[FF REQ] MIDNIGHT CIRCUS / PG15/ by BeeDragon


Title : MIDNIGHT CIRCUS
Rating / Pairing : PG15 / Straight
Author : Ratu Puteri a.k.a BeeDragon
Cast: Dea Lorenza as Cho SooRin [OC]
DongHae Super Junior as Lee DongHae
JangHyun Sunny Hill as Captain Janghyun
SeungAh Sunny Hill as SeungAh
MiSung Sunny Hill as MiSung
Length : Oneshoot
Genre : MOLLA!!! mungkin ini misteri? angst? AU? kalo ada yang tahu ini genrenya apa tolong kasi tau saya
disclaimer : Semua ini hanya fiksi belaka. Hanya sebatas fantasi seorang Ratu yang gak berhenti berimajinasi. TAKE OUT WITH FULL CREDIT. No Copy Paste and Dont Be Silent Reader

====MIDNIGHT CIRCUS====

Teriakan-teriakan itu kembali terdengar. Aku melirik jam beker berbentuk tengkorak yang ada di atas meja belajarku, 01:59 malam. Ini sudah lewat tengah malam, tapi pemilik teriakan-teriakan itu tidak tertidur seperti halnya yang aku lakukan beberapa menit yang lalu –sebelum dibangunkan oleh teriakan itu.

Suara yang bersahutan itu bukan hanya sekedar jeritan kesakitan tapi juga seruan amarah. Aku menutup kedua telingaku –walaupun percuma- karena jeritan-jeritan tetap terdengar jelas menembus pintu kamarku. Akhirnya aku hanya bisa meringkuk sambil terus berusaha melindungi gendang telingaku agar jangan sampai pecah karena seruan-seruan dua orang manusia yang ada di balik pintu kamarku.

Lagi-lagi si pemilik suara berat itu berseru emosi. Tak lama kemudian terdengar seperti suara kulit yang di pukul pakai sesuatu yang mengeluarkan suara seperti pecutan. Dan kembali terdengar jeritan kesakitan.

Ahhh, Tak tahan rasanya. Ini selalu terjadi setiap malam. Setiap ayah pulang dalam keadaan mabuk, ia pasti akan memukuli ibu hingga pagi. Entah apa alasannya, aku sendiri tak tahu mengapa ayah suka sekali memukuli ibu. Ingin aku membela ibu, tapi percuma saja karena aku bahkan tak bisa keluar dari kamar ini. Ibu pasti mengunci kamarku begitu ia tahu ayah pulang dalam keadaan mabuk –katanya untuk menghindari agar ayah tak memukuliku.

Rasanya aku ingin lari dari sini. Pergi dari tempat penuh siksaan seperti ini. Tapi aku bahkan tak bisa menggerakkan kakiku untuk menjauh dari sini. Aku seolah terikat dengan rumah ini –dengan gembok berbentuk ibu dan rantai berbentuk ayah. Aku ingin bebas, ingin meraih masa depanku yang kuyakin tidak akan sesuram sekarang –setidaknya ketika aku tidak berada disini-.

Aku bahkan sudah tidak bisa lagi meminta pada Tuhan. Aku bahkan sudah tak percaya lagi padaNya. Aku dendam padaNya karena memberiku kehidupan yang seperti ini.

Aku hanya gadis malang yang terlahir dengan keluarga yang berantakan. Aku bahkan tidak memiliki ayah yang seorang pengusaha kaya ataupun ibu yang merupakan anak dari jutawan terkenal. Orangtuaku hanyalah sepasang manusia miskin –miskin harta dan juga miskin cinta-. Aku bahkan tidak tinggal di kamar yang seperti layaknya seorang anak gadis –tidak, kamarku bahkan tampak seperti gudang. Aku juga bukan si pintar yang berprestasi di sekolah, karena bagaimana bisa kamu belajar kalau bahkan kondisi keluargamu tak memungkinkan untukmu menimba ilmu.

Apakah ada seseorang yang akan menolongku? Kapan dia akan datang? Tapi kalau aku terus menunggu sampai ‘orang’ itu datang, tentu itu akan menghabiskan waktu seumur hidupku.

Lagi, teriakan itu menggema keseluruh rumah membuyarkan lamunanku. Baiklah sudah kuputuskan! Aku akan pergi dari rumah ini!

Well, tidak pergi dalam artian aku menghilang selamanya, tapi pergi setidaknya sampai mereka berhenti berteriak. Ini biasa kulakukan ketika semua suara itu sudah tak bisa kutolerir lagi.

Segera kuambil jaket ku yang sudah memudar warnanya dan juga sepatu kets-ku yang sudah bolong diujung jarinya. Lalu aku keluar dari jendela kamarku menuju kegelapan malam yang sepi dan dingin.

