FF – GUARDIAN BEAST / Chapter VIII Story Behind The Rule / PG-15 / by Ratu Puteri


Title : GUARDIAN BEAST

Rating / Pairing : PG 15 / Straight

Author : Ratu Puteri a.k.a BeeDragon

Cast:
#Lee Soomi = Puteri Soom
# Yong Junhyung = dragon / Guardian Yong
#Shin HanByul = Puteri Byul
#Jang Hyunseung = Pegasus / Guardian Jang
#Ahn Mami = Puteri Maeum
#Lee Gikwang = Kerberos / Guardian Lee
#Han Gain = Puteri Gaseum
#Yang Yoseob = el-lion / Guardian Yang

Length : Multi Chaptered

Genre : Fantasy, Romance, School life, family

Disclaimer : semua ini hanya fiksi belaka. hanya sebatas fantasi seorang Ratu yang gak berhenti berimajinasi. TAKE OUT WITH FULL CREDIT.No Copy Paste and Dont Be Silent Reader

Chapter VIII
Story Behind the Rule

====000====

Ribuan tahun yang lalu di kerajaan langit, hadirlah seorang puteri yang digadang-gadang akan menjadi penguasa kerajaan langit. Puteri tersebut diramalkan memiliki kekuatan yang akan membuat kerajaan langit menjadi makmur. Semua penghuni kerajaan langit bersukacita menyambut kabar gembira ini. Karena kehadiran seorang Puteri di kerajaan langit adalah sebuah keadaan yang sangat langka.

Ketika puteri tersebut lahir, dia diberi nama Yeoshin yang artinya Dewi dengan harapan ia akan menjadi dewi pertama yang memimpin kerajaan langit. Puteri yeoshin tumbuh menjadi seorang puteri yang cantik dan sangat berbakat. Tapi sayangnya karena hal tersebut Puteri Yeoshin jadi diincar oleh banyak makhluk jahat.

Karenanya Dewa Son penguasa langit ketujuh memutuskan untuk memberi perlindungan kepada Puteri Yeoshin. Dewa Son mengutus seorang guardian untuk menjadi penjaga Puteri Yeoshin. Dan Guardian yang beruntung adalah Heenim, seekor kucing sphinx raksasa berwarna abu-abu.

Puteri Yeoshin dan Guardian Heenim selalu menghabiskan waktu bersama. Ini membuat sang puteri menyimpan perasaan khusus untuk guardiannya. Tapi puteri Yeoshin tahu persis kalau seorang puteri hanya bisa bersama dengan seorang Dewa, bukan guardian yang notabene adalah seekor raksasa langit. Karena itu Puteri Yeoshin selalu berusaha menghilangkan perasaannya tersebut.

Sampai akhirnya sang puteri dipinang oleh Dewa Yoon, dewa pengatur dunia mimpi manusia. Tanggal upacara pernikahan akbar itu pun telah ditentukan. Tapi sesungguhnya Puteri Yeoshin tak menginginkan pernikahan ini, karena yang ia cintai adalah Heenim, Guardiannya. Karena itu sang puteri melarikan diri di hari pernikahannya.

“Heenim,” seru puteri yeoshin saat ia sampai di Tebing Tiada Akhir, tebing penghubung kerajaan langit dengan bumi.

“Puteri?! Kenapa Puteri ada disini?? Ini kan hari pernikahan Puteri. Cepat kembali, semua orang pasti mengkhawatirkanmu,” panik Heenim.

“Aku gak mau menikah dengannya. Aku hanya mau bersama kamu, Heenim. Aku udah gak bisa menahan ini lagi. Aku menyukaimu.” Kata Puteri yeoshin dengan napas yang sedikit tersengal-sengal.

Heenim terhenyak mendengar pengakuan puteri Yeoshin. Ia menatap puteri Yeoshin tak percaya. “Puteri menyukaiku? Tapi… bagaimana bisa?”

“Tentu saja bisa. Kita selalu menghabiskan waktu bersama dan itu menumbuhkan perasaan cinta di hatiku terhadapmu. Kumohon bawalah aku bersamamu, aku tak ingin menikah dengan Dewa Yoon.” Pinta puteri Yeoshin.

“Harusnya puteri bilang padaku kalau puteri juga menyukaiku,” gumam Guardian Heenim.

