[FF REQ] SHY BOY / G / by BeeDragon


Ujian udah kelar (sebenernya masih ada ujian sih, Cuma ini lagi libur sebelum masuk ke ujian berikutnya Cuma 2 hari doangan ==”) jadi saya datang mau bayar utang.. req dari nyna kurnia.. udah lama banget dia requestnya, tapi baru di publish sekarang, abis baru dapet mood buat nulis pake cast ini tuh sekarang sihh,, mianhae..
Sekian basa-basinya semoga nyna kurnia suka ya ama ceritanya ^^

HAPPY READING!!

Title : SHY BOY
Rating / Pairing : G / Straight
Author : Ratu Puteri a.k.a BeeDragon
Cast: Nyna Kurnia as Sung YoungGun [OC]
GiKwang Beast as Lee GiKwang
KIWI
DooJoon Beast as DooJoon
Length : Oneshoot
Genre : Romance
disclaimer : semua ini hanya fiksi belaka. hanya sebatas fantasi seorang Ratu yang gak berhenti berimajinasi. TAKE OUT WITH FULL CREDIT. No Copy Paste and Dont Be Silent Reader

====SHY BOY====

====000====

“kyaaaa!! Awaaaaaaaass!!” pekik YoungGun dari atas sepedanya.

Masih terus berusaha mengerem laju sepedanya, YoungGun terus teriak agar si calon korban yang tampaknya tak mendengar seruannya itu menyingkir dari jalan. Tapi na’as, tepat ketika sang korban menoleh ke belakang, roda depan sepeda Younggun sudah terlanjur “mencium” bokong orang tersebut.

Braaakk.

YoungGun beserta pria yang ditabraknya terjatuh. YoungGun jatuh tepat di atas pria berkacamata itu. YoungGun langsung bergegas bangun begitu menyadari kalau dirinya menimpa seseorang.

“Aigoo, jwoseonghamnida. Ahh oddie appo?” Tanya YoungGun sambil membersihkan dirinya dari debu jalanan yang menghiasi roknya.

“Ahh gwenchana,” jawab pria tersebut.

Pria itu terlihat meraba-raba tanah, seperti sedang mencari sesuatu. Sesekali matanya mengernyit, benar-benar terlihat seperti orang buta.

“ada apa?” Tanya YoungGun.

“kacamata.”

YoungGun pun mengerti maksud pria tersebut. Ia lalu mengambil sebuah kacamata yang terjatuh d dekat kakinya. YoungGun lalu memakaikan kacamata tersebut di wajah pria itu.

“Ah, goma…” kalimat priaa itu terhenti begitu ia melihat wajah YoungGun. Ekspresi panik langsung tergambar jelas di wajahnya.

“Ahh YoungGun-ssi. Gwenchana yo?? Aigoo mianhaeyo, aku gak ngeliat kamu. Gara-gara aku kamu jadi jatuh. Apa kamu terluka? mana yang sakit?” panik pria itu.

YoungGun tertawa mendengarnya. Ia bahkan sampai memegangi perutnya karena geli. “Gikwangie, aku yang nabrak kamu kok kamu malah nanyain keadaanku. Kamu lucu deh Gikwang.”

Lee Gikwang, pria berkacamata itu hanya menggaruk-garuk kepalanya. Younggun kemudian membantu Gikwang berdiri.

“ayo cepat naik ke sepedaku, kita sebentar lagi masuk,nanti telat loh,” ajak YoungGun sambil mendirikan kembali sepedanya yang tadi terkapar tak berdaya(?).

“Ahh aniyo, aku jalan kaki aja,” tolak Gikwang sambil mengangkat kedua tangannya di udara dan terlihatlah sebuah luka di lengannya.

