[FF REQ] TRAITOR LOVE / G / by BeeDragon


saya datang mau bayar utang lagi nihh,, ini requestan dari Lintang Novia Tsara Samantha yang minta di pasangin sama Yoochun,, mian kamu req nya kan minta ada semua member dbsk,, tapi aku cuma masukin si ucun aja, udah gitu karakter cewe yg satunya aku ganti namanya biar gampang dan gak ketuker,, mianhae kalo ceritanya gak sesuai dengan kemauan kamu ==”

HAPPY READING!!

Title : Traitor Love
Rating / Pairing : G / Straight
Author : Ratu Puteri a.k.a BeeDragon
Cast: Jung Soie [OC]
YooChun JYJ as YooChun
YC
Baek SeungAh [OC]
Length : Oneshoot
Genre : Romance, friendship
disclaimer : semua ini hanya fiksi belaka. hanya sebatas fantasi seorang Ratu yang gak berhenti berimajinasi. TAKE OUT WITH FULL CREDIT. No Copy Paste and Dont Be Silent Reader

====TRAITOR LOVE====

====000====

Jung Soie, seorang yeoja cantik berambut hitam panjang sedang duduk sendirian di sebuah café dengan secangkir vanilla latte di hadapannya. Ia memainkan gelasnya sambil menggembungkan pipinya. Sungguh, menunggu adalah pekerjaan yang paling menyebalkan. Soie sudah merasa mati gaya di café ini, padahal baru 15 menit ia menunggu kehadiran temannya disini.

“Aigoo, Baek SeungAh kemana kamu? Lama sekali. Menyebalkan.” Keluh Soie.

Bel pintu café berbunyi pertanda ada pelanggan yang datang ke café itu. Soie pun langsung menoleh kearah pintu masuk. Dan ternyata yang baru saja datang adalah sahabatnya, Baek SeungAh. SeungAh langsung menatap Soie dengan rasa bersalah.

“Aigoo mianhae Soie. Aku terlambat. Aku tadi ada urusan sebentar.” SeungAh beralasan.

“aishh kau ini. aku udah hampir jamuran menunggumu disini. Kamu masih bisa senyam-senyum seperti itu,” protes Soie.

“eii, mianhae~ chingu-ya,” SeungAh mengeluarkan jurus aegyo-nya.

“Yah, kamu malah mengeluarkan aegyo menyebalkan itu. Jinjja,” sahut Soie.

“hehehe, aigoo aku capek,” SeungAh langsung meminum vanilla latte milik Soie. “ahh lega rasanya.”

“kamu abis darimana memangnya?” tanya Soie.

“Abis ngedate dengan Yoochun oppa,” sahut SeungAh sambil tersenyum ala perempuan yang sedang jatuh cinta.

“yah, harusnya kamu batalin janji kita kalau kamu emang ada janji dengan namjachingumu. Aku kan jadi gak enak sama namchinmu. Pasti dia tadi sedih karena langsung ditinggal sama kamu.” Soie kembali protes akan sikap temannya yang terkadang terlalu ceroboh itu.

“Aku emang gak ada janji sama dia, Cuma dianya aja yang tiba-tiba datang ke rumah. Kangen katanya. Aigoo, aku jadi malu,” SeungAh menutup kedua wajahnya yang sudah memerah.

Soie hanya bisa tersenyum melihat tingkah temannya ini. ia dan SeungAh sudah berteman lama, karenanya ia paham sekali seperti apa sifat temannya yang satu ini. semua perasaannya bisa dilihat dengan jelas di wajahnya.

“Kapan kamu mau mengenalkan aku pada namjachingumu??” tanya Soie.

“Ahh nantilah. Kalau aku kenalkan dia padamu bisa-bisa dia kepincut sama kamu. Kamu sendiri kapan mau mencari pacar?? Mau sampai kapan kamu sendirian melulu? Apa perlu aku cariin pacar biar kita bisa double date,” tawar SeungAh.

