FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | 1st Prolog | PG15


ahreum-exo

Title : Beautiful Life

Subtitle : 1st Prolog | Mission Came

Author : beedragon

Cast:

Areum T-ara as Lee Ahreum

EXO member

Genre : Fantasy, Fluff, Romance, Life

Length : Multichapter

Summary : Life is not beautiful for Ahreum. But that thought has changed since the boys from Exoland came. All of that miserable life change to beautiful life.

Disclaimer : This is only fiction. This is only Bee imagination. All of the character aren’t mine. I Do Own This Fiction so Do Not Copy Paste Without My Permission and Don’t Be Silent Reader

Backsound Song : EXO – Into Your World (Angel)

1st Prolog | Mission Came


.

.

Prolog 1st

.

.

“Mastermind, berkumpul!!”

Suara itu menggema ke seluruh penjuru aula dan dalam sekejap mata enam sosok manusia muncul ditengah-tengah aula. Ke enamnya memakai jubah hitam yang menutupi seluruh tubuh mereka, bahkan wajah mereka tidak terlihat karena tudung yang mereka kenakan. Ke enamnya berbaris beberapa meter di hadapan sebuah singgasana besar –satu-satunya benda yang ada di aula ini.

“Kuperintahkan kalian untuk mencari Putri Ara. Seperti yang sudah kalian ketahui kalau Putri Ara sudah menghilang dari kastil Janus sejak ratusan tahun yang lalu. Karena itu kuperintahkan kalian untuk mencari dimana jejak Putri Ara. Kita sudah terlalu lama berdiam diri dan membiarkan raja Xenos berbuat sesukanya termasuk membiarkan Putri menghilang. Kini sudah waktunya untuk mencari dan melindungi Putri,” titah seorang lelaki yang duduk di singgasana besar itu.

Ke enam sosok itu saling berpandangan satu sama lain.  Berbagai pertanyaan berkecamuk di pikiran mereka. Akhirnya salah satu dari mereka, yang sosoknya paling tinggi diantara yang lainnya berbicara.

“Tapi Master, kenapa tiba-tiba? Kenapa baru sekarang? Kita sekarang tidak tahu bagaimana dan kemana harus mencari Putri Ara.”

Orang yang duduk di singgasana itu menghela napas berat. “Aku tahu ini terlambat, Kris. Memang seharusnya kita mencari Putri Ara begitu dia menghilang. Tapi pikirkan ini sebagai jalan terbaik yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkannya. Sebelum kita benar-benar terlambat. Aku melihat sekarang Raja Xenos sudah bergerak mengincar Putri Ara. Sebelum Putri Ara jatuh ke tangan yang salah, kita harus melindunginya.”

Ke enam sosok itu kini saling berbisik satu sama lain. Berdiskusi apakah sebaiknya mereka mengikuti perintah pemimpin mereka atau tidak. Walau mereka ingin menyelamatkan putri tersebut tapi mereka tak tahu dan tak punya bayangan bagaimana caranya. Mereka juga tak yakin apakah sang putri masih hidup atau tidak, karena memang putri itu menghilang sudah ratusan tahun lamanya.

Kembali sang pemimpin menghela napas berat melihat anak didiknya berada dalam dilema.

“Kuberi tahu satu hal. Putri Ara adalah Jodoh kalian. Dia adalah masa depan kalian. Karena itu kalian harus menyelamatkannya. Tanpa dia itu sama artinya dengan tak ada masa depan bagi kalian. Ini sudah menjadi tugas kalian untuk melindungi Putri Ara.”

Ke enam sosok itu kini tampak shock. Mereka baru mendengar fakta ini. Putri Ara yang adalah putri yang paling dipuja dan di incar oleh banyak orang itu adalah jodoh mereka. Siapapun pasti tidak akan menolak kenyataan ini.

“Karena itu segeralah bergerak. Dan jangan mau kalah dari para Knight. Kudengar mereka sudah bergerak mencari dimana Putri Ara,” ujar sang pemimpin.

Keenam sosok itu pun akhirnya mematuhi perintah pemimpin mereka. Segera setelah titahnya, sang pemimpin menyuruh keenam anak didiknya untuk pergi ke Fate Master, Mastermind tersakti di tanah mereka. Karena hanya Fate Masterlah yang bisa menggunakan kekuatan magisnya tanpa diketahui oleh raja.

Di perjalanan…

“Kris, kau percaya apa yang diucapkan Master?” tanya Luhan, pemuda berwajah innocent pada satu-satunya sosok yang tadi berbicara pada pemimpin para Mastermind.

“Aku tak punya cara lain selain mempercayainya, Luhan,” sahut Kris. Ia lalu mengamati lima Mastermind yang pergi bersamanya. “Kita harus mencari dan melindungi Putri Ara. Ini adalah tugas Mastermind sejak dulu. Aku punya firasat yang tidak baik mengenai keberadaannya.”

