FF – The Last 94 Generation Princess | Chapter 3 | NC17 |


Title : The Last 94 Generation Princess

Subtitle : Reunion

Author : beedragon

Cast:

Hyeri Girls Day as Putri Hyeri / Lee Hyeri

Naeun A-Pink as Putri Naeun / Son Naeun

L Infinite as Guardian L / Kim Myungsoo

Chunji Teen Top as Lee Chunji

Other Cast

other 94line idol

Genre : Fantasy, Romance, Adventure, Angst, Fluff, Friendship

Length : Series (on writing)

Rating / pairing : NC17 / Straight

Summary : Sebagai putri dari penguasa Skyland Kingdom, membuat Hyeri menjadi incaran bagi para Demon. Karenanya Dewi Soom mengurung Hyeri di istana. Kesepian, Hyeri akhirnya memutuskan untuk kabur dari istana dan mengikuti Naeun – teman sekaligus kakaknya- untuk pergi ke bumi. Hyeri pergi ke bumi dengan tanpa sengaja membawa serta kelima Putri yang lain. Hyeri tak tahu, kalau bukan hanya kesenangan seperti yang dibayangkannya yang menanti dirinya di bumi, tapi juga ada kekuatan jahat yang mengincarnya dan para Putri.

Disclaimer : This is only fiction. This is only Bee imagination. I Do Own This Fiction so Do Not Copy Paste Without My Permission and Don’t Be Silent Reader

Chapter 3!!

read the teaser chapter 1 and chapter2 first

Hyeri berjalan tanpa tujuan. Tanpa disadari, dirinya sudah sampai di Hongdae. Ia menatap puluhan manusia yang berkeliaran dihadapannya, kemudian ia menatap dirinya sendiri, terlihat jelas pemandangan mencolok. Dirinya benar-benar tampak seperti anak hilang dibandingkan semua orang yang memenuhi daerah tersebut. Dengan rambut yang masih setengah basah, baju kaos yang kebesaran dan sandal karet yang biasa dipakai di kamar mandi. Ini jelas sekali bukan gaya berpakaian Hyeri yang biasanya. Beberapa orang mulai menatapnya aneh.

Hyeri memutuskan menyingkir dari keramaian tersebut. Ia berpindah kesebuah gang yang cukup sepi. Ia ingat kalau kemarin dulu Chunji pernah membelikannya boneka panda di daerah tersebut. Setelah menemuka toko boneka tersebut, Hyeri pun memilih berdiri di depan toko sambil menatap puluhan boneka yang terpampang di display.

“Oppa…” gumam Hyeri sambil menyentuh kaca jendela toko tersebut. “Oppa, aku sendirian. Naeun pun tak ada disini. aku harus kemana?”

Hyeri merasa kehilangan, lebih besar dibandingkan ketika dirinya ditinggal Naeun. Hyeri sudah mulai merasa ketergantungan terhadap Chunji. Karena Chunji begitu memanjakannya seperti Naeun. Chunji memberikan kasih sayang yang tulus padanya. Bahkan sepertinya Chunji sekarang menjadi lebih utama dibandingkan Naeun di hati Hyeri.

Hyeri hampir saja menangis. Jika ia tidak ingat perkataan Chunji tentang jangan-menangis-atau-langit-akan-ikut-sedih-karenamu mungkin Hyeri sudah menangis tersedu-sedu sekarang. Hyeri berjongkok di depan toko sambil berusaha menahan airmatanya. Kakinya sudah begitu lelah karena berjalan dari rumah Chunji ke Hongdae.

“Hyeri!” terdengar suara seseorang berteriak memanggil namanya. Tapi Hyeri tidak memperdulikannya. Sampai akhirnya ada yang menarik paksa dirinya, membuat Hyeri mau tidak mau melihat siapa yang mengagetkannya tersebut.

“oppa..?” bingung Hyeri.

“Yah, kenapa kamu pergi dari rumah. Apa kamu tahu betapa khawatirnya aku begitu melihat kamu gak ada di depan rumah? Untung kamu pergi ke Hongdae, kalau gak, Oppa gak tau kemana harus mencari kamu,” seru pria dihadapan Hyeri yang tak lain adalah Chunji.

“Oppa, kamu bisa menemukanku?! Kenapa kamu bisa ada disini? Eommoni mana? Dia pasti marah sekali,” Tanya Hyeri bingung sekaligus senang.

