FF – Into Your World, Angel | Sehun Story | PG15


Title : Into Your World, Angel

Subtitle : (Autumn /가을 ) She is…

Author : beedragon

Cast:

Sehun EXO as Sehun (Sang Penjemput Surga)

Kwon GaEul (OC)

Other Cast:

Xiu Min EXO as Xiu Min (Sang Penjemput Neraka)

Suho EXO as Leader Suho

Genre : Fantasy, Life

Length : Oneshoot (Series Short Story)

Rating / pairing : pg15 / Straight

Summary : Sang Penjemput. Adalah malaikat yang bertugas menjemput jiwa manusia dan membawanya ke tempat dimana mereka akan melanjutkan kehidupannya sesudah mati, entah itu di surga atau neraka. Ini adalah kisah dari Sang Penjemput dalam menjalankan tugasnya.

Disclaimer : This is only fiction. This is only Bee imagination. All of the character aren’t mine. I Do Own This Fiction so Do Not Copy Paste Without My Permission and Don’t Be Silent Reader.

Backsound Song : EXO – Into Your World (Angel)

She is…..

*

*

*

Sehun, sang penjemput dari surga. Menatap kertas tugasnya dengan hampa. Kemarin ia habis menjemput jiwa seorang gadis yang kisah hidupnya begitu menyedihkan. Walaupun senang karena akhirnya ia bisa membebaskan jiwa gadis itu dari kesusahan dan membawanya ke surga, tapi Sehun merasakan ada yg aneh dengan perasaannya.

Dia merasa… bosan.

Kehidupan sebagai Pang Penjemput -The Escourter- dirasanya begitu kejam. Kemarin saja begitu bertemu dengan Luhan, Sang Penjemput dari Neraka, ia mendengar bahwa seorang gadis yang seumur hidupnya selalu melakukan kebaikan harus masuk ke neraka hanya karena satu kesalahan. Semua kebaikan gadis itu tidak diperhitungkan. Karenanya Sehun merasa pekerjaannya ini sangat tidak adil.

No mercy. Tidak ada ampunan. Itulah prinsip dari Sang Penjemput. Entah bagaimana kehidupannya di bumi, apakah itu baik atau itu jahat, semua sudah diatur perjalanannya. Walau manusia itu selalu melakukan kejahatan, tapi mereka bisa masuk surga, begitu juga sebaliknya.

Sehun duduk di ayunan yang ada disebuah taman bermain yang cukup sederhana. Memutuskan untuk melepas penat, dan melupakan sejenak mengenai tugasnya. Setidaknya ia masih punya waktu 12 jam untuk menjemput targetnya, jadi ia masih bisa bersantai sebentar.

“Haahhh,” Sehun menghela napas berat. “Luhan, seandainya kamu ada disini, kamu pasti bisa menjadi teman cerita yang baik. Kamu juga merasakan hal yang sama tentang pekerjaan ini kan.”

Sehun menundukkan kepalanya dan menatap hamparan pasir di kakinya. Sesekali ia menggumamkan nama Luhan, sahabatnya dari departemen Neraka. Tiba-tiba saja ia melihat ada sepasang sepatu sneaker muncul dihadapannya. Sehun pun menengadahkan kepalanya dan melihat ada seorang perempuan sudah berdiri didepannya.

Annyeong,” tegur perempuan tersebut.

Sehun memiringkan kepalanya menatap perempuan tersebut.

“Aku baru melihatmu disini. Kamu pendatang baru?”

Sehun masih menatap perempuan itu bingung. Ia seperti merasa bahwa perempuan itu sedang berbicara padanya. Tapi tidak mungkin bukan? Karena dirinya tidak bisa dilihat oleh manusia biasa.

“Kamu punya mata yang berkaca-kaca. Yeppeunne. Kamu punya nama?”

Mungkin karena terlalu lelah, Sehun jadi lambat mencerna apa yang sedang terjadi saat ini.

