FF | APINK FAIRY STORY Chapter 2 | 2S | G | by beedragon


Title : APINK FAIRY STORY

Author: beedragon

cover by karraglow.wordpress.com

Subtitle : Love in Fairy Land

Main Cast:

NaEun Apink as peri Naeun

Other cast:

Apink Member

Junhyung Beast

And other you will find in this FF

Genre : fantasy, romance

Pairing / Rating : Straight / G

Length : Two Shoot

Disclaimer : this is only Fiction. Its just only bee’s imagination. Take out with full credit, No copy paste and DON’T BE SILENT READER.

Summary : Peri hidup dengan bergantung pada taman bunganya. Tapi ketika Peri melupakan tujuan hidupnya dan memilih untuk bergantung pada manusia, maka kehidupan mereka akan menjadi sangat rapuh. Ketika manusia melupakan hubungan mereka dengan para peri dan memilih untuk tidak membalas cinta sang peri, maka itu akan membuat peri kehilangan kekuatannya sehingga mereka bisa cepat ‘layu’.

Fairyland.

“Cinta…” Junhyung buka suara. “Ketika kamu merasakannya, cinta itu bisa membuat jantungmu berdetak cepat. Cinta bisa membuat kamu sulit bernapas. Cinta membuat otakmu tak dapat berfungsi dengan benar. Cinta bisa membuat hal yang tidak logis menjadi logis. Cinta bisa membuatmu melakukan apa saja untuknya. Cinta… terkadang aku sendiri tak begitu mengerti apa itu cinta dan bagaimana perasaan cinta itu.”

“Apa Tuan mencintaiku?” tanya peri NaEun dengan polosnya.

“Hahahaha. Aku menyukaimu. Mungkin sekarang sudah dalam tahap mennyayangimu, karena kamu sudah membawakan cukup banyak senyuman di hidupku belakangan ini,” ujar Junhyung.

Peri NaEun terdiam sejenak. “Lalu apa tuan mencintai manusia yang ada di gambar tadi?” peri NaEun teringat akan foto yang selalu dipandangi Junhyung. Karena setiap memandangi foto tersebut Junhyung pasti berkata ‘aku cinta kamu’ pada foto itu. Di foto itu tampak Junhyung sedang mencium pipi seorang perempuan cantik yang tengah tersenyum bahagia.

Junhyung kembali terdiam. Ia kembali berperang dengan pikiran-pikirannya yang tadi sempat pecah karena kepolosan peri NaEun.

“Sudah malam, sudah waktunya untuk tidur. Selamat malam NaEun,” Junhyung meninggalkan peri NaEun di jendela dan berpindah ke kasurnya.

Peri NaEun memandangi wajah Junhyung dengan seksama. “Cinta.. seperti apa perasaan itu?? tapi tuan sepertinya menderita sekali karena hal yang namanya cinta itu. kenapa setiap tuan menuliskan kata ‘aku cinta kamu’ dia selalu menangis? Apa cinta yang ia rasakan itu adalah perasaan sedih bukan perasaan bahagia?”

Peri NaEun pun beringsut pindah ke kasur junhyung. Ia duduk di bantal yang memang disediakan Junhyung untuknya. Ia memandangi lekat-lekat wajah Junhyung. Lalu tanpa ia sadari jantungnya berdebar dengan sangat cepat dan itu membuatnya jadi sesak napas.

“Ehh, apa ini? Ada apa dengan tubuhku? Kenapa jantungku…”

Cinta itu bisa membuat jantungmu berdetak cepat, cinta bisa membuat kamu sulit bernapas.

Peri NaEun tertegun memandangi wajah Junhyung. Kalimat Junhyung kembali terngiang di telinganya. Peri NaEun lalu beranjak berdiri di depan wajah Junhyung. Ia terus menatap setiap inchi wajah Junhyung dengan seksama sambil terus memegangi dada kirinya.

“Tuan, kurasa aku sudah jatuh cinta padamu,” peri NaEun lalu mengecup kelopak mata Junhyung.

❤❤❤

“NaEun aku pergi dulu,” pamit Junhyung.

Peri NaEun langsung berlari-lari mengejar majikannya. “Mau ke rumah sakit lagi kah? Boleh aku ikut? Aku bosan di rumah,” pinta peri NaEun.

