FF – Into Your World, Angel | Xiu Min Story | PG15


Title : Into Your World, Angel

Subtitle : (Winter / ) Sorry for You (But I Have No Choice)

Author : beedragon

Cast:

Xiu Min EXO as Xiu Min (Sang Penjemput Neraka)

Kai EXO as Kai (Sang Penjemput Surga)

Im GyoEul (OC)

Other Cast:

Kris EXO as Huizhang YiFan

Genre : Fantasy, Life

Length : Oneshoot (Series Short Story)

Rating / pairing : pg15 / Straight

Summary : Sang Penjemput. Adalah malaikat yang bertugas menjemput jiwa manusia dan membawanya ke tempat dimana mereka akan melanjutkan kehidupannya sesudah mati, entah itu di surga atau neraka. Ini adalah kisah dari Sang Penjemput dalam menjalankan tugasnya.

Disclaimer : This is only fiction. This is only Bee imagination. All of the character aren’t mine. I Do Own This Fiction so Do Not Copy Paste Without My Permission and Don’t Be Silent Reader.

Backsound Song : EXO – Into Your World (Angel)

Sorry For You (but I Have No Choice)

 

*

*

*

“Huizhang, ini yang benar saja!?” Panik Xiu Min ketika ia menerima lembar tugasnya.

Huizhang YiFan yang sedari tadi sibuk mengurusi berkas-berkas yang memenuhi mejanya pun mengangkat kepalanya. Sedikit terganggu dengan suara Xiu Min yang nyaring itu.

“Ada apa lagi?!”

“Ahh maaf, tapi tugas ini,” Xiu Min menunjukkan kertas tugasnya ke hadapan Huizhang YiFan. “Ini serius aku yang menjemputnya??”

Huizhang YiFan mengambil kertas tugas Xiu Min. Ia membacanya sebentar lalu berpaling melihat Xiu Min penuh tanya. “Disini jelas tertulis namamu yang akan menjemputnya. Tidak ada yang salah.”

Wajah Xiu Min langsung murung. “Huizhang, tapi kalau aku yang menjemputnya dan membawanya ke neraka, bisa-bisa calon Eden baru itu akan membunuhku. Gadis ini kan pacarnya si anak baru itu. dan Huizhang juga pasti tahu kalau anak baru itu bahkan lebih seram daripada Tao. Nanti aku bisa dibunuhnya kalau dia tahu aku akan membawa gadisnya ke neraka.”

Huizhang YiFan tampak menghela napas panjang mendengar keluhan Xiu Min. Terlihat sekali ia mencoba untuk sabar terhadap Xiu Min. “Sekarang saya tanya, kamu ini apa?”

“Penjemput, ahh bukan, Malaikat, calon penghuni Eden,” sahut Xiu Min.

“Apa malaikat bisa mati?” tanya Huizhang YiFan lagi.

Seolah baru mendapat pencerahan, Xiu Min langsung menjentikkan jarinya riang.  “Ahh, benar juga. Aku tak bisa mati lagi. Aku kan bukan manusia,” ujar Xiu Min menyadari kebodohannya.

“Dan lagi, malaikat tidak bisa menjalin cinta dengan manusia. Itu hanya hubungan fana dia dengan gadis itu ketika masih  menjadi manusia dulu. Dia sekarang adalah sama denganmu. Dia sudah diangkat menjadi malaikat sepertimu, dia sudah bukan lagi kekasih gadis ini. Jadi apa yang kamu takutkan?”

Xiu Min kembali menundukkan kepalanya. Walau ucapan Huizhang ada benarnya, tapi ia tetap merasa tidak tenang. “Tapi kan tetap saja Huizhang….” keluh Xiu Min.

Xiu Min lalu mengambil kertas tugasnya. Ia memutuskan untuk menguatkan hatinya dan menjalankan tugasnya tanpa mengeluh. Tapi baru berapa langkah, Xiu Min kembali berbalik menghadap sang pemimpin.

“Huizhang, apa tidak bisa tugasnya diberikan saja ke Lay?? Atau Tao?? Setidaknya kalau sama Tao, Kai, si anak baru itu tidak akan berani mengganggu,” ujar Xiu Min.

Huizhang YiFan langsung menggebrak mejanya. “Ada apa dengan para Penjemput belakangan ini?! Kenapa semuanya suka sekali melempar-lempar tugas?!! Apa kalian pikir nyawa manusia itu sesuatu yang bisa dilempar sana-sini seperti itu?!! Jalankan saja tugasmu,” sentak Huizhang YiFan.