“Kamu terlihat lebih bersinar daripada yang lainnya. Kamu masuk dalam jenis apa? Apa kamu bisa bahasa manusia?”

Sekarang Sehun baru menyadari kalau perempuan itu memang tengah berbicara padanya. Tunggu dulu berarti dia bisa melihat Sehun? Tadi dia bilang apa? Lebih bersinar dari yang lainnya? Apa perempuan ini bisa melihat makhluk gaib seperti Sehun kah?

“Kamu.. bicara padaku?”

“Uwahh ternyata kamu bisa berbicara,” riang perempuan itu. “Namaku GaEul, apa kamu punya nama?”

“Se.. Sehun,” ujar Sehun terbata. Jujur ia agak bingung sekaligus takut dengan perempuan ini. Karena walaupun perempuan itu tahu kalau Sehun bukan manusia, tapi perempuan bernama GaEul itu tetap mendekatinya dan bahkan mengajaknya berbicara.

“Kamu bisa melihatku?” tanya Sehun yang tampak linglung.

GaEul pun mengangguk. “Tadinya aku seperti mendengar suara, lalu aku lihat ayunan ini bergoyang sendirian. Lalu tiba-tiba saja kamu terlihat. Ahh apa ini artinya aku punya sixth sense ya..?”

“Dan kamu tidak takut? Maksudku, kamu kan tahu aku bukan manusia,”

“Kenapa harus takut, toh kamu tidak menyeramkan. Kamu bukan hantu yang suka memakan hati manusia seperti gumiho kan? Hehehe,” gurau GaEul.

Hantu? Perempuan itu menyamakan Sehun dengan hantu?! Bahkan derajat Sehun lebih tinggi daripada hantu. Sehun memasang muka malas sambil memanyunkan bibirnya mendengar gurauan GaEul.

“Ahh kamu marah ya. Mianhae mianhae,” GaEul mengatupkan kedua tangannya seolah memohon ampun pada Sehun. Tingkah GaEul ini membuat Sehun tersenyum.

“Senang bisa berkenalan denganmu Sehun. Kalau kau sedang sedih atau membutuhkan bantuan datang saja padaku. Aku tinggal di sekitar sini,” ujar GaEul. “Aku harus pergi sekarang, ada pekerjaan menanti. Sampai jumpa lagi Sehun!”

GaEul kemudian berlari meninggalkan Sehun. Bagai baru melihat sebuah keajaiban dunia, Sehun masih terpaku ditempatnya dan terus menatap punggung GaEul yang mulai menghilang di kejauhan. Melihat semangat GaEul membuat Sehun kembali teringat akan tugas yang harus ia lakukan. Ya, ada yang harus ia jemput ke Surga, bukan.

*

*

*

Sehun menatap arloji antiknya. Setiap Escourter, Sang Penjemput, pasti memiliki arloji seperti itu. Fungsinya untuk mengingatkan para penjemput untuk tepat waktu dalam menjalankan tugasnya.

Masih ada beberapa jam lagi sebelum Sehun menjemput pria paruh baya yang tengah terterbaring lemah di kamar rumah sakit ini. Ia memperhatikan lelaki tua itu dengan hati sedih. Seluruh tubuhnya dipasangi selang-selang dan kabel-kabel untuk menopang hidupnya. Tubuh lelaki tua itu hanya tinggal tulang dibungkus kulit saja. Membuat Sehun miris melihatnya.

“Hei Kakek tua, apa kamu punya keluarga? Kira-kira apakah akan ada yang menangis untukmu? Kalau tak  ada maka aku akan menangis untukmu,” ujar Sehun.

Terdengar pintu kamar terbuka. Sehun pun mendapati GaEul, gadis musim gugur yang ceria yang ditemuinya tadi, sudah memasuki ruang rawat inap ini. Baik Sehun maupun GaEul sama-sama terkejut dengan pertemuan tak terduga ini.

