaskan aku!!”

“Kai, lepaskan dia,” ujar pemuda nomor tiga. Ia kemudian mendekati Ahreum. “Kami tidak akan menyakitimu, Putri. Kami justru datang kemari untuk melindungimu. Izinkan kami memperkenalkan diri kami,”

“Kami adalah Knight. Aku Suho, pemimpin para Knight dari Exoland. Dan ini Kai (ia menunjuk pria berkulit gelap yang tadi memegang tangan Ahreum), itu Chanyeol (pemuda yang paling tinggi diantara mereka dan memiliki cengiran menyeramkan), ini Sehun (pria nomer dua yang memiliki kulit seputih susu). Lalu itu Baekhyun (pria bermata sipit) dan D.O. (pria bermata bulat besar yang tadi mengeluh mengenai loteng ini).”

Ahreum memandangi pria bernama Suho itu. Ia lalu melihat kelima pemuda yang tadi dikenalkan Suho. Ahreum bahkan tak bisa menghapal nama mereka selain Kai. Dan apapula yang pria ini katakan? Knight?! Apa seperti ksatria dan semacamnya?

Suho sepertinya mengerti dengan kebingungan Ahreum. Ia kembali menunjukkan senyum sempurnanya pada Ahreum. “Kami, para Knight, sudah melewati ruang dan waktu hanya untuk mencarimu, Putri. Tugas kami adalah untuk melindungimu. Jadi jangan takut pada kami.”

Haruskah aku mempercayainya? Dia memang terlalu tampan untuk menjadi orang jahat. Tapi bisa saja tampang menipu bukan? Tapi Mastermind juga mengatakan hal yang sama. Mana yang harus kupercaya?

“Hei, putri. Apa kami benar-benar terlihat seperti orang jahat? Kalau kami memang orang jahat sudah sejak tadi kami menyakitimu,” ujar Kai.

“Maafkan kami putri, kami pasti mengagetkanmu. Tapi sungguh kami bukan orang jahat,” sahut Sehun.

“Putri, kamu tak perlu khawatir sekarang. Kami akan melindungimu,” kali ini suara berat Chanyeol menggema.

Ahreum membuka mulutnya tapi segera menutupnya lagi. Ia bingung. Ia tak mengerti apa yang sedang terjadi. Ia tak mengerti kenapa pemuda-pemuda ini datang padanya dan bilang akan melindunginya. Dan kenapa pula dirinya dipanggil putri?! Semalam juga Mastermind memanggilnya putri dan Ahreum belum sempat menanyakan perihal putri-putrian ini pada Mastermind.

“Dengar, aku bukan putri atau siapapun itu. Kalian salah orang! Rumah ini mungkin memang terlihat seperti istana ala eropa, tapi bukan berarti aku ini seorang putri. Well aku memang putri, putri dari orangtuaku tapi aku bukan putri seperti yang kalian maksud,” seru Ahreum frustasi.

“Tapi kami yakin kamulah putri yang kami cari,” sahut Suho.

Kai kembali meraih tangan Ahreum dan membuat Ahreum kembali berteriak. Ahreum kembali mengayun-ayunkan tangannya berusaha melepaskan pegangan Kai.

“Kyaa!! Lepaskan aku, kau penyusup!! Kriiiiiss!!! Kris tolong aku!!! Laaaaaay!!!” jerit Ahreum.

Tak lama terdengar suara-suara dari lantai tiga. Mastermind sudah berkumpul dibawah dan berteriak memanggil nama  Ahreum. Tao sudah berseru panik dibawah sana. Ahreum merasakan lantai loteng ini bergetar, ia tak bisa membayangkan apa yang Mastermind itu lakukan untuk bisa menjebol loteng dan menyelamatkan Ahreum, mungkin melempar diri mereka ke langit-langit. Karena lantai yang terus bergetar, akhirnya pegangan Kai terhadap Ahreum terlepas. Kesempatan ini Ahreum manfaatkan untuk berlari menuju tangga lipat. Ahreum berhasil membuka sedikit tangga itu dan melihat wajah panik dari para Mastermind.