====beedragon====

Midnight circus (riddle me)
Oh my midnight circus (riddle me)
Oh my
I want to step out to the future
But I’m like a clown tied with a string
I’m locked in here like Dracula-Dracula
This is a creepy place I want to run away
(Midnight circus)
A dangerous roller coaster
(Midnight Circus)

====beedragon====

Aku berjalan sambil menendang kerikil yang tersebar di sepanjang jalan yang mulai dipenuhi salju. Sambil bersenandung sendu aku mencoba menghilangkan jejak teriakan-teriakan itu dari telingaku. Kali ini aku berjalan agak terlalu jauh dari perkampunganku. Bahkan tanpa aku sadari aku sudah masuk ke dalam hutan dan sampai di bibir jurang.

Aku memandang ke bawah sana, ke dasar tebing. Hitam, pekat dan dingin sama seperti diriku sekarang yang gelap dan kelam. Kurasa masa depanku ada di dasar jurang ini, karena jurang ini seperti menggodaku untuk menjadi seperti dirinya. Dia seolah memanggilku untuk datang padanya.

Ingin mati saja rasanya! Aku sudah tak kuat lagi menjalani ini semua! Tapi kalau aku mati, ibu bagaimana? Kalau aku mati, apa mereka akan bersedih? Kalau aku mati…

Kualihkan padanganku dari dasar jurang dan menatap ke lautan bintang yang ada di atas kepalaku. Kapan nasibku akan secerah bintang di langit ini? Kapan aku bisa bersinar seindah itu? Kurasa itu tak akan pernah terjadi padaku.

Criing criing..

Terdengar suara kerincingan lonceng. Aku memasang telingaku tajam-tajam, takut kalau aku salah dengar. Itu seperti suara bel kecil. Tapi ketika aku terus memfokuskan untuk mendengarkannya, suara itu menghilang. Aneh, entah kenapa aku merasa merinding. Bagaimana tidak, terdengar suara bel di tengah malam seperti ini tapi kemudian suara itu tak terdengar lagi.

Mungkin aku berhalusinasi. Aku kembali memandangi langit dan bunyi kerincingan itu kembali terdengar. Oke ini mulai tidak wajar. Aku langsung berbalik menatap ke sekelilingku. Gelap dan tidak ada siapa-siapa. Aku menoleh ke kiri dan ke kanan, tetap tak terlihat sesosok apapun.

Criing criing..

Suara itu terdengar lagi, semakin lama semakin dekat. Semakin lama semakin cepat iramanya. Suara itu berasal dari sisi kiriku. Aku pun memfokuskan mataku ke sisi kiriku. Hantukah? Binatang buaskah? Penjahatkah? Ahh lebih baik aku ketemu hantu daripada aku ketemu dengan penjahat disini. Hai kegelapan malam, lindungilah aku!

Dan suara itu berhenti tepat di depanku, tapi aku tak melihat apapun. Aku benar-benar sudah merinding sekarang. Aku pun menoleh ke bawah, ke kakiku. Dan…

“Kyaaaaa!!” aku berteriak sekencang mungkin.

Aku melihat sepasang mata di bawahku. Sepasang mata yang mengkilat dan menatapku tajam. Aku sampai jatuh terduduk dibuatnya.

“Aigoo, kamu mengagetkanku kucing. Aku kira apa tadi,” ujarku pada seekor kucing hitam pekat yang sudah berdiri di hadapanku.

Aku mendekati kucing itu dan kulihat sebuah kalung dengan bel disana. rupanya bell ini yang menyebabkan bunyi yang membuat bulu kudukku merinding. Aku melihat kalungnya. Biasanya kucing yang memakai kalung itu pasti ada majikannya dan majikannya pasti menyertakan alamatnya di kalung tersebut agar kalau-kalau kucingnya nyasar seperti ini, orang seperti aku bisa mengembalikannya. Midnight, hanya itu tulisan di kalung peraknya.

“Hei kucing, namamu Midnight? Dimana majikanmu? Kenapa kamu keluar malam-malam begini? Apa kamu juga merasa suntuk sepertiku?” aku mengajak kucing hitam ini berbicara –walaupun kuyakin dia pasti tak akan menjawab pertanyaanku.
Aku menggendong kucing tersebut. Kurasa aku harus mengembalikannya ke majikannya. Tapi kucing itu berontak di pelukanku dan berlari. Aku pun mengikutinya, siapa tahu saja dia nanti di ganggu sama hewan-hewan yang ada di hutan ini.

====beedragon====

I look down and it really seems like the end
(creepy night)
I don’t know… I can’t see the end of this moment
(Troubled night)
When the moment you’re out comes
You’ll know it
Show must go on and never stop

====beedragon====

Aku terus mengikuti Midnight, kucing hitam itu. Dia melompat kesana kemari, sampai akhirnya ia sampai di sebuah tembok yang tingginya sekitar 2 meter. Aku pun memanjat tembok tersebut, karena sepertinya Midnight menungguku untuk ikut memanjat tembok itu bersamanya. Tapi begitu sampai di atas tembok tersebut, Midnight malah loncat menyebrangi tembok ini.

