FF – Guardian Beast / Chapter V Broken Hearts / PG-15 / by Ratu Puteri


 

Title : GUARDIAN BEAST

Rating / Pairing : PG 15 / Straight

Author : Ratu Puteri a.k.a BeeDragon

Cast:
#Lee Soomi = Puteri Soom
# Yong Junhyung = dragon / Guardian Yong
#Shin HanByul = Puteri Byul
#Jang Hyunseung = Pegasus / Guardian Jang
#Ahn Mami = Puteri Maeum
#Lee Gikwang = Kerberos / Guardian Lee
#Han Gain = Puteri Gaseum
#Yang Yoseob = el-lion / Guardian Yang

Length : Multi Chaptered

Genre : Fantasy, Romance, School life, family

Disclaimer : semua ini hanya fiksi belaka. hanya sebatas fantasi seorang Ratu yang gak berhenti berimajinasi. TAKE OUT WITH FULL CREDIT.No Copy Paste and Dont Be Silent Reader

Chapter V
= BROKEN HEARTS =

“Aku menyukaimu Gikwang, bolehkah aku menjadi yeojachingumu?” tanya Gain malu-malu.

Gain berdiri di hadapan Gikwang sambil menatap sepatu pinknya. Dia tak berani menatap Gikwang, karena ia yakin saat ini wajahnya pasti sudah seperti kepiting rebus. Selain itu, ia takut kalau mata mereka bertemu maka keberanian yang sudah Gain kumpulkan ini bisa menghilang begitu saja.

Gomawo,” jawab Gikwang.

Gain kemudian mengangkat kepalanya. Ia tersenyum penuh harap pada Gikwang.

“Tapi, mianhatta. Aku tak bisa menjadi namjachingumu,” tolak Gikwang.

Seketika pandangan Gain langsung kosong. Lelaki di hadapannya ini menolaknya.
“Ta.. tapi ke.. kenapa?” Gain terbata menerima kenyataan pahit ini.

“Aku ini ketua geng kau tahu. aku sudah berjanji untuk mengutamakan geng ku diatas apapun. Karenanya, aku tak bisa meninggalkan gengku hanya untuk menerima cintamu dan menjadi namjachingumu. Mianhae.”

“Tapi apakah ini berarti kau tidak menyukaiku? Kau membenciku?” tanya Gain dengan berlinang airmata.

“Kalau aku tak menyukaimu maka aku takkan berdiri disini dan berbicara padamu. Tapi kita masih bisa berteman seperti biasa. Anggap saja kejadian ini tak pernah ada ya. Aku duluan,” Gikwang pun meninggalkan Gain.

Sepeninggal Gikwang, Gain masih berusaha untuk menguasai tangisannya. Tapi airmatanya sudah tak dapat dibendung lagi. Perlahan tapi pasti cairan bening itu mulai membentuk sungai kecil di pipi Gain. Gain berusaha menopang dirinya, tapi kakinya bahkan terlalu lemas untuk berdiri. Akhirnya Gain terduduk lemas dan menangis disana.

Sebuah saputangan muncul dihadapan Gain. Seorang pria berambut pirang dengan senyuman manis sudah berdiri di hadapan Gain sambil menyodorkan saputangannya.

Gain hanya menatapnya dan tak menyambutnya. Ia hanya menatapnya sambil terisak.
“Kamu melihat kejadian tadi, Yoseob?” tanya Gain.

“Yang aku lihat, namja tadi meninggalkanmu yang sedang menangis disini. Apa yang dilakukannya padamu Gain?” ucapnya sambil menghapus airmata Gain.

Tangisan Gain justru semakin deras mendengar ucapan Yoseob. “Dia menolakku Yoseob. Dia menolakku. Apa yang harus aku lakukan kalau aku bertemu dengannya besok. Huwaaaaa….” Isak Gain.

Yoseob akhirnya memeluk Gain, berusaha menenangkannya. Tapi Gain tak bisa berhenti menangis. Akhirnya Yoseob membiarkan airmata Gain membasahi seragamnya.
uljima, kamu pasti bisa mendapatkan namja yang lebih baik daripada dia.”