“Kris!!” Ahreum menjulurkan tangannya ke arah Kris.

“Ada penyusup!” seru Sehun.

“Mastermind!” geram Kai. Ia lalu kembali menarik tangan Ahreum sebelum Ahreum sempat meraih tangan Kris. “Tenang Putri. Kami akan melindungimu,” ujar Kai yang sudah memeluk pinggang Ahreum.

“Hei, disini terlalu sempit untuk bertarung. Sebaiknya kita cari tempat terbuka untuk melawan pengkhianat tersebut,” saran D.O.

Ahreum terbelalak mendengar ucapan D.O. Bertarung katanya?! Disini?! Di rumah Ahreum?! Oh no! Belum sempat Ahreum menyatakan protesnya pada para Knight, tiba-tiba saja penglihatan Ahreum gelap.

.

“Knight!” geram Kris.

Kris akhirnya berhasil menemukan cara untuk menarik tangga loteng. Tapi ketika ia tiba di loteng sudah tidak ada siapa-siapa disana.

“Ahreum!!” panik Kris.

“Dduizhang, kau tak menemukan Ahreum?!” seru Tao.

Kris segera turun dari loteng. “Knight itu!! Aku tak akan memaafkan mereka. Mereka menculik Ahreum!”

“Dduizhang! Mereka di luar!!” seru Xiumin. Segera saja para Mastermind lari keluar untuk menyelamatkan Ahreum.

.

Ketika Ahreum membuka matanya, secara tiba-tiba ia sudah berada di halaman rumahnya. Ahreum tak tahu bagaimana caranya ia bisa sampai disana. Tapi yang ia tahu kini, perang akan terjadi disana.

“Knight!! Lepaskan dia!” seru Kris.

Tapi Kai malah merapatkan pelukannya pada Ahreum. Panik, Ahreum pun menendang kaki Kai dan Kai pun melepas badan Ahreum. Kesempatan ini Ahreum manfaatkan untuk segera berlari ke arah Mastermind. Dan dengan bantuan Luhan, Ahreum pun tiba dengan selamat di hadapan Kris.

“Siapa mereka Kris?! Kenapa mereka mengatakan hal yang sama dengan yang kau katakan semalam? Katanya mereka datang untuk melindungiku?” bingung Ahreum.

“Jangan percaya pada mereka, Ahreum. Mereka telah bersekongkol dengan orang jahat untuk menyakitimu,” sahut Tao. Kris lalu menarik Ahreum untuk berlindung di belakang Lay.

“Kalianlah yang sudah bersekongkol dengan Raja Xenos untuk menculik Putri!!” seru Chanyeol. “Kembalikan Putri kami!!”

Bola api besar berkobar dari tangan Chanyeol. Melihat bola api tersebut Ahreum langsung menciut. Mereka juga punya kekuatan super, dan si jangkung mengerikan itu bisa mengeluarkan api dari tangannya. Ahreum segera menyembunyikan dirinya di belakang Lay. Menyadari kalau pertarungan ini akan berbahaya bagi Ahreum, Lay pun langsung membawa Ahreum menjauh dari medan pertempuran.

“Kalau seperti ini caranya, hanya satu cara untuk membuktikan siapa yang benar,” sahut Xiumin geram. Ia sudah mengeluarkan kristal-kristal es dari tangannya dan udara di bukit kembali menurun drastis.

“Dengan perang tentu saja,” tantang D.O. Ia lalu menghentakkan kakinya dan membuat tanah di sekitar Mastermind retak dan hancur parah. Tapi beruntungnya Mastermind segera menghindar dan berpencar.

Ahreum memandangi pertarungan pria-pria tampan itu dari balik pohon bersama Lay. Ia sudah menatap retakan tanah itu dengan paniknya. Untung saja mereka melakukan perkelahian di luar rumah, coba kalau misalnya mereka bertarung di loteng, entah jadi apa rumah Ahreum sekarang.

