FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | 3rd Prolog | PG15


ahreum-exo

Title : Beautiful Life

Subtitle : 3rd Prolog | There is no Beautiful Life

Author : beedragon

Cast:

Areum T-ara as Lee Ahreum

EXO member

Genre : Fluff, Romance, Fantasy, Life

Length : Multichapter

Summary : Life is not beautiful for Ahreum. But that thought has changed since the boys from Exoland came. All of that miserable life change to beautiful life.

Disclaimer : This is only fiction. This is only Bee imagination. All of the character aren’t mine. I Do Own This Fiction so Do Not Copy Paste Without My Permission and Don’t Be Silent Reader

Backsound Song : EXO – Into Your World (Angel)

3rd Prolog | Beautiful Life Ahreum Version

.

.

3rd prolog

.

.

“Kasihan sekali anak ini. Sekarang dia harus hidup sendirian.”

“Kudengar orangtuanya meninggal ketika ia baru dilahirkan. Ia tumbuh besar dibawah asuhan Tuan Lee.”

“Katanya orangtuanya menjadi korban Tuan Lee sendiri. Sekarang cucunya ini akan tinggal sendirian di rumah besar itu.”

“Hei, bukannya rumah Tuan Lee itu adalah sarang pemujaannya.”

“Begitulah yang kudengar dari orang-orang. Tuan Lee katanya adalah seorang pemuja setan, karena itu dia tinggal di bukit itu sendirian.”

“Shh sudah jangan bergunjing lagi. Bisa-bisa kita kena kutukannya.”

Gadis itu hanya duduk diam memandangi gundukan tanah yang mengubur jasad kakeknya. Ia sudah tidak bisa menangis lagi karena rasanya airmatanya sudah mengering sejak.. entahlah sejak kapan ia sudah lama tak bisa menangis lagi. Ia kini benar-benar akan hidup sendirian. Ia tetap terdiam mendengarkan semua gunjingan orang-orang yang menghadiri pemakaman kakeknya ini. Ia sudah terbiasa dengan semua gosip itu.

Tuan Lee si pemuja setan. Tuan Lee bisa jadi kaya dan memiliki bukit untuk dirinya sendiri adalah hasil dari memuja setan. Tuan Lee mengorbankan anak dan menantunya agar bisa sukses seperti sekarang. Cucu satu-satunya merupakan hasil pertukaran dengan setan. Tuan Lee membuat perjanjian dengan setan agar bisa hidup abadi.

Omong kosong.

Kalau memang kakeknya membuat perjanjian dengan setan agar bisa hidup abadi lalu kenapa kakeknya harus mati sekarang. Kalau memang kakeknya memiliki kekayaan hasil dari memuja setan lalu apa artinya semua penghargaan yang terpajang di perpustakaan mini milik kakeknya yang berisi tentang betapa kakeknya itu adalah orang yang berjasa besar terhadap kemajuan perekonomian Korea Selatan. Kalau memang kakeknya mengorbankan ayah serta ibu gadis itu lalu kenapa sampai di akhir hayat kehidupannya kakeknya masih menangisi kematian anak dan menantunya.

Gadis itu tak peduli dengan semua gunjingan orang mengenai kehidupan kakeknya. Ia sudah hidup bersama kakeknya selama hampir tujuh belas tahun. Ia tahu persis seperti apa kakeknya yang bahkan untuk membunuh serangga saja tidak tega. Ia tak peduli julukan apa yang orang-orang lancarkan padanya.

Cucu dari pemuja setan.

Ia tahu setelah ini semua orang yang bekerja di kediaman kakeknya pasti akan pergi meninggalkannya. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan rumah besar itu. Tinggal disana sendirian, jauh dari masyarakat tentu akan membuat dirinya benar-benar cocok mendapatkan julukan cucu-si-pemuja-setan.

Ia memutuskan akan keluar dari rumah itu dan meninggalkan semua kenangan kakeknya disana. Ia ingat pesan kakeknya terakhir kali sebelum sang kakek menutup mata untuk selama-lamanya.

