FF Spin Off – Oppa Babo | Cold Hearted Man part 2| PG15


Oppa Babo – spin off [Cold Hearted Guy]

Title : Cold Hearted Guy
Author : Ratu Puteri a.k.a BeeDragon
Maincast:
Hyunseung Beast as Jang hyunseung
Hyomin T-ara as Hyomin
Soomi CoEd as Lee soomi
Junhyung Beast as Yong Junhyung
Other cast:
Beast member
T-ara member
Genre: romance
Rating / pairing : PG 15 / STRAIGHT
Disclaimer : semua tokoh yang ada di FF ini bukanlah milik saya selaku Author, tapi isi cerita dan alurnya adalah murni hasil karya saya. TAKE OUT WITH FULL CREDIT. No Copy Paste. And Don’t Be Silent Reader.

====000====

====beedragon====

[Hyunseung POV]

“Pokoknya gak boleh. Aku gak akan biarkan kau untuk punya kesempatan bertemu dengan Oppaku. Karena nanti kau bisa curi-curi kesempatan untuk menyampaikan perasaanmu padanya,” ucap si mata sedih.

“Terserah,” sahutku.

Kulihat pintu lift sudah terbuka, akupun langsung masuk kedalamnya. Mata sedih juga ikut masuk kedalam. Dan didalam lift dia membuatku ternganga dengan pernyataannya.

“Oppa, kau suka pada Junhyung Oppa kan?”

Apa-apaan ini?! Kemarin Hyomin mengira aku suka pada si mata sedih, sekarang dia ikut-ikutan juga. Tapi kenapa dia bisa mengira aku suka pada Junhyung Hyung?

“Mwo?”

“Kau suka pada Oppaku kan? Hyomin Eonnie bilang Oppa gak suka sama perempuan. Dan kau sangat dekat dengan Oppa ku. Dan aku juga dengar tentang gossip-gosip itu. Gossip tentang kau suka pada Junhyung oppa,” Seru mata sedih.

Aku hanya bisa mangap *gak enak deh bahasanya*. Ada apa dengan dia?

Tunggu, tadi dia bilang apa? Hyomin bilang kalau aku gak suka perempuan? Kapan aku bilang begitu? Lalu darimana si mata sedih ini bisa dapet gossip kalau aku suka sama Hyung? Memangnya aku gak waras sampai dia mengira kalau aku suka pada Hyung.

“Kamu ini apa karena kelamaan diisolasi di Jepang sana, jadi otakmu ngaco begini ya?” tanyaku.

“Tapi benar kan? Kau suka pada Oppa ku kan? Kumohon jangan Oppa. Masih banyak laki-laki lain. Jangan Oppa ku.” Mata sedih memohon padaku.

Rasanya aku ingin tertawa. Walaupun aku kesal tapi aku jadi ingin tertawa mendengar kata-katanya. Baiklah akan kubuat khayalan konyolmu itu jadi nyata. Sudah lama juga aku gak mengerjai anak ini. Aku memencet angka lima, dan tak lama kemudian lift berhenti di lantai lima. Akupun keluar diikuti bocah mata sedih ini.

“Oppa jangan. Kumohon padamu Oppa. Aku sudah berbahagia sekarang. Teganya kau mau menghancurkan kebahagiaanku,” rengek mata sedih.

“Kau tahu apa yang akan kulakukan. Aku akan menyatakan perasaanku pada Hyung,” ucapku pelan dan sedikit berbisik padanya. Hanya untuk memberikan efek dramatis.

Dan kata-kataku sukses membuatnya shock dan terlihat pucat. Astaga, apa aku berlebihan ya? Kalau gara-gara ini dia jadi takut lelaki lagi gimana? Ahh sudahlah. Kakeknya pasti akan mengobati dia lagi kan.

Ku dengar lift berbunyi. Aku pun segera berlari masuk kedalam lift. Bocah itu pun ikut mengejar berusaha menahanku. Tapi pintunya sudah terlanjur tertutup.

Sebelum tertutup sempurna sempat kudengar jeritannya, “Oppa jangaaaaaaan!!”