“Ahreum, aku akan membantu mereka. Apa kau bisa menjaga dirimu?” tanya Lay khawatir.

Ahreum mengangguk. “Tenang saja, aku setidaknya menguasai sedikit taekwondo. Aku  tahu cara menendang orang. Kamu bantu saja Kris dan usir orang-orang itu dari rumahku.”

Tak lama setelah Lay pergi, Ahreum merasakan ada yang menepuk pundaknya. Ahreum menoleh dan mendapati Suho sudah berdiri di belakangnya.

“Putri, percayalah pada kami, kami datang untuk melindungimu. Kami tak mungkin menyakitimu. Kami hanya..”

“Kyaa!!! Laaayyyyy!!!” jerit Ahreum.

Mastermind langsung bergegas mendekati Ahreum. Belum sempat mereka meraih Ahreum, Suho sudah lebih dulu menarik Ahreum. Luhan lalu menggunakan kekuatannya untuk merebut Ahreum dari Suho. Baru setengah jalan, Chanyeol kembali merebut Ahreum kembali ke sisi Knight.

Ahreum sudah merasa seperti bola pingpong yang dioper kesana-kemari. Ia sudah cukup pusing saat ini. Lepas dari tangan Chanyeol dan berakhir di pelukan Kris yang kini sudah terbang tinggi, lalu kembali direbut oleh Kai yang sudah membawanya ke sisi lain halaman rumah Ahreum dan kemudian kembali melayang berkat kekuatan super Luhan.

“Apa yang kalian lakukan, Knight?! Kenapa kalian tiba-tiba datang dan ingin merebutnya dari kami?!” bentak Tao.

“Kamu sendiri apa yang kau lakukan disini. Kami berada disini atas perintah Kapten untuk melindungi Putri dari kekuatan jahat. Akhirnya kami bisa menemukannya, tapi kalian sudah lebih dulu meracuni pikirannya!” seru Kai.

“Kami yang lebih dulu menemukannya. Dan akan kupastikan kalian tidak bisa merebut Ahreum dari kami!” gertak Xiumin.

Kini mereka sudah perang mulut sambil sesekali menembakkan bola api atau kristal es ke masing-masing lawan. Ahreum tak tahan melihat semua ini. Bukit kakeknya sudah hancur berantakan, tanah di halaman rumah Ahreum sudah retak tak karuan, beberapa pohon tumbang dan terbakar, lapisan es disana-sini. Ahreum tak bisa membayangkan apa yang dipikirkan warga sekitar dengan perubahan suhu yang tiba-tiba, gempa dan petir yang saling bersahutan yang terjadi saat ini. Semua hal itu cukup untuk membuat kesabaran Ahreum terhadap makhluk-makhluk asing ini habis.

“HENTIKAAAAAAAN!!!!” pekik Ahreum.

Kedua belas pemuda itu terdiam di tempat mereka masing-masing. Mereka menoleh ke arah Ahreum yang kini sudah berkacak pinggang menatap mereka geram. Amarah terlihat jelas di mata Ahreum.

“Apa yang kalian lakukan di rumahku?! Lihat apa yang sudah kalian lakukan terhadap halamanku!! Aku butuh penjelasan sekarang juga!! Mulai dari kau!” Ahreum menunjuk ke arah Suho.

Kaget, Suho langsung menundukkan kepalanya. Ia membungkukkan badannya pada Ahreum. “Seperti yang sudah saya bilang tadi, kami adalah Knight. Kami mendapat perintah untuk mencari dan melindungimu. Karena sekarang Raja Xenos sudah mulai bergerak untuk mencarimu, jadi kami harus melindungimu darinya. Itu adalah tugas kami sebagai Knight dari dulu.”