“Apa maksudmu dengan ‘juga’? apa kamu menyukaiku?” tanya Puteri Yeoshin.

Guardian Heenim hanya terdiam. Ia tak ingin mengatakannya karena sekarang Puteri Yeoshin akan menikah. Adalah sangat terlarang bagi para makhluk langit untuk mengganggu pernikahan para Dewa. Hukumannya bisa diusir dari istana langit.

“Puteri tak seharusnya melakukan hal ini. puteri sudah dipinang oleh Dewa Yoon. Puteri tahu hukum yang berlaku disini. Maafkan saya.” Tolak Guardian Heenim.

“Tapi karena puteri bilang kalau puteri menyukaiku, maka aku akan memberitahu satu rahasia.” Guardian Heenim menarik napas sejenak. “Kami para Guardian sebenarnya tidak tercipta dengan wujud seperti ini.”

Tiba-tiba asap putih mengelilingi Guardian Heenim dan membuat Guardian Heenim menghilang dibalik kepulan asap tersebut. Walaupun begitu Guardian Heenim masih terus berbicara membuat Puteri Yeoshin tahu kalau guardiannya masih ada di balik sana.

“Kami sebenarnya adalah dewa yang dihukum menjadi monster. Kami tak boleh menunjukkan identitas asli kami kecuali kepada orang yang mencintai kami apapun wujud kami. Dan hari ini adalah hari dimana masa hukumanku berakhir. Itu artinya sekarang aku bisa kembali ke wujud asalku.”

Asap putih itu perlahan-lahan menghilang. Tak ada bayangan kucing sphinx raksasa di balik asap putih itu. Sekarang berdiri di hadapan Puteri Yeoshin seorang pria cantik berambut abu-abu lengkap dengan pakaian dewa. Pria itu tersenyum sedih pada Dewi Yeoshin.

“Inilah wujud asliku. Namaku adalah Dewa Heenim. Aku bertugas mengatur kehidupan para binatang di bumi. Tapi karena ada satu kesalahan aku dihukum dan harus menjadi seekor monster langit,” cerita Dewa Heenim.

“Heenim,” puteri Yeoshin terpana melihat sosok Dewa Heenim.

“Seandainya saja Puteri mau menungguku. Seandainya Puteri mengerti isyaratku untuk menolak pinangan Dewa Yoon. Seandainya saja Puteri mau mengatakan perasaan Puteri sebelumnya kepadaku. Tentu kita tak akan seperti ini.”

“Heenim.” Puteri Yeoshin mulai menangis.

“Tadinya aku ingin meminangmu hari ini. Tapi sekarang sudah tak bisa lagi. Karena kamu sudah ditakdirkan untuk menikah dengan Dewa Yoon. Maafkan aku puteri, tapi aku tak bisa hadir di pernikahanmu.”

“Heenim. Aku tidak akan menikah dengan Dewa Yoon. Aku akan menikah denganmu. Kumohon bawalah aku. Kemanapun kamu pergi aku akan ikut.” Mohon Puteri Yeoshin. Perlahan Puteri Yeoshin melangkah mendekati Dewa Heenim, tapi Dewa Heenim malah mundur menjauhi sang puteri.

“Menikahlah dengan Dewa Yoon. Dia adalah dewa yang baik. Aku akan rela ketika tahu dia yang akan jadi pasanganmu. Hiduplah bahagia, Puteri.”

“Heenim kumohon jangan lakukan ini padaku. Jangan terus menjauh dariku!!” seru Puteri Yeoshin karena ketika ia mencoba untuk mendekati Dewa Heenim, sang dewa kembali mundur hingga sampai di bibir tebing.

“Maafkan keputusanku Puteri. Tapi aku tak sanggup melihatmu bersanding dengan dewa lain. Mungkin ini sudah takdir kita, dipertemukan tapi tak bisa bersama dan harus dipisahkan. Aku mencintaimu Puteri.” Dewa Heenim merentangkan tangannya dan ia pun jatuuh dengan posisi terlentang ke dasar Tebing Tiada Akhir.

Puteri Yeoshin terpaku melihat kejadian ini.