“Bukannya kamu gak boleh jauh-jauh dari bungamu. Katanya itu bisa membahayakan jiwamu?” tanya Junhyung.

“Tak apa. Kan bunga-bungaku tumbuh aman di halaman. Lagipula siapa yang mau merusaknya. Tuan kan punya pagar yang tinggi, selain itu Tuan juga tidak punya hewan yang suka mengacak-acak bunga. Jadi aku boleh ikut ya,” pinta NaEun sambil bergelayutan di kaki Junhyung.

Junhyung akhirnya mengangkat peri NaEun dan meletakkannya di bahunya. “Tapi rumah sakit lebih membosankan daripada rumah. Awas kalau kamu mengeluh disana.”

Mereka pun akhirnya berangkat menuju rumah sakit Seoul. Sesampainya di rumah sakit Junhyung langsung membawa peri NaEun menyusuri koridor-koridor rumah sakit. Tapi bau obat yang mencolok membuat peri NaEun tidak tahan. Sebagai seorang peri yang setiap harinya hanya mencium wangi bunga, tentu bau pahit dari obat-obatan membuat penciumannya menjadi sakit.

“Tuan, aku tunggu diluar saja. Disini baunya tidak enak. Siapa tahu diluar aku ketemu dengan sesama peri,” ujar peri NaEun sambil memencet hidungnya.

“Baiklah, aku akan ada di kamar ini kalau kamu bosan bermain diluar,” sahut Junhyung sambil menunjuk kamar yang bertuliskan ‘white rose room’.

Peri NaEun keluar dari gedung rumah sakit dan menjelajahi taman yang ada di rumah sakit tersebut. Dan benar saja sesuai dugaannya, ia bertemu dengan teman sesama peri disana.

“Hai,” sapa peri NaEun.

“Hai, kamu peri baru disini?” tanya peri tersebut.

“Tidak. Aku hanya sedang berkunjung kesini. Namaku NaEun. Siapa namamu?”

“NamJoo. Aku penjaga bunga lili yang ada di taman rumah sakit ini.”

Kedua peri itu bercengkerama dengan akrabnya seolah mereka sudah kenal puluhan tahun lamanya.

“Ngomong-ngomong sedang apa kamu disini? Bagaimana bisa kamu meninggalkan tamanmu dan bermain kesini?” tanya peri NamJoo.

“Aku ikut dengan Tuanku kesini. Dia sepertinya sedang mengunjungi temannya disini.”

“Tuan?? Kamu punya majikan?!” peri NamJoo tampak kaget.

Peri NaEun mengangguk. Ia menjelaskan bagaimana ia bisa bertemu dengan Junhyung, lalu juga bagaimana ia akhirnya bisa tinggal di rumah Junhyung.

“Dan manusia itu bisa melihat dan mendengar kamu?!” ekspresi peri NamJoo benar-benar terlihat kaget –kalau tak mau dibilang takut.

“Ne, Aku sudah mengabdikan diriku padanya, jadi dia bisa melihatku. Memangnya ada apa?” tanya peri NaEun bingung.

“Kenapa kamu lakukan itu? Apa kamu menyukainya? Ahh bukan maksudku apa kamu mencintainya?” selidik peri NamJoo.

Peri NaEun tampak menutup mukanya malu. Ia lalu menyenggol peri NamJoo dengan bahasa tubuh bagaimana-kau-bisa-menebaknya.

“Ini tidak boleh terjadi,” lirih peri NamJoo.

Peri NaEun langsung bingung mendengar kalimat peri NamJoo. “Apanya yang tidak boleh terjadi?”

“Dengarkan aku NaEun. Peri itu memang boleh menjadikan manusia sebagai majikannya. Tapi apa kamu tahu resiko memiliki majikan itu begitu besar. Kamu bisa gugur jika manusiamu…”

“Aku tahu, NamJoo. Jangan mengajariku. Tapi tuanku ini benar-benar pecinta bunga. Ia begitu sayang terhadap bunga-bungaku. Buktinya ia memindahkan bunga-bungaku ke halamannya  dan merawatnya dengan baik. Jadi sangat tidak mungkin aku layu.”

“Bukan itu maksudku, kalau kamu mencintai manusiamu, maka tak ada jalan lain selain….”

“Aku pulang dulu karena aku bawa teman kesini. Aku tak mau dia bosan karena menungguku. Cepatlah sembuh.”

