FF – Goodbye ~ Hello | Side Story : Naeun | PG17


naeun

Title : Goodbye – Hello

Subtitle : Naeun Side Story

Author : beedragon

Cast:

Naeun A-Pink as Son Naeun

Other Cast:

L Infinite as L

Sunggyu Infinite as Kim Sunggyu

Hwang Yongbi (OC)

Genre : Life

Length : oneshoot

Summary : You change my life.

Disclaimer : This is only fiction. This is only Bee imagination. All of the character aren’t mine. I Do Own This Fiction so Do Not Copy Paste Without My Permission and Don’t Be Silent Reader

Backsound Song : Epik High – Pieces of You

Goodbye ~ Hello, Naeun


.

.

.

.

“Baiklah semuanya, perhatiannya.” Sutradara meninggikan suaranya agar mendapatkan perhatian semua aktor yang akan main di dramanya. “Ini adalah Son Naeun. Dia yang akan menjadi Marry, karakter antagonis yang selalu mengejar-ngejar Harang.” Sutradara menepuk bahuku sebagai isyarat untukku memperkenalkan diri.

“Annyeonghaseyo, joneun Son Naeun imnida. Yeolshimhi halgeseumnida!” Aku lalu membungkukkan badanku sedalam-dalamnya.

Ini adalah debut pertamaku di layar kaca. Bisa dibilang aku cukup beruntung karena baru debut aku langsung mendapatkan peran yang cukup krusial yang pasti akan diingat oleh masyarakat. Kuharap aku bisa bergaul dengan baik dengan semua aktor dan aktris yang ada disini. Mereka semua adalah aktor-aktor yang sudah sangat terkenal. Aku sampai minder dibuatnya.

“Nah naeun-ssi, aku akan mengenalkanmu pada semua lawan mainmu. Yang utama kamu akan sering beradu akting dengan karakter Harang.” Sutradara menggiringku menghampiri para aktor. Ia lalu mengedarkan pandangannya ke sekelililng ruangan. “Harang mana?? Mana dia si L itu? Dia belum datang??!”

L? Yang benar saja, aku akan beradu akting dengan L?! Oh my god!! Aku adalah fans beratnya.

“Aku disini,” terdengar gerutuan dari arah pintu masuk. Aku dan sutradara pun menoleh ke arah pintu masuk. Disana berdiri seorang pemuda yang memakai blazer hitam, kacamata hitam, topi hitam, jeans hitam dan converse hitam. Ada apa dengan pemuda ini? Apa dia sedang breduka sampai harus memakai serba hitam?? Tapi memang warna hitam tampak sempurna di tubuhnya. Dan ketika pemuda itu membuka kacamatanya aku nyaris kehilangan napasku. Dia adalah pemuda yang paling sempurna yang ada di dunia ini. L ternyata lebih tampan dilihat secara langsung.

“Kamu baru datang?” tegur sutradara menyadarkanku. Sutradara terdengar tidak suka dengannya.

“Akulah yang datang pertama kali disini,” gerutu L.

“Ne, dia tertidur di ruang ganti daritadi,” celetuk salah seorang kru.

Sutradara kemudian menghela napas mendengar alasan yang beredar. Ia lalu memperkenalkanku pada L yang kini sudah duduk seraya menyilangkan kakinya. L menatapku dan aku kembali kehilangan napasku karena tatapannya. Ia lalu tersenyum padaku.

L. Tersenyum. Padaku.

Semoga ini menjadi awal yang baik.

.

.

“L, aku ingin memperkenalkanmu dengan seseorang,” ujar Sunggyu Oppa.

Ahh, Sunggyu Oppa adalah orang yang berjasa besar dalam hidupku. Ialah yang membawaku untuk ikut casting drama Infinite Love. Aku yang tumbuh besar di daerah pinggiran Seoul dan harus berusaha membanting tulang hanya agar bisa makan sehari-hari ini membuat Sunggyu Oppa yang notabene adalah sepupu dari temanku prihatin akan keadaanku. Ia lalu mengajakku ke Seoul untuk ikut casting disana-sini dan hasilnya aku lolos casting.

“Siapa?” Sahut L acuh. Ia kini sedang duduk di kursi malas dan memejamkan matanya. Sepertinya ia mencoba untuk tidur.

“Ini Son Naeun, yang aku ceritakan itu. Dia akan menjadi Marry, lawan mainmu.”

“Aku sudah kenalan dengannya tadi,” ketus L.

Aku terdiam mendengarnya. Ia tampak sangat terganggu. Apa dia tidak suka padaku?

L lalu membuka matanya dan duduk tegak menatapku. “Selamat datang di dunia yang tak mengenal waktu ini. Semoga kamu kuat dengan dunia gila ini.” Ia lalu menarik salah satu sudut mulutnya ke atas, membuat seringaian yang mampu membuatku meleleh.

