FF – Into Your World, Angel | Suho Story | PG16


Title : Into Your World, Angel

Subtitle : (Summer/여름) in the summer [part 1]

Author : beedragon

Cast:

Suho EXO as Suho (Sang Penjemput Surga) / Kim JoonMyun

Ham YeoReum (OC)

Other Cast:

BaekHyun EXO as BaekHyun (Sang Penjemput Surga)

Sehun EXO as Sehun (Sang Penjemput Surga)

Kai EXO as Kai (Sang Penjemput Surga)

Kriss EXO as Huizhang YiFan

ChanYeol EXO as Chanyeol (Sang Penjemput Surga)

Luhan EXO as Luhan (Sang Penjemput Neraka)

Genre : Fantasy, Life

Length : Oneshoot (Series Short Story)

Rating / pairing : pg16 / Straight

Summary : Sang Penjemput. Adalah malaikat yang bertugas menjemput jiwa manusia dan membawanya ke tempat dimana mereka akan melanjutkan kehidupannya sesudah mati, entah itu di surga atau neraka. Ini adalah kisah dari Sang Penjemput dalam menjalankan tugasnya.

Disclaimer : This is only fiction. This is only Bee imagination. All of the character aren’t mine. I Do Own This Fiction so Do Not Copy Paste Without My Permission and Don’t Be Silent Reader

Backsound Song : EXO – Into Your World (Angel)

In The Summer [part 1]

*

*

*

Tidak banyak yang tahu mengenai masa lalu dari masing-masing malaikat. Dan hanya segelintir malaikat yang tahu tentang masa lalu pemimpin mereka. Ini adalah kisah mengenai masa lalu sang pemimpin dari surga, Leader Suho.

*

*

*

“Oppa, kenapa suara beruang begitu menyeramkan? Padahal orang-orang bilang beruang itu lucu?”

“Oppa, apa telinga kelinci begitu panjang?”

“Oppa, seperti apa pantai di jeju?”

Suara-suara perempuan yang sama terus menggema di kepala Leader Suho. Ia bahkan menatap tumpukan kertas tugas para malaikat dihadapannya dengan hampa. Berusaha mempertajam indera pendengarannya, memastikan kalau ia tidak sedang berhalusinasi lagi.

“Oppa, seperti apa matahari itu?”

“Oppa, apa musim panas menyenangkan?”

“Oppa, apa kau tahu…”

“… Leader?”

Kali ini ada suara lain menelusup di telinganya, menyela pertanyaan-pertanyaan yang terus berkumandang di otak Suho.

“Leader!!!”

Suho tersentak kaget. Ia akhirnya mengalihkan pandangannya dari tumpukan kertas dihadapannya ke sumber suara yang ada di sisi kirinya.

“Oh, Sehuna? Ada apa? Ahh aku belum memberikan kertas tugasmu??” Tegur Suho linglung.

“Astaga Leader, apa yang sedang kau pikirkan? Sampai begitu serius?” Sehun tampak khawatir melihat sang leader. “Aku hanya mau bilang kalau Kai kembali membuat onar di neraka,” Ujar Sehun.

Suho tampak menghela napas panjang, lelah. Kemarin satu malaikatnya membuat masalah dengan mencabut nyawa yang bukan kewajibannya. Dan kini malaikatnya yang lain kembali mengacaukan neraka. Suho nyaris berpikir untuk melepas jabatannya sebagai pemimpin surga karena semua masalah yang datang bertubi-tubi padanya –ditambah masalah suara-suara di kepalanya yang terus mengganggu kinerjanya.

Suho kemudian beranjak dari singgasananya. Dan sebelum dia meninggalkan surga, ia harus mendelegasikan seseorang untuk menggantikan posisinya dalam membagikan tugas-tugas para malaikat.

“BaekHyun, gantikan aku sebentar. Aku dan ChanYeol mau ke neraka menjemput Kai,” titah suho.

“Aku tahu!” Sahut BaekHyun sedikit sewot. Ia masih marah karena Suho menghukumnya untuk kesalahan yang tidak sengaja ia buat.

“ChanYeol! Ayo temani aku. Aku sedang tidak ingin melukai siapa-siapa hari ini,” seru Suho pada ChanYeol, malaikat yang badannya lebih tinggi daripada Kai.

