FF – Into Your World, Angel | Tao Story | PG16


Title : Into Your World, Angel

Subtitle : (Forgiveness/용서) Forgive me

Author : beedragon

Cast:

Tao EXO as Tao (Sang Penjemput Neraka)

Jung YongSeo (OC)

Other Cast:

BaekHyun EXO as BaekHyun (Sang Penjemput Surga)

Suho EXO as Leader Suho

Kriss EXO as Huizhang YiFan

Genre : Fantasy, Life

Length : Oneshoot (Series Short Story)

Rating / pairing : pg16 / Straight

Summary : Sang Penjemput. Adalah malaikat yang bertugas menjemput jiwa manusia dan membawanya ke tempat dimana mereka akan melanjutkan kehidupannya sesudah mati, entah itu di surga atau neraka. Ini adalah kisah dari Sang Penjemput dalam menjalankan tugasnya.

Disclaimer : This is only fiction. This is only Bee imagination. All of the character aren’t mine. I Do Own This Fiction so Do Not Copy Paste Without My Permission and Don’t Be Silent Reader

Backsound Song : EXO – Into Your World (Angel)

Forgive Me

*

*

*

“Dokter, tekanan darahnya menurun!!”

“Dokter, pergerakan jantungnya melambat!!”

“Suster! Siapkan defribillator!!”

Suasana ruang gawat darurat di sebuah rumah sakit di daerah Busan itu tampak sangat sibuk. Baru saja ada seorang gadis yang masuk UGD dalam keadaan sekarat karena percobaan bunuh diri. Dokter yang menanganinya tampak tak kaget lagi melihat sang pasien.

Sambil menunggu suster-suster itu menyiapkan alat kejut jantung, sang dokter menekan-nekan dada si pasien yang tengah kritis itu. Beberapa suster langsung memberikan alat kejut jantung pada dokter yang tengah bertugas. Sang dokter langsung menempelkan dua pad defribilator ke dada pasien sehingga membuat gadis yang sekarat itu tersentak badannya. Dokter terus melakukan hal itu berulang-ulang hingga akhirnya cardiograph menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

“Dokter, pasien telah kembali!” Dokter pun mengembalikan defribilator kepada susternya.

Tak lama, gadis yang sejak hampir sejam lalu berusaha diselamatkan oleh dokter tersebut pun membuka matanya. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya lemah. Sang gadis memutar bola matanya menatap ke sekeliling ruangan. Ia kemudian mendesah pelan.

Wae…?” tanya gadis itu lemah.

Sang dokter tersenyum melihat pasiennya sudah siuman. “Jung YongSeo, kapan kau akan berhenti untuk menyusahkanku, hah? Berhentilah melakukan hal-hal tak berguna seperti ini. Mengerti?” sang dokter mengusap-usap kepala Jung YongSeo, pasiennya.

Wae…” lirihnya. “Wae nal sallyeojuneun geo??!! (kenapa kau menyelamatkanku)” jeritnya. “Nan juggo sipeoyo, wae sallyeojuneun geo?!!(aku ingin mati, kenapa kau menyelamatkanku)” dan Jung YongSeo pun menangis.

Para suster hanya bisa melihatnya miris. Sementara sang dokter berusaha menenangkan YongSeo yang kini mengamuk di tempat tidurnya. Dokter pun memberi isyarat pada susternya untuk memberikan YongSeo suntikan penenang.

“Aku mau ma…ti.. jangan…” isaknya lemah. Dan YongSeo pun kembali tak sadarkan diri karena suster sudah menyuntikkan obat penenang padanya.

Sang dokter menghela napas panjang melihat YongSeo. “Mau sampai kapan kamu mencoba untuk membunuh dirimu sendiri, YongSeo.”

*

*

*

YongSeo membuka matanya perlahan. Hal pertama yang dilihatnya adalah cahaya lampu yang begitu menyilaukan. YongSeo tahu dirinya saat ini sedang berada di rumah sakit. Usahanya untuk bunuh diri kembali gagal. Sedikit mengutuk, YongSeo menggelung dirinya didalam selimut. Dan ketika ia berbalik, ia menyadari kalau dirinya tidak sendirian.

Ia melihat ada seorang laki-laki tengah duduk di sofa yang ada di sudut ruangan. Tidak begitu jelas wajahnya, tapi yang bisa YongSeo tebak kalau lelaki itu orang yang arogan, terlihat dari caranya duduk dengan menyilangkan kedua tangan di dadanya serta menyilangkan kakinya. YongSeo hanya bisa melihat mata lelaki itu berkilat-kilat menatapnya tajam.

