FF – Goodbye ~ Hello | Chapter 2 | PG15


Title : Goodbye – Hello

Subtitle : (Chapter 2 – The Beginning) The War is Begin

Author : beedragon

Cast:

Hwang Yongbi (OC)

L Infinite as Kim Myungsoo / L

Other Cast:

Naeun A-Pink as Son Naeun

Key Shinee as Key

Sunggyu Infinite as Kim Sunggyu

and other original cast that i borrowed their name

Genre : Romance

Length : Series Read first Chapter 1 )

Rating / pairing : pg15 / Straight

Summary : Pernikahan bukanlah hal yang bisa dipermainkan begitu saja. Pernikahan itu mengikat sepasang manusia dalam cinta. Apa jadinya sebuah pernikahan jika orang-orang yang menjalaninya mengalami masalah mengenai percintaan.

Disclaimer : This is only fiction. This is only Bee imagination. All of the character aren’t mine. I Do Own This Fiction so Do Not Copy Paste Without My Permission and Don’t Be Silent Reader

Backsound Song : Epik High – Pieces of You

The Beginning.. (The War is Begin)


.

.

.

.

“Nona Hwang hanya menderita gegar otak ringan. Benturan di kepalanya tidak berakibat fatal. Nanti ketika dia sudah siuman mungkin dia akan mengalami pusing dan mual, itu hal yang biasa,” kata dokter yang menangani Yongbi pada Key dan L.

Key langsung panik mendengar kata gegar otak ringan. Ia bahkan mengira kalau Yongbi umurnya tidak lama lagi. Untungnya tidak ada sesuatu yang buruk yang terjadi pada Yongbi.

“Yah, ini gara-gara kamu tahu. Apa kamu tahu kalau Hwangyong akan menikah sebentar lagi. Bagaimana kalau dia sampai hilang ingatan gara-gara gegar otak. Kalau dia sampai kenapa-kenapa bagaimana?! Aku harus bilang apa sama calon suaminya?!” bentak Key pada L begitu dokter yang menangani Yongbi pergi.

“Salahkan dia, kenapa menarik syalku! Kurasa dia antifans jadi dia melakukan itu padaku,” tukas L.

“Mana kenal dia sama kamu, L-ssi. Mana mungkin dia jadi antifans. Dia itu anak yang baik. Apa kamu tahu kalau calon suaminya itu atlit olympiade cabang atletik, Choi Minho?! Kalau calon suaminya tahu kamu menyakitinya seperti ini, habislah kamu,” gerutu Key. “Ini si Minho babo kemana lagi?! Di telepon gak dijawab! Gak tau kalau calon istrinya sakit apa?!” kali ini Key membentak ponselnya.

L hanya menutup satu telinganya mendengar semua ocehan Key. Ia cukup takjub dengan kemampuan Key berbicara. Karena sepanjang perjalanan dari butik Yongbi menuju rumah sakit, Key tak henti-hentinya mengomeli L.

“Dia sudah ditangani dokter kan? Kalau begitu aku pergi dulu. Manajer pasti sedang mencariku sekarang,” sela L.

“Mwo?! Kamu mau lari dari tanggung jawab hah?! Yah setidaknya kamu tunggu sampai Hwangyong siuman. Ya ampun padahal tadinya aku ini fansmu. Tapi sepertinya sikapmu ini membuatku jadi tidak simpati terhadapmu,” gerutu Key.

“Terserah kalau mau berhenti jadi fansku. Tapi aku benar-benar tidak punya waktu untuk hal ini. Dan tolong sampaikan padanya, gaun pesananku harus sudah selesai Rabu ini,” ujar L. Kemudian L beranjak meninggalkan Key.

“Mwo?! Yah kamu pikir Hwangyong itu robot yang bisa menyelesaikan baju hanya dalam tiga hari?! Yah Eoddiga?! L-ssi mulai sekarang aku akan jadi antifansmu!!” seru Key.

.

.

.

“I.. ini yang namanya Yongbi?” bingung Myungsoo. “Bukannya namamu Hwangyong?”

“Jadi Kim Myungsoo itu adalah L, si Harang dari drama Infinite Love?!” Yongbi mencoba memastikan.

“Ne, Yongbi, ini putra kami, Kim Myungsoo. Kalian sudah saling kenal?” tanya Saera Ahjumma.

Myungsoo langsung menggelengkan kepalanya. “Secara tak sengaja. Aku pernah pesan baju di dia.”

“Ahh kalian ini jodoh sekali,” ujar Saera Ahjumma.

Yongbi merasa ada yang salah dengan situasi ini. Bagaimana bisa seorang L yang arogan ini jadi anaknya Kim Hyunsoo Ahjussi dan Saera Ahjumma? Bagaimana bisa orangtuanya yang begitu baik itu memiliki anak searogan dan sedingin L. Dan yang Yongbi tak habis pikir, kenapa dia harus dijodohkan dengan seorang L?!

Nasib buruk apa lagi yang akan datang padanya?!

.

.

Yongbi tak lepas menatap sosok L yang tengah duduk di hadapannya. Selepas kepergian keluarga Kim yang hanya meninggalkan dirinya dengan L di restoran Jepang ini, Yongbi tidak berkata apa-apa dan hanya duduk diam menatap L. Yongbi tidak habis pikir dengan takdirnya. Bagaimana bisa ia dijodohkan dengan seorang L.