“Heenim!!!!!!!” setelah sadar dari keterkejutannya ia pun langsung berlari ke tebing. Ia melihat tubuh Dewa Heenim terjun bebas menembus lapisan awan putih di bawah sana.

Masih terisak Puteri pun mencoba terjun dari Tebing Tiada Akhir. Tapi ia tidak jatuh ke bumi. Ada yang menahan dirinya dengan memeluk pinggangnya. Dewa Yoon sudah menyelamatkan calon dewinya itu dari keputusan bodohnya.

“Kyaaaaaa!!! Lepaskan aku!!! Aku mau bersama Guardianku!! Aku mau Heenim!!! Lepaskan aku!!!! Heeniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiim!!!!!!” pekik Puteri Yeoshin.

====000====

“Lalu apa yang terjadi sama Guardian ehh maksudku Dewa Heenim?? Dia matikah?” tanya Soomi yang begitu serius mendengarkan cerita Dongwoon.

“No. dia gak mati. Siapapun penghuni langit yang terjun dari Tebing Tiada Akhir itu sama saja dengan menyerahkan keabadiannya. Itu artinya ia akan menjadi penghuni bumi dan hidup secara mortal yang dalam artian lain mudah mati di bumi ini, seperti manusia biasa.” Jelas Dongwoon.

“Lalu Puteri Yeoshin bagaimana? Apa ia akhirnya bisa menyusul Dewa Heenim atau menikah dengan Dewa Yoon?” tanya Soomi antusias.

“Puteri Yeoshin akhirnya menikah dengan Dewa Yoon dan ia resmi menjadi seorang dewi. Ia juga mendapatkan dua orang Puteri cantik dari hasil pernikahannya, bernama Puteri Maeum dan Puteri Gaseum. Tapi tak lama setelah kehadiran kedua puterinya, Dewi Yeoshin memutuskan untuk berpisah dengan Dewa Yoon. Dan kedua puterinya pun juga ikut berpisah, yang satu ikut Dewi Yeoshin yang lainnya ikut Dewa Yoon.”

“Terus. Puteri ahh maksudku Dewi Yeoshin akhirnya menyusul lagi Dewa Heenim ke bumi??” tanya Soomi lagi.

Berkat pertanyaannya ini Soomi mendapatkan cubitan dipipinya oleh Dongwoon.

“Kamu ini aku belum selesai cerita udah dipotong duluan. Makanya dengerin dulu sampe selesai,” ujar Dongwoon gemas. “Dewi Yeoshin gak menyusul Dewa Heenim ke bumi. Tapi ia menciptakan sebuah kolam dimana ia bisa melihat apa saja yang dilakukan dewa Heenim di bumi. Dengan begitu ia bisa melepas rindu terhadap Dewa Heenim.”

“Tapi kenapa Dewi Yeoshin gak nyusul aja ke bumi? Sebenarnya dia itu cinta gak sih sama Heenim? Udah berpisah sama Dewa Yoon tapi dia juga gak mengejar lagi Dewa Heenim. Aneh. Aigoo, kalau seperti itu cerita Guardian dan Puteri, lalu bagaimana kisahku nantinya. Aku gak mau berpisah seperti Puteri Yeoshin dengan guardian Heenim.” Keluh Soomi frustasi.

“Yang pasti Appa mu akan membuat puteri kesayangannya ini bahagia. Dan pastinya dia akan membawamu kembali ke tempatnya.” Gumam Dongwoon.

“Mwo? Appaku malah membuat aku berpisah dari namjachinguku Oppa. Bagaimana bisa Oppa berkata bergitu. Ckck.” Cibir Soomi.

====000====

“Jadi kapan kamu mau baikan sama Gain? Masalahmu dengan Gain sudah gak ada lagi kan? Kenapa kalian masih marahan? Kapan kamu mau memaafkan dia.” Gikwang menodong Mami dengan berbagai pertanyaannya.

“Aigoo, kalau nanya itu satu persatu. Aku kan cuma punya satu mulut.” Keluh Mami.

“Soomi saja sudah memaafkan Gain dan mereka sudah berteman lagi. Sudah gak ada alasan lagi buat kamu marah sama Gain. Atau kamu masih menyukai Yoseob, makanya kamu masih dendam sama Gain?” tanya Gikwang menyelidik.

