FF – Goodbye ~ Hello | Chapter 4 | PG16


Title : Goodbye – Hello

Subtitle : (Chapter 4 – Daily Life) Wavering Heart

Author : beedragon

Cast:

Hwang Yongbi (OC)

L Infinite as Kim Myungsoo / L

Other Cast:

Naeun A-Pink as Son Naeun

Key Shinee as Key

Minho Shinee as Minho

Sunggyu Infinite as Kim Sunggyu

and other original cast that i borrowed their name

Genre : Romance

Length : Series (Read first Chapter 1, 2 3 )

Rating / pairing : pg16 / Straight

Summary : Pernikahan bukanlah hal yang bisa dipermainkan begitu saja. Pernikahan itu mengikat sepasang manusia dalam cinta. Apa jadinya sebuah pernikahan jika orang-orang yang menjalaninya mengalami masalah mengenai percintaan.

Disclaimer : This is only fiction. This is only Bee imagination. All of the character aren’t mine. I Do Own This Fiction so Do Not Copy Paste Without My Permission and Don’t Be Silent Reader

Backsound Song : Epik High – Pieces of You

Daily Life (Wavering Heart)


.

.

.

“Kenapa kamu akhirnya mau menikah denganku? Kukira dengan harga dirimu yang sangat tinggi itu, kamu benar-benar akan menolak permintaan Harabeoji.”

“Tidak ada alasan lain. Aku… cita-citaku dari dulu adalah menikah, menjadi istri dan ibu yang baik bagi keluargaku. Walau Minho sudah menghancurkan impianku, tapi aku tak ingin impianku runtuh lagi ketika pernikahan ini kembali menghampiriku.”

“Hanya itu? Tapi kamu tahu kan kalau kita hanya menikah. Aku tidak ingin kamu-.

“Aku tahu. Walau aku tidak menyukaimu, tapi aku akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu. Kuharap kamu tidak tergoda oleh pesonaku nantinya.”

“Huh, silakan berharap. Dan jangan merengek kalau nantinya kamu malah jatuh cinta padaku.”

.

.

.

Naeun baru saja tiba di lokasi syuting ketika dilihatnya para staf sedang menyantap sup tulang kaki sapi. Tertarik, Naeun pun menghampiri mereka.

“Wahh, ada acara apa ini? Siapa yang bawa seolleongtang?” tegur Naeun.

“Oh Naeun, kamu sudah datang. Ini coba dulu supnya. Kamu kan semalam habis mabuk, badanmu akan segar lagi kalau minum ini,” sahut salah satu staf sambil menyodorkan semangkuk sup tulang.

Naeun pun mencicipi sup tersebut. “Hmm, ini enak. Siapa yang beli? Ini susah kan dibuatnya? Bukannya butuh proses berjam-jam ya?” tanya Naeun sambil melahap sup tersebut.

“Enak kan? Ini sup buatan istrinya L. Tadi mereka datang kesini dan membawakan ini semua, lalu langsung pergi karena L harus mengantar istrinya itu ke butiknya.”

Naeun mendadak tersedak mendengar penjelasan staf tersebut. Ia lalu menyingkirkan mangkuk sup itu dari hadapannya. “Ishh, sup ini sungguh tidak enak!” kesal Naeun.

“Apanya yang tidak enak? Ini enak tahu. Istrinya L itu perhatian sekali, dia membuatkan ini untuk suaminya tapi dia juga membagikannya untuk kita,” puji salah satu staf.

“Iya, sudah cantik, baik hati pula. Dia juga pintar masak. Dan kalau kamu lihat betapa L sangat bangga ketika memamerkan istrinya itu benar-benar membuat siapapun akan cemburu melihat mereka,” puji staf yang lain.

Naeun memandangi para staf penuh kebencian. Ia kesal karena mereka begitu memuji Yongbi. “Yah! aku kan juga perhatian sama kalian, kenapa aku tidak dipuji seperti itu?!” kesal Naeun.

“Oooh, uri Naeun cemburu eoh?” goda para staf.

Aniyo!” seru Naeun.

Naeun lalu meninggalkan para staf dengan kesalnya dan masuk ke ruang rias. Naeun terus menggerutu setibanya ia di ruang rias. “Aku yang menghabiskan setengah tabunganku untuk mentraktir mereka dan mereka tidak memujiku! Aku kalah hanya dengan semangkuk sup?!! Lihat saja Hwang Yongbi, aku akan menunjukkan betapa sengsaranya dirimu jika terus bersama L Oppa!!”

.

.

“Pergi kamu dari sini!!” bentak Key.

Key lalu masuk ke dalam butik dan mengambil sebuah tongkat kayu yang biasa dipakai untuk menggantung pakaian. Kemudian ia kembali ke pintu masuk butiknya dan mengacungkan tongkat itu untuk mengusir seorang pemuda yang baru saja datang ke butik.

“Kibum-ah, tunggu dulu…” sela pemuda itu memanggil Key dengan nama aslinya. Pemuda yang lebih tinggi dari Key itu terus berusaha meghindari serangan Key. “Aku hanya ingin tahu apa Bi baik-baik saja.”