“Aku masih ingin menikmati kebebasanku. Belum mau terikat dengan namja. Mian, tapi aku tolak tawaranmu.”

“tsk, kalau kamu sedingin ini mana ada namja yang mau sama kamu,” Kedua sahabat itu kemudian tertawa bersama.

====000====

“Oppa!!” seru SeungAh riang menghampiri namjachingunya, Yoochun.

Ada yang tampak berbeda dari Yoochun hari ini. ia tak manyahut panggilan SeungAh, ia juga tak tersenyum pada SeungAh membuat SeungAh bingung atas apa yang terjadi.

“Oppa, wae geurae (ada apa)??” tanya SeoungAh bingung.

“Ahh, aniyo(tidak). Amugotdo eopseo (tidak ada apa-apa),” elak Yoochun.

SeungAh lalu menggandeng lengan yoochun dan mulai bercerita dengan riang mengenai kesehariannya. Sementara Yoochun hanya menyahuti dengan hmm, ohh, ne. hal ini benar-benar membuat seungAh jadi khawatir akan keadaan yoochun.

“Oppa, apa kamu sakit? Kenapa dari tadi diam aja?”

Yoochun menghela napas panjang. “SeungAh, ada yang ingin Oppa bicarakan.”

SeungAh lalu menunggu penuh pengharapan. Tentu saja, karena ia sering melihat adegan-adegan seperti ini di drama-drama, dimana ketika namjachingunya menjadi sedikit gugup di hadapan yeojanya pasti karena ia akan melamar yeojachingunya.

“tapi kamu jangan marah ya,” pinta Yoochun.

“Ne, aku janji gak akan marah,” SeungAh melebarkan senyumannya.

“Aku ingin kita putus saja.”

Pandangan SeungAh langsung kosong seketika mendengar ucapan Yoochun. SeungAh tadi sempat berpikir kalau Yoochun akan melamarnya, tapi pada kenyataannya yang diucapkan Yoochun adalah hal yang tak pernah ia duga sebelumnya.

“mianhae (maaf), SeungAh-ya. Tapi kurasa hubungan ita ini gak bisa dipertahankan lagi.” Yoochun menundukkan kepalanya.

SeungAh tersadar dari keterkejutannya. Ia lalu menggenggam jemari Yoochun erat.

“Oppa,wae? Kenapa tiba-tiba kamu melakukan ini padaku? Cara bercandamu gak lucu Oppa,” lirih SeungAh dengan airmata tertahan.

Mian, hanya kata itu yang terucap dari mulut Yoochun. Ia bahkan tak bisa menatap mata SeungAh karena merasa bersalah. Tentu saja ia merasa bersalah, karena ia harus mengakhiri hubungan yang sudah mereka jalin selama enam bulan terakhir ini.

SeungAh mulai menangis. Ia terus menggenggam tangan Yoochun seolah tak ingin melepaskannya. Tapi kemudian Yoochun menepis pelan tangannya dan menghapus air mata SeungAh.

“Uljima, mulai besok tak perlu lagi menghubungiku. Aku memang bukan namja yang baik untukmu. Mianhae, tapi aku harus melakukan hal ini,” bisik Yoochun.

Kemudian Yoochun meninggalkan SeungAh menangis sendirian.

====000====

“Aigoo, SeungAh-ya. Airmatamu itu sebenarnya ada berapa banyak sih? Gimana bisa kamu gak berhenti menangis dari siang tadi?” keluh Soie.

Tapi SeungAh masih terus menangis. Airmatanya sudah membanjiri kasur Soie. Soie pun akhirnya mengelus punggung SeungAh setelah sekian lama membiarkannya membuang-buang air matanya.

“sudahlah SeungAh. Namja cemen kaya gitu ga usah kamu tangisin. Dia itu pengecut tiba-tiba main putusin kamu tanpa ngasih tau alasannya. Lupain aja dia,” soie berusaha menasihati chingu-nya itu.

