FF | APINK FAIRY STORY Chapter 1 | 2S | G | by beedragon


Title : APINK FAIRY STORY

Author: beedragon

Subtitle : Love in Fairy Land

cover by karraglow.wordpress.com

Main Cast:

NaEun Apink as peri Naeun

Other cast:

Apink Member

Junhyung Beast

And other you will find in this FF

Genre : fantasy, romance

Pairing / Rating : Straight / G

Length : Two Shoot

Disclaimer : this is only Fiction. Its just only bee’s imagination. Take out with full credit, No copy paste and DON’T BE SILENT READER.

Summary : manusia dan peri hidup di dunia yang berbeda. manusia hidup berdampingan dengan para peri tanpa pernah menyadari keberadaannya. Cinta yang terjalin antara mereka akan terasa seperti bunga yang mencoba untuk berkembang. Jika tidak mendapatkan pupuk berupa kasih sayang maka bunga itu bisa layu sebelum berkembang.

Fairyland.

Dunia ini bukan hanya tercipta untuk manusia, binatang dan tumbuhan saja. Bumi ini bukan hanya dihuni oleh makhluk yang wujudnya  dapat dilihat mata biasa saja. Tapi bumi ini juga dihuni oleh ribuan bahkan jutaan makhluk gaib yang turut berpengaruh terhadap kehidupan. Dunia ini juga mendapatkan keajaiban-keajaiban dari makhluk-makhluk yang mungkin hanya ada di buku dongeng saja. Tapi jangan salah, karena makhuk dalam dongeng itu sungguh benar adanya.

Salah satunya adalah peri bunga. Makhluk kecil yang tak lebih besar dari telapak tangan manusia dewasa ini merupakan penjaga tumbuhan terutama bunga. Mereka tinggal di sekumpulan bunga dan membentuk semacam koloni di sana.  Semua peri bunga adalah perempuan. Mereka bisa lahir ke bumi jika ada bibit bunga baru yang tumbuh diluar kumpulan bunga yang sudah ada peri penunggunya.

Kepribadian peri bunga pun berbeda-beda, tergantung dari jenis bunga yang dihuninya. Mereka memiliki sepasang sayap seperti sayap capung, ada juga yang memiliki sayap seperti kupu-kupu, tergantung dari status ‘keperiannya’. Biasanya peri bunga yang memiliki sayap seperti kupu-kupu adalah peri bunga yang sudah lama menjaga kumpulan bunganya.

Adalah Peri NaEun, peri penjaga sekumpulan bunga mawar putih yang ada di Taman Kota Seoul. Memiliki sepasang sayap transparan yang cukup rapuh seperti sayap seekor capung. Berkepribadian polos dan selalu ingin tahu, tapi sangat tulus terhadap apa yang dia lakukan. Dia merupakan peri baru yang lahir beberapa bulan yang lalu dari bibit bunga mawar putih yang dibuang manusia secara sembarangan di taman kota seoul.

“Eonni!!!” seru Peri NaEun memanggil peri bergaun putih gading yang juga memiliki sepasang sayap yang mirip dengannya.

“Yah!! Aku belum tuli! Kenapa kamu teriak-teriak seperti itu, hah?!” sahut peri tersebut.

“Bomi Eonni, apa yang kau kakukan disini?? Masih menunggu manusia datang padamu??” tanya peri NaEun sambil mengepak-ngepakkan sayapnya.

“Hah?! Yah, sayapmu itu masih rapuh, jangan kamu paksakan dia untuk terbang tahu. Dan lagipula aku tidak sedang menunggu siapa-siapa. Aku hanya sedang memperhatikan betapa cantiknya sayap Chorong Eonni,” sahut peri BoMi, peri dengan gaun putih gading.

“Heung. Kau masih saja mengelak. Untuk bisa jadi cantik seperti ChoRong Eonni hanya ada satu cara. Sudah pasti hanya dengan memiliki Tuan maka kita baru bisa punya sayap seindah ChoRong Eonni,” sahut peri NaEun sambil memandangi peri yang sedang duduk diatas kelopak bunga matahari. Peri tersebut memiliki sayap seperti kupu-kupu, yang besar dan bermotif cantik.