“Eomma baik-baik aja. Dia hmm… eomma mengijinkan Oppa untuk menemanimu. Tapi kita gak bisa pulang kerumah, karena mmm.. eomma pergi lagi dan mmm… mengunci rumah. Jadi kita akan bertualang diluar mencari Naeun bersama-sama. Eottae?” Chunji bercerita dengan sedikit terbata-bata.

Meskipun bingung Hyeri tetap merasa senang melihat Chunji dihadapannya. Setidaknya sekarang ia tak sendirian lagi. “Kenapa Oppa menyusulku? Apa ini artinya Oppa menyayangiku?”

“Geurom. Kalau aku tidak menyayangimu, untuk apa aku bersusah payah mencarimu sampai kesini. Dua minggu bersamamu, itu sudah cukup untuk membuatku ingin melindungimu. Mulai sekarang jangan pergi diam-diam seperti itu lagi ya. Atau Oppa gak akan peduli lagi,” ujar Chunji sambil mengacak-acak rambut Hyeri.

Hyeri langsung memeluk Chunji dengan semangatnya. “Joha!! Eommoni sungguh tidak marah? Dia tidak bilang apa-apa tentang aku?” Tanya Hyeri lagi. Hyeri sesungguhnya masih penasaran dengan apa yang dipikirkan oleh ibunya Chunji.

“Dia cuma bilang kalau orang tuamu bisa membunuhku kalau tahu kamu kabur dari rumah bersamaku, hehehe,” Chunji terkekeh menceritakan ketakutan ibunya pada Hyeri.

Hyeri ikut tertawa mendengar lelucon Chunji. “tapi itu benar Oppa. Appaku bisa membunuhmu kalau dia tahu akan hal ini.”

Chunji terdiam mendengar jawaban Hyeri. “Apa kamu akan sedih kalau aku mati?” Hyeri mengangguk menjawab pertanyaan Chunji. “kalau kamu sedih, pasti Appa-mu tidak akan membunuhku. Dia tentu tidak mau membuat putrinya menangis kan?”

“Ahh benar! Karena aku menyayangi Oppa, Yong Appa pasti tidak akan menyakitimu,” seru Hyeri riang. “Yong appa tidak akan mau melihatku menangis seumur hidupku karena kehilanganmu.” Hyeri menggamit lengan Chunji.

Chunji begitu gemas melihat tingkah Hyeri. Tak henti-hentinya ia membelai rambut Hyeri. “kalau begitu Oppa akan membawamu berkeliling dan menikmati keindahan dunia. Kajja!!”

**beedragon**

Chunji membawa Hyeri berkeliling kota sampai akhirnya mereka tiba di menara Namsan. Hyeri begitu takjub melihat hamparan pepohonan yang mengelilingi menara. Belum lagi langit tampak begitu dekat dihadapannnya, sampai rasanya Hyeri ingin menyentuhnya. Perhatian Hyeri teralih begitu melihat banyaknya benda yang memenuhi pagar menara ini.

“Itu apa Oppa?” tanya Hyeri sambil menunjuk ke hamparan gembok yang saling terkunci di pagar.

“itu gembok cinta. Biasanya sepasang kekasih pergi kesini dan memasang gembok disini karena katanya itu akan menjaga cinta mereka. Coba kamu lihat tulisan di gembok itu. Biasanya adalah harapan agar cinta mereka awet selalu,” jelas Chunji.

Chunji melihat Hyeri yang sedang memperhatikan gembok satu persatu. Chunji bisa melihat dengan jelas kalau Hyeri begitu ingin mencoba hal yang baru saja ia ceritakan. Chunji pun tak kuasa menahan senyumannya. “kamu mau mencobanya?”

“Oppa mau mencobanya?! Aku mau Oppa!” semangat Hyeri membuat Chunji kembali mengacak-acak rambutnya.

“Arraseo. Oppa turun dulu mencari gemboknya ya. Dan kamu tunggu disini, jangan kemana-mana. Jangan sembarang bicara sama orang asing. Oppa tinggal dulu ya,” ujar Chunji yang dijawab Hyeri dengan hormat ala sersan.