Ahreum mendengarkan ucapan Suho. Pemuda itu mengatakan hal yang sama dengan yang dikatakan Kris semalam. Yang Ahreum tak mengerti adalah siapa dirinya sebenarnya sampai dua belas pemuda ini bertarung hanya untuk melindunginya. Apa istimewa dirinya sampai ia harus dijaga oleh dua belas orang sekaligus.

“Kris?” Ahreum menunggu penjelasan dari Kris.

“Benar apa katanya, Ahreum. Kami adalah pelindungmu. Knight dan Mastermind memang adalah pelindungmu. Dan seperti yang sudah aku ceritakan semalam, kau adalah Putri yang kami cari. Jadi..” Kris menjelaskan secara singkat pada Ahreum.

Ahreum mengangguk-angguk mencerna semuanya. Ia kini sudah menyilangkan lengannya. “Kalau kalian memang ditugaskan untuk melindungiku lalu kenapa kalian berkelahi?” bingung  Ahreum. “Bukankah harusnya kalian bekerja sama? Kenapa harus berkelahi untuk menentukan mana yang lebih baik? Akan lebih baik kalau kalian bersatu dan saling membantu bukan?! Aku tidak tahu apa istimewanya diriku sampai harus mendapat perlindungan dua belas orang sekaligus. Tapi aku paling tidak suka melihat perkelahian seperti ini. Sekarang kalian harus saling minta maaf. Dengan begitu kalian bisa menjalankan tugas kalian untuk melindungiku dengan baik. Ayo bermaafan!” tegas Ahreum.

Kedua belas pria itu terdiam mendengar ucapan Ahreum. Mereka bingung melihat reaksi Ahreum tersebut. Mereka tetap pada posisinya sampai akhirnya tawa Luhan pecah dan membuyarkan kekagetan mereka.

“Hahahahaha, astaga Kris, dia melakukannya. Hahaha. Aku.. aku sungguh menyukainya. Hahahaha,” gelak Luhan. Luhan lalu menghapus airmatanya akibat terlalu banyak tertawa. “Benar katamu Kris. Ahahahaha. Dia benar-benar unik. Ahahaha. Hanya dalam sekejap saja.. kita.. Ahahahaha”

Ahreum menatap Luhan bingung. Ia tak mengerti mengenai apa yang diucapkan Luhan di sela-sela tawanya. Tapi ia merasa kalau Luhan menyampaikan hal yang baik, karena kini Kris sudah menyodorkan tangannya pada Suho.

“Seperti apa yang dibilang Ahreum,” ujar Kris. “..bermaafan.”

Suho terperanjat melihat inisiatif Kris. Mastermind dan Knight sudah terlibat perang dingin sejak Putri Ara menghilang. Tapi kini begitu mereka menemukan putri yang mereka cari, secepat itu pula dinding yang memisahkan mereka runtuh. Melihat tangan Kris yang masih menggantung di udara, ditambah desakkan dari Ahreum, akhirnya Suho menjabat tangan Kris.

“Bagus!! Nah, kalau kalian bersatu begitu kan kalian bisa bekerja dengan baik untuk menjalankan misi kalian,” ujar Ahreum sambil mengatupkan tangannya. “Nah sekarang, siapapun yang sudah menghancurkan halaman rumahku, harap kalian kembalikan semuanya seperti semula. Aku tak mau tahu, pokoknya tanah ini harus rapat, pohon yang tumbang dirapikan, matikan semua api yang membakar pohon-pohon itu! Ayo bergerak! Chop chop!”

Luhan, masih sambil tertawa, segera membuntut di belakang Ahreum yang sudah memasuki rumah. Tao, Lay dan Chen ikut masuk ke dalam rumah. Kris memandangi para Knight untuk yang terakhir kalinya sebelum ia akhirnya menyusul Ahreum masuk.

“Kau dengar titahnya? Rapikan semua kekacauan ini!” gertak Xiumin sebelum menyusul Kris.

