FF – Guardian Beast / Chapter IV Confess Each Other / PG-15 / by Ratu Puteri


Title : GUARDIAN BEAST

Rating / Pairing : PG 15 / Straight

Author : Ratu Puteri a.k.a BeeDragon

Cast:
#Lee Soomi = Puteri Soom
# Yong Junhyung = dragon / Guardian Yong
#Shin HanByul = Puteri Byul
#Jang Hyunseung = Pegasus / Guardian Jang
#Ahn Mami = Puteri Maeum
#Lee Gikwang = Kerberos / Guardian Lee
#Han Gain = Puteri Gaseum
#Yang Yoseob = el-lion / Guardian Yang

Length : Multi Chaptered

Genre : Fantasy, Romance, School life, family

Disclaimer : semua ini hanya fiksi belaka. hanya sebatas fantasi seorang Ratu yang gak berhenti berimajinasi. TAKE OUT WITH FULL CREDIT.No Copy Paste and Dont Be Silent Reader

Chapter IV
= THEY CONFESS EACH OTHER=

Soomi berada di sebuah ruangan yang besar tak berujung. Semuanya serba putih, sampai ia tak bisa melihat mana langit dan mana dindingnya. Di kiri dan kanannya ada pilar-pilar besar yang berbaris membentuk sebuah jalan. Tempat ini terasa sedikit menyeramkan dengan efek kabut yang membuat pandangan Soomi jadi terbatas.

Soomi menoleh ke kiri dan ke kanan, berusaha mencari seseorang disana. tapi tak ada siapapun juga. Ketika ia melihat kebelakangnya, terdapat sang naga yang selama ini selalu hadir di mimpinya. Naga tersebut melingkarkan badannya sambil berbaring di lantai. Kedua matanya tertutup seolah naga tersebut sedang tidur.

“Naga ini lagi, berarti aku bermimpi lagi,” lirih Soomi.

“Selamat datang Puteri,” terdengar suara perempuan yang menggema ke seluruh ruangan.

Soomi langsung mencari si pemilik suara. Ia melihat seorang wanita cantik dengan gaun putih yang begitu indah menghampirinya.

“Siapa kamu?” tanya Soomi.

“Wah, terlalu lama berada di bumi ternyata membuatmu melupakanku, Puteri?” jawab wanita tersebut. “Bagaimana hari-harimu di bumi? Bahagiakah?”

Soomi bingung sekarang. Ia sama sekali tak pernah melihat wanita ini. Tapi wanita ini berbicara seolah dia sudah lama mengenalnya.

“Apa kamu sudah jatuh cinta lagi padanya?” tanya wanita itu sambil melirik kearah sang naga yang berbaring di belakang Soomi.

Soomi hanya diam saja. Ia tak mengerti sama sekali dengan apa yang wanita ini tanyakan. Tadi ia bertanya apakah Soomi bahagia, tapi sekarang dia bertanya apa Soomi sudah jatuh cinta dengan naga merah tersebut.

Wanita itu tersenyum. Kemudian ia berkata, “bagus kalau kamu sudah mulai mencintainya lagi. Karena dengan bergitu hukumanmu jadi bisa dimulai.”

“Hukuman apa maksudmu?” akhirnya Soomi buka suara.

“Hukuman untuk tidak pernah membuatmu bahagia. Tapi aku akan menghapus hukumanmu dan juga melepaskan Puteri yang lain, asal kau mau mengaku salah dan memohon ampun padaku.”

Soomi tiba-tiba saja merasa kesal. Karena wanita ini bilang kalau Soomi tidak akan bahagia, dan juga menyuruhnya untuk memohon ampun. Memohon ampun adalah hal yang tidak pernah ia lakukan, jadi ia tak suka kalau ada yang menyuruhnya untuk melakukan hal tersebut.

“Memangnya apa hakmu untuk membuatku tidak bahagia? Kenapa juga aku harus memohon padamu? Kenal juga enggak sama kamu.” Soomi terdengar sedikit sewot.

“Tak apa kau tak mengenal diriku. Tapi tak lama lagi juga kau akan tau siap dirimu sebenarnya. Kuharap sampai saat itu tiba, kamu sudah siap untuk menundukkan kepalamu da mengaku salah padaku. Ini semua demi kebaikanmu. Ingatlah puteri, kamu tidak akan pernah bisa mendapatkan apa yang kamu mau,” suara wanita itu masih terdengar ramah.