“Leader, aku boleh ikut tidak?” sela Sehun penuh harap. “Biarpun badanku lebih kecil daripada Kai, tapi aku bisa ikut membantu…”

“Ya ikutlah,” sahut Suho. Menurutnya ini lebih baik, daripada dia menolak permintaan Sehun dan Sehun kembali merengek untuk minta di reinkarnasi.

“Yess!” Sehun langsung melompat kegirangan kemudian membuntut di belakang Suho.

*

*

*

“Gyoooo!!!”

Jeritan Kai terdengar sampai di gerbang neraka. Ketiga malaikat dari surga bahkan hanya bisa menggelengkan kepalanya, salut akan kemampuan berteriak Kai. Padahal jarak gerbang ke departemen neraka itu sangat jauh, tapi jeritan Kai bahkan terdengar seolah Kai ada di hadapan mereka.

Begitu sampai di departemen neraka, ketiga malaikat surga itu langsung melihat pemandangan yang cukup heboh. Kai tampak tengah dipegangi oleh tiga malaikat sekaligus sementara Huizhang YiFan sudah berkacak pinggang melihat kelakuan Kai.

“Ini gak adil!! Kalian memasukkan Jung YongSeo ke surga, padahal sudah jelas-jelas dia selalu mencoba membunuh dirinya sendiri!! Kenapa uri Gyo harus masuk neraka?!! Uri Gyo mengalami nasib seperti ini. Kenapa?!” seru Kai.

“Kai!!” bentak Suho yang tampak sudah tidak sabar melihat sikap anak buahnya itu.

Suho lalu menghampiri Kai dan ketiga malaikat yang memegangi Kai langsung melepas cengkeraman mereka. Begitu sampai di hadapan Kai, Suho langsung menusukkan dua jarinya di dada Kai.

“Aku.. Harus.. Bilang.. Berapa kali.. Agar.. Kau.. Berhenti.. Membuat.. Kekacauan..?!!” tutur Leader Suho penuh penekanan.

Semua malaikat yang ada di departemen neraka hanya bisa terdiam menyaksikan emosi pemimpin surga yang tak pernah marah itu. Tampaknya Kai benar-benar sudah membuat kesabaran Leader Suho yang terkenal dengan julukan guardian angel itu habis.

Kai tampak kesakitan. Badannya mengejang dan matanya tampak begitu ketakutan. ChanYeol yang menyaksikan penderitaan Kai itu hanya bisa bingung. Ingin dia menyela, tapi takut dirinya akan bernasib sama seperti BaekHyun yang kedua tangannya nyaris putus karena mencoba melanggar aturan Eden. Sementara Kai sudah terlihat sangat lemah.

“Suho,” sela YiFan yang akhirnya menarik tangan Suho dari dada Kai.

Setelah tangan Suho terlepas dari dadanya, Kai langsung ambruk dan ditahan oleh ChanYeol. Sementara Suho yang seolah baru tersadar, ia hanya memandangi Kai dengan tanpa dosa.

“Tahan amarahmu. Kamu bisa menghancurkannya jika terus seperti ini,” ujar YiFan sambil menepuk pundak Suho.

Suho mengangguk. Ia kemudian berlutut di hadapan Kai yang sudah bersimpuh di lantai.

“Berhentilah memikirkannya, Kai,” ujar Suho dengan nada yang sangat pelan dan lembut seolah sudah tidak ada lagi amarah disana. “Apa kamu masih belum mengerti kenapa kamu dipisahkan dari GyoEul? Itu karena kamu selalu melalaikan tugasmu dan memilih berada di sampingnya. Dan hukumannya bukan terjadi padamu, tapi pada GyoEul. Jadi jika kamu bisa merelakannya, membiarkannya mandiri, maka dia akan menemukan kebahagiaannya sendiri. Terkadang, kamu harus merelakan sesuatu yang sangat berharga dari dirimu agar bisa membuat orang yang kamu sayangi itu bahagia.”

Kai mengangguk pasrah. Sudah pasti ia tidak akan berani lagi melanggar semua peraturan Eden karena ia sudah merasakan langsung seperti apa sakitnya jika dihukum oleh Suho. Melihat Kai yang tampaknya sudah mulai menurut, Chanyeol pun langsung membantunya untuk berdiri.

