FF – GUARDIAN BEAST / Chapter VII Meet to be Separated / PG-15 / by Ratu Puteri


Title : GUARDIAN BEAST

Rating / Pairing : PG 15 / Straight

Author : Ratu Puteri a.k.a BeeDragon

Cast:
#Lee Soomi = Puteri Soom
# Yong Junhyung = dragon / Guardian Yong
#Shin HanByul = Puteri Byul
#Jang Hyunseung = Pegasus / Guardian Jang
#Ahn Mami = Puteri Maeum
#Lee Gikwang = Kerberos / Guardian Lee
#Han Gain = Puteri Gaseum
#Yang Yoseob = el-lion / Guardian Yang

Length : Multi Chaptered

Genre : Fantasy, Romance, School life, family

Disclaimer : semua ini hanya fiksi belaka. hanya sebatas fantasi seorang Ratu yang gak berhenti berimajinasi. TAKE OUT WITH FULL CREDIT.No Copy Paste and Dont Be Silent Reader

Chapter VII
=MEET TO BE SEPARATED=

Soomi menatap papan pengumuman di hadapannya. Ekspresinya begitu datar sehingga tak ada yang bisa menebak apakah ia senang atau sedih. Di sebelah kirinya ada Gikwang dan Mami. Mereka juga sama terfokus pada papan pengumuman yang terpampang di hadapan mereka.

“Aku masuk 30 besar Oppa!! Kyaaa!! Aku masuk 30 besar!!” pekik Mami kegirangan. Ia sudah melompat-lompat seperti anak kelinci, kemudian memeluk Gikwang dengan eratnya.

Arrayo. Sekarang lepaskan pelukanmu ini.” sahut Gikwang sambil melepas pelukan Mami.

Gikwang kemudian melirik kearah Soomi yang masih terdiam. Meneliti setiap inchi wajah Soomi untuk menerka apa reaksinya. Tak lama seulas senyuman tipis terukir di wajah Soomi.

“Bagaimana menurutmu Babo? Ternyata belajar itu menyenangkan bukan?” tegur Soomi.

Gikwang hanya tersenyum kemudian kembali menatap papan pegumuman dihadapannya. Terukir jelas Nama Gikwang disana berada di urutan ke 19. Hal ini membuat seluruh siswa KHS heboh, karena Lee Gikwang yang dijuluki si-beruntung-ke-seratus ini berhasil memecahkan rekor dengan melompat ke posisi 20 besar. Begitu juga dengan Mami yang namanya mejeng di posisi ke 30 persis.

“Ne belajar itu memang menyenangkan,” sahut Gikwang. “Dan sepertinya Uri Awesoom benar-benar gak bisa digoyahkan ya.”

Soomi kembali tersenyum mendengar pengakuan Gikwang. Ia kemudian beralih ke sisi kanannya dimana Hyunseung juga ikutan sedang melihat pengumuman hasil tes ujian semester minggu lalu.

“Hyunseung bagaimana ini?? aku kembali berada di posisi satu,” ujar Soomi membanggakan diri.

Ne, Chukkahae. Melihat nafsumu ketika sedang belajar di kelas saja sudah membuatku sadar kalau aku gak akan bisa mengejarmup” puji Hyunseung.

Senyum Soomi semakin lebar mendengar kata-kata Hyunseung. “Karena aku berada di posisi satu di ujian ini. Maka semua keinginanku akan dikabulkan bukan. Kemarin perjanjiannya seperti itu bukan?” Soomi melirik kearah Hanbyul yang berdiri tak jauh dari Hyunseung.

Hanbyul hanya menatap Soomi sinis. Ia begitu kesal dengan semua kesombongan Soomi. Belum lagi Hanbyul juga kesal karena Soomi kembali mengalahkannya.

“Karena aku menang, maka aku boleh mengungkapkan perasaanku pada orang yang aku suka. Maka…” Soomi mengedarkan pandangannya ke sekeliling pelataran sekolah mencari cari sosok yang dinanti-nantikannya. Terlihat beberapa meter dari tempat Soomi berdiri, sosok Junhyung tengah berjalan kearah mereka. Soomi pun langsung menghampirinya.