“Omo Sehun-ssi. Kenapa kamu bisa ada disini? Apa kamu mengikutiku?” tanya GaEul riang.

Sehun hanya menggelengkan kepalanya dengan canggung. Kenapa ia bisa bertemu lagi dengan gadis ini?

“Apa kamu sedang menjenguk uri harabeoji?” tanya GaEul. GaEul kemudian duduk disamping lelaki tua yang terbaring lemah itu. “Harabeoji, lihat, ada yang menjengukmu. Namanya Sehun. Lihatlah, dia sangat tampan.” Ujar GaEul pada target Sehun tersebut.

Sehun menangkap ada sirat kesedihan di mata GaEul. Meski ia tersenyum, tetap tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Bahkan Sehun yakin, jika mata GaEul kali ini lebih berkaca-kaca daripada dirinya tadi pagi.

Harabeoji adalah satu-satunya orang yang paling kucintai di dunia ini. Hanya dia yang ku punya. Entah apa jadinya diriku kalau tak ada dirinya,” lirih GaEul.

“Semua orang bilang kakekku tidak akan selamat. Harapan hidupnya sangatlah tipis. Mereka semua memintaku untuk berhenti berharap. Tapi aku tidak akan berhenti, karena kalau aku berhenti disini maka aku akan mati dalam penyesalan. Aku akan terus berjuang sampai aku bisa melihat Harabeoji membuka matanya dan tersenyum padaku seperti dulu. Menurutmu, apa keajaiban itu akan datang padaku, Sehun-ssi?” tanya GaEul sambil tersenyum getir pada Sehun.

DEG!

Sehun tercekat mendengar perkataan GaEul. Lagi-lagi. Ya, lagi-lagi ia bertemu dengan orang-orang seperti ini. Selama ini yang menjadi target Sehun selalu orang-orang yang kisah hidupnya memilukan. Karenanya Sehun selalu merasa pekerjaannya ini sangatlah kejam.

Apa-apaan ini? Kenapa semua targetku adalah orang-orang yang hidupnya penuh drama? Batin Sehun.

Tak tahan, Sehun pun memilih keluar dari ruangan kakeknya GaEul tersebut. Sehun duduk di bangku koridor rumah sakit ini. Tanpa ia minta, airmatanya perlahan mulai jatuh. Kembali, rasa tak tega itu kembali menyelimuti dirinya. Bagaimana ia bisa tega menarik nyawa orang yang menjadi semangat hidup orang lain. Jika ia bisa memilih, ia akan memilih untuk membangunkan orang tua itu, dengan begitu ia tak perlu lagi merebut kebahagiaan orang lain.

“Astaga, ternyata aku bertemu dengan calon Eden yang cengeng disini,” gerutu seseorang disamping Sehun.

Sehun menoleh ke sisi kirinya. Ternyata ada Xiu Min, Penjemput dari Neraka.

“Rindu pada Luhan? Atau karena target kali ini adalah seseorang yang kehidupannya begitu menyedihkan?” terka Xiu Min dengan nada yang sedikit mengejek.

Sudah jadi rahasia umum di kalangan para Penjemput kalau Sehun itu sangat dekat dengan Luhan, karena Luhan dulunya bekerja di Surga yang kemudian dipindah tugaskan ke Neraka. Dan semua Penjemput juga sudah tahu kalau Sehun itu sangat sensitive, terlebih lagi target-target dia selalu adalah orang-orang yang memiliki kisah hidup penuh drama. Walaupun begitu semua Penjemput, baik dari surga maupun neraka, sangat menjaga perasaannya yang lemah itu.

“Sedang bekerja? Apa tidak menunggu targetmu? Bisa-bisa dia diambil sama yang lain,” sahut Sehun malas.

“Aku baru saja menyelesaikan tugasku. Ingin bermain-main sebentar dan ternyata malah bertemu denganmu. Kenapa menangis? Kalau rindu pada Luhan, nanti aku akan menyuruhnya untuk menjengukmu,” ujar Xiu Min.