Mataku hanya mengikuti ke arah mana dia pergi. Dan aku baru sadar ternyata Midnight membawaku ke sebuah tempat yang tampak seperti perkemahan. Di sana ada sebuah tenda yang sangat besar, sebesar rumah tiga tingkat. Lalu ada mobil-mobil van dengan lukisan-lukisan dan tulisan-tulisan indah di sisinya. Dan ada juga sesatu semacam kerangkeng yang biasa di pakai untuk mengurung sesuatu. Aku baru memperhatikan ternyata di atas tenda besar tadi ada sebuah tulisan yang sangat besar dan mencolok yaitu ‘MIDNIGHT CIRCUS’.

Aku terpana melihatnya. Ini adalah sebuah sirkus. Aku bahkan tak pernah tau seperti apa sirkus itu. Dan sekarang aku ada disini, di sebuah pergelaran sirkus. Tapi kenapa aku tak pernah tahu kalau ada sirkus di sekitar kampungku? Apa mereka baru saja sampai?

Dahan yang aku jadikan pegangan ternyata patah sehingga aku terjatuh dari tembok itu dengan bokongku menyentuh tanah terlebih dahulu.

“Auww,” aku mengelus-elus bokongku yang sakit, untung saja di bawah sini ada jerami, jadi aku tak terlalu sakit.

“Kau baik-baik saja Nona?” tanya sebuah suara.

Aku mendongakkan kepalaku. Dia disana, di hadapanku berdiri seorang pria tampan dengan wajah yang cukup pucat. Wajah yang tampan, rambut yang berdiri, mata yang tajam dan kelam, garis wajahnya sempurna. Aku mulai hanyut dalam pesonanya bahkan aku sampai tak menyambut uluran tangannya.

“Aku tanya apa kamu baik-baik saja?” tanyanya lagi.

“Ahh.. ne.. eung.. gwe..gwenchana,” terbata aku menjawab pertanyaannya. Oh Tuhan makhluk ini terlalu tampan.

“Kenapa kamu bisa ada disini. Biasanya para penonton masuk dari pintu depan. Apa kamu memanjat pagar ini agar bisa menonton sirkus kami?” selidik pria itu lagi.

“ah, aniyo. Aku.. tadi.. aku.. kucing..” aku bingung menjawab pertanyaannya. Bagaimana kalau dia menuntutku karena sudah masuk tanpa izin? Bagaimana kalau ia menuduhku ingin menonton sirkus gratis? Bagaimana kalau nanti dia memasukkanku ke dalam penjara karena mengira aku sudah menerobos sirkusnya? Bagaimana ini?

“Ahh, Midnight membawa tamu lagi rupanya.” Pria itu tersenyum memamerkan deretan giginya yang rapi, sungguh mempesona.
Kucing bernama Midnight itu muncul di sela-sela kakinya. Ia mulai menggesek-gesekkan kepalanya di kaki pria itu. Pria tersebut kemudian menggendong Midnight dan kembali tersenyum padaku.

“Kenalkan, ini Midnight. Dia adalah ikon di panggung sirkus kami. Dan aku adalah Lee Donghae, pemilik Sirkus ini. selamat datang di sirkus kami, selamat datang di Midnight Circus,” ujar pria itu.

Jadi namanya Lee Donghae dan dia adalah pemilik sirkus ini. betapa dia adalah orang muda beruntung yang sukses, karena sudah mempunyai panggung sirkus yang begitu megah.

“Karena kamu sudah disini, bagaimana kalau kamu masuk dulu dan melihat sirkus kami. Kebetulan kami sedang latihan,” ajak Tuan Lee Donghae –kuputuskan untuk memanggilnya tuan-

Aku pun mengikutinya memasukki tenda yang paling besar yang pertama kali kulihat begitu aku sampai di tempat ini. Sama seperti penampilan luarnya, tenda ini ternyata begitu megah di dalamnya. Untuk menuju bangku penonton terdapat sebuah karpet merah terbentang. Bangku penonton bertingkat-tingkat dengan bantal-bantal kecil di setiap bangku. Sementara di tengah tenda ada dua buah tiang tinggi yang terhubung dengan seutas tali dan dibawahnya terbentang jaring yang sangat lebar.

“Silakan duduk disini nona….?” Tanya Tuan Lee Donghae.

“Cho SooRin, Tuan bisa panggil aku SooRin,” jawabku.

“Kalau begitu silakan menikmati sirkus kami,” tuan Lee Donghae ikutan duduk di sebelahku sambil memangku Midnight.