“Minta maaflah pada YiFan dan seluruh penghuni neraka, Kai,” tegas Suho.

Kai lalu membungkukkan badannya menghadap Huizhang, begitu juga pada beberapa malaikat yang tadi menahannya. Lalu ChanYeol menggiring Kai keluar meninggalkan departemen neraka.

“Suho..” sela YiFan sebelum Suho pergi.

“Ya?” sahut Suho yang sudah berbalik menghadap YiFan.

YiFan tampak menepuk pundak Suho. “Istirahatlah. Sepertinya pikiranmu belakangan ini sedang buruk. Sebagai pemimpin kita terkadang harus memfokuskan pikiran kita. Sikapmu tadi nyaris membahayakan Kai. Pemimpin juga perlu liburan bukan?”

Suho hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Huizhang YiFan. Sebagai sesama pemimpin, YiFan sudah tentu dapat melihat kegundahan Suho. Belum lagi penampilan Suho yang biasanya terlihat rapi kini tampak kusut.

“Aku baik-baik saja,” sahut Suho, lebih kepada dirinya sendiri.

“Tidak Leader. Kau tidak baik-baik saja,” potong Sehun. “Kau harusnya senang, Leader. Karena kau akan mendapatkan liburan.”

“Terserah kalian, tapi aku sungguh baik-baik saja.” Suho ahirnya melangkah keluar departemen neraka dengan lunglai.

Sehun hanya memandangi punggung Suho prihatin. Leader yang sangat dikaguminya kini benar-benar terlihat begitu lesu dan mudah marah.

“Dia pasti masih memikirkan YeoReum,” gumam YiFan setelah Suho dengan terpaksa keluar dari departemen neraka menuju bumi.

“YeoReum?” baik Luhan maupun Sehun –yang masih ada di departemen neraka –bingung sekaligus penasaran.

“Huizhang, kau tau tentang masa lalu Leader?”

“Tentu saja aku tahu. Kan aku yang menjemputnya.”

*

*

*

Kim JoonMyun, nama Suho ketika masih menjadi manusia, adalah seorang pewaris tunggal dari  sebuah rumah sakit kenamaan di daerah Anyang. Seorang pemuda tampan yang mampu meluluhkan hati setiap wanita dengan senyum manisnya. Serta kebaikan hatinya membuat JoonMyun dijuluki sebagai guardian Angel-nya Anyang.

Sayangnya semua gadis-gadis di Anyang harus rela patah hati, karena pangeran impian mereka itu sudah memiliki kekasih. Gadis beruntung itu adalah Ham YeoReum.  Semua orang menjuluki YeoReum dengan sebutan gadis beruntung dengan sedikit ketidak beruntungan. YeoReum mungkin beruntung memiliki JoonMyun disisinya, tapi dia tidak beruntung karena tidak bisa melihat seperti apa rupa JoonMyun. Itu karena YeoRum buta.

Walau mereka sudah bersama selama hampir setahun, tapi YeoReum tidak tahu menahu mengenai latar belakang JoonMyun. Ia tidak tahu kalau JoonMyun adalah seorang tuan muda kaya raya. YeoReum juga tidak tahu kalau JoonMyun adalah pemilik dari rumah sakit tempat YeoReum biasa dirawat. Yang YeoReum tahu adalah kalau JoonMyun adalah pekerja sosial dirumah sakit tempatnya biasa berkunjung.

Dan YeoReum juga tidak tahu kalau waktu yang dimiliki JoonMyun untuk bernapas dan hidup tidak sampai seminggu lagi.

“Oppa, mungkin kau bosan mendengar pertanyaan ini. Tapi kenapa kamu menyukaiku? Aku bukanlah gadis sempurna. Aku buta. Aku bahkan mungkin tidak cantik. Sedangkan pasti banyak gadis-gadis cantik yang mengejarmu. Kenapa kamu memilihku?” tanya YeoReum suatu hari.

JoonMyun tampak berpikir sebentar. Kemudian ia tersenyum –senyuman yang tak akan pernah bisa dilihat oleh YeoReum. “Itu karena kamu menyukaiku tanpa peduli siapa aku, apa latar belakangku, apakah aku tampan atau tidak. Kamu menyukaiku dengan apa adanya aku. Karena itu aku menyukaimu dengan semua yang ada di dirimu.”