Mereka tak menyadari kalau ada sepasang mata yang menatap mereka dengan penuh rasa sedih dan benci.

====beedragon====

@Kirin High School pagi hari

Soomi mendapati setangkai bunga mawar lagi pagi ini di mejanya. Dan ia tahu persis siapa yang menaruh bunga mawar ini, karena sudah seminggu penuh ia menemukan bunga mawar serta setangkup sandwich dan juga sebotol susu cokelat di meja kelasnya. Ia mengambil bunga mawar tersebut dan keluar kelas menuju kelas hanbyul.

Sesampainya di kelas Hanbyul, Soomi langsung mencari si pengirim bunga. Si pengirim bunga terlihat sedang berbincang dengan Hanbyul. Soomi langsung menghampiri mereka dengan kesalnya. Dilemparnya bunga mawar tersebut ke muka Junhyung.

“Kamu pikir aku udah mati apa, sampai kamu naruh bunga terus dimejaku!! Jangan pernah menaruh bunga-bunga ini di mejaku. Atau kamu akan rasakan akibatnya,” bentak Soomi.

“kenapa gak boleh. Aku ngasih bunga ini bukan untuk alasan seperti yang kamu pikirkan itu. Tapi agar kamu ngerti perasaanku. Memangnya kamu akan melakukan apa kalau besok aku masih mengirim bunga ke mejamu?” tantang Junhyung.

“Wooooaaaaahhh,” teman-teman Junhyung menyahuti ucapannya yang tergolong berani itu. Dan hal ini benar-benar membuat Soomi makin kesal.

“Appaku bisa mengeluarkan kamu dari sekolah ini dan membuatmu tak bisa diterima di sekolah manapun. Kalau itu masih belum cukup…” Soomi tersenyum penuh kemenangan kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Junhyung. “Aku kenal seseorang pimpinan gangster yang cukup menakutkan. Aku bisa membuatmu benar-benar merasa bosan hidup karena sudah menggangguku,” bisik Soomi dramatis.

Junhyung akhirnya panas mendengar ucapan Soomi. Pasalnya masalah Gikwang tersebut adalah sesuatu yang paling tak ingin ia dengar dari mulut Soomi. Junhyung akhirnya menarik Soomi keluar dari kelasnya.

Hanbyul yang menyaksikan kedekatan Soomi dan Junhyung yang semakin intim tersebut mau tak mau harus menelan rasa sakit hatinya. Ia meremas kertas di buku tulisnya dengan kesal sebagai pelampiasan kesedihannya.

====beedragon====

Junhyung membawa Soomi ke atap sekolah.

“Kenapa kamu senang sekali menguji kesabaranku?” geram Junhyung. “Kamu selalu mengelak setiap aku tanya mengenai Gikwang itu. Tapi kamu selalu memancing kesabaranku dengan menyebut-nyebut nama dia di hadapanku. Sekarang aku tanya sekali lagi apa hubunganmu dengannya, hah?”

Soomi hanya diam mendengar desakkan Junhyung. Dia sudah kehabisan akal untuk menghindari pertanyaan ini. Dan lagi Soomi juga tak ingin mengumbar pada semua orang tentang hubungan keluarga yang ia miliki dengan Gikwang. Itu semua karena ia tak suka mendengar orang membanding-bandingkan mereka berdua.

“Astaga, kenapa aku harus bertemu kalian lagi seperti ini?” ujar seseorang yang muncul dari balik pipa besar yang ada di atap sekolah.

“Baguslah kalau kamu ada disini. Kebetulan kami sedang membicarakan tentang kamu,” sahut Junhyung.

“Masih penasaran dengan hubungan yang kami punya?” Gikwang tersenyum dan berdiri disamping Soomi. “Hubungan kami sangat special, sampai orang seperti kamu juga gak akan mengerti,” ujar Gikwang sambil merangkul pundak Soomi. “Kamu menyukainya kan? Kebetulan, anak ini juga menyukaimu. Tapi satu hal yang dia gak suka, jangan pernah memaksa dia. Karena dia bisa membencimu kalau kamu memaksanya seperti itu. Jadi yang sabar kalo menghadapi anak ini.”

