[FF REQ] WEDDING DRESS / PG15 / Romance / By BeeDragon


Title : Wedding Dress
Rating / Pairing : PG 15 / Straight
Author : Ratu Puteri a.k.a BeeDragon
Cast: Choi Yami [OC]
Yoo Seungho
seungho
Yesung
yesung
Length : Oneshoot
Genre : Romance, friendship
disclaimer : semua ini hanya fiksi belaka. hanya sebatas fantasi seorang Ratu yang gak berhenti berimajinasi. TAKE OUT WITH FULL CREDIT. No Copy Paste and Dont Be Silent Reader

====WEDDING DRESS====

Ini FF aku persembahkan(?) buat befi antami dinda putri

lagi gak ada mood buat ngelanjutin GUARDIAN BEAST jadi aku mau lunasin utang dulu aja dehh @_@

Aku sebenernya gak gitu kenal sama yesung dan seungho, tapi akan aku coba, mudah2an berkenan. Kalo sama sekali gak mirip sama karakter aslinya mianhae,, aku juga belum kenalan sama mereka. mianhae kalo banyak typo,, aku bikin ini hanya dalam waktu satu jam aja,, jadi kalo berasa ngebut banget ceritanya yahh mianhae,, kekeke

chek this out!!

====000====
“aku ingin melihatmu pakai baju pengantin!” seru seorang namja kecil beralis tebal itu.

“tapi itu kan masi lama, kalau aku udah gede baru kamu bisa lihat aku pake baju pengantin,” sahut yeoja mungil dengan rambut yang penuh dengan jepitan.

“Tapi aku mau lihat kamu pakai baju pengantin. Pokoknya kamu gak boleh ngasi liat ke orang-orang baju pengantinmu. Harus aku dulu yang lihat kamu, princess. Itu artinya hanya aku yang akan jadi pengantin priamu. Arraseo!” titah si namja kecil itu.

“Arraseo,” si yeoja menurut.

“Janji,” pinta si namja sambil mengangkat kelingkingnya.

“ne, janji,” sahut si yeoja sambil mengaitkan kelingking mereka.

====000====

“Huahh, sudah sekitar tigabelas tahun yang lalu aku mengikat janji bodoh dengan namja ini, tapi dia sepertinya sudah lupa akan janji itu,” gumam yeoja cantik bernama Choi Yami.

Ia terus memandangi sahabatnya yang sedang berjalan tergesa-gesa kearahnya.

“Aigoo, mianhae Yami-ah. Aku ketiduran. Ayo kita berangkat.” Sapa namja beralis tebal itu yang langsung menarik lengan YAmi.

“yah Yoo SeungHo! Aku menunggumu udah ampe jamuran dan kamu seenaknya datang langsung main tarik-tarik aku begini?!” protes Yami.

“Ahh, ngomelnya nanti aja, kalo udah sampaei di kampus,” sahut Seungho.

Akhirnya Yami menurut. Sebenarnya protesnya barusan bukan karena Seungho telat menjemputnya. Tapi karena Yami mencoba mengingatkan Seungho akan janji mereka semasa kecil.

Yami dan Seungho sudah berteman selama seumur hidup mereka. ini karena Yami dan Seungho itu tetanggaan, dan sejak lahir yang seumuran dengan mereka itu hanya mereka berdua, makanya mereka begitu dekat dan begitu akrab. Tak jarang Seungho menginap di rumah Yami ketika orangtuanya bertugas keluar kota. Hal ini semakin memperintim hubungan mereka.

Tapi seiring berjalannya waktu Yami merasa Seungho lupa akan janjinya waktu kecil dulu. Yami memang tak berharap banyak kalau Seungho akan mengingat janji bodoh mereka waktu kecil itu. Tapi Yami benar-benar berharap Seungho menyadari kalau Yami sesungguhnya menunggu Seungho melunasi janjinya.

Saat ini mereka sudah berada di kantin kampus. Yami menatap Seungho yang tengah sibuk dengan sketsa dihadapannya, ini karena Seungho mengambil jurusan fashion design.

“Yah bisa berhenti dulu gak? Makananmu belum dimakan. Makanlah dulu Seungho,” tegur Yami.

“Sebentar lagi,” sahut seungho masih berkutat dengan pensil dan kertasnya.

“bikin baju apa sih? Baju pengantin?” tanya Yami, sekaligus berusaha untuk membuat Seungho ingat akan janjinya.

“Mwo baju pengantin? Bukanlah. Ini gaun malam untuk Jiyeon. Dia minta di buatkan sketsa gaun untuk pesta ulang tahunnya nanti.” Sahut seungho.