“Aku mencintainya, So. Aku sungguh-sungguh mencintainya. Aku berharap ia melamarku. Tapi dia malah memutuskan hubungan kita. Jahat sekali dia,” isak SeungAh.

Soie mengusap airmata SeungAh. Ia tak tega melihat sahabat terbaiknya ini menangis begitu hebat. Ia juga begitu kesal dengan namja yang bernama Yoochun, ex-namchin seungAh. Saking kesalnya, soie sampai ingin meninju yoochun itu.

“beritahu aku siapa si Yoochun itu. Biar aku beri pelajaran dia. Bagaimana bisa ia membuat sahabtku menangis seperti ini.”kesal Soie.

SeungAh berhenti menangis dan menatap soie penuh pengharapan. “Kamu mau memberi dia pelajaran? Memangnya apa yang mau kamu lakukan? Aku sakit hati karenanya, bantu aku membalaskan sakit hatiku.”

Soie ragu sejenak. Sesungguhnya ia hanya asal bicara saja ketika ia bilang mau memberi pelajaran si Yoochun itu. Tapi sekarang SeungAh terlihat benar-benar ingin agar Soie melakukannya. Akhirnya Soie mengangguk pertanda setuju.

====000====

Soie saat ini berada di ruang piano di kampusnya. Ia terus menatap ponsel touchscreen pink miliknya. Sesekali ia melihat kearah pintu masuk kemudian berpaling kembali menatap piano di hadapannya.

Triing.

Ponselnya berbunyi, pertanda ada sms masuk. Soie pun membaca isi pesan singkat tersebut.
From : ❤SeungAh❤
Dia sebentar lagi datang. Cepatlah beraksi. Aku mengandalkanmu kawan. Hwaiting ^^

Soie menghela napas panjang setelah melihat is isms dari SeungAh tersebut. Soie tahu persis apa maksud dari isi pesan tersebut. Tiba-tiba saja ia menyesali keputusannya untuk membantu SeungAh.
SeungAh berencana membalaskan dendamnya terhadap Yoochun. SeungAh tampaknya sudah terlalusakit hati Ppadanya, hanya bisa berpikir kalau membuat Yoochun patah hati adalah pembalasan yang setimpal. SeungAh pun meminta bantuan Soie untuk membantunya dengan cara membuat Yoochun jatuh cinta pada Soie dan kemudian membuat Soie mencampakkan Yoochun, seperti yang pernah Yoochun lakukanpada SeungAh.

Soie tersadar dari lamunannya begitu terdengar bunyi sms lagi. Ternyata dari SeungAh lagi, ia mengatakan kalau yoochun sudah naik tangga menuju ruang piano.

Soie pun mulai mengambil ancang-ancang. Ia menempelkan jemarinya di tuts-tuts piano. Kemudian ia mulai memainkan sebuah lagu cinta.

Ahh I’m in love you’re my baby, ahh I’ll fall in love
Deureopjianayo geudaewa hamkkeramyeon
Saesangeun neomu areumdapjyeo

Ooh I’m in love, I’m so deep in love
Ooh I’ll fall in love, deureopjianayo geudaewa hamkkeramyeon
Saesangeun neomu areumdapjyeo
Geudaeneun neomu areumdapjyo
(Narsha – I’m In Love)

Soie menyanyikan sebuah lagu cinta dengan nada yang begitu perih,seolah kisah cinta yang ia alami begitu menyakitkan. Seusai memainkan bagian akhir dari lagunya, terdengar suara tepukan tangan menggema di ruangan piano.

“permainan pianomu bagus. Lagu tadi bukannya lagu I’m in Love milik Narsha ya?” Tanya seorang namja yang sudah duduk disamping Soie.