“Ahreum. Naeui areumdaeum Ahreum-i. Naeui saranghaneun Ahreum. Kamu harus tegar. Harabeoji harus pergi meninggalkanmu. Uri Ahreum eotteohke. Kamu harus kuat, Ahreum. Walaupun seluruh dunia membencimu tapi ingatlah akan selalu ada Harabeoji, Appa dan Eomma di surga sana yang akan menjagamu. Jangan biarkan airmatamu jatuh karena semua kejahatan orang terhadapmu. Kamu harus tegar. Ahreum harus kuat. Kamu harus ingat, kamu tidak akan pernah sendirian. Harabeoji tidak akan pernah membiarkan Ahreum sendirian. Jadi jangan pernah meninggalkan rumah ini. Ahreum…tidak akan..sendirian.. disini…”

.

.

“Harabeoji!!!”

Lee Ahreum terbangun dari tidurnya. Ia merasakan dunianya berputar-putar karena ia bangun secara tiba-tiba. Seluruh darah rasanya mengalir ke otaknya. Ahreum mengatur napasnya yang tersengal-sengal seolah ia habis mengitari lapangan bola sebanyak puluhan kali. Ahreum juga menghapus peluh di pelipisnya dengan punggung tangannya.

Mimpi yang sama.

Sejak kakeknya meninggal, Ahreum terus bermimpi tentang saat-saat terakhirnya bersama sang kakek. Satu-satunya keluarga yang ia miliki kini telah pergi untuk selamanya. Ahreum sebatang kara sekarang.

Setelah berhasil menguasai dirinya sendiri, Ahreum pun beranjak dari tempat tidurnya. Ia melirik jam yang tergantung di dinding. Ia masih memiliki waktu satu jam sebelum berangkat ke sekolah. Ahreum pun segera bersiap-siap untuk sekolah.

Setelah selesai merapikan diri, Ahreum keluar dari kontrakannya. Ketika ia hendak mengunci pintu kontrakannya, bibi pemilik kontrakan datang menghampiri Ahreum.

“Kim Ahjumma, selamat pagi,” sapa Ahreum mencoba untuk terdengar ramah.

“Ahreum, bisa tolong kau hentikan semua seruan-seruan itu. Apa kau tahu tetanggamu tidak ada yang betah tinggal bersebelahan denganmu?” ketus pemilik rumah.

Ahreum hanya menatap bibi tua itu datar. Ia tahu apa yang dimaksud oleh bibi Kim, tapi ia tak bisa mengabulkan keinginan orang tua itu untuk membiarkan Ahreum menikmati tidur malamnya tanpa ada teriakan sumpah serapah yang ditujukan padanya. Akhirnya Ahreum hanya menunjukkan senyumannya pada bibi Kim.

“Tapi bukan mauku mereka berteriak padaku. Aku juga tak mengerti kenapa mereka senang sekali meneriaki aku. Mungkin aku di masa depan akan menjadi artis yang di kelilingi banyak penggemar. Jadi biasakan dirimu untuk semua seruan-seruan yang di arahkan padaku,” gurau Ahreum.

Ahreum lalu berpamitan pada bibi Kim yang masih melongo mendengar ucapannya. Sepanjang perjalanan Ahreum berusaha mencari cara agar orang-orang tidak lagi meneriaki kontrakannya. Ia juga berpikir untuk membelikan bibi Kim ayam panggang kesukaannya dengan begitu Ahreum tidak perlu merasa bersalah karena sudah membuat orang tua itu stress.

Bukan salah Ahreum jika orang-orang tidak menyukai kehadirannya. Julukan sebagai cucu-dari-pemuja-setan begitu melekat di dirinya. Karena itu kemana pun dia pergi semua orang pasti akan melemparkan sumpah serapah mereka pada Ahreum. Dirinya sendiri tidak mengerti kenapa orang-orang senang sekali menghinanya. Padahal mereka tak pernah benar-benar melihat Ahreum atau almarhum kakeknya memuja setan, tapi orang-orang itu tetap berpikiran sempit dan terus tenggelam dalam citra yang sudah berkembang di masyarakat. Ahreum sendiri tak mempedulikan mereka. Kupingnya sudah terlalu kebal mendengar seruan-seruan itu.