Chukka hamnida. Kamu menang,” Junhyung tulus memberi selamat pada Soomi.

“Ne, karena aku menang maka aku boleh mendapatkan apa yang aku inginkan bukan?” sahut Soomi yang dijawab dengan anggukan oleh Junhyung.

“Jadilah namjachinguku” ucap Soomi mantap.

“Karena kamu menang maka aku akan mengabulkannya. Ne aku mau menjadi namjachingumu,” jawab Junhyung yang langsung disambut dengan riuhnya sorak sorai dari semua murid KHS.

Satu sekolahan Kirin High School sudah tahu kalau keempat murid berprestasi KHS mengadakan taruhan, yaitu barang siapa yang mendapatkan posisi pertama di ujian semester ini boleh mendapatkan yang dia inginkan. Semua murid KHS mulai ikutan taruhan siapa yang berhasil mendapatkan posisi satu. Tentu saja sebagian besar memihak pada Soomi. karena mereka tahu kalau Soomi itu adalah siswi paling jenius di KHS dan nilainya selalu sempurna, kecuali di pelajaran olahraga.

Soomi lalu mengalungkan lengannya di leher Junhyung dan memeluknya. Ketika memeluk Junhyung Soomi bisa melihat dengan jelas ekspresi Hanbyul. Soomi mengeluarkan senyum penuh kemenangan atas hanbyul.

Sementara Hanbyul hanya bisa menggigit bibirnya karena menahan rasa kesal, sedih, malu yang sudah bercampur menjadi satu. Akhirnya karena tak tahan, Hanbyul pun pergi meninggalkan pelataran sekolah sambil menahan airmatanya.

“Yah, kalian bisa jangan pelukan begitu,” tegur Gikwang sambil melepaskan Soomi dari Junhyung dan menyeret Soomi meninggalkan Junhyung.

“Yah, tapi dia sekarang yeojachinguku,” seru Junhyung yang lalu mengejar Gikwang.

“Gikwang Oppa tunggu aku,” sahut Mami yang juga ikut menyusul. Tapi langkahnya terhenti begitu melihat Gain yang sedang menatap papan pengumuman dengan pandangan kosong.

Mami lalu menghampiri Gain. “Bagaimana rasanya berada di peringkat paling akhir? Rasanya seperti seluruh dunia membodoh-bodohimu bukan? Enak? Nikmati saja ya,” ujar Mami.

Gain menoleh k earah Mami. Betapa ia tak bisa marah terhadap Mami. Gain hanya menerima semua hujatan yang dilayangkan Mami padanya tanpa membalasnya sekalipun. Itu ia lakukan karena ia merasa bersalah pada Mami.

Mami lalu meninggalkan Gain yang terpuruk itu. Sementara Gain kembali memandangi nilainya yang menurun drastis. Karena pecahnya persahabatan Gain dengan ketiga temannya, membuat Gain tak bisa konsentrasi dalam belajar. Sehingga semua nilainya kosong karena ia tak mampu mengisi satu jawaban pun.

Gain akhirnya melangkahkan kakinya meninggalkan pelataran sekolah. Tak lama ia berpapasan dengan Yoseob.

“Gain-ah, gwenchana??” tegur Yoseob.

Na Gwenchana, yoseob. Aku hanya butuh sendirian.” Lirih Gain.

Tapi yoseob seolah tak mendengar permintaan Gain. Ia terus membuntuti Gain. Karena Yoseob tahu persis suasana hati Gain saat ini pasti sangat berantakan.

“Aku bilang tinggalkan aku sendiri Yoseob!” bentak Gain.

Gain akhirnya menangis. Ia menutup kedua wajahnya dan menangis kencang.

“Ini semua gara-gara kamu Yoseob. Kalau kamu gak mendekatiku terus, pasti aku masih bersahabat baik dengan Mami. Sekarang kamu menjauhlah dariku. Aku benci melihatmu,” isak Gain.

“Kenapa sekarang kamu menyalahkan aku. Memangnya aku salah kalau aku menyukaimu? Aku mungkin sudah menyakiti Mami, tapi aku gak bisa bohong pada diriku sendiri kalau aku menyukaimu.”