Key pun menghentikan serangannya. Ia kemudian menatap pemuda itu takjub. “Kamu benar-benar sesuatu Choi Minho. Setelah kamu mencampakkan Hwangyong, membatalkan pernikahan, menghilang selama berminggu-minggu dan membiarkan Yong menderita dan sekarang kamu mencarinya lagi?! Kamu benar-benar tak punya hati Choi Minho.” Key kembali mengayunkan tongkatnya.

Choi Minho, mantan calon suami Yongbi itu tertegun mendengar ucapan Key. “Bi, menderita katamu?”

“Ne dan itu karena kamu!!” Kali ini pukulan Key mengenai Minho yang sedang lengah, tongkat kayunya mendarat telak di bokong pemuda jangkung itu. “Tapi sekarang Hwangyong sudah bahagia, ini semua karena dia sudah menikah dengan L. Tentu kamu sudah mendengar kabar itu bukan?!”

Minho meringis sambil memegangi bokongnya. “Jadi Bi benar-benar sudah menikah dengan aktor itu?”

“Ne! jadi sebaiknya kamu pergi sekarang sebelum Yong dan suaminya datang!!” usir Key yang kembali mengayun-ayunkan tongkat kayunya.

Minho pun akhirnya memilih untuk pergi dari butik Yongbi tersebut. Sementara Key terus memperhatikan Minho sampai akhirnya dia menghilang di tikungan jalan.

Setelah memastikan kalau Minho sudah benar-benar pergi, Key kembali masuk ke dalam butik. Belum ada beberapa langkah Key masuk ke butik, sudah ada seseorang yang menepuk pundaknya. Refleks, Key langsung mengayunkan tongkat kayunya untuk memukul orang tersebut –mengira kalau itu adalah Minho yang kembali lagi. Untungnya orang tersebut memiliki refleks yang cepat, jadi ia langsung menahan pukulan Key dengan kedua tangannya.

“Key!!” bentak Yongbi yang baru saja tiba di butik. “Walaupun kamu antifans L, tapi kamu gak perlu sampai segitunya membenci L! Kenapa kamu memukulnya seperti itu?!”

L yang masih terpaku menahan pukulan Key tampak takjub. “Wow! Kamu dan temanmu sangat cocok, kalian sama-sama barbar,” ujar L yang tampak kaget sekaligus takut karena Key nyaris saja memukulnya.

Yongbi lalu merebut tongkat kayu yang dipegang Key dan melemparnya sembarangan. Setelah memastikan kalau L tidak terluka, Yongbi langsung masuk ke ruang kerjanya.

Merasa bersalah, Key pun meminta maaf pada L. Dan walau masih setengah hati, L menerima maaf Key, ia juga berbaik hati memberikan sup buatan Yongbi ke Key –karena memang itulah tujuannya menemani Yongbi ke butiknya hari ini.

“Apa ini?” bingung Key.

“Seolleongtang, buatan Yongbi,” sahut L bangga.

“Buatan Yong?! Yong masak katamu?!” takjub Key. “Wah L-ssi kamu benar-benar sesuatu! Apa yang kamu lakukan pada Hwangyong sampai dia mau menyentuh yang namanya dapur??”

L hanya tersenyum bangga dan lalu langsung melengos masuk ke dalam butik untuk beristirahat sejenak. Key pun memilih untuk langsung ke pantri dan menyimpan sup buatan Yongbi.

Setelah selesai menyelamatkan sup buatan Yongbi, Key segera kembali mendekati L. Key menghampiri L yang sedang mengutak-atik baju rancangan Key.

“Yah, L-ssi, aku mau bicara sesuatu padamu,” ujar Key.

L memandang Key dengan tatapan mau-bicara-apa. Walau ia tak tertarik karena menurutnya Key pasti hanya akan bertanya bagaimana kelanjutan drama Infinite Love yang dibintanginya.

“Aku mau minta tolong, kalau kamu tidak sibuk tolong antar jemput Hwangyong. Kalau misalnya kamu tidak bisa antar jemput dia, kabari aku, biar aku yang mengantar Hwangyong pulang. Pokoknya jangan biarkan Yong pulang-pergi sendirian.”

L memandang Key bingung. Kenapa juga ia harus menjadi semacam supirnya Yongbi, memangnya Yongbi itu anak kecil yang tidak bisa pulang sendiri? Lagipula bukannya biasanya juga Yongbi pulang-pergi sendirian, kenapa sekarang gadis itu harus diistimewakan.

“Cutiku berakhir hari ini, jadi aku tidak yakin bisa membantumu. Ada apa memangnya?” tanya L.

Key kemudian mendekatkan badannya ke L, seolah takut ada yang akan mendengar percakapan mereka dan berbisik, “tadi Minho habis dari sini. Kamu kenal Choi Minho kan? Mantan kekasih Hwangyong. Dia tadi datang kesini dan mencari Hwangyong. Aku yakin penyakit lama namja itu kambuh lagi. Dulu dia juga seperti ini, ketika ada yang tidak dia suka dari Hwangyong maka dia akan meninggalkan Yong dan menghilang selama berhari-hari lalu kemudian kembali lagi pada Hwangyong. Kurasa dia datang lagi mencari Hwangyong karena ingin kembali padanya, karena itu kamu harus menjaga Hwangyong agar jangan sendirian dijalan. Aku takut hati Yong akan goyah lagi kalau bertemu dengan Minho. Namja brengsek itu, aku tak akan pernah membiarkannya mendekati Hwangyong barang se-inchi pun!”