“Ah maaf namjoo. Tuanku sudah mau pulang, aku harus kembali sebelum ia mencariku,” potong peri NaEun.

“Kamu… kamu bisa membaca pikirannya juga??” seru peri NamJoo panik.

Peri NaEun mengangguk semangat. Ia kemudian mengecup pipi peri NamJoo dan pergi meninggalkannya. Sementara peri NamJoo tampak benar-benar panik karena cerita peri NaEun.

“Kamu bahkan sampai bisa mengetahui pikirang tuanmu. Tak ada jalan lain bagimu selain membuat tuanmu mencintaimu. Karena kalau tuanmu tidak mencintaimu, maka kamu akan…..” lirih peri namjoo.

❤❤❤

Kembali malam ini peri NaEun mendapati Junhyung tengah menangis memandangi foto yang ada di meja kerjanya. Peri NaEun mendengar Junhyung menggumamkan sesuatu seperti kembalilah, sadarlah, aku mencintaimu dan hal-hal semacam itu.

Peri NaEun tampak tidak tega melihat kondisi majikannya itu. Karena setiap Junhyung pulang dari rumah sakit ia pasti menangis semalaman. Awalnya peri NaEun membiarkan saja, tapi kali ini ia benar-benar penasaran akan hal apa yang membuat Junhyung begitu sedih. Karena setiap Junhyung menangis, peri NaEun merasakan nyeri di ulu hatinya.

“Tuan menangis lagi? Ada apa tuan? Ceritakan saja pada NaEun. Siapa tahu aku bisa membantu,” sapa peri NaEun.

Junhyung segera menghapus airmatanya. Ia langsung memaksakan senyumnya melihat peri NaEun. “Kamu tidak tidur?” tanyanya mengalihkan pembicaraan.

“Peri itu tidak tidur Tuan,” sahut peri NaEun malas. “Ahh iya, aku masih bingung, kenapa ketika hari Tuan memindahkan tamanku, aku tiba-tiba bisa ada di rumah Tuan?”

“Ahh itu.” Junhyung mencoba mengingat-ingat kembali. “Aku menemukanmu diantara tumpukan bunga mawar putih yang kupetik, kupikir kamu itu boneka Barbie yang tersasar. Karena kulihat kamu lucu, apalagi dengan sayap-sayap itu, jadi aku bawa kamu pulang. Dan kaget lah aku ketika aku lihat kalau kamu itu hidup, terbang, berjalan dan bahkan bicara padaku. Kamu sendiri kenapa bisa tiba-tiba ada disana? Padahal waktu kupetik bunga-bunga itu, aku sama sekali tidak melihatmu.”

“Bunga mawar putih itu memang kediamanku. Ketika tuan menggunting bunga-bunga itu aku jadi sampai tidak sadarkan diri karena rasa sakitnya. Kurasa Tuan bisa melihatku karena aku sudah memutuskan untuk mengabdikan diri pada Tuan,” jawab peri NaEun.

“Ohh, karena itu aku jadi bisa bicara dan melihatmu,” gumam Junhyung.

“Iya Tuan, karenanya Tuan harus menjagaku, karena aku sudah menyerahkan keabadianku hanya agar bisa bersamamu.”

“Baiklah, tuanmu ini siap laksanakan perintah. Hmm NaEun, bisa ceritakan aku seperti apa dunia peri itu? Tentang bagaimana kalian bisa ada di muka bumi, apa seperti manusia yang menikah dan punya anak?” tanya Junhyung.

“Semua peri itu perempuan, Tuan. Peri baru itu lahirnya dari bibit bunga. Jika ada bibit bunga yang tumbuh diluar koloni bunga yang sudah ada penjaganya maka akan lahir pula seorang peri. Begitu.”

Junhyung tampak ber-oh ria. Ia lalu menyingkirkan foto yang sedari tadi ada digenggamannya dan memasukkannya ke dalam laci.

“Lalu bagaimana kamu bisa lahir di bumi ini? Kapan persisnya kamu mulai hidup?” tanya Junhyung lagi.

“Aku? Aku lahir sekitar lima bulan yang lalu. Kata para Eonni, ada yang membuang bibit bunga mawar putih di taman kota, dan aku terlahir dari bibit itu. biasanya peri yang lahir di taman kota itu karena bunga-bunga yang memang ditanam secara sengaja oleh manusia, tapi aku adalah bibit yang dibuang oleh manusia. Aku bersyukur karena manusia itu membuang bibit disana, jadi aku bisa lahir ke dunia ini,” cerita peri NaEun panjang lebar.