Soomi menyikut perut Gikwang. Gikwang terkekeh melihat Soomi yang wajahnya sudah seperti tomat itu. Akhirnya Gikwang meninggalkan Soomi dan Junhyung. Sebelum pergi, Gikwang bahkan sempat menepuk pundak Junhyung sebagai bentuk dukungannnya.

“Jadi kamu juga menyukaiku? Kenapa kamu gak bilang? Kenapa selalu menghindariku?” Junhyung tak bisa menyembunyikan senyumannya.

Soomi hanya membuang muka dan menghindari tatapan Junhyung. “Karena kamu selalu membuat jantungku berdebar tak karuan. Dan aku tak suka itu,” gumam Soomi.

“Kalau begitu jadilah Yeojachingu-ku. Akan kupastikan jantungmu berhenti melakukan hal yang tidak kamu sukai itu,” kata Junhyung.

Soomi akhirnya menendang kaki Junhyung. “Babo! kalo jantungku berhenti berdetak maka aku akan mati tau!!” bentak Soomi.

Dan bel masuk menyudahi pertengkaran mereka di pagi ini.

====beedragon====

@Kirin High School saat istirahat siang

Mwo?! Jadi kamu ditolak sama dia?!” seru Hyunseung.
Gain langsung menyumbat mulut Hyunseung dengan rotinya. Sementara Yoseob memukul kepala Hyunseung.

“Babo, kenapa kamu malah berteriak seperti itu?!” bentak Gain.

Hyunseung melepehkan(?) roti dari mulut sambil mengusap-usap kepalanya. “Aigoo, terus kamu sekarang gak apa-apa Gain? Kamu kan masih sekelas sama dia. Terus kalo ketemu sama dia gimana?”

“Aku sih masih sedih. Tapi aku berusaha menunjukkan kalau aku tak apa-apa. Untungnya aku masih bisa tersenyum di hadapan dia. Aku gak akan menyerah begitu saja. Mungkin kali ini aku ditolak, tapi besok-besok pasti aku bisa diterima sama dia.”

“Kamu teguh sekali Gain. Aku salut sama kamu,” puji Hyunseung.

Gain tersenyum mendengar pujian Hyunseung. Hyunseung dan Yoseob pun langsung melancarkan lelucon mereka untuk menghibur Gain.

“Ehh, ngomong-ngomong Hanbyul kok gak ikutan kita sih? Dia kemana?” sela Hyunseung.

“Hanbyul lagi patah hati. Dia sedih karena Junhyung sudah terang-terangan mengejar Soom…..” Gain langsung menutup mulutnya dan menatap Hyunseung dengan penuh rasa bersalah. “Omo Hyunseung… eottokke.”

Air muka Hyunseung mengeras seketika mendengar ucapan Gain. Dia kemudian memaksakan senyumnya. “Jadi Hanbyul suka sama Junhyung, eoh?”

Gain masih menutup mulutnya. Ia hanya menggelengkan kepalanya penuh penyesalan. Yoseob yang tak mengerti apa-apa hanya bingung melihat kecanggungan yang tiba-tiba tercipta antara mereka berdua.

“Gak apa-apa kalo kamu bilang iya. Toh dengan begitu aku jadi tau seperti apa perasaannya,” ucap Hyunseung dengan ikhlas.

Mianhae Hyunseung,” hanya kata maaf yang terucap dari mulut Gain.

Gwenchana. Yasudah lupakan saja,” ucap Hyunseung kemudian ia berpaling pada Yoseob. ”Kamu sendiri mana yeochin-mu? Kenapa kamu malah nimbrung bareng kita disini? Biasanya kalo istirahat siang kamu pacaran sama Mami di belakang gedung olahraga. Lagi berantem yah?” tanya Hyunseung.

“Iya, udah berapa hari ini aku juga jarang lihat dia. Kalian beneran lagi berantem? Ato jangan-jangan udah putus?” tanya Gain.