L terdiam mendengar cerita key. Ia berpikir untuk apa Minho mencari Yongbi kembali. Karena kemarin dulu ia dan Yongbi melihat dengan mata kepala mereka kalau Minho itu bersama perempuan lain. Sudah jelas alasan Minho meninggalkan Yongbi pasti karena perempuan itu. Lalu untuk apa dia mendekati Yongbi lagi?

L berpikir kalau hal ini tidak bisa dibiarkan. L sudah berjanji untuk membantu Yongbi melupakan Minho, tapi kalau Minho tiba-tiba muncul begini bisa-bisa hati Yongbi goyah. Apalagi Yongbi tampak masih sangat membutuhkan mantannya itu. Masa depannya bisa terancam jika Minho menghubungi Yongbi lagi.

“Akan aku usahakan untuk menutup semua akses Yongbi untuk berhubungan lagi dengan Minho,” tekad L.

Key mengangguk setuju. Ia lalu menjabat tangan L sebagai bentuk perjanjian mereka.

“Ah satu lagi. Jauhkan Yong dari pantai dan hujan.”

.

.

.

“Yong itu dilamar Minho di pantai. Dan sejak Minho memutuskannya, Yong jadi selalu berhasrat menenggelamkan dirinya di lautan. Dan mengenai hujan, sepengetahuanku Yong dicampakkan Minho ketika hari sedang hujan. Kurasa Yong jadi agak trauma dengan hujan, setiap hujan turun Yong pasti histeris. Pernah aku berjalan dengannya ketika hujan turun dan reaksinya waktu itu adalah menangis dan memohon agar aku tidak meninggalkan dia, seolah aku ini adalah Minho. Karena lelaki brengsek itu Hwangyong, sahabat yang sudah seperti adikku itu jadi menderita begini. Karena itu aku mohon padamu untuk menjaga Hwangyong.”

Perkataan Key terus terngiang-ngiang di kepala L. Efek yang Minho tinggalkan pada Yongbi sungguh tidak main-main. Entah apa yang terjadi pada hubungan mereka sampai Yongbi begitu depresi dan terpukul. Bahkan L setiap malam harus masuk ke kamar Yongbi untuk menenangkan gadis itu dari mimpi buruknya. L juga menutup semua akses rumahnya mulai dari pagar samping, pagar belakang, pintu belakang, jendela, bahkan balkon kamar Yongbi yang berhubungan langsung dengan pantai. Hal ini semata-mata untuk menahan keinginan Yongbi yang selalu menghilang ke pantai. Dan biasanya Yongbi hanya akan berdiri dan menatap pantai dari balik jendela seperti sekarang ini.

“Yah Kim Myungsoo, kapan kamu akan membenarkan pintunya?” keluh Yongbi sambil mengelus-elus kaca jendela.

“Aku tidak bisa, aku tidak tahu kenapa pintunya tidak bisa dibuka,” acuh L dengan mata yang tak lepas dari naskah dramanya.

“Kamu kan bisa memanggil tukang reparasi kunci? Atau kamu bisa mengganti sendiri kuncinya dengan kunci yang baru,” sahut Yongbi lagi. “Aku mau main di pantai.”

“Nanti paparazzi bisa tahu dimana kita tinggal,” tolak L. “Lagipula apa yang mau kamu lakukan di laut, hah?! Menenggelamkan dirimu lalu beralasan kalau lautnya memanggilmu?! Lupakan pikiran itu, aku tak akan pernah membiarkanmu menginjakkan kaki di pantai.”

Yongbi mendengus kesal. Ia memang tak penah bisa menang melawan L, karena pemuda itu selalu menang jika masalah debat. Tapi L akan selalu kalah jika Yongbi…

“Perbaiki pintunya atau….” ancam Yongbi yang sudah mendekati L yang sedang membaca naskahnya di ruang tamu.

“Atau kamu akan mengadukanku pada Harabeoji? Appa? Eomma?” tantang L. Sejujurnya L sudah bosan dengan ancaman-ancaman Yongbi tentang mengadukannya pada keluarganya. Karena kalimat gadis itu hanya dimulut saja, tak pernah jadi kenyataan. Jadi L sudah tak takut lagi dengan ancaman-ancaman Yongbi.

Yongbi terkejut mengetahui L yang bisa menebak jalan pikirannya. Tentu saja L akan kalah dari Yongbi jika gadis itu menyebut-nyebut kakek serta orangtuanya. Yongbi tahu persis betapa keluarga Kim sangat menyayanginya melebihi rasa sayang mereka terhadap L. Karena itu Yongbi selalu menjadikan keluarga Kim sebagai penakluk L. Tapi sepertinya kali ini ancaman itu tidak akan berhasil terhadap L.

“Tak apa jika kamu benar-benar mengadukanku pada Harabeoji,” sahut L sambil meletakkan naskahnya di meja. Ia lalu menatap Yongbi tajam. “Tapi daripada kamu bilang kalau aku melakukan KDRT, tidak menurutimu, atau yang lain, akan lebih baik jika kamu bilang pada Harabeoji kalau…” L bangun dari duduknya kemudian melompati meja dan menghampiri Yongbi yang masih berdiri tegak di seberang meja. Yongbi mundur selangkah melihat tingkah L yang kembali aneh ini. Tapi belum sempat Yongbi menjauh, L sudah menarik pinggang Yongbi dan menghapus jarak antara mereka.