Tampan, itulah yang terlintas di benak Soie begitu melihat namja di sampingnya itu. Soie bahkan sampai tidak bisa menjawab pertanyaan namja tersebut karena Soie sudah terlanjur terpesona olehnya. Mata Soie tak lepas menatap manik coklat di mata namja di hadapannya ini.

“ini lagu cinta, tapi kenapa kamu menyanyikannya dengan begitu sedih? Apa kamu baru saja patah hati?” Tanya namja itu lagi, perhatian.

Dan lagi Soie hanya bisa diam. Bahkan suara namja tersebut mampu menghipnotisnya. Ia heran dengan tubuhnya, semua jawaban dari pertanyaan namja ini sudah ada di ujung mulutnya, tapi mulutnya tak mau mengeluarkan sepatah kata pun.

“ahh maaf kalau aku mengganggumu. Aku hanya terpesona pada permainan pianomu. Begitu indah dan… sedih,” ujar namja itu dengan nada bersalah.

Soie akhirnya tersadar dari kekagumannya. Ia langsung memasang senyum di wajahnya.

“ini memang lagunya Narsha, aku menyanyikannya dengan begitu sedih bukan karena aku patah hati. Tapi aku sedang merasa takut, kalau cintaku tak terbalaskan.” Sahut Soie sambil menundukkan kepalanya, takut akan terhipnotis lagi oleh pesona yang dipancarkan namja ini.

“Jangan takut. Cintamu pasti terbalaskan Nona….” Namja itu menggantungkan kalimatnya.

“soie, jung soie. Kamu bisa panggil aku Soie atau So.”

“Ahh, senang bisa berkenalan denganmu Nona Soie. Namaku Yoochun, Park Yoochun.” Namja itu menyodorkan tangannya.

Soie pun membalas menjabat tangan namja yang bernama yoochun itu. Dan itulah awal mula pertemuan mereka, sekaligus awal dari sebuah perjalan cinta yang yang akan mereka lalui.

====000====

Sejak pertemuan di ruang piano beberapa hari yang lalu, Soie dan yoochun jadi semakin dekat semakin akrab. Terkadang Yoochun bahkan menjemput dan mengantar Soie pulang pergi Rumah-kampus.
Ini membuat SeungAh merasa senang. Kenapa senang? Karena rencananya untuk membuat Soie dan yoochun dekat sudah terlaksanakan bahkan lebih cepat dari dugaannya. Sekarang tujuannya tinggal membuat Soie dan Yoochun berpacaran kemudian menyuruh Soie untuk mencampakkan yoochun sebagaimana dulu yoochun pernah mencampakkannya.

“jadi kamu udah jadian sama Yoochun?” Tanya SeungAh penuh selidik.

“Ne, setelah itu kamu mau apa?” Tanya Soie malas.

“Buat Yoochun Oppa sampai tergila-gila padamu. Dan nanti begitu dia mulai mencintaimu begitu dalam, kamu tinggalkan dia. Kamu campakkan dia. Dengan begitu dia akan merasakan pahitnya sakit hati,” ucap SeungAh penuh dendam.

Soie hanya menatap sahabatnya itu iba. Betapa cinta itu mampu membuat dua orang yang dulu saling menyayangi menjadi saling menyakiti seperti ini. Setelah semakin sering bertemu dengan Yoochun, ia merasa kalau Yoochun bukanlah namja yang jahat. Hanya saja ia belum mengetahui alasan mengapa Yoochun memutuskan seungAh secara sepihak begitu.

“SeungAh ya, apa kamu gak pernah mau mencoba untuk mencari tahu apa yang menyebabkan Yoochun memutuskanmu? Pasti ada sebabnya kan? Seperti misalnya dia selingkuh, atau ada sesuatu di kamu yang membuat dia memutuskanmu?” Tanya Soie.

SeungAh hanya mengangkat bahunya. “Aku gak tahu dan gak mau tahu. Yang aku tahu dia sudah menyakiti hatiku. Dan yang aku tahu aku harus membalas perbuatannya.”

