FF – Hello Cupid!! | Nara Story | chapter 1


Title : Hello Cupid

Subtitle : (Chapter 1) Nara Story

Author : beedragon

Cast:

Lee Chihoon (Ulzzang)

Nara Hello Venus as Nara / Kwon Nara

Other Cast:

Alice Hello Venus as Alice

Genre : Romance, Fantasy

Length : Twoshoot, multi chaptered

Rating / pairing : pg15 / Straight

Summary : Ketika Transit Venus terjadi, ada semacam sebuah jalan yang menghubungkan Venus dengan Bumi. Ketika Transit Venus, penduduk Venus atau biasa disebut Cupid datang ke Bumi untuk menyebarkan cinta serta mencari cinta. Ini adalah kisah perjuangan Cupid dalam mendapatkan cinta.

Disclaimer : This is only fiction. This is only Bee imagination. All of the character aren’t mine. I Do Own This Fiction so Do Not Copy Paste Without My Permission and Don’t Be Silent Reader

Backsound Song : Hello Venus – Like a Wave

When You Come Into My World


.

.

Transit Venus merupakan sebuah fenomena astronomi dimana ketika planet Venus menutupi matahari dan menciptakan gerhana Venus di Bumi. Transit Venus adalah fenomena langka yang hanya terjadi sekitar 105 tahun sekali. Pada saat itu planet Venus akan berada diantara matahari dan bumi sehingga planet Venus berada dalam jarak yang cukup dekat dengan Bumi. Ketika fenomena Venus terjadi, planet Venus bisa dilihat oleh mata manusia biasa yang ada di Bumi.

Tapi tentunya manusia di Bumi tidak ada yang tahu kalau ketika fenomena Venus terjadi ada semacam migrasi penduduk Venus ke Bumi. Ada sebuah gerbang yang terbuka yang menghubungkan langsung antara planet Venus dengan planet Bumi. Penduduk Venus yang melakukan migrasi ke Bumi itu mempunyai tujuan tersendiri, yaitu untuk meneruskan kehidupan di Venus yang sudah sangat kering.

Planet Venus hanya terdiri dari satu gender saja, yaitu wanita. Tidak ada lelaki disana sehingga penduduk Venus tidak mungkin berkembang biak. Satu-satunya cara adalah dengan mencari cinta seorang lelaki dari planet lain. Karenanya ketika planet Venus mendekati Bumi, terjadi invasi penduduk Venus ke Bumi.

Penduduk Venus bukanlah alien. Mereka memiliki julukan sendiri. Nama mereka adalah….

… Cupid.

.

.

.

“Mianhae Oppa, kurasa aku sudah tidak bisa lagi. Aku tidak bisa seperti ini terus. Maaf kalau aku tidak pengertian akan kondisimu. Tapi hubungan kita hanya sampai disini saja. Aku mau kita putus saja. Mianhae, annyeong.”

Kalimat itu terus saja berputar-putar di kepala Lee Chihoon, seolah si pemilik suara ada di sebelahnya dan mengulangi kalimat yang sama terus-menerus. Ia mengacak-acak rambutnya yang sudah tertata rapi, frustasi karena rasa pedih yang terus menggerogoti hatinya. Pedih karena baru saja dicampakkan oleh kekasih tercinta.

“Aigoo, Chihoon-ah! Kenapa kamu acak-acak lagi rambutmu?!” Gerutu seorang lelaki yang adalah hairstylist di tempatnya berkerja ini. Stylist tersebut langsung mengambil peralatan perangnya dan merapikan rambut Chihoon agar kembali rapi.

Chihoon tak menanggapi keluhan sang stylist. Ia masih terpaku memandang selembar foto polaroid yang menampilkan wajahnya dan wajah si pemilik suara yang sedari tadi mengganggu pikirannya. Foto dirinya dengan seorang gadis yang ia cintai dan pernah mencintainya.

“Chihoon-ah, kamu dapat salam. Model kemarin yang namanya Byeon Jiyoung menitipkan nomor handphone-nya untuk diberikan padamu,” ujar stylist itu.

Melihat Chihoon tak menyahuti ucapannya, si stylist pun berhenti mengurus rambut Chihoon. Si stylist tampak ikutan mengintip apa yang sedang di lihat Chihoon dengan begitu seriusnya.