YeoReum pun tersenyum malu.

“Oppa pasti tampan. Aku sering mendengar kecemburuan perempuan disekitarku. Katanya aku beruntung mendapatkanmu. Dan satu hal yang sungguh membuatku penasaran. Aku ingin melihat senyumanmu,” ujar YeoReum sambil meraba wajah JoonMyun dan menyentuh bibir JoonMyun. “Mereka bilang senyumanmu adalah hal terindah di bumi. Aku ingin sekali melihatnya. Aku iri pada mereka yang bisa melihat senyumanmu.”

JoonMyun lalu meraih YeoReum dalam dekapannya. “Kita akan menemukan mata untukmu. Ketika saat itu tiba, bukan hanya senyumanku saja, tapi kamu pasti bisa melihat semua keindahan dunia. Aku janji akan hal itu padamu.”

YeoReum tentu tidak menyadari betapa pucatnya wajah pemuda dihadapannya ini. YeoReum masih saja tersenyum ceria bertanya tentang beruang yang lucu, kelinci bertelinga panjang, matahari dan lain-lain pada pemuda dihadapannya. Sementara pemuda itu hanya tersenyum lemah sambil sesekali mengiyakan semua pertanyaannya.

“Oppa, kenapa kamu bilang kalau musim panas adalah musim yang terindah?” tanya YeoReum setelah berjuta-juta pertanyaan ia lontarkan pada JoonMyun, kekasihnya yang tampak sedang sangat sakit itu.

JoonMyun meraih tangan YeoReum dan menggenggamnya erat. Ia kembali tersenyum, walau percuma karena YeoReum juga tak dapat melihat senyumannya.

“Semua orang boleh bilang kalau musim semi ini yang terindah, tapi bagiku musim panas adalah yang terindah. Karena kamu adalah musim panas. Kamu adalah musim panas terindah yang datang padaku,”ujar JoonMyun tulus.

Kembali wajah YeoReum memerah karena ucapan JoonMyun. Kontras dengan wajah JoonMyun yang justru makin pucat.

“Dan.. musim panas tahun ini.. akan menjadi musim panas terindah. Karena matahari dan bumi akan menyaksikan.. pernikahan kita,” ujar JoonMyun terbata. Ia kemudian melepas tangannya dari YeoReum dan menekan-nekan ulu hatinya. Tentu YeoReum tidak tahu kalau JoonMyun tampak sangat kesakitan saat ini.

“Ne? pernikahan?” YeoReum terlihat kaget mendengar ucapan JoonMyun.

“Ya, menikah. Aku mau menikahimu, YeoReum. Aku sungguh-sungguh… Aku ingin hidup bersamamu, menjadi matamu, membantumu melihat dunia… akhh.”

Tampaknya JoonMyun sudah tak mampu menahan sakitnya. Ia sedikit mengerang dan YeoReum mendengarnya. YeoReum kini terlihat panik, sedikit meraba-raba untuk meraih JoonMyun. Setelah menemukan tangannya, YeoReum langsung menggenggam tangan itu erat.

Oppa gwenchana? Oddi appa?”

Amugeotdo eopseo,” ujar JoonMyun, berusaha berbicara sebaik mungkin agar suaranya tak terdengar bergetar. “Tadi ada serangga yang menggigitku.”

Seketika wajah YeoReum langsung lega mengetahui kekasihnya tidak kenapa-kenapa. Sementara JoonMyun kentara sekali ia terlihat merasa bersalah.

“Aku.. harus kerja.. aku harus mencari uang untuk pernikahan kita.. aku pergi dulu,” pamit JoonMyun. Sebelum pergi ia mengecup kening YeoReum.

Tertatih JoonMyun meninggalkan YeoReum di taman. Bahkan ia hanya mampu berjalan sampai beberapa meter menjauhi YeoReum karena JoonMyun sudah terjatuh dan pingsan. Untungnya pengawal pribadinya selalu membuntuti kemana tuan mudanya pergi. Jadi begitu JoonMyun jatuh pingsan di taman, pengawalnya langsung membopong tuan mudanya untuk dilarikan ke rumah sakit.