Deg! Apa Seungho bilang tadi? Jantung Yami tiba-tiba terasa sesak mendengar Seungho menyebut nama Jiyeon. Jiyeon yang adalah primadona kampus meminta Seungho untuk membuatkan sketsa baju. Apa hubungan mereka? Berbagai pertanyaan berkecamuk di hati Yami.

“Kamu kenal dekat dengan Jiyeon?” tanya Yami getir.

“ne, aku menyukainya. Mungkin dengan membuatkannya sketsa baju, dia jadi menyukaiku juga.” Jawab Seungho sambil tersenyum.

Yami merasa bagaikan dipanah oleh SNSD(?) ratusan panah begitu mendegar jawaban Seungho. Seungho menyukai Jiyeon yang adalah primadona kampus. Tentu saja dibandingkan Jiyeon, Yami masih kalah jauh. Rasanya dadanya tambah sesak. Kalau seperti ini, Seungho mungkin sudah benar-benar melupakan janji mereka dulu.

====000====

*setahun kemudian*

“Chagiya,” seorang namja menepuk pundak Yami.

Yami pun menoleh, didapatinya namjachingunya yang sudah hampir setahuna ini mengisi hari-harinya. Yami tersenyum pada namja itu.

“Yesung Oppa. Kau sudah datang,” sapa Yami.

“Mianhae chagiya, jalanan macet. Lagian kenapa kamu masih melarangku untuk menjemputmu sih? Kan aku juga pengen berkunjung ke rumahmu dan bertemu orangtuamu.” Yesung merajuk.

“Hiyaa, Oppa. Kan aku udah bilang alasannya,” Yami mencoba memberi pengertian pada namjachingunya ini.

“Karena Seungho,” sahut Yesung dingin. “Aku heran dia Oppa-mu bukan, appa-mu juga bukan, dan dia juga pastinya bukan harabeoji kamu kan. Tapi kamu takut banget buat ngenalin aku ke dia. Kenapa sih?” protes Yesung.

Yami hanya menunduk menanggapi pertanyaan Yesung. ia sadar kalau dirinya itu sangat egois. Ia sudah mendapatkan seorang Yesung yang tampan dan menjadi idola di kampus, tapi hatinya masih mengharapkan seorang Seungho yang sudah mengisi sebagian besar hari-hari dalam hidupnya.

Sudah sebelas bulan Yami berkencan dengan Yesung tapi Yami belum pernah mencoba untuk bercerita pada Seungho tentang Yesung. Yami juga meminta pada Yesung untuk merahasiakan hubungan mereka, karena Yami tak mau Seungho tahu kalau Yami sudah mengkhianati janji mereka.

Yami menerima Yesung menjadi namjachingunya karena Yami tak tahan dengan Seungho yang selalu bercerita tentang Jiyeon, yeojachingunya. Yami cemburu pada Seungho karenanya Yami mau menerima Yesung menjadi namjachingunya. Walapun begitu, Yami juga mulai suka pada Yesung yang sangat baik dan perhatian padanya. Yami seolah mendapatkan kembali sosok Seungho yang sekarang sudah sering menghilang karena terlalu sibuk mengurusi yeojachingu barunya.

“Apa aku perlu mengadakan pesta pertunangan denganmu dulu, agar kamu jadi punya alasan untuk memberitahu sahabat terbaikmu itu.” Tanya Yesung.

“Mwo, pesta apa?” Yami kaget mendengar pertanyaan Yesung.

“Pesta pertunangan. Aku dan kamu bertunangan.” Sahut Yesung enteng.

“memangnya kapan kita akan bertunangan? Kenapa kita mau bertunangan?” tanya Yami yang masih belum tersadar dari kekagetannya.

“Ah iya aku belum melamarmu yah?” yesung menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Kemudian yesung menunduk dan berlutut di hadapan Yami sambil menggenggam erat jemari Yami.

“Choi Yami. Aku begitu menyukaimu. Aku tak ingin kamu melihat namja lain selain aku. Aku ingin memilikimu seutuhnya. Would you marry me, choi Yami?” lamar Yesung.

“Oppa…” yami tak bisa berkata apa-apa lagi.

“Mungkin ini terlalu mendadak untukmu Yami. Tapi aku sudah lama memikirkan hal ini. aku memacarimu bukan hanya sekedar berpacaran denganmu. Tapi aku serius ingin menjadikanmu istriku. Sudah lama aku mengagumimu dan begitu ingin bisa berada disampingmu. Karenanya maukah kamu menjadi istriku?” kembali yesung melamar Yami sambil menunjukkan sebuah cincin perak dengan sebuah batu safir biru kecil yang menghiasinya.