Aniyo. Aku udah melupakan Yoseob. Kan sekarang aku udah punya Oppa.” Mami sudah bergelayut manja.

Gikwang menghela napas panjang menghadapi kelakuan Mami. Sebenarnya dulu ia mau menjadi kekasihnya Mami karena Mami yang memintanya. Mami meminta Gikwang jadi kekasihnya karena Mami ingin balas dendam pada Yoseob dan Gain. Tapi lama kelamaan Mami dan Gikwang malah jadi saling suka, dan akhirnya mereka tetap berhubungan sampai sekarang.

“Kalau kamu sudah melupakannya, kenapa kamu belum juga melupakan dendammu pada Gain. Berbaikanlah.”

“Oppa, kenapa kamu terus memaksaku begini? Apa kamu masih suka sama Gain hah?” tuduh Mami.

“Aku melakukan ini karena kalian itu adalah sahabat. Aku kasihan melihat Gain setiap hari kesepian gak ada temannya. Satu kelas sudah menyebutnya sebagai orang ketiga pengganggu hubungan orang. Ia gak punya teman sama sekali. itu karena tingkah kita juga. Sudah cukup balas dendamnya dan lupakan masalah kalian. Kamu sudah punya aku dan biarkan Gain dengan Yoseob. Begitu adil bukan?” Gikwang mencoba memberi Mami pengertian.

Arraseo, aku akan melakukannya. Sekarang kita cari dimana Gain berada. Kajja!” seru Mami riang.

====000====

“Puteri,” sapa seorang pria dewasa kepada Gain yang sedang menunggu seseorang.

Gain menoleh mencoba melihat siapa yang memanggilnya dengan sebutan puteri. Dan ia melihat sosok yang tak asing lagi baginya. Yoon Doojoon, guru olahraga di KHS sekarang tengah berdiri di hadapannnya.

“Doojoon Saem! annyeong haseyo,” seru Gain. “Tapi kenapa Saem memanggilku dengan sebutan Puteri? Lupakah pada namaku? Aku ini Han Gain, Sam bisa memanggilku dengan Gain.”

“Ahh mianhae. Saya hanya teringat pada puteriku. Kamu begitu mirip dengan puteriku.” Ujar Doojoon.

Mwo? Jinjja?! Wahh, pasti dia cantik sekali, seperti aku. Hehehe. Dimana puterimu sekarang, Saem?” tanya Gain.

“Kamu masih bisa tertawa, syukurlah.” Doojoon terdengar lega. “Puteriku sudah tak ada disisiku. Dia sekarang hidup terpisah jauh dariku.”

“ooh, mianhae Saem. aku gak maksud.” Gain terdengar merasa bersalah. Tapi kemudian Gain bingung dengan reksi Doojoon. “Wae? Memangnya aku gak boleh tertawa?”

“Ah Aniyo, saya mendengar gossip tak enak tentangmu. Selain itu nilai ujianmu juga menurun drastis. Saya pikir kamu pasti sekarang sedang sedih.”

“Ah gossip itu aku gak pedulikan. Dan nilaiku juga kudapat karena memang aku gak belajar dengan baik. Aku sedang senang sekarang karena satu temanku sudah kembali padaku.” Cerita Gain dengan riang.

“Oh, baguslah. Saya mau tanya sesuatu padamu. Temanmu yang namanya Soomi itu…” ucap Doojoon.

“Ahh, dia emang gak suka sama olahraga Saem. Badannya itu gampang ketiup angin jadi dia gak suka kalo berada di lapangan. Ada apa dengan Soomi memangnya?”

“Bukan itu maksudku. Soomi itu apa tidak bisa mengucapkan kata maaf atau tolong atau terima kasih begitu? Apa itu hal mustahil bagi dia?” tanya Doojoon terdengar menyelidik.

“Hmm,” Gain mengangguk. “Itu adalah hal mustahil. Soomi udah gak percaya lagi pada ketiga kata itu. Sejak ditinggal Appanya dan eommanya menikah lagi, Soomi jadi gak mengenal kata-kata itu lagi. Wae?” tanya Gain. “Ahh Soomi pernah buat salah ke Saem?? ahh jeongmal mianhae saem, dia emang begitu. Maafkanlah dia ya,” ujar Gain dengan rasa bersalah.

“Aniyo, bukan seperti itu.”