Sejak itu aku jadi dekat dengannya. Dari luar L memang tampak seperti orang yang acuh, kasar, tidak sopan, sombong dan keras kepala. Tapi ia sesungguhnya adalah pemuda yang baik. Ia selalu mampu membuatku meleleh dengan setiap ucapan dan tingkah lakunya. Dia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna yang pernah kutemui.

Dia sangat baik padaku. Sangat baik. Bahkan terlalu baik.

L tak pernah suka makanan yang ada di lokasi syuting. Karena itu dia selalu memilih untuk makan diluar. Biasanya dia akan mengajakku keluar bersama aktor yang lainnya. Atau kalaupun ia tidak makan diluar, ia pasti selalu tidak pernah lupa untuk membelikanku makanan. Hal ini selalu membuatku bingung. Apakah ia melakukan ini karena memang kasihan padaku atau hanya manner saja atau karena dia menyukaiku.

Ahh tentu saja alasan yang terakhir itu sangat tidak mungkin. Mustahil L menyukai gadis kampung sepertiku. Aku bahkan tidak secantik Yura, protagonis di drama kami. Ya, L mungkin hanya kasihan, apalagi Sunggyu oppa sudah menceritakan kisah hidupku padanya.

Awalnya ku kira seperti itu. Sampai suatu hari ketika aku menerima telepon dari pemilik kontrakan kalau aku harus segera keluar dari kontrakanku.

“Tapi Ahjumma, aku akan mendapatkan honorku akhir bulan ini. Setelah itu aku akan membayar tunggakan kontrakanku!” Pintaku. Tapi pemilik kontrakan tidak mau mendengar permintaanku. Ia tetap mengusirku dari kontrakan karena aku sudah menunggak hampir empat bulan lamanya.

Aku menatap ponselku nelangsa. Padahal aku akan mendapatkan honorku dua minggu lagi, kenapa bibi tua itu tak mau menunggu? Lalu aku harus tinggal dimana? Aku harus bagaimana?

“Ohh, habislah aku. Sekarang aku harus tinggal dimana? Aku tak mungkin meminta honorku dimuka. Apa yang harus aku lakukan?” keluhku.

Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku.

“Kopi?” tegur seseorang disebelahku.

Aku pun mengangkat wajahku dan menemukan secangkir kopi di hadapanku. Lalu aku menoleh dan mendapati L sudah duduk disana sambil menyesap kopinya. Aku cukup kaget melihatnya disini. Apakah dia mendengar percakapanku tadi? Dia pasti berpikir aku adalah perempuan paling menyedihkan di dunia ini.

Aku lalu mengambil kopi yang ia sodorkan padaku dan mulai menghirup wanginya. “Gomawo.”

Ia hanya duduk diam disana. Tidak berbicara apapun. Kami hanya duduk diam sambil menyesap kopi masing-masing. Aku tidak menyukai suasana ini sesungguhnya. Diam dan berkutat dengan pikiran masing-masing. Ini menyesakkan.

“Aku tahu ini absurd. Tapi apartemenku memiliki 2 kamar. Satu milikku dan satunya punya Sunggyu. Aku jarang tinggal disana. Aku lebih banyak tidur di mobil. Yah, karena syuting dari pagi sampai pagi aku jadi tidak memiliki waktu untuk tidur di apartemenku sendiri.”

Aku memandangi L bingung. Aku tidak mengerti arah pembicaraannya ini. Apa dia sedang memamerkan betapa ia memiliki apartemen yang tak berguna karena jarang ia tinggali?

“Kalau kamu mau.. Kamu bisa tinggal disana untuk sementara waktu sampai kamu menemukan rumah baru.”

Aku tersedak mendengar ucapannya. Dia bilang apa? Berarti dia mendengar pembicaraanku tadi.

“Seperti yang kubilang tadi, apartemen itu tidak ada yang menghuninya. Itu sih terserah kamu mau atau tidak,” acuhnya.

L lalu beranjak dan meninggalkanku. Oh Tuhan, terimakasih untuk mengirimkanku seorang malaikat berwujud L.

“Oppa, tunggu sebentar.”

.

.

Sejak saat itu aku dan L menjadi makin dekat. Aku memang tinggal di apartemennya, tapi seperti yang pernah dia ucapkan aku hampir tidak bisa melihatnya di apartemen. Jam syutingku dengannya itu berbeda. Jadi aku belum tentu bisa melihatnya di rumah. Selain itu dia juga sibuk untuk syuting CF, jadi presenter acara musik, pemotretan untuk majalah dan lain-lain. Aku benar-benar tidak bisa melihatnya di rumah.

Kalaupun kebetulan aku dan L berangkat bersama, aku selalu memilih untuk naik taksi. Ini aku lakukan agar tidak menimbulkan gosip-gosip aneh. Karena apa yang terjadi diantara kami sama sekali tidak biasa.