Yoseob hanya mengangkat bahunya. “Aku juga gak tahu dia kenapa. Udah berapa hari ini Mami menghindariku terus. Kalo ketemu kerjaannya marah-marah terus. Aku kan jadi bingung sama maunya dia.”

“Lagi dapet kali. Ato gak bawaan orok kali?” gurau Hyunseung.

#plaaakkk
Yoseob menjitak (lagi) kepala Hyunseung. “Yah memangnya kau pikir aku melakukan apa aja sama Mami?! Seenaknya aja kalo bicara.”

“Yah, kan Cuma bercanda,” protes Hyunseung sambil mengusap kepalanya lagi.

“Yoseob, berbaikanlah dengan Mami. Dia itu memang seperti itu. Tapi sebenarnya dia itu anak yang penurut. Aku dulu gak pernah setuju sama para namchin-nya Mami. Tapi baru ini aku senang, karena kamu adalah namja yang baik. Jadi mengalah sama Mami yaa. Aku mohon padamu jaga Mami baik-baik.” Gain menasehati Yoseob.

“Nee, Gain. Demi kamu aku akan mencoba mengalah padanya.”

====beedragon====

Sepulang sekolah

“Chagiya, sebenarnya salah aku apa sih? Udah seminggu ini kamu puasa ngomong sama aku. Bilang apa salahku biar aku bisa memperbaikinya,” bujuk Yoseob pada Mami.

Tapi Mami hanya mengacuhkannya. Dia terus berjalan tanpa memperdulikan Yoseob yang berada dihadapannya.

“Ahn Mami. Diam sebentar. Kita bicara sebentar. Karena aku menyayangimu makanya aku mendiamkan semua tingkahmu ini. sekarang bicara padaku dan jangan bertingkah kekanak-kanakan seperti ini lagi,” tegas Yoseob sambil menahan kedua lengan Mami.

Appo!” bentak Mami. “Aku gak mau bicara denganmu. Shireo!”

“Mami. Bisakah kamu dewasa sedikit. Kenapa kamu gak bisa seperti Gain. Dia tak pernah bertingkah seperti ini. Dia bisa begitu dewasa menghadapi masalahnya, sedangkan kamu..” kali ini Yoseob berbicara dengan nada lebih tinggi dari sebelumnya.

“Kalau begitu pacaran saja dengan Gain!” pekik Mami.

Mami menutup kedua telinganya, tak ingin mendengar ucapan Yoseob lagi. “Kamu selalu saja membandingkanku dengan Gain. Kalau kamu memang begitu menyukai Gain pacaran saja dengannya. Karena aku adalah Ahn Mami tak kan pernah bisa menjadi Han Gain. Aku adalah aku yang seperti ini, yang manja, kekanak-kanakkan, yang bodoh. Aku yang bahkan ketika namchin-nya selingkuh masih bisa memaafkannya. Aku adalah aku yang seperti ini, jadi jangan memaksaku untuk menjadi seperti apa yang kamu suka!” isak Mami.

“Astaga Mami. Aku berkata seperti itu agar bisa membawamu pada kebaikan. Namja mana yang mau badan yeojachingunya dilihat namja lain. Namja mana yang suka melihat yeochinnya bermanja ria pada namja lain. Sebaik apapun aku, aku tetap tak bisa mentolerir itu.” Nada bicara Yoseob melembut setelah melihat tangisan Mami.

“Aku juga tak bisa mentolerir namjachinguku selingkuh dengan yeoja lain. Apalagi dengan yeoja yang sangat aku kenal,” tukas Mami.

Mami lalu menepis tangan Yoseob, hendak masuk ke bis yang sudah berhenti dihadapannya. Tapi Yoseob kembali menahan lengan Mami, membuat Mami tidak jadi masuk ke dalam bis.

“Apa maksudmu? Kamu menuduhku selingkuh?? Memangnya kamu pernah melihatku jalan dengan yeoja lain selain dirimu? Bagaimana bisa kamu menuduhku seperti ini,” tanya Yoseob bingung.

“Aku juga gak mau mempercayai penglihatanku. Tapi yang aku lihat adalah nyata. Jadi daripada kamu gak bisa setia padaku lebih baik kita putus aja,” lirih Mami.