====000====

Yoochun dan Soie sekarang sedang dalam perjalanan ke Namsan tower. Mereka pergi kesana menggunakan Bus kota. Dan sedari halte di dekat rumah Soie bus kota sudah lumayan penuh sehingga mereka harus berdiri. Kemudian bus melalu kencang dan berhenti mendadak, membuat Soie kehilangan keseimbangan. Untung Yoochun sudah menahan badannya agar jangan sampai Soie jatuh.

“kamu pegangan ke aku aja.” Bisik yoochun.
Yoochun kemudian menarik tangan Soie agar berpegangan ke pinggangnya. Soie yang malu lalu menundukkan kepalanya. Bagaimana tidak, sekarang seisi bus sedang memperhatikan mereka.

“oppa, jangan begini. Orang-orang memperhatikan kita,” balas Soie sambil membisik.

“Gwenchana,ini gak seperti kita sedang melakukan kejahatan kan?”
Tangan Yoochun lalu bergerak ke rambut Soie. Ia kemudian merapikan rambut Soie yang berantakan karena insiden tadi. “Aigoo, uri Soie, kenapa rambutnya jadi berantakan begini ya.” Yoochun kemudian memasangkan sebuah jepitan berbentuk hati dengan bebatuan krystal yang indah di rambut Soie. “nah, yeppeuda.” Yoochun lalu tersenyum puas.

Diperhatikan sedemikian rupa oleh Yoochun membuat Soie jadi merasa terharu. Ia merasa wajahnya memanas karena malu. Ia kembali menundukkan kepalanya takut kalau yoochun mengetahui perasaannya saat ini. Karena tanpa Soie sadari ia sebenarnya sudah jatuh cinta pada yoochun. Sambil menyembunyikan kepalanya di dada yoochun, Soie mengucapkan terima kasih atas jepitan pemberian yoochun.

Sepasang kekasih itu tak menyadari kalau SeungAh juga berada satu bus dengan mereka. Ia menatap Soie penuh dendam. Dalam hati ia berjanji akan melakukan sesuatu terhadap Soie nanti.

====000====

Keesokkan hari.

“Jung Soie!” panggil SeungAh.
Soie hanya menoleh dengan malas menghadap SeungAh. Ia bahkan tak memperhatikan ekpresi yang sedang dibuat SeungAh. Soie sudah terlalu sibuk memandangi jepitan pemberian Yoochun.

“Apa ini?” Tanya SeungAh sambil merebut jepitan milik Soie.

“Ahh itu dari yoochun Oppa. Aku hanya sedang melihat-lihat kira-kira ini kalau dijual laku berapa ya? Kamu mau beli?” tawar Soie.
SeungAh meremas jepitan tersebut denga kasar. Soie pun kaget dibuatnya, karena SeungAh bukanlah anak yang suka bertindak kasar seperti itu.

“aku mau kamu putus dari Yoochun oppa sekarang,” tegas SeungAh.

Soie terkesiap mendengar permintaan SeungAh yang tiba-tiba itu. Padahal kemarin-kemarin SeungAh ingin agar Soie mencampakkan Yoochun ketika Yoochun akan melamar Soie. Tapi mendengar keputusan SeungAh seperti ini, membuat Soie merasa enggan untuk melakukannya.

“wae? Kamu gak mau melakukannya? Kamu kan udah janji mau membantuku membalas rasa sakit hatiku ini pada yoochun oppa. Apa yang sedang amu pikirkan Soie?” nada bicara SeungAh mulai meninggi.

“Aku… aku…” Soie terbata mejawab pertanyaan SeungAh.
Ia tak ingin mengakhiri hubungannya dengan yoochun. Karena sekarang Soie benar-benar sadar kalau ia sudah mulai mencintai Yoochun.