“omo, Gikwang. Lenganmu luka! Itu pasti gara-gara aku tadi. Cepat kemarikan lenganmu.”
YoungGun lalu menarik lengan Gikwang ke hadapannya. Kemudian YoungGun membongkar tasnya dan mengeluakan satu kotak kecil dan botol minumannya. Dibersihkannya lengan Gikwang dengan air minumnya. Lalu YoungGun memberikan obat antiseptic ke luka Gikwang, hal ini membuat Gikwang meringis. Kemudian di tutupnya luka tersebut dengan plester luka.

“nah, semoga lekas sembuh,” ujar YoungGun sambil mengelus-elus plester yang menutup luka Gikwang.

“Go.. gomawo,” kata Gikwang sambil menundukkan kepalanya karena malu.

Bagaimana Gikwang tidak merasa malu. Younggun adalah gadis paling popular di sekolah mereka. Hampir sebagian besar pria di sekolah mereka menyukai YoungGun. YoungGun ramah, sopan, pintar dan disukai banyak penggemarnya. Sudah tentu berada sedekat ini dengan YoungGun pasti menjadi suatu kebanggan bagi mereka. Begitu juga dengan Gikwang.

“Ayo cepat naik. Kita ke sekolah bareng. Kamu kan terluka jadi lebih baik kamu jangan jalan kaki, nanti bisa telat.” Ajak YoungGun yang sudah duduk di atas sepedanya.

Gikwang hanya menatap YoungGun ragu. Ia baru akan menolak kembali ajakan YoungGun tapi YoungGun sudah terlebih dahulu menariknya ke atas sepedanya. Akhirnya mau tak mau Gikwang naik ke sepeda YoungGun sambil berpegangan ke tas ransel YoungGun. Dan mereka pun berangkat ke sekolah bersama.

====beedragon====

“oii mata empat!!” seru suara berat di belakang Gikwang.

Langkah gikwang terhenti. Dua orang pria dengan pakaian yang tidak rapi sudah menghalangi jalannya. Gikwang pun menoleh ke belakang dengan perasaan takut. Sebenarnya ia tahu siapa yang memanggilnya barusan. Ia adalah DooJoon, dia semacam penguasa di sekolah Gikwang.

DooJoon lalu memojokkan Gikwang ke dinding sekolah. Ia menarik kerah baju Gikwang. Gikwang bahkan tak berani menatapnya karena takut.

“Kamu tadi berangkat sekolah naik apa?!” tanya DooJoon.

“na… naik.. naik kereta seperti biasanya,” jawab Gikwang terbata.

“Ohya?? Aku baru tahu kalau masinis keretamu itu cantik sekali yah,” ujar DooJoon sarkastik.

Sekarang Gikwang mengerti kenapa DooJoon, anak yang biasanya mengacuhkan Gikwang sekarang mau menghabiskan waktunya untuk mengkonfrontasi Gikwang seperti ini. Pasti DooJjoon tadi habis melihat Gikwang dan YoungGun berboncengan ke sekolah. Karena tadi pagi sekolah cukup heboh melihat ada seorang priaa cupu seperti Gikwang mendapat kehormatan duduk di boncengan YoungGun.

“Ahh, itu tadi aku bertemu YoungGun-ssi secara tak sengaja. Dan dia mengajakku..”

“kamu pikir kamu itu siapa sampai Youngie mau mengajakmu naik sepedanya hah?!” bentak DooJoon.

Gikwang menutup matanya karena takut. Ia takut Doojoon memukul mukanya dengan tangan yang penuh dengan otot itu.

“Awas saja kalau besok kamu masih berani mendekati Youngie. Aku hajar kamu!” Doojoon memperingati Gikwang yang sudah gemetar ketakutan.

====beedragon====

YoungGun memain-mainkan rambutnya sambil berdiri di peron kereta. Ia sedang di stasiun menuju rumahnya. Karena hari ini sepeda YoungGun rusak, jadi YoungGun terpaksa harus naik kereta. Stasiun hari ini tampak penuh sekali. karena belum ada kereta yang datang tapi peron tempat YoungGun berdiri sudah ramai oleh calon penumpang.

