FF Spin Off – Oppa Babo | Cold Hearted Man part 1| PG15


Oppa Babo – spin off [Cold Hearted Guy]

Title : Cold Hearted Guy
Author : Ratu Puteri a.k.a BeeDragon
Maincast:
Hyunseung Beast as Jang hyunseung
Hyomin T-ara as Hyomin
Soomi CoEd as Lee soomi
Junhyung Beast as Yong Junhyung
Other cast:
Beast member
T-ara member
Genre: romance
Rating / pairing : PG 15 / STRAIGHT
Disclaimer : semua tokoh yang ada di FF ini bukanlah milik saya selaku Author, tapi isi cerita dan alurnya adalah murni hasil karya saya. TAKE OUT WITH FULL CREDIT. No Copy Paste. And Don’t Be Silent Reader.

====000====

Beginilah kalian para perempuan tak pernah mau mengerti. Ini sebabnya aku tak suka pada kalian para perempuan. Karena kalian selalu saja memaksakan kehendak kalian. Kalian selalu saja membuat keputusan-keputusan yang tanpa kalian sadari akan merugikan orang-orang disekitar kalian. Itu sebabnya AKU TAK SUKA PADA KALIAN PARA PEREMPUAN. =Hyunseung Mind=

====000====


[Hyunseung pov]

Ahh, akhirnya aku melihat ini lagi.

Sekarang aku melihat hyung dan si mata sedih berciuman. Ini bukan pertama kalinya aku melihat mereka berciuman, tapi tetap saja aku merasa tidak nyaman melihatnya.

Ahh, kenapa aku harus menyaksikan mereka seperti ini. bukannya aku tak senang dengan bersatunya kembali mereka yang sepertinya tak terpisahkan itu. Tapi memang, aku tidak suka melihat hal seperti ini.

Aku muak. Harusnya aku pergi saja dari sini. Jiyeon bilang dia akan mengadakan reuni dengan Soomi. Tapi kenyataannya kita malah menyaksikan mereka melakukan keromansaannya. Ini benar-benar memuakkan.

“Aku pergi,” ucapku datar pada semua yang hadir dan sedang mengintip apa yang dilakukan Junhyung Hyung dengan Soomi si bocah mata sedih.

Dan seperti biasa Hyomin langsung mencegahku. Anak ini selalu saja mengusikku.

“Mau kemana? Kan kita mau reunian,” tegur Hyomin.

“Reunian macam apa? Sepertinya kita hanya mengintip mereka berciuman. Untuk apa? Buang-buang waktu saja. Aku pergi. Sampaikan salamku pada mereka,” dan akupun meninggalkan mereka.

Di pintu keluar aku bertemu dengan Eunjung yang baru datang. Dia kaget melihatku yang akan meninggalkan gedung ini.

“Hyunseung-ssi. Apa acaranya sudah selesai? Ahh, eotteokke,” tegur Eunjung.

Aniyo, acaranya bahkan belum dimulai. Kau masuk saja dulu. Aku ada keperluan jadi gak bisa lama-lama ikutan reuni ini,” kilahku.

Dan akupun mulai meninggalkan gedung ini. Kudengar seseorang memanggilku. Aku tahu persis siapa itu. Hanya Hyomin yang tak pernah rela membiarkanku sendirian. Ini benar-benar mengganggu.

Wae?” sahutku.

“Kenapa kamu pergi? Kan acara sebentar lagi mulai. Eunjung Eonnie udah datang,” ujar Hyomin.

“Aku hanya tak suka dengan suasana itu. Itu hanya buang-buang waktu saja.”

“Apa kamu gak suka mereka bersatu kembali?” Hyomin kembali bertanya.

Ah anak ini. Apa dia gak bisa meninggalkanku sendiri? Aku sedang ingin sendiri sekarang. “Ne, aku gak suka. Puas?”

“Kamu gak suka melihat mereka bersatu kembali. Apa ini berarti kamu sebenarnya suka sama Soomi?” lagi-lagi Hyomin mengeluarkan pemikirannya yang ajaib.

“Ne????”