“Aku gak mau putus dari kamu Mami. Mungkin yeoja yang kamu lihat itu adalah Noonaku. Jadi jangan salah paham dulu. Jebal chagiya,” pinta Yoseob.

Aniyo, kesalahan apapun masih bisa aku maafkan. Walaupun kamu selingkuh dengan yeoja lain pun aku masih bisa memaafkanmu. Tapi tidak dengan yang satu ini. Uri geumanhaja,” pungkas Mami.

Bis yang biasa dinaiki Mami kembali datang. Dan Mami naik ke bis itu meninggalkan Yoseob yang masih termenung di halte, memikirkan ucapan Mami.

Bagaimana mungkin Mami menuduhnya selingkuh dengan perempuan lain. Atas dasar apa Mami bisa berkata seperti itu.

====beedragon====

@kirin High School keesokan hari

“Hai Yeppeo,” sapa Hyunseung pada Hanbyul yang sedang duduk di pinggir lapangan sekolah.

Hanbyul menoleh kearah Hyunseung dan tersenyum padanya. “Hai,kamu sendiri aja?”

“Gak juga. Ini lagi berdua sama kamu,” gurau Hyunseung.

“Hahaha, kamu bisa aja.” Hanbyul tertawa mendengar ucapan Hyunseung.

“Kamu sendiri kenapa sendirian aja dari tadi?”

“Aku hanya ingin sendiri melihat mereka bermain basket,” jawab hanbyul sambil mengendikkan kepalanya kearah anak-anak yang sedang bermain basket ditengah terik matahari.

“Kamu jarang kelihatan di kantin belakangan ini. Sekarang jadi lebih suka makan siang di pinggir lapangan sambil mandangin anak-anak basket itu ya?” canda Hyunseung.

“Hahaha, aniya. Aku hanya malas ke kantin. Malas bertemu dengan orang banyak.”

ohhh, kantin belakangan ini jadi sepi. Soomi juga jarang muncul di kantin, begitu bel istirahat bunyi dia langsung menghilang entah kemana. Mami juga jarang ke kantin. Kadang aku dikantin hanya berdua sama Gain atau sama Yoseob aja. Sepiiii~” curhat Hyunseung.

“Bisa tidak jangan sebut nama Soomi ketika sedang bersamaku. Entah kenapa belakangan ini aku sensitive kalau mendengar namanya. Karena itu pula aku menghindari kantin,” ucap Hanbyul dingin.

“Kamu lagi bertengkar dengan Soomi?”

Aniyo. Itu juga bukan salah dia. Tapi entah kenapa aku sedang tak ingin mendengar namanya. Jangan ditanya kenapa,” tukas Hanbyul.

Mereka kemudian terdiam. Hyunseung sudah kehabisan akal untuk menghibur Hanbyul. Karena Hyunseung tahu persis kalau Hanbyul saat ini sedang tidak bisa diajak bercanda.

“Aku ke kelas duluan ya,” pamit Hanbyul untuk menyudahi kebisuan mereka.

Hyunseung menatap punggung Hanbyul yang makin menjauh dengan sedih. Ia bisa melihat kalau Hanbyul begitu kesepian dan sedih. Tapi ia tak tahu bagaimana caranya untuk menghibur perempuan yang disukainya itu.

“Ahhh Hanbyul seandainya yang kamu suka itu adalah aku. Aku tak akan pernah membuatmu kesepian seperti ini.”

====beedragon====

Gikwang dan Soomi saat ini sedang pergi ke mall untuk belanja keperluan sehari-hari mereka. Sebenarnya mereka tak perlu melakukan ini, karena mereka bisa menyuruh asisten appa mereka untuk membawa barang-barang yang mereka butuhkan ke rumah. Tapi berhubung Soomi sudah sangat suntuk dengan semua tingkah Junhyung, jadi dia memaksa Gikwang untuk menemaninya shopping.

“Aku sudah melakukan seperti yang kamu inginkan,” ujar Gikwang membuka pembicaraan.

“Melakukan apa?” tanya Soomi.

“Seminggu yang lalu Gain menyatakan perasaannya padaku.”