“Lagipula mana ada Tuan yang akan menjaga bunga teratai yang hidup di air. Itu artinya selamanya tidak akan ada Tuan yang akan menjagamu Eonni. Hahaha,” ledek peri NaEun.

Peri BoMi langsung memiting peri NaEun dan mengacak-acak rambutnya. “Kamu bilang apa tadi hah?! Aku ini peri independen tau, tidak akan bergantung hanya pada seorang manusia saja. Aku akan tetap bisa hidup dengan cantik dan bahagia walau tanpa seorang Tuan, arra?! Isshh kamu ini menyebalkan sekali.”

Mereka kemudian terdiam dari perdebatan kecil tersebut. Mereka terfokus pada peri ChoRong, peri dengan gaun kuning-oranye yang duduk di atas kelopak bunga matahari. Karena sekarang di hadapan peri ChoRong ada sesosok manusia tampan yang tampak sedang memperhatikan kumpulan bunga matahari yang merupakan tempat kediaman peri ChoRong.

“Shh, Tuannya ChoRong Eonni datang. Wahh betapa dia adalah sosok yang tampan.” Peri NaEun terkesima menatap sesosok manusia tampan dengan membawa sebuah bola.

Manusia itu lalu duduk di hadapan bunga-bunga kediaman peri ChoRong. Ia tersenyum memandangi keindahan bunga matahari dihadapannya.

“Bahkan hari ini pun kamu tetap terlihat cantik,” ujar manusia tersebut. “Ingin rasanya memetik dirimu untuk bisa menemaniku. Tapi kalau aku melakukan itu, maka itu akan menyakitimu. Lagipula aku tak ingin memisahkanmu dari apa yang selalu kamu pandangi.”

Peri BoMi dan peri NaEun terhanyut akan kalimat-kalimat yang dilontarkan sang manusia.

“Tuan DooJoon ini benar-benar orang yang sangat romantis. Beruntung sekali ChoRong Eonni mendapatkan tuan sebaik dia,” bisik peri NaEun.

DooJoon, manusia yang ada di hadapan peri ChoRong kemudian mengeluarkan selembar kertas dan pensil. Ia mulai menggambar sketsa bunga matahari tersebut. Sementara peri ChoRong, tetap duduk tenang diatas kelopak bunga matahari yang paling besar, memandangi sang manusia dari singgasananya.

“Kesetiaanmu terhadap matahari membuatku iri pada matahari. Bagaimana bisa matahari mendapatkan cinta yang begitu banyak dari bunga secantik dirimu. Tetaplah menjadi bunga yang setia.” Kata DooJoon ketika ia selesai melukis.

“Aku juga akan menjadi seperti bunga matahariku, yang setia kepadamu, karena kamu seperti matahari bagiku, yang selalu memberikan sinar kasih sayang setiap harinya. Dan aku akan selalu menunggumu seperti bunga matahari menunggu kelamnya malam hanya agar bisa melihat matahari lagi,” sahut peri ChoRong pada DooJoon. Tentu saja jawaban peri ChoRong tak akan bisa di dengar oleh DooJoon karena manusia tidak bisa mendengar apalagi melihat sosok peri.

Setelah merapikan peralatannya Doojoon pun pergi dari taman itu. Sepeninggal manusia bernama Doojoon itu, kedua peri –peri BoMi dan peri NaEun– yang sedari tadi mengawasi percakapan yang aneh tersebut langsung menghampiri peri ChoRong.

“Kyaaa, eonni. Aku juga ingin punya Tuan seperti Tuan Doojoon. Dia begitu penyayang, perhatian, penuh kasih sayang. Aku juga mau.” Ujar Peri NaEun.

“Tuan Doojoon itu semakin jarang saja datang ke taman. Apa dia sibuk? Tapi ia masih menyempatkan dirinya untuk menjenguk Eonni. Sungguh membuat iri,” sahut peri BoMi.

“Ahh, kalian ini. jadi sedari tadi kalian mengawasiku? Apa kalian tidak ada kerjaan lain?” sahut peri ChoRong. “Dan harap diingat, Doojoon itu bukan Tuanku. Aku masih bebas dan belum menentukan apakah ia akan menjadi Tuanku atau tidak. Lagipula memiliki majikan itu resikonya terlalu besar. Aku belum mau layu diumur yang semuda ini.”