Yeojachingu?” tanya si stylist.

Chihoon tersentak kaget mendengar ucapan si stylist. Ia langsung menyembunyikan foto tersebut ke dalam saku celananya dan memilih buang muka menghindari tatapan sang stylist yang dirasanya terlalu cerewet itu.

“Sayang sekali. Padahal sepertinya Jiyoung menyukaimu,” ujar si stylist sambil melakukan finishing terhadap rambut Chihoon.

“Chihoon standby!!” seru seorang wanita yang baru saja masuk ke ruang make up.

Chihoon pun bergegas meninggalkan si stylist sebelum orang itu mengorek-ngorek kisah cintanya yang berantakan. Ia langsung mengikuti wanita yang adalah coordinator di studio foto ini.

“Chihoon, tema hari ini heartbreak. Jadi kamu harus berpose semelankolis mungkin. Harus sedih selayaknya orang yang baru patah hati,” sang photografer mengarahkan Chihoon mengenai konsep pemotretan hari ini.

Oh great! Sepertinya semua orang tahu suasana hati ini, aku bahkan tak perlu berakting lagi, gerutu Chihoon dalam hati.

Akhirnya Chihoon memilih mengikuti semua arahan sang photografer. Bahkan pemotretan kali ini berjalan lebih cepat daripada biasanya. Mungkin karena ekspresi Chihoon yang begitu mengena, jadi tak perlu mengambil gambar banyak-banyak.

Inilah pekerjaan Chihoon sehari-hari. Pekerjaan ini pulalah yang membuat wanita yang setahunan ini mengisi hari-harinya memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka. Menjadi seorang fotomodel untuk sebuah majalah fashion ternama mungkin terdengar menyenangkan di mata orang-orang. Tapi tidak bagi Chihoon. Karena susah membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan percintaannya, membuat kekasih Chihoon menjadi tidak betah. Belum lagi kekasihnya harus menahan cemburu ketika Chihoon harus berfoto dengan model yang cantik-cantik. Oleh sebab itu pula gadis yang dicintai Chihoon itu memilih untuk melepas dirinya.

Seusai pemotretan Chihoon memutuskan untuk langsung pulang ke rumahnya. Chihoon mengendarai sepedanya keluar dari studio foto. Ia tampak tidak fokus dengan jalanan karena ia sendiri masih belum bisa berpikir dengan tenang. Ia masih merasa kalau ucapan mantan kekasihnya tidak nyata. Ia terus mendoktrin dirinya kalau gadisnya itu sedang merajuk dan mencari perhatiannya.  Tapi dirinya harus menelan kenyataan pahit karena gadis itu sudah tidak lagi mencintainya bahkan kini gadis itu mulai menghindari dirinya.

“Kyaa!!”

Teriakan itu menyadarkan Chihoon dari lamunannya. Dan ternyata sudah ada seorang perempuan yang memakai hanbok tengah berdiri tak jauh dari sepedanya. Melihat posisinya, Chihoon sadar kalau ia pasti akan menabrak gadis itu. Akhirnya Chihoon membanting sepedanya ke sisi kanan untuk menghindari gadis berhanbok tadi. Tapi terlambat, walaupun ban depannya berhasil menghindari gadis tadi, tapi tidak dengan badan sepedanya. Alhasil Chihoon menabrak  gadis berhanbok tadi dan keduanya langsung jatuh ke jalanan aspal.

Sedikit meringis, Chihoon berusaha bangun untuk membantu gadis yang ditabraknya. Saat membantu gadis berhanbok itu untuk berdiri Chihoon sempat terpana melihat wajahnya. Hanya satu kata yang terlintas dibenaknya, cantik. Gadis itu terlalu cantik. Bahkan Chihoon mengira kalau dirinya habis menabrak seorang bidadari.

Gwenchana?” tanya Chihoon stelah berhasil mengembalikan akal sehatnya.

Gadis itu mengangguk sambil tersenyum. Ketika berusaha berdiri, gadis itu kembali jatuh sambil meringis memegangi pergelangan kaki kanannya.

“Kakimu sakit? Coba kulihat,” ujar Chihoon.

Gadis itu menyibak rok hanboknya agar kaki kanannya bisa dilihat Chihoon. Sepertinya gadis itu terkilir, terlihat dari luka memar di dekat pergelangan kakinya.