Aku tertawa puas di dalam lift. Aku memang pernah mengatakan kalau aku gak suka perempuan pada Hyomin. Tapi bukan berarti aku suka lelaki kan. Seenaknya saja mengarang cerita. *tauk nii authornya aja yang eror*

Awas saja kau Hyomin. Akan kubuat kau membalas semua kekacauan yang sudah kau buat ini.

====beedragon====

Aku kembali keruang latihan setelah berbicara dengan Junhyung Hyung. Sebenarnya tadi aku ke tempat Junhyung Hyung adalah untuk menanyai tentang pertunangannya itu. Tapi si mata sedih sukses membuatku lupa akan tujuanku. Yang ada tadi aku malah cerita soal kekonyolannya dan juga tentang Hyomin.

Aku juga bingung kenapa ku bisa cerita tentang Hyomin. Apa mungkin karena saking kesalnya pada gossip yang ia sebarkan. Atau mungkin juga karena dia sudah beberapa minggu ini tidak muncul disekitarku. Tapi memang sudah beberapa minggu ini aku gak melihat dia. Bahkan di TV pun dia jarang muncul. Dia tak pernah lagi menggangguku lagi. Apa kata-kataku kemarin benar-benar membuatnya jadi sedih.

Tiba-tiba aku merindukan kehadirannya. Ahh tunggu dulu. Apa maksudnya ini? Aku merindukannya? Ahh pasti aku salah. Aku hanya mengkhawatirkannya. Ya, benar, aku khawatir dia jadi sakit hati akan ucapanku.

Ahh mungkin aku sudah dikutuk olehnya. Kenapa aku malah memikirkannya terus?

“Saem, kami masih disini. Jadi jangan berikan poin merahmu di buku laporan kami,” sapa murid didikku.

Aku tersenyum pada mereka. padahal mereka biasanya bisa melancarkan protes bahkan pernah memboikot kelasku hanya karena kecintaan mereka pada idola mereka yaitu Hyomin. Tapi melihat mereka yang penurut seperti ini aku jadi tenang.

“Kalian belajar apa saja? Sendiri atau ada Doojoon Saem kesini?” tanyaku.

“Kami belajar dari Hyung baru.”

“Hyung baru??” aku bingung, Siapa Hyung baru?

Mereka kemudian menyingkir seolah memberi jalan pada seseorang dibelakang kerumunan yang mereka buat. Aku melihat seseorang dengan baju training warna biru muda serta memakai topi, untuk ukuran seorang laki-laki dia termasuk mungil seperti Yoseob. Apa mungkin ini Yoseob?

Lelaki tersebut mengangkat wajahnya. Dan kagetlah aku, ternyata itu adalah Hyomin. Dia memakai jersey dan menutup rambut panjangnya dengan topi. Dia menghampiriku dengan angkuh.

“Kenapa Hyunseung-ssi? Kau kaget melihatku seperti ini? apa kau sekarang terpesona dengan charisma maskulinku?” tanya Hyomin.

“Kau?? Kenapa kau seperti ini? Kemana rokmu? Dressmu? Blussmu? Atau celana skinny jeans mu? Kenapa kamu datang dengan tampilan menyedihkan seperti ini?” tegurku. “Aku kasian pada para fansmu. Apa yang akan mereka lakukan melihat seorang Hallyu Star sepertimu memakai pakaian seperti ini.”

“Aku hanya mau menunjukkan padamu pesona maskulinku. Bagaimana? Walaupun bergaya seperti ini aku terlihat tampan dan menggemaskan kan?” ujarnya sambil mengeluarkan aegyo andalannya.

“Kau terlihat aneh,” sahutku.

Aku lalu menarik topi yang ia kenakan. Aku penasaran apakah ia juga memangkas rambutnya atau tidak. Ternyata rambut panjangnya langsung tergerai begitu kulepas topinya. Aku tersenyum melihatnya. Syukurlah, anak ini tidak berpikiran pendek untuk memangas rambutnya.

“Yah! Kenapa kau lepas topiku. Aku susah payah menggelung rambutku.” Hyomin lalu mengambil kembali topinya.

Aku senang melihatnya. Dia masih bisa marah, masih bisa tersenyum, masih bisa menyombongkan dirinya. Aku sempat khawatir dengan semua orang yang bilang kalau dia itu menangis selama berminggu-minggu karenaku.