====beedragon====

You even make that ironic laugh when I cry
I want to be loved, it’s a lie
I’m happy replay-replay
You’re laughing while you look at me
I’m possessed again
I’m dancing under these bright lights
Welcome to midnight circus show
Midnight circus (riddle me)
Oh my midnight circus (riddle me)
Oh my

====beedragon====

Goodnigt Ladies and Gentleman! Welcome to Midnight Circus! This is Captain JangHyun! Lets enjoy the show!!”seru pria bertuxedo yang mengenakan topi hitam tinggi dengan sebuah tongkat sepanjang kakinya. Ketika ia membuka acara tampak kembang api menyembur di sekeliling panggung.

“Ini adalah panggung sirkus paling istimewa yang pernah ada di bumi. Karena kalian tak akan menemukan pertunjukkan seperti yang kami tampilkan hari ini di tempat sirkus lain. Jadi buka terus mata kalian jangan sampai berkedip, karena kalian pasti tak ingin melewatkan sedetik pun sirkus ini. WELCOME TO THE SHOW!!” seru kapten JangHyun lagi.

Aku terpesona dengan kemampuannya memandu acara sirkus ini. walaupun penontonnya hanya aku –dan Tuan Lee Donghae beserta Midnight- tapi ia tetap mengeluarkan seluruh energinya seolah panggung ini penuh dengan penonton.

“Itu adalah kapten JangHyun. Dia adalah pemimpin pasukan sirkus ini. walapun aku adalah pemilik sirkus ini, tapi yang melatih semua pemain adalah dia. Dia orang yang sangat berbakat walaupun masa lalunya kelam.” Bisik Tuan Lee Donghae.

Aku merasakan getaran aneh ketika Tuan Lee Donghae berbisik padaku. Tapi aku segera kembali fokus kepada kapten Janghyun yang mulai memainkan tongkatnya. Ia menciptakan sulap-sulap yang sederhana tapi sangat keren.
“Masa lalu kelam seperti apa?” aku penasaran bagaimana bisa orang yang begini berbakat bisa punya masa lalu kelam.

“dia dicampakkan kekasihnya yang selingkuh dengan pria lain. Padahal wanita itu sudah mengeruk semua hartanya bahkan sampai JangHyun terlilit banyak hutang. Ia bahkan sampai hampir dibunuh oleh penagih hutang. Untung aku menemukan dia. Jadi aku bisa menyelamatkan dia dan juga bakatnya.”cerita Tuan Lee Donghae.

Aku terharu mendengar ceritanya. Ternyata kapten Janghyun punya masa lalu yang begitu menyedihkan. Aku kembali menonton acara sirkus ini. karena sudah ada seorang wanita cantik yang memakai pakaian serba hitam dengan memakai bando yang memiliki tanduk yang juga berwarna sama.

“perempuan ini namanya MiSung. Dia ahli dalam keseimbangan. Dia bahkan bisa berjalan di atas tali tipis itu tanpa pengaman.” Cerita Tuan Lee DOnghae. “walaupun ia hampir menyerah karena keadaannya tapi aku bisa membangkitkan semangatnya lagi untuk terus maju.”

Aku memandang Tuan Lee Donghae dengan tatapan bingung. Tampaknya ia mengerti dengan kebingunganku.
“MiSung itu adalah pesenam atletik. Ketika ikut olimpiade, ada peserta yang curang dengan mencelakai dia hingga lengannya patah. Ia jadi tak bisa mengikuti olimpiade tersebut bahkan sampai selamanya dia tidak bisa lagi menyentuh palang untuk selamanya. Tapi disini dia bisa bebas melompat berakrobat sebanyak yang ia mau,” cerita Tuan Lee Donghae lagi.

“ahh itu namanya SeungAh.” Tuan LeeDonghae mengendikkan kepalanya kearah perempuan berpakaian putih dengan sepasang sayap putih di punggungnya. “dia adalah ballerina. Walaupun selalu merasa dirinya hina dan ternoda, ia masih mampu untuk terus berkarya. Kamu jangan menyinggung ini di depan SeungAh, dia pernah diperkosa, dan ia sampai mencoba untuk bunuh diri karenanya.”

Aku memandangi MiSung dan SeungAh bergantian. MiSung berdiri di atas sehelai tali tipis dan mulai berjalan menyebrangi tali tersebut untuk mencapai tiang yang ada di seberang. MiSung merentangkan tangannya untuk menjaga keseimbangan. Sesekali ia terlihat seperti akan jatuh, tapi kemudian segera bisa menguasai dirinya dan kembali tersenyum menghadap kami –aku dan Tuan Lee DongHae.

Lalu aku melihat aksi SeungAh. Ia mengenakan pakaian seperti malaikat. Kedua tangannya terikat oleh sebuah tali, begitu juga dengan badannya. Ia kemudian terbang –tali tersebut mengangkatnya ke udara- dan mulai menari di atas sana. Ia begitu menikmati perannya dan terlihat begitu bahagia.