Tak lama kereta datang. Semua langsung berhamburan masuk ke dalam kereta. YoungGun memutuskan untuk berdiri di dekat pintu yang tertutup. YoungGun merasa di sekitarnya itu sangat penuh, sehingga beberapa orang mulai mendesak youngGun sampai mepet ke pintu. YoungGun mulai risih dengan keadaan tersebut.

“YoungGun,” panggil seorang namja berkacamata yang menerobos kerumunan orang-orang tersebut.

Setelah bersusah payah ia akhirnya bisa sampai di hadapan YoungGun. Pria itu lalu tersenyum pada YoungGun.
“Gikwang, kamu naik ini juga?” tanya YoungGun riang karena ia akhirnya menemukan teman dalam perjalanan pulangnya ini.

“ne, aku kaget melihatmu naik kereta ini. Ahh mianhae,” Gikwang kemudian mendekatkan wajahnya ke YoungGun. “Mianhae, tapi aku harus mendekat padamu seperti ini. karena kalau tidak om-om di belakangku ini akan melakukan sesuatu yang tidak mengenakkan padamu.” bisik Gikwang.

“maksudmu?” YoungGun ikutan berbisik.

“iya, nanti kamu di grepe-grepe sama mereka. lagian kenapa kamu naik di gerbong ini sih? Kan ada gerbong khusus wanita,” desis Gikwang.

“Ahh yang seperti itu ada?! Aku gak tahu. Gomawo,”

Gikwang kemudian membenarkan posisinya lagi. Ia meletakkan kedua tangannya di pintu sisi kiri dan kanan YoungGun. Gikwang juga menahan agar badannya tidak mepet-mepet ke YoungGun. Tindakan Gikwang ini membuat YoungGun tersanjung.

“Kamu tahu, Gikwang. Sebelumnya belum pernah ada namja yang melindungiku seperti ini.” bisik YoungGun senang.

“Ahh Jinjja?? Namja manapun pasti mau melindungimu YoungGun-ssi. Seperti namjachingumu si DooJoon itu, dia sangat melindungimu.”

“Ahni. Dia gak pernah melindungiku seperti ini. dia hanya selalu mengekangku, dan itu menyebalkan.” Ujar YoungGun sambil memanyunkan bibirnya. “Ehh kata siapa dia itu namchinku?”

“ehh, emang dia bukan namchinmu yah?? Abis semua orang berkata begitu.” Ujar Gikwang sambil tersenyum tak jelas.

“aishh, dia itu selalu saja mengaku kalau dia itu namchinku. Padahal aku gak suka sama sekali dengannya tau. Lagian aku belum punya namjachingu lagi tahu.”

Mendengar perkataan YoungGun membuat Gikwang tersenyum.
Aishh Gikwang, mana mungkin yeoja seperti YoungGun tertarik padamu. Di tegur olehnya saja sudah syukur, ini kamu malah mengharapkan lebih, rutuk Gikwang dalam hati.

====beedragon====

Langkah YoungGun terhenti karena DooJoon sudah menghalangi jalannya. YoungGun lalu berkacak pinggang melihat Doojoon dengan tatapan kesal.

“mau apa lagi Doojoon? Belum puas kamu merusak sepedaku kemarin hah?!” bentak YoungGun.

“Aniyo chagiya. Aku kan udah minta maaf soal kejadian kemarin. Aku gak sengaja merusak sepedamu itu. Makanya sekarang aku mau menawarkan diriku ini untuk mengantarmu pulang,” ujar Doojoon sambil tersenyum.

Tapi YoungGun sudah tidak simpati lagi melihat Doojoon ia hanya mencibir, “mematahkan batang sepedaku sampai jadi tiga bagian kamu bilang gak sengaja?! Aku gak percaya aku pernah suka sama namja babo kaya kamu. Dan siapa yang kamu panggil Chagiya hah?! Aku udah bukan chagiya mu lagi!”