“Iya, kamu suka sama Soomi. Itu sebabnya kamu sedih melihat Soomi bersatu kembali dengan Junhyung Oppa. Pantas saja kamu selalu menolakku. Rupanya kamu suka pada Soomi,” ucap Hyomin yang sukses membuatku melongo.

“Bagaimana bisa aku suka sama si mata sedih? Kamu dapat imajinasi darimana?”

“Iya, karena kamu tak pernah mau menanggapi perempuan yang mendekati kamu, termasuk aku. Tapi kamu mau bicara pada Soomi. Kamu bahkan punya julukan khusus untuk dia. Sudah berapa lama kamu suka dia. Apa sejak sebelum aku menyukaimu?”

“Berhenti membuat cerita Hyomin. Kamu gak tahu apa yang sedang kamu ucapkan,” tegurku.

“Sudahlah Hyunseung-ssi. Akan terasa menyesakkan kalau kamu gak mau mengakui perasaanmu. Bukankah lebih baik kamu utarakan saja perasaanmu itu. Akui saja semuanya, walaupun itu akan benar-benar membuatku sedih,” ucap Hyomin.

Aku sudah tak tahan lagi dengan semua pemikirannya. Bagaimana bisa dia berkata seperti itu. Terserah dia mau berbicara apa, tapi pemikiran dia ini sudah tidak bisa dilanjutkan lagi.

“Beginilah kalian para perempuan tak pernah mau mengerti. Ini sebabnya aku tak suka pada kalian para perempuan. Karena kalian selalu saja memaksakan kehendak kalian. Kalian selalu saja membuat keputusan-keputusan yang tanpa kalian sadari akan merugikan orang-orang disekitar kalian. Itu sebabnya AKU TAK SUKA PADA KALIAN PARA PEREMPUAN.”

Hyomin terlihat kaget dengan ucapanku. Apa aku sudah keterlaluan? Ah sudah biarkan saja. Semoga saja dengan ini dia gak akan lagi membuntutiku.

“Apa maksudmu Hyunseung-ssi?” tanya Hyomin dengan suara yang bergetar.

“Maksudnya adalah. Kamu berhentilah mengejarku. Berhenti membuntutiku. Berhenti mengikutiku. Aku sudah muak dengan semua kelakuanmu itu. Apa kamu sudah gak punya rasa malu? Perempuan gak seharusnya melakukan hal itu!” Bentakku.

“Aku sudah membuang rasa maluku bertahun-tahun yang lalu. Aku sudah tak punya lagi rasa malu karenamu. Tapi mendengar semua ini sepertinya yang kubuang bukan hanya rasa malu dan harga diriku, tetapi juga adalah waktu berhargaku,” isak Hyomin.

“Baguslah kau sadar kalau kau sudah membuang waktumu. Berhentilah sekarang. Dan jangan salahkan aku atas hilangnya harga dirimu yang sangat penting itu. Jadi berhentilah bertingkah memalukan seperti ini.”

“Hyunseung!!” seru Doojoon Hyung yang juga sudah keluar dari gedung tempat kami akan reuni. Bersama dengannya Eunjung, Jiyeon, dan Yoseob.

“Hyung, teganya kau bicara seperti itu pada Hyomin Noona,” tegur Yoseob.

Sementara Eunjung dan Jiyeon sudah menghampiri Hyomin yang sekarang duduk bersimpuh di jalanan.

“Hyunseung-ssi. Apa kamu gak punya hati? Walaupun kamu gak suka pada Hyomin, tapi gak seharusnya kamu bicara seperti tadi,” ujar Eunjung.

“Oppa, bagaimana bisa oppa berkata begitu pada Onnie. Minta maaf sekarang juga Oppa,” suruh Jiyeon.

Apa-apaan ini? sekarang semuanya menghakimiku. Memangnya apa salahku? Apa salah kalau aku mencoba menyadarkan Hyomin?

“Kalau kalian punya waktu untuk menghakimiku, lebih baik kalian gunakan untuk menasehati dia. Aku pergi dulu,” sahutku sambil berlalu dari hadapan mereka.

Kutinggalkan mereka yang berkerumun di sekeliling Hyomin. Kutinggalkan Hyomin yang mulai menangis itu. Aku tak peduli dengan mereka semua.