“…kalau Myungsoo memelukmu,” bisik L ditelinga Yongbi. Yongbi bergidik merasakan hembusan napas L melewati tengkuknya.

“Atau…” L menarik dagu Yongbi lalu mendekatkan wajahnya. “Kamu bisa bilang pada Harabeoji kalau aku menciummu.”

Braakk!! Pintu depan rumah mereka tiba-tiba terbuka.

“Yah L!! Apa kamu tahu… Oh my god!! Maafkan aku,” seru pemuda yang tampak tergesa-gesa memasuki kediaman Yongbi. Sunggyu, pemuda yang baru datang itu segera membalikkan badannya setelah melihat pemandangan yang seharusnya tidak ia lihat. “Maafkan aku, aku tak seharusnya… kalian lanjutkan saja aku… akan menunggu…diluar..”

Melihat ada kesempatan dari surga seperti ini, Yongbi langsung saja melepaskan diri dari L. Ia memegangi dada kirinya, tentu saja merasakan detak jantungnya yang memburu cepat. Sikap L barusan benar-benar membuat Yongbi tak tahu harus berbuat apa. Untungnya Sunggyu datang dan menyelamatkannya dari situasi aneh tadi.

“Hyung!” seru L pada manajernya yang tengah menghadap pintu, seolah pintu itu adalah benda terindah yang pernah ia lihat. “Kenapa kamu langsung masuk begitu saja? Apa kamu tidak diajari untuk mengetuk pintu dulu sebelum masuk ke rumah orang?!”

Yongbi menyikut rusuk L, menahan pemuda itu untuk tidak berteriak lebih kencang lagi pada manajernya yang notabene lebih tua dari dirinya.

“Sunggyu Oppa masuklah. Ada apa?” sapa Yongbi ramah.

L langsung memelototi Yongbi, kaget dengan sapaannya terhadap Sunggyu, Oppa-katanya?! Bahkan L harus mendapatkan kata ‘Yah’ di depan namanya ketika Yongbi memanggil dirinya. Kenapa Sunggyu harus dipanggil Oppa?!

Sunggyu pun berbalik. Ia tersenyum pada Yongbi sampai matanya membentuk garis melengkung yang sempurna. “Maafkan aku Yongbi-ssi. Aku tak tahu kalau kalian sedang…sedang…” Sunggyu mengangkat kedua tangannya, berusaha menggambarkan apa yang baru saja dia pikirkan terhadap apa yang dilakukan pengantin baru itu.

“Ada apa kamu kemari?!” sela L.

Sunggyu pun tersadar dan kembali ingat akan tujuan utamanya datang ke kediaman L. “Ahh aku mau memberitahukanmu ini.” Sunggyu kemudian menghampiri L dan memeberikan komputer tabletnya pada aktor itu.

Yongbi ikutan mengintip untuk melihat apa yang menarik dari benda kotak tipis tersebut. Ternyata Sunggyu menunjukkan sebuah berita dari portal berita online.

Diduga karena cemburu, istri L mengintimidasi Naeun. Begitulah judul berita tersebut.

Karena begitu banyaknya berita miring yang beredar tentang suaminya dan artis Son Naeun, sepertinya membuat Hwang Yongbi, perempuan yang baru saja dipersunting L sebulan yang lalu dikabarkan mengintimidasi Naeun. Hal ini terjadi ketika Naeun mengunjungi butik milik istri L tersebut, dan disana terjadi perdebatan kecil antara Naeun dan staf butik Hwang Yongbi. Sampai akhirnya terjadi sedikit percekcokan dan staf tersebut menjambak rambut Naeun. Belum ada penjelasan dari pihak Naeun, tapi manajemennya sedang mencari tahu apa yang terjadi. Dan jika memang benar hal tersebut terjadi pihak manajemen Naeun tentu tidak akan tinggal diam terhadap apa yang diterima artisnya tersebut.

Yongbi menutup kedua mulutnya yang terbuka lebar dengan kedua tangannya. Ini adalah skandal pertama dirinya. Ok ini bukanlah yang pertama, tapi sungguh berita ini sangat tak masuk diakal. Kapan Yongbi pernah cemburu pada Naeun? Kapan pula Yongbi menyuruh stafnya untuk menyakiti Naeun. Lagipula ketika Naeun diomeli Key sewaktu main ke butiknya, sama sekali tak ada adegan jambak-jambakkan seperti yang diberitakan. Yongbi benar-benar tak habis pikir akan bagaimana orang begitu mengarang sebuah berita tanpa berdasarkan fakta.

“Yongbi-ssi, kamu baik-baik saja?” Sunggyu tampak khawatir melihat ekspresi Yongbi.

L langsung mengembalikan komputer tablet itu ke si empunya, lalu ia menarik Yongbi agar menghadap dirinya. “Naeun datang ke butikmu?! Kenapa kamu tidak bilang padaku??!” kesal L.

Sunggyu yang kaget melihat reaksi L terhadap Yongbi, langsung menahan tangan L. “Yah dia istrimu!”