Kelima Mastermind itu langsung bergidik ngeri mendengar ucapan Kris.

“Uh-oh, kalau Dduizhang bilang firasat buruk berarti sesuatu yang buruk akan terjadi pada Putri Ara,” sahut sosok yang memiliki pipi gembil layaknya bakpao, Xiumin.

“Semoga saja tidak terjadi apa-apa terhadap Putri Ara, Xiumin. Kita sudah terlalu terlambat untuk mencarinya. Tapi bukankah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” Kris mencoba meyakinkan pemuda berpipi gembil itu.

“Dduizhang, kemana kita akan memulai? Memangnya Fate Master tahu dimana Putri Ara berada?” Kali ini Lay, pemuda yang memiliki lesung pipi di wajahnya itu bertanya pada Kris.

“Benar, kata Lay. Kalau Fate Mastermind tahu dimana Putri Ara berada, seharusnya dia sudah menyelamatkan putri sejak dulu.” Chen, pemuda yang memiliki tulang pipi tinggi dengan senyuman seperti joker itu menimpali.

“Mastermind itu hanya membawa kita ke dunia dimana kiranya Putri Ara berada. Setelah itu kita akan mulai mencarinya disana, Chen. Ada lagi yang ingin ditanyakan?”

Pemuda lain yang berpostur tinggi (setelah Kris) mengacungkan tangannya. “Apa Tao?” tanya Kris pada pemuda itu.

Tao menunjukkan seringaiannya. “Kapan kita bisa segera berangkat mencari Putri Ara. Kudengar dia adalah putri paling cantik sejagad raya. Aku tak sabar ingin segera memeluknya.”

Kris menepuk-nepuk pelan pundak Tao dan berkata, “secepatnya, Tao. Secepatnya.”

“Ahh iya Dduizhang, apa maksud dari Master tadi mengenai Knight? Kenapa para Knight juga mencari Putri Ara?” tanya Lay lagi.

Kris tampak menghela napas panjang. Dan ia mulai bercerita tentang masa lalu para Mastermind dan Knight. Tentang kedua klan yang dulunya bekerja sama melindungi sang putri. Tapi sejak sang putri menghilang, kedua klan itu pecah dan terjadi perang dingin antara kedua klan tersebut.

“Putri Ara adalah jawaban yang bisa menyatukan kita lagi. Mastermind dan Knight adalah satu. Tapi karena Putri menghilang, kedua klan ini jadi saling menyalahkan dan malah berperang satu sama lain. Kuharap dengan kita bisa menemukan Putri Ara, kita bukan hanya membawa kedamaian di Exoland, tapi juga kebaikan antara hubungan Mastermind dengan Knight.”

“Apapun hubungan antara Knight dengan Mastermind di masa lalu, tetap saja aku tak akan membiarkan Putri Ara-KU direbut oleh mereka!” tekad Xiumin. “Kalau mereka menghalangi akan kubekukan Suho dan anak buahnya itu.”

Para Mastermind hanya bisa tertawa mendengar ocehan Xiumin tersebut.

.

.

“Mencari Putri Ara?!!”

Enam orang Knight yang saat ini tengah berkumpul di ruang rapat para Knight berseru kaget. Kapten mereka kini mengumpulkan mereka untuk memberikan sebuah tugas yang tidak mudah, mencari jejak Putri Ara yang sudah menghilang ratusan tahun lamanya.

“Kenapa baru sekarang?” “Kemana kita harus mencarinya?” “Bagaimana caranya?”

Berbagai pertanyaan terus dilontarkan para Knight pada pimpinan mereka. Setelah sang pemimpin mengetuk-ngetukkan tongkatnya ke tanah sebagai isyarat untuk diam barulah para Knight itu terdiam.

“Ini sudah saatnya. Portal yang menghubungkan tanah Exoland ke dunia dimana Putri Ara berada akan terbuka, jadi kalian bisa pergi tanpa diketahui oleh raja Xenos. Karena itu aku titahkan kalian untuk segera mencari dan menemukan Putri Ara. Ingat, tugas kalian para Knight adalah untuk melindungi sang putri,” tegas sang Kapten.

Seseorang diantara mereka yang memiliki seringaian licik di wajahnya mengacungkan tangannya sebagai interupsi rapat ini.

“Ya, Kai?”

“Apa ini karena Raja Xenos akan turun tahta? Apa tujuan kita mencari Putri Ara itu untuk menjadikannya pengganti Raja?” tanya pemuda yang ditunjuk sang pemimpin, Kai.

“Kira-kira seperti itu, Kai. Dia tentu saja tidak akan membiarkan dirinya turun tahta begitu saja. Dia pasti akan mencari cara agar ia tetap bisa mengendalikan Exoland. Karena itu kita harus segera mencari dan melindungi putri agar bisa mengembalikan kedamaian di tanah kita.”