Aku memiliki perasaan khusus pada L, begitu juga sebaliknya. Tapi kita tak pernah menjalani fase yang namanya pendekatan lalu pacaran. Semuanya terjadi begitu saja, mengalir seperti air. Tak pernah ada kata cinta yang terucap dari mulut masing-masing. Tapi kami sama-sama tahu kalau kami memiliki perasaan yang sama. Kami juga tidak menobatkan diri sebagai pasangan kekasih. Hubungan kami hanya seperti ini.

Tapi semua yang kami lakukan berantakan. Paparazi lebih tajam instingnya. Dan semua itu terjadi begitu saja. Foto-fotoku yang keluar gedung apartemen bersamaan dengan L tertangkap kamera mereka. Segera saja berita tentang kami merajai semua halaman utama.

“Honormu sudah aku kirim ke tabunganmu, ini tanda buktinya.” Produser memberikanku selembar kertas bukti transfer honorku. Setelah itu, ia menatapku serius, membuatku ciut akan tatapannya. “Apa berita itu benar, Naeun?”

Berita? Ahh mengenai aku dan L? Apa yang harus aku katakan padanya? Sekarang produser pun sudah dengar beritanya. Dia tampak tidak suka.

“Kuberi kamu satu nasihat Naeun. Dunia ini adalah tempat dimana orang yang paling acuh sekalipun akan berubah menjadi orang yang serakah. Aku tidak ingin mendengar berita-berita semacam ini lagi. Ini bisa merusak citra drama kita. Aku tak ingin drama ini sukses karena skandal artisnya. Aku tahu kau dan L sangat dekat. Tapi kusarankan untuk jangan pernah main hati. Sebelum kamu berubah menjadi artis yang serakah, ada baiknya kamu mengunci hatimu agar tidak terjerumus dalam godaan di dunia ini,” ujar sang produser.

Aku terdiam mendengar ucapannya. Apa yang ia katakan itu benar. Aku seharusnya tak boleh mengharapkan lebih. Sudah bagus aku bisa mendapatkan peran ini, beradu akting dengan aktor-aktor papan atas dan perlahan-lahan menjadi terkenal. Aku tak boleh meminta lebih. Termasuk meminta cinta dari L.

.

“Naeun kau baik-baik saja??” tanya L ketika meneleponku.

Aku menghela napas panjang mendengar suaranya. Jujur saja aku takut. Ini bukan pertama kalinya aku kena skandal bersama dirinya.

“Ne, aku baik2 saja. Kamu sendiri?”

“Aku baik-baik saja,” sahut L. Dari suaranya saja aku sudah tahu kalau dia tidak baik-baik saja. “Umm, Naeun. Bagaimana kalau…”

L berhenti bicara. Ada apa ini. Suaranya saja membuatku panik dan kini apa yang ingin dikatakannya?

“Bagaimana kalau kita membuat konferensi pers mengenai hubungan kita? Dengan begitu mereka akan berhenti mengejar kita.”

Aku kaget mendengar ucapannya. Ini tak boleh terjadi. Lalu bagaimana dengan nasibku? Semua fans L psati aku memburuku kalau mereka tahu aku memiliki hubungan spesial dengannya.

“Mianhae Oppa, aku tidak bisa. Oppa tahu kan kalau kita berbahaya. Setiap gerakan kita bisa membuat papparazi bahagia. Oppa tidak ingin menghancurkan karir yang baru aku bangun kan? Kalau Oppa sudah mengerti, aku sudahi pembicaraan ini. Annyeong.”

Aku menutup sambungan telepon. Aku tak mau mengatakan hal itu. Tapi aku terlalu takut.

Dan kurasa aku sudah menyakitinya.

.

.

“Yah!!!”

Kurasakan seseorang sudah menarik rambutku. Aku baru saja dalam perjalanan pulang sehabis dari salon dan kini ada sekumpulan anak remaja menghalangi jalanku.

“Apa yang kau lakukan terhadap oppa kami huh? Dasar perempuan penggoda!” Salah satu dari mereka menarik rambutku lagi.

“Kamu itu cuma gadis kampung! Gak pantas dengan L oppa!”

“Jangan menggoda L oppa lagi!!”

“Kamu cukup berakting dengan benaran dan jangan membawa aktingmu diluar drama!”

Mereka mendorongku kesana-kemari seraya terus melontarkan kata-kata kasar. Aku hanya menahan diriku untuk tidak melawan mereka. Tentu saja aku akan kalah jumlah dari mereka.

Lalu tiba-tiba mereka menumpahkan tepung ke kepalaku. Mereka juga menimpuki aku dengan telur dan tomat busuk. Seolah belum cukup, mereka kini menyiramku dengan air yang sangat bau. Oh Tuhan, kapan semua ini akan berakhir.

“Ini peringatan untukmu, lacur. Jangan mencoba-coba untuk mendekati L oppa. Atau kami akan menghancurkan dirimu sampai sehancur-hancurnya!!”