L menepis tangan Sunggyu. Ia masih menatap Yongbi tajam. Ia kesal karena Naeun berhasil mendekati Yongbi tanpa sepengetahuannya. L sesungguhnya takut, takut kalau Naeun bicara macam-macam pada Yongbi.

“Kenapa memandangku dengan tatapan menuduh seperti itu?! Aku tak melakukan apapun terhadapnya. Ini sungguh adalah berita bohong! Dia memang datang ke butikku, tapi aku tak pernah menyuruh siapapun untuk menyakitinya. Lagipula aku tak kenal siapa dia jadi untuk apa aku cemburu padanya?!” protes Yongbi. Airmatanya sudah merebak. Ia tak terima L menatapnya seolah dirinya yang bersalah.

“Sudahlah kalian. Aku membawa berita ini bukan untuk membuat kalian bertengkar. Aku akan menanyakan masalah ini pada Naeun,” lerai Sunggyu.

“Aku akan buat konferensi pers,” sahut L.

Selesai mengutarakan niatnya, L langsung dipukul oleh Sunggyu. Tentu saja manajernya itu kesal tentang betapa gampangnya L mencari jalan keluar untuk sebuah masalah.

“Aku tak akan pernah lagi membiarkan kamu memutuskan jalan keluarnya. Karena terakhir kali aku membiarkanmu bergerak sendiri, kamu malah menciptakan masalah baru.”

Yang Sunggyu maksud disini tentu adalah masalah pernikahan L. L pikir dengan menikahi Yongbi semua akan berjalan dengan tenang. Tentu saja tidak. Bahkan ketika sudah menikahi Yongbi, berita miring tentangnya terus mengalir deras, tentang Yongbi yang hamil diluar nikah bahkan sampai gunjingan kalau pernikahan mereka hanyalah kontrak belaka. Walau menurut L pernikahannya ini adalah sandiwara, tapi pernikahan mereka adalah sah dimata hukum. Pernikahan mereka juga tidak memiliki kontrak-kontrak apapun, karena mereka memang hanya menikah, tidak ada perjanjian yang lain, kecuali kalau mereka saling berjanji untuk tidak melewati batas.

“Aku akan mencari tahu siapa yang menyebarkan berita ini,” sahut L.

.

.

“Ada apa denganmu L-ssi? Kamu pikir aku yang menyebarkan berita itu?! Untuk apa?! Memangnya ada untungnya buatku?!” kesal Naeun.

Naeun duduk dengan menyilangkan tangannya di dada. Ia menatap L sengit, kesal karena pemuda itu mendatanginya hanya untuk menuduhnya menyebarkan berita palsu tentang intimidasi yang dilakukan Yongbi terhadap dirinya.

“Yongbi tidak akan pernah melakukan hal omong kosong seperti yang dikatakan berita itu. Yongbi bahkan tidak mengenalmu, jadi bagaimana tmungkin dia menyakitimu,” sahut L.

Naeun kini bangun dari duduknya. Ia benar-benar kesal melihat L yang begitu membela Yongbi.

“Lalu kamu pikir aku yang mengarang cerita?!” kesal Naeun. “Memang benar stafnya berkata kasar padaku. Aku sendiri tak mengerti kenapa orang itu melakukan hal tersebut. Padahal aku kesana hanya untuk memberi selamat pada orang yang sudah merebutmu dariku.”

Apa katanya tadi? L menatap Naeun takjub. Setelah gadis itu menolaknya dan kini dia bilang kalau ada perempuan lain yang merebut L dari dirinya? Lelucon macam apa ini?

“Apa yang akan kamu katakan pada pers mengenai berita ini?” L mengalihkan pembicaraan. “Kamu tentu tidak akan bilang kalau Yongbi memang melakukan itu semua kan? Karena aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.”

Naeun tersenyum sinis. “Kita lihat saja aku akan mengatakan apa pada media. Apakah aku akan mengatakan yang sebenarnya, atau aku akan berakting,” tantang Naeun.

“Son Naeun!” bentak L. “Ada apa denganmu?!”

L tak habis pikir, Naeun akan memancing emosinya sampai seperti ini. Naeun yang ia lihat sekarang sama sekali berbeda dengan Naeun yang ia kenal dulu.

“Aku begini karena kamu!!” seru Naeun. “Kamu pikir aku akan diam saja melihatmu bermesraan dengan perempuan itu?! Ini baru permulaan Oppa, kita lihat saja, apa yang bisa aku lakukan terhadap kalian!!”

.

.

.