Setelah Chunji pergi, Hyeri memutuskan untuk duduk di bangku yang dekat dengan pintu keluar. Ia mengedarkan pandangannya kesekeliling menara. Disini cukup sepi, malah bisa dibilang hanya ada Hyeri seorang. Mungkin karena hari sudah menjelang malam, belum lagi sepertinya sebentar lagi menara ini akan ditutup. Pandangan Hyeri berhenti pada sesosok perempuan cantik yang ada di sudut lain menara ini. Hyeri mengenali perempuan itu dan Hyeri bingung bagaimana bisa perempuan itu ada disini, di bumi.

“Krystal??” bingung Hyeri.

Perempuan yang adalah Krystal itu juga menoleh kearah Hyeri. Ia pun sama terkejutnya dengan Hyeri. Krystal bergegas berlari menghampiri Hyeri yang masih terpaku di tempatnya. Tapi baru berapa langkah, sudah ada yang menghalangi jalan Krystal.

Seorang perempuan sudah berdiri dihadapan Krystal, membelakangi Hyeri sehingga Hyeri tidak bisa melihat siapa perempuan itu. Secepat kilat perempuan itu langsung mengunci tangan Krystal dengan tangannya, sementara tangan yang lain sudah menjepit kedua pipi Krystal dan membuka paksa mulutnya. Tak lama keluarlah segumpal asap putih pekat dari mulut Krystal.

Hyeri yang bingung akan situasi ini, hanya bisa berdiri gemetaran melihat Krystal. Dilihatnya Krystal berusaha melawan perempuan tersebut. Dari tangannya keluar sebuah kristal berbentuk tombak, sehingga membuat cengkraman perempuan tersebut terlepas. Krystal langsung mundur beberapa langkah, tapi tubuhnya kembali kaku karena ada orang lain yang sudah mengunci tubuhnya. Hyeri terkejut bukan main saat melihat Jiyoung sudah muncul dibelakang Krystal dan mengunci tubuh Krystal. Dan akhirnya perempuan yang tadi mencengkeram Krystal kembali berusaha mengeluarkan sesuatu dari mulut Krystal.

“apa.. apa-apaan ini??” lirih Hyeri. Ia merasa begitu ketakutan melihat hal yang terjadi dihadapannya. Ia tahu persis kalau Krystal adalah Putri terkuat kedua di kerajaan langit setelah Naeun. Tapi melihat Krystal tak berdaya menghadapi perempuan tersebut, belum lagi Jiyoung membantu perempuan itu untuk menyakiti Krystal, membuat Hyeri menjadi lemas seketika.

Hyeri berusaha mengumpulkan keberaniaannya untuk melangkah pergi dari tempat itu. Tanpa membuat kebisingan apapun, Hyeri keluar dari menara. Lari adalah pilihan yang tepat saat itu.

**beedragon**

Sebuah kilat merah menyerang tubuh Subin, membuat Subin terpental jauh menabrak beberapa bangku dibelakangnya. Melihat Subin yang diserang, Jiyoung langsung melepaskan Krystal dari genggamannya dan menyingkir dari tempat kejadian perkara. Walau ia tak bisa pergi jauh karena Subin sudah memakaikan rantai di leher Jiyoung, sehingga Jiyoung tidak bisa kabur darinya. Jiwa Krystal yang sudah sempat keluar dari tubuhnya kembali masuk, karena Subin tidak sempat untuk memindahkan gumpalan jiwa tersebut ke dalam botol koleksinya.

Subin mencoba bangkit, menahan rasa sakit akibat serangan dadakan yang diterimanya. Dilihatnya Krystal sudah bersama seorang perempuan yang sejak kemarin mengganggu kegiatannya. Tentu saja dia tidak sendirian, sama seperti kemarin dia bersama seorang lelaki yang saat ini sudah siap dengan kilatan berwarna merah di tangannya.

“kita bertemu lagi L. Sudah lama sekali rasanya,” sinis Subin.

L kembali melancarkan serangannya kearah Subin. Tapi subin menghindar begitu cepat.

“tega sekali dirimu menyerangku. Setelah apa yang kita lalui dulu sekarang kamu mau membunuhku? Apa karena perempuan itu?” Subin menunjuk Naeun dengan dagunya. “cih, jadi kamu sudah kembali ke pikiranmu yang dulu untuk menjadi pendamping dari anak penguasa langit itu. Bukannya kamu tidak menyukainya? Karena itu kan kamu bertemu denganku dan jatuh cinta padaku sampai akhirnya kamu dihukum dewa. ternyata kamu sama picik….”
Kilatan merah kembali menyerang Subin. Hampir saja Subin terkena serangan L, kalau dirinya tidak segera menghindar.