“Ugh!! Xiumin itu!!” gerutu D.O. yang sudah akan menyerang Xiumin lagi. Tapi Suho segera menahannya.

“Kamu dengar apa kata Putri tadi, rapikan semua ini. Setelah itu baru kita masuk ke dalam dan meminta penjelasan akan apa yang terjadi disini. Dunia ini, sungguh dunia yang aneh,” ujar Suho.

“Tapi Hyung, kenapa kau membiarkan para Mastermind itu?! Putri Ara pasti sudah dipengaruhi pikirannya oleh mereka!” protes Chanyeol.

“Dia bukan Putri Ara, Chanyeol,” sahut Suho.

“Apa?!!” seru para Knight.

“Dia memiliki aura yang berbeda dengan Putri Ara,” jelas Suho.

“Kalau dia bukan Putri Ara lalu kenapa mereka begitu melindunginya?” bingung Baekhyun.

“Itu dia yang ingin aku cari tahu. Jadi kita rapikan ini baru nanti kita cari tahu lagi.” Suho memandangi adik-adiknya satu persatu. “Mana Kai?”

.

.

Ahreum kini sedang mengutak-atik dapur. Ia memutuskan untuk menyiapkan cemilan bagi tamu barunya. Walau ia masih sedikit kesal atas apa yang sudah mereka perbuat tadi, tapi Ahreum tetap berbaik hati membuatkan teh.

“Huh, mereka mengacaukan halaman rumahku. Dan pohon-pohon itu. Astaga! Pohon itu bahkan lebih tua dari umur Appa dan mereka menghancurkannya begitu saja. Orang-orang menyebalkan itu, lihat saja apa yang bisa aku lakukan pada mereka kalau mereka tak bisa mengembalikan semuanya seperti semula,” gerutu Ahreum di dapur.

“Memangnya apa yang akan kau lakukan pada kami?” Suara itu mengagetkan Ahreum.

“Omo!” Ahreum berbalik dan mendapati Kai sudah berdiri dibelakangnya. Ahreum segera meraih spatula dan mengacungkannya pada Kai.

“Mau apa kau?!” gertak Ahreum. “Bukannya kau seharusnya ada di depan merapikan halamanku?! Cepat pergi sebelum kupanggi Mastermind!”

Kai mengerjapkan matanya melihat reaksi Ahrem. Ia merasa Ahreum sudah dipengaruhi oleh Mastermind sampai Ahreum jadi seperti ini. Belum lagi Ahreum terlihat begitu ketergantungan pada Mastermind. Hal ini membuat Kai jadi tidak senang.

“Kenapa kau tak mempercayai kami Putri? Harus kubilang berapa kali kalau aku tidak akan menyakitimu. Bagaimana mungkin aku menyakiti seseorang yang akan menjadi takdirku, masa depanku,” ujar Kai.

What?! Takdir? Dia gak bercanda kan? Kemarin Kris bilang kalau Ahreum adalah jodoh mereka dan sekarang Kai bilang kalau Ahreum adalah takdirnya?

Kai menunjukkan seringaian liciknya pada Ahreum. Ia lalu mendekati Ahreum dan melingkarkan tangannya di pinggang Ahreum. “Aku adalah takdirmu. Kamu adalah masa depanku. Jadi jangan biarkan orang lain mengacaukan pikiranmu, Putri,” bisik Kai.

Suhu tubuh Ahreum mendadak menghangat karena perlakuan Kai. Ia sempat berpikir kalau Kai memiliki kekuatan kebalikan dari Xiumin. Semua hal ini benar-benar membuat Ahreum sakit kepala. Kurasa aku harus menjernihkan kepalaku dulu.

“LAAAAY!!” jerit Ahreum seraya mendorong Kai. Belum ada beberapa detik Lay sudah tiba di dapur. “Kau tunggu airnya sampai mendidih lalu tuangkan di teko itu, mengerti? Aku mau ke loteng. Dan awasi makhluk yang bisa menghilang itu!” Ahreum menunjuk Kai.