Yami menangis mendapat perlakuan yang begitu manis ini dari Yesung. Yami pun mengangguk mantap. “Ne Oppa aku mau menjadi istrimu.”

Yami menerima lamaran Yesung. ya setidaknya ini bisa melunasi hutang Yami terhadap Seungho. Setidaknya ia bisa membuat Seungho melihatnya memakai gaun pengantin, walaupun pengantgin prianya adalah orang lain.

====000====

“Seungho-ya, aku mau bicara sesuatu denganmu,” Yami mengetuk pintu kamar Seungho.

“Masuklah, pintunya gak dikunci,” sahut Seungho dari dalam kamarnya.

Yami pun masuk ke kamar Seungho. Kamar Seungho benar-benar berantakan, potongan kain perca bertebaran di kasurnya, kertas-kertas sketsa memenuhi lantainya. Yami hanya menggelengkan kepalanya heran memikirkan dimana Seungho aka tidur karena kasurnya yang penuh dengan kain.

“Waeyo?” tanya Seungho.

“Ahh aniyo. Aku hanya ingin melepas rindu pada sahabatku ini, memangnya tak boleh?” sahut Yami.

“Yah, kamu pikir kita baru kenalan kemarin apa. Cepat bilang ada apa? Yami itu Cuma mau mendatangiku kalau lagi ada masalah aja,” ledek Seungho.

“Yah, memangnya aku seperti itu,” protes Yami sambil melempar segumpal potongan kain yang ada di kasur seungho.

Seungho meringis sambil mengusap-usap kepalanya yang kena timpukan Yami.

“Kamu dengan Jiyeon bagaimana?” Yami akhirnya mengutarakan tujuannya datang.

“Baik-baik saja. Wae?”

“Aniyo. Aku senang mendengar kalian baik-baik saja. Ngomong-ngomong, kamu pernah hutang janji padaku. Apa kamu masih ingat?” tanya Yami.

“Janji apa?” Seungho berusaha mengingat-ingat. “Aahhh, janji yang itu. Ahh mian, aku lupa. Harusnya kamu mengingatkanku. Baiklah besok aku yang akan mentraktirmu makan sepuasnya.” Ujar Seungho.

“Mwo? Mentraktir makan? Memangnya janji apa yang kamu ingat?” cecar Yami.

“Janji kalau aku harus mentraktirmu kalau Jiyeon mau jadi pacarku? Yang itu kan? Ehh bukan yang itu ya? Terus yang mana dong?” tanya Seungho dengan polosnya.

“Aisshh, molla!” gertak Yami sebal. “lupakan soal janji itu. Anggap kita gak pernah buat janji yang aneh-aneh. Kuberitahu ya, tuan pelupa. Aku kesini mau minta tolong padamu. Buatkan aku gaun terbaik rancanganmu, karena minggu depan aku akan tunangan.” Pungkas YAmi.

“Arraseo.” Sahut Seungho. “MWO!!! Tunangan??!! Yah Yami jangan bercanda kamu. Kamu mau tunangan dengan siapa?! Memangnya ada namja yang mau sama kamu?” tanya Seungho kaget.

“yang pasti aku akan bertunangan dan menikah dengan namja yang mencintaiku. Annyeongi jumuseyo.”

====000====

Yami berdiri di pintu masuk gedung tempat ia akan melangsungkan acara pertunangannya dengan Yesung. ia menunggu sahabatnya untuk datang dihari istimewanya ini. tapi sudah lewat lima belas menit dari waktu yang dijanjikan, Seungho tak kunjung datang. Padahal Seungho bilang dia akan datang bersama Jiyeon.

“Chagiya, masuklah kedalam. Di luar sini dingin, nanti kamu masuk angin.” Tegur Yesung.

“tapi aku menunggu Seungho. Dia harus melihatku memakai gaun rancangannya.” Lirih YAmi.

“tapi kita menunggu di dalam ya. Masa kita ninggalin tamu seperti ini. ayo masuk ke dalam.” Bujuk Yesung.

Yami pun menurut, dan ikut masuk kedalam gedung. Dan karena acara sudah di delay terlalu lama, akhirnya pesta pertunangan dilanjutkan tanpa kehadiran Seungho.

“Yami-ah, chukkahae. Oppa juga chukkahae,” Jiyeon yang datang memberi ucapan selamat kepada Yami dan Yesung.

“Jiyeon ke sini sendirian?” tegur Yesung.

“Ne Oppa, memang mau sama siapa lagi?” sahut Jieon sambil tersenyum malu.