Junhyung tampak berpikir sejenak. Ia lalu melihat kalendernya dan mengecek ke lima bulan sebelumnya. Kemudian ia tersenyum setelah melihat  sebuah tanggal yang dilingkari berbentuk hati.

“Sepertinya akulah yang sudah menghidupkanmu NaEun,” ujar Junhyung.

Peri NaEun terbelalak mendengar ucapan Junhyung. “Maksud Tuan?”

“Lima bulan yang lalu ketika aku sedang dalam keadaan paling terpuruk dalam hidupku, aku melampiaskan kekesalanku dengan membuang bibit bunga yang diberikan seseorang padaku. Dan ketika aku melewati taman kota dua minggu yang lalu, betapa terkejutnya aku. Karena disana sudah tumbuh bunga-bunga mawar putih yang begitu cantik. Dan aku langsung teringat pada bibit bungaku, karenanya aku mengambilnya dan memindahkannya ke halaman rumahku,” cerita Junhyung.

“Wahhh benarkah itu?!” seru peri NaEun takjub. “Berarti kita memang ditakdirkan untuk bersama dong.”

“Ne, berarti aku ini semacam ayahmu ya. Karena akulah yang sudah melahirkanmu,” ujar Junhyung.

“Apa seorang Ayah bisa mencintaiku?” tanya peri NaEun.

“Tentu saja, bagaimana bisa seorang ayah tidak mencintai putrinya?” gurau Junhyung. “Aku tidur dulu ya. Selamat malam putriku, NaEun.”

Peri NaEun masih terduduk di meja belajar Junhyung sambil memegangi dada kirinya. Ia tak ingin menjadi putrinya Junhyung. Ia ingin Junhyung mencintainya seperti Junhyung mencintai foto yang selalu dipandanginya tiap malam itu.

❤❤❤

Hari ini peri NaEun kembali mengikuti Junhyung ke rumah sakit. Kali ini peri NaEun sudah membawa serta sehelai kelopak bunga mawar putih bersamanya. Begitu juga dengan Junhyung. Ia membawa sebuket bunga mawa putih.

Mereka tiba di kamar pasien yang bertuliskan ‘white rose room’. Di dalam sana ada seorang manusia cantik yang sedang terbaring lemah. Manusia itu tampak menutup matanya dan wajahnya terlihat tirus dan pucat. Beragam benda aneh terpajang di dekat tempat tidur manusia itu.

Junhyung langsung duduk di samping manusia berambut panjang tersebut setelah ia meletakkan bunga mawar putihnya di buffet yang ada di seberang tempat tidur pasien.

“Eunji, aku datang lagi. Bagaimana keadaanmu? Apa semakin membaik?” sapa Junhyung pada pasien bernama Eunji tersebut.

Peri NaEun memperhatikan mereka sambil duduk diantara bunga mawar yang dibawa Junhyung. Ia baru menyadari kalau manusia yang sedang tertidur ini sangatlah mirip dengan yang ada di foto milik Junhyung, hanya saja manusia ini lebih tirus dan lebih pucat.

Junhyung lalu menggenggam erat tangan Eunji. Melihat hal ini Peri NaEun merasakan ada yang aneh dengan hatinya. Rasa nyeri itu kembali datang.

“Kumohon bangunlah, Eunji. Jangan siksa aku seperti ini,” pinta Junhyung.

Setiap kalimat yang keluar dari mulut Junhyung membuat rasa nyeri itu semakin jadi. Karena peri Naeun tak kuat ia akhrinya memutuskan untuk keluar kamar. Begitu sampai diluar kamar, peri NaEun menumpang pada kaki seorang suster.

Pengantin prianya datang lagi,” ujar suster pemilik kaki yang ditumpangi peri NaEun.

Peri NaEun mendongakkan kepalanya menatap sang suster. Tampak suster tersebut sedang bercengkerama dengan teman sesama susternya.

pengantin pria itu setia sekali pada pasien Jung Eunji. Padahal nona Eunji sudah terbaring disana selama lima bulan lamanya. Tapi si calon pengantin pria itu tak pernah absen mengunjunginya.”