Dan YeoReum masih tidak tahu apa-apa mengenai kondisi JoonMyun.

.

.

Sudah empat hari JoonMyun tidak sadarkan diri. Ia terbaring lemah di ruang ICU rumah sakitnya dengan selang infus dan alat bantu pernapasan menghiasi wajah tampannya serta kabel-kabel pencetak kehidupan yang terhubung dengan mesin-mesin kedokteran yang memenuhi sekitar ranjangnya.

“Sirosis hatinya makin parah. Kalau seperti ini terus ia mungkin tidak bisa melewati musim semi ini.” Itulah yang dikatakan dokter pribadinya pada pengasuh JoonMyun.

Sang pengasuh hanya bisa menatap tuan mudanya sedih. Ia sudah menemani tuan mudanya itu selama bertahun-tahun, bahkan sejak JoonMyun masih sangat kecil. Ia juga ada disamping JoonMyun ketika JoonMyun kecil kehilangan kedua orangtuanya karena kecelakaan. Ia menemani JoonMyun melewati hari-hari kesepiannya. Dan ternyata penderitaan JoonMyun belum selesai. Sirosis hati yang menggerogoti tubuh JoonMyun membuatnya jadi makin lemah dari hari ke hari.

“Tuan muda, anda harus bertahan. Bukankah anda mau menikahi YeoReum. Tuan muda juga belum mengatakan padanya mengenai jati diri tuan muda,” bisik sang pengasuh kepada tuan mudanya tersebut.

“ahju..ssi..” rintih JoonMyun.

JoonMyun akhirnya sadarkan diri. Perlahan ia membuka matanya, mencari dimana sosok pengasuhnya. Setelah menangkap sang pengasuh, JoonMyun langsung memberi isyarat kepadanya agar mendekat.

“Yeo..Reum.. bagai..mana dia?” lirih JoonMyun.

“Dia masih beraktivitas seperti biasa. Dia berkali-kali menelepon, tapi saya bilang Tuan sedang mengurus semua keperluan saya, jadi dia tidak boleh mengganggu,” jawab sang pengasuh sedih.

“Bagus, jangan.. buat.. di..a.. kha..watir.. Ahjussi.. ja..ngan.. terlalu..keras..pada..nya.”

“Tuan muda, sebaiknya jangan banyak bicara dulu. Dokter bilang kalau tuan muda harus banyak istirahat,” pengasuh JoonMyun mencoba menahannya agar tidak terlalu banyak mengeluarkan tenaga.

“Aku sudah.. berjanji padanya.. untuk.. menikahinya.. Dan aku.. kembali.. membohonginya.. Dosaku.. sungguh.. tak terampuni.. karena aku.. tidak bisa.. menikahinya.. musim panas ini..”

“Apa yang tuan muda maksudkan? Tuan akan menikahnya musim panas ini. Jadi Tuan muda hematlah tenagamu. Tuan muda harus sehat, agar bisa menerima omelan Nona YeoReum karena sudah membohonginya,” pengasuhnya tertawa miris.

“Kamu pikir aku bodoh.. kalau aku.. tidak segera mendapat..kan transplantasi.. hati maka aku akan.. segera mati..”

“Jangan berbicara soal mati, Tuan!” bentak pengasuhnya.

JoonMyun hanya tersenyum. Ia kemudian meminta pengasuhnya untuk mengambilkan kotak kecil yang ada di saku jaket yang terakhir ia kenakan. Setelah mendapatkan kotak kecil itu, JoonMyun kemudian memberikannya kepada pengasuhnya.

“Aku akan memberikan.. cincin itu pada Yeoreum. Tolong berikan padanya. Dan suruh dia untuk membenciku.. karena aku telah banyak menipunya.. katakan padanya, walaupun aku.. banyak membohonginya.. tapi perasaanku padanya.. adalah tulus..”

JoonMyun kemudian menutup matanya tapi segera membukanya kembali. “Oh iya, beberapa waktu lalu.. aku sudah.. membuat surat pernyataan.. kalau.. jika aku mati.. aku akan menyumbangkan.. tubuhku untuk orang-orang yang membutuhkan.. hanya hatiku saja yang rusak.. tapi sisanya.. masih dalam keadaan baik… tapi satu hal.. yang tidak boleh.. diberikan pada orang lain.. yaitu mataku.. sepasang mata ini.. adalah milik YeoReum.” JoonMyun kemudian kembali menutup matanya.