“tapi kamu kan yeojachinguku, Youngie,” gombal Doojoon.

“aku menyesal udah pernah suka padamu. Untung mataku sudah terbuka sekarang jadi aku bisa lihat mana namja yang benar-benar peduli denganku dan mana namja yang hanya mau main-main saja. Minggir!” seru youngGun sambil menyingkir ke sisi kiri Doojoon.

Doojoon langsung mencekal lengan YoungGun. “kamu mau kemana YoungGun?! Kamu akan pulang denganku hari ini!” paksa Doojoon.

Younggun menepis lengan Doojoon dan menatapnya dengan sadis. “jangan bersikap kalau kamu adalah namchinku Doojoon. Sudah terlambat untuk bersikap seperti itu. Sejak kamu menyia-nyiakan perasaanku dan menduakan aku dengan yeoja-yeoja kacangan itu, sejak itu pula kamu sudah bukan lagi orang yang aku sayangi. Kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi Doojoon. Dan asal kau tahu saja aku benci sekali melihatmu.”

Younggun kemudian melihat Gikwang yang sudah berada di gerbang sekolah. Dipanggilnya Gikwang dengan riangnya. Setelah memastikan kalau Gikwang melihatnya, segera Younggun meninggalkan Doojoon yang sudah geram akan kata-kata YoungGun tadi.

====beedragon====

“Hari ini kita pulang bareng lagi yah,” ujar YoungGun pada Gikwang.

Gikwang hanya tertunduk malu melihat YoungGun. Sejak sepeda YoungGun rusak, dia jadi sering pulang bareng Gikwang naik kereta. Sebenarnya Gikwang senang karena bisa pulang bareng dengan YoungGun. Tapi ia juga takut kalau Doojoon akan salah paham padanya. Sebenarnya Gikwang takut kalau Doojoon akan memukulinya karena Younggun lebih sering bersamanya dibandingkan dengan Doojoon.

“kenapa? Kamu gak suka pulang bareng aku?” tanya YoungGun.

“Aniyo, bukan seperti itu. Aku hanya gak enak sama Doojoon.” Jawab Gikwang.

“memangnya kenapa dengan Doojoon?”

“kamu kan yeojachingunya, nanti Doojoon bisa salah pasam kalau kamu terus-terusan pulang bareng aku.” Jawab Gikwang takut-takut.

“sudah kubilang Doojoon itu bukan namchinku. Dan lagian juga emangnya kenapa kalau aku pulang bareng kamu, kan rumah kita searah. Selain itu juga kalau mau kerumahku memang lebih praktis kalau naik kereta. Dan tolong ya Gikwang jangan sebut-sebut nama Doojoon di hadapanku.” Jawab Younggun.

“tapi kan tetap aja, nanti Doojoon…”

“aku bilang jangan sebut namanya lagi atau aku akan benar-benar membencimu Gikwang!” seru Younggun. Younggun mulai kesal karena Gikwang terus-terusan menyebut nama Doojoon.

“yasudah besok aku yang bicara sama Doojoon kalau kita…”

“Oke kamu mulai menyebalkan! Ternyata selain pemalu kamu itu gak peka yah! Aku benci kamu Gikwang!” seru Younggun.

YoungGun lalu berlari meninggalkan Gikwang menuju ke ujung peron, setidaknya berjauhan dari Gikwang. Ia kesal karena Gikwang terus-terusan saja mengungkit masalah Doojoon. Padahal sebenarnya YoungGun ingin pulang bersama Gikwang hanya untuk mengetahui perasaan Gikwang padanya, karena Younggun sepertinya menyukai Gikwang. Tapi ternyata Gikwang sepertinya memang tidak menyukai YoungGun.

====beedragon====

Gikwang berada di taman belakang sekolah istirahat siang ini. biasanya ia memang pergi ke belakang sekolah untuk menyendiri tapi selain itu di taman ini juga ada seseorang yang sudah berhasil mencuri hatinya. Younggun, perempuan manis itu yang sudah membuat Gikwang jadi tak bisa tidur semalam karena merasa bersalah padanya. Younggun, yang berteriak padanya kalau ia membenci Gikwang, padahal Gikwang sudah menyukainya sejak lama.