“Padahal keluarganya sendiri sudah menyerah akan nona Eunji. Tapi tuan Junhyung tetap percaya kalau nona Eunji akan sadar kembali.”

“Tentu saja karena tuan Junhyung pasti ingin melanjutkan pernikahan mereka yang tertunda.”

“Kasihan sekali mereka. Nona Eunji collapse ketika mereka akan mengucapkan janji setia sehidup semati. Siapa yang tidak depresi melihat pengantin wanitanya koma di hari pernikahan mereka.”

“Iya. Padahal para dokter bilang kalau harapan hidup nona Eunji itu hanya tinggal 10% saja. Tapi tetap saja Tuan Junhyung terus menyemangati nona Eunji untuk sadar kembali. Ia benar-bernar berharap keajaiban akan datang pada nona Eunji”

“Iya, Tuan Junhyung itu terlalu mencintai nona Eunji. Sepertinya ia mencintainya sampai mati, makanya ia tetap bertahan menunggu sampai nona Eunji sadar kembali.”

Peri NaEun termenung mendengar percakapan para suster itu. ia kembali merasakan nyeri di hatinya. Akhirnya peri NaEun memutuskan untuk kembali ke rumah.

❤❤❤

“Chorong Eonni. Aku tahu dimana NaEun sekarang berada.” Seru peri BoMi ketika ia tiba di taman bunga matahari.

“Apa? Ada dimana dia sekarang? Apa dia baik-baik saja? Kamu lihat dimana?” tanya peri ChoRong.

“Sabar eonni. Aku dapat kabar dari peri NamJoo yang tinggal di rumah sakit Seoul. Dia bilang dia ketemu dengan NaEun disana.”

“Apa yang NaEun lakukan di rumah sakit? Apa sekarang rumah sakit bisa mengobati peri yang sakit?” tanya peri ChoRong semakin bingung.

“Aniyo Eonni. NaEun.. dia… dia kesana sama majikannya..”

“APA??! Majikan?!! Naeun punya majikan? Omo, bagaimana ini?” panik peri ChoRong.

“Aku dengar dari NamJoo, kalau NaEun sudah memiliki majikan, dan ia menyukai majikannya. Dan katanya…. Ia sampai bisa membaca pikiran majikannya. Ini pertanda gawat kan eonni,” ujar peri BoMi.

“Tentu saja gawat. Kalau manusia itu tidak membalas mencintai NaEun dengan sepenuh hati, maka NaEun bisa mati!!”

❤❤❤

Peri NaEun terhuyung-huyung tiba di rumah Junhyung. Ia meninggalkan Junhyung yang masih ada di rumah sakit. Tentu saja ia tahu Junhyung masih di rumah sakit, karena ia bisa melihat kalau sekarang Junhyung masih duduk di samping tempat tidur pasien dan memanggil nama Eunji.

NaEun naik ke meja belajar Junhyung. Disana ia melihat foto Junhyung yang sedang mencium pipi Eunji. Peri NaEun merasa iri dengan foto tersebut. Kembali dirasakan perih di hatinya.

“Ahh, kenapa dengan tubuhku ini? kenapa semakin hari semakin lemah saja?” lirih peri NaEun.

“Kumohon bangunlah Eunji. Aku ingin mendengar kamu memanggil namaku seperti dulu lagi.”

“Ahh tuan, aku akan dengan senang hati memanggil nama tuan setiap hari. Tuan Junhyung… tuan Junhyung,” ujar peri NaEun sambil memegangi dada kirinya.

“Kamu ingat bibit bunga yang kamu berikan padaku. Aku dulu sempat membuang bibit itu ketika kamu sudah tidak mau lagi mendengar panggilanku. Dan kamu tahu, sekarang bunga-bunga itu sudah tumbuh menjadi bunga yang cantik.”

“Ahh, ternyata bungaku adalah pemberian si Eunji itu,” lirih NaEun.

“Dan kamu ingat kalau kamu pernah cerita mengenai dunia peri khayalanmu itu. ternyata mereka benar-benar ada. Bangunlah dan akan aku kenalkan kamu pada salah satu peri kenalanku.”

“Jadi aku hanya kenalanmu tuan? Aku hanya sebatas kenalanmu? Ahhh kenapa ini semakin sakit?” peri NaEun menekan-nekan dada kirinya berharap rasa sakitnya berkurang.