“kenapa kamu masih bisa bicara seperti itu disaat seperti ini,” lirih Gain. “Pokoknya menjauh dariku. Aku gak mau melihatmu. Aku merasa muak berada di dekatmu. Kamu udah menghancurkan hidupku.”

Gain lalu berlari meninggalkan Yoseob.

“Aku sungguh gak ingin kamu membenciku, Gain.”

====beedragon====

Hari ini Soomi mengajak Junhyung main ke rumahnya. Karena hari ini Appa dan Eommanya pulang ke Seoul. Soomi ingin sekali mengenalkan Junhyung kepada kedua orang tuanya.

“Ingat, Appaku itu orang yang cukup keras. Kamu harus bisa merebut hati Appaku. Aku gak mau kamu nanti diusir Appa seperti teman-temanku yang lain,” pesan Soomi sebelum mereka memasuki pekarangan rumah Soomi.

“Yes, ma’am,” sahut Junhyung sambil memberi hormat.

Dan mereka pun tertawa. Mereka kemudian berjalan bergandengan tangan memasuki halaman rumah Soomi yang luas itu.

Sesampainya di rumah Soomi, Junhyung langsung disambut oleh Appa dan Eomma Soomi. keduanya cukup ramah terhadap Junhyung. Appa Soomi bahkan banyak bercerita pada Junhyung. Junhyung merasa kekhawatiran Soomi yang tadi sangatlah berlebihan, karena pada kenyataannya ternyata Appa Soomi ini orang yang cukup menyenangkan. Sampai akhirnya…

“Jadi siapa nama keluargamu, nak? Aku penasaran keluarga macam apa yang sudah membesarkan putranya dengan begini hebat.” Tanya Appa Soomi.

“Ahh, om bisa aja. Nama Appaku Yong Jaesoon dan eommaku Goo Hara (=.=”).” Jawab Junhyung.

“Yong Jaesoon?! Apakah Yong Jaesoon pemilik Red Dragon??” tanya Appa Soomi dengan reaksi yang cukup berlebihan.

“Nee..” sahut Junhyung bingung.

Appa Soomi menarik napas dengan begitu kerasnya. Dan akhirnya, “pergi kamu dari rumah ini. cepat keluar dari rumah saya sekarang!”

Junhyung tentu saja bingung akan reaksi Appa Soomi ini. tiba-tiba saja Appa Soomi mengusir dirinya. Padahal beberapa menit yang lalu mereka mengobrol sambil tertawa-tawa.

“Maaf, om. Tapi kenapa?”

“Tak ada satupun dari keturunan Yong Jaesoon boleh menginjakkan kaki dirumahku. Karena itu cepat kamu pergi dari sini selagi aku bersikap baik!” seru Appa soomi.

“Appa! Appa kenapa mau usir Junhyung sih,” Soomi yang sudah datang membawakan minuman dan cemilan langsung menghambur ke hadapan Junhyung.

“Kamu pasti sudah meracuni pikiran putriku kan. Kamu mau menjebaknya begitu. Tak akan aku ijinkan putriku berteman denganmu. Cepat pergi dari rumah ini!” bentak Appa Soomi.

“Appa waeyo??” tanya Soomi.

“Sekretaris Kim!!” suara Appa Soomi menggema keseluruh rumah dan tak lama kemudian datang seorang pria bersafari. “Cepat usir anak ini dan pastikan dia tak bisa menemui Soomi lagi!”

“Appa!!” seru Soomi.

Soomi sudah menggenggam erat tangan Junhyung seolah tak mau melepaskannya. Dia menatap Junhyung penuh pertanyaan sekaligus menuduh atas apa yang sudah dilakukan Junhyung sampai Appanya semarah ini. tapi Junhyung hanya menggeleng pasrah sebagai jawaban kalau dirinya juga tak tahu menahu akan perubahan sikap Appanya Soomi.

Pria bersafari itu langsung menarik lengan Junhyung dan menyeretnya keluar rumah. Dia berusaha memisahkan Junhyung dari Soomi.

Andwae!! Appa waeyo??” Soomi masih berusaha mempertahankan kekasihnya itu.