Mereka lalu meninggalkanku terpuruk sendiri disana. Inikah rasanya, rasa begitu tertindas dan putus asa? Pantas saja begitu banyak artis yang mencoba bunuh diri karena serangan antifans. Ini mungkin baru level 1 dari serangan mereka, entah serangan seperti apalagi yang akan aku dapatkan nantinya. Aku tak bisa membayangkan apa saja yang akan mereka lakukan terhadap kehidupanku.

Haruskah aku menjauh dari kehidupan L?

.

Sesampainya dirumah aku segera mandi untuk membilas segala kotoran di badanku. Aku sampai harus keramas sebanyak 5 kali untuk mengurangi bau di rambutku. Setelah selesai aku segera membungkus kepalaku dan mematut diriku di depan cermin. Setidaknya wajahku baik-baik saja. Aku berusaha memastikan kalau aku tidak terlihat menyedihkan. Aku tak ingin ketika L pulang nanti dia melihat semua penghinaan yang aku alami.

Setelah selesai aku pun keluar kamar mandi. Kudengar pintu depan terbuka. Ternyata L sudah pulang. Dan ia membawa bungkusan besar bersamanya.

“Oppa..? Kau sudah pulang?” tegurku.

Begitu masuk ke apartemen tersebut L langsung menaruh kotak besar yang tadi dibawanya ke meja terdekat. “Pakai itu,” titahnya.

Aku bingung dengan sikap L. Tapi aku tetap menuruti perintahnya dan mulai membuka kotak besar tersebut. Ternyata isi kotak tersebut adalah sebuah gaun cantik berwarna peach dengan aksen brukat yang membuat seolah pakaian itu tembus pandang.

“Apa ini?”

“Pakai itu, dan kita akan menemui orangtuaku malam ini. Aku akan melamarmu dihadapan mereka. Jadi menikahlah denganku, Naeun,” tegas L.

Apa?! Menikah?! Aku tidak sedang bermimpi kan?! L mengajakku menikah dengannya?!

“Ne? menikah? Oppa kau tahu kan aku..”

L lalu berlutut di hadapanku. Ia menatapku penuh harap. “Kumohon, menikahlah denganku. Kita akan lawan gossip-gossip itu. Kamu mencintaiku kan? Apa kamu mau melihatku dinikahkan dengan orang lain??”

Mata itu sungguh mampu mengalahkan keegoisanku. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tak bisa menolak mata itu.

“Aku mencintaimu, Oppa. Tapi apa kamu pikir aku akan menikahimu? Itu tidak mungkin. Aku masih muda. Karirku juga sedang menanjak. Kalau aku menikah denganmu itu sama saja aku menghancurkan kerja kerasku,” sahutku.

L terdiam mendengar ucapanku. Aku pasti sudah menyakiti hatinya.

“Tapi kalau kita menikah, kita bisa menjadi pasangan yang paling serasi. Semua pasti akan mendukung kita,” kali ini suara L terdengar pasrah.

“Mianhae. Tapi kamu tahu sendiri, bahkan ketika aku satu acara denganmu, semua fansmu langsung mencaci maki aku. Bagaimana bisa aku menikahimu sementara seluruh dunia membenciku. Lihat saja realitanya Oppa, wanita manapun yang dekat denganmu akan menjadi bulan-bulanan antifans. Apa kamu mau menyakitiku seperti itu?”

Seseorang tolong hentikan mulut ini sebelum ia menyakiti L lebih jauh lagi. Aku tak mau mengucapkan hal-hal mengerikan itu. Kenapa aku harus mengalami ini. Yang ingin aku katakan padanya adalah ‘ya, aku mau menikah denganmu’ tapi aku tak bisa mengucapkannya.

“Begitukah?” gumam L. Ia lalu berdiri dan menatapku. Matanya tampak dingin dan… terluka. “Aku anggap ini sebagai jawaban perasaanmu yang sesungguhnya terhadapku. Terima kasih. Annyeong”

Dan dia pun pergi meninggalkanku.

Ia tak pernah kembali.

Ia tak kembali ke rumah ataupun ke hadapanku.

Yang aku ketahui selanjutnya adalah dia menikahi seorang perempuan bernama Hwang Yongbi. Perempuan cantik yang memiliki karir gemilang. Kudengar gadis itu yatim piatu sejak lima tahun yang lalu dan kini sudah memiliki butik sendiri. Teman-teman sesama artis di dramaku ini sering memakai baju rancangannya. Aku memang tak sebanding dengannya.

Jujur aku cemburu. Ia tidak mendapat perlakuan yang sama seperti yang kudapatkan. Semua staff menyukainya, fans-fans L banyak yang mengunjunginya sekedar memberikan hadiah atau memesan baju padanya, dan tampaknya L menyukainya.

Kenapa gadis itu begitu beruntung sementara aku tidak? Kenapa semua terasa tidak adil.

Kenapa… dia bisa bahagia bersama L Oppa?

Aku… aku tidak suka melihatnya. Dia harus merasakan rasa sakit yang aku rasakan ketika bersama L.