====beedragon====

Sebulan kemudian…

[Author pov]

Pria itu duduk dengan rapi sambil menyilangkan kakinya. Ia juga menyilangkan kedua lengannya di dadanya. Pria itu terlihat angkuh sekali. Bagaimana tidak terlihat angkuh, bahkan ketika berada di dalam ruangan seperti ini dia memakai kacamata hitam.

Dihadapannya duduk seorang perempuan yang mengenakan dress berwarna ungu muda. Perempuan itu juga mengenakan kacamata hitam sama seperti sang pria. Dan sekarang mereka duduk dalam diam.

“Ada apa? Cepat bicara? Aku gak punya waktu banyak,” tegur sang pria.

“Bagaimana bisa oppa meninggalkan pestaku. Padahal kau adalah orang yang paling kutunggu-tunggu. Aku baru datang kembali setelah tiga tahun lamanya, tapi sepertinya kau tak ingin melihatku,” tanya sang perempuan yang bernama Soomi.

“Kau tahu, aku ini sibuk. Jadi gak punya waktu luang untuk menghadiri acara penyambutanmu. Mianhae.”

“Kalau bukan karena kata-katamu di video waktu itu, mungkin aku sudah benar-benar menyerah. Tapi kau mengingatkan lagi akan motivasiku dulu. Jadi aku mau berterimakasih padamu Hyunseung Oppa,” ucap Soomi.

“Ne Cheonmaneyo,” jawab Hyunseung.

“Berkat kamu, aku bisa bersatu lagi dengan Junhyung Oppa. Sekarang aku benar-benar bahagia,” ujar Soomi.

“Wahh, kalau tau kau hanya mau menyombongkan diri seperti ini lebih baik tadi aku bawa Gikwang ikut kesini.”

“Kenapa? Supaya aku histeris lagi dan melarikan diri lagi lalu mengisolasi diri lagi dari dunia luar selama bertahun-tahun lamanya. Itu yang kau inginkan?” tanya Soomi dingin.

Hyunseung agak sedikit merasa aneh dengan sikap Soomi hari ini. selama dulu mereka bertemu, sekejam apapun sikap dan kata-kata Hyunseung, Soomi tidak akan pernah membalasnya dan hanya memberikan senyuman. Tapi tidak hari ini, Soomi terdengar sangat dingin menyahuti semua ucapan-ucapan Hyunseung.

“Maaf saja ya, Oppa. Tapi aku sudah sembuh. Lagipula kemarin aku udah bertemu dengan Gikwang Oppa. Dan sekarang kau masih bisa melihatku disini. Sekarang tidak ada lagi yang bisa menghalangi bersatunya aku dengan Junhyung Oppa. Termasuk kau.”

====beedragon====

Flashback beberapa hari yang lalu.

“Mana yang kuminta?” Soomi menadahkan tangannya pada pria tampan yang duduk dihadapannya.

Pria itu kemudian memberikan sebuah amplop cokelat yang cukup tebal pada Soomi. Soomi langsung membuka isi amplop tersebut. Dan mengeluarkan beberapa kertas yang ada di dalamnya.

Gomapta, Dongwoon-ah. Kamu emang calon sepupu yang bisa diandalkan,” ujar Soomi.

“Ne, dan kamu adalah calon sepupu yang palng bisa mengandalkan orang-orang disekitarmu,” ujar Dongwoon.

“Ne, sebagai satu-satunya keturunan ketiga seorang chaebyeol, aku jadi harus tahu bagaimana memanfaatkan kondisi disekitarku,” gurau Soomi. “Wah kamu sampai bisa dapet data dari teman SD-nya Hyunseung Oppa. Hebat kamu Woon-ah. Ternyata kamu punya bakat tersembunyi.”

“Yah, sepertinya aku berbakat jadi mata-mata. Apa aku bergabung aja dengan intelejen korsel ya? Ngomong-ngomong jangan mentang-mentang kita akan jadi sepupuan, trus kamu pikir jasaku kali ini gratis ya. Aku minta imbalan.” Dongwoon ikutan bergurau.

“Imbalan apa?”

“Kamu kan pasti kenal dengan beberapa anak perempuan dari Core Media akademi dulu. Kenalkanlah aku satu pada salah satu murid disana. Kudengar mereka cantik-cantik.”