Xiu Min kaget melihat Huizhang-nya yang tidak pernah berbicara dengan nada tinggi kini malah sudah berteriak padanya. Tampaknya permintaanya ini terlalu berlebihan. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi dan menjalankan tugasnya. Huizhang YiFan saat ini bahkan lebih menakutkan daripada Kai.

*

*

*

Pemakaman umum distrik Ilsan, sebuah pemakaman yang terletak di daerah perbukitan. Tempatnya cukup rindang dengan beberapa tumbuhan bunga yang menghiasi jalan setapak di pemakaman ini. Pemakaman ini terbilang cukup sepi, bahkan hampir tidak ada manusia yang mengunjunginya. Kecuali seorang gadis dengan sebuket bunga di tangannya tampak tengah melintasi pemakaman ini.

Im GyoEul. Gadis berambut panjang kecoklatan itu terlihat berhenti di sebuah makam. Ia menatap hampa makam tersebut, makam dari seseorang yang sudah mengisi hari-hari kosongnya. Kepergiannya membuat hidup GyoEul bahkan lebih hampa dari sebelum-sebelumnya.

Rest In Peace – Kim JongIn –

Itu adalah nama yang tertera di makam tersebut. Makam orang terkasihnya yang meninggal enam bulan yang lalu. GyoEul meletakkan buket bunga itu di dekat nisan. Perlahan airmatanya mulai jatuh. Ia menatap nisan tersebut dengan haru. Tubuhnya bahkan sudah melemah sehingga GyoEul duduk bersimpuh di samping makam.

“Oppa… hiks,” isak GyoEul. “Kenapa kau meninggalkanku sendirian disini? Aku membutuhkanmu…. aku merindukanmu…”

Tak jauh dari GyoEul, ada Xiu Min yang sejak tadi mengikuti GyoEul dari kejauhan. GyoEul adalah target Xiu Min. Gadis yang harus Xiu Min bawa ke neraka bersamanya. Sejak beberapa jam yang lalu Xiu Min membuntuti GyoEul. Xiu min sampai harus menjaga jarak darinya, karena Xiu Min tahu ada malaikat lain yang juga mengikuti GyoEul.

Kai, malaikat baru dari surga. Dia adalah Kim JongIn yang sedang ditangisi oleh GyoEul. Kai diangkat jiwanya menjadi seorang penjemput dari Surga. Bahkan ketika sudah menjadi malaikat pun, Kai masih sering membuntuti GyoEul, memastikan kalau gadisnya itu dalam keadaan baik.

Xiu Min memperhatikan Kai yang terus memandangi GyoEul. Ia menghela napas panjang, stres. Ia bingung bagaimana cara agar dirinya bisa menjemput GyoEul tanpa membuat Kai mengganggunya. Tentu saja Kai tidak akan membiarkannya begitu saja, apalagi mengetahui gadisnya akan diseret ke neraka.

“Aaahhh apa yang harus aku lakukan??!” kesal Xiu Min.

Ia mengacak-acak rambutnya dengan gemas. Saat ini waktunya sungguh tidak pas. Ia harus menarik jiwa GyoEul disaat Kai sedang mengikuti kemana gadis itu pergi. Sungguh, Xiu Min lebih takut dengan Kai daripada dengan Tao, sesama penjemput dari neraka yang terkenal tanpa ampun dalam menjemput targetnya.

Xiu Min melihat Kai mulai mendekati GyoEul dan ikut duduk disamping GyoEul. Ini tidak boleh dibiarkan, karena bisa saja Kai menyentuh GyoEul dan malah menarik jiwanya keluar. Melihat situasi sudah mulai gawat, Xiu Min pun langsung bergerak.

Secepat kilat Xiu Min menghampiri Kai. Ditepuknya punggung Kai untuk mengalihkan perhatiannya.

“Hei, calon penghuni Eden. Masih saja belum bisa melupakan masa lalumu, huh?” tegur Xiu Min.

Begitu melihat Xiu Min, Kai langsung berdiri untuk menghadap Xiu Min. “Apa yang kau lakukan disini?”

Ya ampun aku harus jawab apa? Panik Xiu Min. Ia berpikir keras mencari jawaban yang pas. Dan akhirnya, “Aku ada tugas di daerah sini.”

“Oppa.. JongIn Oppa..” lirih GyoEul.

Xiu Min hampir saja melupakan GyoEul. Ia kemudian melihat arlojinya, memastikan waktu yang tersisa untuk GyoEul. Hanya tinggal sejam lagi. Xiu Min harus mencari cara agar Kai mau menyingkir.