“Ohoo! Kau tersenyum melihatku. Kalian lihat kan? Saem kalian tersenyum melihatku. Yatta!!” seru Hyomin dan disambut sorak sorai semua murid didikku.

“Yah kenapa kalian berteriak seperti itu. Sana pulang kalian. Kelas sudah selesai setengah jam yang lalu, jadi sekarang kalian semua pulang.” Aku mengusir semua murid didikku.

Isengnya anak ABG labil itu, sempat-sempatnya mereka menggodaku sebelum mereka pergi meninggalkan ruang latihan.

“Apa yang kau lakukan disini dengan pakaian seperti ini? Kupikir kau sudah benar-benar menyerah dan tidak akan datang lagi.” Tegurku saat semua anak didikku sudah benar-benar meninggalkan kami.

“Empat minggu belakangan ini aku terus-terusan berpikir, apa lagi yang belum aku lakukan. Dan akhirnya terpikir cara ini. ini adalah cara terakhirku. Kalau kau masih tak tergerak juga, maka aku akan benar-benar menyerah. Jadi jangan usir aku dulu sebelum aku benar-benar menyerah,” ucap Hyomin.

Aku terdiam mendengar kata-katanya. Cara terakhirnya dan kemudian dia mau menyerah setelah membuatku tak bisa tidur memikirkannya. Ternyata kau cukup kejam Hyomin.

“Ne, kau harus menyerah, dan biarkanlah orang yang kau kejar itu mengejarmu.”

“Arrayo, aku akan menyerah kalau kau ternyata tak tergerak juga,” sahutnya. “ehh, tadi apa katamu?”

Ahh, sepertinya dia tak mendengarnya. Hahaha ya sudahlah. Akan kubuat kamu menyerah Hyomin.

“Kau tadi mengajari murid-muridku? Baiklah akan kutraktir kau hari ini.”

====beedragon====

[Author POV]

Junhyung masih berusaha meredakan tangisan Soomi. Begitu ia keluar dari ruang kerjanya ia melihat Soomi menangis di pintu masuk ditemani Doojoon. Memang ketika Hyunseung selesai bicara dengan Junhyung, dia bilang kalau Soomi ada diluar menangis karena Hyunseung mau bertemu dengan Junhyung tapi Junhyung bingung untuk alasan apa Soomi menangis.

“Ulljima Soomi-ah. Kenapa kamu malah menangis disini sih? Kalau dilihat sama anak-anak gimana? Nanti bisa-bisa beredar gossip kalau kamu habis diputusin.”

Tapi sepertinya Junhyung mengucapkan kata-kata yang salah, karena tangisan Soomi malah semakin kencang.

“Oppa, bilang padaku oppa. Hiks.. bilang padaku hiks.. kalau oppa masih mencintaiku hiks.. kumohon hiks.. kumohon agar aku merasa tenang,” isak Soomi.

“Tentu saja aku masih mencintaimu dan akan selalu mencintaimu. Kenapa kamu menangis seperti ini? apa kamu habis mimpi buruk? Mimpi kalau aku sudah gak mencintaimu lagi begitu?” tanya Junhyung.

Soomi mengangguk. “Apapun yang Hyunseung oppa katakan didalam tadi gak merubah perasaanmu padaku kan?”

Junhyung tertawa mendengar pertanyaan Soomi. Dalam hati ia bingung, sebenarnya apa yang dibilang Hyunseung pada Soomi sampai Soomi berpikir seperti ini.

“Kenapa kamu bisa berpikir begitu?” tanya Junhyung lagi.

“Habis Hyunseung oppa bilang kalau dia akan menyatakan perasaannya padamu. Apa yang tadi ia katakan didalam?”

Junhyung terdiam sejenak. “Hyunseung hanya menyampaikan perasaannya padaku.”

Soomi langsung nelangsa mendengar jawaban Junhyung. Ia kembali menangis. “Huaa,, eotteokke? Eonnie eotteokke? Huaa.”

“Memangnya kenapa? Harusnya kamu senang dong, karena Hyunseung sudah bisa mengutarakan perasaannya.”

Soomi menangis semakin kencang. Bagaimana dia bisa senang, kalau Hyunseung menyatakan perasaannya pada Junhyung.