Hari ini youngGun tidak ada di taman belakang sekolah. Gikwang jadi teringat ucapan youngGun kemarin, kalau dia membenci Gikwang. Hal ini membuat Gikwang menghela napas berat.
“aku gak mau kamu membenciku YoungGun.” Lirih Gikwang.

Gikwang sebenarnya sangat sadar diri akan perasaannnya terhadap YoungGun. Ia tak ingin berharap banyak. Karena ia tahu persis kalau dirinya itu sama sekali bukan tipe YoungGun. Dia pemalu, kutu buku, dan bisa dibilang cukup penakut. Berbeda sekali dengan Doojoon yang percaya diri, gaul, dan pemberani.

Gikwang lalu membuka kacamatanya. Ia lalu membuka kancing atas kemejanya dan kemudian mengacak-acak poni yang menutupi keningnya. Gikwang menatap bayangan dirinya di pantulan kacamatanya.
“ya, yang seperti ini pasti Younggun suka, bukannya si kacamata yag cupu itu,” lirih Gikwang.

“Ohya?! Menurutmu YoungGun akan menyukai dirimu yang menjijikkan itu, mata empat?!” bentak seseorang di belakang Gikwang yang diiringi suara tawa yang bersahutan.

Gikwang terlonjak mendengar suara tersebut. Ia lalu menoleh ke sisi kiri belakangnya dan mendapati ada Doojoon disana didampingi oleh dua anak buahnya yang setia. Doojoon lalu menghampiri Gikwang dan menarik kerah bajunya.

“mau di dandannin kaya apa juga, kalo udah cupu ya cupu aja! Dan jangan pernah berharap kamu bisa dapetin hati youngie semudah itu!” seru Doojoon sambil menghempaskan tubuh Gikwang ke tanah.

“ah.. doojoon ssi.. aku… aku…” Gikwang terbata menghadapi Doojoon.

Doojoon lalu menarik kerah baju Gikwang lagi hingga Gikwang berdiri kembali. Kemudian di tinjunya perut Gikwang hingga dia tersungkur kembali ke tanah.

“itu hukumannya karena udah berani mencoba menggoda yeojachinguku!” seru doojoon.

“kamu bukan namjachingunya lagi. Dia bahkan sudah sangat membencimu. Kamu gak pantas untuk YoungGun,” entah dapat keberanian darimana Gikwang bisa mengucapkan kalimat tersebut. Ia memegangi perutnya yang mulai terasa nyeri.

Doojoon geram mendengar ucapan Gikwang ia lalu memerintahkan anak buahnya untuk mengangkat Gikwang. “kamu pikir kamu siapa hah?! Beraninya berkata seperti itu padaku!” seru Doojoon sambil menjadikan badan Gikwang sebagai samsak(?).

“ja..jangan Doojoon ssi. Aku gak mau menyakiti kamu..” lirih Gikwang.

“Ohya! Kalau gitu coba lawan aku!! Dasar cupu!!” seru Doojoon. “kamu hanya anak cupu yang mengharapkan cinta sang primadona. Kamu gak pantas sama sekali buat YoungGun.”

“kata siapa aku gak pantas?!” ujar Gikwang dingin sambil menahan lengan Doojoon yang sudah akan memukulnya lagi. “aku bisa menjadi namja yang mampu melindunginya gak seperti dirimu yang hanya bisa menyakitinya!”

Gikwang lalu membanting badan Doojoon ke tanah dan membuat kedua anak buah Doojoon tercengang. Anak buah Doojoon langsung menghambur ke bos mereka yang sudah kesakitan itu.