“Kenapa kamu menatapnya seperti itu?” geram Kai.

Xiu Min terkejut dengan ucapan Kai. Ia langsung memasang wajah innocent-nya dan mengembangkan senyumnya.

“Aku hanya kasian. Cintanya padamu membuatnya memilih jalan yang salah. Yah, bertemu denganmu saja sudah suatu kesalahan,” ujar Xiu Min.

“Apa maksudmu dengan suatu kesalahan, hah?!” seru Kai sambil menarik kerah pakaian Xiu Min.

“Whoa whoa,” sahut Xiu Min sambil berusaha melepaskan diri dari Kai.

Inilah kenapa dia tidak mau menerima tugas menjemput jiwa GyoEul. Karena dirinya tidak mau berurusan dengan Kai. Kai itu sudah seperti guardian-nya GyoEul. Memilih meninggalkan tugas-tugasnya sebagai Sang Penjemput dan malah terus-terusan mengawasi GyoEul.

“Aishh, kamu ini apa sih?! Bukankah kamu seharusnya mengikuti kemana targetmu pergi, bukannya malah duduk disini dan membuntutinya seharian. Memangnya anak ini targetmu sampai harus kamu ikuti terus setiap hari?!” seru Xiu Min.

“Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu, Bun. Pergi dari hadapanku. Nagaseo (menyingkirlah),” sahut Kai.

“Biasakan untuk tidak berbicara pakai bahasa manusia, aku tidak mengerti akan ucapanmu,” gerutu Xiu Min.

Kai tampak memelototi Xiu Min, tapi Xiu Min tidak gentar. “Bukan aku yang harus pergi. Tapi kamu, Kai,” sahut Xiu Min.

Kai yang semula hendak kembali duduk di sebelah GyoEul langsung berbalik menatap Xiu Min bingung sekaligus kesal. “Maksudmu?”

Xiu Min tampak merogoh sakunya, kemudian ia mengeluarkan selembar kertas berwarna kelabu. Xiu Min membuka kertas tugasnya tersebut dan menunjukkannya ke Kai. “Aku sedang bertugas disini jadi sebaiknya kau pergi dan jangan mengganggu.”

Kai merebut kertas tugas Xiu Min. Ia membacanya, membacanya, dan membacanya. Ia membacanya berulang-ulang memastikan kalau matanya tidak salah. Tapi tulisan itu tidak berubah. Nama yang tertera di kertas tugas Xiu Min adalah nama Im GyoEul, gadis yang sangat dicintai Kai itu.

“Apa maksudnya ini? Kenapa kamu yang menjemputnya? Ini sebuah kesalahan! Kenapa GyoEul harus masuk neraka!!”

“Kan tadi sudah kubilang, cintanya padamu membawanya menuju jalan yang salah. Kalau mau menyalahkan seseorang, salahkanlah dirimu sendiri,” sahut Xiu Min malas.

“Ini tidak mungkin!!” Seru kai. Kai langsung merobek kertas tugas Xiu Min. Ia merobeknya sampai menjadi serpihan.

“Kau ini bodoh atau apa? Ini sudah takdirnya, mau kau robek kertas ini pun tetap tak merubah jalan hidupnya,” ketus Xiu Min. Xiu Min lalu memunguti beberapa serpihan kertas itu dan seketika kertas tugas Xiu Min kembali utuh.

“Jangan pernah kau mencoba untuk menyentuhnya!” Ancam Kai. Kai membentangkan sayap putihnya dan langsung mendekati GyoEul.

Inilah yang membuat Xiu Min enggan menarik jiwa GyoEul dan berurusan dengan Kai. Karena ketika Sang Penjemput mengeluarkan sayapnya, maka jiwa manusia manapun yang ia sentuh pasti akan tertarik keluar bersama Sang Penjemput. Kai sudah pasti akan melindungi GyoEul agar jangan sampai terseret ke neraka. Dan saat ini Kai pasti ingin melawan takdir dan menarik jiwa GyoEul bersamanya. Tentu saja Xiu Min tidak boleh membiarkan itu terjadi.

“Kamu pikir apa yang mau kamu lakukan, hah?” seru Xiu Min. Ia menarik sayap Kai dan melempar Kai menjauhi GyoEul. Xiu Min melirik arlojinya, waktunya sudah semakin menipis.

“Jangan bawa dia! Tempatnya bukanlah di neraka!!” Seru Kai. Ia kembali menyerang Xiu Min.