“Jangan menangis lagi. Kita harus berbahagia, karena sebentar lagi kita akan dengar kabar bahagia dari Hyomin. Jadi jangan menangis lagi ya,” bujuk Junhyung.

“Kabar bahagia apa? Bagaimana Eonnie bisa bahagia kalau Hyunseung Oppa baru saja menyatakan perasaannya padamu?”

“Memangnya kamu pikir perasaan seperti apa yang dia sampaikan padaku?” tanya Junhyung.

“Hyunseung Oppa pasti bilang kalau dia menyukaimu kan Oppa? Dia gak suka sama perempuan dan dia juga selalu menolak Eonnie. Dan satu-satunya orang yang dekat sama dia itu cuma kamu Oppa. Jadi tadi dia pasti habis bilang kalau dia suka padamu kan Oppa?”

Tawa Junhyung langsung meledak. Dia tertawa begitu geli sampai membuat Soomi bingung dengan reaksinya.

“Kenapa kau malah tertawa Oppa?”

“Kamu ini bagaimana bisa menuduh dia menyukaiku. Kekeke. Kamu dapet cerita darimana kalau Hyunseung suka padaku?” tanya Junhyung sambil memegangi perutnya yang sakit karena terlalu banyak tertawa.

“Dongwoon. Lagipula Eonnie juga bilang kalau Hyunseung Oppa gak suka perempuan. Jadi aku yakin kalau gossip itu benar,” sahut Soomi polos.

“Hyunseung itu udah seperti adikku sendiri kau tahu. Dia itu kan anak tunggal, hidup selalu sendiri, jadi begitu masuk ke asrama dia gak bisa bersosialisasi dan jadi sering di bully, sama seperti kamu dulu waktu di SMP. Seungie hanya dekat denganku itu karena aku yang selalu membela dia tiap dia lagi di gencet sama teman-temannya. Karena itu dia nurut sama aku.” Cerita Junhyung.

“Dan mengenai dia gak suka perempuan itu memang benar. Tapi bukan berarti dia suka laki-laki, dia masih normal kok, hanya saja dia belum menemukan perempuan yang klik sama dia. Makanya aku lagi mengusahakan agar hatinya bisa terbuka. Dan sepertinya usahaku berhasil, karena sebentar lagi sepertinya kita akan mendengar berita bahagia dari Hyunseung dan Hyomin.”

====beedragon====

[Hyomin pov]

“Apa-apaan ini? Masa kamu mentraktirku sebuah eskrim dan sebungkus kripik kentang? Dan kenapa kita duduk disini? Apa kamu gak bisa nyari café yang lebih baik? Masa kita duduk dipinggir kolam air mancur seperti ini?” protesku pada Hyunseung.

Sebenarnya aku gak keberatan seperti ini. walaupun misalnya dia hanya memberiku sebatang permen, aku pasti tetap akan menyukainya. Tapi sekarang aku hanya ingin menggodanya.

“Aku kan udah bilang, honorku belum cair. Jadi aku gak bisa mentraktirmu makan di restoran. Sudah terima aja, udah bagus aku traktir.”

Ahh Hyunseung-ssi, tahukah kamu kalau aku jantungku berdebar tak karuan. Menahan rasa rindu untuk bertemu denganmu, menahan hasrat untuk menggodamu selama sebulan ini hampir membuatku gila. Tapi kalau akhirnya aku bisa duduk berdua denganmu seperti ini, rasanya semua penderitaanku selama sebulan ini terbayarkan.

Aku melihat eskrim yang dia pegang, kenapa berbeda dengan punyaku? Dia membelikanku es krim cone, tapi kenapa dia membeli es loli?

“Tukar,” ucapku sambil menyodorkan eskrimku padanya.

“Kenapa mau ditukar. Aku membelikanmu eskrim yang paling mahal, kenapa kamu malah minta ditukar?” tolak Hyunseung.

“Tapi aku mau yang itu, lagian aku kurang suka eskrim cone seperti ini. gampang cair, nanti bajuku kotor. Tukar,” paksaku.