Peri BoMi dan peri NaEun saling bertatapan. Mereka paham dengan kaliamt peri ChoRong barusan, karena memiliki manusia sebagai majikan itu sama saja dengan menyerahkan keabadian mereka. Itu artinya mereka akan jadi gampang ‘layu’ jika majikan mereka tidak merawat mereka dengan baik.

“Memiliki seorang Tuan itu bukanlah tujuan akhir dari para peri. Memiliki Tuan hanyalah pelarian para Peri ketika ia sudah merasa tidak sanggup untuk menjaga bunga-bunga mereka sendirian. Jadi selama kita masih bisa mengurus diri kita dan juga bunga kita, untuk apa menyerahkan keabadian kita kepada manusia. Belum tentu manusia itu bisa menjaga bunga kita dengan benar. Memiliki Tuan itu resikonya terlalu besar, dan aku tak mau ambil resiko itu,” ujar peri ChoRong.

“Lalu hubungan seperti apa yang kami lihat barusan? ChoRong eonni dengan tuan Doojoon?” tanya NaEun.

“Hanya hubungan antara peri dengan seorang manusia pecinta bunga. Kira-kira begitu,” sahut peri ChoRong.

Peri-peri itu lalu tertawa bersama. Tapi tidak dengan peri NaEun, dia masih berkutat dengan pemikirannya sendiri.

“Tapi aku juga ingin punya majikan,” gumam Peri NaEun.

❤❤❤

“Ahhh aku juga mau punya sayap cantik seperti ChoRong Eonni. Aku juga mau punya Tuan yang tampan seperti tuan Doojoon. ChoRong Eonni beruntung sekali bisa punya Tuan yang begitu penyayang seperti Doojoon itu. Heuung,” gumam peri NaEun.

Peri NaEun tampak sedang duduk-duduk di atas bunga mawar putihnya. Ia sibuk menghitung sari bunga yang ada disana. Lalu dirasanya sekelilingnya berubah  menjadi gelap.

“Omo. Mau hujan kah?? Kok mendung, padahal ini sedang musim panas,” bingung peri NaEun.

Peri NaEun kemudian mendongakkan kepalanya ke langit. Dan dilihatnya bukanlah awan hitam yang menyebabkan lingkungannya menjadi gelap, melainkan seorang manusia yang tengah berdiri menjulang memperhatikan kumpulan bunga mawar putih milik peri Naeun.

“Ahh manusia!!” pekik peri NaEun tertahan. Ia langsung mengepakkan sayapnya dan terbang hingga dirinya menjajari kepala manusia itu. Peri NaEun menyilangkan kedua lengannya di dadanya, terlihat seperti menimang-nimang sesuatu.

“Hai manusia, siapa namamu? Apa kamu mau menjadi tuanku? Aku ingin punya Tuan seperti Chorong Eonni,” ujar peri NaEun pada manusia tersebut. Yang sayangnya ucapan peri NaEun takkan didengar oleh manusia itu.

“Hmm. Aku menyukaimu. Walaupun badanmu kamu gambar-gambar seperti itu. Walaupun wajahmu cukup menakutkan dan tidak tampan seperti Tuan Doojon, tapi aku menyukaimu. Jadilah Tuanku,aku akan mengabdikan diriku untukmu,” ujar peri NaEun lagi.

Manusia itu kemudian berjongkok menatap kumpulan bunga mawar putih. Ini membuat peri NaEun terbang turun dan kembali duduk diatas bunga mawar yang terbesar. Mata peri NaEun berbinar-binar menatap manusia di hadapannya ini.

“Baiklah, aku sudah memutuskan untuk menjadikanmu majikanku. Mulai sekarang jiwaku akan terikat denganmu. Mohon bimbingannya,” ujar peri NaEun sambil membungkukkan badannya 90 derajat.

Manusia itu kemudian mengeluarkan gunting dari tasnya. Kemudian ia mulai menggunting bunga mawar milik peri NaEun. Tentu saja hal ini akan menyakiti peri NaEun. Karena setiap bunga yang rusak, layu bahkan gugur, itu akan membuat peri yang menjaganya jadi kehilangan sebagian kekuatannya.