“Aku tidak akan pernah melakukan hal itu kau tahu! Aku tidak akan pernah menundukkan kepalaku kepadamu!” seru Soomi.

Tiba-tiba saja ruangan putih tersebut menjadi gelap. Angin kencang berhembus menerpa tubuh Soomi. Petir-petir saling bersahutan membuat suasana menjadi tambah mencekam.

“Sombong sekali dirimu Puteri! Baiklah saatnya sudah tiba. Selamat menikmati hukumanmu! Kamu tidan akan pernah bahagia selama kau masih seangkuh ini, Puteri!” suara wanita tersebut menggelegar mengalahkan suara petir yang saling menyambar.

====beedragon====

“Eomma!!!!” teriak Soomi.

Soomi terlonjak dari tempat tidurnya. Ia kembali mimpi buruk. Kali ini mimpinya benar-benar buruk.

“Yah. Waeyo?” Gikwang mengintip dari balik pintu.

Dilihatnya Soomi yang sudah tersengal-sengal seperti habis lomba lari dengan peluh bercucuran di pelipisnya. Gikwang langsung menghambur kearah Soomi. Dihapusnya butiran-butiran peluh yang mengalir deras di wajah adiknya itu. Dibaringkannya lagi Soomi ke tempat tidurnya.

“Kamu demam lagi. Kamu kenapa? Mimpi buruk lagi?” tanya Gikwang sambil mengompres kening Soomi.

Soomi hanya mengangguk. Cairan bening sudah memenuhi matanya. Digenggam erat tangan Gikwang seolah ia tak ingin ditinggalkan olehnya.

“Aku takut Gikwang. Kali ini benar-benar menyeramkan,” rintih Soomi. Tanpa bisa dibendung lagi airmata Soomi sudah mengalir.

Gikwang membelai rambut adik tirinya itu, berusaha menenangkannya. “Kali ini apa lagi? Naga lagi?”

Soomi menggelengkan kepala sambil mengusap airmatanya. “kali ini perempuan cantik yang menyeramkan. Dia bilang, saatnya sudah tiba puteri, selamat menikmati hukumanmu, Kamu tidak akan pernah bisa bahagia selama kau masih seangkuh ini,”

“Aku benar-benar takut Gikwang. Dia seolah sedang mengutukku,” lanjut Soomi.

“lalu naga itu gak muncul lagi?” tanya Gikwang.

“Dia ada. Ada dibelakangku. Naga itu terus muncul di mimpiku, tapi perempuan yang ini aku baru melihatnya.”

Gikwang tampak berpikir sejenak. Sejak masuk ke Kirin Soomi selalu bilang kalau ia terus memimpikan seekor naga. Soomi memang tidak pernah bilang kalau naga itu mengganggu, malah Soomi selalu bilang kalau naga itu penolongnya. Tapi apa maksud dari mimpi itu pun Gikwang tak mengerti. Tak mungkin ada naga di zaman seperti ini kan?

“Hmm, naga… dragon… yong…” gumam Gikwang.

“Mwo apa kamu bilang tadi? Yong?!” tanya Soomi kaget.

“Iya, yong kan naga?” sahut Gikwang polos.

Soomi jadi teringat kata-kata Junhyung sore ini, dia bilang kalau mungkin dewa mengirimkannya pada Soomi untuk menjadi pelindungnya. Yong itu apakah berarti Yong Junhyung? Apa ini artinya Junhyung naga itu? Karena mimpi itu bermula sebelum Soomi bertemu dengan Junhyung.

Apa ini artinya Junhyung jadi pelindungku? Lalu siapa perempuan yang mengutukku? Batin Soomi.

“Ngomong-ngomong kamu belum menjawab pertanyaanku tadi sore,” Gikwang memecah lamunan Soomi.

“Yang mana?”

“Tadi apa yang kamu lakukan sama namja itu?”

“Ahh, aku juga mau tanya sesuatu padamu.” Soomi mengalihkan pembicaraan. “Kapan kamu mau melepaskan kalung jelek itu?” Tanya Soomi sambil menarik bandul kepala serigala milik Gikwang.

“Kamu emang paling bisa mengalihkan pembicaraan. Kenapa emangnya dengan kalung ini? Ini kan identitasku.”