Akhirnya Hyunseung mengalah dan memberikan eskrim yang sudah dia makan tadi. Hahaha sebenarnya karena aku ingin mencuri ciuman tak langsung darimu, makanya aku minta tukar eskrimnya. Astaga Hyomin kenapa kamu bisa semenyedihkan ini, rutukku dalam hati.

“Kemana saja kamu belakangan ini?” tanya Hyunseung.

“Kenapa? Apa kamu merindukanku?” ledekku.

“Siapa yang merindukanmu? Aku hanya khawatir, takut kamu bertindak ceroboh, seperti bunuh diri misalnya,” Hyunseung memberi alasan.

“Hahaha, aku udah bertahun-tahun ditolak sama kamu, kalau hanya karena kata-katamu waktu itu aku sampai bunuh diri, maka aku akan menyesal di akhirat nanti, karena sampai aku matipun kamu masih menolakku. Jadi kuputuskan untuk tetap hidup sampai kamu menerimaku,” ujarku.

“Lagipula, selama sebulan ini aku terus berpikir, cara-cara apa saja yang belum aku lakukan. Dan akhirnya muncul ide seperti ini. ini adalah senjata terakhirku kau tahu,” aku melanjutkan ceritaku.

“Memang cara apalagi yang akan kamu lancarkan padaku?”

“Yah mengingat kata-kata yang kamu ucapkan kemarin dan sekarang kamu melihatku dengan penampilan seperti ini, apa gak ada sesuatu yang kamu pikirkan?” tanyaku.

Hyunseung sepertinya bingung dengan pertanyaanku. Apa mungkin dia tak mengerti. Atau penampilanku hari ini belum meyakinkan? Ahh harusnya aku memotong pendek rambutku.

“Kamu ingat apa yang kamu katakan padaku? Aku gak suka perempuan? Makanya aku berdandan seperti laki-laki begini untukmu. Dengar Hyunseung-ssi. Aku menerima kamu apa adanya. Aku suka padamu, walaupun kamu gak suka pada wanita. Aku bisa menjadi lelaki untukmu,” ujarku.

“Mwo?! Apa maksudnya ini? jadi kamu pikir aku suka lelaki begitu??” Hyunseung kembali bertanya.

“Kan kamu bilang kamu gak suka perempuan, berarti kamu suka lelaki kan? Tenanglah Hyunseung-ssi aku menerimamu apa adanya. Aku sudah memikirkan ini selama sebulan.”

“Yah!!” bentak Hyunseung tepat di samping telingaku.

Aku langsung menutup telinga kananku yang pengang karena teriakannya. “Yah, kau ini gila ya? Kenapa malah teriak di telingaku sih?”

“Kau yang gila! Bagaimana bisa kamu mengira aku ini gay? Aku ini memang gak suka perempuan, tapi bukan berarti aku suka lelaki kan?!! Lagipula gak suka bukan berarti benci kan. Buktinya aku masih bisa dekat dengan perempuan lain. Wah bagaimana bisa kamu mengambil kesimpulan gila seperti itu.” Seru Hyunseung.

Ehh, dia juga bukan gay. Yes!! Berarti dia masih bisa menyukai perempuan begitu? Assa!! Batinku.

“Kalau begitu kamu masih bisa suka pada perempuan dong?” tanyaku.

“Ya tentu saja!! Ohh pantas saja Soomi mengira aku suka pada Hyung, apa kamu yang menyebarkan gossip seperti ini pada Soomi?”

Aku hanya mengangguk polos.

“Gara-gara gossip yang kamu sebarkan itu, hari-hariku jadi berantakan. Soomi seharian menangis di depanku gara-gara mengira kalau aku suka pada Hyung. Hyomin, kamu harus bertanggung jawab,” tegas Hyunseung.

“Hee? Aku tanggung jawab? Tanggung jawab seperti apa? Kenapa harus aku?”

“Karena kamu udah nyebarin gossip kalau aku gay. Tahukah kamu, kalau kamu itu bisa kena pasal mencemarkan nama baik. Kamu gak mau itu terjadi kan. Sekarang semua orang pasti sudah mengira kalau aku ini gay. Pokoknya kamu harus bertanggung jawab. Kamu harus membuat orang-orang melihat kalau aku ini NORMAL!” todong Hyunseung.