“Berita yang tengah beredar belakangan ini tentang tidak harmonisnya hubungan Naeun dengan Hwang Yongbi, istri dari L, sama sekali tidak benar. Sama sekali tidak ada intimidasi ataupun kontak fisik berlebihan terhadap Naeun. Memang benar Naeun datang ke butik Hwang Yongbi, itu semata-mata karena ingin memberi selamat terhadap pernikahannya dengan L. Naeun yang tidak bisa hadir di pernikahan mereka memutuskan untuk menemui Hwang Yongbi langsung di butiknya, ini karena L tak kunjung memperkenalkan istrinya tersebut terhadap lingkungan kerjanya,”

“Selain itu Naeun ingin meluruskan masalah pemberitaan miring yang sering terjadi antara dirinya dengan L. Naeun merasa bersalah karena selalu dikait-kaitkan dengan L. Naeun tidak ingin Hwang Yongbi menjadi salah paham pada dirinya, karena itu Naeun menemui Hwang Yongbi di butiknya. Dan mengenai intimidasi itu sama sekali tidak benar. Hwang Yongbi menyambut baik kedatangan Naeun. Intimidasi yang terjadi mungkin berasal dari salah satu penggemar drama Infinite Love yang dibintangi Naeun, dimana penggemar itu menyampaikan ketidaksukaannya terhadap karakter Marry yang diperankan Naeun,”

“Disini saya atas nama Naeun ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya terhadap L dan Hwang Yongbi, karena sudah membuat kehidupan mereka menjadi tidak nyaman dengan pemberitaan yang menyeret dirinya. Naeun juga ingin meminta maaf secara khusus pada Hwang Yongbi karena harus jadi bahan pemberitaan yang tidak benar karena dirinya. Naeun merasa bersalah pada Hwang Yongbi. Sekian..”

Klik.

L mematikan televisi yang baru saja menyiarkan hasil konferensi pers yang dilakukan manajemen Naeun. Memang Naeun tidak ada di jumpa pers tersebut, tapi tampaknya gadis itu benar-benar sudah merencanakan dengan baik semuanya. L bahkan tidak bisa melihat sela dimana orang akan mencaci Naeun ataupun Yongbi. Yang L tangkap dari jumpa pers itu adalah, Naeun mencoba menarik simpati publik padanya dan membuat publik memandang miring terhadap Yongbi.

L lalu berpaling menatap Yongbi yang tengah duduk di sebelahnya. Wajah gadis  itu sedikit pucat, ia bahkan menggigiti kukunya karena stres. L lalu menarik kedua tangan gadis itu agar Yongbi berhenti menghabisi kukunya.

“Sudah selesai, mulai besok mungkin akan ada orang-orang yang memperhatikan setiap gerak-gerikmu. Karena itu berhati-hatilah. Aku akan mengusahakan untuk mengantar jemput kamu ke butik. Aku juga akan meminta Sunggyu untuk memberikan pengamanan terhadapmu, karena bisa saja orang-orang akan datang dan…”

“Aku baik-baik saja,” potong Yongbi. Ia lalu menarik tangannya yang masih dipegang L.

“Tidak, kamu tidak akan baik-baik saja setelah ini,” tegas L.

Yongbi menghela napas panjang. L kembali bersikap baik padanya, dan Yongbi tak suka akan hal ini. Yongbi tak suka jika L memperhatikannya seperti ini, karena ini akan membuat Yongbi kembali terlena dan lalu L akan kembali menjatuhkannya ke kenyataan yang paling pahit. Yongbi sudah lelah diombang-ambing perasaannya oleh sikap L yang selalu berubah-ubah ini.

Sejak kejadian Yongbi-membuat-menu-makan-malam-lengkap-untuk-L dan L-tidak-pulang-karena-katanya-ada-shoot-tambahan, sikap L terhadap Yongbi jadi berubah. Sudah dua minggu lamanya sejak insiden itu, L menjadi begitu baik dan perhatian pada Yongbi. Hal ini membuat Yongbi merasa tidak nyaman. Karena ia jadi harus merasakan hal yang aneh dihatinya.

Perubahan sikap L dimulai di pagi hari ketika Yongbi mendapati L sedang memanaskan kembali semua masakannya. L juga menyantap habis semua makanan buatan Yongbi, bahkan L sampai berbaik hati menyuapi Yongbi makan -karena tangan gadis itu penuh luka akibat masak. Yongbi tidak tahu apa yang membuat L berubah begitu. Awalnya dia pikir kalau L takut Yongbi akan mengadukan sikapnya ke orangtuanya. Bahkan Yongbi sudah berjanji kalau dia tidak akan mengadukan apapun pada kakek dan orangtuanya, tapi sikap L tetap saja manis seperti itu.

L tidak seharusnya bersikap baik terhadap Yongbi. L seharusnya bersikap sebagaimana L yang biasanya selalu marah-marah dan berteriak pada Yongbi. Ya, Yongbi lebih memilih melihat L seperti itu daripada L yang seperti ini. Karena dengan begitu ia tidak perlu lagi merasakan getaran-getaran aneh di hatinya. Terlintas sebuah pemikiran di otak Yongbi untuk membuat L kembali seperti L yang seharusnya.

“Aku akan baik-baik saja kalau kamu mau memperbaiki pintu belakang. Pantai bisa membuat pikiranku lebih baik,” ujar Yongbi.

L kini menunjukkan wajah tidak sukanya. Ia mendengus mendengar ucapan Yongbi. “Masih saja membahas pintu. Pintu itu  tidak akan pernah kuperbaiki sampai kamu bisa bersikap baik dan tidak mencari masalah,” ketus L.

Yongbi sedikit tersenyum melihat perubahan sikap L ini. Ya, L seharusnya seperti ini.

“Aku sudah bersikap baik. Tapi kenapa kamu tak mau memperbaiki pintunya. Aku juga sudah janji kalau aku hanya bermain di pantai bukannya menenggelamkan diriku disana. Aku bukan orang stres yang tidak butuh hidup tahu!” sahut Yongbi kembali berusaha memancing emosi L.