Ia akhirnya mengedarkan pandangannya ke taman yang ada di luar kamar Junhyung. Dan peri NaEun melihat ada coretan tangan di kaca jendela. Peri NaEun lalu mencoba untuk membacanya.

Eunji ku, kamu bagaikan bunga mawar putih tercantik yang pernah aku temui. Memilikimu sungguh adalah kebanggaanku. Bahkan semua orang akan memandangku dengan iri karena seorang Junhyung bisa bersanding dengan seorang Eunji.

Eunji, mungkin terlalu banyak yang tidak suka pada kita, sehingga mereka mencoba memisahkan kita. Bahkan sepertinya Tuhan pun tak merestui kita. Tapi walaupun sekarang kita terpisah seperti ini. aku yakin kita akan bisa bersama lagi.

Eunji, bangunlah. Sadarlah. Bukalah matamu. Dan lihat aku disini. Tatap aku disini. Aku kesepian tanpamu. Aku kehilangan arah tanpamu. Jangan pergi ke tempat yang tak bisa ku susul. Kumohon kembalilah padaku.

Eunji, panggillah namaku. Aku merindukan suaramu yang selalu dengan manjanya memanggilku dengan sebutan Hyung dan aku akan memanggilmu dengan sebutan Eun. Atau kau memanggilku dengan sebutan scary joker lalu aku akan memanggilmu dengan sebutan white rose.

Eunji, aku terlalu mencintaimu. Aku tak bisa hidup tanpamu. Aku merasa seperti manusia yang tak punya nyawa disini, karena kamu sudah membawa dan mengurung separuh nyawaku bersamamu.

Kumohon bangunlah, Jung Eunji. Bangunlah Eun-ku. Bangunlah White Rose ku. Aku tak bisa hidup tanpamu. Aku akan selamanya mencintaimu. Akan selalu mencintamu. Karena tidak ada yang lain selain dirimu.

Yong Junhyung  ❤ Jung Eunji

Scary joker ❤ White rose

Hyung ❤ Eun

Selamanya akan selalu mencintaimu.

Peri NaEun merasakan sesak yang amat sangat ketika membaca tulisan tersebut. Lebih sesak lagi ketika ia melihat ada bentuk hati yang sangat cantik diantara tulisan ‘Yong Junhyung – Jung Eunji’, ‘Hyung-Eun’, dan ‘scary joker-white rose’. Sebuah hati yang bukan digambar dengan spidol seperti tulisan-tulisan tersebut. Tapi sebuah hati dari kumpulan bunga mawar putih yang ada di halaman rumah Junhyung. Dari sisi peglihatan peri NaEun, bunga tersebut yang membuat tulisan – tulisan tersebut terbaca seperti ‘yong junhyung❤jung eunji’, ‘Hyung❤Eun’, dan ‘scary joker❤white rose’.

“Aku hanya mencintaimu Eun,”

“Tuan kumohon jangan katakan itu. Kau membuatku semakin sakit….”

“Hanya dirimu dan tidak ada yang lain lagi bagiku. Selalu hanya dirimu.”

Peri NaEun merasakan sayapnya rontok satu persatu. Ia memandangi dua helai sayapnya yang sudah tergeletak di dekat kakinya. Peri NaEun lalu bersimpuh menatapi dua sayap yang tersisa, berharap mereka tidak mengikuti jejak temannya yang sudah ada di genggaman peri NaEun.

“Ada apa ini? kenapa sayapku rontok? Apa aku akan berganti sayap?” lirih peri NaEun.

“Aku akan selamanya menunggumu. Karena aku terlalu mencintaimu.”

“Ahhh, kenapa badanku ini semakin lemas saja. Apa aku akan layu???”

Peri NaEun kembali memandangi tulisan Junhyung. Dan menorehkan sesuatu disana.

“Aeandainya Eun itu adalah Naeun, betapa bahagianya. Aku begitu mencintaimu Tuan, sampai aku lalai akan tugasku sebagai peri. Sepertinya aku sudah dihukum. Sepertinya aku benar-benar akan layu.”

Peri NaEun mendekati tulisan yang ada di jendela kamar. Pandangannya mulai samar-samar. Ia melihat ada dua orang peri di luar sana yang sedang terbang kearahnya.