“kamu gak bisa menjawabnya?” Tanya SeungAh sarkastik. “kamu menyukainya.”

Kalimat terakhir SeungAh seolah sedang menyadarkan perasaan Soie sekarang. Soie hanya bisa menundukkan kepalanya mendengar pernyataan SeungAh. Ternyata SeungAh bisa menebak perasaannya. Itulah sebabnya Soie tak pernah mau membahas masalah Yoochun ketika sedang bersama SeungAh. Karena Soie takut perasaannya terhadap Yoochun bisa dibaca oleh SeungAh.

“hah! Sudah kuduga. Ketika kemarin aku melihat matamu menatap Yoochun oppa, saat itu juga aku sadar kalau kamu sudah mencintainya. Kamu gak lupa dengan janjimu padaku kan?” ujar SeungAh masih dengan nada yang sama, sarkastik.

“kamu gak harus melakukan ini SeungAh. Seharusnya kamu relakan dia. Kalau kamu berpisah dengannya itu berarti kamu memang gak jodoh dengannya. Kenapa kamu terus ingin menyakitinya seperti ini?” bujuk Soie.

“kamu benar-benar pengkhianat Soie. Lalu kamu mau berbahagia diatas perihnya hatiku. Kamu benar-benar gak bisa dipercaya. Ini balasanmu terhadap semua kebaikanku kepadamu!!” bentak SeungAh. “NEO NAE CHINGU ANIYA!!” SeungAh berlari meninggalkan Soie yang mulai menangis.

Soie dilemma. Ia tak ingin mengakhiri hubungannya dengan Yoochun, karena Soie sudah mencintai Yoochun. Soie juga tak ingin membuat SeungAh jadi semakin sedih seperti ini, apalagi mengingat kalimat terakhir SeungAh.

Ya, SeungAh bisa dibilang adalah orang yang berjasa besar terhadap hidup Soie. Soie berteman dengan SeungAh sejak kecil. Ketika masih di sekolah dasar kedua orang tua Soie tewas dalam kecelakaan dan meninggalkan Soie sebatang kara. SeungAh yang merupakan sahabatnya itu meminta kepada orang tuanya agar mengangkat Soie menjadi anak. Karena SeungAh-lah Soie bisa mendapatkan keluarga, tempat tinggal dan juga pendidikan. Soie tak mau menjadi seperti kacang yang lupa pada kulitnya begini.

Soie hanya bisa menangisi keegoisannya.

====000====

“kita putus Oppa,” ucap Soie.

Yoochun yang duduk di hadapan Soie langsung memasang senyum getir. Karena tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba Soie meminta untuk mengakhiri hubungan mereka. Padahal hubungan mereka sedang hangat-hangatnya.
“ada apa memangnya, So?”

“Aku bohong ketika aku bilang kalau aku mencintaimu. Aku sebenarnya gak mencintaimu. Aku hanya bermain-main saja denganmu. Aku mendekatimu, karena aku kesal padamu. Kamu sudah menyakiti dongsaeng kesayanganku dan membuatnya patah hati sampai terus-terusan bersedih. Karenanya aku ingin membuatmu merasakan betapa sakitnya ketika perasaanmu dipermainkan.” Ujar Soie datar.

Yoochun menghela napas berat. Ia menggenggam sebuah kotak kecil yang sedari tadi bersarang di kantung jaketnya.

“Apa kamu sungguh-sungguh. Padahal hari ini aku berniat untuk melamarmu. Pikirkan sekali lagi, dan jadilah pendampingku,” Yoochun menyodorkan kotak kecil tersebut ke hadapan Soie.

Soie menatap cincin perak itu dengan mata berkaca-kaca. Tapi ia menahan dirinya untuk tak menunjukkan perasaannya pada Yoochun. Soie kembali memasang wajah datar tanpa emosi.

“ini gak akan merubah keputusanku. Lain kali kalau kamu mau menjalin hubungan dengan seseorang berpikirlah untuk tak menyakitinya.”pesan Soie.