Ahreum berlari menuju sekolahnya. Karena percakapan singkatnya dengan bibi Kim tadi ditambah dengan seruan-seruan orang yang menghambat langkahnya kini Ahreum nyaris terlambat ke sekolah. Ia tiba di sekolahnya tepat ketika guru yang bertugas hendak menutup pintu gerbang.

“Lee Ahreum! Kamu terlambat lagi!” Seruan sang guru diacuhkan Ahreum. Ia hanya terus berlari menuju kelasnya yang jaraknya amat sangat jauh dari pintu gerbang.

Ughh, kenapa kelasku harus berada di gedung paling belakang sih?!

Sesampainya di depan kelas, Ahreum mengintip ke dalam kelasnya. Ia sudah terlambat tujuh menit untuk pelajaran pertama, pelajaran matematika. Miss Han, guru matematika yang terkenal kolot, galak, dan tidak berperikemanusiaan dalam memberi hukuman sudah ada di depan kelas. Ahreum harus memikirkan cara untuk bisa masuk kelas tanpa ketahuan Miss Han. Ahreum membuka perlahan pintu belakang kelasnya. Ia melihat kalau Miss Han tengah menuliskan beberapa rumus di papan tulis. Ahreum lalu mengendap-endap masuk kelas menuju bangkunya.

Tentu saja semua tidak berjalan mulus untuk Ahreum. Ia tidak tahu kalau ada kaleng di depannya dan berhubung matanya terus fokus ke Miss Han di depan kelas, Ahreum jadi tidak memperhatikan langkahnya.

Klontang klontang klontang!!

Kaleng-kaleng itu tak sengaja tertendang oleh Ahreum dan menimbulkan keributan di kelasnya. Segera saja seisi kelasnya tertawa terbahak-bahak melihat keberuntungan Ahreum pagi ini.

“Lee Ahreum!” bentak Miss Han.

Ahreum langsung mematung di tempatnya. Tentu saja hari ini tidak akan sempurna tanpa skors.

“Skors untukmu sepulang sekolah!”

Bahu Ahreum merosot sempurna mendengar seruan Miss Han. Ia lalu berjalan terbungkuk-bungkuk menuju bangkunya. Untungnya Ahreum tidak langsung duduk, karena bangkunya berlumuran saus tomat.

Tidak kreatif, mereka tak pernah kreatif dalam mengerjai orang, gerutu Ahreum. Ia lalu mengeluarkan persediaan tissuenya dan mulai membersihkan bangkunya.

“Kenapa kamu belum duduk Lee Ahreum-ssi?” tegur Miss Han sinis.

“Mungkin bokongnya bisulan, Saem.” “Dia semalam terlalu banyak duduk untuk melakukan pemujaan, Saem. Makanya dia gak mau duduk.”

Teman-teman sekelasnya saling menimpali satu sama lain. Kemudian mereka tertawa dengan omong kosong yang mereka ucapkan. Miss Han akhirnya membuat mereka diam. Setelah itu Miss Han menyuruh Ahreum untuk mengikuti pelajaran dari luar kelas.

Ahreum tentu saja memperjuangkan harga dirinya. Ia berseru membela dirinya. “Tapi, Saem. Aku salah apa? Aku hanya sedang membersihkan bangkuku. Apa kau tidak lihat mereka menumpahkan saus tomat ke bangkuku!”

“Kamu berteriak pada gurumu?! Tidak ada istirahat siang untukmu!” tunjuk Miss Han.

Ahreum terbelalak mendengar kenyataan ini. Ia berteriak kesal melampiaskan amarahnya. Well Miss Han tidak bisa memberinya hukuman lagi, karena semua waktu luang yang dimiliki Ahreum sudah habis untuk detensi, jadi Miss Han hanya bisa menaikkan kedua alisnya melihat emosi Ahreum.

Ahreum lalu menyeret mejanya yang tidak ternoda keluar kelas. Ahreum menyetting mejanya di sebelah jendela agar ia bisa tetap mengikuti kelas matematikanya. Ahreum sempat mendengar murid di sebelahnya meledeknya pecundang dan Ahreum hanya melemparkan anak itu tatapan mautnya. Seandainya tatapannya memiliki kekuatan seperti cyclops pasti anak itu sudah gosong terkena sinar lasernya. Mememikirkan hal ini Ahreum jadi tersenyum sendiri.