“dengan Seungho. Bukannya kalian pacaran?” Yami menimpali.

“Seungho? Ahh dia menolakku setahun yang lalu keika aku mengajak dia buat jadian. Dia bilang Cuma mau jadi temen aja, yasudah kita temanan. Kata siapa kita pacaran? Lagian dia itu suka sama orang lain.” Cerita Jiyeon.

“Mwo? Kalian hanya teman? Tapi Seungho…” gumam Yami.

“Lalu seungho kemana? Kita nungguin dia daritadi. Tapi sampai acara ini mau selesai dia gak kunjung datang.” Tanya Yesung sambil melirik kearah Yami.

“ah iya, dia gak bisa datang, tapi dia nitip ini buat kalian.” Jiyeon memberikan sepucuk surat kepada Yami.
Sebuah surat yang ditulis tangan oleh Seungho yang isinya,

Yami-ah, mianhae. Aku begitu egois sampai kau gak bisa datang ke acara yang paling membahagiakan untukmu. Sejujurnya aku tak sanggup kalau harus melihatmu berdampingan dengan orang lain.

Aku begitu bodoh. Aku mencintaimu, tapi aku tak berani mengatakannya padamu. Sejujurnya aku ingat akan janji kita berdua ketika kita kecil dulu. Mungkin kamu menganggap janji itu hanyalah sekedar perkataan yang diucapkan oleh anak kecil yang tak tahu apa-apa. Tapi kamu salah kalau berpikir seperti itu, karena aku masih mengingat janji itu dan ingin mengabulkannya suatu saat nanti.

Tapi sepertinya aku terlambat. Kamu sudah menjadi milik orang lain. Kamu sudah mencintai orang lain. Aku tahu kalau kamu jadian dengan Yesung Sunbae. Tapi aku selalu berpura-pura tak tahu. aku selalu mengalihkan pembicaraan setiap kamu mau membicarakan tentang Yesung Sunbae. Aku mengarang cerita kalau aku sudah jadian dengan Jiyeon agar aku tak perlu mendengar cerita tentang kalian.

Mianhae, kalau tulisanku ini mengacaukan hatimu. Aku hanya ingin kamu tahu, kalau aku mencintaimu. Hiduplah dengan bahagia bersama Yesung Sunbae. Aku akan membuatkan gaun pengantin yang paling cantik untukmu, princess.

Saranghae
YooSeungHo

Yami menangis membaca surat itu. Ditepisnya pelukan Yesung yang berusaha menenangkannya. Yami segera berlari keluar mencari dimana sahabatnya itu berada.

Yami tahu sahabatnya itu pasti sedang menyendiri di taman yang ada di dekat kampusnya. Dan benar saja begitu sampai di depan kampusnya, YAmi melihat sosok Seungho yang sedang berjalan sambil menunduk dan menendang kerikil yang berserakan.

“Seungho!!” teriak YAmi dari seberang jalan.

“Yami,” lirih Seungho begitu melihat sosok Yami yang masih mengenakan dress buatannya.

“Baboya! Aku bertunangan hari ini! kenapa kamu gak datang! Sahabat macam apa kamu!” pekik Yami.

“Yah! Ngapain kamu kesini? Jangan bilang kamu kangen aku!” teriak Seungho.

“Siapa yang kangen kamu! Aku kesini untuk memarahimu! Ahh aku lupa bawa Yesung Oppa, harusnya aku bawa dia juga untuk memarahimu karena gak memenuhi undangannya!” sahut Yami masih sambil berteriak.

“BAwa aja! Aku gak takut! Sekalian biar aku nilai dia, sanggup atau tidak untuk berdampingan sama yeoja galak sepertimu!” sahut Seungho.

Yami menangis mendengar jawaban Seungho. “babyoya, kenapa baru sekarang kamu bilang kalau kamu juga menyukaiku. Kenapa kamu selalu menutupnutupi perasaanmu padaku. Aku kan selalu menunggumu” lirih Yami yang tentu saja tak dapat di dengar oleh Seungho yang berada di seberang jalan.

“Yah, apa kehadiranku begitu penting sampai kamu menangis begitu karena aku gak datang!” seru Seungho.
Seungho akhirnya menyebrang jalan untuk menghampiri sahabatnya yang masih terisak itu. “Yah Yami. Memangnya kamu pikir aku mau kemana? Aku pasti akan datang ke pesta pernikahanmu nanti. Karena aku mau lihat princess-ku memakai gaun pengantin buatanku.”