“Kamu bisa berdiri?” tanya Chihoon yang dijawab dengan gelengan oleh gadis berhanbok itu. Setelah menghela napas panjang, akhirnya Chihoon menggendong gadis itu dan mendudukannya di batang sepeda. “Aku akan mengantarkanmu ke klinik. Setelah itu aku akan mengantarkanmu ke rumahmu. Siapa namamu?”

“Namamu?” Gadis itu balik bertanya.

“Chihoon. Lee Chihoon. Kamu bisa panggil aku Chihoon.”

“Oh, aku Nara.”

Deg!

Chihoon terkejut mendengar nama gadis itu. Nara, nama yang tak asing. Tentu saja tak asing karena mantan kekasih yang baru saja mencampakkan Chihoon juga bernama Nara.

.

.

Alice, aku sudah menemukan manusiaku. Dia tampan dan baik hati. Hanya saja dia sepertinya kurang akan cinta. Tapi tenang saja, aku akan membuatnya mencintaiku. Dan aku akan kembali ke Venus sebagai cupid yang sempurna.

.

.

Chihoon memandangi Nara dengan bingung. Gadis ini terlalu polos dan tidak tahu apa-apa. Ketika ditanya dimana rumahnya, Nara hanya menjawab kalau rumahnya itu jauh. Ketika ditanya kenapa bisa sampai disini Nara hanya menjawab kalau tiba-tiba saja dia ada disini. Dan parahnya lagi ketika ditanya apakah dia tau jalan pulang Nara menjawab,

“Nara tidak tahu bagaimana caranya..”

Chihoon menghela napas panjang. Tidak ada pilihan lain. Ia tidak mungkin menampung gadis aneh ini dirumahnya kan? Lebih baik menyerahkannya pada pihak yang berwajib, biar mereka yang mengurus gadis aneh ini.

“Baiklah, kalau begitu aku akan mengantarkanmu ke kantor polisi. Nanti mereka akan membawamu kembali ke rumahmu,” ujar chihoon.

“Kantor polisi? Apa itu? Apa itu sesuatu yang bisa dimakan?” tanya Nara.

Chihoon pun tersedak mendengar pertanyaan Nara. Bagaimana bisa gadis yang sudah sebesar ini tidak tahu apa itu kantor polisi?! Bahkan anak TK saja tahu apa itu kantor polisi.

“Kamu gak tau kantor polisi?!”

Nara menggeleng. “Alice tidak pernah cerita kalau ada makanan bernama kantor polisi. Ahh Nara lapar,” keluh Nara sambil memegangi perutnya.

Chihoon menatap Nara tak percaya. Sepertinya keputusannya membawa Nara ke rumahnya adalah keputusan yang salah, karena sepertinya gadis ini akan sangat merepotkan Chihoon. Akhirnya Chihoon memutuskan untuk membuatkan makanan untuk Nara.

“Ngomong-ngomong kenapa kamu memakai hanbok. Jaman sekarang bahkan nenek-nenek pun sudah tidak memakai hanbok untuk jalan-jalan,” tanya Chihoon ketika Nara sedang menikmati makanan buatannya.

“Alice bilang kalau baju ini adalah yang paling bagus di negara ini. Kata Alice, semua orang memakai pakaian seperti ini, tapi kenapa kamu malah memakai pakaian tipis seperti itu?” tunjuk Nara pada kaos oblong yang dipakai Chihoon. “Tempat ini sungguh aneh. Alice bilang kalau kendaraan disini itu sebuah kotak yang digotong oleh empat orang tapi kenapa kamu tadi memakai kendaraan aneh seperti tadi? Kendaraan yang ada rodanya dan hampir tidak ada tempat untuk duduk itu.”

Rasanya kepala Chihoon seolah berputar-putar. Pertanyaan Nara membuatnya sakit kepala. Ia merasa kalau Nara lahir di jaman yang salah. Dari gayanya berbicara seolah Nara itu berasal dari jaman kerajaan dulu.