“Apa maksud perkataannya L? Kamu kenal dengan Demon itu?” tanya Naeun yang sedang mengobati Krystal yang tak sadarkan diri.

“Jangan dengar omongannya, Naeun. Lidah para Demon itu berbisa,” ujar L, lebih terdengar seperti sedang memohon.

“Oh, sepertinya bukan dia yang dipasangkan denganmu? berarti bukan dia putri dari penguasa tertinggi di langit yang tidak punya kekuatan itu. Ahh, kudengar dia juga ada di bumi. Siapa nama calon pendampingmu itu? Hyeri?” kalimat Subin tersebut sukses membuatnya terkena kilatan merah dan kembali terpental menabrak pagar menara.

“Hhhh… Jangan menyakitiku L. Kalau kamu menyakitiku, maka putri bodoh itu juga kesakitan.” Subin melirik kearah Jiyoung yang sudah muntah darah. L langsung menahan dirinya untuk tidak menyerang Subin.

“Silakan ambil putri itu. aku juga tidak butuh.” Ujar Subin sambil melirik kearah Krystal. “Tapi apa yang akan kamu lakukan L, aku akan merebut jiwa putri calon pendampingmu itu. kita lihat siapa yang akan kamu pilih. Hahahaha,” tawa Subin menggema diseluruh menara. Kemudian ia menghilang bersama dengan Jiyoung.

“Apa maksudnya L? Kamu dijodohkan dengan Hyeri? Dan apa itu tadi, kamu dan Demon itu… kamu meninggalkan Hyeri dan memilih Demon itu?!” tuntut Naeun.

“Kumohon jangan percaya padanya Naeun. Dia sedang mengadu domba kita,” bujuk L.

“Lalu bagaimana dia bisa tahu tentang Hyeri. Kamu kenal dengan Demon itu?”

“Subin hanya berbicara omong kos…”

“jadi Demon itu punya nama?! Ada apa ini?!” pekik Naeun. Ia merasa dikhianati.

“nghhh,” Krystal mengerang perlahan.

Naeun kembali membantu Krystal untuk duduk. Perlahan mata Krystal terbuka, ia menatap Naeun lemah. Kemudian Krystal mengangkat tangannya menunjuk
kearah pintu keluar.

“Hyeri… Tadi aku melihat Hyeri disana…” lirih Krystal pelan.

Naeun dan L sama-sama kaget dengan apa yang dikatakan Krystal. Naeun langsung berdiri untuk mengejar Hyeri, tapi L menahannya.

“biar aku yang mencarinya. Kumohon percaya padaku, sekali ini saja,” pinta L. Tanpa menunggu persetujuan dari Naeun, L langsung berlari kearah yang ditunjuk Krystal.

**beedragon**

Hyeri menurun tangga batu dengan begitu cepatnya, sampai ia melompati dua anak tangga sekaligus. Ia terus turun sambil sesekali melihat ke belakang, kearah menara Namsan. Hyeri begitu ketakutan, ia merasa kakinya begitu lemas menyaksikan kejadian tadi.

Bruukk..

Hyeri menabrak seseorang yang tak lain adalah Chunji. Hyeri kaget bukan main, nyaris ia berteriak kalau ia tak menyadari siapa yang ada dihadapannya. Jantung Hyeri terasa berdetak sepuluh kali lebih cepat. Karena begitu kaget ia jadi gemetaran tak karuan.

“Hyeri, wae geurae? Oppa bilang kan tunggu didalam, kenapa kamu malah ada disini? Hyeri…?” baru saja Chunji hendak menegur Hyeri karena tidak menurutinya, tapi tidak jadi begitu dilihatnya Hyeri yang tampak begitu ketakutan.

“Hyeri..?” Chunji memegangi kedua bahu Hyeri berusaha menenangkannya tapi tak berhasil.

Dalam keadaan bingung tidak tahu apa yang harus dilakukan, tiiba-tiba saja bumi yang dipijakinya berguncang hebat. Gempa bumi yang terasa begitu besar melanda mereka. Chunji pun langsung menarik tubuh Hyeri untuk merapat ke dinding yang terlihat kokoh. Dipeluknya Hyeri erat agar Hyeri tidak semakin ketakutan.