“Hahaha. Kamu minta dicariin jodoh gitu? Nanti aku carikan. Tenang aja.”

Soomi terus meneliti lembar demi lembar kertas dihadapannya. Sesekali dia berkata ooh, wahh, hee, dan mengeluakan beberapa ekspresi yang bisa dibilang cukup aneh.

“Mwo?? Apa maksudnya ini??” seru Soomi tiba-tiba.

Soomi mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk membaca kertas-kertas yang diberikan Dongwoon. Kemudian ia membacanya agar dongwoon tahu apa yang membuatnya kaget. “Sampai umur tujuh tahun hidup sebagai seorang perempuan. Ini apa maksudnya??”

“Ahh, itu. Aku juga sempat bingung waktu teman SD Hyunseung Hyung bilang begitu. Tapi memang begitulah yang kudengar,” jawab Dongwoon.

“Eomma Hyunseung Hyung itu katanya kepengen banget punya anak perempuan. Tapi ternyata dia ngelahirin anak laki-laki. Nah habis melahirkan Hyung, Eommanya di vonis gak bisa punya anak lagi. Kurasa karena saking kepengennya punya anak perempuan, jadi Eommanya mendandani Hyunseung Hyung jadi seperti anak perempuan. Dan itu terus berlangsung sampai ia umur tujuh tahun,” cerita Dongwoon.

“Kok seperti cerita drama ya?? Tapi gimana ceritanya dia bisa jadi anak perempuan? Hyunseung oppa kan laki-laki. Emangnya sekolahnya gak curiga gitu?? Trus gimana ceritanya kalau…”

“kamu baca aja. Aku kan udah nulis semuanya disitu,” potong Dongwoon.

“tapi kalo aku baca ntar reader ga tau ceritanya (salah:tolong abaikan) maksudnya biar lebih jelas kalo kamu yang cerita.”

“ahhh, *sigh* waktu umur tujuh tahun, disekolahnya ada semacam pemeriksaan kesehatan rutin. Nah Hyunseung hyung itu kan anak laki-laki, tapi berpakaian seperti anak perempuan dan semua temannya juga mengira kalau dia itu perempuan. Tapi karena dia anak laki-laki jadinya dia masuk keruangan yang isinya anak laki-laki. Disitu semua teman-teman dia bingung. Dan akhirnya terungkaplah kalau dia itu ternyata anak laki-laki. Sejak itu dia pindah dari sekolah lamanya. Sempat mogok gak mau sekolah selama sebulan penuh. Jadinya sejak itu Hyunseung masuk ke sekolah khusus laki-laki. Begitu. Sudah jelas belum??”

“Oohhh, aigoo Hyunseung Oppa ternyata masa lalunya lebih menyedihkan daripada aku.”

“Ngomong-ngomong, kenapa kamu minta di cariin tentang data diri Hyunseung Hyung?” tanya Dongwoon.

“Ini untuk Hyomin Onnie, entah apa yang dia ucapkan pada Hyomin Onnie sampai dia menangis terus selama beberapa minggu belakangan ini.”

“Ohh, kupikir kau mau mencari tahu tentang sainganmu,” Ujar Dongwoon sambil lalu.

Tapi Soomi bingung dengan apa yang diucapkan Dongwoon. Bagaimana bisa Hyunseung menjadi saingannya? “Apa maksudmu dengan sainganku?”

Sekarang malah Dongwoon yang terlihat kaget. Dia tampaknya mau mengelak tapi tak jadi dia lakukan.

“Ahh aku bakal dipukul oleh Hyunseung Hyung nanti. Tapi yasudahlah, toh cepat atau lambat kau akan mendengar cerita ini dari orang lain.”

“Sudah lama aku tahu kalau Hyunseung Hyung itu ANTI perempuan, sudah sejak aku masuk asrama Cube dulu. Sekarang aku baru tahu alasannya kenapa dia gak suka sama perempuan. Nah karena dia itu dingin sama perempuan, jarang bergaul pula, jarang berbicara bahkan pada kami teman sekamarnya, dia itu jadi dapet gossip-gosip yang aneh. Seperti misalnya…… kalau dia itu suka sesama jenis.”