.

.

Aku berusaha mencari tahu apa yang terjadi antara L dengan Hwang Yongbi itu. Tidak banyak yang ku ketahui tentangnya, selain ia memiliki butik di daerah Gangnam. Aku tidak tahu bagaimana mereka bisa bertemu. Aku juga tidak tahu bagaimana mereka akhirnya bisa menikah. Tapi aku teringat akan ucapan L yang menyinggung masalah ‘menikah dengan perempuan lain’. Sepertinya L menikahi Yongbi bukan atas keinginannya, mungkin semacam dijodohkan atau semacamnya.

Dan kesempatan itu pun tiba. L mengajak Yongbi untuk syuting di Jeju. Dia pikir dia bisa memamerkan kemesraannya dihadapanku. Tidak akan kubiarkan kalian merasakan yang namanya honeymoon disini. Tidak dihadapanku.

Aku tahu kalau aku memiliki fans fanatik yang selalu mengikuti kemanapun aku pergi. Dan mereka mengikutiku ke Jeju. Kurasa aku bisa memanfaatkan mereka untuk menghancurkan honeymoon L.

Aku meminta mereka untuk menjauhkan Yongbi dari L. Kudengar mereka menimpuki Yongbi dengan telur, karena itu sekarang Yongbi beristirahat di hotel setidaknya itu yang ku ketahui. Tapi sesampainya kami di hotel ternyata Yongbi menghilang entah kemana. Aku panik. Aku takut kalau fansku bertingkah diluar batas. Aku pun segera menelepon mereka.

“Kalian bersama Yongbi? Tidak? Kalian tidak melihatnya lagi setelah kalian menyerangnya? Cari dia. Beri dia pelajaran,” ujarku agak sedikit berbisik pada teleponku. Setelah selesai berbicara dengan mereka aku memandangi teleponku, panik.

“Siapa yang mau kamu beri pelajaran? Yongbi?” tegur seseorang mengagetkanku. Aku segera berbalik dan mendapati Sunggyu Oppa sudah berdiri di belakangku sambil memicingkan matanya. Sh*t, apa dia mendengar percakapanku tadi.

“Sepertinya dugaanku benar, kamu yang ada dibalik penyerangan Yongbi tadi siang. Kenapa Naeun?” selidiknya.

Aku berusaha meredakan rasa panikku. Lalu aku tersenyum pada Sunggu Oppa, sepolos mungkin.

“Penyerangan? Apa maksudnya? Yongbi diserang tadi siang? Omo, bagaimana ini? Bagaimana kalau dia sekarang diserang oleh antifans?” panikku. Aku harus berakting sepanik mungkin untuk mengurangi rasa curiga Sunggyu Oppa.

Sunggyu Oppa lalu menyeretku menjauhi lobby hotel. Ia membawaku ke tangga darurat dan mulai mengkonfrontiku.

“Kamu pikir aku bodoh. Tak punya mata dan telinga begitu? Aku tahu apa yang sedang kau rencanakan untuk menyakiti Yongbi dan L dan aku tak akan membiarkan itu terjadi,” desis Sunggyu Oppa.

“Menyakiti mereka? Apa untungnya bagiku? Kenapa aku harus menyakiti mereka?” aku menyilangkan lenganku di dada.

“Kalau aku tidak salah, kamu lah yang menolak lamaran L. Jadi jangan sakit hati jika melihat L sekarang bersama dengan perempuan lain. Hentikan semua niatmu itu, Naeun,” ancam Sunggyu Oppa.

Apa-apaan ini? Dia tahu kalau L melamarku? Apa L yang menceritakannya?

“Bukankah aku pernah mengatakannya padamu, Naeun. Jangan serakah jika ingin bertahan di dunia ini. Kamu memang harus keras hati, tapi kamu tak boleh serakah. Kamu sudah menggenggam L tapi kamu sendiri yang melepaskannya dan sekarang kamu tidak suka melihatnya dengan perempuan lain? Bukankah itu serakah namanya.”

Aku terdiam mendengarka celotehan Sunggyu. Ingin aku membantahnya. Aku menolak L bukan karena kemauanku. Semuanya, semua orang yang menginginkan agar aku dan L tidak bersama.

“Berhentilah sebelum terlambat Naeun. Aku membawamu bukan untuk membuatmu jadi seperti ini. Aku membawamu ke dunia ini, mengenalkanmu dengan L membiarkanmu tinggal dengannya karena aku menyayangimu, karena aku ingin membantu membawa hidupmu menuju kebaikan. Jadi jangan meminta lebih dari apa yang bisa kamu dapatkan. Atau kamu tak akan pernah puas.”

Ada apa dengan semua orang? Apa aku terlihat begitu serakah? Aku hanya ingin agar L kembali padaku. Kenapa mereka semua menghalangiku dan membiarkan Hwang Yongbi bahagia bersama L? Apa yang salah denganku?