Ahreum lalu meninggalkan Kai dan Lay di dapur dan langsung menuju loteng. Ketika melewati jendela depan Ahreum melihat para Knight sedang merapikan halaman rumahnya. D.O. menginjak-injak tanah yang retak hingga tanah tersebut kembali merapat. Sementara Suho mengeluarkan air dari tangannya dan mematikan api yang membakar pepohonan. Yang lainnya menyingkirkan batang-batang pohon yang tumbang.

Ahreum tersenyum melihat mereka begitu berusaha keras. Yah, kurasa aku juga harus mencarikan pakaian untuk mereka, jubah-jubah itu terlihat mengerikan. Ahreum kembali meneruskan langkahnya menuju loteng. Ketika ia berpapasan dengan Luhan dan Tao segera saja Ahreum menyuruh mereka untuk menemaninya ke loteng. Ahreum tentu tak ingin ada makhluk lain lagi yang keluar dari cermin di loteng bukan?

Di loteng Ahreum segera membongkar baju-baju peninggalan ayahnya. Sambil mengumpulkan pakaian, Ahreum bercengkerama dengan Luhan. Ia bertanya mengenai misi yang mereka jalankan dan lain sebagainya.

“Jadi kalian ditugaskan oleh masing-masing pimpinan untuk mencari dan melindungiku dari yang namanya Raja Xenos?” tanya Ahreum setelah mendengarkan cerita Luhan.

Luhan pun mengangguk menjawab pertanyaan Ahreum. “Seperti yang diceritakan Ddiuzhang semalam, putri satu-satunya Raja Janus menghilang  dari kerajaan dan setelah itu Knight dan Mastermind saling menyalahkan atas hilangnya sang putri. Karena itu tadi mereka berkelahi. Itu sudah naluri alam. Sementara Raja Xenos berusaha untuk mendapatkanmu, jadi kami tak bisa mempercayai satu sama lain karena menduga kalau Knight sudah bekerja sama dengan Raja Xenos.”

“Tapi..tapi kenapa aku? Aku itu lahir dan besar disini. Kakekku pun hanya orang biasa. Bagaimana bisa kalian menduga kalau putri itu adalah aku?” bingung Ahreum. Inilah yang jadi pertanyaan Ahreum setelah mendengarkan cerita Kris semalam.

“Kami merasa kalau kamu adalah reinkarnasinya,” sahut Luhan acuh.

“Merasa huh?” gurau Ahreum.

Luhan hanya melirik kalung yang dipakai Ahreum. “Kalungmu bagus putri Ahreum. Darimana kau mendapat kalung itu?”

Ahreum meraih bandul kalungnya dan menunjukkan kalung itu pada Luhan. “Ini? Ini pemberian dari Harabeoji. Katanya ini adalah peninggalan Eomma.”

“Ahh iya, apa kamu tinggal sendiri disini? Kemana yang namanya Harabeoji itu? Lalu ayah dan ibumu mana?”

Ahreum langsung murung mendengar pertanyaan Tao. Ia tak suka dengan pertanyaan ini. Mana orangtuamu, Lalu kalau Ahreum menjawab mereka sudah meninggal ketika dirinya baru lahir, setelah itu orang-orang tersebut akan memandangi Ahreum penuh rasa bersalah dan kasihan. Ahreum paling tak suka dikasihani.

Ahreum mengabaikan pertanyaan Tao dan menyibukkan diri dengan pakaian-pakaian ayahnya. Ia lalu menyodorkan tumpukan pakaian tersebut pada Luhan dan pada Tao yang sedari tadi sibuk bermain dengan kereta bayi miliknya. Kemudian Ahreum mengajak keduanya untuk kembali ke lantai satu.