Kaget, YongSeo hampir saja melompat dari ranjangnya. Ia menarik selimutnya hingga ke leher berusaha menutupi seluruh tubuhnya. “Si.. Siapa kamu?!” tanya YongSeo sambil menunjuk lelaki tersebut.

Lelaki itu membenarkan posisi duduknya hingga wajahnya terkena cahaya lampu. Kemudian ia tersenyum –atau lebih tepatnya menyeringai.

“Biasanya hanya orang-orang yang pernah berhubungan dengan kematian yang bisa melihatku. Kamu termasuk dalam golongan apa? Pernah melihat orang mati? Pernah mati? Atau pernah mencoba mati?” tanya orang tersebut.

YongSeo memiringkan kepalanya berusaha mencerna maksud ucapan orang tersebut. Dan ketika orang tersebut berdiri, YongSeo bisa merasakan aura yang begitu mencekam darinya. Panik dan takut, YongSeo pun melompat dari ranjangnya untuk menghindari orang tersebut.

“Ma.. mau apa kamu..? mundur..” panik YongSeo.

“Kamu mau mati kan? Kamu begitu ingin mati? Berbahagialah. Karena orang yang bisa melihatku itu tandanya sebentar lagi dia akan mati,” desis orang tersebut.

Kini jarak YongSeo dengan orang itu hanya tinggal sejengkal.

“Perkenankan aku memperkenalkan diri. Aku Tao, malaikat kematian yang akan menjemput nyawamu.”

*

*

*

Tao mengikuti YongSeo yang kabur dari rumah sakit. Berkali-kali Tao melihat YongSeo sengaja berjalan ke tengah jalan raya dengan harapan ada mobil yang menabraknya. Berkali-kali pula Tao melihat ada gurat sedih sekaligus kesal di wajah YongSeo ketika gagal menabrakkan dirinya ke mobil yang tengah melaju kencang. Hal ini membuat Tao bingung akan apa alasan YongSeo begitu ingin mati.

“Kenapa kamu begitu ingin mati?” tanya Tao.

“Aku hanya ingin mati,” singkat YongSeo.

“Apa karena ingin menyusul pacarmu di surga sana?”

“Aku tak punya pacar,” sahut YongSeo lagi.

“Apa kamu tahu, mencoba bunuh diri bisa membuatmu masuk neraka.”

Arra.

“Kalau begitu kenapa kamu mencoba bunuh diri? Kamu sudah dipastikan masuk neraka jika mencoba bunuh diri.”

tah arra. Aku memang ingin masuk neraka.”

Tao terkejut. Mana ada orang yang ingin masuk neraka. Bahkan penjahat saja kalau diijinkan mereka inginnya masuk surga. Kenapa anak ini malah ngotot mau masuk neraka?

“Aku ingin masuk neraka dan membalaskan dendamku pada orang yang sudah membantai keluargaku.”

Tao kembali terkejut mendengar alasan yang dilontarkan YongSeo. Gadis ini sungguh tidak dapat ditebak pikirannya.

YongSeo sudah berhenti melangkah. Ia kini berdiri sambil menatap sebuah rumah tua tak berpenghuni yang tampak menyeramkan. Tak lama YongSeo pun memanjat pagar rumah tersebut dan memasukki pekarangannya. Tao hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah YongSeo.

“Selamat datang di rumahku, ahh ani, selamat datang di bekas rumahku. Ini adalah rumahku, dulu. Disinilah tempat aku kehilangan segalanya, harta benda dan keluarga,” ujar YongSeo.

Tao menatap sekeliling ruangan. Tao merasa ia mengenal rumah ini. Seolah dirinya pernah ada di rumah YongSeo ini.

“Disinilah tempat terakhir kali aku melihat keluargaku dibantai oleh pembunuh bayaran. Aku sudah bersumpah akan mengejarnya kemanapun juga, bahkan ke neraka sekalipun,” cerita YongSeo penuh penekanan, seolah dia menyimpan dendam besar.

Tao ingat sekarang. Ia pernah kerumah ini, dulu sekali ketika dirinya masih menjadi manusia. Dirinya ingat pernah membantai seluruh penghuni rumah ini. Dia ingat dia menghabisi si pemilik rumah yang sedang melindungi anaknya. Tapi ternyata ia masih meninggalkan seorang yang masih hidup. Pantas saja Tao melihat ada bekas luka tebasan di pundak YongSeo.

“Aku bersumpah akan menemukannya di neraka. Jika sudah bertemu dengannya aku akan menyiksanya dan membalaskan dendamku.”