“Kepalamu.. Apa kepalamu baik-baik saja? Ah iya, jadi apa tujuanmu datang kesini untuk menyetujui pernikahan ini? Bukankah kamu akan menikah dengan seseorang yang bernama Minho?” L memecah keheningan antara mereka.

Ekspresi Yongbi langsung mengeras mendengar L menyebut nama Minho. “Darimana kamu tahu tentang Minho?” bingung Yongbi. “Minho… jangan bahas mengenai dia. Bagiku dia hanya masa lalu.” Yongbi mendadak berubah murung begitu mendengar nama Minho disebut-sebut.

“Masa lalu? Apa ini artinya kamu tidak jadi menikah dengannya?” terka L.

Rasanya Yongbi ingin merobek mulut L begitu mendengar tebakannya yang tanpa dosa itu. “Apa urusannya denganmu apakah aku menikah dengannya atau tidak, dan lagi aku juga tidak ingin menikahimu. Bagiku pernikahan itu bukanlah suatu hal yang bisa dipaksakan,” sentak Yongbi.

“Jadi tujuanmu datang hari ini untuk apa?”

Bertemu dengan L membuat Yongbi jadi banyak-banyak menarik napas panjang. Karena ia harus menahan emosinya untuk berbicara secara wajar dengan L ini. “Aku datang untuk bilang pada Ahjussi kalau aku menolak perjodohan ini. Aku ingin menata ulang hidupku dan tidak ingin memikirkan tentang pernikahan dalam waktu dekat ini.”

Lagipula Yongbi masih memiliki luka yang cukup dalam ketika dicampakkan begitu saja oleh Minho. Ia juga belum bisa berhubungan dengan sesuatu yang bernama pernikahan. Kegagalan yang baru saja terjadi ini membuat Yongbi tidak ingin menjalin hubungan baru dengan seseorang. Dan lagi bukankah L…

“Dan lagipula bukannya kamu sudah punya kekasih? Gaun yang kemarin kamu pesan itu untuk kekasihmu bukan?” tuding Yongbi.

“Gaun itu bukan untuk siapa-siapa. Aku tidak punya kekasih,” elak L.

Gotjimal,” cibir Yongbi. “Baiklah. Kurasa maksudku sudah jelas kalau aku tidak akan menerima perjodohan ini. Sampaikan pada Ahjussi dan Ahjumma. Bilang saja kita tak ada chemistry atau apa. Bukankah kamu pintar akting? Kalau begitu aku pergi dulu,” pamit Yongbi.

Yongbi pun keluar dari bilik restoran Jepang itu meninggalkan L sendiri di dalam sana. L tidak tinggal diam. Tujuannya datang kesini bukan untuk ditolak dua kali. L pun mengejar Yongbi keluar restoran.

“Yah tunggu dulu!” seru L pada Yongbi yang sudah mulai menuruni tangga batu.

Restoran Jepang ini memang lokasinya agak unik. Restoran ini berada di daerah perbukitan yang berundak-undak dan ruang makannya berbentuk bilik-bilik jadi semua pengunjung mendapatkan privasi sendiri. Yongbi sendiri sudah sampai di akhir tangga menuju pintu keluar. Yongbi terlihat berdiri terpaku di anak tangga terakhir, membuat L berpikir kalau Yongbi sedang menunggunya.

“Yah! aku mau membahas mengenai perjodohan ini,” tegur L pada Yongbi yg masih berdiri mematung.

“Minho Oppa..” gumam Yongbi sambil menatap satu titik.

L pun mengikuti arah mata Yongbi. Ternyata Yongbi sedang melihat sepasang anak manusia yang baru saja keluar restoran ini. Yang dilihat Yongbi adalah Minho yang tengah menggandeng seorang wanita yang tidak dikenalnya keluar dari restoran yang sama dengan dirinya.

“Minho Oppa!!” seru Yongbi.

Teriakan Yongbi yang tiba-tiba itu membuat L yang didekatnya tersentak kaget. Lalu Yongbi berlari mengejar Minho, disusul oleh L.

“Yah, kamu mau kemana?!” tahan L.

“Itu Minho, L-ssi. Lepaskan aku.” Yongbi menyentakkan tangan L.

Tapi L segera menahannya lagi begitu dilihatnya Yongbi kembali mengejar Minho. “Apa kau buta?! Dia sedang bersama perempuan lain?! Kenapa kamu masih mengejarnya?”

“Aku mau cari tahu kenapa dia mencampakkanku begitu saja. Aku harus menanyakannya, aku harus tahu alasannya. Aku tidak bisa seperti ini.” Yongbi mulai menangis.

“Jangan mempermalukan dirimu seperti ini?! Sudah jelas alasannya adalah perempuan itu! Sekarang yang penting adalah masalahku!” bentak L.

“Aku tidak peduli denganmu. Aku mau menemuinya. Dia yang seharusnya menikahiku, bukannya kamu!!” jerit Yongbi.

Yongbi pun menyentakkan tangan L dan berlari keluar restoran. Yongbi mencari ke kiri dan kanan jalanan tapi tak juga ditemukan sosok Minho. Airmata sudah membanjiri pipinya. Ia terus menggumamkan nama Minho, tapi yang dipanggil tak kunjung datang.

“Oppa…” Yongbi pun duduk bersimpuh di jalan. Ia sudah tidak peduli orang-orang mau menganggapnya gila atau apa. Tapi yang ia rasakan saat ini sungguh lebih sesak dibandingkan ketika Minho meninggalkannya tanpa sebab. Yongbi menangis keras di jalan sambil terus memukuli dadanya untuk mengurangi rasa sesak yang memenuhi hatinya.