“Temanku itu naksir kamu. Aku gak mau dia menyukaikamu yang notabene adalah pimpinan gangster. Aku gak akan pernah rela memberikan temanku padamu.” Ujar Soomi.

“Berarti kalau aku bukan pimpinan geng, kamu mau merestuiku dengan temanmu begitu?” Tanya Gikwang. “Berarti kamu mau mengakuiku didepan teman-temanmu begitu? Tumben sekali. Ada angin apa kamu mau melakukan itu”

“Memangnya kamu suka juga dengan Gain?? Pokoknya kamu harus memilih, menjadi pimpinan geng dan menjauhi temanku, atau meninggalkan geng-mu itu dan aku akan merestuimu dengannya. Pilih salah satu.” Soomi memberi penekanan di akhir kalimatnya.

“Jadi yang suka padaku itu Gain,” ujar Gikwang sambil tersenyum tipis.

“kamu ini sama aja seperti menyuruhku makan buah simalakama, dimakan ibu mati, kalau ga dimakan maka ayah yang mati.” Sahut Gikwang sambil melengos meninggalkan Soomi.

“Yah, Eoddiga? Jangan pergi dulu. Temenin aku dulu disini sampe aku tidur.”

====beedragon====

@kirin high school

“Hyunseung,” panggil Junhyung.

Saat ini Junhyung sedang main ke kelas Hyunseung. Ia kesini untuk melihat Soomi sekaligus ingin menanyakan apa yang terjadi dengannya dan si Gikwang itu.

“Oii, Hyungie, tumben main kesini. Waeyo?” sahut Hyunseung saat Junhyung sudah masuk dan duduk dihadapannya.

“Ketua kelasmu mana?” tanya Junhyung.

“Ohh, Soomi gak masuk. Sakit katanya.” Jawab Hyunseung.

“Kalo kamu khawatir dengannya nanti pulang sekolah ikut aja denganku. Aku mau menjenguk dia sekalian mau ngasih catatan hari ini buat dia.” Hyunseung sudah menatap Junhyung penuh arti, seolah dia mengerti kekhawatiran Junhyung.

“Ehh ngomong-ngomong, apa Hanbyul juga menyukaiku?” tanya Hyunseung sambil menunjuk dirinya sendiri.

“Heh?? Maksudnya?” Junhyung terdengar bingung.

“Maksudnya, kan kemarin-kemarin waktu kita makan siang bareng itu aku sempet bilang kalo tipe idealku itu dia. Apa dia juga berpikiran sama dan menyukaiku?” ujar Hyunseung sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Ya ampun, jadi kamu beneran suka sama Hanbyul?” tanya Junhyung kaget. “aku gak tau apa yang dipikiran Hanbyul. Dia itu jarang ngomong. Kamu tanya aja sama temannya, Soomi atau Gain atau si Mami.”

“Ahh, aku malas nanya mereka. Nanti yang ada aku diledekin sama mereka,” Hyunseung menundukkan kepalanya.

Tapi sedetik kemudian ia memasang muka aegyo pada Junhyung. Sambil mengatupkan kedua tanganya ia menunjukkan ekspresi seperti Puss yang ada di kartun Shrek.

“Yah, jangan pasang wajah menjijikkan seperti itu. Aku gak akan mau membantumu,” tolak Junhyung sambil berlalu.

Hyunseung langsung menghadangnya sambil tak melepaskan wajah aegyonya. “Chingu ya. Help me,ok? Tugas kamu cuma cari tau apa Hanbyul juga menyukaiku sekalian kamu promorsiin aku ke dia. Nee, tolong aku, jebaaaal.”

Junhyung menyerah melihat ekspresi temannya yang justru terlihat menyedihkan ini. “Arraseo, jadi berhentilah menyembahku seperti ini. Haah, kamu ini giliran ada maunya baru memanggilku chingu.”

====beedragon====

“Memangnya kamu suka siapa?” Tanya Gain pada Hanbyul. “Hyunseung?”

“Ani,bukan Hyunseung. Aku menyukai seseorang sama sepertimu,” jawab Hanbyul sambil menundukkan kepalanya.

“MWO?! Kamu juga suka sama Gikwang gitu?? Yah Hanbyul aku duluan yang suka sama dia,” sahut Gain dengan mata berkaca-kaca.