Seketika Tao merasa sesak. Karena ulahnya dulu, dia sudah membuat kehidupan seorang gadis jadi begini berantakan. Apa yang harus dilakukannya. Ia bahkan merasa takdirnya begitu kejam. Dulu dia  membantai habis keluarga Jung, dan kini ia juga harus menyelesaikan tugasnya dulu untuk mencabut nyawa YongSeo dan membawanya ke neraka. Ia merasa ini sangat tidak adil.

Tao pun merasa goyah. Biasanya ia tak pernah merasakan ini, merasa tidak adil terhadap takdir seseorang. Biasanya dia akan menutup mata, telinga dan hatinya ketika akan mencabut nyawa seseorang. Tapi kali ini, Tao merasa ‘tersentuh’.

Tao berpikir untuk memperbaiki kesalahan dimasa lalunya terhadap YongSeo. Ya, YongSeo tidak boleh masuk neraka. YongSeo tidak pantas masuk neraka. Tempat YongSeo bukanlah di neraka.

*

*

*

“Yah! Aku kan sudah bilang padamu kalau itu percuma!!” seru seorang malakat yang baru saja dijemput Tao dari surga. “Takdirnya adalah di neraka. Jadi walaupun aku yang menjemputnya, dia tetap tidak berhak masuk surga. Kamu tidak bisa merubah takdirnya.”

“Tolong aku, BaekHyun. Dia tidak pantas masuk neraka. Karena ulahku dulu dia jadi begini. Akan sangat tidak adil kalau dia masih harus tersiksa untuk kesalahan yang tidak pernah dilakukannya,” pinta Tao.

BaekHyun, sang malaikat dari surga, hanya memandangi Tao malas. “Tetap tidak bisa, Tao. Leader bisa membunuhku kalau tau akan hal ini.”

“Tapi kamu sudah tidak bisa mati lagi, Baek.”

“Pokoknya aku tidak mau!!” tolak BaekHyun.

YongSeo yang sedari tadi duduk di bangku reyot yang ada di rumah kosong ini hanya bisa bingung melihat debat yang dilakukan dua malaikat dihadapannya. Tao, malaikat berbaju hitam itu tampak sedang berlutut di hadapan malaikat berbaju putih, yang kalau YongSeo tidak salah namanya adalah BaekHyun. YongSeo jadi ragu akan identitas Tao yang menyebutkan kalau dirinya itu adalah malaikat kematian. Karena melihat tingkah Tao sekarang, Tao tampak seperti bawahan dari malaikat putih itu.

“Kalau kamu gak mau membantuku, maka dengan terpaksa aku menggunakan kekerasan,” ujar Tao dingin.

Tao menatap BaekHyun tajam. Baekhyun pun sadar kalau dirinya dalam bahaya, karena bagaimanapun juga jika masalah kekuatan sudah tentu jelas Tao bisa mengalahkannya. Dan benar saja, Tao sudah memiting BaekHyun dan meninju punggung BaekHyun sehingga sepasang sayap BaekHyun terbentang lebar.

“Yah, apa yang..” panik BaekHyun.

“Maaf, tapi ini yang terbaik untuknya.”

Tao kemudian mengunci kedua lengan BaekHyun dan menariknya menghampiri YongSeo yang tercengang melihat perseteruan kedua malaikat itu.

“Tao, kenapa kalian bertengkar seperti itu? Apa kalian sedang berseteru siapa yang akan mencabut nyawaku?” gurau YongSeo.

Tao menempelkan tangan BaekHyun ke kepala YongSeo dan mulai mengucapkan mantra.

“Yah!!” cegah BaekHyun.

Tao lalu mulai menarik tangan BaekHyun dari kepala YongSeo. Tampaklah gumpalan asap hitam pekat keluar dari tubuh YongSeo. Tao pun terkejut, karena jiwa YongSeo tidak berbentuk utuh seperti jiwa manusia yang biasa dia cabut. Jiwa YongSeo rusak.

“A… apa yang… terjadi..?”

“Bukankah sudah kubilang kalau kau tidak bisa merubah takdirnya, bodoh!!” bentak BaekHyun.

Tiba-tiba saja tangan Tao terasa panas. Ternyata sudah ada tangan lain yang mencekal tangannya juga tangan BaekHyun yang dipegangnya. Seketika saja pergelangan tangannya memerah dan melepuh.

“Leader.. Suho…” rintih Tao begitu melihat siapa yang sudah membakar tangannya tersebut.

“Aaaaww Leader!! Aku gak salah. Malaikat bodoh ini yang menarikku,” protes BaekHyun.