“Gain,” sapa Gikwang yang baru saja tiba di tempat kejadian. “Mian kamu lama nunggunya yah?”

“Euhmm, aku juga baru sampai.” Sahut Gain.

Gikwang begitu melihat guru olahraganya langsung membungkukkan badannya dengan hormat. “Annyeong haseyo Doojoon Saem. kamsahamnida Saem, udah menemani Gain disini.”

Gwenchana, kebetulan saya ingin ngobrol dengannya.”

Menyusul di belakang Gikwang, ada Mami yang tampak enggan mendekat. Tapi begitu sudah sampai di depan Gain dan Doojoon, Mami langsung tersenyum riang. Proses maaf-maafan dengan Gain pun berlangsung singkat bahkan tanpa ada kata maaf terlontar dari mulut masing-masing sama seperti kejadian Soomi dengan Hanbyul.

Tak lama ketika mereka sedang mengobrol-ngobrol kembali ada yang memotong percakapan mereka.

“Gikwang,” sapa pria tampan berhidung mancung tersebut.

“Ohh, Dongwoon Hyung, Annyeong.” Sahut Gikwang.

Doojoon begitu melihat sosok Dongwoon langsung kaget dan otomatis membungkukkan badannya 90 derajat. Menyaksikan guru mereka membungkukkan badannya untuk seseorang yang lebih muda darinya membuat Gikwang, Mami dan Gain jadi bingung.

“Doojoon Saem, angkat badanmu,” Tegur Gain.

Salah tingkah Doojoon pun merapikan posisinya. “Ahh mian, aku pikir dia orang tua kalian.”

“Hahahaha, Dongwoon Oppa, mukamu terlalu tua sihh, lihat sampai seonsaengnim ku mengira kalau Oppa adalah Appa kami. Hahaha” tawa Mami meledak seketika. Yang lainnya pun ikutan tertawa mendengar kekeliruan guru mereka itu.

Setelah ngobrol-ngobrol sebentar akhirnya Gain, Mami dan Gikwang pergi meninggalkan Doojoon dan Dongwoon berdua.

“Suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu dengan Dewa penguasa langit ketujuh di sini. Maafkan saya tak bisa memberi hormat dengan benar,” ujar Doojoon begitu ketiga muridnya pergi.

“Dewa Yoon, jangan bicara seperti itu. Kita sedang di bumi,” sahut Dongwoon.

“Bagaimana bisa dewa ada disini? Di bumi? Ada keperluan apa kalau saya boleh tahu?” tanya Doojoon.

“Sama sepertimu. Membawa pulang putriku. Sudah cukup aku abaikan dia selama ribuan tahun. Sekarang aku akan membawanya kembali ke langit.” Ujar Dongwoon.

“Jadi Dewa Son akan membawa pulang Puteri Soom?? Apakah para puteri yang lainnya akan ikut bersamamu. Saya rasa akan sangat sulit kalau hanya saya yang membujuk puteri Soom. Apa rencana Dewa Son?” tanya Doojoon.

“Kamu tenang saja Yoon. Jalankan saja tugasmu, dan aku akan menjalankan tugasku yang sudah lama aku abaikan. Sampai jumpa di istana,” pamit Dongwoon.

“Tapi waktunya sebentar lagi akan habis. Kalau begini, para Puteri akan mengulangi kejadian-kejadian menyedihkan seperti ini lagi.” Lirih Doojoon.

====000====

“Appa benar-benar gak main-main dengan ucapannya,” keluh Soomi.

Soomi menatap pria cantik berambut orange dihadapannya. Meneliti setiap jengkal pria tersebut dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kemudian Soomi mendengus kesal. “Aishhh, kenapa sih Appa harus menjodohkanku denganmu Hyunseung?! memangnya apa yang kamu perbuat terhadap Appa ku, sampai-sampai dia menjadikanmu tunanganku. Aarghh, Junhyungie eotteokke yo.”

“Yah, nado molla! Tau-tau aku diajak orang tuaku ke rumahmu dan detik berikutnya aku tahu kalau kamu akan jadi tunanganku. Aku udah gila apa mau menjadikan nenek sihir sepertimu ini menjadi pasanganku. Ketemu di kelas aja udah minta ampun, sekarang harus ketemu di luar sekolah. Aigoo, Hanbyul eotteokke? Padahal aku baru aja jadian sama dia,” balas Hyunseung, pria cantik berambut orange.