Mwo?! Jjinjja??! Lalu apa yang kamu lakukan? Kamu terima dia?” tanya Soomi bersemangat.

Aniyo. Aku menolaknya seperti yang kamu minta.”

MWO!!! Yah Baboya!! Neo jeongmal nappeuna!! Bagaimana bisa kamu menolak Gain?!” bentak Soomi.

“Kamu kan menyuruhku memilih, gengku atau Gain. Ya aku pilih Gengku lah. Aku sudah membesarkan mereka selama beberapa tahun belakangan ini, bagaimana bisa aku melepaskan mereka.”

“Tapi kan aku gak menyuruhmu untuk menolak Gain seperti itu. Bagaimana bisa kamu lebih memilih geng abal-mu daripada Gain. Aigoo Gain eottokhe. Dia pasti sedih sekali belakangan ini.” Soomi tampak merasa bersalah.

“Dia kelihatan baik-baik aja kok. Memangnya kamu gak ngumpul bareng mereka lagi? Pantes aja semingguan ini kamu gangguin aku terus di belakang gedung olahraga,” ujar Gikwang sambil merangkul pundak Soomi.

“Aisshh lepasin tanganmu. Berat tau,” seru Soomi sambil menyikut rusuk Gikwang. “Belakangan ini aku menghindari kantin, jadi gak tahu perkembangan teman-temanku seperti apa. Palingan aku denger cerita dari Hyunseung aja.”

Soomi kemudian berlari ke snack corner, menegur salah satu pegawainya kemudian membawa satu cup es krim dan kembali ke Gikwang.

“Dasar kamu ini. Mentang-mentang Appa pemilik gedung ini seenaknya aja kamu ambil pajak seperti ini,” ujar Gikwang sambil mengacak rambut Soomi.

Kemudian Gikwang mengeluarkan dompetnya dan pergi ke snack corner untuk membayar jajanan Soomi.

..…..

Gain melihat sosok Gikwang di departemen store tempat langganannya. Gikwang terlihat sedang berdiri di depan kasir snack corner. Ketika Gain ingin menghampirinya Gikwang sudah keburu pergi, tapi dompetnya terjatuh dari kantung celananya. Gain pun datang ke snack corner tersebut dan menyelamatkan dompet Gikwang.

Dicarinya sosok Gikwang, dan Gain melihat kalau Gikwang sedang merangkul seorang perempuan. Gain tak dapat melihat wajah perempuan tersebut, karena mereka membelakangi Gain.

“Jadi sebenarnya dia sudah punya yeojachingu, tapi dia mengaku belum punya. Kenapa dia berbohong seperti itu,” lirih Gain.

Ditatapnya dompet Gikwang, ia merasa tak asing dengan dompet tersebut. Tentu saja karena ia pernah melihat seseorang yang juga punya dompet yang sama seperti ini.

“Ini bukannya dompet Soomi ya. Kan yang punya dompet seperti ini hanya Soomi.” gumam Gain.

Gain teringat cerita Soomi, kalau Eommanya yang seorang designer itu menghadiahkannya sebuah dompet dan dompet tersebut sangat eksklusif karena eommanya hanya membuat dua buah saja yang artinya dompet tersebut hanya ada dua di dunia ini.

“Apa Gikwang mengambil dompet Soomi? tapi Gikwang bukan tipe orang seperti ini. Walapun ia preman, tapi ia tak pernah mencuri, aku yakin itu,” ujar Gain pada dirinya sendiri.

Gain akhirnya membuka dompet Gikwang. Di dalamnya dia melihat sesuatu yang tak seharusnya ia lihat. Ia melihat foto Gikwang bersama seorang perempuan. Gikwang terlihat sedang melingkarkan lengannya ke leher perempuan tersebut sementara si perempuan menempelkan tinjunya ke dagu Gikwang dan mereka berdua membuat ekspresi lucu seolah mereka sedang marah satu sama lain.

“Ternyata Soomi kenal dengan Gikwang. Dan bukan hanya kenal, tapi sudah sampai sedekat ini. Apa mereka sepasang kekasih? Soomi kamu jahat sekali membohongiku seperti ini.” isak Gain tertahan.