“aku mencintainya gak seperti dirimu yang memaksakan kehendakmu padanya. Jangan pernah kamu coba mengganggu YoungGun lagi atau aku akan memberikanmu Ippon yang lebih keras dari itu. Asal kau tahu saja ya, aku ini pemegang sabuk hitam di taekwondo.” Seru Gikwang.

Anak buah Doojoon langsung menggotong tubuh bos mereka itu dan berlari ketakutan. Sementara Gikwang menepuk-nepukkan kedua tangannya untuk membersihkan debu di tangannya.

“gikwangie??” tegur suara wanita dari seberang tempat Gikwang berdiri.

Gikwang melihat ke depannya. Disana sudah ada Younggun yang berdiri. Gikwang langsung salah tingkah. Ia bergerak ke kiri dan ke kanan dengan panik, seperti maling yang tertangkap basah sedang mencuri. Tapi akhirnya ia berdiri menghadap YoungGun sambil menundukkan kepalanya.

“Mianhae YoungGun ssi. Aku jadi membuatmu melihat kejadian tadi. Aku hanya menggertak Doojoon saja.” Ujar Gikwang

Younggun menghampiri Gikwang sambil menyilangkan kedua lengannya di depan dada. Ia menatap Gikwang dari ujung kepala hingga ujung kaki.
“kamu bilang apa tadi pada Doojoon? Coba ulangi lagi, kalimatmu yang terakhir tadi,” pinta YoungGun.

“a.. aku pemegang sabuk hitam taekwondo?” sahut Gikwang ragu.

“bukan, yang sebelumnya,” titah YoungGun.

Gikwang menundukkan kepalanya semakin dalam. Ia takut YoungGun mendengar semua seruan-seruan yang diucapkannya kepada Doojoon tadi. Younggun pasti akan mentertawainya habis-habisan.

“bahkan sudah di depank pun kamu gak bisa mengucapkannya? Kenapa di depan Doojoon kamu bisa mengucapkan hal itu dengan lantang?” tanya Younggun lagi. “Ayo ucapkan lagi, aku mau mendengarnya.”

“a.. aku.. mianhae..” lirih Gikwang masih sambil menundukkan kepalanya. Ia tak berani menatap wajah YoungGun sekarang.

“Tsk, mau sampai kapan kamu akan seperti ini Gikwang. Masa aku yang harus bilang duluan. Joha! Kamu mau aku yang bilang duluan kan,” seru Younggun gregetan. “Aku menyukaimu. Tadi kamu bilang kamu menyukaiku kan? Kecuali kalau itu hanya untuk menggertak Doojoon saja.”

Gikwang melongo tak percaya mendengar kata-kata YoungGun. Seperti mendapat durian runtuh tepat di kepalanya, sekarang otak Gikwang tampaknya sudah tidak bekerja dengan baik.

“A… aku.. kamu.. kenapa.. tapi..”

“Aigoo shy boy. kamu lucu banget sih.” Ujar YoungGun sambil mencubit pipi Gikwang. “sekarang apa yang mau kamu lakukan? Menolakku atau menerimaku?”

“Aku terima lah!” sahut Gikwang mantap. “tapi kenapa bisa kamu..?”

“kamu mau tahu kenapa?” tanya Younggun yang di sambut anggukkan oleh Gikwang. “pertama, karena kamu namja pertama yang mencemaskan keadaanku. Kedua, kamu namja pertama yang melindungiku. Ketiga, kamu namja pertama yang begitu perhatian padaku. Keempat, kamu terlalu pemalu untuk melihat perempuan lain selain aku. Kelima, karena aku tahu kalau kamu juga menyukaiku. Keenam.. ahh apa kamu mau terus-terusan mendengar aku menyombongkan diri lebih jauh lagi?”

“kamu percaya diri sekali YoungGun.” Ujar Gikwang sambil tersenyum mendengar alasan-alasan tak masuk akal itu.

“tentu saja harus percaya diri, karena namjachinguku sekarang adalah seorang shy boy jadi aku harus bisa mengimbanginya.”