“Eonni~,” lirih peri NaEun. Ia memegangi kaca jendela seolah ia bisa meraba dua peri yang tengah menatapnya cemas.

“Eonni, maafkan aku. Aku tak menuruti kata-katamu. Aku hanya terlalu ingin mempunyai manusia yang bisa merawatku. Tapi dia… dia tidak mencintaiku.” Lirih NaEun.

“NaEun, tabahkan hatimu, lepaskan perasaanmu terhadap manusia itu. Jangan biarkan dirimu kalah seperti ini.” Dua peri yang ada di luar jendela kamar Junhyung terus berteriak pada peri NaEun, tapi tak dapat di dengar oleh peri NaEun, karena jendela kamar Junhyung kedap suara.

“Eonni tolong bilang pada Tuan Junhyung kalau aku mencintainya. Aku bahagia karena sudah bisa memberikan senyuman untuknya. Aku ingin merasakan keajaiban sekali saja. Ingin sekali saja merasakan bagaimana rasanya dicintai olehnya…” dan peri NaEun kemudian menutup matanya.

Perlahan-lahan tubuhnya mulai memudar dan akhirnya peri NaEun kembali berubah menjadi butiran-butiran bibit bunga yang sudah kering.

Dua peri yang ada di luar jendela hanya bisa menangis pilu menyaksikan detik-detik penderitaan peri NaEun yang terakhir.

❤❤❤

“NaEun!! Naeun dimana kamu!! Aku punya kabar gembira untukmu!! Eunji-ku sudah sadar!!” seru Junhyung begitu ia tiba dirumah.

Dengan semangatnya ia mencari-cari sosok peri NaEun ke pelosok rumah tapi ia tak menemukannya dimanapun. ketika Junhyung tiba di kamarnya, ia langsung melihat tulisan yang ada di jendela kamar.

“Ahh tulisan bodoh ini. syukurlah doaku ini di dengar Tuhan. Sebaiknya aku hapus saja sebelum nanti Eunji melihatnya,” gumam Junhyung.

Saat ia akan menghapus tulisan tersebut, ia melihat ada yang aneh di tulisannya. Pada kata ‘Hyung’ dan ‘Eun’ tersisip dua huruf yang sangat kecil, tapi masih bisa di baca oleh Junhyung.

“Hyung dan NaEun? Apa NaEun menambahkan kata Na di depan nama Eunji? Ternyata dia bisa menulis juga rupanya. Benar-benar peri yang unik.” Junhyung pun tak jadi menghapus tulisan tersebut.

Terlintas di benaknya untuk menunjukkan tulisan tersebut pada Eunji. Ia lalu melihat ada semacam kumpulan butiran-butiran yang tampak seperti pasir di dekat jendela. Junhyung pun mengambil butiran-butiran tersebut.

“Ini bukannnya bibit bunga ya? Seperti bibit bunga mawar putih?” gumam Junhyung.

“Tuan karena kamu sudah memindahkan bungaku ke halamanmu. Maka kamu harus menjaganya dengan baik. Karena kalau sampai mereka layu dan mati maka aku juga akan ikut layu dan mati.”

“Memangnya peri bisa mati? Kalau kalian mati itu seperti apa?”

“Kami akan kembali menjadi bibit bunga yang kering sehingga tak bisa di tanam lagi.”

Junhyung termenung memandangi bibit bunga tersebut. Ia lalu berpaling ke halamannya. Disana bunga-bunga mawar putihnya tumbuh dengan baik. Tiba-tiba ia merasakan kehilangan yang amat sangat.

“NaEun dimana kamu? Jangan membuatku takut begini,” panggil Junhyung.

Junhyung kembali menatap tulisan yang dibuat peri NaEun. Dan dibawah kalimat ‘selamanya hanya mencintaimu’ ternyata juga ada sebuah tulisan yang sangat kecil yang sepertinya dibuat oleh peri NaEun.

Aku juga mencintaimu Tuan. Tak bisakah Tuan juga mencintaiku seperti Tuan mencintau Eun? Aku bisa layu kalau ternyata Tuan tidak mencintaiku. Tapi walaupun aku harus layu dan mati, aku akan tetap bahagia. Karena aku sudah pernah mencintai Tuan dan mendapatkan kasih sayang yang begitu besar dari Tuan. Tuan, aku akan memberi Tuan satu keajaiban kecil. Semoga Tuan suka. NaEun cinta Tuan Junhyung.