“Hyeri tenang ya. Gempa ini akan hanya sebentar kok. Hyeri, oppa mohon kamu jangan seperti ini, Oppa jadi bingung harus bagaimana. Tenanglah Hyeri-a,” bisik Chunji sambil menepuk-nepuk punggung Hyeri untuk menenangkannya.

Akhirnya Hyeri mulai tenang, tidak lagi gemetaran dan gempa pun berhenti. Chunji langsung melepas pelukannya. Ditatapnya mata Hyeri berusaha memberi ketenangan sambil merapikan rambut Hyeri yang berantakan.

“Wae geurae? Kenapa kamu disini? Apa yang membuat kamu begitu ketakutan eoh??” tanya Chunji.

Hyeri mengalihkan pandangannya melihat kearah menara Namsan kemudian ia menatap Chunji lagi. “a.. aku… aku lihat hantu.”

Chunji tersenyum mendengar jawaban Hyeri. Ia malah menepuk pelan puncak kepala Hyeri. “tidak ada yang namanya hantu Hyeri-a. Yasudah, kamu masih mau memasang ini?” tanya Chunji sambil mengangkat dua buah gembok berbentuk hati berwarna merah.

Hyeri menggeleng. “kita pergi saja dari sini Oppa. Besok siang baru kita kembali. Hantu itu pasti udah gak ada besok.”

“Baiklah. Besok kita kesini lagi,” sahut Chunji. Chunji kemudian merangkul Hyeri dan mulai menggiringnya menuju jalan raya.

“Hyeri!!” terdengar suara seseorang memanggil dari atas tangga, membuat Hyeri tersentak kaget.

Hyeri langsung memeluk Chunji erat dan menyembunyikan dirinya dibalik badan Chunji. Chunji melihat seorang pemuda sudah menghampirinya. Tanpa ragu pemuda itu langsung menarik lengan Hyeri agar menghadap dirinya.

“Yah apa yang sedang kau lakukan?!” Chunji langsung menahan lengan pemuda tersebut.

“Hyeri?” sapa pemuda itu menghiraukan teguran Chunji.

Takut-takut Hyeri pun menoleh kearah pemuda tersebut. Kagetlah ia melihat siapa pemuda yang sedang memegang tangannya tersebut. “kamu… L?”

“Akhirnya aku menemukanmu Hyeri. Apa yang kamu lakukan disini? Apa kamu tahu kalau kami semua khawatir mencarimu?” sahut L yang kini sudah menarik Hyeri kehadapannya.

Hyeri bingung karena ia bertemu dengan L, dewa yang dulu pernah beberapa kali berkunjung ke istananya bersama dengan Dewa Yong, ayahnya. Belumlah kebingungannya terjawab, L sudah menunjuk keatas tangga. Disana dilihatnya Naeun sedang memapah Krystal. Hyeri kaget bukan main.

“Ada Naeun disana. Apa kamu tak mau menghampirinya?”

Tak membutuhkan penjelasan lebih lanjut, Hyeri langsung berlari kearah Naeun dan menghambur ke pelukan Naeun. Hyeri memeluk Naeun begitu erat, setelah melepas pelukan Naeun dia beralih ke Krystal dan memeluknya.

“Kryst, maaf. Aku kabur. Bukannya menolongmu aku malah kabur. Syukurlah kamu baik-baik saja.” Ujar Hyeri.

Krystal membalas pelukan Hyeri. “eum. Aku baik-baik saja. Kabur adalah pilihan yang tepat Hyeri. Karena bisa saja kamu yang mengalami kejadian tadi. Aku senang melihatmu dalam keadaan baik-baik saja.”

Naeun membelai lembut kepala Hyeri, membuat Hyeri kembali beralih menghadap Naeun. “bagaimana petualanganmu adik kecil? Apa kamu mendapatkan apa yang kamu cari?” Hyeri mengangguk menjawab pertanyaan Naeun. “Kalau begitu ayo kita pulang. Sambil menunggu pintu langit dibuka, kamu akan tinggal bersamaku.”