Senyum Gikwang semakin lebar mendengar Younggun menyebutnya dengan sebutan ‘namjachingu’. Ia jadi salah tingkah dan menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.

“satu pesanku shy boy. jangan kamu tunjukkan wajah tampanmu ini pada perempuan lain. Kamu harus terlihat seperti shy boy yang biasanya. Jadi jangan berpenampilan seperti ini kalau gak ada aku ya,” ujar YoungGun sambil memakaikan kacamata Gikwang dan mengancingkan kemejanya.

“Saranghae YoungGun,” bisik Gikwang.

“saranghae Shy boy,” jawab Younggun.

====beedragon====

====END====

Yeayyyy selesai satu utang!!! Mari kita lanjut ke project berikutnya.. buat yang udah baca, komen dan nge-like FF ini aku ucapi GOMAWO!!

Advertisements
[FF REQ] SHY BOY / G / by BeeDragon

14 thoughts on “[FF REQ] SHY BOY / G / by BeeDragon

  1. 김윤승 says:

    Omo omoo ada Kiki!!! XD yeee *masuk rumah orang lgsg ngerusuh*
    Itu kenapa bareng cewe lain cobaaa ㅠㅅㅠ huaa
    Ceritanya simpel, tp overall aku nikmatin bgt bacanya 😀 dam cukup -banget!- buat bikin aku senyum-manyun-cengarcengir-nangis di pelukan Kiki(?) kalo bacanya :’
    Itu bareng OC sih, jd ngirinya dapet banget! Hwahahaha

    Aaa itu Yogun pake kancingin seragam Kiki segala -,- Hei hei, istrinya disini lhooooo :p ㅋㅋㅋ

    1. seneng dehh bisa bikin orang sirik,,, *evil laugh*
      sebenernya aku gak gitu dapet feelnya waktu bikin ff ini,,
      ternyata cukup bisa bikin orang menikmati ceritanya..
      makasii yaa 🙂

  2. kyaaaaaa! *mian bikin kaget* 😀
    hai author! salam kenal! 🙂
    ffnya lucu deh, bikin gemes trus geregetan. rasanya pengen aku makan idup idup si kwangboo. itu beneran malu apa babo sih ya? pantes dah aku namain dia kwangbaboo. muahahahahahaha *evil laugh*
    dujun appa kasian dibanting ama kwangboo, tapi kalo dibanting ke pelukanku gapapa sih 😉 *apadeh*

    intinya, ff ini lucu, ngegemesin, typo-nya minimalis(?) banget, pokoknya keren banget! sip!
    bikin yg castnya Beast lagi ya thor~ :*

    1. haiii reader! salam kenal juga! 🙂
      walahh,, si kwangbo mau dimakan(?) lohhh.. kekeke
      kok sama sihh,, aku jg namain dia kwangbo.. kikwang babo *ditendang kiwi*
      buat yg castnya beast,, hmmm nanti kapan2.. kalo mereka udah comeback(?) *apa hubungannya?? hahaha*

      sankyu yaaa 🙂

    1. masi pending tuhh.. lagi gak mood buat ngelanjutin yg FF jo Twins,,,
      Mood menghilang gr2 jadi korban SIDER..
      hahaha,,, nantilah kalo moodnya udah kembali lagi..
      gomawo udah tinggalin jejak disini ^__^

  3. sabuk hitam??ngahaha #plak baru daatang langsung ngoceh sabuk hitam!!
    HAITCIAAAAT *tendang dodo, seret bawa pulang*
    itu itu si kiwi buka kacamata terus kancingnya dibuka *mimisan* 😀
    waaaa lucuuu *joged shy boy*

  4. dira says:

    daebak!!
    biar pun cupu tp gikwang pemengang sabuk hitam, jg ke bayang gmn ekspresi gikwang pas membanting doo jun..
    kasian doo jun, pasti sakit bgt tu, makanya jungie jg liat org dr tmpang luarnya ja…^^

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s