Kemudian SeungAh ‘mendarat’ di atas tali tipis tersebut sehingga menyebabkan MiSung yang juga ada disana jadi kehilangan keseimbangan. MiSung akhirnya jatuh, dan karena ia tidak memakai pengaman seperti SeungAh, Misung hanya bisa memasrahkan dirinya terhempas ke bawah. Aku pun menutup kedua mataku.

“Misung!!” seru Tuan Lee DongHae di sebelahku.

Aku akhirnya membuka mata, dan ternyata Tuan Lee DongHae sudah berada di tengah panggung bersama dengan Kapten Janghyun. Mereka ada di tengah jaring besar yang menahan tubuh Misung. Lalu mereka membantu Misung turun dari jaring tersebut.

Kulihat wajah Tuan Lee Donghae lebih pucat dari sebelumnya. Dia pasti sangat khawatir dengan keadaan Misung. Tuan Lee Donghae tampak sangat berkharisma bahkan ketika dalam keadaan seperti ini. Aku benar-benar sudah terhipnotis olehnya.
Tuan Lee DongHae kembali menghapiriku. Senyuman sudah menghiasi wajahnya. Mungkin ia khawatir aku takut melihat kejadian tadi.

“Apa dia baik-baik saja?” tanyaku ketika ia sudah duduk di sampingku. “Apa Nona Misung baik-baik saja? Tapi dia terjatuh dari ketinggian seperti itu. Pasti ia sakit dan ketakutan.”

Tuan Lee Donghae hanya terseyum. “tentu saja dia baik-baik saja. Hal-hal semacam ini sudah menjadi resikonya. Kalau ia takut jatuh dan terluka bukankah lebih baik tidak usah ikutan dalam sirkus ini.”

“kenapa dia Misung memilih untuk menjadi pemain sirkus? Padahal dia tadinya adalah atlet yang gagal karena cidera. Bukannya kalau seperti ini dia akan memperparah keadaaannya?” tanyaku bingung.

“ia sudah melewati banyak tahap untuk bisa berdiri di panggung ini. Kalau ia menyerah sekarang maka semua perjuangannya akan menjadi sia-sia. Oh iya, ngomong-ngomong aku sedari tadi ingin bertanya sesuatu padamu Nona Soorin. Apa yang kau lakukan tengah malam ini diluar? Apa kau tak punya rumah? Atau kau sedang melarikan diri?” Tanya Tuan Lee Donghae yang terdengar seperti menuduhku.

Aku hanya menunduk berusaha menghindari matanya. Aku takut ia bisa membaca mataku, karena sepertinya dia tau sesuatu tentang aku –entahlah. “aku hanya mencari angina segar.” Elakku.

“kalau cari angin segar itu pagi hari bukan malam hari seperti ini.”

Aku pun tergoda untuk bertanya suatu hal sekaligus untuk mengalihkan pembicaraan ini. “kenapa Tuan memilih untuk menciptakan panggung sirkus? Tuan pasti bisa menjadi artis dengan wajah Tuan yang tampan ini.”

Tuan Lee Donghae tampak diam sejenak. Kemudian ia kembali tersenyum padaku dan berkata, “karena aku menyukai sirkus. Lagipula sirkus itu seperti refleksi kehidupan. Panggung gemerlap, dan kita harus terlihat bahagia walaupun sebenarnya kita takut untuk menjalaninya. Begitu juga dengan kehidupan sama seperti sirkus, sekejam apapun kita harus menikmatinya. Walaupun kita harus terus jatuh dan terluka tapi kita harus bangkit kembali dan mengalahkan rasa takut dan sakit itu. Dengan begitu kita akan menjadi pemenang dalam panggung sirkus yang sebenarnya.” Tuan Lee Donghae terdengar seperti sedang menasihatiku.

Apa ini? Kenapa sepertinya kata-katanya pas sekali dengan kehidupanku? Apa dia juga merasakan hal yang sama sepertiku atau ia tahu apa yang aku alami? Karena sepertinya dari tadi ia terus bercerita tentang betapa merana dan putus asanya semua anak buahnya menjalani hidupnya tapi mereka bisa bangkit lagi. Apa memang Tuan Lee Donghae sedang menasihatiku?
Tuan Lee Donghae kembali tersenyum menatapku. Matanya seolah tahu pemikiranku.

“sebenarnya kita bisa belajar tentang kehidupan dari panggung sirkus. Seperti yang Misung lakukan tadi, menyebrangi tali tipis dari ketinggian seperti itu. Tentu ia membutuhkan keseimbangan dan keberanian. Sama seperti hidup kita harus terus menjaga keseimbangan kita agar jangan sampai terjatuh. Kuatkan niatmu dan semangatmu jangan sampai kalah oleh rasa takutmu.”