Hyeri tampak enggan mendengar ajakan Naeun. Ia kemudian beralih melihat Chunji dibawah tangga yang tampak seperti sedang bercengkerama dengan L. Ada rasa tak rela ketika dirinya harus dipisahkan dari Chunji. Hyeri sudah merasa ketergantungan akan Chunji, karenanya ia gelisah harus berpisah secepat ini.

“tapi bolehkah Chunji Oppa ikut juga?” tanya Hyeri ragu-ragu. “ibunya sedang tidak ada di rumah dan dia sendirian. Selain itu Oppa juga banyak membantuku berkeliling mencarimu. Dia sangat baik padaku.”

Naeun melirik kearah Chunji. Ingin rasanya ia menolak permintaan Hyeri, karena Naeun takut Chunji akan mengetahui identitas mereka. Tapi begitu melihat betapa Hyeri sangat ingin bersama dengan Chunji, membuat Naeun tidak tega untuk menolaknya.

“baiklah. Hanya beberapa hari saja.” Naeun mencoba bijak. Setidaknya selama beberapa hari ke depan yang harus dilakukannya adalah menahan diri untuk tidak menggunakan kekuatannya di depan Chunji.

**beedragon**

Kelima muda-mudi itu tiba di sebuah rumah yang begitu besar dengan halaman yang sangat luas serta bangunan yang layaknya istana. Chunji sangat yakin kalau tempat ini tidak bisa disebut sebagai rumah karena ia merasa rumah Naeun tersebut terlalu besar untuk remaja seperti Naeun.

“rumahmu besar juga ya?” ujar Chunji. “berapa orang yang tinggal disini?”

“hanya aku dan Myungsoo, kemudian bertambah menjadi empat orang. Dan dengan kedatangan kalian rumah ini akan jadi sangat ramai. Selamat datang di kediamanku, Chunji-ssi,” Naeun mempersilakan Chunji untuk masuk ke rumahnya.

Chunji mengagumi setiap detail di rumah Naeun. Pilar-pilar kokoh yang menahan bangunan, lantai marmer, tangga yang dihiasi oleh permadani serta perabotan antik menambah istimewa rumah Naeun. Chunji jadi khawatir mengenai apa yang ibunya bilang soal Hyeri. Dia jadi merasa tidak percaya diri menghadapi kenyataan kalau keluarga Hyeri bukanlah keluarga biasa.

“wah ini lebih besar dari kamarku, Naeun? Apa ibu yang memberikannya padamu?” tanya Hyeri.

“Perlu kamu ketahui Hyeri, kamarku tidak lebih besar dari kamarmu. Bagaimana kalau kita berbincang di kamarku? Aku sudah sangat rindu padamu,” ajak Naeun.

Naeun kemudian menggiring Hyeri naik ke lantai dua, tapi baru saja mereka tiba di anak tangga pertama sudah ada teriakan riang dari lantai dua.

“Hyeri!! Krystal!!” jerit Suzy dari lantai dua. Segera saja Suzy lompat dari lantai dua dan mendarat dengan mulus didepan Hyeri. Mereka berdua langsung berpelukan erat, saling melepas rindu.

“Suzy, jaga sikapmu di depan tamu,” tegur Naeun.

Mendengar ucapan Naeun, Suzy langsung mencari tahu siapa yang dimaksud Naeun dengan tamu. Dan tatapannya langsung tertuju pada Chunji yang sudah menunjukkan ekspresi shock. Suzy pun terlonjak kaget melihat Chunji, karena baru saja dirinya terjun dari lantai dua dengan tanpa luka sedikitpun. Hal itulah yang membuat Chunji tampak sedikit takut melihat Suzy.

“Ahh! Aku tak tahu kalau kalian membawa tamu…” Suzy tampak salah tingkah.

“Dia orang yang sudah membantu Hyeri. Berbaik hatilah padanya, dan jangan membuatnya merasa tidak nyaman. Aku tinggalkan kalian dulu. Aku ingin berbicara dengan Hyeri.” Ujar Naeun yang dijawab dengan anggukan oleh Suzy dan Krystal.

Kembali Naeun mengajak Hyeri untuk kekamarnya, tapi kembali langkahnya terhenti. Kali ini L, yang menahan langkahnya. L sudah menunjukkan tatapan memohon pada Naeun.

“tapi kita juga perlu bicara,” ujar L sambil menahan lengan Naeun.