Dengan segenap kekuatannya, Xiu Min berusaha menahan Kai. “Lihatlah! Lihatlah alasan kenapa anak ini harus ke neraka!” Bentak Xiu Min.

Kai yang sudah menindih tubuh Xiu Min dan hampir mencekik leher Xiu Min pun terdiam. Ia kemudian melihat apa yang sedang di lakukan GyoEul di makamnya.

GyoEul masih menangis. Ia memeluk makam Kai dan menangis.

“JongIn Oppa, bawa aku bersamamu. Aku tidak bisa tanpamu.” Lirihnya.

Kai melepaskan Xiu Min. Sayapnya yang tadi tebentang langsung masuk kembali ke punggungnya. Kai kemudian meninggalkan XiuMin dan merangkak mendekati GyoEul. XiuMin bersumpah kalau ia melihat mata Kai berkaca-kaca seperti mata Sehun. Xiu Min pun ikut bangkit dan membuntut di belakang Kai, memastikan kalau Kai tidak melakukan hal yang seharusnya tidak ia lakukan.

“Aku disini Gyo. Aku akan selalu bersamamu. Jadi jangan menangis lagi. Jangan berpikiran bodoh,” bisik Kai.

GyoEul kemudian membenarkan posisi duduknya. Ia menghapus jejak airmata di pipinya. “Oppa, apa kau ingat aku pernah bilang kalau aku suka kisah cinta Romeo dan Juliet..”

Tenggorokan Kai langsung tercekat mendengar ucapan GyoEul. Ia sudah bisa menebak apa yang akan dikatakan GyoEul berikutnya.

“…mereka saling mencintai bahkan sampai mati. Walau semua orang berusaha memisahkan mereka, tapi cinta mereka tetap satu. Kalau kau tak mau membawaku bersamamu, maka aku yang akan menyusulmu.”

“Jangan bodoh, GyoEul,” Kai terbata mendengar ucapan GyoEul.

GyoEul tampak mengeluarkan sesuatu dari tas tangannya. Sebuah botol kecil berwarna hitam pekat. Xiu Min kembali melirik arlojinya. Tinggal beberapa menit lagi. Ia tidak bisa membuang waktunya lagi. Xiu Min pun mendului Kai dan berdiri disebelah GyoEul.

“Waktunya sudah tiba. Sebaiknya kau tak melihatnya Kai,” ujar Xiu Min sambil meletakkan tangannya dipuncak kepala GyoEul. Sayap hitam Xiu Min pun terbentang di punggungnya.

“Im GyoEul, saya adalah Xiu Min, Sang Penjemput yang akan menjemputmu dan membawamu ke neraka. Kesalahanmu adalah..”

Andwae (jangan)!!!” Jerit Kai. Ia kembali membentangkan sayap putihnya dan menyerang Xiu Min.

Kai mencoba menghalangi Xiu Min lagi, tapi kali ini Kai kalah cepat. Dengan tangan yang masih bebas, Xiu Min lebih dulu meninju Kai sehingga membuat tubuh Kai terpental jauh.

“GYOEUL!!”

GyoEul tersentak. Ia kemudian menoleh ke kiri dan kanan seolah mencari seusatu.

“JongIn Oppa, kau kah itu?”

“Wahh lagi-lagi bertemu dengan manusia yang bisa melihat kami,” gumam Xiu Min.

“Oppa, apa kau disini untuk menjemputku?” lirih GyoEul. “Aku ingin bertemu denganmu.”

Xiu Min menyadari kalau GyoEul ternyata memang tidak bisa melihat dirinya maupun Kai. Mungkin teriakan Kai yang kencang tadi sampai ke kuping GyoEul. “Bukan Kai yg akan menjemputmu, GyoEul. Tapi aku.”

“Oppa, aku akan menyusulmu ke surga. Tunggu aku,” ujar GyoEul sambil membelai nisan bertuliskan Kim JongIn itu.

“Sayang sekali. Kuberi tahu satu hal, bunuh diri tidak akan membawamu ke surga GyoEul,” bisik Xiu Min. “Walau kamu menyusulnya dengan cara bunuh diri, kamu tetap tidak bisa bertemu dengannya. Padahal kalau kamu mau bersabar, mungkin Dia akan mempersatukanmu dengan Kai di surga nanti. Sayang sekali, kamu tidak bisa bersabar.”

“Lima..” Xiu Min mulai berhitung mundur.

GyoEul membuka tutup botol yang berisi racun Strychnine, racun paling mematikan.

“Empat..”

Dengan tangan gemetar GyoEul mulai menegak isi botol tersebut.