Tapi Appa Soomi langsung menarik lengan Soomi dan membuat pegangan mereka terlepas. Hal ini memudahkan pria bersafari untuk menarik Junhyung keluar. Appa Soomi sudah mengunci lengan Soomi sehingga dia tak bisa bergerak untuk mengejar Junhyung. Hingga akhirnya Junhyung benar-benar keluar dari rumah Soomi.

Soomi menatap Appanya tak percaya. “Kenapa Appa usir dia? Dia salah apa? Dia itu temanku Appa.”

“Appa gak mau putri Appa berteman dengan putranya si Jaesoon itu. Pokoknya kamu gak boleh menemui dia lagi. Kalau kamu butuh teman pria akan Appa carikan untukmu,”

“Yeobo waeyo?” tegur Eomma Soomi yang sudah muncul di ruang tamu. “Mana tamu kita? Kenapa tadi kalian heboh sekali teriak-teriak?”

“Tamu itu sudah aku usir. Dan pastikan anak itu jangan datang lagi kerumah ini. besok Appa akan memastikan anak itu tidak mendekati Soomi lagi.” Tegas Appa Soomi sambil berlalu meninggalkan Soomi yang masih mematung.

………….

Dan ucapan Appa Soomi tidak main-main. sudah hampir dua minggu lamanya Soomi dikawal oleh dua orang bodyguard. Bahkan untuk sekedar berpapasan saja Soomi tak bisa. Appanya benar-bernar telah memblok jalur Soomi untuk bertemu dengan Junhyung.

Hal ini membuat Soomi putus asa dan kehilangan semangat. Setiap pulang sekolah kerjaannya hanya mengurung diri di kamar. Karena semua fasilitas Soomi untuk bisa melepas rindu dengan Junhyung telah disita Appanya, mulai dari handphone, laptop, dan lain sebagainya.

Gikwang sudah tak tahan melihat penderitaan Soomi. Setiap hari dilihatnya adiknya itu mengurung diri dikamar sambil memukul-mukul dada kirinya. Gikwang tahu persis, Soomi pasti sangat menderita belakangan ini.

“Yah mana Soomi?? Soomi adikku kau kemanakan?” Tanya Gikwang sambil menahan lengan Soomi yang sudah mulai memukul dada kirinya.

Soomi menatap Gikwang nanar. Matanya sudah mulai memerah menahan kesedihannya.

“Soomi, dongsaengku yang paling galak dan manja kamu kemanakan? Kenapa yang aku lihat disini Soomi yang lemah dan menyedihkan. Cepat kembalikan Soomiku yang dulu!” perintah Gikwang.

“Mungkin kamu akan menemukannya jika kamu membawa dia kehadapanku..” lirih Soomi.

“Kamu mau aku bawa Junhyung kesini? Akan aku lakukan asal kamu berhenti menyakiti dirimu seperti ini,” bujuk Gikwang.

Soomi hanya menggelengkan kepalanya. Ia ingin bertemu Junhyung tapi ia tak ingin membuat Junhyung jadi susah karena pengawal-pengawalnya. Kemarin ketika Soomi berusaha kabur untuk menemui Junhyung, para pengawal Soomi hampir saja memberi ‘pelajaran’ pada kekasihnya itu. Karena itu Soomi hanya bisa menahan diri sampai ayahnya memeredam amarahnya pada Junhyung.

“Kamu ingat aku pernah cerita soal perempuan yang mengutukku tidak akan pernah bahagia sampai aku memohon ampun padanya?” tanya Soomi. Gikwang pun mengangguk setelah berusaha mengingat sejenak.

“Kemarin sebelum Appa mengusir Junhyung, aku mimpi perempuan itu lagi. Dan aku benar-benar merasa kalau ia yang berada di balik semua kesialanku belakangan ini. kamu tahu apa yang ia katakan di mimpiku? Dia bilang ‘kamu pikir kamu sudah menemukannya? Kamu pikir kamu akan hidup bersamanya? Kalau kamu berpikir begitu maka kamu salah besar. Kamu tak akan pernah bisa bersamanya. Karena takdir kalian bertemu untuk dipisahkan. Begitulah nasib para Puteri dan Guardiannya. Mereka hanya dipertemukan untuk dipisahkan. Jadi menyerahlah.’ Aku sunggguh berpikir perempuan inilah yang melakukan semuanya. Tapi apa itu Guardian? Dan apa itu Puteri? Aku sama sekali gak ngerti.” Cerita Soomi.