Aku mendengarkan setiap kalimat yang keluar dari mulut Tuan Lee Donghae dengan seksama. Kalimat itu seperti menghipnotisku.

“kita hidup seperti sebuah boneka tali, peran yang dimainkan SeungAh tadi. Kalau kita memberontak maka tali itu akan menyakiti kedua tangan kita. Jalan satu-satunya hanyalah menikmati setiap gerakan yang dibuat tali tersebut. Jika tali itu menuntun kita ke kiri maka kita harus ke kiri. Coba kalau kita bergerak ke kanan, yang ada malah tangan kita akan sakit. Jadi nikmati semua permainannya dan jangan pernah melawan.”

“memangnya tuan pernah mencoba untuk melawan kehidupan? Apa Tuan pernah merasa takut untuk menjalani itu semua? Apa Tuan pernah merasa putus asa? Bagaimana bisa Tuan berkata begitu kalau Tuan tida pernah mengalami itu semua.” Protesku.

Aku merasa sesak secara tiba-tiba. Aku paling tidak suka kalau ada yang menasihatiku soal kehidupan, seolah dia sudah mengalami yang lebih menyedihkan daripada diriku. Aku langsung menarik kembali kalimatku yang mengatakan bahwa aku terpesona pada Tuan Lee Donghae.

“aku mungkin tidak mengalami seperti yang kamu alami. Tapi aku belajar dari ketiga anak itu.” Tuan Lee Donghae menoleh kearah kapten Janghyun dan SeungAh yang sedang mengerubungi Misung. “mereka bertahan dari kejamnya takdir hidup yang datang pada mereka, sehingga kamu bisa melihat mereka tersenyum dan menghiburmu disini. lagipula apapun yang kau alami di duniamu tak kan lebih menyedihkan dari kesepian yang sudah pernah aku rasakan”

Aku terdiam kembali mendengar kata-katanya. dia kesepian? Sama sepertiku. “lalu apa hubungannya dengan sihir yang dimainkan Kapten Janghyun? Itu sama sekali tidak sama dengan kehidupan kita. Apa itu artinya hidup kita ini seperti sebuah sihir?”

Tuan Lee Donghae kembali tersenyum –dan aku mulai tidak menyukai senyumannya- sambil mengelus Midnight. “hidup itu hanyalah ilusi. Yang dilakukan Janghyun bukanlah sihir, melainkan ilusi. Dan itu ada triknya. Sederhana saja, kita hanya perlu melakukan trik tersebut, dengan begitu semua orang akan mengagumi tipuan hidup yang kita lakukan. Yang perlu kamu lakukan adalah membuat ilusi bahwa di hadapan semua orang kamu bahagia, bahwa kamu bisa. Jadi kamu akan membuat perhatian semua orang tertuju padamu.”

Aku terdiam mendengar setiap kata-katanya. Pria ini benar-benar menghipnotisku. Dengan semua nasihatnya ini bukannya membuatku ingin melanjutkan hidupku, tapi malah membuatku ingin berada di sampingnya dan mendengarkan setiap kalimat yang keluar dari mulutnya.

====beedragon====

This is like a prison without bars
This is an entertaining party that fits everyone
This is like a tragic comedy
It’s like a gamble with no stage

Looking up to see the lights
(Midnight Circus)
Bowing to the same people
(Midnight circus)

When I go back to the top
My heart is weakening (don’t rely)
You’re responsible for that weakness
(don’t deny)
If you’re not responsible for it then let me enjoy
Show must go on never dream

====beedragon====

“Apa aku boleh mencobanya?” pintaku.

“Mencoba apa?” tanya Tuan Lee DongHae.

“Mencoba bermain sirkus. Aku ingin tahu seperti apa refleksi kehidupan yang Tuan maksud.”

Masih dengan senyuman menghiasi wajahnya ia menggiringku ke panggung sirkus. Ia lalu memasangkan tali di kedua lenganku dan juga di badanku. Tak lama sebuah ayunan besar turun dari langit-langit tenda. Tuan Lee Donghae kemudian menyuruhku untuk menaikinya dan aku pun menurut.

“Apa kau bisa menari Nona Soorin?”

Aku menggeleng. Aku tak bisa menari atau bernyanyi atau kemampuan lain. Lantas apa yang harus aku lakukan di atas sini?

“ya sudah. Ciptakan saja gerakan-gerakan sesukamu. Oh iya mau kuberi tahu trik menjalani hidup di panggung sirkus. Pertama jangan pernah melihat ke belakang. Kedua jangan mendengarkan teriakan orang lain. Ketiga jika sudah waktunya kamu untuk jatuh maka jatuhlah.” Itu adalah pesan Tuan Lee Donghae.

