FF – Twins Love Story | chapter 1 Entering The Academy | by beedragon


Title : Twins Love Story

Subtitle : [chapter 1] Entering the Academy

Author : beedragon

Cast:

Youngmin Boyfriend as Jo Youngmin

Kwangmin Boyfriend as Jo Kwangmin

Jang Haebyul (Ulzzang) as Jang Haebyul / Miss Jang

Other Cast

Minwoo Boyfriend as Noh Minwoo

Kim Shinyeong (Ulzzang) as Kim Shinyeong

Kim Seulmi (Ulzzang) asn Kim Seulmi

Genre : Romance, friendship, family, school life.

Length : Series

Rating / pairing : PG15 / Straight (tolong diingat ini straight!)

Summary : Kwangmin meninggalkan saudara kembarnya, Youngmin, hanya untuk mengejar cinta-pada-pandangan-pertamanya. Merasa dikhianati Youngmin pun pergi menyusul Kwangmin ke Seoul demi untuk membawanya pulang kembali. Segala cara ia lakukan agar bisa membawa Kwangmin kembali ke Tokyo, termasuk dengan cara menyamar  menjadi perempuan.

Disclaimer : This is only fiction. This is only Bee imagination. I Do Own This Fiction so Do Not Copy Paste Without My Permission and Don’t Be Silent Reader

ENTERING THE ACADEMY

“jadi Kwangmin pergi sendirian ke Korea hanya untuk mengejar perempuan yang ia cintai??! Kenapa Eomma gak larang dia untuk pergi?! Kenapa Eomma gak bilang dulu sama aku?!” protes Youngmin.

“Kwangmin yang minta untuk jangan kasih tahu kamu dulu. Dia gak mau kamu sedih karena harus berpisah dengannya. Jadi dia pergi duluan ke Korea waktu kalian masih main di rumah Obasan di Osaka.” Nyonya Jo mencoba memberi pengertian pada Youngmin.

“tapi pada kenyataannya kepergian Kwangmin yang secara tiba-tiba ini yang membuatku sakit hati!!” bentak Youngmin.

Ia bergerak kesana kemari dengan gusarnya. Ia merasa dikhianati oleh kembarannya sendiri. Karena kembarannya itu tidak memberitahu perihal kepergiannya ke korea selatan sana. Selain itu mereka berdua juga telah berjanji untuk akan selalu bersama sampai kelulusan SMA nanti. Dan sekarang Kwangmin malah melupakan janji mereka hanya untuk mengejar seorang gadis.

“pokoknya Youngmin gak mau tahu. Bawa pulang Kwangmin ke Jepang sekarang juga,” kesal Youngmin.

Nyonya Jo hanya tersenyum melihat emosi putranya. Ia kemudian menarik Youngmin untuk duduk di sampingnya. “Ikhlaskan Kwangmin untuk mengejar cintanya. Eomma tak pernah melihat dia begitu bersungguh-sungguh seperti itu. Bagaimana bisa eomma mematahkan semangat anak eomma. Lagipula tahun ajaran baru sudah dimulai. Kalau dia kembali lagi ke Jepang, prestasinya bisa berantakan, Youngmin.”

“Tapi Yeobo, mengijinkan dia pergi ke Korea hanya untuk mengejar cintanya itu gak masuk akal,” Tuan Jo angkat bicara. “seharusnya diumurnya yang masih muda seperti ini, Kwangmin memfokuskan dirinya untuk belajar,bukannnya bermain-main seperti ini.”

“Kwangmin sudah janji untuk tetap mempertahankan prestasinya. Kalian ini kenapa sih. Sudahlah, eomma saja, orang yang sudah melahirkan dan membesarkan Kwangmin sampai seperti ini bisa menerima keputusan Kwangmin. Harusnya kalian juga bisa dong.”

Nyonya Jo pun meninggalkan kedua ayah dan anak itu di ruang keluarga. Tuan Jo pun ikut menyusul istrinya untuk melanjutkan perundingan mereka yang dirasanya belum selesai ini. Sementara Youngmin masih terpaku di sana. Ia masih memikirkan kenekatan kembarannya yang tega meninggalkannya sendirian. Dan Youngmin bersumpah kalau ia akan mengejar Kwangmin untuk kembali ke Jepang.