Aku pasrah mendengar kata-katanya. Ya, memang aku yang salah. Harusnya aku gak cerita sama Soomi. Jadinya malah seperti ini. ahh Hyunseung pasti benci sekali padaku.

“Nee, aku akan bertanggung jawab. Kamu mau aku gimana? Apa perlu aku buat konfrensi pers kalau kamu itu normal. Baiklah aku akan melakukan itu.” Ucapku.

“Aniyo, kalau kamu bikin konfrensi pers seperti itu tentu saja akan membuat orang semakin menuduhku. Kamu harus melakukan sesuatu yang menunjukkan kalau aku ini memang suka perempuan dan bukannya laki-laki.”

“Lalu apa yang harus aku lakukan?”

“Jadi pacarku. Kalau kau jadi pacarku tentu semua akan percaya kalau aku bukan gay.”

====beedragon====

[Hyuseung pov]

“Jadi pacarku. Kalau kau jadi pacarku tentu semua akan percaya kalau aku bukan gay.”

Setelah aku mengucapkan itu kulihat Hyomin terdiam mematung. Kenapa dengan dia? Bukannya harusnya dia senang karena akhirnya dia bisa menjadi pacarku? Kenapa malah diam.

“Maksudnya? Aku jadi pacarmu?” tanyanya dengan wajah yang masih shock.

Aku hanya mengangguk. “Aku gak akan mengulangnya untuk yang kedua kali, jadi kamu cerna baik-baik. Silakan pilih jadi pacarku atau aku tuntut kamu untuk pasal pencemaran nama baik?”

“Ahh, baiklah,” Hyomin terdengar tak bersemangat.

“Kenapa seperti itu ekspresimu? Apa kamu gak suka?” tanyaku.

“Ahh aniyo. Bukan gak suka,” senyum mulai menghiasi wajah Hyomin. “Walaupun aku harus menjadi kekasih pura-puramu untuk menunjukkan pada dunia bahwa kau normal, aku rela. Aku akan menjaadi kekasih pura-puramu yang paling baik.” Ucap Hyomin.

“Pura-pura? Ternyata kamu suka yang pura-pura,” ujarku. “Untuk apa berpura-pura kalau bisa bersungguh-sungguh. Bukankah akan lebih meyakinkan kalau ini bukan sekedar rekayasa.”

“Ehh, apa maksudmu?” Hyomin terlihat bingung sekarang. “Maksudmu aku bisa menjadi kekasih sungguhanmu begitu? Sungguh? Kamu gak lagi bercanda kan? Ini sungguhan?”

“Seperti yang kubilang aku gak suka mengulang kata-kataku dua kali. Kamu cerna sendiri.”

Hyomin terdiam. Dia terus menatapku, menanti jawaban dariku. Ahh, aku harus bilang apalagi? Aku gak mahir dalam hal seperti ini.

“kalau begitu sekarang aku resmi jadi kekasihmu,” Hyomin berkata dengan hati-hati.
“Berarti sekarang aku adalah kekasih Jang HyunSeung. Ini sungguhan lohhh. Ahh akhirnya hari ini tiba juga!!” seru Hyomin yang sudah lompat-lompat tak karuan.

Aku tersenyum melihatnya. Dia kemudian berhenti melompat dan kembali duduk disampingku. Tak lama kudengar ada suara tangisan. Kulirik Hyomin, ternyata dia sedang menangis.

“Yah, kenapa nangis? Bukannya harusnya kamu senang?”

“Aku senang karena akhirnya hari seperti ini datang juga. Tapi aku sedih, kenapa kamu memintaku seperti itu. Apa kamu gak punya cara yang lebih romantis?” ucap Hyomin sambil terisak.

====beedragon====

[author pov]

Mereka duduk saling diam. Lima menit yang terasa seperti lima jam bagi mereka.Hyunseung hanya diam sambil terus melihat ke arah lain. Sementara Hyomin masih sibuk menghentikan aliran airmatanya.

“Kenapa kita jadi diam-diaman seperti ini?” Hyomin membuka pembicaraan.

“Mana kutahu?” jawab Hyunseung.

“Apa gak ada yang ingin kamu katakan?” tanya Hyomin.

“Kamu sendiri?” Hyunseung balik bertanya.