.

.

YeoReum menangis di koridor rumah sakit milik JoonMyun. Ia –tidak sengaja– mendengar kabar kalau JoonMyun sedang koma di rumah sakit. Ia menangis disana memohon-mohon pada suster maupun dokter untuk menunjukkan padanya dimana kamar JoonMyun dirawat.

Meskipun para dokter sudah membujuknya, tapi YeoReum tetap bersikukuh ingin bertemu dengan JoonMyun. Sampai akhirnya pengasuh JoonMyun, yang dikenali YeoReum sebagai bos-nya JoonMyun, datang menengahi. Walau tetap tidak bisa mengalahkan keinginan YeoReum untuk bertemu dengan JoonMyun.

“Tuan, ijinkan aku bertemu dengan JoonMyun oppa. Dia sedang sakit dan aku tidak tahu itu,” pinta YeoReum. Ia bersimpuh di kaki pengasuh JoonMyun dan memohon padanya.

Tiba-tiba YeoReum mendengar suara seorang pria yang entah darimana asalnya. Suaranya terdengar begitu nyata, bahkan ditengah bisingnya semua orang yang sedang mengerubungi dirinya.

“Selamat siang Kim JoonMyun, perkenalkan saya Wu YiFan, malaikat yang akan menjemput nyawamu.”

“Apa maksudmu?” sahut YeoReum bingung. Karena suara tersebut terdengar dekat jadi YeoReum berpikir kalau suara tersebut sedang berbicara padanya.

“Eden telah menemukan penghuninya. Mulai sekarang kamu tidak akan merasakan kesakitan lagi, karena kamu akan hidup bahagia di surga.”

Entah kenapa begitu mendengar suara asing tersebut, YeoReum merasa sangat ketakutan. YeoReum merasa kalau suara asing itu ingin menyakiti JoonMyun. YeoReum akhirnya berdiri dan menerobos beberapa suster yang menghalanginya. YeoReum berjalan dengan meraba-raba keadaan sekitar mengikuti arah suara laki-laki tersebut.

“Walaupun kamu akan mati, tapi…”

Andwae!!” jerit YeoReum tiba-tiba.

YeoReum panik. Ia mendekati sebuah ruangan, karena ia merasa bahwa dari ruangan itulah suara tersebut berasal.

“Ah coba lihat siapa yang sudah datang. Kekasihmu ada disini. Aku akan sampaikan salammu padanya.”

YeoReum pun memaksa masuk walau ada suster yang menghalangi. Tapi YeoReum bersikeras dan akhirnya ia bisa menerobos masuk ke ruang sterilisasi JoonMyun.

“Kamu bisa mendengarku kan YeoReum-ssi. Aku adalah Wu Yifan. Kamu bisa bertemu dengannya untuk yang terakhir kalinya. Karena setelah hari ini kamu tidak akan pernah bisa menyentuhnya lagi.”

“Lepaskan aku suster!! Orang itu mau membunuh JoonMyun Oppa!!” seru YeoReum di pintu kamar. Ia meronta agar bisa terlepas dari dua orang suster yang menahannya.

“Nona. Ini bukan kamar tuan muda JoonMyun,” ujar salah satu suster.

YeoReum berhenti meronta. Ia memiringkan kepalanya kearah suster yang berbicara tadi. “Tuan muda JoonMyun???”

Menyadari kalau mereka salah bicara, kedua suster itu langsung menutup mulut mereka.

“Apa maksudnya dengan Tuan muda?”

“Heartless mindless no one who care about me.”

Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing

Suara dengungan mesin cardiograph itu membuyarkan lamunan YeoReum. Sementara para suster langsung meninggalkan YeoReum yang terpaku sendirian di pintu kamar JoonMyun. YeoReum masih berdiri terpaku hingga beberapa orang suster serta dokter menabrak dirinya di pintu masuk. YeoReum masih terpaku hingga ia merasakan ada sepasang tangan yang memegang bahunya, berusaha menenangkannya. YeoReum masih terpaku bahkan ketika dokter meninggalkannya setelah berkata, “Maaf.”