Soie kemudian meninggalkanYoochun yang masih terus memadangi bangku kosong yang tadi di duduki Soie.

====000====

SeungAh membaca selembar surat yang bertengger di meja belajarnya.

SeungAh-ya, nae chingu, nae dongsaeng.
Mianhae. Aku pergi.
Aku sudah melakukan hal yang kamu inginkan. Aku memang bukan Eonnie yang baik untukmu. Aku terlalu mencintai Yoochun. Kurasa aku tak akan sanggup menatap wajahnya lagi sekarang. Karena setiap aku melihatnya, aku teringat akan betapa perihnya sakit hati yang kau rasakan.
Jadi aku memutuskan untuk pergi menjauh. Kuharap kamu masih mau menganggapmu sebagai chingu-mu. Kuharap kamu bisa mencari namja yang baik, yang bisa melindungimu, yang bisa menjagamu, yang mencintaimu dengan tulus (oh kenapa airmataku tak bisa berhenti mengalir)
Sudah dulu ya, aku takut surat ini malah tak bisa dibaca karena airmata ini terus mengalir.
Sayonara
Jung Soie.

SeungAh meremas surat tersebut. Ia pun ikut menangis.
“dasar yeoja egois. Sampai detik ini pun kamu membuatku benar-benar tak bisa membencimu.”

====000====

SeungAh berjalan terburu-buru. Setelah ia menemukan tujuannya, ia mulai memperlambat langkahnya. Dengan kedua lengan yang disilangkan di depan dadanya, ia menatap namja di hadapannya dengan angkuh.

“Yoochun Oppa. Annyeong,” sapa SeungAh.

Yoochun mengangkat kepalanya menatap SeungAh yang ada di hadapannya. “SeungAh, Annyeong.”

SeungAh kemudian duduk di samping Yoochun. “aku langsung pada intinya saja ya. Boleh aku tahu kenapa dulu Oppa memutuskan hubungan kita. Aku hanya penasaran. Ini bukan karena aku ingin kita kembali lagi Oppa, hanya ingin tahu saja agar aku bisa introspeksi diri.”

“karena aku bukan namja yang baik untukmu. Dulu ketika aku menjalin hubungan denganmu, aku jatuh cinta dengan yeoja lain yang bahkan aku tak tahu namanya. Setiap jalan denganmu, aku terus memikirkan dia. Saat itu aku sadar kalau aku menyukainya. Dan akhirnya memilih untuk mengakhiri hubungan kita, agar aku tidak terus-terusan menjadi namchin yang memikirkan yeoja lain,” cerita yoochun tanpa beban.

“jadi kamu selingkuhi aku pada yeoja-tanpa-nama itu. Setelah kita putus apa kamu berhasil mengetahui nama yeoja itu?”

“ne,aku bahkan bisa menjadikannya yeojachinguku. Tapi dia memutuskanku, karena katanya ia hanya main-main denganku. Kurasa aku mendapat karma karena sudah menyakitimu SeungAh. Mianhae,” ujar yoochun.

SeungAh tersenyum tipis mendengar cerita yoochun. Karena SeungAh thu persis siapa yeoja yang Yoochun maksud. SeungAh kemudian memberikan sebuah kertas kecil yang sudah kucel(?). “setelah kamu baca itu kuharap kamu melakukan sesuatu terhadapnya. Mianhae, kalau aku sudah memberikanmu hukum karma. Aku ingin menebus dosaku terhadapmu dan juga Soie.”

Yoochun menatap SeungAh bingung. Bagaimana SeungAh bisa tahu tentang Soie. Akhirnya ia memutuskan untuk membaca kertas tersebut. Setelah selesai membacanya Yoochun hanya bisa terdiam.