Babo,” ujar L yang sudah berdiri di depan Yongbi. “Kenapa malah menangis seperti orang bodoh disini. Membuatku malu saja.”

L pun menarik tangan Yongbi memaksanya berdiri. Tapi karena Yongbi menolak beranjak dari tempatnya, akhirnya L pun berjongkok dan memanggul tubuh Yongbi di pundaknya.

“Yah! Apa yang kamu lakukan?! Turunkan aku!!” seru Yongbi.

Sejak Yongbi menangis sendiri di pinggir jalan saja sudah mengundang banyak pasang mata yang memperhatikannya. Sekarang ditambah dengan adegan L yang tiba-tiba menggendong Yongbi di pundaknya serta teriakan-teriakan Yongbi, membuat orang-orang makin banyak berkumpul disana.

Takut ada yang mengenali dirinya, L pun langsung membawa Yongbi ke parkiran mobil. Sesampainya di mobil, L langsung mendudukkan Yongbi di kursi penumpang dan sementara dia sendiri langsung mengambil tempat di kursi supir.

“Hah! Untung Eomma dan Appa sudah pulang duluan. Apa yang akan mereka katakan kalau melihat calon menantunya bertingkah memalukan seperti tadi,” cibir L.

Yongbi tidak menyahuti perkataan L. Ia masih sibuk menangis sendiri. Ia masih menekan-nekan dadanya yang terasa makin sesak.

“Jadi dia yang namanya Minho, yang tadinya akan menikahimu tapi malah meninggalkanmu untuk perempuan lain?” tanya L tanpa dosa.

Yongbi langsung menatap L sengit. “Dia alasan aku untuk menolak perjodohan ini. Tapi kalau seperti ini, aku… Huaaaaa! Oppa….” Yongbi kembali menangis.

“Lupakanlah orang itu.” L menatap Yongbi iba. “Lelaki tidak gentle seperti itu tidak baik untuk kesehatanmu. Lebih baik kamu bantu aku. Dan aku akan membantumu untuk membuat pria tadi menyesal karena sudah meninggalkanmu.”

Yongbi pun berpaling menatap L, mencoba peduli atas apa yang akan dikatakan olehnya.

“Menikahlah denganku, dan kita akan menunjukkan pada mereka kalau kita masih bisa hidup bahagia tanpa mereka. Kita tunjukkan pada orang-orang itu kalau mereka salah sudah berlaku seperti itu pada kita,” ujar L. Nada bicaranya terdengar kalau ia serius akan ucapannya.

“Kamu gila! Kamu pikir aku sedepresi itu?! Walaupun aku ingin, tapi aku tidak akan melakukannya. Aku tidak akan pernah main-main dengan yang namanya pernikahan. Jangan bicara yang tidak-tidak tentang pernikahan,” Yongbi terdengar sedikit sewot.

“Menikahlah denganku, aku ingin menunjukkan pada seseorang kalau menikahi seorang L bukanlah hal yang menakutkan,” tegas L.

Yongbi menatap L tak percaya. Ia tak habis pikir dengan jalan pikiran L. “Kamu benar-benar gila. Kurasa aku yang sedang depresi, tapi kenapa kamu yang ngaco cara berpikirnya? Aku tidak akan menyetujuinya.”

“Walau kamu menolak, kamu pikir Eommaku akan mendengarkanmu? Dia akan terus mengejarmu agar kamu mau menyetujui pernikahan ini. Dan kudengar ini juga adalah keinginan orangtuamu dan kakekmu kan?” cecar L.

“Walau aku harus menjadi anak dan cucu durhaka sekalipun aku tidak akan menyetujuinya, L-ssi. Kalau kamu begitu ingin menikah, menikahlah dengan si pemilik gaun itu.”

Yongbi yang sudah berhenti menangis akibat usulan gila dari L itu memutuskan untuk keluar dari mobil L. Ia merasa bisa jadi gila kalau terus berada di dalam sana dan mendengarkan ucapan-ucapan ajaib L.

“Yah kau mau kemana?!” seru L yang langsung memajukan badannya untuk menutup kembali pintu yang dibuka Yongbi. Menyadari kalau posisinya saat ini terlalu frontal, L pun langsung mundur teratur dan kembali duduk manis di bangkunya.

“Pikirkan dulu. Aku butuh bantuanmu. Apa kamu tahu apa yang baru saja aku alami. Mungkin tidak seburuk dirimu, tapi aku juga mengalami kepahitan yang sama. Dan aku mau membuatnya menyesal, menyesal karena sudah menolakku.”

Yongbi melihat ada kepedihan yang sama dengannya di mata L. Ia pun jadi merasa iba pada L.

“Memangnya kamu pikir aku mau dinikahkan denganmu. Tidak. Sama sekali tidak. Aku juga terpaksa menuruti kemauan Appa dan Eomma serta Harabeoji. Dan apa kamu tahu kalau kakekku sakit lagi? Aku sudah lebih dulu menolak perjodohan ini tahu, dan karena itu Harabeoji sakit lagi. Kalau kamu ikut menolaknya, itu sama saja kamu membunuh Harabeoji. Lagipula apa kamu tahu, kalau Appa sudah membuat rumah untukmu? Aku butuh rumah itu, dan kalau kamu tidak menikah denganku, aku harus tinggal dimana?”

Yongbi mengernyitkan keningnya mendengar semua keluhan L.

.

.