“Apa Alice itu semacam nenekmu? Apa kamu tidak pernah keluar rumah seumur hidupmu? Bagaimana bisa kamu tidak tahu perkembangan jaman? Mana mungkin ada yang naik gama* jaman sekarang. Dan kendaraan aneh yang kau bilang itu adalah sepeda,” jelas Chihoon. (*gama=taksi jaman kerajaan dulu, yang digotong oleh 4 orang)

“Nara belajar dari Alice. Dia bilang kalau yang namanya rumah tempat tinggal itu terbuat dari kayu beratapkan jerami. Tapi rumahmu aneh, lihat dindingnya keras seperti batu,” ujar Nara lagi.

Chihoon hanya bisa melongo melihat Nara. Tampaknya ia tidak mungkin menitipkan gadis ini ke kantor polisi. Melihat kepolosannya ini, bisa-bisa polisi malah membawa Nara ke rumah sakit jiwa.

“Yah, kau tidak gila kan?” tanya Chihoon.

.

.

Alice pemuda ini aneh. Dia sungguh jauh beda dengan manusia yang kau ceritakan. Dan bumi ini juga sangat berbeda dengan semua ceritamu. Apa aku turun ke belahan bumi yang salah ya? Dan Chihoona suka sekali berteriak ketika berbicara padaku. Apa aku melakukan kesalahan?

.

.

“Woaahh, Chihoona, lihat! Orang-orang itu terjebak didalam benda tipis ini! Chihoona bantu mereka keluar!” jerit Nara.

Chihoon yang baru saja selesai mandi langsung bergegas ke ruang tengah dimana ia tadi meninggalkan Nara menonton TV. Dan kini ia menyesal menyahuti teriakan Nara. Karena kekhawatirannya tampak percuma.

“Lihat Chihoona mereka terjebak di benda tipis ini, bantu mereka keluar, Chihoona.” Nara memohon pada Chihoon sambil menunjuk TV plasma Chihoon.

Chihoon kembali menghela napas panjang, berusaha menenangkan emosinya. “Ini namanya televisi Nara. Mereka tidak terjebak di dalam sana. Itu hanya semacam tipuan mata saja,” ujar Chihoon sambil mengatupkan giginya. Sungguh ia gemas dengan kebodohan kepolosan Nara.

Chihoon kemudian berpaling hendak bersiap-siap untuk pergi kerja. Tapi sebelum ia keluar rumah, Chihoon sempat menggertak Nara. “Dan satu lagi aku ini lebih tua darimu, jadi jangan panggil aku dengan Chihoona. Arra?!”

“Kalau begitu kamu mau kupanggil Orabeoni? Chihoon Orabeoni?” tanya Nara polos.

Andwae! Oppa! Geunyang oppa. Tidak ada Orabeoni! Memangnya di jaman sekarang masih ada perempuan yang memanggil lelaki dengan sebutan sekuno itu?!”

.

.

Aku memanggilnya Chihoona. Tapi dia tidak suka. Dia malah memintaku memanggilnya Oppa. Panggilan yang aneh. Dan kini dia meninggalkanku sendirian. Ohh apa yang harus kulakukan sampai dia pulang nanti?

.

.

Hari ini Chihoon tidak bisa berkonsentrasi bekerja. Sudah beberapa kali photografer menegurnya, sampai akhirnya pemotretan pun ditunda.

Chihoon tidak bisa berkonsentrasi bukan karena memikirkan mantan kekasihnya. Tapi ia memikirkan Nara yang ia tinggal sendirian dirumahnya. Chihoon khawatir akan kondisi gadis itu. Apakah dia bisa makan? Apakah gadis itu bisa duduk tenang dan menonton TV? Apakah gadis itu tidak terlalu penasaran untuk tidak menyalakan kompor, microwave, atau peralayan elektronik lainnya? Sungguh Chihoon tidak bisa tenang memikirkannya.

Begitu pemotretan selesai chihoon langsung bergegas pulang kerumahnya. Dan didapatinya Nara sedang tidur meringkuk di depan TV. Panik, Chihoon bergegas menghampiri Nara.

“Yah! Kau msih hidup kan?” seru Chihoon.

“Oh Orabeoni kau datang?” sahut Nara yang masih setengah sadar.

“Bangun. Ini aku bawakan makanan untukmu,” titah Chihoon.

Chihoon pun ke dapur untuk memindahkan makanan yang ia bawa ke piring. Nara membuntuti Chihoon ke dapur dan matanya langsung berbinar-binar melihat semua makanan yang dibawa Chinhoon.