Puk.

Ada yang menimpuki Ahreum dengan bola kertas. Ia melirik ke dalam kelas mencari tersangka penimpukan itu, tapi ia tak menemukannya. Akhirnya Ahreum membuka bola kertas tersebut.

Freak!! Pergi dari dunia kami dan susul kakekmu di neraka sana!! Kau pengikut aliran sesat yang menjijikkan!!

Tahan Ahreum. Ingat kata Harabeoji kamu harus kuat! Ahreum tahu persis siapa yang menulis cacian ini. Park Jiyeon. Gadis itu selalu mencari masalah dengan Ahreum dan dia senang sekali melihat Ahreum menderita. Tentu saja Ahreum tidak akan diam saja. Ia sudah mendapat begitu banyak kesialan pagi ini, apalagi yang bisa lebih buruk?

Ahreum balas menuliskan why-don’t-you-go-to-hell-bitch di kertas tadi. Ia menuliskannya dalam bahasa inggris karena Ahreum tahu kalau Jiyeon tidak bisa bahasa inggris. Ahreum lalu membungkus penghapusnya dengan kertas tadi. Setelah itu Ahreum menimpukkan bola-kertas-berisi-penghapusnya ke arah Jiyeon. Kertas itu mendarat sempurna di kepala Jiyeon dan membuat gadis itu terlonjak kaget dan sedikit meringis. Begitu ia membaca pesan Ahreum, wajah Jiyeon langsung memerah sempurna. Ia lalu menoleh ke arah Ahreum dan memberi isyarat memotong lehernya sendiri dengan tangannya pada Ahreum sebagai ancaman kalau Ahreum tidak akan baik-baik saja nanti.

.

.

“Yah Lee Ahreum!!” jerit Jiyeon.

Ahreum baru saja hendak menuju ruang Miss Han untuk menjalani hukuman-istirahat-siang tapi Jiyeon sudah menghalangi jalannya. Ahreum memandangi Jiyeon malas. Ia sudah bosan dengan tingkah kekanak-kanakkan Jiyeon.

Jiyeon adalah perempuan paling populer di sekolah mereka. Dia cantik tapi hanya itu kelebihannya. Jiyeon memiliki banyak sekali sisi negatif. Dia bodoh (bahkan Ahreum saja jauh lebih pintar dari dirinya) selain kekanakan Jiyeon juga memiliki tempramen yang mengerikan. Ia senang sekali melihat orang menderita, ia senang menunjukkan kekuasaannya pada orang yang lebih’rendah’ dari dirinya. Dan terutama, Jiyeon senang sekali menyiksa Ahreum.

“Apa lagi Park Jiyeon?” sahut Ahreum malas.

Jiyeon melemparkan kertas berisi tulisan tadi ke wajah Ahreum. Ahreum melihat kertas tersebut dan mendengus ke arah Jiyeon. Sikap Ahreum ini membuat Jiyeon naik darah.

“Apa maksudnya itu hah?! Apa yang kau tulis disana! Dasar cucu penyihir!” Jiyeon menarik rambut Ahreum.

Ahreum meringis. Ia memandangi Jiyeon tajam. “Kau tak mengerti tulisanku? Omo, kukira kau pintar, Jiyeon. Aku heran kenapa kamu bisa masuk akademi ini dengan otakmu yang tidak lebih besar dari otak burung itu,” ledek Ahreum.

Wajah Jiyeon makin merah mendengar ucapan Ahreum. Ia kini menarik rambut Ahreum dengan kedua tangannya. Jiyeon lalu mendorong Ahreum ke dinding.

Ahreum tentu saja tak mau kalah. Ia juga menarik rambut panjang Jiyeon hingga beberapa rambut sambungannya terlepas.

“Extensionku!!” Pekik Jiyeon horor. Ia lalu mendorong Ahreum hingga Ahreum jatuh ke lantai. Beberapa anak buah Jiyeon langsung menahan kedua tangan Ahreum sehingga Ahreum tak bisa melawan Jiyeon yang mulai menjambak rambut Ahreum dengan brutalnya.

“Ini hukuman untukmu penyihir!! Jangan pernah mencoba melawanku!!”