Gadis berambut panjang itu tampak bingung melihat beberapa orang yang sudah mengepak beberapa barang dari apartemennya.

“Sunggyu Oppa, apa yang kalian lakukan?” tanya gadis itu pada pria sipit yang tengah sibuk dengan komputer tabletnya.

“Oh, L akan pindah dari sini, Naeun. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya, tapi dia memintaku untuk mengeluarkan semua barang-barangnya dari apartemen ini.”

Gadis itu tampak kaget mendengar ucapan dari manajer L tersebut. “Pindah? Kemana? Tapi kenapa?”

“Aku juga tak tahu. Dia akan pindah ke tempat lain. Dia sudah mendapatkan rumah baru, kudengar hadiah dari orangtuanya. Katanya tak apa kamu tinggal disini,” sahut Sunggyu. Ia kemudian berpaling menatap Naeun, wajahnya terlihat serius ketika menatap gadis itu. “Sebenarnya ada apa dengan kalian? Kenapa L memilih keluar dari apartemen ini? Apartemen ini kan atas namanya.”

Begitu melihat Naeun tak menyahuti ucapannya dan malah berdiri termenung, akhirnya Sunggyu memilih untuk tak menggubris gadis itu.

“Kalau kalian sudah selesai segera susun di mobil, yang lainnya tinggalkan saja disini,” titah manajer L pada orang-orang yang membawa kardus-kardus berisi barang-barang L.

“Jadi mulai besok L tidak akan pulang ke apartemen ini lagi, Naeun,” ujar manajernya L sebelum ia keluar dari apartemen mewah itu.

.

.

L memandang takjub tabloid gosip yang diberikan manajernya padanya. Ia melihat headline beserta foto yang terpampang di halaman depan tabloid tersebut.

Kekasih baru L!!

L tampak tengah berdebat dengan kekasihnya yang sedang menangis…. L menggendong kekasihnya dan membawanya masuk ke dalam mobil…. terlihat sedikit perselisihan, dan detik berikutnya L sudah berhasil memenangkan hati kekasihnya…

L melihat foto-foto yang terpampang di halaman utama tabloid tersebut. Ada foto dirinya tengah berkacak pinggang melihat Yongbi yang bersimpuh dijalanan. Ada juga fotonya yang tengah memanggul Yongbi dipundaknya, serta ada foto ketika dirinya sedang duduk berdua dengan Yongbi di dalam mobil. Dan foto terakhir membuat L salut akan kemampuan si fotografer dalam mengambil foto, karena di foto itu L terlihat seolah sedang mencium Yongbi. Padahal kenyataannya pada saat itu L sedang menahan agar Yongbi tidak keluar dari mobilnya.

“Untung mereka memblur wajah gadis ini. Dan sekarang wartawan tabloid ini meminta wawancara khusus denganmu. Kalau tidak mereka akan mempublikasikan wajah perempuan ini,” ujar Sunggyu. “Astaga L, tidak bisakah kamu menjalani karirmu dengan tenang. Kenapa kamu selalu saja membuat masalah?!” gerutunya.

“Hyung, sehabis premier besok aku akan mengadakan konferensi pers, siapkan saja tempat di dekat premier besok,” ujar L datar.

“Apa yang mau kamu lakukan hah?! Jangan mencoba untuk bertindak sendirian. Masalah ini biar aku yang jelaskan ke publik,” tolak Sunggyu.

Perhatian L teralih ke ponselnya yang sudah mulai berbunyi. Sebelum ia mengangkat teleponnya ia berkata pada Sunggyu untuk menyerahkan masalah pemberitaan ini padanya.

“Yoboseyo? Ada apa Naeun?” sahut L pada seseorang yang meneleponnya.

“Yah, apa ini yang membuatmu keluar dari apartemenmu dan meninggalkan Naeun?” tanya sang manajer begitu mendengar kalau yang menelepon L adalah Naeun. “Apa ini untuk menghindari pemberitaanmu dengan Naeun belakangan ini?”

L pun memutuskan untuk menyingkir dari hadapan manajernya dan menjawab telepon dari Naeun.

“Oppa, kamu keluar dari apartemen? Kamu pindah kemana? Ada apa? Oppa kenapa kamu tidak mengangkat teleponku? Kamu berhutang penjelasan padaku.”

“Maaf tidak memberitahumu, tapi kita tidak akan tinggal bersama lagi. Bukankah kamu sudah menolakku?”sahut L datar.

“Oppa kamu marah karena ucapanku kemarin? Baiklah aku minta maaf, tapi jangan marah seperti ini. Kamu membuatku bingung.”

“Kurasa kamu belum melihat berita hari ini. Kalau kamu sudah lihat, aku menunggumu di premier filmku besok. Datanglah. Akan ada pengumuman penting disana.”

L lalu memutuskan sambungan teleponnya dan tersenyum penuh kemenangan. “Kamu mulai merasa kehilangan? Kita lihat besok, siapa yang membutuhkan siapa.”

.

.

“Omoo!! Harang sudah punya pacar!!” suara cempreng Key menggema keseluruh  butik dan membuat konsentrasi Yongbi yang tengah melakukan finishing terhadap gaun pengantinnya itu jadi terganggu.