Keduanya sudah merintih kesakitan ketika Leader Suho mencekal tangan mereka dan membuat tangan mereka meleleh bahkan nyaris putus. Sang Leader sudah menatap geram kedua malaikat itu.

“Apa kalian tahu apa yang sudah kalian lakukan?!!” gertaknya ketika melepas cengkramannya.

Ketika BaekHyun hendak menghindari amarah leadernya, kembali ada tangan yang lain yang menahannya. Kini tangan BaekHyun dan tangan Tao yang masih sehat sudah dicekal oleh Huizhang YiFan.

“Ahh, Dduijang,” keluh BaekHyun.

“Kalian dalam masalah besar!!” seru Huizhang YiFan begitu melepas tangan kedua malaikat itu.

Kedua pemimpin dari surga dan neraka itu menatap kedua anak buahnya. Tao dan BaekHyun sudah bersujud di hadapan pemimpin mereka. BaekHyun sesekali menggerutu karena ulah Tao yang mengakibatkan kekacauan besar ini.

Suho memandangi gumpalan asap kelabu yang menggantung diatas tubuh YongSeo. Setelah memberi isyarat pada YiFan, Suho pun menghampiri tubuh YongSeo. Ia menempelkan telapak tangannya pada punggung YongSeo.

YiFan pun ikut mendekati tubuh YongSeo. Ia menarik gumpalan asap yang adalah jiwa YongSeo yang rusak, kemudian memaksanya masuk kembali ke tubuh YongSeo. Kedua pemimpin itu sedikit berkomat-kamit ketika hendak mengembalikan jiwa YongSeo. Dan akhirnya seluruh gumpalan asap hitam pekat itu kembali masuk ke tubuh YongSeo.

“Hhhhhhhah,” YongSeo menarik napas panjang seolah ia baru saja menahan napas selama berjam-jam. Ia masih berusaha mengatur napasnya yang satu-satu itu. Dan ia langsung bangun dari bangkunya dan memilih memojok menjauhi keempat malaikat yang mengelilinginya.

“Apa yang sudah kalian lakukan padaku?!” rintih YongSeo.

“Sakitkah? Bagaimana rasanya semenit tinggal di alam kematian? Tidak enak kan? Jadi jangan seenaknya berkata kalau kau ingin masuk neraka,” ujar Suho pada YongSeo.

YiFan menendang kaki Tao agar Tao berdiri. “Aku rasa ada yang ingin kau katakan padanya. Kau harus meminta maaf, Tao.”

Tao memandangi kedua tangannya yang nyaris putus. Ia sudah tentu tidak bisa mencabut nyawa orang dalam beberapa waktu kedepan dengan tangan seperti itu. Ia berpikir sepertinya rasa sakit ini saja belum cukup, karena apa yang di derita YongSeo seumur hidupnya bahkan lebih menyakitkan dari apa yang didapatnya hari ini.

“YongSeo-ssi. Aku mau membuat pengakuan. Sebelumnya aku mohon maaf padamu karena sudah membuatmu merasakan perjalanan yang tidak menyenangkan,” Tao menundukkan kepalanya semakin dalam. “Akulah pembunuh yang sudah membantai keluargamu.”

YongSeo masih tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Ia baru saja mengalami perjalanan di dunia kematian yang begitu menyeramkan dan begitu bangun kembali ia mendapatkan pengakuan seperti ini. Rasanya otaknya masih belum berfungsi dengan baik akibat ulah Tao dan Baekhyun tadi. Dan sekarang apa..?!

“Aku berniat menebus dosaku dengan tidak memasukkanmu ke neraka. Aku tidak tahu kalau justru.. malah.. begini.” Tao kini sudah berlutut dihadapan YongSeo. “Maafkan aku. Aku sudah membuat hidupmu jadi begitu berantakan. Kumohon maaafkan aku.”

YongSeo memandang Tao nanar. Ia kemudian berpaling menatap YiFan dan Suho. “Kalian membiarkan pembunuh menjadi malaikat?! Hah?!” YeongSeo mendengus kesal. “Dia orang yang sudah menghancurkan keluargaku dan hidupku!!!”

“Tapi dia menyelamatkan hidupmu,” sahut YiFan. “Dia menyelamatkanmu. Ketika kamu berumur tujuh tahun dan mencoba untuk bunuh diri dengan cara menyebrang jalanan yang sedang ramai, anak ini yang menyelamatkanmu dan mengganti nyawamu dengan nyawanya.”

YongSeo terdiam. Ia menatap Tao penuh kebencian. Lalu ia melihat kedua tangan Tao yang sudah melepuh.