***

Starship Academy adalah sebuah sekolah yang cuku bergengsi di korea selatan. Sekolah tersebut menyediakan asrama untuk para siswa dan siswinya, selain itu semua fasilitasnya pun lengkap. Untuk bisa masuk ke Starship Academy tentu tidak gampang, mereka harus melalu berbagai tes. Selain itu hanya orang-orang dari golongan atas saja yang bisa masuk ke Starship.

Hari ini ada gossip yang beredar di Starship, yaitu mengenai kedatangan murid baru. Padahal semester awal sudah dimulai 4 minggu yang lalu, tapi ada yang bisa masuk ke starship setelah sekolah telah berjalan seperti ini. Murid-murid pun bergunjing kalau murid yang datang kali ini pastilah sangat kaya atau sangat pintar.

Kelas I-3, yang juga dihuni oleh Jo Kwangmin pun ikutan heboh. Semua murid perempuan berharap kalau yang datang adalah murid laki-laki, sementara para murid lelaki berharap kebalikannya. Walaupun semua heboh hanya Kwangmin dan Minwoo, satu orang teman lelakinya, yang tidak ikutan bergunjing.

“Kwangmin, Minwoo, menurut kalian siapa yang akan datang? Namja ttoneun yeoja?” Tanya seorang siswi dengan rambut di kuncir dua.

“aku tak peduli,” sahut Kwangmin dan Minwo berbarengan.

“lagipula sedang apa kamu disini? pergilah sebelum Miss Choi datang,” sahut Minwoo dingin.

“nee, daripada bergosip seperti itu lebih baik kamu kembali ke kelasmu, Seulmi.” Ujar Kwangmin.

“tsk, aku kan cuma mau main sebentar. Ah iya, tujuanku kesini kan untuk pinjam tugas matematika. Kwangmin-a aku pinjam dong,” rayu siswi yang bernama Seulmi sambil mengeluarkan jurus mata kucingnya.

Dan wali kelas mereka, Miss Choi, datang disaat yang tepat, membubarkan kerumunan muridnya yang tadi membentuk koloni.

“Ya, semuanya kembali ke tempat duduk kalian. Ibu ingin memeritahukan sesuatu..” kalimat Miss Cho terhenti karena ia masih melihat ada muridnya yan belum duduk di tempatnya. “Kim Seulmi!! Apa yang kamu lakukan disana?! Cepat kembali ke kelasmu!” titah Miss Choi.

Setelah Seulmi keluar kelas sambil tertunduk lesu, Miss Choi kembali melanjutkan kalimatnya. “hari ini kelas kita kedatangan murid baru. Dia dari Jepang. Ibu harap kalian bisa berteman dengan baik.”

Kwangmin, begitu mendengar kata jepang, mau tak mau tertarik juga dengan murid baru tersebut. Semua mata pun tertuju pada pintu masuk begitu Miss Choi mempersilakan murid baru itu untuk masuk.

Ternyata murid baru itu adalah seorang perempuan. Rambutnya pirang panjang dan badannya kurus tinggi. Cukup cantik jika dibandingkan dengan siswi-siswi yang ada di kelas ini. Ia memamerkan senyuman termanisnya pada calon teman-temannya.

Kwangmin sudah berdiri kaku begitu melihat siswi itu. Matanya membulat dan telunjuknya sudah menunjuk siswi baru tersebut. Teman sekelasnya pun ikutan memperhatikan mereka berdua, karena sang murid baru justru malah tersenyum senang melihat ekspresi yang dibuat Kwangmin.

“Annyeong Haseyo. Jeoneun Jo Youngmin imnida, bangapseumnida chingudeul.” Murid tersebut memperkenalkan diri.

“Seperti yang kalian lihat, Youngmin ini adalah kembarannya Kwangmin. Aigoo, betapa beruntungnya orang tuamu bisa punya anak sepasang yang cantik dan tampan seperti kalian.” Ujar Miss Choi.