“Maksudku, kenapa kamu akhirnya mau menerimaku? Apa akhirnya kamu suka padaku?”

“Kamu pikir aja sendiri.”

“Ahh, ayo bilang kalau kamu menyukaiku,” pinta Hyomin.

“Ahh, Shireo. Kamu udah banyak mendapat pernyataan cinta, kenapa masih harus mendengar dariku?” tolak Hyunseung.

“Ahh, kan beda kalau yang bilang itu kamu,” jawab Hyomin sambil menggamit lengan Hyunseung.

Hyunseung kaget karena Hyomin sudah menggandeng lengan kirinya, segera didorongnya kepala Hyomin untuk melepas pelukannya.

“Aishh, apa yang kau lakukan?” bentak Hyunseung.

“Yah. Kita kan udah jadian jadi gak apa-apa dong.”

“Ahh, shireo. Jangan harap aku mau melakukan hal-hal seperti itu,” tolak Hyunseung.

“Kamu ini apa gak pernah belajar dari Doojoon Oppa dan Junhyung Oppa. ckckck” Hyomin kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Yang namanya pasangan kekasih itu pasti melakukan ini,” Hyomin menggenggam jemari Hyunseung. “Kemudian begini,” Hyomin memeluk Hyunseung. “lalu begini..”

Baru saja Hyomin hendak mencium Hyunseung, Hyunseung sudah menjauh. “YAH! Apa yang mau kau lakukan?!” bentak Hyunseung.

“Melakukan hal yang dilakukan Soomi dengan Junhyung Oppa,” jawab Hyomin polos.

“Jangan harap.” Hyunseung lalu berjalan meninggalkan Hyomin yang masih shock melihat kelakuan Hyunseung.

“Ahh, bagaimana bisa aku mencintai pria berhati dingin dan tak romantis seperti dia,” gerutu Hyomin. “Hyunseung-ssi tunggu aku!” seru Hyomin kemudian berlari menyusul Hyunseung.

“Bagaimana bisa kamu masih memanggilku dengan begitu formal?” tanya Hyunseung saat Hyomin sudah tiba disampingnya.

“Memang kamu mau aku memanggilmu seperti apa? Kita kan seumuran?” Hyomin balik bertanya.

“Memangnya kamu gak pernah belajar dari Soomi begitu,ckckck,” Hyunseung membalikkan kata-kata Hyomin.

Hyomin berhenti sejenak. Ia kemudian tersenyum. “Baiklah, aku akan memanggilmu seperti Soomi, atau seperti Soyeon Onnie memanggil Doojoon Oppa. Tapi ada syaratnya.”

“Apa?” Hyunseung terdengar malas mendengar permintaan Hyomin.

“Yang namanya sepasang kekasih itu harus didasari oleh cinta, jadi aku mau dengar kamu bilang kalau kamu cinta aku.”

“Ya sudahlah, kalau kamu memang lebih suka memanggilku dengan formal seperti itu.” Hyunseung kembali meninggalkan Hyomin.

“Ihhh orang ini susah sekali sih diajak kerjasamanya. Jadi mau main tarik ulur, baiklah” rutuk Hyomin.

Hyomin kembali mengejar Hyunseung. “Baiklah, Hyunseung OPPA. Lakukan sesukamu.”

Hyunseung berhenti dan terlihat sekali ia seperti sedang berusaha menahan senyumnya.

“Aku sudah melakukan yang kamu mau, sekarang gantian,” pinta Hyomin.

Hyomin mendekati Hyunseung. ia menatap Hyunseung dalam-dalam. “Aku tahu kamu gak bisa bilang kalau kamu suka padaku. Aku paham akan harga dirimu yang tinggi itu. Tapi aku, perempuan ini, membutuhkan sebuah bukti kalau aku sekarang adalah Yeojachingu dari Jang Hyunseung.”

Hyunseung balik menatap Hyomin seolah matanya berkata bukti-apa-yang-kamu-mau. Hyomin kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Hyunseung. lalu..

chu ❤

Hyomin mengecup pipi Hyunseung. Hyunseung langsung memegangi pipinya yang dicium oleh Hyomin. Sementara Hyomin sudah melompat-lompat tak karuan sambil berteriak kegirangan.