“Bersiaplah patah hati bagi para gadis yang menyukai tokoh Harang dari drama Infinite Love karena L ternyata sudah memiliki kekasih. Jumat siang ini L tampak sedang makan siang berdua dengan gadisnya di sebuah restoran Jepang di kawasan Anyang-do. Awalnya mereka terlihat mesra dan baik-baik saja sampai akhirnya terlihat pertengkaran kecil antara mereka. Tak lama terlihat sang gadis berlari keluar restoran sambil menangis, disusul oleh L yang mengejar gadisnya keluar. Dan yang terjadi berikutnya omooo!! L menggendong gadis itu,  omoooo!! Dan membawanya masuk ke dalam mobil. Disana mereka terlihat sedikit berdebat sampai akhirnya L.. omoooo!! Hwangyong kamu harus lihat berita ini!!” pekik Key.

Yongbi pun menghampiri Key. Karena Key membacakan berita tersebut dengan suara tiga oktafnya, mau tak mau Yongbi jadi tertarik. Apalagi sepertinya isi berita itu tak asing baginya. Dan kagetlah Yongbi begitu melihat foto-foto dirinya dan L terpampang di halaman utama tabloid tersebut.

“Hwangyong coba lihat, L sudah punya pacar. Lihat saja dia begitu romantis sama kekasihnya. Jadi kamu jangan tergoda olehnya. Lagi pula kamu kan sudah akan menikah dengan Minho,” ujar Key begitu Yongbi tiba disebelahnya.

Yongbi membaca satu per satu kalimat per kalimat yang memenuhi halaman utama tabloid itu. Setiap tulisannya membuat bulu kuduk Yongbi berdiri. Bagaimana bisa  tabloid ini mengatakan hal omong kosong penuh kebohongan seperti itu, pikir Yongbi.

“Kukira L berpacaran dengan Naeun. Karena banyak sekali berita yang beredar kalau L sering terlihat jalan berdua dengan Naeun. Bahkan gosipnya mereka tinggal bersama. Tapi ternyata bukan,”gumam Key.

“Naeun?” tanya Yongbi.

“Iya Naeun. Itu loh yang jadi Marry di drama Infinite Love, dia yang mengejar cintanya Harang. Dia yang jadi saingannya Yura. Dia itu jahat sama Yura, selalu saja menggoda Harang,” cerita Key antusias.

Yongbi memandang Key bingung sekaligus takjub. Ia bingung karena dirinya tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Key mengenai isi drama tersebut. Dan ia takjub karena Key cukup unik, Key begitu menghayati semua drama-drama itu bahkan mengikuti semua gossip-gossip pemainnya. Sepertinya hanya Key seoranglah pria yang dikenal Yongbi yang begitu tergila-gila pada drama.

“Eh Hwangyong, apa kamu gak ngerasa kenal sama perempuan ini? Kok rasanya aku pernah kenal dia ya? Mukanya di blur sih, udah kaya penjahat aja,” ujar Key. “Rasanya pakaian itu tak asing. Apa dia pelanggan kita?”

Yongbi langsung salah tingkah mendengar tebakan Key. Ia menutup tabloid itu dan mengamankannya. Ia merasa tabloid itu harus dijauhkan dari Key, kalau tidak, Key bisa saja langsung menebak kalau gadis itu adalah dirinya. Apalagi insting sahabatnya ini terbilang tajam.

“Aku pinjam tabloid ini. Sepertinya ada resep baru yang bisa kupelajari,dan kamu bekerja yang benar, jangan nonton drama dan baca gosip aja,” sahut Yongbi.

.

.

“Sekarang bagaimana?” tanya Yongbi.

Yongbi mengundang L ke apartemennya untuk membahas mengenai berita yang tengah beredar yang menyeret-nyeret dirinya. Walau wajahnya tidak dipublikasikan, tapi cepat atau lambat, hal itu pasti terjadi. Karenanya Yongbi meminta L untuk menemuinya dan mencari jalan keluar.

“Yah mau gimana lagi? Wartawan itu meminta wawancara khusus dengan kita. Tapi tentunya mereka tidak akan mau menerima klarifikasi kalau kita tidak punya hubungan apa-apa. Pasti mereka akan terus mencari tahu apa yang sedang terjadi. Dan kamu bisa menebak apa yang akan dilakukan wartawan padamu selanjutnya.”

“Mereka akan terus mengejarku.” Yongbi bergidik ngeri membayangkan apa yang akan terjadi. “Lalu apa yang akan kamu lakukan?”

Yongbi tidak mungkin akan selamanya bersembunyi dari kejaran pewarta berita bukan? Ia masih ingin bekerja sebagai desainer dengan tenang. Ia masih ingin menikmati bermain bersama sahabat-sahabatnya dengan tenang. Dan ia masih ingin perlahan-lahan menyembuhkan luka hatinya dengan tenang. Yongbi masih ingin hidup dengan tenang.

Yongbi menatap L yang tengah menikmati minuman yang dibuatnya. L tampak tenang-tenang saja setelah dicecar Yongbi mengenai masalah pemberitaan ini.

“Aku tidak tahu, berita ini kan terjadi karena kesalahanmu sendiri,” ujar L setelah selesai meminum teh hijau buatan Yongbi.

“Aku?! Atas dasar apa?!” Yongbi tampak tidak terima dengan tuduhan L.

“Iya, aku kan sudah bilang untuk jangan pergi dulu, tapi kamu ngotot keluar restoran. Aku juga sudah bilang untuk jangan mengejar orang itu tapi kamu malah mengikuti napsumu memburu orang itu, dan sekarang aku harus terseret akibat ulahmu! Lihatlah berita itu, bagaimana mungkin aku melakukan hal-hal menggelikan seperti itu. Dan sekarang rusak sudah reputasiku gara-gara kamu,” tuding L.