Soomi melongo mendengar cerita Dongwoon. Hyunseung anti perempuan dan digosipkan suka sesama jenis, ini saja sudah cukup mengejutkan. Soomi sempat ragu-ragu apa dia bisa mendengar cerita lebih jauh lagi.

“Nah gossip yang beredar waktu di akademi dulu itu… ahh aku gak tega mau ceritanya Soomi-ah,” ujar Dongwoon.

“Ahh jangan bikin aku penasaran. Ini buat Eonnie-ku. Aku harus bantu dia buat jadian sama Hyunseung Oppa.” Rengek Soomi.

“Apapun yang kamu dengar ini, kuharap jangan kamu telan mentah-mentah ya. Karena aku saja gak percaya. Jangan langsung menghakimi Hyunseung Hyung. Setuju?” tanya Dongwoon.

“Ne. aku setuju. Apapun yang aku dengar hari ini gak akan bikin aku shock. Aku janji,” sahut Soomi sambil membuat huruf V dengan telunjuk dan jari tengahnya.

“Kau tahu, Hyunseung itu orang yang tertutup. Dia sama seperti Junhyung Hyung yang gak bisa bersosialisasi. Bedanya kalau Junhyung Hyung itu selalu menggunakan tangannya untuk bicara. Nah, ada satu orang yang sangat dekat dengan Hyunseung Hyung, dan itu adalah…” Dongwoon mengambil nafas sejenak. “…adalah Junhyung Hyung. Dan karena hal itu, jadi beredarlah gossip kalau mereka punya hubungan istimewa.”

Soomi terkejut bukan main. ia tahu kalau Junhyung dan Hyunseung itu memang dekat. Tapi sampai digosipkan punya hubungan khusus, sepertinya itu sudah terlalu berlebihan.

“Tapi setelah kamu sering datang ke asrama kami, jadi gossip itu terbantahkan. Dan lalu malah beredar gossip kalau Hyunseung Hyung cintanya bertepuk sebelah tangan pada Junhyung hyung. Tapi kau tahu, itu hanya gossip. Jadi jangan dipercaya. Aku yang satu kamar dengan mereka bisa melihat persis kalau itu hanya gossip. Junhyung hyung kan Cuma sayang dan cinta sama kamu, Soomi. Jadi jangan khawatir.” Dongwoon menutup ceritanya.

Soomi masih termangu mendengar cerita Dongwoon. Wajahnya jelas terlihat pucat. Dia kembali ingat perlakuan-perlakuan Hyunseung dulu padanya. Apa itu berarti Hyunseung cemburu pada Soomi?

Soomi kemudian mengeluarkan sebuah kotak pink. Dibukanya kotak tersebut dan diambilnya salah satu botol kecil yang memenuhi kotak itu. Kemudian ia mengeluarkan sebutir obat dari botol kecil tersebut. Dan langsung ditenggaknya obat tersebut.

Melihat soomi yang tiba-tiba langsung meminum obatnya padahal ini bukan jamnya ia minum obat, Dongwoon langsung memandang soomi khawatir. “Gwenchana?” tegurnya.

Aniyo, nan an-gwenchana,” sahut Soomi.

Dongwoon kemudian beranjak dari bangkunya dan berlutut di samping Soomi. Dongwoon menggenggam erat kedua tangan Soomi, berusaha menenangkan dia.

“Kamu kan tadi udah janji untuk gak kaget, tapi kenapa sekarang malah kamu seperti ini. Kalau tanteku melihat kamu seperti ini, dia pasti akan memukuliku, apalagi Junhyung Hyung. Jadi sekarang tenangkan dirimu dulu ya,” bujuk Dongwoon. “Memang seharusnya aku gak cerita soal gossip itu.”

“Aniyo, Woon-ah. Kamu benar untuk menceritakan semua itu. Sekarang aku jadi paham semuanya.”

Flashback end

====beedragon====

Kembali ke pembicaraan Soomi dan Hyunseung

[soomi pov]

“Kamu benar-benar membuang waktuku,” kata Hyunseung Oppa.