Perkelahian singkat itu akhirnya berhenti setelah guru pengawas memisahkan mereka. Dan Ahreum tahu betul skors untuknya akan terasa sangat lama hari ini.

.

.

Sudah hampir petang hari ketika Ahreum tiba di kontrakannya. Ahreum cukup kaget melihat bibi Kim sudah berdiri di depan pintu kontrakannya. Ahreum merutuki dirinya sendiri karena ia lupa untuk membelikan bibi Kim oleh-oleh.

“Sore, Kim Ahjumma,” sapa Ahreum.

Bibi Kim tampak kaget melihat kondisi Ahreum. Karena Ahreum terlihat sangat berantakan, rambutnya mencuat kesana kemari, seragamnya kotor, pipinya ada beberapa luka cakaran.

“Ahreum-ya, aku sebenarnya tak mau melakukan ini padamu tapi aku harus melakukannya. Jadi maafkan aku, kamu harus keluar dari sini sekarang juga,” ucap bibi Kim begitu Ahreum tiba di hadapannya.

Ahreum melongo mendengar ucapan bibi Kim. Kenapa ia tiba-tiba diusir? Ahreum bahkan tidak membuat keributan. Oh ya, tentu saja, Ahreum lupa dimana ada dirinya disana keributan selalu terjadi.

“Tapi Ahjumma, kenapa tiba-tiba?” panik Ahreum.

“Ini karena petisi yang menyuruhmu untuk keluar dari lingkungan ini terus datang padaku. Belum dengan semua protes-protes yang ditujukan padaku. Aku tahu keluargamu sudah berjasa besar pada keluargaku. Aku juga mau menampungmu disini karena permintaan suamiku yang sudah mengabdi pada kakekmu. Tapi ini semua terjadi bukan atas kemauanku. Kuharap kamu mengerti Ahreum.”

Ahreum tak mengerti. Tentu saja ia tak mengerti kenapa orang-orang begitu mempermasalahkan kehadirannya. Kenapa ia begitu tidak diinginkan.

“Lalu aku harus tinggal dimana?” lirih Ahreum.

“Kamu kan punya rumah peninggalan kakekmu. Kamu kembalilah kesana. Ini aku berikan ongkos taksi untukmu.” Bibi Kim menyelipkan beberapa lembar uang untuk Ahreum. “Maafkan aku, Ahreum. Aku sesungguhnya tidak percaya dengan ucapan orang-orang tentang keluargamu karena tak mungkin suamiku mau bekerja untuk seorang penganut aliran sesat. Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa. Mereka punya kekuasaan lebih besar dariku. ”

Ahreum menatap bibi Kim, sedikit terlihat memohon. “Bisakah aku pergi besok pagi, ahjumma?”

Bibi Kim memandangi Ahreum dengan penuh rasa bersalah. “Maafkan aku, nak. Kalau kamu tidak keluar dari sini hari ini juga maka orang-orang itu sendiri yang akan mengeluarkanmu nanti malam. Jadi lebih baik kamu pergi sekarang. ”

Ahreum memandangi pintu kontrakannya. Ini artinya ia harus kembali lagi ke kediaman kakeknya, rumah besar yang letaknya terpencil di bukit yang jarang disinggahi orang. Bukannya Ahreum takut tinggal sendirian disana, tapi rumah kakeknya itu sangat jauh dari sekolahnya. Kalau ia tinggal disana itu artinya Ahreum harus bangun dua jam lebih pagi agar bisa datang tepat waktu ke sekolah.

Kamu harus terima semua dengan senyuman Ahreum! tekad Ahreum. Ia lalu menunjukkan senyum termanisnya pada bibi Kim.

“Baiklah, Ahjumma. Aku siap-siap dulu ya. Astaga aku sudah lama sekali tidak mengunjungi rumah Harabeoji. Oh iya, terima kasih ongkosnya. ” Ahreum lalu meninggalkan bibi Kim yang kini terlihat makin merasa bersalah.

Di dalam kamarnya Ahreum memandangi foto terakhir dirinya dengan kakeknya. Cairan bening sudah memenuhi mata Ahreum. Tapi Ahreum menahannya agar airmatanya tidak jatuh membasahi pipinya.