Gikwang tampak berusaha mencerna cerita Soomi. Padahal dulu Soomi tidak begitu percaya dengan semua mimpi-mimpinya. Tapi belakangan ini sejak ia mimpi tentang Naga merah, Soomi jadi sering sekali menghubung-hubungkan kejadian nyata dengan mimpinya.

“Entahlah, mungkin dia pernah punya dendam denganmu. Coba kamu ingat-ingat siapa yang pernah kamu sakiti?” Gikwang mencoba mengambil kesimpulan.

“Banyak. Hanbyul, Gain, beberapa teman di SMP dulu, teman sekelasku, mungkin beberapa guru, mungkin juga asisten kita. Aku gak tahu siapa aja yang sakit hati karena aku. Tapi kurasa perempuan ini bukan orang yang aku kenal.”

“Lalu apa dong? Kenapa kamu tanya hal seperti ini padaku. Aku mana ngerti. Puteri, Guardian, udah kaya kerajaan aja ada puteri-puteriannya.” Gikwang mulai frustasi.

“Kerajaan??” gumam Soomi. “Ahh babo antarkan aku ke suatu tempat,” seru Soomi secara tiba-tiba.

====beedragon====

Mobil gikwang berhenti di depan perpustakaan kota. Membuntut di belakang mobil mereka adalah mobil pengawal Soomi.

“Yah, aku tinggal ya. Kamu kan tau aku alergi buku. Nanti mataku bisa merah semua,” ujar Gikwang setelah membukakan pintu mobil untuk Soomi turun.
“Tenang, mereka gak akan ikut kamu sampe ke dalam.” Lanjut Gikwang sambil melirik kearah pengawal mereka.

Soomi hanya manggut-manggut mendengar ucapan Gikwang. Soomi lalu meninggalkan Gikwang dan masuk ke perpustakaan kota. Begitu sampai di dalam ia langsung menuju meja peminjaman. Di sana terlihat seorang pria yang sangat ia kenal.

“Dongwoon Oppa!!!” seru Soomi.

Pria tampan berhidung mancung itu terlonjak kaget mendengar tiba-tiba ada teriakan di dalam perpustakaan yang hening ini. Ia pun mendongakkan kepalanya menatap Soomi.

“Yah kamu datang-datang mu bikin aku dipecat, hah??” desis Dongwoon, pria berambut blonde yang menjaga meja peminjaman.

“Hahaha, ups,” gurau Soomi sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

Melihat Dongwoon Soomi langsung sumringah. Dongwoon adalah tetangganya dulu sewaktu ibu Soomi belum menikah dengan Ayahnya Gikwang. Dan sejak Soomi pindah ke rumah barunya, ia jadi jarang bertemu dengan Dongwoon. Soomi bahkan lebih dekat dengan Dongwoon dibandingkan ibunya sendiri.

“Wae?? Tumben kamu main kesini. Pasti ada masalah ya,” tebak Dongwoon.

“Ahh, aniyo. Memangnya aku gak boleh main ketempat Oppa?” Soomi mengelak.

“Jangan coba bohong dari Oppa. Oppa tahu kalau kamu lagi ada masalah. Lagipula kamu tahu kan kalau Oppa ini…”

“Dewa. Ya aku tahu kalau Oppa itu kaya Dewa yang bisa tahu segalanya. Baiklah aku akan mengaku.” Potong Soomi malas. “Aku kesini mau tanya sesuatu.”

Dongwoon pun mengeluarkan tatapan kamu-mau-tanya-apa pada Soomi.

“Oppa kan suka sekali dengan hal-hal yang berbau kerajaan dan dewa-dewaan. Oppa tau gak cerita tentang Puteri dan Guardian yang dipertemukan untuk dipisahkan?”

Dongwoon tersenyum tipis mendengar pertanyaan Soomi. “Kenapa tiba-tiba kamu tertarik dengan cerita seperti itu?”

“Karena ada yang bilang padaku kalau kisah cintaku akan berakhir seperti kisah puteri dan Guardian yang terpisahkan. Apakah mereka bernasib seperti Romeo dan Juliet atau seperti Jack dan Rose? Tapi apa memangcerita cinta seperti itu ada ya? Kok aku baru tahu sekarang.”