“Aku kesini mau protes padamu Oppa, kenapa kamu pergi ketika pestanya akan dimulai. Selain itu kau mengacaukan acaraku dengan membuat Hyomin Eonnie menangis. Sebenarnya apa yang kau lakukan padanya sampai dia menangis semalaman seperti tu? Kau benar-benar tega, Hyunseung Oppa.”

“Aku hanya menyadarkannya, apa aku salah?” jawab Hyunseung Oppa.

“Tentu saja kau salah Oppa. Karena bagaimana bisa kau mempunyai mata yang tak bisa melihat ketulusan Hyomin Eonnie? Eonnie benar-benar sudah membuang waktunya untuk orang berhati dingin sepertimu Oppa. Memangnya apa yang kurang dari Hyomin Eonnie? Dia cantik, anggun, lembut, baik hati dan tidak sombong walaupun dia adalah Hallyu Star yang sangat terkenal. Dia begitu sempurna, tapi kenapa kau terus-terusan menolaknya dan membuatnya menangis seperti itu,” cecarku.

“Karena dia begitu sempurna, maka dia gak pantas untukku,” jawab Hyunseung Oppa dengan ekspresi datar.

“Lalu siapa yang pantas untukmu, Oppa? Hyomin Eonnie mau merendahkan dirinya untuk mengejarmu, tapi melihat dia pun kau tidak mau sama sekali. Betapa sombongnya dirimu Oppa.”

“Sudah selesai protesnya? Kalau gitu aku pergi dulu. Karena aku sudah lebih dulu mendengar protes-protes seperti ini dari teman-temanmu dan juga Doojoon Hyung, jadi aku bosan mendengarnya,” Hyunseung Oppa mulai beranjak dari bangkunya.

“Belum selesai, duduklah dulu Oppa. Memangnya kau mau kemana?”

“Aku sejam lagi ada kelas. Lagipula aku gak mau duduk disini dan diceramahin sama kamu.”

“Aku punya pertanyaan buat kamu oppa. Apa yang bikin kamu menolak Hyomin Eonnie selama ini? apa ada sesuatu yang Oppa gak suka dari Eonnie?”

Hyunseung Oppa hanya diam mendengar pertanyaanku. Aku harus menanyakan ini, aku harus tahu apa alasan dia menolak Hyomin Eonnie. Mungkin aku akan tenang setelah mendengar jawabannya. Walaupun aku sebenarnya agak takut akan jawabannya.

“Gak ada alasan untuk menolaknya,” jawab Hyunseung Oppa.

“Memang gak ada alasan untuk menolaknya. Tapi kenapa kau terus menolaknya oppa? Apa kau sudah punya pacar?” tanyaku lagi.

“Gak ada,”

“Atau kau punya seseorang yang kau suka?” cecarku.

“Gak ada,”

“Kalau gitu kenapa kau menolak Eonnie?” tanyaku frustasi.

“kau tahu. Obrolan ini tidak akan sampai pada ujungnya, karena kau terus memaksakan kemuanmu. Terimalah apa yang ada. Beginilah perempuan, maunya menang sendiri.” Sahut Hyunseung Oppa.

Kemudian dia bangkit dari bangkunya tanpa menghiraukan protesku.

Tentu saja aku gak mau kalah, dan akhirnya aku jadi mengikutinya. Ternyata ia berhenti di pintu keluar. Kupikir dia mau mengusirku, tapi tidak. Dia hanya berdiri di dekat pintu sambil melihat seseorang yang duduk di dekat pintu.

“Apa yang kau lakukan disini Dongwoon?” tegur Hyunseung Oppa pada Dongwoon yang duduk di dekat pintu.

Tapi Dongwoon hanya melirik ke arah ku. Kemudian dia bangkit dari bangkunya dan menyodorkan sebuah kotak pink padaku.

“Ini udah waktunya kamu buat minum obat, tapi kenapa malah kamu tinggal kotak berharga ini dirumah?” tanya Dongwoon.

“Woon-ah, aku sibuk. Jadi kelupaan. Mian.” Segera kuambil kotak obatku dan langsung menempel disamping Hyunseung Oppa yang bingung melihat keakraban kami.

“kalian saling kenal?” tanya Hyunseung Oppa.

“Ne, secara gak sengaja,” jawab Dongwoon.