Kuputuskan aku tak akan pernah membiarkan kamu bahagia L. Aku tak mau terpuruk sendirian. Aku akan membuat gadis itu merasakan apa yang pernah aku rasakan.

.

.

.

Aku menemui Jung Soojung, perempuan yang kini sedang menuntut Hwang Yongbi karena mengira Hwang Yongbi sudah membatalkan pernikahannya. Aku ingin bekerja sama dengannya karena ia sepertinya memiliki perasaan yang sama sepertiku terhadap Yongbi. Jadi kami memutuskan untuk bekerja sama menghancurkan Hwang Yongbi. Awalnya aku tak mau, karena kalau mengingat apa yang terjadi di Jeju dulu, pernikahannya Jung Soojung itu gagal karena aku menyuruh fansku untuk membawa Hwang Yongbi ke pernikahannya. Tapi seperti yang kuduga, aku tak bisa bekerja sama dengannya. Jung Soojung terlalu brutal. Ia memakai kekerasan fisik untuk menyerang Hwang Yongbi. Dan hasilnya seperti yang bisa di duga, kami berdua ditahan di kepolisian sekarang.

Beruntungnya diriku, aku mendapat penangguhan penahanan. Pengacara yang disewa untukku berusaha agar aku tidak di penjara. tapi berbeda dengan Jung Soojung, ia di penjara, karena ia memang terbukti melakukan pemukulan terhadap Hwang Yongbi. Mengingat kejadian itu aku selalu diliputi rasa bersalah. Karena Hwang Yongbi ternyata hamil! kudengar ia keguguran sekarang. Sungguh ini diluar dugaanku.

L kini mendatangiku, menyalahkanku atas hilangnya calon bayinya. Aku selalu mengira kalau ia terjebak dalam pernikahan yang tak ia inginkan, tapi kenyataannya L terlihat sangat mencintai Hwang Yongbi itu.

“Hentikan kumohon.” L kini sudah berlutut di hadapanku. Ia tampak sangat berantakan sekali. Aku cukup kaget melihatnya datang ke apartemenku setelah apa yang terjadi antara aku, Soojung dan Yongbi di butik istrinya kemarin dulu.

“Cukup siksa saja aku. Tapi kumohon jangan kamu sakiti Yongbi. Aku.. aku tak bisa melihatnya seperti ini. Kumohon padamu, Naeun.”

L tampak menahan airmatanya yang seolah sudah mau tumpah. Aku sungguh tidak bisa melihatnya seperti ini. Tatapan matanya begitu terluka. Apa aku sudah melukainya sampai seperti ini?

“Maafkan aku Naeun. Aku memang brengsek. Aku tidak memikirkan perasaanmu dulu. Aku sadar kau pasti terluka dengan keputusanku. Tapi kumohon padamu, jangan libatkan Yongbi antara kita. Cukup aku saja, jangan Yongbi.” L memohon padaku.

L. Memohon. Padaku.

“Oppa…”

“Aku mencintainya. Kamu salah kalau mengira dengan menyakitinya akan membuatku meninggalkannya. Aku terlalu mencintainya. Aku tak ingin melihatnya terluka seperti ini. Kamu… Ucapanmu benar Naeun. Perempuan manapun yang ada di dekatku pasti akan menderita. Sekarang Yongbi menderita.. Karenamu.”

L kini mengangkat wajahnya. Ia kemudian berdiri dan menatapku.

“Aku dulu pernah begitu mencintaimu, Naeun. Tapi kamu tak pernah, sekalipun, sama sekali tak pernah membalas perasaanku. Lalu kenapa kamu harus menyakiti Yongbi karena dia begitu mencintaiku? Aku tak akan pernah memaafkan siapapun yang sudah menyakitinya seperti itu,” desisnya.

Kalimat yang terlontar dari mulutnya bagaikan hujan es yang menyerang tubuhku. Dingin dan menyakitkan.

Dia kini membenciku.

L membenciku.

.

.

Karirku hancur. Kini tak ada lagi yang mau memakaiku sebagai artisnya. Aku juga sekarang mendapat julukan baru, wanita-perusak-rumah-tangga-orang. Aku terpuruk. Semuanya kini berbalik padaku.

Aku memikirkan semua hal yang pernah aku lakukan pada Hwang Yongbi. Mengingat betapa terlukanya L, membuatku sadar kalau ia benar-benar sudah tak terjangkau lagi. Aku sungguh menyesali semuanya. Apalagi kini Sunggyu Oppa datang dan mengatakan kalau Hwang Yongbi sudah memaafkanku. Padahal aku selalu menyakitinya.

“Dan berhubung L akan pergi wamil, jadi mungkin aku akan membuatmu sibuk kedepannya.”

Sunggyu Oppa membuyarkan lamunanku. Aku tidak memperhatikan ucapan Sunggyu Oppa. Aku sibuk berkutat dengan pemikiranku dan rasa bersalahku terhadap L dan Yongbi.