“Kenapa.. kenapa hidup ini kejam sekali Harabeoji? Kenapa mereka begitu tidak suka dengan kehadiranku disini? Aku harus kemana lagi?” lirih Ahreum. Ia tersenyum memandangi foto kakeknya. “Ahreum akan mengunjungi Harabeoji. Mungkin Ahreum sudah terlalu lama meninggalkan Harabeoji makanya Harabeoji memanggil Ahreum untuk pulang. Ahreum akan pulang Harabeoji. ”

.

.

Di dalam taksi Ahreum memberi petunjuk jalan pada sang supir. Ketika ia sudah tiba di bukit milik kakeknya mendadak sang supir menghentikan taksinya.

“Anda tinggal di atas sana, Nona?” Tanya supir taksi itu ragu-ragu.

“Ne, rumahku di atas sana. Beberapa meter lagi kita sampai di depan gerbangnya kok. Kenapa berhenti?” bingung Ahreum.

“Ma.. Maaf Nona, tapi saya hanya akan mengantarkan Nona sampai tikungan depan sana. Saya gak mau naik ke bukit angker ini. Saya dengar bukit ini berhantu,” gagap si supir taksi.

Oh, great bahkan supir taksi pun tahu mengenai gosip-gosip bodoh itu.

“Tapi Ahjussi, tak ada hantu di bukit ini. Bahkan tak ada binatang liar di bukit ini. Jadi tolong antarkan aku sampai rumahku. Perjalanan dari gerbang utama ke rumahku itu jauh, Ahjussi,” pinta Ahreum.

Tapi si supir malah menatap Ahreum horor. Setelah mengantar Ahreum sampai di tikungan jalan si supir benar-benar menurunkan Ahreum disana. Ahreum sampai mengeluarkan sumpah serapahnya pada supir itu. Tapi Ahreum merasa sedikit beruntung karena supir itu tidak meminta bayarannya. Jadi uang pemberian bibi Kim dipakai Ahreum untuk membeli persediaan makanan di mini market yang ada di daerah itu.

Dengan tangan kanan yang menenteng belanjaannya dan tangan kiri yang menggeret koper beserta tas kecilnya Ahreum mulai berjalan memasuki gerbang utama yang ada di kaki bukit. Ahreum harus berjalan setidaknya dua-tiga kilometer lagi untuk bisa tiba di rumahnya.

Rumah kakeknya ini dulu adalah sebua penginapan yang tak terpakai. Kakeknya membeli penginapan tersebut beserta tanah disekitarnya (yang berarti seluruh bukit beserta isinya). Lalu kakeknya merubah penginapan itu menjadi rumah.  Ini kakeknya lakukan untuk menjamu tamu-tamu kenegaraan yang datang padanya.

Kakek Ahreum dulu adalah orang hebat. Dari apa yang pernah Ahreum dengar melalui Kim Ahjussi, orang kepercayaan kakeknya, bahwa kakeknya itu semacam konsultan perekonomian negara. Karena itu kakeknya sangat disegani banyak orang. Tapi entah mengapa sesaat sebelum Ahreum lahir orang-orang itu berhenti datang ke kediaman kakeknya. Sejak itu pulalah kakeknya di tuding sebagai pemuja setan.

Setelah berjalan selama hampir setengah jam lebih akhirnya Ahreum tiba di depan rumah kakeknya. Sebuah bangunan kuno ala eropa berlantai tiga. Berhubung hari sudah malam jadi rumah ini tampak sangat menyeramkan. Sejak kakeknya meninggal enam bulan yang lalu rumah ini tak berpenghuni karena Ahreum memilih untuk keluar dari rumah besar ini. Lihat saja kenyataannya, rumah ini terlalu besar untuk ia tinggali sendiri.

Setelah meletakkan barang-barangnya di teras, Ahreum mengitari rumah tersebut untuk menghidupkan listrik dan rumah tua itu kini tampak terang benderang. Ahreum menghela napas berat memandangi rumah tersebut. Ia lalu tersenyum.

“Harabeoji!! Ahreum pulang!!”