“Eomma, aku mencium Hyunseung!! aku sekarang jadi yeojachingunya dan sudah menciumnya. Ahh eotteokke, aku bahagia, aku malu, aku senang, kyaaaa,” seru Hyomin sambil memegangi kedua pipinya yang sudah memerah.

Hyunseung menatap Hyomin tak percaya. Hyunseung kemudian melihat ke sekeliling mereka. Well, taman ini cukup sepi, jadi ia tak perlu khawatir kalau ada fans-nya Hyomin yang memergoki mereka.

“Yah, bisa perkecil suaramu. Gimana kalo ada yang dengar hah?! Lagian apa yang kamu sebut ciuman?! Itu kamu sebut sebagai ciuman?!” seru hyunseung.

Hyomin berhenti melompat. Ia menatap Hyunseung bingung. “Memangnya??”

Sekarang gantian Hyunseung mendekat ke Hyomin. Ia mendekatkan wajahnya ke Hyomin. Hyomin yang melihat reaksi Hyunseung tersebut hanya bisa tersenyum tipis lalu menutup kedua matanya. Kemudian…

Dukk,

Kepala Hyunseung terbentur ujung topi yang dipakai Hyomin. Hyomin pun membuka matanya. Ia melihat wajah Hyunseung yang kaget, bingung, malu, kesal bercampur menjadi satu.

“Yah, topi ini mengganggu tahu!” seru Hyunseung.

“Babo, kamu hanya perlu memiringkan kepalamu kalau mau menciumku,” ujar Hyomin.

Kemudian Hyomin memiringkan kepalanya dan melingkarkan lengannya di leher Hyunseung. Dan bibir mereka berhasil bersentuhan. Hyunseung lalu membuka topi hyomin agar mereka bisa berciuman dengan leluasa.

====beedragon====

“Ahh, mereka pikir di taman ini hanya ada mereka berdua,”
“Kalau sudah jatuh cinta dunia terasa hanya milik berdua Oppa,”
“Aigoo, itu Hyunseung Hyung udah bisa nyium Hyomin Noona,”
“Wahh, gak sia-sia aku ngajarin dia nonton film-film itu, lihat gaya dia mencium Hyomin,”
“Akhirnya Hyomin Eonni jadian juga sama Hyunseung oppa.”
“yah, Hyunseung itu akhirnya mengakui juga perasaannya,”

Di pinggir taman terdapat Junhyung, Soomi, Yoseob, Doojoon, Jiyeon dan Eunjung. Yang sedang mengintip pasangan baru tersebut.

====beedragon====

[end]

last edited : 020812

Advertisements
FF Spin Off – Oppa Babo | Cold Hearted Man part 2| PG15

13 thoughts on “FF Spin Off – Oppa Babo | Cold Hearted Man part 2| PG15

  1. sweetmarshmallowgirl says:

    thor ceritanyaaa aku sukaaa endingnyaaa!!!!!
    keren bangett!!! akhirnya cinta hyomin nggak bertepuk sebelah tangan!!!! huwaaaa akhirnya terbalaskan juga cintanya hyomin!!!!! yeee yeee mereka romantis bangettt walau hyunseungnya nggak romantis tapi kocak aja ngeliat dia yang gengsian begituuu

    1. aku juga suka ma endingnya..
      kalo baca ini suka cengir2 sendirian gitu.. *anaehh yahh*

      tapi sekarang udah ga bisa bikin cerita begini lagi -___-
      gara2 Junhyung nihh

      anyway sankyu ya 🙂

  2. Alina Hernanda says:

    Eonni ff ini romantis banget ^^ tapi kenapa dongwoon oppa bagiannya sedikit 😦
    bisakah buatkan ff yg pemeran utamanya dongwoon oppa? Hehe

    1. hohoho,, saya emang spesialis(?) roman *bangga*
      hiyaa,, aku jarang masukkin dongwoon di setiap FF soalnya aku selalu lupa kalo DW itu maknaenya Beast *jahatnyaa ==”*

  3. unniieeeeee
    endngna aq sukaaaaa….
    emang si seungi kagak romantis. ahahahaha….. dongwoon ngajarin apa coba? #otak yadong kumat. ahahahaha

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s