“Woaaah!! Makanan!! Kamsahamnida, Orabeoni,” riang Nara.

Nara lalu membawa piring berisi makanan tersebut setelah sebelumnya mengecup singkat pipi Chihoon sebagai ungkapan terima kasih.

Chihoon berdiri mematung memegangi pipinya. Ia tak menyangka kalau Nara akan menciumnya. Sementara Nara kini sudah asik dengan makanannya di depan TV.

“Yah!” seru Chihoon setelah otaknya kembali bekerja.

Nara memandangi Chihoon bingung, sementara mulutnya terus mengunyah makanan. “Wae? Tidak bisa kah kau berbicara dengan lembut? Nara kan wanita.”

Ani.. geundae.. neo.. bagaimana bisa kamu tiba-tiba mencium lelaki asing sepertiku? Walau aku mengijinkanmu untuk tinggal disini tapi bukan berarti kamu bisa….” Chihoon kehabisan kata-kata. Ia terlalu kaget dengan reaksi Nara di dapur tadi.

“Kenapa? Itu kan sebagai wujud terima kasihku padamu. Kata Alice kita harus membagi kasih sayang. Alice mengajariku seperti itu,” sahut Nara lagi.

“A…apa nenekmu yang namanya Alice itu orang asing? Jadi kalian biasa mencium orang-orang seperti itu?” tanya Chihoon.

Nara mengangguk ragu. Ia kembali berkonsentrasi terhadap makanannya. Sementara Chihoon seolah baru terkena tekanan darah tinggi, ia memegangi tengkuknya yang terasa mengejang. Pantas saja Nara tak tahu apa-apa mengenai budaya korea, rupanya dia bukan keturunan asli korea. Dan Chihoon menyimpulkan sesuatu mengenai Nara.

“Nara-ya. Apa kamu dibuang oleh si Alice itu ke Korea?”

.

.

Alice, manusia ini lucu sekali. Ketika aku menciumnya wajahnya berubah memerah. Menggemaskan. Apakah kadar cintanya padaku sudah bertambah? Hmm sudah berapa hari berlalu? Dan berapa hari lagi yang kupunya? Aku masih punya waktu 10 hari lagi sampai dia bisa memberikan cintanya padaku kan?

.

.

“Chihoona, ireona,” bisik Nara.

Nara duduk dihadapan Chihoon yang tertidur di sofa. Hari sudah siang tapi si pemilik rumah itu belum juga membuka matanya, sementara Nara sudah merasa lapar. Nara akhirnya menusuk-nusukkan telunjuknya ke pipi Chihoon agar pemuda itu bangun. Tapi tak berhasil juga.

“Chihoona, Nara lapar,” keluh Nara sambil mengguncang badan Chihoon. “Orabeoni.”

Menyerah akhirnya Nara mendekatkan wajahnya ke wajah Chihoon. Ia kemudian mengecup kening Chihoon. Dan segera saja Chihoon membuka matanya.

Yang dilihat Chihoon begitu ia membuka mata adalah wajah Nara yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya. Chihoon pun terlonjak kaget.

“Ka.. kamu melakukannya lagi!!” tuding Chihoon. “Sudah kubilang untuk jangan melakukan hal seperti itu disini!”

Nara merengut melihat reaksi Chihoon. Sambil mengeluarkan ekspresi sedih ia berkata, “Nara kan hanya mau membangunkanmu. Habis kamu gak bangun-bangun juga.”

Dengan kesalnya Chihoon langsung beranjak meninggalkan Nara yang masih merengut di sofa. Hari ini adalah hari liburnya yang langka. Dan begitu tahu kalau Chihoon libur kerja, Nara langsung mengajak Chihoon untuk bermain diluar. Sejak semalam Nara terus saja mengatakan kalau ia ingin jalan-jalan.

Jujur saja Chihoon sudah cukup stress dengan semua tingkah Nara. Tapi ia juga tak tahu harus bersikap seperti apa terhadap gadis itu. Chihoon tidak mungkin mengusir gadis itu, tapi ia juga tidak bisa membawa gadis itu pulang ke tempat asalnya.