“Aku membencimu Tao-ssi. Kau sudah membantai keluargaku, membiarkanku hidup sengsara seumur hidupku, membuatku merasakan betapa menakutkannya alam kematian. Kau pikir aku akan melepaskanmu begitu saja, hah?!!”

“Aku tahu, karenanya kumohon maafkan aku. Aku memang tidak berhak mendapatkan maaf darimu, tapi tolong jangan simpan dendam itu.”

YongSeo berlutut dihadapan Tao dan menangis. “Kenapa kamu melakukannya?!”

Tao pun membentangkan sayapnya sebagai pengganti tangannya yang sudah tak berfungsi untuk merengkuh YongSeo. YongSeo mencengkeram bahu Tao dan menyembunyikan wajahnya di dada Tao.

Sementara itu Leader Suho tampak menatap arlojinya, lalu ia berpaling menatap Huizhang Yifan. YiFan hanya menunjukkan arlojinya yang tampak tak bergerak pada Suho. Suho lalu tersenyum penuh arti pada YiFan. Suho pun mendekati Tao dan YongSeo.

“Hiks… Aku sudah lelah. Aku lelah menyimpan dendam ini. Sesungguhnya aku tidaklah membencimu, aku hanya membenci diriku sendiri yang tidak bisa sepenuhnya membenci orang yang sudah membunuh keluargaku. Aku tidak pernah dendam padamu, Tao-ssi. Aku… aku memaafkanmu…” isak YongSeo.

Semua malaikat yang ada di ruangan tersebut, termasuk Tao, langsung mengembangkan senyum mereka begitu mendengar pengakuan YongSeo. Sementara Leader Suho, entah sejak kapan sudah menempelkan tangannya diatas kepala YongSeo.

“Heartless, Mindless, no one who care about me.”

Suho pun menarik jiwa YongSeo keluar dari jasadnya. Berbeda dengan sebelumnya, kini jiwa YongSeo utuh dan berbentuk seperti wujud jasadnya. Tao menatap jiwa YongSeo yang tampak tersenyum bahagia itu. Tao kemudian meletakkan tubuh YongSeo yang sudah tak bernyawa.

“Kenapa..?” bingung Tao.

“Dia sudah memaafkanmu. Dia juga sudah melepas dendamnya terhadapmu. Surga adalah tempat bagi orang yang pemaaf dan pemurah, kau juga tahu akan hal itu bukan,” jawab Leader Suho sambil tersenyum. “Jadi jangan pernah lagi melakukan hal bodoh seperti tadi.”

“BaekHyun! Ayo kembali ke surga!” seru Leader Suho pada BaekHyun yang masih meringis di pojok ruangan.

Tao kemudian berdiri dan membungkukkan badannya menghadap Leader Suho yang sudah menjauhinya. “Terima kasih Leader!! Terima kasih!!” seru Tao riang.

“Jangan berterima kasih padaku. Takdirnya berubah karena kamu tulus mengaku salah padanya. Takdirnya berubah karena kamu berhasil meluluhkan dendamnya,” ujar Suho bijak.

“Nah, Tao. Sekarang kita kembali ke neraka. Sikapmu hari ini yang nyaris membahayakan nyawa seseorang harus mendapatkan hukuman,” tegas YiFan.

“Hukuman apapun akan kujalani Huizhang,” Sahut Tao riang. “Ayo kita kembali ke neraka.”

*

*

*

End of Tao Story

Berhubung ff ini sempet ilang filenya,, jadi aku ketik ulang aja yg aku inget,, kalo ngerasa ada adegan yg di skip2 itu karena emang ingatan aku yg skip *LOL*

Ini ga sedih kan?? Ga kan?? Ini bahagia lohh.. itu si YongSeo-nya akhirnya bisa masuk surga.. jadi ini masuk kategori bahagia kan,, iya kan??! *maksa*

Hahaha,, *spoiler* next chapter,, malaikat berhati malaikat(?)

Makasihhh semuanya!!! *tebar aegyo langka Tao*

Advertisements
FF – Into Your World, Angel | Tao Story | PG16

21 thoughts on “FF – Into Your World, Angel | Tao Story | PG16

  1. tyana says:

    hwah mengharukan. . .
    Aku bru thu sisi baik dri hwang zi tao,, pdhl biasanya dia yg paling kejem n0m0r2 stelah kris ge. . Hah mengharukan dah pokoknya.. . Tp kalo dipikr2 ada yg bkin gokil juga haha kashan bnget nasib ayang baekki, udah g salah ap2 kna imbsnya. .XD *ktawa gaje breng tao kekeke

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s