Junhyung terpaku. Wajahnya begitu pucat bagaikan baru saja mendapatkan berita buruk. Peri kecil yang sudah menemani hari-harinya ternyata sudah meninggalkannya untuk selama-lamanya. Ia merasa telah menjadi manusia paling bodoh sedunia. Karena kecintaannya pada Eunji membuatnya tidak bisa mencintai hal lain bahkan untuk membagi cintanya pada peri NaEun sekalipun. Padahal peri NaEun sudah memberinya keajaiban, yaitu orang yang paling dicintainya sudah tersadar dari tidur panjangnya.

“Mianhaeyo NaEun. Aku benar-benar majikan yang tak bertanggung jawab,” sesal Junhyung.

❤❤❤

“Peri itu, apa mereka memiliki keajaiban?”

“Tentu saja kami punya kekuatan ajaib! contohnya saja ketika ada manusia yang mencoba merusak taman kami, maka para peri bisa memiliki suatu kekuatan tertentu untuk mencegah hal itu terjadi.”

“Apa kamu bisa memberikanku sebuah keajaiban? aku sedang butuh keajaiban sekarang.”

“Keajaiban seperti apa?”

“Bisakah kamu membangunkan seseorang dari tidur panjangnya. Aku sudah memanggil namanya tapi ia tak mau bangun juga.”

“Ahh itu.. Hmm kurasa tidak bisa. Tapi akan kucoba. Kalau orang itu bisa bangun dari tidurnya apa Tuan akan mencintaiku??”

“Kalau aku boleh tau, kenapa kamu memilihku menjadi Tuanmu?”

“Entahlah. aku hanya merasa Tuan adalah orang yang penuh dengan cinta. Jadi aku berpikir kalau aku memilihmu pasti aku akan bahagia, karena aku percaya kalau Tuan pasti akan mencintaiku sepenuh hati.”



[END]

Advertisements
FF | APINK FAIRY STORY Chapter 2 | 2S | G | by beedragon

29 thoughts on “FF | APINK FAIRY STORY Chapter 2 | 2S | G | by beedragon

  1. 아이구 언니~ endingnya sad banget hiks…
    Nyentuh banget endingnya…
    *ngabisin tissu*
    근대, 언니가 스토리 항상 짜이다! *ngasih jempol(?)*
    아무튼, 화이팅 buat 아름다운 인생nyaa~
    Ditunggu ya 언니^^

  2. NadChaCha says:

    TT_TT…
    Huaaaaa sad ending bgt :'(, aku nangis bacanya…
    Kenapa harus sad ending eonn? Knp ga happy ending?
    u,u Tp bagus kok…
    Aku suka 🙂
    Walaupun bikin nangis…

  3. myung77 says:

    huaa aq gk sk sad ending eon….mnding eunji aj yg mati trs naeun brubh jd mnusia hehe # maksa . . tpi tetep bgus crtnya ..

  4. sweetmarshmallowgirl says:

    TT—TT demi apa nih FF bagus banget??? Kyaaaaaa chingu FFnya bener-bener keren yaa ampun!!!
    Naeunnya menyedihkan ckckck aduhh kenapa sad ending sihh huwaaaa bener-bener keren unn serius dahh!!

    bikin lagi yang kayak gini yaaa!! yang fantasy ok ok chingu 😉 please jeball tulisanmu keren bangett

    1. ini harus sad ending biar yang baca pada nangis(?)

      iya,, aku juga lebih suka bikin cerita fantasy sekarang,,
      soalnya bisa berkhayal lebih liar,, efek hobi baca dongeng, jadinya seneng bikin cerita begini..kekeke
      ini aja udah ada 4 judul FF fantasy yang udah aku buat..
      yg lagi onhoing juga fantasy *HIDUP FANTASY*

      gomawo ne ^^

      1. sweetmarshmallowgirl says:

        Lhoo kok gitu??

        Kyaaaa kita sama author!! *toss* aku juga mulai suka sama fantasy
        wkwkwk bener banget dan ceritanya nggak bakal sama kayak kehidupan nyata jadi lebih seru seru gimana gitu hehehe
        Asyiik asyikk baca aaahh 😉
        Fantasy jjang!!!

        Ne chonmaneyo author ^^

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s