“Yah! Apa yang kau lakukan?! Aku sudah berbaik hati mau menjadikanmu majikanku, tapi kenapa kamu malah merusak bungaku?!” seru peri NaEun.

Manusia itu tetap melanjutkan aktivitasnya menggunting bunga kedua. Ini membuat peri NaEun berteriak kesakitan. Dia mulai merasakan perih di sayapnya. Dan benar saja, sayapnya mulai berlubang. Peri NaEun lalu bersimpuh sambil memegangi sayapnya.

“Jangan sakiti bungaku, kumohon. Aku bisa mati kalau kamu terus menyakiti bungaku. Kenapa kamu jahat padaku,” Lirih peri Naeun.

Tapi manusia itu tak mendengar permintaan peri NaEun. Ia masih terus menggunting hingga bunga yang ketiga.

“Aaaaakhh!!” pekik peri NaEun. Karena sekarang sudah terdapat tiga lubang yang cukup besar di sayap mungilnya. Peri NaEun mulai kehilangan kesadarannya dan akhirnya ia tersungkur di bunga mawar ketiga yang digunting sang manusia.

❤❤❤

“Eonni! ChoRong eonni!” seru peri BoMi.

Ia terbang kesana kemari di sekeliling kumpulan bunga matahari mencari sosok peri ChoRong.

“Ada apa, BoMi. Kenapa masih pagi kamu sudah teriak-teriak seperti ini. Kamu ketularan NaEun rupanya,” sahut peri ChoRong.

“Eonni, gawat. NaEun … NaEun menghilang!!” panik peri BoMi.

“Menghilang bagaimana?”

Peri BoMi tampakmenarik napas sejenak, kemudian, “Tadi waktu aku ke taman mawar putih, taman itu sudah hilang. Bunga-bunga mawar putih sudah gak ada disana. Dan NaEun juga menghilang. Eotteokke??”

“Bunga-bunga menghilang? Dan NaEun juga menghilang?” peri ChoRong tampak mencoba mencerna kabar buruk ini. “Bagaimana bisa menghilang. Gak mungkin NaEun memindahkan tamannya dalam waktu semalam kan?”

“Aku juga gak mengerti. Lebih baik sekarang Eonni ikut aku. Kita lihat seperti apa taman NaEun sekarang. Disana benar-benar hanya ada tanah saja Eonni,” ajak peri BoMi.

Kedua peri itu kemudian bersama-sama terbang menuju taman milik NaEun yang ada di selatan taman kota Seoul. Dan benar saja seperti yang dikatakan peri BoMi. Hanya ada tanah dan tidak ada sebatang pun bunga disana. Mereka berdua kemudian berteriak memanggil nama NaEun, tapi nihil yang dipanggil seperti menghilang ditelan bumi.

“Kemana NaEun?” gusar peri Chorong.

“Eonni,apa mungkin.. Aku bilang.. apa mungkin NaEun kena gusuran seperti yang terjadi di timur taman ini. Eonni kan lihat sendiri gak ada sebatangpun bunga mawar putih yang tersisa. Mungkin taman NaEun di gusur. Hiks NaEun kemana kamu?” isak peri BoMi.

“Kalau NaEun kena gusur, harusnya taman milik YooKyung dan HaYoung juga kena gusur. Tapi ini tidak, kamu lihat dua taman mereka baik-baik saja. Lebih baik sekarang kita tanyakan pada mereka apa yang sebenarnya terjadi,” saran peri ChoRong.

Mereka kemudian terbang ke sebuah taman kecil yang berisi bunga tulip kuning. Disana ada peri bergaun kuning menyapa mereka.

“Wah ada apa ini, ChoRong eonni dan BoMi eonni main ke tamanku?” ujar peri tersebut.

“Hai YooKyung, aku hanya ingin bertanya, apa kamu melihat kemana NaEun pergi?” sahut peri Chorong.

“NaEun? Entahlah, pasti ada di tamannya.”

“Kapan terakhir kamu melihatnya?” Tanya peri BoMi.

Peri YooKyung tampak bingung dengan keadaan ini. “Aku rasa kemarin siang.”

“Kemana kamu pada saat sore dan malam? Masa kamu gak melihat NaEun sama sekali?” Tanya peri BoMi lagi.