====beedragon====

“Dompetku hilang. Kalian cari dimana dompet tersebut dan segera kabari aku. Bentuk dompetnya seperti ini,” ujar Gikwang sambil menunjukkan dompet Soomi ke hadapan anak buahnya.

“Siap bos!!” sahut anak buahnya.

“Ngomong-ngomong bos, kita boleh kasih pelajaran ke pencuri itu?” izin salah satu anak buah Gikwang.

“Gak usah. Cukup kalian cari dan selamatkan dompetku. Aku gak suka dengan keributan, kalian tahu itu kan. Sekarang bubar dan dapatkan dompetku. Ppali!!” seru Gikwang dan anak buahnya pun langsung bubar jalan.

Gikwang pun ikutan meninggalkan markasnya, dan berjalan pulang menuju rumahnya. Ia mengecek jam tangannya, sudah jam 10.30 malam waktu setempat.

“Aigoo, anak itu pasti sebentar lagi ngamuk kalo aku tidak segera pulang,” gumam Gikwang.

Drrrt drrrrt drrrrt

Ponsel Gikwang bergetar. Ternyata telepon dari rumah. Segera diangkat sambungan telepon tersebut.

“Yobos…”

“YAHHH!!! NEO EODIYA!!! Cepet pulang kerumah, aku sendirian tahu. kamu ini mentang-mentang Appa dan Eomma masih di Taiwan sana, jadi kamu seenaknya pulang malam. Kamu kan udah janji gak akan pulang malem kalo Eomma gak ada. Sekarang kamu ada dimana??! Cepat pulang, dan temani aku tidur!!” seru Soomi yang menelepon Gikwang.

Gikwang sedikit menjauhkan ponselnya dari telinganya, karena dengan jarak 30cm saja suara Soomi bisa terdengar dengan jelas. “Aigoo, aku lagi dalam perjalanan pulang. Tunggu aja. Kalo gak bisa tidur kamu telepon aja si Junhyung, pasti kamu bisa langsung tidur,” ledek Gikwang.

“BABO!!!” bentak Soomi kemudian dia memutuskan sambungan teleponnya.

Gikwang hanya tersenyum menatap ponselnya. “Betapa susah punya saudara yang manja seperti dia.”
Gikwang kemudian melanjutkan perjalanan pulangnya. Tetapi ada sesuatu di ujung jalan sana yag menarik perhatiannya.

Seorang perempuan berambut pirang panjang sedang berjalan terhuyung-huyung dari arah yang berlawanan. Perempuan itu tampak sangat mencolok dengan rambut pirangnya dan juga pakaiannya yang terlalu terbuka untuk dipakai di malam hari dan di pinggir jalan seperti ini. perempuan tersebut hanya memakai kaos ketat tanpa lengan dan juga hotpants. Dia berjalan terpincang-pincang karena hanya sebelah kakinya yang memakai high heel, sementara sepatunya yang lain ia pegang. Sesekali perempuan itu menyibak rambutnya karena ia terus menabrak kantung-kantung sampah yang ada dipinggir jalan.

“Astaga, kenapa perempuan itu. Berantakan sekali dia. Tapi aku seperti pernah melihatnya, rambut pirang itu mengingatkanku akan temannya Soomi dan Gain,” gumam Gikwang sambil terus berjalan.

Sekarang perempuan itu hanya berjarak tiga meter darinya. Perempuan tersebut kemudian terjatuh. Lalu ia membanting heelnya dengan kesal. Dia kemudian merangkak ke bangku terdekat dan duduk disana sambil terisak.

Gikwang akhirnya berinisiatif untuk mendekatinya. Sambil membuka jaket, Gikwang berdiri di hadapan perempuan yang sedang menangis itu. “Noona. Pakai ini. kalau Noona berpakaian seperti itu nanti kamu bisa jadi sasaran pria hidung belang yang lewat,” ucap Gikwang sambil menyodorkan jaketnya.