“Kamu tahu, pintu belakang bukanlah masalahnya sekarang. Sekarang itu kamu harus pikirkan dirimu kedepannya!” L mulai berteriak frustasi.

Kali ini Yongbi berusaha menahan senyumannya. Arogan L sudah kembali, pikirnya.

“Well, perbaiki pintunya atau aku akan melakukan sesuatu terhadapmu,” ancam Yongbi.

L menggeram kesal. “Apa?! Kau mau mengadukanku lagi pada keluargaku?!!”

“Aniyo. Kamu tahu sendiri aku tak pernah tega mengadukanmu pada keluargamu. Karena kamu tahu sendiri, satu saja keluhan dariku tentang kamu bisa berakibat fatal bagi masa depanmu, bukan.” Yongbi tersenyum penuh kemenangan. “Setelah aku melihat berita tadi aku jadi tahu, betapa sebuah berita bisa berakibat banyak hal terhadap kehidupanmu. Jadi aku akan menyebarkan ini  ke jejaring sosial jika kamu tak mau menuruti keinginanku,” sahut Yongbi sambil menunjukkan ponselnya ke hadapan L.

L terbelalak melihat apa yang ditunjukkan Yongbi padanya. Ponsel Yongbi menampilkan foto L jaman masih sekolah dulu sebagai wallpapernya. Foto tersebut diambil ketika dia kalah taruhan oleh teman-temannya dan harus dihukum dengan berdandan ala perempuan. Padahal foto itu sudah L sembunyikan rapat-rapat. Kenapa gadis ini bisa memilikinya?

 

 

“Darimana kamu dapatkan itu?!” geram L.

“Eomoni yang memberikan ini padaku. Jadi perbaiki pintu belakang atau aku akan upload foto ini ke SNS,” ancam Yongbi penuh kemenangan.

L langsung meletakkan remote TV di meja. Ia menatap Yongbi geram. Sementara Yongbi sudah melangkah mundur melihat L yang seolah mau menerkamnya. Dan ketika L mulai mengejarnya, Yongbi langsung berlari menghindar.

“Waaaaaaaaaa!!” teriak Yongbi sambil berlari ke arah dapur.

“Yah!! Kemari yeoja cengeng! Hapus fotoku!!” seru L.

“Waaaa shireo!! Perbaiki dulu pintunya!!” sahut Yongbi sambil berlindung di meja dapur.

Keduanya saling kucing-kucingan di dapur. Lalu Yongbi kembali berlari ke ruang tamu. Belum sempat Yongbi berlindung, L sudah lebih dulu menarik tubuhnya. Kini L mengunci tubuh Yongbi dan berusaha menggapai tangan Yongbi yang memegang erat ponselnya.

“Hapus fotonya,” geram L yang berusaha menarik tangan Yongbi.

Tapi Yongbi terus saja menghindar dan menjauhkan tangannya dari jangkauan L. Yongbi juga berusaha melepaskan diri dari pelukan L. Yongbi terus bergerak untuk lepas dari L tapi ia malah kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke sofa. L yang memeluk Yongbi refleks langsung melindungi kepala Yongbi, takut kalau kepala Yongbi akan terbentur lagi seperti ketika pertama bertemu dulu. Dan keduanya kini jatuh bersamaan di sofa dengan posisi Yongbi terlentang di bawah dan L di atas Yongbi.

Yongbi menatap wajah L yang berada persis di depan matanya. Yongbi terus menatap mata L yang berkilat tajam. Kini Yongbi malah terbius akan tatapan L. Napas mereka saling memburu satu sama lain -karena lelah berlarian. Yongbi juga bisa mendengar detak jantung L yang saling bertalu-talu dengan miliknya. Nyaris tak ada jarak antara mereka, bahkan hidung mereka sudah saling bersentuhan. Yongbi merasa pikirannya kosong saat ini. Ia bahkan tidak berniat untuk melepaskan diri dari L.

“Omo, Abeoji. Kita datang disaat yang tidak tepat.” Suara itu mengagetkan keduanya.

L dan Yongbi sama-sama langsung menoleh ke arah pintu masuk dan mendapati ayah, ibu, beserta kakek L tengah berdiri terpaku di pintu masuk melihat mereka. Menyadari posisi mereka yang terlalu vulgar, akhirnya L langsung bangkit berdiri seraya merapikan pakaiannya yang tampak berantakan serta peluh yang bercucuran di pelipisnya.

Yongbi yang salah tingkah pun langsung ikutan berdiri setelah sempat menabrak L –saking paniknya. Ia lalu menghampiri keluarga Kim yang masih berdiri di pintu masuk, dan berlutut di hadapan Daehwan Harabeoji, kakek L yang duduk di kursi roda.

“Harabeoji, Abeoji dan Eomoni, kenapa datang tidak bilang-bilang dulu? Kan kami jadi bisa siap-siap untuk menyambut kalian,” ujar Yongbi.

“Ah mianhae, Yongbi-ya. Kami tak sempat memberitahukannya padamu. Eomma tak tahu kalau kalian sedang mencoba untuk membuat cucu buat Eomma. Eomma terlalu kangen dengan menantu kesayangan Eomma, begitu juga dengan Harabeoji. Dia begitu merindukanmu,” sahut ibu L seraya mengelus pundak Daehwan Harabeoji.