Musik pun mulai menggema. Aku tak tahu musik apa ini, terdengar seperti penuh misteri dan kelam. Kudengar Misung dan SeungAh mulai bernyanyi di bawah sana, menyerukan kata ‘Midnight Circus’.

“Tuan Lee DongHae, aku punya satu permintaan.” Seruku dari atas ayunan. “kalau aku berhasil menciptakan sebuah ‘kehidupan panggung sirkus’ yang Tuan ingin kan, bolehkah aku meminta sesuatu?”

“silakan. Selama aku bisa mengabulkannya akan ku kabulkan permintaanmu.” Sahutnya di bawah sana.

“Kalau aku berhasil melakukannya sesuai keinginanmu, bolehkah kau mengangkatku menjadi penghuni sirkus ini? kurasa aku lebih suka kehidupan disini daripada kehidupanku yang sebenarnya. Apa boleh aku menjadi salah satu anak buahmu?”
Tuan Lee Donghae hanya tersenyum samar mendengar permintaanku. Tapi yang aku tahu pasti, dia akan mengabukan permintaanku.

[Soorin pov end]

====beedragon====

(Welcome to the circus-tronic crazy sunny land)
Hey to me NG too with no devices
There’s no such thing as tricking
Attention Mr. A, Mr. B
One, never look back
Two, never listen to anyone else
Three, fall

Here comes the highlight of the show
And anyone was there but this place is lighted
The stage was empty
NO one was on top of it
I’ve never cried and laughed alone
I have no where else to go
On this place the show is over
I was fooled by the bright lights of this place
We’re in the midnight, midnight circus show
Midnight circus (riddle me)
Oh my midnight circus (riddle me)
Oh my

====beedragon====

[author pov]

Penduduk kampung di dekat bukit Sunny Hill heboh, karena ditemukan mayat seorang wanita muda yang merupakan warga kampung mereka di bukit Sunny Hill.

“Pak Cho. Putrimu Cho Soorin. Kami menemukan mayatnya di Sunny Hill. Sepertinya dia meninggal karena kedinginan disana, karena sebagian tubuhnya sudah terkubur salju.” ujar seorang petugas kepolisian yang datang ke rumah Cho Soorin.

Ayah dan ibu Soorin hanya bisa menangis mendengar kabar mengagetkan tersebut. Mereka langsung mengikuti petugas kepolisian tersebut untuk mengambil mayat putri mereka.

Beberapa penduduk kampung yang mengerubungi rumah keluarga Cho langsung bergunjing.
“Soorin pasti meninggal karena hantu ballerina itu. Hantu ballerina itu pasti balas dendam karena dia udah diperkosa sampai tewas di Sunny Hill. Jadi dia mencari teman disana. dan sayangnya Soorin yang malang yang kena.”

“bukan karena ballerina itu. Pasti ini kutukan pesenam perempuan yang meninggal bunuh diri di Sunny Hill. Karenanya ballerina itu juga meninggal disana. dan sekarang Soorin yang jadi korban.”

“kurasa bukan. Ini pasti ulah si pesulap yang dibunuh oleh penagih hutang di Sunny Hill itu. Jadi arwahnya gentayangan dan membunuh siapapun yang lewat Sunny Hill.”

Mereka terus berdebat karena ‘siapa’ Cho Soorin bisa di temukan tewas di Sunny Hill. Karena penduduk kampung lebih percaya kalau ‘makhluk lain’ yang menyebabkan kematian bukannya penyakit. Lalu tiba-tiba seorang kakek tua menghampiri kerumunan tersebut.

“Siapa yang kalian bilang meninggal di Sunny Hill?” tanyanya.

“Cho Soorin, puteri dari keluarga Cho ditemukan tewas di Sunny hill pagi ini. Ada apa? Memang kakek tahu sesuatu tentang Sunny Hill?”

Kakek tersebut langsung pucat pasi. Ia melihat arloji bulatnya, dan tangannya langsung gemetar begitu melihat tanggalan yang tertera di arloji tuanya.
“Tuan muda Lee beraksi lagi.” Lirihnya.

Orang-orang tersebut hanya bisa bertanya-tanya siapa lagi yang namanya ‘Tuan Muda Lee’ ini.

“dia, Tuan Muda Lee. Putera tunggal dari keluarga Lee yang tinggal di bukit Sunny Hill. Kalian pasti pernah mendengar ceritanya dari kakek buyut kalian.” Ujar kakek tersebut.

Penduduk desa hanya menggelengkan kepalanya pertanda mereka tak tahu menahu tentang yang namanya Tuan Muda Lee dari bukit Sunny Hill. “kami tahu kalau bukit itu punya keluarga Lee yang mahsyur itu, tapi bukannya mereka tidak punya anak?”