Padahal rasanya Ahreum baru beberapa menit berada di loteng, tapi begitu ia turun ia mendapati seluruh rumahnya sudah bersih dan rapi, tanpa debu sedikitpun. Ketika ia melihat ke luar, keadaan di luarpun sudah lebih rapi. Mereka merapikan semuanya. Dengan senyum yang mengembang diwajahnya, Ahreum pun segera menghampiri ke sepuluh pemuda yang sudah berkumpul di ruang TV.

“Uwaahh Kris! Kalian membersihkan rumah ini dengan sangat baik. Kerja bagus. Nanti akan kubuatkan makanan enak untuk kalian,” puji Ahreum. Ia lalu berpaling pada Suho dan kawan-kawan. “Dan untuk kalian juga.” Dua belas pemuda itu tersenyum malu mendengar pujian Ahreum.

Ahreum memandangi Suho. “Jadi.. Apa yang akan kalian lakukan setelah ini? Tinggal disini untuk menjagaku?”

Suho mengangguk. “Kami juga harus memastikan kalau mereka tidak macam-macam padamu,” sahut Chanyeol seraya memicingkan matanya ke arah Mastermind.

“Huh?! Kalianlah yang harus diawasi! Aku akan memastikan kalian tidak bisa mendekati Ahreum sejengkalpun!” seru Xiumin.

“Jangan pernah coba-coba untuk melawan kami!” bentak D.O. dan kedua kubu pun kembali perang mulut.

Ahreum menekan-nekan pelipisnya untuk mengurangi pusing akibat teriakan-teriakan mereka. Ia kini merasakan betapa frustasinya Kris semalam ketika berbicara dengan dirinya. Ohh apa yang akan terjadi selanjutnya kalau aku membiarkan mereka semua tinggal disini?! Apa yang harus aku lakukan terhadap mereka?!

“Berhentilah kalian semua!!” bentak Ahreum. Ia memandangi dua belas pria itu satu persatu sambil berkacak pinggang. “Kalian ingin tinggal disini?! Kalau begitu patuhi peraturan yang berlaku di rumahku!”

“Peraturan nomor satu! Dilarang berkelahi! Baik itu perang fisik atau perang mulut seperti tadi! Dua! Tidak boleh menggunakan kekuatan super sembarangan, kecuali disaat yang dibutuhkan. Tiga! Tidak boleh saling menghina dan mencela sama lain. Empat! Tidak boleh muncul secara tiba-tiba! Ini berlaku untukmu tuan-yang-bisa-menghilang!” Ahreum menunjuk Kai.

“Namaku bukan Tuan Yang Bisa Menghilang, Putri. Namaku Kai,” sahut Kai datar.

“Dan jangan panggil aku Putri! Namaku Ahreum! Itu adalah peraturan nomor lima! Jika melanggar sebaiknya segera kembali ke tempat asal kalian!” tegas Ahreum.

Knight tampak tidak senang dengan peraturan yang Ahreum ucapkan. Mereka pun terdengar menolak dalam diam. Mendengar ancaman Ahreum tersebut para Knight akhirnya menurut, walau mereka merasa enggan, terutama D.O.

Ahreum teringat akan baju-baju yang dibawa Luhan dan Tao. Ahreum lalu meraih baju-baju tersebut dan meletakkannya di meja. “Ganti pakaian kalian dengan ini. Setelah itu kita akan pergi makan!”

.

.

ahreum-exo

bee

This is the second chapter.

EXO’s now filled Ahreum’s house… gimana karakter Ahreum disini?? apa udah cukup kuat untuk jadi karakter utama FF ini??
thanks for your attention!! annyeong!!

beedragon_art all right reserved

Advertisements
FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | Chapter 2 – The Knights | PG15

25 thoughts on “FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | Chapter 2 – The Knights | PG15

  1. quorralicious says:

    benaran bee, suka bngt cara penyampaian km di ff ini, beneranlah aku pgn belajar dr km, km line brp??? anak sastra ya? diksimu itu mudah dan bagus serta pas buat dbaca,.km bkin tiap chapter brpa hari bee???
    *sambil mandangin blpg ini kagum*

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s