Yongbi melongo mendengar semua tudingan L. Ingin membantah, tapi ucapan L ada benarnya juga. Memang sebagian masalah ini tercipta akibat kecerobohan dirinya.

Bzzzz bzzzz

Tampak ponsel L bergetar pertanda telepon masuk.

“Itu berita apa yang sedang beredar Myungsoo?!!” pekik ponsel L begitu L menjawab panggilan telepon tersebut. Bahkan Yongbi bisa mendengar apa saja yang dijeritkan oleh si penelepon pada L. Akhirnya L malah menyodorkan ponselnya pada Yongbi agar Yongbi yang menjawab telepon tersebut.

Yongbi memegang ponsel L dengan bingung dan panik. Sepertinya yang menelepon L adalah Saera Ahjumma, terlihat foto id caller yang terpampang di layar ponsel L.

“An.. Annyeong haseyo Ahjumma?” sahut Yongbi ragu-ragu.

“Omo?! Yongbi? Kamu sedang bersama Myungsoo?” riang saera Ahjumma.

“Ah, ne.” sahut Yongbi salah tingkah.

“Apa kemarin Myungsoo membuatmu menangis? Kenapa kalian? Kalian bertengkar? Apa kalian sudah baikan? Tolong maafkan Myungsoo, ne. Anak itu memang susah diatur, tapi dia adalah anak yang baik kok. Jadi jangan marah padanya ya, Yongbi,” cerocos Saera Ahjumma.

Yongbi hanya mengangguk pasrah seraya mengiyakan semua ucapan Saera Ahjumma.

“Jadi apa kalian sudah memutuskan untuk menerima semuanya? Ahh kakekmu pasti akan tenang di surga sana. Dan kami juga bisa tenang karena sudah melaksanakan keinginan terakhir orangtuamu Yongbi. Jadi kapan pernikahannya bisa dilaksanakan?” tembak Saera Ahjumma.

Yongbi hanya melotot pada L, sementara L hanya angkat bahu mendengar ucapan ibunya.

“Ne, Ahjumma. Kita lihat saja nanti.” Yongbi lalu memutus sambungan teleponnya. Ia menatap L tanpa daya. “Lalu sekarang aku harus bagaimana untuk meredam semua ini?” tanya Yongbi pasrah.

L memberikan kotak besar berwarna pink pada Yongbi. “Pakai itu besok. Aku akan menjemputmu di butik besok sore. Kita akan datang ke premier filmku.”

Yongbi membuka kotak besar itu, dan ternyata isinya adalah gaun yang pernah dipesan oleh L.

“Ini bukannya…?”

“Itu gaunmu.”

Yongbi menatap L bingung, berusaha untuk menebak apa rencana L.

L tampak tersenyum samar. “Ikuti permainanku. Aku akan menyelesaikan masalah ini dengan baik. Kita akan bermain sandiwara sedikit.”

Yongbi bergidik melihat senyuman L. Ia merasa sudah memilih jalan yang salah untuk lepas dari masalah ini.

.

.

“L-ssi, bagaimana penjelasanmu tentang gosip yang beredar?”

“Apa benar gadis itu adalah kekasihmu?”

“L-ssi, kudengar gadis itu adalah seorang desainer muda? Bisa kau jelaskan?”

“L-ssi, apa ini untuk meredam pemberitaan tentang hubunganmu dengan Naeun?”

“L-ssi, apa ini artinya kamu tidak memiliki hubungan dengan Naeun, tolong penjelasannya.”

L hanya tersenyum mendengar semua pertanyaan yang dilontarkan para wartawan yang sudah menunggunya di lokasi pemutaran film perdananya.  Setelah sedikit berpose sebentar di red-carpet, L langsung masuk ke gedung tanpa menggubris pertanyaan wartawan.

Setelah acara selesai, L langsung membawa Yongbi –yang ikut datang ke premier film L- ke tempat dimana mereka akan mengadakan konferensi pers.

Sebelum tiba di ruang konferensi pers Yongbi merasa jantungnya berdebar sepuluh kali lipat. Ini adalah hal baru baginya, dipandang oleh puluhan pasang mata dan kamera, dan dicecar oleh pertanyaan-pertanyaan yang dirinya sendiri tak tahu jawabannya. Mendadak Yongbi mengalami demam panggung.

Gwenchana? Kenapa kamu jadi pucat begini? Bukankah kita sudah sepakat? Jangan bilang kalau kamu mau mundur? Kita sudah sejauh ini,” bisik L.

Yongbi menarik napas dalam-dalam. “Aku baik-baik saja. Aku akan bergerak maju dan melupakan semuanya. Jadi aku mohon bantuanmu,” sahut Yongbi.

.

“Dalam konferensi pers ini saya ingin mengumumkan satu berita bahagia. Saya akan menikahi gadis ini, Hwang Yongbi. Gadis yang sudah mencuri hati saya belakangan ini. Pernikahan kami akan diadakan di Daegu, kota kelahiran Yongbi, pada hari minggu nanti.” Kalimat yang keluar dari mulut L itu terdengar begitu nyata.

Yongbi hanya menundukkan kepalanya begitu L membuka konferensi pers ini dengan begitu percaya dirinya. Pikirannya sudah kosong saat ini. Sejak memasuki ruang konferensi pers, Yongbi merasa kalau ia sudah memasuki dunia lain, yang tak pernah terpikirkan olehnya. Sorotan kamera serta kilatan blitz membuat Yongbi bias akan keadaan ini. Dirasakannya L kembali menggenggam tangan Yongbi.