“kau pulanglah duluan. Gak usah mengikutiku. Aku akan pulang sama Junhyung Oppa nanti. Sekarang aku mau mengikuti pria-berhati-dingin ini.” usirku.

====beedragon====

[hyunseung pov]

Anak ini benar-benar mengikutiku. Untung hari ini aku gak ada jadwal manggung dengan Gikwang. Kalau gak, bisa repot kalau nanti. Lagipula keras kepala sekali anak ini. dia terus saja memaksaku untuk menerima Hyomin. Memangnya dia dikasih apa sama Hyomin, sampai dia begitu semangat membuatku untuk bisa jadian dengan hyomin.

Sekarang dia mengikutiku yang akan mengajar dance di bekas sekolahku dulu. Ya, sekarang aku sudah jadi tutor dance di Cube Akademi. Hanya asisten sebenarnya, karena tutor sebenarnya adalah Junhyung Hyung. Aku disini hanya sekedar bagi-bagi ilmu sambil menghabiskan waktuku hoobae-ku.

Dan kehadiran bocah pengganggu ini membuat murid-muridku tak bisa konsentrasi. Bagaimana bisa mereka menuduhku selingkuh dari hyomin ke anak ini??

“Hyunseung Sam. Bagaimana bisa Sam selingkuhi Hyomin Noona?

“Noona kan selalu setia pada Sam, tapi kenapa Sam datang dengan wanita lain?”

“apa sekarang Sam menggunakan cara keji seperti ini untuk mengusir Hyomin Noona lagi?”

Ahhhh!! Gara-gara kedatangannya, sekarang aku ikutan dihakimi sama murid didikku sendiri.

“Hyomin Onnie suka kesini?” tanya bocah pengganggu itu begitu semangat.

“Noona kenal dengan Hyomin Noona?”

“Ne, aku ini sahabatnya. Aku kesini mau membuat Sam kalian ini bisa bersatu sama Onnie-ku,” ujar bocah pengganggu.

“wahh kita setuju. Sam ini, sombong sekali. masa wanita secantik Hyomin Noona di tolak terus menerus. Ngomong-ngomong Noona cantik sekali, Noona namanya siapa? Noona sudah punya pacar belum?”

Wahh ternyata pesona si mata sedih benar-benar mampu meluluhkan hati pria dari semua usia ya. Mulai dari ahjussi paruh baya, sampai anak-anak ABG labil seperti mereka. Kenapa dengan mata mereka. bahkan Hyomin lebih cantik daripada si mata sedih, kenapa mereka solah baru saja melihat seorang dewi yang baru turun dari langit? Benar-benar tak bisa dipercaya.

“Aku Lee Soomi. Aku bukan hanya sudah punya pacar. Tapi aku udah tunangan junhyung Oppa, tutor kalian,” jawab si mata sedih sambil menunjukkan cincin di jari manis kirinya.

“Mwo?!!” seruku.

“Kenapa kau yang kaget Oppa?” tanyanya polos.

“kapan kau tunangan? Kenapa kalian bisa tunangan?” tanyaku.

“kenapa kau tanya kenapa kami bisa tunangan? Tentu saja bisa. 2 hari yang lalu Oppa ketemu sama Haraboji untuk minta restu. Dan haraboji merestuiku, jadi kami tunangan. Mudah bukan?” jawabnya sambil tersenyum lebar.

“tapi kenapa gak memberi tahu aku? Harusnya kan Hyung bilang dulu padaku.”

“Kenapa harus bilang padamu?? Yang tunangan kan kami, apa hubungannya denganmu?”

Pertanyaan si mata sedih sukses membuatku bingung. Memang gak ada hubungannya denganku sih. Hyung juga gak perlu persetujuan dariku kalau memang mau melamar si mata sedih. Tapi kan tetap saja, setidaknya aku diberitahu.

“Aku harus tanya pada Hyung,” akupun langsung meninggalkan kelasku. “kalian berlatihlah sendiri. Kalau nanti aku kembali ada yang hilang dari kelas ini, maka akan kuberi warna merah di buku laporan kalian nanti,” pesanku pada murid didikku.

“Oppa mau kemana?” teriak mata sedih dibelakangku.