Kemudian Miss Choi menyuruh Youngmin duduk di bangku yang ada di deretan paling belakang dan bersebelahan dengan Minwoo. Ketika Youngmin melewati barisan Kwangmin, ia menyempatkan diri untuk berhenti sejenak dan menegur saudara kembarnya itu.

“Annyeong Kwang. Ottae?? Kaget melihatku ada disini?” sapanya sambil tersenyum.

Sementara Kwangmin sudah mengatupkan rahangnya sambil menahan dirinya agar tidak berteriak saat itu juga.

“Youngmin, Neo!” geram Kwangmin.

***

“cepat jelaskan semuanya!” titah Kwangmin.

Ia sudah berdiri di hadapan Youngmin sambil menyilangkan kedua lengannya di dada. Mereka saat ini ada di taman belakang akademi. Kwangmin sedang menuntut jawaban Youngmin atas kehadirannya di Starship Academy.

“Apanya?” sahut Youngmin.

“kenapa kamu bisa ada disini? Dengan pakaian seperti ini?! Kamu… kamu mengikutiku kesini kan?!” tuding Kwangmin.

Youngmin hanya tersenyum sinis menyahuti pertanyaan Kwangmin. Melihat sikap Youngmin itu membuat Kwangmin langsung geram.

“Neo Micheoseo!! Untuk apa kamu mengikutiku kesini sampai harus menyamar menjadi yeoja segala?! Youngmin dimana otakmu hah?!”

“ini semua salahmu. Suruh siapa pergi ke Seoul gak bilang dulu padaku. Kamu meninggalkanku sendirian di Tokyo dan seenaknya aja kamu bilang kalau kamu kesini untuk mengejar perempuan yang kamu cintai. Bukan aku yang gila tapi kamu Kwangmin,” seru Youngmin.

“Lalu apa maumu disini hah? Kenapa kamu gak sekolah aja di Tokyo sana sihh? Dan kenapa harus datang kesini dengan menyamar jadi yeoja?!” kwangmin sudah mulai frustasi. Bagaimana tidak, ia melihat saudara laki-lakinya harus mendatanginya dengan berpakaian seperti perempuan. Seragam khusus anak perempuan, rambut yang panjang dan dada yang ‘menonjol’.

“tentu aja untuk bersekolah bersamamu. Gara-gara kamar yang tersisa hanya kamar untuk yeoja jadinya aku harus rela menyamar seperti ini. Tapi untuk sementara waktu saja. Karena tujuanku adalah untuk membawamu pulang ke Tokyo. Kita kan udah janji mau masuk Tokyo International High School bersama-sama. Jadi aku kemari untuk menjemputmu. Ayo kita pulang ke Tokyo,” ajak Youngmin sambil menggamit lengan Kwangmin.

“Shireo!” Kwangmin menepis lengan Youngmin.

“Yah! Apa kamu gak kasihan sama aku hah?! Aku sampai harus menyamar jadi yeoja demi bisa masuk kesini tau. Coba lihat ini! rok ini, rambut ini! bahkan aku harus memakai pakaian dalam wanita dan menyumpal dadaku dengan kaus kaki! Mengertilah dan mengalahlah,” protes Youngmin.

“Suruh siapa datang kesini?! Lalu bagaimana denganku? Aku sudah susah payah masuk kesini, jadi aku gak akan menyia-nyiakan keberuntunganku ini. Aku tidak akan pergi dari sini sampai aku mendapatkan orang yang kusuka itu.” tegas Kwangmin.

“kamu keras kepala sekali, Kwangmin.”

“kamu yang keras kepala, Youngmin. Pokoknya aku tidak akan pergi dari sini. Titik. Silakan berusaha sesukamu. Kuharap kamu tahan dengan kehidupan disini. Asal tahu saja ya, penghuni asrama ini bahkan lebih aneh dari teman-teman teraneh kamu di Tokyo sana,” Pesan Kwangmin sebelum akhirnya ia meninggalkan Youngmin.