“Kenapa Eomoni masuk tidak mengetuk pintu dulu?! Dan bagaimana juga kalian bisa masuk kesini?” ketus L yang sudah menghampiri keluarganya.

Yongbi segera saja mencubit perut L. Ia juga menunjukkan seringaiannya pada L agar lelaki itu berhenti bicara kasar pada orangtuanya sendiri. L langsung meringis mendapat serangan dari Yongbi, tapi ia tak melawan, L hanya terdiam sambil mengatupkan mulutnya rapat-rapat.

“Aigoo, aigoo, coba kalian lihat itu, Saera, Hyunsoo. Lihat betapa anak nakal ini begitu patuh pada istrinya. Kurasa kita sudah bisa menemukan kendali yang baik terhadap anak ini,” ujar Daehwan Harabeoji yang disusul tawa oleh keluarga Kim.

“Kenapa Harabeoji datang kemari? Kalau ingin bertemu Yongbi kalian kan bisa bilang, dan aku akan mengantarkan Yongbi ke rumah,” sahut L, berusaha untuk tidak terdengar terlalu ketus.

“Eomma kangen Yongbi. Eomma melihat berita yang beredar belakangan ini tentang Yongbi. Dan kamu Myungsoo, kenapa kamu tidak bisa menjaga Yongbi?! Apa kamu lihat berita-berita gila itu? Eomma tak habis pikir kenapa kamu masih berdiam diri bukannya membela istrimu sendiri?!” ibu L menceramahi putranya habis-habisan. “Karena itu, Eomma memutuskan untuk tinggal disini dan menjaga Yongbi setidaknya selama seminggu.”

Kaget akan ucapan ibunya, L pun panik. Ini tak boleh terjadi bisa-bisa mereka tahu kalau L dan Yongbi hanya bersandiwara saja. Apalagi di rumah ini hanya ada dua kamar, kamar Yongbi dan kamar L. Kalau keluarganya menginap berarti L dan Yongbi harus tidur sekamar. Memikirkan kalau mereka harus sekamar saja sudah membuat L stress.  L pun langsung mengutarakan penolakannya.

“Andwae!!”

Baik kakek maupun orangtuanya langsung memandang L dengan tatapan aneh. L terlalu frontal dalam menolak keinginan keluarganya. L pun berpikir keras untuk mencari alasan agar keluarganya tidak menginap di rumah mereka ini, L melirik Yongbi yang juga tampak panik dengan keinginan keluarganya itu.

“Lusa kami akan ke Jeju!” L mencoba memberi alasan.

“Jeju?” bingung Yongbi dan keluarga Kim.

Tak ada pilihan lain. L harus mengarang cerita agar keluarganya membatalkan niatnya untuk menginap di rumah mereka.

“Ne, pulau Jeju. Kita akan honeymoon, Chagi,” tandas L sambil tersenyum menatap Yongbi.

Yongbi membulatkan matanya dan membuka mulutnya lebar-lebar, kaget akan berita yang baru saja ia dengar. Honeymoon?!!

 

.

.

.

akhirnya di update jg ni FF,,
ini jadi kepending lama begini gegara file-nya ilang (lagi) -____-
sebenernya ff ini udah dibuat ampe chapter 5 waktu bee publish chapter 3,, jadi dengan sangat terpaksa bee mencoba mengingat2 lg semua yg udah bee tulis,, maklum udah tua jadi ingatan udah menipis..

and i know this chapter is sooooooooo boring,,, sorry,,

makasih buat yg setia nungguin cerita ini,,
chapter berikutnya jg mungkin agak lama,, butuh waktu yg panjang buat me-recall lg semua mimpi bee .___.v

Advertisements
FF – Goodbye ~ Hello | Chapter 4 | PG16

32 thoughts on “FF – Goodbye ~ Hello | Chapter 4 | PG16

  1. Lsara says:

    ah itu lucu pas L sama Binya jatuh,,, udh gitu ortu L dateng lagi >.<
    bagus thor.. ff nya 10 jempol buat author hehehe

  2. pinky gyu says:

    hihi.. Kesalah pahaman itu bikin aq cengar cengir ,, seneng bgt di part ni byk moment L-Bi ! Siapa yg udh nyebarin berita itu ?? Jahat bgt ! L oppa ,, lindungi yongbi ,. Ky’a minho mau mrebut yongbi lg..

  3. aseli… walau udah baca berulang2 n tetep aja iri sama L-Bi couple tapi yang tetep bikin shock itu poto cowo pake gaun…
    bener2 penasaran nie unn, itu poto beneran apa editan unni sih?
    gomawo….

  4. hyunhyun24 says:

    Naeun bereaksi kkk~ Minho ngapain balik lagi sih???– sama aku aja yuk/? Dua kali momen bagus L-Yongbi dirusaaaak/? wah bakal ada apa nih di jeju? *lanjut baca*

  5. Rizka AngelElf says:

    oh my God, eonni yakin swear deh ini ff daebbak, omoo bner2 klepek2(?) #ehh dibuat melayang ama L-Bi romantis bangettt daebbak 😀

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s