Kurasa dia mengikutiku. Dan sekarang aku berhenti didepan lift, menunggu sampai pintu lift terbuka. Karena lantai tempat Junhyung Hyung bekerja ada di lantai enam, dan akan lebih efisien kalau aku naik lift daripada naik tangga darurat.

“Oppa, kau mau kemana? Untuk apa kau bertanya pada Jun Oppa, itu gak perlu.” Seru mata sedih.

“kenapa gak perlu. Tentu aku perlu menanyakan padanya. Harus malah.” Jawabku. “atau kau gak mau aku menanyakannya? Atau itu tadi hanya karanganmu saja?”

“Aku gak ngarang. Sungguh. Kau lihat saja, dia juga memakai cincin yang sama di jari manisnya.” Sekarang si mata sedih mulai menarikku menjauhi lift. “Kau gak boleh menemui Oppa-ku.”

Aku jadi main tarik-tarikkan dengannya. Apa mau anak ini sebenarnya? “kamu ini kenapa sih? Kenapa menahanku untuk bertemu dengan Hyung?” bentakku.

“Oppa gak boleh menemui Jun Oppa. Gak boleh! Haram hukumnya kalau kau menemui dia! Pokoknya gak akan kubiarkan kamu menemui Oppaku!”

Aku bingung melihat sikapnya. Aku sudah pernah melihat tingkahnya yang kekanak-kanakan itu. Tapi baru kali ini aku melihatnya bertingkah seperti ini. seperti anak yang takut mainannya diambil.

“memangnya kenapa?” tanyaku.

“pokoknya gak boleh. Aku gak akan biarkan kau untuk punya kesempatan bertemu dengan oppaku. Karena nanti kau bisa curi-curi kesempatan untuk menyampaikan perasaanmu padanya.” Ucap si mata sedih.

“terserah,” sahutku.

Kulihat pintu lift sudah terbuka, akupun langsung masuk kedalamnya. Mata sedih juga ikut masuk kedalam. Dan didalam lift dia membuatku ternganga dengan pernyataannya.

“Oppa, kau suka pada Junhyung Oppa kan?”

====beedragon====

[TBC]

last edited : 020812

Hai hai,,, saya datang membawa Spin Off dari FF perdana saya “Oppa Babo” *applause!!*
Karena sepertinya masih banyak yang gak ngerti sama tokoh abu-abu saya *baca:Hyunseung* jadi disini akan diperjelas semuanya. Yah ini emang cerita yang paling gaje banget dah pokoknya, tapi saya harap kalian menikmatinya, dan semoga gak ada pertanyaan yang nyangkut lagi yaa…
Kali ini biar gak bingung sama ceritanya, baca dulu Oppa Babo dari awal ya, karena ini merupakan lanjutan dari ff tersebut dan masih ada hubungannya sama Oppa Babo. Kalian bisa cari di sini

bee

next are the last chapter

bee akan memproteksi chapter akhir..
password hanya akan diberikan oleh mereka yang meninggalkan email serta judul fiksi yang ingin dibaca ke halaman proteksi.. *dimohonkan untuk membaca dengan jelas peraturan disana.. karena password bisa kalian dapatkan sendiri tanpa harus bertanya pada bee*
Passwordnya HANYA akan diberikan pada mereka yang sudah jadi penghuni planet ini.. karena itu DAFTARKAN diri kalian dengan buat perkenalan di halaman residence *jika kalian mampir kehalaman ini maka kalian akan bisa tahu passwordnya 😀 *
thanks for your attention!! annyeong!!

beedragon_art all right reserved

Advertisements
FF Spin Off – Oppa Babo | Cold Hearted Man part 1| PG15

5 thoughts on “FF Spin Off – Oppa Babo | Cold Hearted Man part 1| PG15

  1. sweetmarshmallowgirl says:

    omo omo bacanya aku langsung speechles 0__0
    ya ampunnnnn hyunseung tak disangka-sangka…..
    huwaaaaaa tidakkkk kenapa harus hyunseung oppaku yang menjadi ceweeeeeeeeee… masa kecilmu pasti suram oppa aku bisa mengerti perasaanmu kenapa bisa jadi anti cewe seperti itu

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s