“Kisah itu memang ada. Mereka adalah para penghuni kerajaan langit. Tapi kalau kamu mau mendengar ceritanya, ada syaratnya.” Dongwoon mengerlingkan matanya.

“Asshh,, johayo. Apa syaratnya? Kuharap syaratnya benar-benar sebanding dengan kisah itu.”

“Kamu harus menegur yeoja yang duduk disana dan harus membuat dia balas menyapamu dan tersenyum padamu,” tantang Dongwoon.

Soomi kemudian menghampiri perempuan yang duduk sendirian sambil menundukkan kepalanya membaca buku. Ragu-ragu Soomi menatap perempuan tersebut yang tampaknya tidak sadar kalau Soomi duduk dihadapannya. Soomi pun membanting sebuah buku ke meja untuk menarik perhatian perempuan tersebut. Dan kagetlah Soomi begitu melihat siapa sosok yang tengah duduk di hadapannya ini.

Adalah Hanbyul yang sedang membaca buku dihadapan Soomi. Soomi pun langsung melirik tajam kearah Dongwoon yang berada di jauh belakang Hanbyul. Tapi Dongwoon malah tersenyum senang melihat amarah Soomi. Dongwoon lalu mengeluarkan sebuah kertas bertuliskan ‘cepat sapa atau kamu gak akan mendapat cerita yang kamu inginkan’.

Hanbyul menatap Soomi bingung. Soomi yang belakangan ini selalu menghindarinya, selalu membuang mukanya ketika melihat Hanbyul sekarang duduk dihadapannya dengan wajah bingung dan kaget. Soomi sendiri sedang menimbang-nimbang, apakah ia harus melakukan ini atau tidak.

Demi cerita tentang guardian dan puteri itu, apapun akan aku lakukan, batin Soomi. “A.. an.. annyeong…” sapa Soomi ragu-ragu.

Hanbyul hanya diam menatap Soomi, kemudian ia melihat ke kiri dan ke kanannya untuk memastikan kalau Soomi menegurnya atau bukan. Tapi tidak ada siapapun di dekat HAnbyul.

“Annyeong Hanbyul,” sapa Soomi dengan suara lebih tegas.

Hanbyul masih diam. Ia shock mendengar Soomi menyapanya duluan.

“Liburan begini masih baca buku aja? Baca buku apa kamu??” Soomi mencoba untuk terdengar ramah.

“Ahh ini buku tentang legenda kerajaan langit,” Hanbyul akhirnya menyahut pertanyaan Soomi.

“Ohh kamu suka baca buku begituan juga yahh. Kupikir kamu hanya suka membaca buku pelajaran,” gurau Soomi.

Hanbyul masih bingung akan sikap Soomi ini. “Ada apa kamu disini?”

“Biasa. Mengunjungi Dongwoon Oppa.”

“Kamu sendirian?” tanya Hanbyul ragu-ragu. Hanbyul sebenarnya ingin bertanya, mana Junhyung, tapi ditahannya.

“Aku kesini sama Gikwang. Ahh jjinjja Junhyung itu, dia udah membuat sahabat-sahabatku meninggalkanku dan sekarang dia membuat appa menghukumku.” Kesal Soomi.

“Ahh, jadi Appamu belum juga menerima Junhyung?”

Soomi menggelengkan kepalanya. “Kamu tahu tetang itu? Junhyung yang cerita?”

“Aniyo, Hyunseung yang cerita padaku, dia tahu dari Junhyung. Sekarang bagaimana perasaanmu?”

“Kamu sendiri bagaimana perasaanmu? Kamu pasti senang kan mendengar hal ini?” Soomi menjawab pertanyaan Hanbyul dengan pertanyaan.

“Aku sedih. Aku sungguh berharap kalian bisa bersatu. Karena menurutku kalian itu cocok dan serasi. Kemarin melihat Junhyung seperti itu, aku jadi sadar betapa dia sangat mencintaimu. Kuharap Appamu bisa meredam amarahnya dan menerima Junhyung kembali.” Jawab Hanbyul tulus.