Perempuan itu mengangkat wajahnya. Dan benar saja dugaan Gikwang, perempuan ini adalah teman Soomi dan Gain. Tapi Gikwang tidak bisa mengingat namanya. Pastinya seseorang dengan nama seperti Ami, Hami, atau Nami, sesuatu yang seperti itu.

Mwo, Neo??” perempuan itu menunjuk Gikwang dengan lemah.

Dari mulutnya tercium bau alcohol yang sangat tajam. Matanya yang sudah merah dan eyeliner hitamnya juga luntur karena airmatanya.

“Kamu ini masih dibawah umur, kenapa kamu sudah minum sebanyak ini?” tegur Gikwang sambil menyelimuti tubuh perempuan itu dengan jaketnya kemudian duduk di samping perempuan tersebut.

Neo! Jeongmal nappeuniya!! Kenapa kau lakukan ini padaku?! Kenapa kamu melakukan hal yang menyakitiku seperti ini,” seru perempuan itu sambil memukul bahu Gikwang tanpa tenaga.

Gikwang menahan lengan perempuan itu. “Aku bukan namjachingumu, aggashi. Jadi jangan lampiaskan kekesalanmu terhadap namjachingumu itu padaku.”

“Ini semua gara-gara kamu! Kalau kamu gak menolak Gain, pasti Yoseob masih mencintaiku sekarang. Gara-gara kamu menolaknya, kamu jadi memberi Gain kesempatan untuk merebut namjachinguku. Kenapa kamu lakukan itu padaku? Aku begitu mencintai Yoseob, dan sekarang dia berpaling padaku. Ini semua gara-gara kamu!!” isak perempuan tersebut.

Gikwang bingung dengan ucapan perempuan itu.

“Aku mencintainya, walaupun dia selalu menyuruhku untuk bersikap seperti Gain, aku akan menurut. Walaupun dia selalu membandingkanku dengan Gain, aku masih bisa terima. Tapi aku tak bisa kalau dia harus selingkuh dengan Gain seperti itu. Aku tak bisa menyaingi Gain. Kenapa kamu menolak Gain? Kalau kamu menerima cintanya pasti sekarang aku masih bersama dengan Yoseob,” tuding perempuan itu masih sambil menangis tersedu.

Gikwang jadi merasa bersalah. Karena keputusannya bukan hanya menyakiti Gain seorang. Tapi juga melibatkan perasaan perempuan yang ada di sampingnya ini.

Dirasakannya kepala perempuan itu terjatuh ke bahu Gikwang. Dan akhirnya perempuan tersebut menjatuhkan dirinya di pangkuan Gikwang. Dia sudah kehilangan kesadarannya.

Jeongmal nappeuniya. Aku begitu mencintai Yoseob. Kamu harus bertanggung jawab. Kamu harus bertanggung jawab atas semuanya,” gumam perempuan itu dengan mata tertutup.

====beedragon====

[TBC]

last updated : 180712

kekeke,,, sdih gak??? ini bisa dibilang sebagai hukuman mereka dari sang dewi..

ahh udah ahhh

author pamit sampai jumpa minggu depan *maybe*
Annyeong!!! *Bow bareng Junhyung*

Advertisements
FF – Guardian Beast / Chapter V Broken Hearts / PG-15 / by Ratu Puteri

12 thoughts on “FF – Guardian Beast / Chapter V Broken Hearts / PG-15 / by Ratu Puteri

  1. Dessy Diana says:

    kasian banget sih para putrinya …………………………
    lanjut aja deh bacanya biar gak penasaran 🙂

  2. Waaahhh….pada sakit hati nih,tp sang dewi sama guardiannya mulai dekat nih…

    Ahh…iya ratu puteri line berapa sih? Kok pada manggil eonnie semua?

      1. yeeaaaaahhhh akhirnya ada jg yang bisa dipanggil eonni…
        selama ini aku terus yang di panggil eonni..
        salam kenal eonni.. nyahahahahaha

  3. eonnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn ……………………………. T________________________________T … part slanjut nya smua nya dikaish tau kek klau Gikwang ama SooMi tuh kakak adik .. ne readers satu ini tuh udh gregetan banget eonnn …. lanjut onnn

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s