“cih, aku akan membuat orang itu gak menyukaimu Kwangmin! Jadi dengan begitu kamu bisa segera pulang ke Tokyo bersamaku! Bersiaplah untuk patah hati!” pekik Youngmin.

***

Tok tok

Terdengar ketukan di pintu kamar asrama youngmin. Youngmin pun mempersilakan tamunya untuk masuk. Ternyata seorang perempuan mungil dengan yang memiliki mata seperti mata kucing.

“Annyeong Youngmin,” sapa perempuan itu.

“Ahh Annyeong, Seulmi. Ada apa?” sahut Youngmin.

“Ahh ahni. Aku hanya ingin membantumu beres-beres. Wahh tapi sepertinya sudah rapi semua ya,” ujar Seulmi yang sudah duduk di ranjang susun milik youngmin.

“ne, gomawo udah bersedia membantuku.”

“kamu sekamar sama Miss Jang? Udah ketemu sama dia?” tanya Seulmi.

ajik. Memangnya nama teman sekamarku itu Miss Jang? Kok namanya aneh sekali? bagaimana dia? Seperti apa sifatnya? Baik atau gak?” Youngmin terdengar penasaran dengan teman sekamarnya.

Tentu saja Youngmin penasaran, karena ia akan tinggal satu kamar dengan seorang anak gadis. Akan sangat berbahaya kalau ia sekamar dengan gadis yang agak ‘rusuh’, bisa-bisa identitasnya segera terbongkar.

“hmm, Miss Jang itu nama panggilannya. Nama sebenarnya itu Jang HaeByul. Dia itu Ulzzang dan memakai nama Miss Jang. Jadi kita semua ikutan memanggil dia dengan sebutan Miss Jang. Dia itu… hmm seperti apa ya orangnya…?” Seulmi tampak berpikir sejenak. “walaupun kita sekelas tapi aku gak begitu mengenal Haebyul. Dia itu cukup pendiam dan agak arogan. Mungkin karena gelarnya sebagai ulzzang. Tapi kurasa dia anak yang baik. Walaupun ada gossip-gosip yang tak enak tentang dia.”

Youngmin manggut-manggut mendengar cerita Seulmi. Ia cukup penasaran dengan teman sekamarnya, karena menurut cerita Seulmi barusan kalau Jang Haebyul adalah seorang ulzzang. Menurut sepengetahuan Youngmin, ulzzang itu semacam julukan untuk orang yang mempunyai wajah yang enak dipandang. Jadi sepertinya teman sekamar Youngmin ini adalah perempuan yang cantik. Tiba-tiba ia merasa jantungnya berdetak lebih cepat dengan hanya memikirkan teman sekamarnya itu.

“Aigoo, kenapa dengan badanku ini ya?” gumam Youngmin.

“Ya ampun Youngmin. Kamu masih pakai ukuran 32? Ckckck. Anak SMA sekarang itu rata-rata ukurannya tuh 34 keatas, bagaimana bisa kamu masih memakai bra yang ukurannya 32?” Ujar Seulmi sambil mengangkat bra dari koper Youngmin. “Ah karena kamu tinggi dan kurus jadi pertumbuhan ‘itumu’ jadi agak terlambat ya. Mau aku ajari gimana caranya bisa punya dada yang besar? Kamu itu cantik Youngmin, tapi pria jaman sekarang tuh gak Cuma ngeliat muka aja, tapi juga body yang seksi.”

“Yah! Bagaimana bisa kamu memegang pakaian dalamku seperti itu?” aigoo, yeoja ini vulgar sekali. kalau dia terus begini bisa-bisa penyamaranku cepat terbongkar, batin Youngmin.

Akhirnya Youngmin memutuskan untuk menyembunyikan pakaian dalam wanita tersebut ke dalam kopernya dan menarik Seulmi keluar kamarnya.

“Mianhae, tapi aku mau tidur jadi kamu keluar dulu ya,” ujar Youngmin sambil mendorong Seulmi keluar kamar.