“Tiga..”

Botol yang sudah kosong itu terjatuh dari tangan GyoEul.

“Dua..”

Badan GyoEul mulai gemetaran. Ia menekan-nekan dada kirinya dan kemudian menggapai-gapai nisan Kai.

“Satu..”

Tubuh GyoEul pun melemas dan akhirnya ia jatuh telungkup diatas makam Kai.

“Heartless mindless, no one who care about me,” Xiu Min pun menarik jiwa GyoEul keluar dari tubuhnya.

*

*

“Gyo….” Kai yang baru tiba lagi dimakamnya meratapi tubuh kekasihnya yang kini sudah tak bernyawa. Kai merengkuh tubuh GyoEul – meski percuma karena dia bahkan tak bisa menyentuh GyoEul.

“Gyo…!!!” jerit Kai.

Xiu Min miris melihat Kai. Smeua malaikat tahu kalau Kai lebih sering mengunjungi GyoEul daripada menjalankan tugasnya sebagai Sang Penjemput. Bahkan semuanya juga tahu betapa Kai sangat mencintai GyoEul sejak ketika masih menjadi manusia dulu. Apalagi Xiu Min juga tahu kalau kehidupan GyoEul bahkan lebih menyedihkan daripada kehidupan Kwon GaEul, manusia yang berhasil mencuri perhatian Sehun – penjemput dari Surga.

“Hei Kai, lihatlah. Aku izinkan kau melihat dan berbicara Im GyoEul untuk yang terakhir kalinya sebelum aku membawanya. Aku sedang berbaik hati padamu. Anggap saja sebagai permintaan maafku karena sudah memukulmu tadi,” ujar Xiu Min.

Kai mengangkat wajahnya, ia melihat jiwa GyoEul yang kini sudah ada disamping Xiu Min. Kai menatap wajah GyoEul yang tanpa ekspresi itu. Seketika saja airmatanya jatuh membasahi pipinya.

“Gyo-ya… wae..?” lirih Kai.

Kai menjulurkan tangannya hendak menyentuh GyoEul. Tapi Xiu Min menahannya, karena saat ini Kai sedang membentangkan sayapnya.

“Whoa, bukan seperti ini maksudku.” Xiu Min langsung mencekal tangan Kai yang hendak menyentuh GyoEul.

“Jangan bawa dia kumohon,” Kai memohon pada Xiu Min.

Xiu Min menggaruk tengkuknya dengan canggung. Baru kali ini ia melihat Kai, malaikat yang paling susah diatur, memohon padanya. Tapi ia tidak bisa melakukan apapun untuk membantu Kai. Kemampuannya hanya sebatas ini, hanya sebatas mempertemukan Kai dengan GyoEul untuk yang terakhir kalinya.

“Aku tidak bisa melakukan itu,” ujar Xiu Min.

“Hmm, apa bahasa manusianya yaa..” Xiu Min tampak berpikir sejenak. “Ahh, mianhajiman, nan seontaegee yeojiga eobseo (maaf, tapi aku tak punya pilihan).”

Xiu Min kemudian pergi dengan membawa serta jiwa GyoEul bersamanya, meninggalkan Kai yang menjerit memanggil nama GyoEul.

*

*

*

End of Xiu Min Story

yess!! saya bahagia bikin si Kai tersiksa disini *evil laugh*,, mian kai, bukannya noona benci kamu,, tapi muka kamu emang ngajakin ribut sihh,, jadi pengennya di siksa aja gitu.. kekeke

Hayo tebak-tebakan siapa yang muncul di episod berikutnya… yang bener bee kasi hadiah,, hadiahnya apa?? ada deee…. kekeke.

buat yang udah baca kamsahamnida *lempar Bun*

Advertisements
FF – Into Your World, Angel | Xiu Min Story | PG15

34 thoughts on “FF – Into Your World, Angel | Xiu Min Story | PG15

  1. kkamkyung says:

    aku hadir lagiiii …
    baru setelah luhan, sehun *sampai saat ini masih terpesona* dan xiumin ceritanya bikin deg-degan. berharap xiumin dan kai bertengkar hebat dan akhirnya gyo ngga jadi dicabut ..

  2. juliahwang says:

    Aduh ketiga kali’a baca abis baca story Luhan sama Sehun dan skrng Xiumin 😀
    aku telat banget baca’a eon -,-
    aku suka karkater Xiumin disini, neomu kyeopta :* pst disini EXO-M penjemput Neraka trus EXO-K penjemput Surga ya (?) xD

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s