“Aku.. aku..” peri YooKyung terbata menjawab pertanyaan peri BoMi.

“Kamu kabur lagi kemarin,” Tuding peri ChoRong. “Kamu berkeliaran lagi kemarin malam meninggalkan tamanmu. YooKyung, berapa kali aku harus bilang padamu kalau peri itu tak boleh meninggalkanannya, karena taman itu adalah nyawa peri. Apa yang akan terjadi padamu kalau tiba-tiba tamanmu ada yang merusaknya?”

“Aku bisa mati…” lirih peri YooKyung. “Maafkan aku Eonni. Aku lalai. Aku gak akan mengulanginya lagi.” Sahut peri YooKyung sambil mengatupkan kedua tangannya memohon ampunan.

“Aku mengampunimu kali ini peri Yookyung. Tapi kalau aku dapat kabar kalau kau meninggalkan tamanmu lagi, maka aku tidak akan peduli lagi.” Tegas peri Chorong.

Lalu peri ChoRong memutuskan untuk meninggalkan peri Yookyung. Peri Chorong dan peri BoMi pergi menuju taman bunga milik peri Hayoung. Mereka tiba di taman bunga poppy merah.

“HaYoung, aku ingin tanya sesuatu padamu,” sahut peri ChoRong tanpa basa-basi. “Apa kamu melihat NaEun kemarin?”

“NaEun? Dia kemaren seharian di tamannya. Ada apa?”

“NaEun  menghilang. Apa kamu tahu kemana dia pergi?” Tanya Bomi.

“Hmm. Seingatku kemarin ada manusia yang datang ke taman NaEun. Mungkin NaEun ikut dengan manusia itu. Karena aku mendengar NaEun berteriak begitu melihat manusia itu. Eonni semua tahu kan kalau NaEun itu agak heboh,” cerita peri Hayoung.

Peri ChoRong dan peri BoMi langsung terduduk lemas mendengar cerita peri hayoung. Karena hal yang paling mereka takutkan terjadi pada para peri sepertinya sudah kejadian oleh peri NaEun.

“Ada apa ini? Memangnya ada apa dengan NaEun?” Tanya peri HaYoung bingung.

“Eonni, sepertinya dugaanku benar. Apa lagi yang bisa bikin NaEun berteriak kalau bukan karena ia sedang kesakitan. Pasti manusia itu sudah memangkas habis bunga milik NaEun. Kalau begitu NaEun ….” Peri BoMi tak berani meneruskan kalimatnya.

“Apa maksud Eonni? Ada yang merusak taman NaEun?” peri HaYoung semakin bingung. Ia kemudian terbang tinggi untuk melihat taman mawar putih milik NaEun yang ada di sebelah tamannya. Dan ia hanya mendapati sebuah tanah kosong tanpa ada setangkai bungapun.

“Eonni! Kenapa dengan taman NaEun? Itu menghilang! Padahal kemarin masih ada. Ada apa ini? NaEun… apa dia mati….?”

❤❤❤

Peri NaEun membuka matanya. Hal pertama yang ia lakukan adalah langsung mengecek keadaan sayapnya. Dilihatnya lubang-lubang disayapnya sudah tertutup. Peri NaEun langsung menghela napas lega. Kemudian ia menatap sekelilingnya. Tidak ada pohon, tidak ada rumput, tidak ada danau, dan yang pasti tidak ada kebun bunganya. Peri NaEun panik dan langsung berusaha terbang untuk mencari tahu tempat apa ini. Tapi karena sayapnya masih lemah, peri NaEun langsung oleng dan terjatuh. Akhirnya ia memutuskan untuk berjalan kaki mengelilingi tempat yang sangat asing ini.

Pohon besar yang biasanya menjadi tempat bermainnya sekarang sudah berubah menjadi sebuah benda kotak yang sangat besar. Taman milik peri HaYoung yang ada di sebelahnya pun sudah berubah menjadi kolam air kecil seperti air di taman air milik peri BoMi. Sedangkan tempat ia berpijak sudah bukan lagi bunga mawar putih kediamannya, melainkan sesuatu yang empuk dan hangat.

“tempat apa ini? Aku ada dimana? Eonni~” lirih peri NaEun.