Seungho terus menyebrang tanpa melihat ke kiri dan kanan. Karena hari sudah malam jadi jarang sekali mobil yang terlihat berlalu lalang di depan kampus mereka.

“SEUNGHO AWAAAAAASSSS!!!!” Jerit Yami saat melihat sebuah truk berjalan kearah Seungho dengan kecepatan tinggi.

Braaaakk!!

Tubuh Seungho terpental tertabrak truk tersebut. Sementara truk itu langsung melarikan diri begitu menyadari kalau dirinya menabrak seseorang. Yami langsung berlari menghampiri Seungho yang sudah tergeletak tak berdaya dan berlumuran darah.

“Seungho-ya, ireona.. palli ireona.. hiks,” isak Yami. Dipeluknya badan sahabatnya yang sudah lemah itu.

“Uljima… ini hari.. bahagiamu.. mianhae.. aku babo..” racau Seungho yang sudah setengah sadar.

“Jangan banyak bergerak. Yesung Oppa, sebentar lagi datang menjemputku. Kamu harus tahan sebentar sampai dia datang. Arraseo.” Bisik Yami

“Saranghae.. yami-ah.. haengbokhae.. promise me.. kamu akan bahagia bersama dia… atau aku gak akan tenang nanti..” lirih Seungho.

“aku bilang jangan banyak bicara. Kamu harus bertahan. Kamu ingin melihatku memakai gaun pengantin kan. Karenanya kamu harus kuat.” Yami kembali terisak.

“You are my princess. Saranghae…”

====000====

“ini bunganya chagiya, ehh eomma,” ucap yesung sambil memberikan sebuket bunga crysant putih pada Yami.

“Aku belum mau dipanggil eomma, Oppa.” Yami merajuk sambil mengerucutkan bibirnya. Yesung pun terkekeh mepndengar protes istrinya ini.

“Pakai ini. nanti disana akan dingin. Aku gak mau kamu masuk angin sehabis mengunjungi sahabatmu.”
Yesung kemudian membuka pintu mobilnya untuk Yami. Membantu Yami keluar dari mobil sambil merapikan gaun Yami. Yesung kemudian memakaikan coatnya pada Yami.

“Gomawo Oppa,” Yami memakai coat besar milik Yesung. “Aku pergi dulu.” Pamit Yami.

Yami kemudian berjalan menyusuri daerah perbukitan itu. Sesekali ia merapatkan coatnya sambil mengangkat gaunnya yang menyapu jalan. Tentu sebagian besar orang yang melihatnya di tempat seperti ini dengan pakaian seperti itu akan berpikir Yami ini sudah tidak waras. Tapi sebagian besar penjaga di tempat yang di datangi Yami sudah paham.
Yami berhenti di sebuah batu marmer besar yang berdiri begitu kokoh.

“Annyeong Seungho-ya. Aku datang lagi.” Sapa YAmi sambil meletakkan buket bunganya.

“bagaimana penampilanku kali ini? aku gak pakai tiara yang kau berikan. Tapi aku masih memakai gaun pengantinku. Ahh kenapa kamu mebuat gaun pengantin yang begini menyusahkan. Gaun ini berat dan menyapu setiap jalan yang aku lewati.” Ujar Yami kembali.

“Bogoshipo. Apa kamu hidup bahagia di surga sana? Aku sudah menepati janjiku padamu. Aku hidup dengan bahagia. Tak ada airmata lagi, karena Yesung Oppa begitu menyayangiku. Dan kau tahu apa, kau akan menjadi paman sekarang. Ahh apakah aku seharusnya memanggilmu dengan sebutan Seungho Ahjussi?” YAmi tersenyum menatap batu marmer yang bertuliskan:

Rest In Peace.
Best Friend – Yoo Seungho

“Selamat jalan sahabatku. Kamu akan selalu jadi sahabatku yang paling babo, dan paling tidak peka serta paling aku sayangi. Aku akan datang lagi nanti. Hari ini aku gak bisa lama-lama mengunjungimu karena aku mau memeriksakan kandunganku. Ahh iya, kalau nanti kandunganku sudah besar, maka aku gak akan bisa lagi memakai gaun pengantin ini untuk mengunjungimu. Jadi aku minta maaf. Istirahatlah yang tenang, my best friend,”

====END====

Gyahahaha,, endingnya gaje yah,, ceritanya apalagi.. heung mianhae kalo ceritanya anehh ==”
Satu hutangku udah lunas ^^
Semoga suka

Advertisements
[FF REQ] WEDDING DRESS / PG15 / Romance / By BeeDragon

16 thoughts on “[FF REQ] WEDDING DRESS / PG15 / Romance / By BeeDragon

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s