“Jadi mungkin kita akan kembali ke permukaan untuk membersihkan nama baikmu. Bukan untuk menjawab semua skandal tapi bertingkah seolah hal itu tak pernah terjadi. Setelah itu aku akan mencarikanmu drama lagi agar kamu bisa kembali berakting,” ujar Sunggyu Oppa.

“Apa?” Apa maksudnya? Membersihkan namaku? Mencarikan drama? Aku bingung dengan arah pembicaraan ini.

Sunggyu Oppa tampak menghela napas panjang. “Seperti yang sudah kubilang tadi, Yongbi terlalu baik hati. Dia menyuruhku untuk mambantumu terlepas dari semua benang kusut ini dan mengembalikanmu ke dunia entertainment ini. Dan berhubung L akan wamil, jadi aku akan mengurusmu sementara dia tidak ada. Aku akan jadi manajermu.”

“Ne?!” kagetku. “Tapi kenapa? Aku..bukannya Oppa membenciku? Kamu pernah bilang kalau kamu membenciku, kenapa oppa sekarang mau membantuku,” tudingku.

“Seperti yang kubilang tadi, ini adalah pesan Yongbi. Walau aku tidak suka, tapi aku harus menjalankannya. Lagipula ini hanya dua tahun, sampai L kembali dari wamil.”

Aku hanya bisa terdiam terpaku. Ada apa dengan Hwang Yongbi itu? Aku hanya menolongnya sedikit ketika Soojung memukulinya, tapi dia membalasku dengan begini banyak kebaikan. Padahal aku selalu melakukan kejahatan padanya.

“Baiklah, sudah cukup rasa harunya.” Sunggyu Oppa memecah lamunanku. “Sekarang saatnya melupakan masalalu dan memulai lembaran baru. Ucapkan selamat tinggal pada Naeun yang lama dan selamat datang pada Naeun yang baru.”

Aku menatap Sunggyu oppa penuh haru. Aku tahu persis, ia tak pernah benar-benar membenciku. Dia selalu menolongku. Menolongku dari kehidupan miskin yang mengekangku, menolongku dari keterpurukanku, menolongku ketika semua orang menghinaku, melindungiku ketika aku berubah menjadi jahat, dan membantuku untuk bangkit kembali.

Sunggyu Oppa menjulurkan tangannya padaku. Ia lalu memberi isyarat kau-harus-menjabatnya padaku. Aku pun menjabat tangannya.

“Aku Kim Sunggyu. Mulai sekarang aku akan menjadi manajermu. Semoga kita bisa bekerjasama dengan baik.”

Aku berusaha keras untuk menahan airmataku. Aku mengangguk dan tersenyum. “Aku Son Naeun, mohon bantuannya.”

Setelah itu Sunggyu Oppa beranjak untuk pulang. Aku mengantarkannya ke pintu depan. Sebelum ia membuka pintu, secara spontan aku memeluknya dari belakang.

“Terima kasih Oppa. Kau selalu ada untukku. Aku tak akan pernah melupakan kebaikanmu. Maafkan aku.” Aku pun tak bisa lagi menahan airmataku dan aku menangis disana.

Sunggyu Oppa lalu berbalik menghadapku. Ia menghapus airmataku. Matanya tampak meneduhkan ketika menatapku. “Itu sudah kewajibanku. Aku yang membawamu. Seperti yang pernah kukatakan dulu, aku membawamu bukan untuk merubahmu menjadi monster. Karena itu aku akan mengembalikanmu ke jalan dimana seharusnya kamu melangkah.”

Ia lalu menepuk pundakku pelan dan membuka pintu rumah. Sebelum keluar ia berpesan, “akan kusampaikan kata-katamu tadi pada Yongbi, atau kau mau menyampaikannya langsung padanya?”

Aku memutuskan mungkin aku akan mengucapkan terima kasih secara langsung pada Hwang Yongbi sekaligus minta maaf.

Aku akan memulai lembaran baru dalam hidupku. Seperti pesan Sunggyu Oppa ucapkan selamat tinggal pada masa lalu dan katakan selamat datang pada masa depan.

Goodbye bad-devil Naeun and Hello pure-innocent Naeun.

.

.

.

end Naeun Side Story

Ini adalah side story-nya Naeun. Disini dijelaskan kenapa naeun bisa jadi jahat gt dan gimana naeun kembali sadar.