Ketika ia sedang memperhatikan keadaan sekelilingnya tiba-tiba terdengar suara benda jatuh di belakangnya. Peri NaEun pun menoleh dan mendapati seorang manusia yang sedang berdiri kaku melihatnya.

“Kamu.. kamu kan manusia yang waktu itu…” ujar Peri NaEun.

Manusia itu seperti baru saja melihat hantu, karena ekspresinya begitu kaget dan tegang.

“Kamu… hidup??” ujar manusia tersebut.

“Iya, aku juga bingung kenapa aku masih hidup padahal kemarin kan…” NaEun menghentikan kalimatnya, ia teringat sesuatu. “Ahh iya, kamu kan yang sudah merusak tamanku. Yah! Untung saja aku masih hidup. Apa kamu tahu kalau yang kamu lakukan waktu itu sungguh mengancam nyawaku!” seru Peri NaEun.

Manusia tersebut masih tetap berdiri mematung di tempatnya. Keningnya berkerut dan matanya tak berkedip sama sekali menatap sosok mungil peri NaEun.

“Kamu ini apa??” tanya manusia itu setelah tersadar dari kekagetannya.

Peri NaEun memiringkan kepalanya menatap sang manusia dengan bingung. Dan ia kembali tersadar akan satu hal, manusia itu berbicara padanya dan menatapnya. Sontak peri NaEun langsung panik.

“Ka… Ka… kamu bisa melihatku??! Tapi bagaimana bisa?” panik peri NaEun.

“Tentu saja bisa, aku kan punya mata. Jadi sebenarnya kamu ini apa?” sahut manusia tersebut dengan nada bicara yang mulai tenang.

“Aku?? Aku ini peri. Aku penjaga bunga mawar putih yang kamu gunting. Tapi aku heran kenapa aku bisa berada disini? Dan kenapa aku masih hidup? Padahal kamu sudah pasti menggunting habis bunga-bungaku.”

“Ahh, bunga mawar putih yang kemarin?? Mereka ada di halaman rumahku,” manusia itu lalu menghampiri peri NaEun dan menadahkan tangannya. “Mau lihat?”

Peri NaEun tampak menimang sejenak. Akhirnya ia naik ke telapak tangan manusia tersebut dan duduk manis disana. lalu sang manusia membawa NaEun menuju ujung dari ruangan tersebut.

Sesampainya di tepi tempat yang tampak seperti jurang yang curam bagi peri NaEun, ia melihat taman bunga mawar putihnya dibawah sana. Ketika ia berlari mencoba mendekati tamannya, ada sesuatu yang menghalangi jalannya, sesuatu yang bening.

“Apa ini? Apa ini semacam perisai? Kenapa aku seperti terhalang oleh sesuatu tapi aku tak bisa melihatnya?” tanya peri NaEun.

“Itu kaca, peri. Benda bening yang kamu bilang perisai itu adalah kaca. Well bisa dibilang semacam perisai. Ngomong-ngomong apa kamu punya nama?” tanya manusia.

“Tentu saja. Kami para peri juga punya nama. Kenalkan namaku NaEun, peri penjaga bunga mawar putih dari selatan taman kota Seoul. Salam kenal,” sahut Peri Naeun riang.

Manusia itu tersenyum melihat keceriaan peri NaEun. “Hai peri NaEun penjaga bunga mawar putih dari selatan taman kota Seoul, namaku Yong Junhyung, pemilik taman kecil dibawah sana. Salam kenal juga, peri NaEun.”

❤❤❤

Hari-hari peri NaEun dihabiskan di kamar milik Junhyung, manusia yang sudah dinobatkan NaEun menjadi majikannya. Sampai detik ini peri NaEun sendiri masih bingung kenapa Junhyung bisa melihatnya. Padahal ketika masih di taman kota, ketika pertemuan pertama mereka, Junhyung sama sekali tak bisa melihat apalagi mendengar teriakan peri NaEun. Tapi peri NaEun tak ambil pusing. Karena baginya sekarang ia sudah memiliki majikan seperti keinginannya.

Peri NaEun jarang sekali keluar kamar, bahkan untuk mengunjungi tamannya yang ada di halaman rumah Junhyung pun ia tak pernah. Ia hanya suka menghabiskan waktunya memperhatikan tuannya dan juga bermain-main dengan ikan di akuarium kecil yang ada di meja kerja milik Junhyung.