“Tidak perlu. Aku tidak apa-apa.”

“Ada apa lagi. Hatimu melemah lagi? Leader-mu harus menarik hatimu sampai berapa kali agar perasaan-perasaan itu hilang? Rasanya walau sudah ditarik seperti apapun, kamu tetaplah cengeng begini. Sudahlah, jalani saja semuanya,” Xiu Min mencoba menasihati.

Xiu Min menepuk-nepuk pundak Sehun, mencoba memberi semangat padanya. Dan ketika ia akan meninggalkan Sehun, tiba-tiba saja GaEul menerobos dirinya. Ketika menabrak Xiu Min tubuh GaEul langsung oleng, bahkan nyaris jatuh.

“Omo. Apa itu barusan? Apa ada gempa?” bingung GaEul. Kemudian ia duduk di samping Sehun sambil kembali memasang wajah cerianya. “Kenapa kamu tadi pergi tiba-tiba, Sehun? Aku sedang cerita panjang lebar gak taunya kamu udah gak ada,” protes GaEul.

Xiu Min yang masih ada disana menatap GaEul bingung. Ia lalu menatap Sehun penuh tanya. “Dia bisa melihatmu?! Wah ada apa dengan manusia belakangan ini. Kemarin target Luhan juga bisa melihat dirinya,” takjub Xiu Min.

“Apa dia bisa melihatku?” Xiu Min kemudian mendekatkan wajahnya di depan wajah GaEul. Tapi seolah tak terjadi apapun, GaEul tetap sibuk bercerita pada Sehun. “Eii dia tidak bisa melihatku.”

Ada yang aneh dengan GaEul, pikir Sehun. Kalau memang bisa melihat makhluk gaib, seharusnya ia juga bisa melihat Xiu Min juga. Setelah merasa tidak ada yang menarik lagi Xiu Min pun memutuskan untuk meninggalkan Sehun dengan sejuta tanda tanya di benaknya.

“Sehun-ssi, apa kamu mau jadi temanku?” tanya GaEul memecah lamunan Sehun.

“Memangnya kamu gak punya teman?”

GaEul menggeleng pelan. Wajahnya kembali murung. “Temanku hanya Harabeoji. Tapi dia tidak bisa menyahuti semua ceritaku belakangan ini. Dan rasanya semua jadi hampa. Kamu mau kan jadi temanku?”

Sehun memandang GaEul penuh rasa bersalah. Entah mengapa, ia merasa begitu kasihan pada GaEul. Padahal target-target Sehun sebelumnya lebih kesepian daripada GaEul, tapi untuk kali ini Sehun merasa ada yang lain. Sehun hanya bisa mengangguk menjawab permintaan GaEul.

“Sehun-ssi, apa kamu bertemu dengan Harabeoji, kudengar orang yang sedang koma itu jiwanya sedang berkeliaran di dunia ini, hanya saja dia belum menemukan jalan kembali, makanya dia jadi koma. Apa kamu pernah….”

“Tidak ada hal semacam itu di dunia ini. Tidak ada hal seperti yang kamu pikirkan. Jika sudah waktunya untuk mati, maka dia akan mati,” sela Sehun.

Sehun akhirnya memilih meninggalkan GaEul yang bingung akan jawabannya. Ya, jika terus berlama-lama berbincang dengan GaEul, mungkin dia akan kembali merengek pada Leadernya di Surga sana untuk di reinkarnasi kembali.

*

*

*

Waktu yang tersisa untuk Kwon JungHwan, kakek GaEul, tinggal setengah jam saja. Sehun pun berdiri disamping ranjang kakek GaEul untuk menjemputnya. Ia kemudian mengeluarkan kertas tugasnya dan mulai membaca isinya.

“Kwon JungHwan, saya adalah penjemput yang bertanggung jawab untuk membawa jiwamu kembali ke surga. Anda tidak akan merasakan sakit lagi. Dan berkat doa yang tak pernah putus dari cucu anda, Kwon GaEul, anda bisa mendapatkan tempat di surga sana.”