“Dia, gadis yang berhasil menjeratku dan membuatku ingin segera memilikinya,” ujar L sambil menatap Yongbi penuh cinta.

Yongbi bersumpah, kalau hatinya sempat berdesir melihat tatapan L. Yongbi salut akan akting yang sedang dijalankan L. Pantas saja lelaki itu selalu mendapatkan penghargaan sebagai aktor terbaik.

“L-ssi, bisa dijelaskan bagaimana kalian bertemu?” cecar wartawan.

“Bi, bisa kamu ceritakan bagaimana kita bertemu?” L melemparkan pertanyaan itu pada Yongbi. Kita sudah latihan bukan? Mata L berkata seperti itu pada Yongbi, membuat Yongbi langsung menebar senyum palsu pada para wartawan.

“Kami sudah kenal sejak kecil dulu. Dan sempat berpisah selama belasan tahun. Begitu kami bertemu lagi ternyata perasaan cinta itu masih ada. Dan Myungsoo ehh ani maksudku L kembali jatuh dalam pelukanku,” ujar Yongbi sambil kembali tersenyum palsu.

“Lalu bagaimana dengan kejadian kemarin? Apa kalian sedang bertengkar, karena berita yang keluar cukup mengejutkan, apalagi dengan foto-foto yang beredar,” tanya wartawan.

“Ahh waktu itu aku membuat lelucon yang keterlaluan padanya. Aku bilang kalau aku akan mengakhiri hubungan kami, padahal aku hanya bercanda tapi reaksinya sungguh mengejutkan. Dan akhirnya aku melamarnya disana,” cerita L.

Yongbi menundukkan kepalanya. Mendengar cerita L membuat dadanya kembali sesak. Ia kembali teringat akan perpisahan yang terjadi pada dirinya. Ia kembali teringat betapa menyesakkannya ketika Minho memutuskannya dan meninggalkannya begitu saja. Tanpa terasa airmata Yongbi menetes.

“Ada apa Nona Hwang?” tegur beberapa wartawan yang menyadari kalau Yongbi menangis dalam diam.

“Ah, aniyeyo. Aku hanya teringat betapa menakutkannya kejadian itu. Betapa menakutkannya ketika dia berkata akan meninggalkanku. Betapa menakutkannya ketika dia bilang kalau kita sudah berakhir. Aku tidak bisa membayangkan akan jadi apa diriku tanpanya. Itu sebabnya aku menangis begitu keras kemarin,” sahut Yongbi yang kembali memaksakan senyum di wajahnya.

L tampak memandang Yongbi bingung, karena reaksi Yongbi ini tidak ada dalam skenarionya. Ia akhirnya mengulurkan tangannya dan menghapus airmata Yongbi. “Tapi aku disini untukmu kan? Mianhae, kemarin aku keterlaluan.”

L lalu meraih Yongbi kedalam pelukannya. Dan kilatan cahaya kamera pun makin menerangi ruang konferensi pers ini.

.

.

.

Yongbi merasa jadi seperti seorang terpidana hari ini. Dia duduk di ruang VIP butiknya menatap tiga orang yang sudah berdiri di hadapannya menuntut penjelasan darinya Yongbi hanya bisa menatap pasrah Key, Song Chaerin –kekasih Key- dan Yeoshin yang langsung menyerbunya begitu ia sampai di butiknya pagi ini. Tentu saja mereka pasti ingin mendengar penjelasan dari Yongbi mengenai berita terheboh abad ini, pernikahan tiba-tiba L dengan Yongbi.

“Sebaiknya kita duduk dulu, Key, Chaerin,” bujuk Yeoshin yang langsung duduk di sebelah Yongbi.

Chaerin pun menuruti saran Yeoshin dan langsung duduk di sisi lain Yongbi. Sementara Key masih berdiri tegak sambil menyilangkan kedua lengannya di dada.

“Jadi kamu akan menikah dengan L? Bukan dengan Minho? Ada apa ini? Apa kamu tahu betapa kagetnya aku melihat kamu selalu ada di sebelah L ketika premier film kemarin? Dan berikutnya aku mendengar kalau L mengumumkan akan menikahimu? Hwang Yongbi, apa kamu sudah gila?! Minho mau kamu kemanakan?!” cecar Key.

Yongbi hanya meremas rok ruffle-nya. Inilah yang membuatnya galau semalaman. Memikirkan apa yang akan dikatakan orang-orang disekitarnya. Memikirkan cercaan apa saja yang akan dilontarkan Key terhadapnya. Memikirkan tuduhan-tuduhan apa saja yang akan datang padanya. Semalaman saja Yongbi tidak bisa tidur untuk menyambut hari ini.

“Oppa, tenangkan dirimu,” Chaerin berusaha meredam emosi Key.

“Key, duduk dulu,” tegas Yeoshin.

“Tapi Noona, Hwangyong sudah mengkhianati Minho. Bagaimana bisa dia mengumumkan akan menikahi pria lain sementara Minho sudah melamarnya?!” protes Key.

“Minho sudah meninggalkan Yongbi dua minggu yang lalu! Minho membatalkan pernikahan mereka dan mencampakkan Yongbi begitu saja,” sahut Yeoshin.

“Ehh?” Baik Key maupun Chaerin langsung menatap Yeoshin bingung.

Tidak bisa berkata apa-apa lagi, Yongbi akhirnya menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dan ia mulai menangis.