Naeun langsung saja menepis lengan L dengan kasar. Kalau saja tidak ada Chunji disini, mungkin Naeun sudah menggunakan kekuatannya untuk menjeratnya dengan semak belukar atau menguburnya hidup-hidup dihalaman depan. Tapi saat ini Naeun hanya bisa melemparkan pandangan dingin pada L. Keduanya terlihat seperti sedang perang dingin, membuat Suzy yang tidak tahu apa yang terjadi pada mereka tampak bingung.

“Tidak ada yang perlu kita bicarakan, Myungsoo!” ketus Naeun. Akhirnya Naeun benar-benar pergi membawa Hyeri masuk kekamarnya.

“Ada apa ini? Apa yang terjadi antara kalian? Naeun kenapa lagi?!” tuntut Suzy.

Bukannya menjawab, L malah melengos meninggalkan mereka dan melangkah menuju teras. Suzy yang bingung akhirnya meminta jawaban pada Krystal, karena Krystal lah yang terakhir kali bersama mereka.

“yang tadi kudengar adalah L itu dijodohkan sama Hyeri, begitu. Tapi aku juga tak tahu persis apa yang terjadi, karena tadi aku pingsan. Tanya saja langsung pada orangnya,” sahut Krystal sambil mengangkat bahunya.

Chunji yang ikutan mendengar cerita Krystal pun ikut kaget. Hyeri, gadis yang mulai mencuri hatinya itu ternyata sudah ada yang punya. Menerima kenyataan ini membuat kaki Chunji terasa lemas seketika.

**beedragon**

Naeun tak henti-hentinya membelai kepala Hyeri. Ditelitinya setiap inchi badan Hyeri, berharap tidak kurang sesuatu apapun. Sebagai keturunan langsung dari sang mahadewa membuat Naeun begitu menjaga Hyeri lebih daripada dirinya sendiri. Apalagi Hyeri tidak memiliki kekuatan seperti dirinya, karenanya seluruh langit begitu melindunginya.

“Apa yang kamu pikirkan sampai membuat permintaan bodoh seperti itu dan pergi ke bumi?” tanya Naeun lembut.

“aku hanya ingin menyusulmu. Tapi sepertinya permintaanku tidak langsung dikabulkan sepenuhnya. Karena aku bukannya tiba ditempatmu malah nyasar ke sebuah hutan. Untung ada Chunji Oppa yang menolongku.” Cerita Hyeri.

“sepertinya manusia yang namanya Chunji Oppa itu baik sekali padamu ya,” ujar Naeun.

“Eumm!! Dia begitu baik. Dia mengajariku banyak hal, membawaku ke tempat-tempat yang indah, memberiku benda-benda lucu, dan yang terpenting dia menyayangiku,” cerita Hyeri antusias.

Naeun menghela napas berat. Apa yang diduganya ketika berada di Namsan tadi sepertinya benar, kalau Hyeri menyukai manusia yang bernama Chunji. Melihat begitu bahagianya Hyeri bercerita tentang Chunji, membuat Naeun tak tega untuk melarang perasaannya.

“tapi kamu tahu kan kalau Chunji itu manusia?” tanya Naeun yang dijawab dengan anggukan oleh Hyeri. Naeun akhirnya memutuskan untuk tak memperpanjang masalah Chunji, karena ada hal yang sejak tadi ingin ditanyakan pada Hyeri. “Hyeri, kamu kenal dengan L?”

Hyeri tampak diam sejenak. Ia menundukkan kepalanya mengalihkan matanya dari tatapan Naeun. “aku kenal dia. Dia pernah beberapa kali main ke istanaku. Sekali bersama Yong Appa, dan dua kali sendirian. Ada apa dengannya? Bukannya dia sekarang adalah Guardianmu? Dia pasti senang sekali menjadi Guardianmu, karena sejak dulu, sebelum dia dihukum menjadi Guardian Beast, dia sudah menyukaimu.”

Naeun tampak kaget mendengar ucapan Hyeri. “apa maksudmu? Apa kamu tahu siapa dia?”

“aku tahu maksud pembicaraanmu,” sela Hyeri. Hyeri tahu, Naeun pasti ingin bertanya mengenai ‘hubungannya’ dengan L. Tapi Hyeri tak ingin membahas masalah itu sekarang. Hyeri tak ingin membahas mengenai perjodohan menggelikan itu.