Sehun tidak bisa menahan airmatanya ketika memperkenalkan dirinya pada kakek GaEul. Waktu yang tersisa hanya tinggal sepuluh menit lagi bagi Sehun untuk menarik jiwa Kakek GaEul. Sehun pun meletakkan telapak tangannya ke puncak kepala Kakek GaEul sambil terus memperhatikan arlojinya.

“Hanya tinggal beberapa menit lagi saya akan membebaskan jiwa anda dari dunia ini.”

“Se.. Sehun-ssi, apa yang kamu lakukan?” sela GaEul dengan suara yang terbata. Tampaknya GaEul mendengar ucapan Sehun barusan. Karena sekarang GaEul sudah menatap Sehun begitu terluka.

“Apa maksudnya membebaskan jiwanya?” tuntut GaEul.

“Sebelumnya izinkan saya memperkenalkan diri saya. Saya adalah Sehun, Penjemput dari Surga. Tugas saya adalah menarik jiwa-jiwa tak berdosa dan membawanya ke Surga. Kakekmu adalah salah satunya,” Sehun memperkenalkan dirinya dengan sopan.

“Maksudmu kamu akan mencabut nyawa Harabeoji? Kamu.. kamu malaikat pencabut nyawa?” suara GaEul terdengar begitu takut.

“Bukankah tadi saya sudah bilang, kalau saya adalah Penjemput dari Surga. Ahh, waktunya sudah tiba,” sahut Sehun sambil menutup arlojinya. “Kwon JungHwan, saya akan menarik jiwamu,”

“ANDWAE!!” jerit GaEul. “Kenapa? Kamu kan tahu kalau aku… jangan.. kumohon.. ambil saja nyawaku.. kumohon..” isak GaEul.

Sehun kembali terbawa suasana. Ia menangis melihat kesedihan GaEul. Ingin merengkuhnya dan menenangkannya. Tapi tidak bisa. Tugasnya lebih penting dari apapun.

“Sebaiknya kamu jangan melihat ini GaEul,” Sehun mencoba mengendalikan perasaannya. Sayap putihnya pun terbentang di punggungnya.

“Jangan kumohon,” pinta GaEul. “Aku hanya memiliki dia di dunia ini. Kumohon.”

“Setidaknya akan kukabulkan permohonanmu yang lain,” ujar Sehun.

Sehun kemudian mengusapkan tangannya di wajah kakek GaEul. Perlahan, meskipun samar, GaEul bisa melihat kalau kakeknya sedang tersenyum. Tersenyum bahagia.

Tangis GaEul makin jadi. Ia kembali mencoba mengusik Sehun. Tapi sekeras apapun ia berusaha bergerak ataupun berteriak, tubuhnya tidak menuruti perintahnya. Suaranya menghilang. Tubuhnya pun tak bisa digerakkan. Gaeul hanya bisa menatap Sehun nanar.

“Lima.. empat.. tiga.. dua.. satu.. Heartless Mindless No One Who Care About Me,” Sehun membisikkan kalimat itu di telinga Kakek GaEul.

Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing.

Bunyi dengungan panjang itu menyadarkan GaEul. Kembali ia bisa menggerakkan tubuhnya. Perlahan, seolah tak punya tulang, GaEul berjalan mendekati ranjang kakeknya.

Harabeoji…” lirih Gaeul.

Gaeul melirik mesin cardiograph yang hanya menampilkan garis lurus tanpa ujung, tidak bergelombang naik turun seperti sebelumnya. Gaeul  meraih tangan kakeknya, menggenggamnya berusaha memberi kehangatan.

“Harabeoji…” panggil GaEul.

Sehun yang masih berdiri disamping tubuh kakek GaEul ikut menangis bersamanya. Sambil terisak ia berkata, “Hei GaEul, lihatlah kesini. Lihat senyum kakekmu. Jangan menangis. Dia sedang berbahagia sekarang.”