“Tapi.. kenapa..? Bagaimana bisa..?” bingung Key.

“Sampai saat ini aku juga tidak tahu alasannya. Yang aku tahu hanyalah Minho tidak akan menikahi Yongbi,” ujar Yeoshin.

“Dia.. Dia punya wanita lain.. dia meninggalkanku untuk wanita lain.. hiks,” isak Yongbi.

“Yongbi,” lirih Chaerin iba. Ia pun mengusap-usap punggung Yongbi untuk menenangkan sahabatnya tersebut.

Key langsung melongo mendengar ucapan Yongbi. Sementara Chaerin langsung meraih Yongbi dan memeluknya. Tentu mereka tak tahu menahu perihal kisah Yongbi yang ditinggal Minho begitu saja. Key tampak begitu geram melihat Yongbi yang menangis semakin kencang dipelukan Chaerin.

Nappeuniya. Bagaimana bisa ia menyakiti sahabatku seperti ini!” kesal Key.

Setelah tangis Yongbi sedikit mereda, Yeoshin mulai menembak Yongbi dengan pertanyaan awal Key. “Jadi apa benar kamu akan menikahi L? Bagaimana ceritanya sampai kamu bisa tiba-tiba akan menikah dengan L?”

Yongbi tidak langsung menjawab pertanyaan Yeoshin. Ia yakin ia tidak bisa berbohong dengan baik dihadapan Yeoshin dan Key. Mereka sudah tahu persis seperti apa dirinya. Ia juga tidak mungkin menceritakan kalau pernikahan dirinya dengan L ini hanyalah sebagai ‘pelarian dan sandiwara’.

“Kamu tidak berpikir untuk membalas Minho seperti ini kan?” terka Yeoshin.

Yongbi menggigit bibir bawahnya. Ia terus memutar otaknya mencari alasan yang tepat. Sampai akhirnya..

“Aku… dijodohkan dengannya.”

“Ehh?” kompak ketiga sahabatnya itu.

“Ternyata sejak kecil aku sudah dijodohkan dengannya. Dan keluarganya L mendatangiku dan memintaku untuk menjadi menantunya. Katanya ini adalah keinginan orangtuaku sebelum mereka meninggal,” Yongbi mencoba menceritakan sedikit kebenaran yang ada pada sahabatnya.

“Dan kamu langsung menyetujuinya?” tanya Key.

“Aku hanya ingin menjadi anak  yang berbakti. Tidak ada yang bisa aku lakukan untuk menolaknya. Kalian tenang saja, aku baik-baik saja,” ujar Yongbi begitu menyadari kalau ketiga temannya ini sudah memandangnya prihatin.

“Aku baik-baik saja. Mungkin L akan menjadi obat yang baik untukku. Jadi kalian tidak usah khawatir.”

.

.

“Kamu akan menikah, Oppa? Dengan gadis itu?” suara Naeun terdengar bergetar mengucapkan pertanyaan itu.

L yang duduk dihadapannya hanya mengangguk acuh.

“Kenapa… tiba-tiba?” lirih Naeun.

“Ini tidak tiba-tiba. Bukankah kemarin aku sudah bertanya padamu. Apa kamu mau melihatku menikah dengan perempuan lain. Dan sepertinya jawabanmu adalah ya, dan jadilah aku akan menikahi gadis itu,” sahut L.

Airmata mulai membasahi pipi Naeun. Ia menundukkan kepalanya semakin dalam, tidak berani bertatapan langsung dengan L.

“Oppa kamu mau… meninggalkanku? Setelah apa yang sudah kamu lakukan padaku, dan kini kamu mau meninggalkanku? Setelah kamu mengeluarkan siput pemalu ini dari cangkangnya sekarang kamu mau mencampakkannya dan meninggalkannya begitu saja?” isak Naeun.

L beranjak dari duduknya. Ia memunggungi Naeun dan berkata, “Bukan aku yang meninggalkanmu, tapi dirimu sendiri.”

Kemudian L meninggalkan Naeun menangis sendirian di apartemennya.

“Gadis itu memakai gaun yang kamu berikan padaku.. apa artinya ini semua…. Hiks,” isak Naeun. Ia meremas remote televisinya yang sedang menampilkan pemberitaan mengenai pengumuman pernikahan L. “Aku tidak akan membiarkanmu begitu saja, Oppa. Kamu pikir kamu bisa mencampakkanku seperti ini?! Akan kupastikan kamu kembali lagi padaku. Kamu adalah milikku, Oppa.”

 

.

.

TBC

Part dua datang… berhubung banyak yang nanyain(?) jadi bee lanjutin dehh ini FF mimpi..

Sebelumnya buat song chaerin,, aku pinjem nama yaaa ^__^ abis kayanya cuma kamu yang cocok dipasangin ama Key. Hehehe.

Oke apakah ff mimpi ini berasa makin gaje?? Yaa seperti inilah mimpi ala drama bee dengan episode-episode aneh di dalamnya.. hahaha

Makasih buat yang mau baca FF gaje ini *hug L*

Advertisements
FF – Goodbye ~ Hello | Chapter 2 | PG15

38 thoughts on “FF – Goodbye ~ Hello | Chapter 2 | PG15

  1. pinky gyu says:

    yongbi n myungsoo menikah ?? Wah.. Setuju bgt ,, mrka brdua ky’a cocok deh ,. Aq hrap pernikahan ni bkn utk d jadiin pelarian ! Semoga minho n naeun mnyesal.. Kekeke

    suka bgt sma ff’a !

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s