Ada dua kemungkinan yang terlintas diotaknya mengenai Nara. Yang pertama adalah Nara mengalami cacat mental sehingga orangtuanya atau seseorang bernama Alice itu membuang Nara ke Korea Selatan. Yang kedua adalah kalau Nara berasal dari masa lalu, masa dimana hanbok adalah pakaian wajib dan gama adalah alat transportasi. Ya tentu saja pemikirannya yang kedua itu terdengar gila. Karenanya Chihoon menyimpulkan kalau Nara itu agak sakit.

“Hari ini kita akan main sesuai dengan permintaanmu semalam. Ayo kita jalan-jalan diluar,” ajak Chihoon. Setelah ia merapikan diri Chihoon segera membujuk Nara yang masih termenung di tempatnya.

“Kamu gak marah lagi sama Nara?” tanya Nara.

“Aku gak marah. Aku hanya sedikit kesal tadi, maaf ya.”

“Wahh, Nara pikir kamu marah Orabeoni. Kamsahamnida,” riang Nara sambil memeluk erat Chihoon.

Chihoon langsung melepaskan pelukan Nara tersebut. “Ne, ayo kita keluar. Mencari udara segar.”

.

.

Alice, aku mendengar pemuda ini menggumamkan namaku dalam tidurnya. Hehe. Sepertinya dia sudah mulai menyukaiku. Dan aku merasakan hatinya mulai terbuka, Alice. Woah aku senang sekali.

.

.

“Orabeoni, jalannya jangan cepat-cepat,” keluh Nara sambil berlari-lari kecil mengejar Chihoon.

Chihoon sempat berdecak kesal sampai akhirnya ia berhenti berjalan. Chihoon kemudian mengulurkan tangannya pada Nara. “Kita harus berjalan cepat, nanti kita gak bisa mendapatkan tempat bagus untuk menikmati bunga peach yang sedang bermekaran.”

Nara langsung menyambut uluran tangan Chihoon dengan riang.

Sesampainya di taman kota, Chihoon langsung membawa Nara duduk di sebuah bangku di dekat pohon peach yang sedang berbunga.

“Nah, kamu tunggu dulu disini ya, aku mau beli eskrim. Kalau mau menikmati musim semi paling enak sambil makan eskrim,” ujar Chihoon. “Kamu duduk disini, jangan kemana-mana, ok.”

Nara mengangguk mendengar perkataan Chihoon.

Chihoon lalu meninggalkan Nara, bukan untuk membeli eskrim tapi bersembunyi di balik pohon yang tak jauh dari Nara duduk.

“Gak apa-apa kan kalau kutinggal? Toh nanti akan ada petugas yang menghampirinya,” gumam Chihoon sambil mengawasi apa yang sedang Nara lakukan.

Nara masih duduk manis di bangkunya. Bahkan ia terlihat bersenandung menyanyikan lagu tiga beruang yang pernah diajarkan Chihoon.

Mianhae Nara-ya. Aku memang jahat. Tapi aku tidak bisa menampungmu terus. Maaf aku meninggalkanmu seperti ini.” Kemudian Chihoon berlari meninggalkan taman kota.

.

.

Tbc

yeahh,, bee comeback dengan ff fantasy lagi.. berhubung masih belum dapet feel soal angel exo dan goodbye-hello, jadi bee buat ff baru aja lagi..

ini FF modelnya sama kaya FF bee yg malaikat EXO itu,, yang oneshoot tapi berseri (cerita lepas yg nyambung satu sama lain) tapi untuk hello cupid ini bee buat jadi twoshoot yg berseri,, nanti mungkin akan ada lime story, yoonjo story ato alice story,, tergantung mood..

oia FF ini akan terbit berbarengan di blog bee dan di FF Kpop Indonesia.

terima kasih buat yang udah baca 🙂

Advertisements
FF – Hello Cupid!! | Nara Story | chapter 1

22 thoughts on “FF – Hello Cupid!! | Nara Story | chapter 1

  1. Annyeong bee,eonnie balik lagi *halah*

    Yg paling di suka ama bee tuh yah ini ff fantasy kaya gini 🙂

    Untuk commentnya : eonnie juga bakal stress tuh jd ChiHoon,hahahaha….di jaman modern nemu cewe dr jaman antah berantah,

    Tapi seru,wewww!!! Kenapa di tinggalin sih si Nara?kan dy manis orgnya

  2. ini eonni dapet aja idena. Sumpah. Keren dah eon. Tapi adegan akhirna kayak ada yang mirip gitu ma GUMIHO. Ditinggal pergi tapi ujung2na nyesel. Haha. Aku tunggu next chapter eonnie! Keren dah.