YeoReum masih belum bisa mengembalikan akal sehatnya. YeoReum masih belum bisa mencerna apa yang sedang terjadi. Yang YeoReum tahu adalah bahwa JoonMyun sudah meninggalkannya.

.

.

Suho tiba di sebuah pemakaman umum di daerah Anyang. Tidak tahu hendak menghabiskan waktu liburnya kemana, Suho pun memilih untuk mengunjungi makam dirinya. Setibanya di makam dirinya ia bertemu dengan seorang wanita tua yang tengah berdoa di makamnya. Tidak ingin mengganggu, Suho pun memutuskan untuk menyingkir dan menunggu sampai wanita itu selesai.

Setelah selesai nenek itu kemudian berbalik dan melihat Suho yang tengah menunggunya di pohon dekat makam bernama Kim JoonMyun.

“Oh, apa kamu mau menemui Joonmyun?” tegur nenek itu.

Suho tampak tidak kaget melihat nenek itu menegurnya. Ia hanya tersenyum dan mengangguk. Suho kemudian mendekati nenek itu. “Anda habis berdoa untuknya?”

“Tentu saja. Dia penyelamat hidupku,” sahut nenek itu.

“Anda memiliki mata yang cantik,” puji Suho.

“Ah, benarkah?” si nenek tersipu mendengar ucapan Suho. “Pemilik mata ini pasti bahagia mendengarnya. Kamu juga anak muda yang sangat tampan, senyummu manis sekali. Gadis-gadis pasti banyak yang mengejar-ngejarmu ya,” si nenek balas menggoda Suho.

Suho hanya tersenyum menjawab pujian nenek tersebut. Tak lama datang seorang pemuda yang menjemput si nenek. Setelah berpamitan dengan Suho si nenek kemudian pergi dengan dituntun langkahnya oleh si pemuda itu.

“Senang melihatmu bisa hidup bahagia, Yeoreum,” gumam Suho begitu melihat si nenek menjauh. “Akhirnya keinginanmu terkabul bukan? Bisa melihatku, melihat senyumanku, dan memiliki sepasang mata yang bisa membuatmu melihat indahnya dunia. Aku belum mengucapkan selamat tinggal padamu. Selamat tinggal dan terima kasih untuk terus mencintaiku seperti ini.” Suho kemudian mengeluarkan sayapnya dan terbang kembali ke langit. Meninggalkan bumi serta masa lalunya.

Si nenek membalikkan badannya untuk kembali melihat kearah makam Joonmyun. Disana sudah tidak ada pemuda dengan senyuman manis yang dia sendiri belum tahu namanya siapa. Si nenek kemudian tersenyum sekilas lalu menegur cucunya yang sedang menuntunnya menuruni bukit pemakaman.

“Joon, apa kamu lihat pemuda yang tadi mengobrol denganku? Dia punya senyuman yang sangat menyejukkan. Mungkin JoonMyun dulu memiliki senyuman seperti itu.”

“Pemuda? Haelmoni, jangan ngelantur lagi. Tidak ada siapa-siapa disana tadi,” sahut cucunya.

“Benarkah? Tapi tadi…”

“Haelmoni, ini karena Haelmoni terlalu ingin melihat wajah cinta pertamamu itu, makanya setiap melihat lelaki dengan senyuman manis Haelmoni langsung menyamakannya dengan almarhum tuan muda JoonMyun,” sahut cucunya.

“Tapi aku merasa dia sangat mirip dengan JoonMyun.”

*

*

*

End of Suho Story

Hhhh,,,, leader satu ini,, dia terlalu perfect sampai saya bingung mau buat cerita yg kaya gimana buat dia..

Silakan dinikmati…
dan terima kasih udah mau membaca dan meninggalkan feedback yang baik..

WE ARE ONE!! WE ARE EXO!! (ini apa deehhh .___.)

Advertisements
FF – Into Your World, Angel | Suho Story | PG16

29 thoughts on “FF – Into Your World, Angel | Suho Story | PG16

  1. SUHO xOOOO
    wah, suho keren deh suer^^ critanya pas bet sama image suho yg emang perfect xD
    walo sad tapi cukup buat fans suho ini senyum2 gaje haha
    kinda nice story eonnie 😀

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s