Suatu malam peri NaEun melihat majikannya tersebut tampak sedang duduk sambil menuliskan sesuatu di meja kerjanya. Peri NaEun pun menghampirinya dan melihat tulisan apa yang dibuat oleh Junhyung.

“C-I Ci.. N.. T-A ta. Cinta? Apa itu dibacanya cinta?” tanya peri NaEun.

“Wahh kamu bisa baca juga? Hebat sekali.” Junhyung tampak takjub dengan kemampuan peri naeun.

“Tentu saja, aku belajar dari para makhluk berdarah panas yang berkunjung ke taman kota. Disana makhluk-makhluk yang sebesar tuan mengajari kurcaci-kurcaci kecil yang lucu-lucu.” Cerita peri NaEun.

“Itu bukan kurcaci, tapi anak manusia. Kamu ini lucu sekali, dan jangan panggil aku makhluk berdarah panas, terlalu menghabiskan tenaga, panggil kami dengan sebutan manusia.”

“Ok,” peri NaEun membentuk huruf o dengan jempol dan telunjuknya. “Tapi tuan, apa itu cinta?”

“Cinta??”

NaEun mengangguk. Junhyung tampak terdiam sejenak. Mencoba mencari kata yang pas yang bisa di pahami oleh peri NaEun.

“Cinta itu semacam perasaan bahagia, perasaan sayang. Hmm bagaimana aku menjelaskannya ya. Aku sendiri tak begitu memahaminya. Cinta itu adalah perasaan yang dimiliki oleh setiap makhluk. Seperti rasa ingin menjaga, rasa ingin melindungi, rasa ingin memiliki, semacam itu. Seperti ketika kamu menjaga bunga-bungamu, kamu pasti menjaganya dengan cinta. Karena kamu merasa sayang terhadap mereka. Kira-kira seperti itu.”

“Lalu arti tulisan ini apa? Aku cinta kamu? Itu artinya apa? Itu perasaan seperti apa? Apa tuan pernah merasakannya? Ketika tuan mengalaminya tuan merasakan apa? Bahagia?”

Junhyung tersenyum mendengar rentetan pertanyaan peri NaEun. Ia kemudian membawa peri NaEun menuju jendela kamarnya. Mereka berdua kemudian saling memandangi langit yang bertaburan bintang.

“Cinta…” Junhyung buka suara. “Ketika kamu merasakannya, cinta itu bisa membuat jantungmu berdetak cepat. Cinta bisa membuat kamu sulit bernapas. Cinta membuat otakmu tak dapat berfungsi dengan benar. Cinta bisa membuat hal yang tidak logis menjadi logis. Cinta bisa membuatmu melakukan apa saja untuknya. Cinta… terkadang aku sendiri tak begitu mengerti apa itu cinta dan bagaimana perasaan cinta itu.”

“Apa Tuan mencintaiku?”

**To Be Continued**

finnaly mood nulisku kembali,, setelah sempat down se down-down’nya(?) akhirnya keluar juga ide aneh ini..
buat Jo Twins,, Noona minta maaf yaa,, kalian di pending dulu ampe mood buat nulis FF kalian tuhh kembali.. jeongmal mianhae..

sankyu buat yang udah RCL.. semoga awet sama biasnya *amin*

bee

next are the last chapter

bee akan memproteksi chapter akhir..
password hanya akan diberikan oleh mereka yang meninggalkan email serta judul fiksi yang ingin dibaca ke halaman proteksi.. *dimohonkan untuk membaca dengan jelas peraturan disana.. karena password bisa kalian dapatkan sendiri tanpa harus bertanya pada bee*
Passwordnya HANYA akan diberikan pada mereka yang sudah jadi penghuni planet ini.. karena itu DAFTARKAN diri kalian dengan buat perkenalan di halaman residence *jika kalian mampir kehalaman ini maka kalian akan bisa tahu passwordnya 😀 *
thanks for your attention!! annyeong!!