Ahreum membuka pintu utama. Begitu masuk bau debu langsung menyerang indra penciuman Ahreum. Heol, aku harus membersihkan rumah ini, entah sudah setebal apa debunya.

Berhubung perutnya sudah berbunyi minta makan, Ahreum memutuskan untuk membuat makanan dulu sebelum merapikan rumah. Hei ia tak bisa bekerja dengan perut lapar bukan. Setelah mengutak-atik dapur Ahreum akhirnya pergi ke ruang bawah tanah, tempat dimana kakeknya biasa menyimpan gas untuk masak.

Ahreum menuruni tangga menuju ruang bawah tanah. Lampu ruang bawah tanah ini hanya memakai lampu pijar yang cahayanya terbatas. Kalau perempuan biasa mungkin memilih untuk tidak menginjakkan kakinya kesana, tapi karena Ahreum harus makan jadi mau tak mau Ahreum masuk dan menjelajahi ruang bawah tanah kakeknya.

Dibawah sana Ahreum mendengar suara-suara. Awalnya ia pikir mungkin itu tikus atau kucing yang masuk lewat ventilasi. Tapi dugaannya segera terjawab ketika ia mendengar suara-suara yang berbisik di dalam sana.

Oh no! Hantukah? Pencurikah? Aku lebih baik ketemu hantu daripada harus ketemu pencuri.

“Siapa disana?!” Seru Ahreum. Suara-suara itu lalu menghilang. Ruang bawah tanah kembali hening. Ahreum memicingkan matanya melihat ke sekeliling ruangan.

Akhirnya ia memilih untuk keluar dari ruang bawah tanah. Keselamatannya lebih penting daripada perut laparnya. Begitu Ahreum berbalik, Ahreum langsung terlonjak kaget. Ada sesosok manusia yang sudah berdiri di hadapannya. Ia menunjukkan senyuman yang membuat kerutan-kerutan di sekitar matanya.

“Akhirnya aku menemukanmu, putri,” katanya.

Ahreum terbelalak melihat pemuda itu. Ia memang tampan, tapi.. bagaimana ia bisa ada di ruang bawah tanah ini. Ketika pemuda itu mengulurkan tangannya, Ahreum segera tersadar dari keterkejutannya.

“KYAAAAAAAAAAAAAA!!!!!”

.

.

bee

This is the last prolog.

ini mengenai hidup Ahreum sebelum ia bertemu dengan EXO..
are you ready for the first Chapter?? bee harap kalian suka sama fantasy bee kali ini,, fantasy yang ini bener-bener diluar jalur bee lohh,, buat yang ngikutin semua seri fantasy bee mungkin bisa tahu dimana perbedaannya kekeke
thanks for your attention!! annyeong!!

beedragon_art all right reserved

Advertisements
FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | 3rd Prolog | PG15

8 thoughts on “FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | 3rd Prolog | PG15

  1. Putri R says:

    kasihan banget ahreum diusir dari kontrakannya, itu bibinya gak punya hati apa — padahal kakeknya ahreum udah berjasa gitu buat keluarganya,, itu siapa yg negur ahreum unn? .-.

  2. Dessy Diana says:

    kasihan banget sih nasib y ahreum …
    sabar ahreum kau nanti tidak sendiri lagi ..
    eonni …
    lanjut lagi y 😀

  3. aick says:

    eooonnii, maap ya saeng baru komen.hehehe
    molor banget dari yg Q blg di twitter.hhehehe 😛

    kasian banget ya hidupnya ahreum, pdhal dy g salah apa apa tapi digituin terus sama semua orang 😦
    akhirnya exo dah dateng,, penasaran yg dateg dluan siapaa K ato M eooon??? >.<
    kehidupanmu akan lebih baik ahreum klo ada mereka, fightiiing :')

  4. Rii-ya Kim♡ says:

    siapa yag datang??? O.O
    K? M???
    ahreum~a, penderitaanmu akan segera berakhir :”) akan datang 12 pageran tampan utk menjagamu.
    kyaaaaa ga sabar nunggu lanjutannya kk~
    oh oya unni, nanti ahreum bakal tetap sekolah ga??
    sekolah dong, dan tiap harinya diantar sama member exo yg berbeda biar jiyeon ngiri XD wkwkwk

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s