“Ehh tapi aku masih mau main dulu disini. Kenapa sih.” Seulmi tampak menolak untuk keluar. “Yah, apa kamu gak mau mendengar cerita tentang kamar ini? kamar ini berhantu tahu.”

Youngmin pun berhenti mendorong Seulmi yang sudah berada di luar kamarnya. Ia memicingkan matanya menatap Seulmi malas. “kamu mau menakut-nakutiku? Gak akan mempan. Aku di Tokyo sana sudah sering melihat hantu. Sudah sampai bosan malah.”

“Ehh aku serius. Mungkin yang di Tokyo kurang menyeramkan, tapi hantu di Seoul itu sangat menyeramkan. Apalagi kamarmu ini.” sahut Seulmi sambil bergidik, menciptakan efek seram yang dibuat-buat. “kamu tahu beberapa tahun yang lalu ada siswi yang mati bunuh diri disini. Dia patah hati karena diselingkuhi kekasihnya dan melompat dari kamar ini. kudengar arwahnya masih gentayangan di kamar ini. jadi kamu berhati-hatilah.”

Youngmin langsung menutup pintu kamarnya begitu Seulmi mulai memasang wajah menakutkan. Youngmin lalu menatap ke sekeliling kamar. Tiba-tiba ia merasa merinding dengan kondisi kamarnya.

“aishh, Kim Seulmi. Aku gak takut akan apapun. Aku hanya takut pada yeoja yang akan merebut Kwangmin dariku. Walaupun harus sekamar dengan yeoja arogan atau setan sekalipun akan aku layani. Asal aku bisa membawa pulang Kwangmin kembali ke Jepang.”

***

Youngmin tidak bisa tidur malam ini. Ia terus terus teringat akan cerita Seulmi tadi siang. Belum lagi ia sendirian sekarang karena teman sekamarnya, Jang Haebyul belum juga pulang padahal sekarang sudah lewat jam malam.

Kreekk kreeekk

Terdengar suara gesekan di jendela. Youngmin juga mendengar ada suara seperti ketukan pelan di jendela. Seketika bulu kuduknya berdiri. Ia merasa kamarnya jadi lebih dingin sekarang. Youngmin lalu menarik selimutnya hingga menutupi wajahnya.

“Eomma Appa, Lindungi Youngmin. Tuhan, kumohon jagalah aku, jangan sampai hantu itu menggangguku.” Youngmin berdoa dalam hati.

‘biasanya malam-malam akan terdengar suara-suara gesekan dari jendela. Itu karena si hantu siswi itu ingin masuk kembali ke kamarnya. Ia akan merayap masuk ke kamar dan mencari namja yang sudah mengkhianatinya itu.’

Kalimat Seulmi terus saja terngiang-ngiang di telinga Youngmin. Tak lama terdengar suara jendela terbuka. Youngmin semakin merapatkan selimutnya. Badannya sudah gemetar tak karuan. Lalu didengarnya suara benda jatuh di dekat jendela.

Youngmin akhirnya memberanikan diri untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di bawah sana –karena kasur Youngmin berada di atas kasur susun- setelah melihat kearah jendela, tepat di sana, di bawah jendela ada sebuah sosok berambut panjang dengan posisi merangkak –persis seperti sadako, hantu jepang yang sering Youngmin tonton filmnya.

“KYAAAAAAAA!!!!!” pekik Youngmin.

Teriakan 3 oktafnya cukup kencang untuk membangunkan seisi asrama khusus perempuan ini.

“Yah!! Kenapa kamu berteriak?!” seru sosok tadi –sosok berambut panjang– yang sekarang sudah berdiri tegak dan menampakkan wajahnya.

Cantik, itulah yang dapat Youngmin gambarkan mengenai sosok tersebut. Masih shok dengan penampakkan tersebut ia hanya bisa menatap sosok itu dengan mata yang terbuka lebar.

Terdengar suara ribut-ribut di luar kamar Youngmin. Juga terdengar suara pengawas asrama yang meminta agar pintu kamar itu segera dibuka. Dan sosok cantik penampakan tersebut berjalan menuju pintu dan membukanya. Sementara Youngmin masih duduk terpaku di kasurnya sambil terus menatap sosok penampakan tersebut.