“Harabeoji!!!!!” jerit GaEul.

Seolah tak mendengar ucapan Sehun, GaEul terus saja berteriak memanggil kakeknya. Teriakan GaEul membuat beberapa suster dan dokter berbondong-bondong masuk ke ruangannya. Dua orang suster langsung menarik tubuh GaEul menjauh dari kakeknya, sementara sang dokter sambil ditemani suster yang lain berusaha menyelamatkan kakek GaEul. Walau hasilnya percuma, karena jiwa sang kakek sekarang sudah berada bersama Sehun yang masih menatap kepedihan GaEul.

Sampai akhirnya dokter pun menyerah dan melepaskan peralatan penopang hidup yang menempel di tubuh kakek GaEul. Dengan memasang wajah berduka, sang dokter mencoba memberi pengertian pada GaEul kalau kakeknya sudah tiada.

Andwae.. Harabeojiiiii…..” GaEul kembali terisak.

“GaEul, lihat aku. Lihat disini. Jangan menangis. Kamu tidak sendirian,” bisik Sehun.

Tapi GaEul tidak bisa melihat Sehun. Ia sudah tidak bisa melihat Sehun, apalagi mendengar suaranya. Bahkan GaEul sepertinya tidak ingat kalau ia baru saja menyaksikan Sehun mencabut nyawa kakeknya.

*

*

*

“Leader Suho, izinkan aku reinkarnasi.”

Sehun menghadap sang pemimpin di surga. Meminta untuk mereinkarnasi dirinya. Kejadian kemarin membuat hatinya terasa perih. Tak bisa lagi terus-terusan bekerja seperti ini, Sehun pun memutuskan untuk berhenti dan memilih di reinkarnasi.

“Apa kamu tahu, kenapa Kwon GaEul bisa melihatmu?” tanya Leader Suho. “Karena Kwon JungHwan ingin agar cucunya itu tidak merasa kesepian. Dan menurutmu kenapa Kwon GaEul tidak bisa melihatmu lagi. Itu karena harapan kakeknya sudah terpenuhi.”

Sehun menatap sang leader dengan sedih. “Aku ingin menemaninya. Aku lelah. Aku lelah dengan semua ini. Ini terlalu menyakitkan.”

Leader Suho pun menghampiri Sehun. Ia menepuk punggung Sehun pelan. “Akan aku usahakan. Jika nanti ada pemilihan siapa yang akan di reinkarnasi, namamu adalah yang paling pertama aku masukkan. Jadi bersabar untuk sementara waktu ini.”

Dan disinilah Sehun. Menatap GaEul yang tengah menangisi kuburan kakeknya.

“Maafkan aku, GaEul. Kamu bersabarlah sebentar. Aku akan menemanimu. Jika aku terlahir kembali, kamu adalah orang pertama yang aku cari.”

*

*

*

End of Sehun Story

old poster

Astaga, demi Luhan ini cerita lebay banget..
Kenapa saya bikin Sehun jadi cengeng begini?!!!
Ini gegara mata ngantukmu itu hoon-ah, makanya kamu keliatan kaya mau nangis melulu.
Hehehe.. but noona will always love ur eyes 🙂

Buat yang ninggalin kritik dan saran juga terimakasih. Tanpa itu semua, tulisan saya tidak akan bisa berkembang *bunga kali berkembang*
Buat yang udah mampir dan baca saya ucapkan KAMSAHAMNIDA *tebar CD EXO*

Advertisements
FF – Into Your World, Angel | Sehun Story | PG15

37 thoughts on “FF – Into Your World, Angel | Sehun Story | PG15

  1. juliahwang says:

    Serius ini bikin mewek eon 😥
    Sehunie peran’a aku suka, coba bikin sequel’a deh eon *ngarep* :’D
    yg ini keren! Aku suka + bikin mewek, peran Sehun dapet banget :*
    keep writing!

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s