beedragon_art all right reserved

Advertisements
FF | APINK FAIRY STORY Chapter 1 | 2S | G | by beedragon

15 thoughts on “FF | APINK FAIRY STORY Chapter 1 | 2S | G | by beedragon

  1. sweetmarshmallowgirl says:

    thor, satu kata… DAEBAKK!!
    ya ampun thor baru kali ini baca FF fantasy yang serunya banget banget!!!
    ceritanya, konfliknya, bahasanya, itu sangat sangat profesional banget

    keren thor aku penasaran nanti ceritanya mereka bisa bersatu nggak yaa
    -keep writing yaaa thor 😉 –

      1. sweetmarshmallowgirl says:

        ne chonmaneyo thor 😀
        iiih itu kenyataan tahu!!! beneran nggak bohong ^^v aku bacanya bener-bener terpukau banget
        hehehe ternyata aku bisa juga bikin orang terharu ^^v

  2. Huaaah, fanficnya bagus >.< Hahaha kasian bomi diejekin lol xD

    Iya, naeun kan kalem, jadi heboh kayak gini jadi agak aneh hahaha.
    Suka pairing Apink-beast ya? Huh, padahal aku ngarepnya apink sama infinite hahaha

  3. numpang lewat lagi, kali ini mah sengaja kayaknya(?)
    demen banget dah yang fantasy2 begni,
    wahaha bener kata si qiqi, pas ngeja C.I.N.T.A malah ngejanya ikut d’bagindas dah 😀

    ya ampunnnnnnnn polos banget si Na Eun, tanya nya keroyokan pula
    hadeh…*lapin keringan junhyung*

    yayayayaya dujun ku romantis nian *mehrong*
    eh iya lagi baca ini, Music Playlist nya maen Like A Star nya Taeyeon & The One….
    hiyakk melow melow gimana gitu, “you’re my everything to me..you’re my everything to me”
    backsound pas Junhyung nerangin CINTA 🙂

    1. ngahahaha,,, padahal kayanya aslinya si Naeun itu pendiem,, tapi aku bikin jadi banyak nanya gini..

      ohya kah langsung ngeplay like a star?? emang itu lagu paling pas kalo di denger sambil baca FF yang romance mellow dehh..

      gomawo udah mampir :-*

  4. kyurie says:

    hyaaaa peri naeun kok milih junhyung ku,,hehehheee,,
    apa sesakit itu saat mawar putih di gunting am junhyung???
    kok bisa yha junhyung ngiad naeun??katanya majikan peri ga bisa iad mereka???
    penasaran dheeee

  5. pasti Junhyung nulis cinta buat authorna… wkwwkwkwkw
    C.I.N.T.A inget laguna Baginda’s. wkwkwkwkw

    jiwa leaderna Chorong keluar ne…

    Na Eun ntu bener2 pengen tahu ya?
    Tapi-tapi…… gimana bisa Junhyung ama Na Eun saling bicara?
    Romance fantasy kah????

    unnie, ada beberapa kata typo. #plak….
    menghayati peran Na Eun ne unnie. wkwkwkwkwk

    1. hohoho,,, pastinya,,, secara yang junhyung cintai hanya author seorang.. hahaha
      eeaaa,,, dia malah inget sam bagindas…

      mereka bisa saling bicara karena Naeun kan udah mutusin buat menjadikan Junhyung sebagai majikannya gitu..

      ehh ada typo-kahh,, maklum publishnya malem2 jadi gak sempet ngecek lagi #alasan
      gomawo yahh udah mampir ^___^

  6. first???
    hehehe…
    ceritanya menarik dehh tentang peri-peri bunga gitu.. XD
    eh btw, berati di cerita ini kalo peri bunganya ga dapet majikan mereka ga cepet layu gitu?
    berati ya mending ga dapet majikan dong biar bunganya ga cepet layu, hehehe…
    tapi kalo dapet majikan juga sayapnya jadi bagus sih..
    naeun pengen tau banget sih, hehe.. btw, itu junhyung nulis ‘cinta’ buat siapa? ada orng ketigakah??
    lanjut yaa =D

    1. iya gitu dehhh,,, jadi kalo mau hidup aman dan tentram lebih baik gak punya majikan,, nanti bakal dijelasin di part berikutnya..hohoho

      junhyung nulis CINTA buat siapa?? buat saya lahh XD
      hahaha,, gomawo udah mampir yuaaa ^__^

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s