“Padahal akhirnya aku bisa bicara lagi denga Hanbyul. Kalo begini ceritanya, Hanbyul bisa marah lagi sama aku tau!” Soomi masih melancarkan keluhannya.

“Aku juga bingung. Kenapa aku harus ikut dilibatkan begini. Junhyung bisa-bisa langsung bunuh aku begitu tahu kabar ini.”

“Aku sungguh gak ngerti jalan pikiran Appa. Kenapa dia begitu gak suka dengan Junhyung dan keluarganya.”

“Kamu yang putrinya masa gak ngerti. Highlee dengan Red Dragon itu kan saingan. Jadi setiap perusahaan Appamu membangun gedung baru, Red Dragon pasti ikut bangun gedung baru. Kalau Red Dragon mengeluarkan produk baru, Highlee pasti juga mengeluarkan produk yang sama. Mereka itu saingan, seluruh dunia juga udah tau akan hal itu. Dan kurasa Appamu begitu menentang Junhyung karena proyek dia yang di Taiwan di kalahkan oleh Red Dragon. Makanya dia kesal, pasti seperti itu ceritanya,” jelas Hyunseung.

“Tapi kan yang bersaing itu mereka, para orang tua. Kenapa kami yang hanya anak-anaknya ikut dilibatkan begini…”

“Ehh tapi harusnya kamu senang dong. Dengan begini, kamu jadi punya alasan buat ketemu Junhyung. Kamu udah sebulan gak ketemu dia kan?” Hyunseung mulai mengeluarkan sifat 4dimensi-nya.

“Yah, kamu ini gimana bisa! Ini sama aja aku harus terikat denganmu dan melepaskan Junhyung. Neo jeongmal baboya!”

“Aigoo, kan kamu bisa aja alasan pergi ke rumahku, trus ketemu sama Junhyung. Dia kan tetanggaku.” Ujar Hyunseung sambil mengerlingkan matanya.

Soomi terdiam mencerna perkataan Hyunseung. dua detik kemudian, “Ahh benar. Dan aku bisa ketemu dia lagi, kyaaa,” Soomi berseru kegirangan dan tanpa sadar ia sudah memeluk Hyunseung.

“Wah, coba lihat anak-anak kita, ternyata mereka sudah sedekat ini. Tadinya aku khawatir mereka akan menolak hal ini,” terdengar suara berat di belakang Soomi dan Hyunseung.

Ternyata kedua ayah mereka sudah berdiri di belakang mereka sambil tersenyum bangga. Bagaimana tidak bangga, kedua ayah tersebut menyaksikan keintiman putra-putri mereka.

“Ahh Lee ahjussi. Saya jadi malu mendengarnya. Siapa yang bisa menolak Soomi, dia pintar, cantik, berkepribadian baik, sopan, ramah dan disenangi banyak orang. Tentu saya yang harus merasa bangga,” jawab Hyunseung sambil tersenyum malu.

Soomi yang melihat tingkah Hyunseung langsung melongo tak percaya. Betapa Soomi salut dengan kemampuan acting hyunseung. padahal Soomi yakin 90% dari kalimat yang diucapkan Hyunseung adalah kebohongan, kecuali cantik dan pintar.

“Hahaha (ketawa ala om-om), yasudah, kalian lanjutkan ngobrolnya,” kemudian kedua orang tua itu meninggalkan Soomi dan Hyunseung.

“wahh, neo jeongmal daebakiya,” Soomi mengekspresikan kekagumannya atas acting Hyunseung. “Bagaimana bisa kamu berakting seperti itu. Kamu bilang aku apa tadi? Berkepribadian baik? Ramah? Disenangi banyak orang? Jelas itu adalah semua sifat Hanbyul bukan Soomi.”

Hyunseung hanya terkekeh mendengar ucapan Soomi. Kemudian dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang.

“Oi Junhyung. Nanti datanglah ke rumahku. Ada pesta disana, pesta pertunanganku,” ujar Hyunseung pada ponselnya.

“Mwo?! Junhyung?!” Soomi langsung merebut ponsel Hyunseung.