“Yong Appa membawanya ke istanaku, dan memintanya untuk menjagaku. Secara tidak langsung Yong Appa meminta L untuk jadi pendampingku. Tapi aku menolak. Karena aku terlalu muda untuk menikah dan lagi aku tak suka pada L, dia terlalu sempurna untukku. Untungnya dia juga memiliki perasaan yang sama sepertiku dan malah jatuh cinta padamu yang waktu itu sedang ada di istanaku. Dan aku pun berbaik hati membantunya untuk menarik perhatianmu dengan menyuruhnya turun ke bumi dan mengambil bunga mawar putih agar kamu suka. Tapi karena hal itu dia jadi dihukum oleh dewa.” Cerita Hyeri. “karena aku dia dihukum jadi Guardian Beast. Tapi sekarang dia sudah bersamamu, kurasa dia akan sedikit memaafkanku. Makanya kamu berbaik hatilah padanya. Agar aku tidak terlalu merasa bersalah.”

Naeun makin bingung dengan cerita Hyeri. Karena tadi Demon yang bernama Subin bilang kalau L meninggalkan Hyeri dan berpaling pada Subin. Tapi Hyeri malah bilang kalau Hyeri membantu L untuk membuat dirinya terpikat, akan tetapi berakhir dengan tragis dimana L harus dihukum karena perasaannya.

“tapi yang aku dengar bukan seperti itu kisahnya Hyeri. Kamu yakin kalau dia tidak meninggalkanmu untuk orang lain?” bingung Naeun.

“dia tidak meninggalkanku. Aku yang menolaknya! Itu kenyataannya. Kalau kamu ragu akan ceritaku, kenapa tidak bertanya langsung saja pada orangnya!” seru Hyeri.

Jeritannya sempat membuat Naeun terlonjak dan hampir jatuh dari duduknya. Akhirnya ia mengalah dan tidak lagi mencoba untuk bertanya lebih jauh lagi. “bagaimana dengan Chunji itu. apa kehidupannya baik?” tanya Naeun, berusaha mengalihkan emosi Hyeri.

“eumm! Tapi ibunya aneh. Dia mengusirku dari rumahnya karena aku dia mengira aku anak raja.” Gerutu Hyeri. “ahh aku mau tanya sesuatu. Apakah manusia tahu akan lambang ini?” tanya Hyeri semabil menarik bandul kalungnya.

“itu lambang penguasa langit dan keturunannya. Hanya dewa-dewi dilangit yang tahu akan lambang tersebut. Tak ada manusia yang tahu, karena kerajaan langit sangat menutup rapat rahasia ini.” Jelas Naeun.

“kalau begitu kenapa eommoni bisa tahu?” gumam Hyeri.

**beedragon**

“kita gagal lagi Jiyoung!!!” seru Subin yang kembali melampiaskan kekesalannya pada Jiyoung.

Jiyoung tersungkur di sudut ruangan dengan darah segar mengalir dari mulut dan hidungnya. Ia merintih tertahan, takut kalau Subin akan membunuhnya. Tubuhnya sudah begitu lemah, pertama akibat serangan sepihak L terhadap Subin tadi dan ditambah amukan Subin terhadap dirinya.

“Kita harus bergerak cepat! Cari putri terakhir lalu kita bisa memburu putri penguasa langit itu. aku harus membalas dendam pada L!” seru Subin sambil menghampiri Jiyoung.

“sebaiknya kali ini kamu bisa membuat senang aku Jiyoung, atau aku tidak akan mengabulkan keinginanmu untuk membunuh putri yang bernama Hyeri itu!” desis Subin sambil mencengkeram leher Jiyoung.

**beedragon**

TBC

sepertinya ini chapter gagal *tapi tetep di publish*
tadinya mo ampe bagian klimaksnya tapi kepanjangan,, takut pada boring
ini aja udah boring banget bacanya…
anyway,,, sankyu buat yang udah baca.. *bow with Chunji*
Annyeong!!!

Advertisements
FF – The Last 94 Generation Princess | Chapter 3 | NC17 |

25 thoughts on “FF – The Last 94 Generation Princess | Chapter 3 | NC17 |

  1. Rizka AngelElf says:

    yah padahal aku kyaknya setuju L ama hyeri, tp kyaknya ceritanya gg gitu T.T hwaaaa
    Tp gg papa, tetep daebbak kog eon, 😀

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s