“Haebyul ada apa? Aku mendengar suara teriakan, siapa yang berteriak?” tanya seseorang di luar kamar.

“Ahh, sepertinya anak baru itu mimpi buruk. Tenang saja gak ada apa-apa. Maaf sudah membangunkan tidur kalian.” Sosok itu membungkukkan badannya meminta maaf pada orang-orang yang berkerumun di depan kamar Youngmin.

Setelah kerumunan bubar, sosok itu kemudian menghampiri Youngmin sambil berkacak pinggang.

“Yah! Ada apa denganmu? Apa yang membuatmu berteriak seperti itu hah?!” desis sosok tersebut.

Youngmin akhirnya tersadar dari keterkejutannya. Ternyata sosok di hadapannya ini bukanlah hantu. Sepertinya sosok ini adalah teman sekamarnya, Jang Haebyul. Mengingat tadi orang-orang memanggilnya dengan nama itu.

“Yah, kamu yang bikin aku kaget tahu. kenapa kamu tahu-tahu masuk dari jendela seperti itu. belum lagi tadi kamu terlihat seperti sadako. Aku pikir kamu itu hantu siswi yang bunuh diri dengan cara melompat dari kamar ini.” protes Youngmin.

“bunuh diri dengan cara melompat dari kamar ini?? yah! Neo babo-ya?! Ini tuh lantai satu. Mana ada yang bisa mati hanya dengan melompat dari kamar ini.”

lantai satu….? “Aishh Kim Seulmi! Mati kau!” desis Youngmin.

“Seulmi? Ah iya, aku lupa kalau hari ini aku dapat teman sekamar. Kamu anak baru itu ya? Yang dari jepang? Namaku Jang Haebyul. Bangapseumnida.”

“ohh, aku Jo Youngmin. Bangapseumnida. Jwoseonghamnida, pertemuan pertama kita agak…” Youngmin tersenyum salah tingkah begitu menyadari kebodohannya yang dengan mudahnya ditipu oleh Seulmi.

“ne gwenchana. Kamu gak perlu bunuh diri dengan cara melompat dari jendela ini karena malu. Aku tak akan ambil pusing akan hal itu.” Haebyul terlihat berusaha menahan senyumnya.

Mendengar ucapan Haebyul membuat Youngmin jadi makin tak berdaya menahan malunya.

“Tidurlah lagi. maaf tadi aku sudah membangunkan tidurmu. Ahh iya, besok-besok kalau aku belum pulang ketika sudah lewat jam malam, tolong jendela kamar ini jangan di kunci. Aku susah untuk masuk.” Pesan Haebyul.

Youngmin mengiyakan ucapan Haebyul. Saat ia akan merebahkan dirinya, ia melihat pemandangan yang seharusnya tak ia lihat. Ia melihat Haebyul tengah melepas pakaian atasnya.

“Yah yah yah!! Apa yang mau kau lakukan?!” panik Youngmin sambil menutup kedua matanya.

“aku mau ganti bajulah. Masa aku tidur pakai baju ini? memangnya kenapa? Kamu pikir aku mau melakukan apa?” sahut Haebyul.

“Ahh, aniyo.” Youngmin akhirnya menutup seluruh wajahnya dengan selimut. Ia merasakan suhu tubuhnya tiba-tiba memanas.

Mataku yang suci kini telah ternoda. Ahh, Kwangmin! Gara-gara kamu seenaknya sendiri memutuskan pergi ke Seoul, aku jadi harus mengalami hal-hal menyedihkan seperti ini. aku benar-benar akan membuat kamu ditolak oleh yeoja tanpa nama itu Kwangmin! Batin Youngmin.

***

“Minwoo!” seru Youngmin yang sudah tiba di gedung olahraga.