“YAH!! YONG JUNHYUNG!! NEO EODDIYA?!” pekik Soomi.

“Soomi?? Kamu lagi sama Hyunseung?” sahut Junhyung dari ujung telepon.

“Ne. Yah, Yong Junhyung…” suara Soomi mulai bergetar dan cairan bening mulai memenuhi matanya. Betapa Soomi rindu sekali terhadap kekasihnya ini.

Jeongmal bogoshipda chagiya. Kamu lagi di rumah Hyunseung? aku akan kesana sekarang, ya,” sahut Junhyung.

Hyunseung kembali merebut ponselnya begitu dilihatnya Soomi sudah tak mampu berkata-kata lagi. “Aniyo, aku lagi dirumah Soomi. Sebelumnya aku minta jangan bunuh aku ya. Kita kan sahabat. Nee chinguya, janjilah dulu padaku seperti itu.”

“Eohh, waeyo?” sahut Junhyung.

“Aku dijodohkan sama nenek sihir, ehh maksudku Soomi. Aku gak tau, tiba-tiba Abeoji bilang kalau aku akan dijodohkan dan ternyata nenek si.. ehh Soomi yang menjadi calon tunanganku. Sungguh ini bukan kemauanku Junhyung. Jadi jangan bunuh aku, eoh.”

Hening. Junhyung tak merespon apapun. Hal ini membuat Hyunseung jadi panik dan Soomi pun ikutan panik sehingga Soomi menangis.

“Chinguya… kamu masih disana?” tanya Hyunseung.

“Oh, ne. gwenchana Seung-a. kamu hanya tunangan kan, bukannya menikah. Kalau kamu menikah sungguhan dengan Soomi baru akan kubunuh kamu dan aku culik calon pengantinmu itu. Akan aku bawa dia kabur dan menikah diam-diam dengannya,” sahut Junhyung.

“Aigoo syukurlah. Yah kalau memang nanti aku benar-benar dinikahkan dengan nenek sihir ini, aku juga pasti akan menolak dan langsung kabur bersama Hanbyul,” sewot Hyunseung.

Selanjutnya Hyunseung mulai berdebat dengan Junhyung, tapi Soomi sudah tidak lagi fokus pada mereka. Soomi memikirkan kata-kata yang diucapkan Junyung tadi. Kata ‘kabur’ dan ‘menikah diam-diam’, tentu saja Soomi punya rencana menyangkut kalimat Junhyung itu.

====000====

To Be Continued

Last Edited : 030313

bee

next are the last chapter

bee akan memproteksi chapter akhir..
password hanya akan diberikan oleh mereka yang meninggalkan email serta judul fiksi yang ingin dibaca ke halaman proteksi.. *dimohonkan untuk membaca dengan jelas peraturan disana.. karena password bisa kalian dapatkan sendiri tanpa harus bertanya pada bee*
Passwordnya HANYA akan diberikan pada mereka yang sudah jadi penghuni planet ini.. karena itu DAFTARKAN diri kalian dengan buat perkenalan di halaman residence *jika kalian mampir kehalaman ini maka kalian akan bisa tahu passwordnya 😀 *
thanks for your attention!! annyeong!!

beedragon_art all right reserved

Advertisements
FF – GUARDIAN BEAST / Chapter VIII Story Behind The Rule / PG-15 / by Ratu Puteri

9 thoughts on “FF – GUARDIAN BEAST / Chapter VIII Story Behind The Rule / PG-15 / by Ratu Puteri

    1. yoiii,, kan mau ending jadi harus makin panas(?)
      dongwoon itu semacam penguasa kerajaan langit gitu dahh,,
      dan soom adalah putrinya…
      makasih yaa udah mampir

  1. wuahhhhhhhhhhhhhh mian telat baca n coment…. omo omo omo omo !!!!!!!!!!!! aku suka banget ama nih part huaaaaaaaaaaaaa udah mau tamat kah?? apakah ada sequel nya?? ayolah ada sequel na………

  2. meeisclara says:

    udh mw the end ya ..
    ya tp gag apa lah .. Hehe 🙂
    tp ak gag nyangka ternyata soomi it anak nya son dong woon ..
    Gag sbar nunggu cerita akhir ny .. Mudah”an happy ending 😀

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s