Soomi terharu mendengar jawaban Hanbyul. Ia sempat berpikir kalau hanbyul masih marah dan tak mau berteman dengannya. Tapi melihat ketulusan Hanbyul ini mau tak mau perasaan Soomi melunak juga.

“Ahh…” Soomi ingin sekali mengucapkan terimakasih atas ketulusan Hanbyul. Tapi entah kenapa mulutnya terasa berat sekali untuk mengucapkannya. “Kalau begitu aku ke tempat Dongwoon Oppa dulu ya. Silakan melanjutkan bacaanmu.”

“Ah iya,” Soomi yang sudah beranjak berdiri kembali duduk lagi. “Daripada mengharapkan namja yang tidak mencintaimu, bagaimana kalau kamu mencoba untuk membalas perasaan orang yang mencintaimu. Itu akan lebih baik.”

“Maksudmu Hyunseung. Tanpa kamu suruh pun aku sudah melakukan hal itu. Gomawo. Jadi sekarang kita temanan lagi nih?” tanya Hanbyul.

“Memang kita pernah gak temanan?? Kurasa gak pernah. Annyeong.” Soomi akhirnya meninggalkan Hanbyul dan kembali ke Dongwoon.

Dongwoon berpura-pura sedang serius membaca sebuah kamus bahasa prancis seolah itu adalah komik yang sangat menarik. Sementara Soomi sudah benar-benar gemas akan syarat Dongwoon barusan. Akhirnya Soomi menghujani Dongwoon dengan cubitan mautnya begitu Ia sampai di hadapan Dongwoon.

“yah appo appoyo.” Dongwoon berusaha menghindari cubitan Soomi.

“Oppa kamu iseng sekali melakukan hal ini padaku. Aishh jinjja! Mau ditaruh dimana mukaku ini.”

“Tapi sekarang kalian udah saling bertegur sapa kan, udah gak marahan lagi. Harusnya kamu berterimakasih pada Oppamu ini karena sudah membuat kalian bersatu kembali. Satu masalah sudah selesai, tinggal masalah yang lain.”

“cih, kalau masalah lain yang oppa maksud itu adalah Gain, maka Oppa gak perlu melakukan apapun. Karena Gikwang sudah melakukannya duluan sebelum Oppa melakukan hal ini padaku. Ehh tapi tunggu dulu, darimana Oppa tau kalau aku dan Hanbyul lagi gak bertegur sapa? Aku kan belum cerita apa-apa?” tanya Soomi.

“Kan udah Oppa bilang kalau Oppa ini…”

“Nee, Oppa itu dewa gadungan yang turun ke bumi dan menyamar memakai tubuh manusia untuk melihat perkembangan bumi secara langsung. Aigoo, Oppa kamu harus berhenti membaca cerita tentang dewa-dewaan.” potong Soomi. “Sekarang mana janjimu? Cerita tentang Guardian dan Puteri,” tagih Soomi.

“Kekeke, oke akan Oppa ceritakan. Ini tentang seorang Puteri langit bernama Yeoshin dan guardiannya yang bernama Heenim. Ini tentang kisah cinta yang bahkan lebih sedih daripada Romeo dan Juliet. Ini adalah kisah yang paling tragis yang mungkin akan menguras airmata kamu. Jadi dengar baik-baik ya.”

====beedragon====

[TBC]

last updated : 180712

Yeaaaahhhh finnaly kelar juga ini chapter.. fiuhhh *lap keringet Junhyung*

Advertisements
FF – GUARDIAN BEAST / Chapter VII Meet to be Separated / PG-15 / by Ratu Puteri

9 thoughts on “FF – GUARDIAN BEAST / Chapter VII Meet to be Separated / PG-15 / by Ratu Puteri

  1. Dessy Diana says:

    ahhh eonni ..
    aku makin penasaran sama cerita selanjutnya nih …
    sumpah ceritanya cool banget …
    lanjut eonni
    SEMANGAT EONNI 🙂

  2. HyeMi says:

    Hehe… akhirnya keluar juga…
    aku nungguin ff ini, sampe bolak balik web nya eon lho…. kekeke…
    Good job deh eon d/(*o*)\b
    next chap. nya ditunggu lho.. 🙂

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s