Gedung olahraga milik Starship Academy ini cukup besar, seluas empat kali lapangan basket. Disini tepat Kwangmin, Minwoo beserta tim-nya berlatih basket. Youngmin mendatangi tempat latihan tim basket Starship Academy ini untuk memata-matai Kwangmin. Karena menurut cerita ibunya, Kwangmin itu jatuh cinta pada perempuan tersebut ketika ia sedang mengikuti turnamen persahabatan melawan tim dari Starship Academy. Berarti kalau bukan seseorang dari tim basket perempuan sudah pasti seseorang dari tim cheerleader yang disukai oleh Kwangmin.

Dengan mata elangnya Youngmin terus men-scanning siswi-siswi yang tampak berkeliaran di gedung olahraga. Kebetulan jadwal latihan tim basket berbarengan dengan tim cheerleader jadi tidak susah bagi Youngmin untuk mencari tahu siapa perempuan yang disukai Kwangmin itu.

“sedang apa kamu disini, Youngmin?” sapa Minwoo.

“eh, Minwoo. Menurutmu siapa yeoja yang paling cantik yang ada disini?” tanya Youngmin sambil terus mengedarkan pandangannya mencari sosok Kwangmin disana.

“yang paling cantik itu Jessica. Itu yang dari SNSD, seowoneul marhaebwa.” Sahut Minwoo asal.

“Aigoo, bukan artis, tapi yang ada disini. menurutmu siapa yang paling cantik di sekolah ini? ahh di gedung olahraga ini saja dehh, menurutmu siapa yang paling cantik?” tanya Youngmin lagi.

“hmm, molla. Menurutku tidak ada yang cantik disini. Yasudah kalau kamu hanya mau menghabiskan waktu disini, aku tinggal ya. Aku mau latihan dulu.” Minwoo pun melengos meninggalkan Youngmin.

Sesaat sebelum Minwoo pergi, Youngmin menangkap sosok Kwangmin di pinggir lapangan basket. Kwangmin terlihat membawa dua buah minuman kaleng kearah sekelompok tim cheerleader. Kemudian dilihatnya Kwangmin memberikan sekaleng minuman tersebut kepada seorang perempuan yang memakai pakaian training berwarna kuning. Youngmin pun segera menarik lengan Minwoo.

“Minwoo, apa kamu kenal yeoja itu?” tanya Youngmin sambil menunjuk kearah Kwangmin yang tengah tertawa bersama perempuan-dengan-training-kuning.

“ohh itu Kim Shinyeong Noona. Dia koreografernya tim cheers. Ada apa?”

“ohh, namanya Shinyeong.” Gumam Youngmin. “MWO!! NOONA KATAMU?!!” pekiknya.

“ya ampun kamu mengagetkanku. Ne, dia itu Shinyeong Noona. Kenapa dipanggil Noona, karena dia memang lebih tua empat tahun dari kita. Dia lulusan Starship dan sering datang kesini untuk mengajari tim cheers kita.”

Youngmin melongo tak percaya. Ternyata perempuan yang disukai oleh Kwangmin adalah seorang Noona. Ia termenung dipinggir lapangan menatap keceriaan Kwangmin bersama Noona yang bernama Shinyeong tersebut.

“Kwangmin kamu sungguh tak bisa dipercaya. Kamu menyukai seorang yeoja yang lebih tua darimu. Lihat saja, bagaimana caraku menyadarkanmu nanti.” Gumam Youngmin.

“Minwoo, aku punya permintaan untukmu.” Seru Youngmin pada Minwoo yang sudah mulai melakukan pemanasan.

=TBC=

Advertisements
FF – Twins Love Story | chapter 1 Entering The Academy | by beedragon

21 thoughts on “FF – Twins Love Story | chapter 1 Entering The Academy | by beedragon

  1. Kenyo Sebtibiula says:

    youngieeee….!!!!!
    Gak bisa ngebayangin youngie pke rok mini , pke da** , trus hampir ngeliat yeoja yg lagi buka bju pula….

    kasiannn….pasti menderita bgt tuh yeobu-ku
    #di lempar kejamban…

    Tapi pasti cantik bgt deh klo youngie dandan kya yeoja….

    trus yg aneh suaranya youngie klo lgi ngomong gimana ya…pasti kan berat bgtt suaranya….

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s