    1. ehehehe,, iseng baca berita transit venus yg kmrn itu lohh dan muncullah ide gaje ini,,
      aku nulis ini FF emang ngebayangin si nara itu kaya si gumiho,,, abisannya mukanya si nara mirip2 Shin Minah sihh..
      hahaha ketebak ya chapter selanjutnya .___.v
      makasiii qq *hug*

      1. EEEHHH???
        Chapter selanjutnya begitu ceritanya???

        Aku ga tau Nara. Aku malah ngebayangin ini FF Ullzang semua. kekekeke

        cheonma eonnie….

  3. bentar …. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    akhirnya nemu fic anak hello venus yang bagus <3~

    lmao nara always forever blank, aku suka chara nya sesuai sama sifat asli member HV
    elah si cihoon, ketemu cewek cakep malah ditinggalin di taman kota ._.

    1. yeaahhhh,,, aku jg lagi suka ama hello venus..
      setuju nara is forever blank,,, emang sesuai ya ama sifat aslinya?? padahal aku ngarang bebas .__.
      hehehe makasi udah mampir 😀

  4. Another FF fantasy yeaahh xD
    aq sbnrnya gatau siapa2 aja personelnya hello venus lhohh eonn, jdnya bayangin nara malah OC, kalo chihoon sih tau dy ulzzang.
    Waaa nara salah paham nih, dikiranya yang digumamin chihoon di mimpinya itu dy, pdahal mantan cewenya kan?
    Trus apa yang terjadi kalo dy ga dapet cintanya chihoon eon? Mati gitu? O.o
    tenggak waktu smpe dy dpetin chihoon itu berapa lama emngnya eon?
    Lanjuttt yaa
    nice FF =)

    1. ahahaha,, aku juga baru2 ini aja ngapalin hello venus,,
      yg digumamin chihoon?? hahaha pinter tebakannya…
      tenggang waktunya si nara sekitar dua mingguan aja,,
      makasii yaa 😀

  5. aick says:

    eoonniiiiii,akhirx comeback.hohoho
    Q dah nunggu” eonni comeback.hahaha 😀

    lucu eon ceritax…
    jdi ngebayanginx bkan nara tpi si gumiho.hehhe
    cma klo nara ni kan sukax nyium” klo gumiho suka makan.hohoho
    emg dikasi wktu brpa hari??. bukanx ntar balikx klo da gerhana lagi?? #sotoybanget
    kykx chihoon g bakal tega ninggalin gtu ja dech *feeling tpi sotoy lagi #plak*
    ywdh Q tunggu ja dech..
    jgn lama” ya eooon ^0^

    1. masuk spam ternyata -____-”
      kok masuk spam yaa?? aku jg bingung??

      waktu yg dikasi berbeda2 tiap cupid,, mereka bakal balik lagi kalo waktunya abis,, caranya ya terbang pake sayap baru @__@’
      aku juga waktu bikinnya entah kenapa ngebayangin si Nara itu shin minah yg di gumiho itu..
      makasii yaa 😀

      1. aick says:

        ooh gtuu, Q kirain blikx jga bakal lama.hehehe
        hahaha, trnyata bayanginx sama ya eoon. tpi klo si gumiho kan rakus.hehehe XP

      2. kaga lahh,, kalo lama ntar yg nungguin venus siapa.. hehehe,,,
        ntar jg kalo kamu baca yg part 2nya bakalan ngerti kenapa aku ngebayangin Nara itu si gumiho XD

  6. aick says:

    eoonniiiiii,akhirx comeback.hohoho
    Q dah nunggu” eonni comeback.hahaha 😀

    lucu eon ceritax…
    jdi ngebayanginx bkan nara tpi si gumiho.hehhe
    cma klo nara ni kan sukax nyium” klo gumiho suka makan.hohoho
    emg dikasi wktu brpa hari??. bukanx ntar balikx klo da gerhana lagi?? #sotoybanget
    kykx chihoon g bakal tega ninggalin gtu ja dech *feeling tpi sotoy lagi #plak*
    ywdh Q tunggu ja dech.. jgn lama” ya eooon ^0^

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s