====000====

“wahh email dari SeungAh,” seru Soie riang.
From : Beauty SeungAh
Chingu, aku kirim paket kebahagiaan ke Chicago sekarang. Mungkin ketika kamu baca emailku, paket itu sudah sampai padamu. Kalau sudah sampai kabari aku ya ^^

Paket?? Pikir Soie bingung. Belum sempat Soie membalas email SeungAh, ada seseorang yang menegurnya.

Excuse me miss, could you help me please,*1” ujar namja itu.

oh, yes, what can I help you, sir?*2” Soie menjawab pertanyaan pria tersebut sambil menundukkan kepalanya. Sejak pindah ke Chicago, Soie memang jadi lebih suka menghindari tatapan orang.

I’m looking for this address , but I don’t know where to go,*3” namja itu memberika selembar kertas yang cukup kucel pada Soie.

Soie mebaca isi kertas tersebut. Soie terkejut bukan main, karena kertas tersebut adalah surat yang ia tinggalkan untuk SeungAh. Soie lalu berpaling menghadap namja di hadapannya. Namja tersebut sudah tersenyum pada Soie.

that girl who wrote this letter is lying to me. She said she doesn’t love me, but she wrote this letter to her friend that she loved me. Could you help me to find this girl who wrote this letter? I wanna tell her that I love her so much.*4”

“neo, otteokke…” Soie kehabisan kata-kata menghadapi namja yang paling dirindukannya belakangan ini.

“SeungAh sudah cerita semuanya. Dia merasa bersalah padamu, jadi dia memintaku untuk membawamu kembali ke Seoul. Soie, bagaimana kamu membohongiku seperi ini? Kenapa kamu membuatku benar-benar menjadi namja yang jahat.”

Soie menangis mendengar perkataan Yoochun, namja yang ada di hadapannya. Ia kembali menundukkan kepalanya.

“Saranghae Soie-ya. Jangan lari lagi dariku. SeungAh menyuruhku untuk membahagiakanmu. Jadi apa kamu mau menerima ini?” Yoochun memberikan sebuah kotak kecil pada Soie.

Soie membuka kotak tersebut. Ia melihat cincin yang sama yang pernah ia lihat lima bulan lalu ketika ia memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka. Yoochun lalu mengambil cincin tersebut dan memakaikannya di jemari Soie.

“Jeongmal saranghae Soie,” bisik Yoochun. “I love You, Jung Soie.”

Soie hanya bisa menangis memandangi cincin di jari manisnya. “Na do saranghae Oppa.”

====000====
[END]

yeaaahhhh!!! selesai satu utang,, kita lanjut ke utang berikutnya.. buat Soie,, mianhae kalo ceritanya jadi gaje begini TT_TT soalnya semua ide numpuk di otak,, kalo gak buru2 disalurkan ntar menghilang *curhatan aneh* Gomawo buat yang udah baca ^___^

Footnote:

*1. Permisi Nona, bisa kamu membantuku?

*2. ya, apa yang bisa aku bantu, Tuan?

*3. Saya mencari alamat ini tapi saya tak tahu kemana harus pergi.

*4. perempuan yang telah menulis surat ini telah berbohong kepadaku. Dia bilang dia tak mencintaiku, tapi dia menulis surat pada temannya dan mengatakan kalau dia mencintaiku. Bisa kamu bantu aku mencarikan perempuan yang menulis surat ini. Aku ingin mengatakan padanya kalau aku mencintainya.

Advertisements
[FF REQ] TRAITOR LOVE / G / by BeeDragon

6 thoughts on “[FF REQ] TRAITOR LOVE / G / by BeeDragon

    1. gantung gimana yah??kan itu udah jelas akhirnya Soie nerima Yoochun lagi…

      aku lagi puasa bikin FF romance,, lg bikin project baru tapi aku bingung itu masuk genre apa *dodol dehh*
      nantikan yahh ^^
      cz tulisan berikutnya adalah tulisan yg paling aku suka.. hohohoho O_o

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s