Salah satu dari enam Knight itu menunjukkan senyuman khasnya pada sang kapten. “Lalu apa yang harus kami lakukan setelah menemukannya?”

“Pertanyaan bagus, Suho,” sahut sang kapten. “Kalian bisa tinggal bersamanya dan melindunginya sambil menunggu portal itu terbuka lagi. Ingat! Dia adalah takdir kalian. Tanpa dia sama saja dengan tak ada masa depan bagi kalian. Jadi kalian harus menemukannya.”

“ Harus kalian ketahui, Mastermind juga sudah mulai bergerak mencari Putri Ara,” ujar sang kapten.

Segera setelah mendengar penjelasan dari pemimpin mereka, para Knight langsung mencari Mirror Gate, sebuah gerbang yang akan menghubungkan mereka dengan dunia dimana Putri Ara berada. Walau dalam perjalanan mereka masih merasa ada yang mengganjal tentang misi ini.

“Hyung, sebenarnya  siapa Putri Ara itu?” tanya Knight termuda.

Suho tersenyum mendengar pertanyaan dari si bungsu. “Putri Ara adalah putri yang sudah melegenda karena kekuatan yang ia miliki, Sehun. Ahh bagaimana aku menjelaskannya padamu? Bisa kamu jelaskan padanya, Baekhyun?” Suho berpaling pada pemuda bermata sipit di sebelahnya.

“Putri Ara adalah keturunan terakhir dari Raja Janus, raja pertama di Exoland, raja yang mampu melihat masa depan dan masa lalu. Sejak Raja Janus meninggal banyak yang mengincar Putri Ara untuk bisa mendapatkan tahta di kerajaan. Karena itu sang Putri menghilang dari Exoland entah kemana. Dan sejak kepergiannya, seperti yang kita ketahui, Raja Xenos, adik dari mendiang raja Janus, yang berkuasa dan membuat Exoland menjadi tanah yang kacau balau,” Baekhyun menjelaskan. Ia lalu melemparkan sebuah buku tua yang sangat tebal pada Sehun, “semuanya tertulis dalam pelajaran sejarah, kalau kamu meluangkan waktu untuk membacanya kamu pasti tahu siapa Putri Ara itu, Sehun.”

Sehun hanya merengut dan memandangi buku di pelukannya.

“Kudengar Putri Ara itu sangat cantik. Aku tak sabar ingin segera menemuinya,” suara berat dari Chanyeol, pemuda yang paling tinggi diantara mereka, menggema.

“Ohh Chanyeol, bagaimana bisa kamu merasa bahagia dengan tugas kita? Kita akan pergi ke dunia yang bahkan kita tak tahu seperti apa bentuknya. Dan aku pasti akan mati bosan disana. Sepenting apapun nasib Putri Ara ini aku tetap merasa enggan untuk meninggalkan Exoland,” gerutu D.O., pemuda yang memiliki mata bulat besar.

Kai memukul kepala pemuda bermata besar itu. “Putri Ara adalah takdir kita, D.O.! jadi jangan pernah berkata sembarangan mengenai ini. Ingat kata Kapten, tanpa ada dia maka tidak ada masa depan bagi kita.”

D.O. hanya meringis sambil mengusap-usap kepalanya. Ia lalu menghentakkan kakinya kuat-kuat ke tanah dan membuat sebuah lubang tepat dibawah kaki Kai. Segera saja Kai terjebak di dalam lubang itu.

“D.O.! Jangan gunakan kekuatanmu untuk temanmu sendiri!” tegas Suho.

Baru saja D.O. akan menghentakkan kakinya untuk mengeluarkan Kai dari lubang tersebut, tapi Kai sudah terlanjur menghilang dari sana. Ia tiba-tiba muncul di hadapan D.O. dan kembali memukul kepala D.O.

“Tapi dia yang cari masalah Hyung!” jerit D.O.

Ke empat Knight akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Kai dan D.O yang melanjutkan perlelahian kecil mereka.

Chanyeol berbalik dan berseru pada D.O. “Hei D.O.! Kudengar Mastermind sudah mulai mencari Putri Ara. Siapa tahu kita bertemu mereka disana. Kau bisa menyalurkan hobi berperangmu pada mereka nanti!”

D.O pun berhenti mengejar Kai dan langsung menatap Chanyeol sumringah. “Woohoo!! Petualangan baru dimulai!!”

 

.

.

bee

This is the first prolog.

gimana menurut reader tercinta?? bingung gak sama prolognya?? disini hanya menjelaskan mengenai misi Exo member yang nanti bakalan nongol di kehidupan Ahreum.
well kalo bingung yaa nantikan aja prolog ke duanya yah,, kekeke
annyeong!!

beedragon_art all right reserved

Advertisements
FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | 1st Prolog | PG15

14 thoughts on “FF – 아름다운 인생 (Beautiful Life) | 1st Prolog | PG15

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s