“ini persis hari kematian Tuan Muda Lee Donghae 100 tahun yang lalu. Dia putera keluarga Lee yang memiliki panggung sirkus terkenal disini. Tapi karena tuan Muda Lee Donghae menderita sakit dimana ia tak bisa terkena sinar matahari, jadi ia sering dikurung orang tuanya di rumahnya. Orang tuanya hanya membuka sirkus mereka malam hari dan dinamakan ‘Midnight circus’. Tapi pada hari ini, seratus tahun yang lalu, ketika tuan muda Lee sedang berada di rumah terjadi kebakaran disana. Semuanya yang ada di Sunny Hill termasuk rumahnya dan panggung sirkusnya terbakar. Dan Tuan Muda Lee Donghae yang pada saat itu terkurung di ruang bawah tanah tak bisa menyelamatkan dirinya. Sementara kedua orang tuanya selamat karena mereka tidak ada di rumah.” Cerita kakek itu.

“dia sangat kesepian. Impiannya adalah membuat panggung sirkus seperti ayahnya. Tapi ia tak punya teman bahkan sampai akhir hayatnya pun dia sendirian. Karena itu pasti dia mencari ‘teman’ untuk menemaninya. Setiap 25 tahun sekali pasti ada kematian di Sunny hill kan?” lanjut kakek itu.

“wah bagaimana kakek bisa tahu. 25 tahun yang lalu ada ballerina meninggal di Sunny Hill, 50 tahun yang lalu seorang pesenam atletik. Dan sekarang Soorin.”

“itu karena Tuan Muda Lee Donghae meninggal di umurnya yang ke dua puluh lima.” Lirih kakek itu dengan suara bergetar sambil memandangi sebuah foto yang sudah usang. Di foto itu tampak seorang pemuda tampan dengan wajah yang pucat dan garis muka yang tegas serta mata yang kelam dan tajam. Pemuda itu memangku seekor kucing hitam pekat yang memakai kalung keperakkan dengan liontin bell di lehernya.

“Ahh, kucing itu!! aku melihatnya ketika aku menemukan jasad Soorin di Sunny Hill. Dia ada di samping Soorin sambil memandangi wajah Soorin.” seru salah seorang penduduk desa. “begitu aku menghampirinya kucing itu langsung kabur, tapi baru lari beberapa meter suara bel di lehernya langsung hilang bersamaan dengan hilangnya kucing itu.”

“kucing ini namanya Midnight, dia satu-satunya teman Tuan muda Lee Donghae semasa hidupnya.”

Penduduk kampung langsung saling berpandangan ngeri. “kakek, kau pasti mengarang cerita kan?” cibir penduduk kampung.

“aku tak mengarangnya. Aku jauh-jauh datang kesini untuk memperingati kalian agar jangan mendekat ke sunny hill di tanggal ini. tapi ternyata aku terlambat. Gadis yang malang.”

====beedragon====

Epilog

“Goodnigt Ladies and Gentleman! Welcome to Midnight Circus! This is Captain JangHyun! Lets enjoy the show!” seru pria bertopi tinggi.

“Ini adalah panggung sirkus paling istimewa yang pernah ada di bumi. Karena kalian tak akan menemukan pertunjukkan seperti yang kami tampilkan hari ini di tempat sirkus lain. Jadi buka terus mata kalian jangan sampai berkedip, karena kalian pasti tak ingin melewatkan sedetik pun sirkus ini. WELCOME TO THE SHOW!!” kembang api menyembur di sekeliling panggung sirkus nan megah tersebut.

“dan perkenankanlah kami memperkenalkan anggota baru di sirkus kami. Big Applause for Soorin!!!”

===END===

Saya datang mau bayar utang.. buat yang lain jeongmal mianhae,, aku duluan nemu ide buat cast ini soalnya,, jadi ini duluan yang aku buat *bow with fishy* Aku gak tau kenapa lagi suka bikin cerita yang ‘gelap2’ lagi bosen berRomantis ria sihh..

Oia kalo ceritanya gak ngena mianhae yahh.. Buat dea lorenza ,, kamu kan ga req mau genre apa,, jadi aku buat genre ini aja yahh.. gapapa kan?? Kalo gak suka bilang yahh *tapi mudah2an sih suka(amin)* soalnya aku bener-bener lagi males nulis romance =.=v

Aku lagi suka banget sama lagunya Sunny Hill yang Midnight Circus. Dapet idenya juga dari lirik lagu itu. Keren banget dehh lagunya!! sambil baca FF ini kalian dengerin lagu itu *hmmm biar dapet feelnya*

Baiklah silakan baca dan jangan lupa tinggalkan jejak.. Happy reading!!!

yang udah baca tolong kasi tau saya ini masuk genre apa yahh?? gomawo!! ^^

Advertisements
[FF REQ] MIDNIGHT CIRCUS / PG15/ by BeeDragon

25 thoughts on “[FF REQ] MIDNIGHT CIRCUS / PG15/ by BeeDragon

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s