Bee beneran ga rela ini ff tamat (˘̩̩̩-˘̩̩̩ƪ)

Jadi nantikan side-story lainnya ya ㅋㅋㅋㅋ

Advertisements
FF – Goodbye ~ Hello | Side Story : Naeun | PG17

22 thoughts on “FF – Goodbye ~ Hello | Side Story : Naeun | PG17

  1. mama dimas says:

    author aja gk rela ni ff tamat,apalagi sayaaaaaaaaaaaaa #nangis seember

    terharu banget baca side story Naeun, setiap manusia memang mempunyai rasa iri, tapi tergantung pada pribadi masing-masing,apakah rasa iri itu bisa merusak atau malah bisa membawa kita ke arah yg lebih baik.
    Naeun di ff ini memang jahat tapi kemudian sadar dan berubah menjadi baik.

    huaaa pokoknya suka banget sama ff ini 🙂

  2. Ahahaha… ternyata eonnie mendengarkan saranku… #peace
    nggak ada orang yang jahat. kekekeke ^^
    ternyata begitu toh kenapa Na eun licik. #saeng ga sebut jahat karena jahat ama licik beda. kekeke

    Wah… saeng tunggu side story cast yang lain sih eon….
    Kekeke…. kalo side storynya minho ama krystal gimana eon? #kepo

    Awalnya saeng mau komen pas baca tadi pas lagi kuliah. tapi bapak dosen ngeliatin saeng kayak mau nyakar saeng pas pegang hape. jadi saeng tunda ampe kelar kkn. kekeke
    Mian eonnie……

    1. ahahaha,, aku setuju sama kamu kalo ga ada orang yang bener2 jahat,, mereka jadi jahat itu karena keadaan..
      side story minstal aku bingung bikinnya -___-
      mereka kapan-kapan aja dahh #lol
      kamu ini dibilangin kalo lg nguli jangan baca FF juga O_O
      Baca FF itu bisa ditunda abis nguli tauuk,,, ckckckc
      no prob dear,, anyway makasii ya udah mampir 😀

      1. wkwkwkw…. bener eonni…. kekeke

        habisna saeng bosen denegrin pak dosen cerita tentang perompak somalia.. ngantuuuuukkkk.. #peace

        iya eonnie…. kalo ada new ff, aq di kasih tau lah….

  3. myung77 says:

    gk rela jga kalau tamat… bgys crtanya. . L smpek rela berlutut k naeun #gak tega . . side story slnjtnya L ya. . ditunggu ff menarik lainya

  4. eunyoungg says:

    aku juga gak rela ff ini tamaaattt >< *nimbrung note nya bee eonni*
    naeun nya disini kasian 😦
    tapi kalo inget pernah jahat sama yongbi jadi sebel -,-
    next side story nya L donkk eonni…
    ^O^

  5. ryuna says:

    ternyata oh ternyata naeun awalnx nasibnx ngelangsa…tp kelakuanx ama yongbi bkin ane pengen jambak jg #plaaak

    nice epep onnie….
    trus ciptain epep baru…
    semangat….

    1. well orang bisa jadi jahat itu pasti ada sebabnya..
      ga mungkin dia terlahir jahat kan? kekeke
      aku coba ngegambarin karakter naeun kaya gitu..
      makasih yahh udah mampir 😀

  6. ngerti skrg knp naeun begitu #nganguk”
    hehehe
    sepertinya dapet feelny sunggyu sm naeun 😀
    hahaha
    eonni.. knp naeun g sm sunggyu aj?
    btw d tnggu side story slnjutnya
    hwaiting eonni !!

  7. Eonnii, trnyata naeun kasian jg yaaa. Trnyata dy ga mau nerima L gara2 itu, aku kira gara2 dy beneran mau nglanjutin karirnya dulu. Harusnya dy sama sunggyu aja sih eon, kayanya sunggyu ngerti dy bgt =)
    msi ada side story yg lainkah?? Ditunggu =)

  8. Ling_Key says:

    Yeah…
    This story comeback, stelah dibaca side story nya kasian bgt y Naeun,syukur dia bz sadarT.T

    Ku kira abis balik badan mau pada rangkul2an?? Tetep ja Kyu oppa jadi perjaka tua*keukeuh pngen kyu oppa punya pasangan 😀

    aku tunggu yg slanjutnya eonn^^ Minho ma Soojung kah?L ma bi?

      1. Ling_Key says:

        Aigo…
        Kasian nasibmu Oppa,ternyata eoNnie menganggap mu grandpa XD
        tapi tak apa setidaknya tidak sengenes nasib Kai

        Ohohoho kyu eun couple juga oke kok,mehehehe

  9. aick says:

    huaaa, gak nyangka klo myungsoo smpe rela berlutut di depan naneun demi yongbi. bener” dah jadi suami yg baik :’)
    huaaaaa, sunggyu oppa baeek bangeet. penuh tanggung jawab, dewasa. keren daaah..
    bahagia bgt klo pnya oppa kyk gtu ><
    Q juga rela eoon klo ff ni tamat, g nyangka feelnya bakal kena bgt smpe skrg ni 😦

    Q tunggu side story laennyaaaa 😀

      1. aick says:

        hahaha, iya tu salah satu alasan yg mendukung eoon 😀
        Q setia nunggu ffnya eonni kq,hehehe

        oiya, tdi eonni bukannya smpt ngepost teaser ff yaaa?! kq g ada skrg??

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s