“Ahh, aniyo, bukan begitu maksudku. Maksudnya aku juga sama sepertimu, menyukai seseorang di kelasku. Jangan salah paham dulu Gain-ah,” bujuk Hanbyul.

“Syukurlah. Aku bisa sedih kalo kamu juga ikutan suka sama Gikwang.” Gain menghela napas lega. “Pasti Junhyung ya??”

“Mwo?? kok kamu bisa tahu?” Hanbyul terdengar kaget akan tebakan Gain.

“Habis kalo di dekat dia muka kamu langsung merah, udah gitu kamu terlihat gugup waktu bicara sama dia. Aigoo, padahal kukira kamu aka menyukai Hyunseung. Hyunseung sepertinya menyukaimu loh.”

“Kan kemarin dia Cuma bercanda. Hyunseung itu gak mungkin menyukaiku. Dia kan jarang ketemu aku,” tolak Hanbyul.

“Ah, hanbyul daripada mengharapkan hal yang tidak pasti, lebih baik kamu lihat yang sudah pasti aja,” gumam Gain tak jelas. “eh Hanbyul, menurutmu apa sebaiknya aku tembak langsung aja si Gikwang ya??”

“Aku mendukungmu sepenuhnya Gain-ah. Hwaiting!!” seru Hanbyul sambil mengepalkan kedua tangannya.

“Tapi kamu jangan bilang sama Soomi yah, nanti dia marah. Pokoknya ini rahasia kita berdua,” bisik Gain.

“Rahasia apa?” sela Hyunseung yang sudah muncul dihadapan mereka.

Gain dan Hanbyul langsung salah tingkah melihat Hyunseung. Membuntut di belakang Hyunseung ada Soomi yang memakai masker flu dan juga Junhyung.

“Soomi kamu belum sembuh,” Tanya Hanbyul khawatir dan dijawab dengan gelengan kepala oleh Soomi.

“Aku tanya rahasia apa?” Tanya Hyunseung lagi.

“Rahasia perempuan yang kamu gak akan ngerti,” Gain berkilah.

“Ehh,ngomong-ngomong aku boleh tau gak tipe idealmu itu yang seperti apa Junhyung?” tanya Gain pada Junhyung yang duduk di sebelahnya.

“Aku?? Aku gak punya tipe ideal yang spesifik. Kenapa memangnya?” Junhyung balik bertanya.

“Ahhh, aku hanya ingin tahu aja. Siapa tahu aku bisa mencarikan untukmu,” sahut Gain.

“Yah, Han gain, memangnya kamu dah menyerah sama si Gikwang itu, trus sekarang kamu mengincar Junhyung begitu?” ledek Hyunseung.

“Yah, Hyunseung. Jangan samakan aku dengan Mami yah,” sahut Gain sewot. “Junhyung, masa kamu gak punya sama sekali, pasti ada kan tipe yang kamu sukai.”

Hyunseung menyahuti ucapan Gain, “dia emang gak punya tipe ideal Gain. Dia itu sukanya sama yeoja yang susah di dapetin. Karena..”

“Semakin susah buat didapetin maka semakin enggan buat dilepasin,” ujar Hyunseung dan Junhyung berbarengan.

“Omooo!! Kamu romantis sekali Junhyung,” seru Gain sambil menutup mukanya.

“Romantis apanya?? Itu namanya gombal tau,” sahut Hyunseung.

“Kamu sendiri, kenapa kamu suka sama yang namanya Gikwang itu,” tanya Junhyung pada Gain, tetapi matanya tertuju kepada Soomi yang duduk dihadapannya.

“Ahh, suka kan gak perlu alasan,” sahut Gain. “Ehh, tapi Soomi kamu jangan marah dulu. Dia itu anak yang baik kok. Sungguh.”

“Darimana kamu tahu dia anak yang baik. Siapa tau dia udah punya yeojachingu, tapi dia gak ngaku biar bisa tebar pesona sama kamu,” ujar Junhyung sambil terus menatap Soomi tajam.

Soomi tahu kalau pernyataan Junhyung barusan adalah untuk menyindirnya. Karena sejak kemarin tadi pagi Soomi selalu menghindari Junhyung. Soomi tak ingin Junhyung menanyakan tentang kejadian kemarin lusa, insiden yang melibatkan Gikwang. Sementara Junhyung tak berhenti menyinggung masalah Gikwang pada Soomi.

Akhirnya Soomi beranjak dari bangkunya dan meninggalkan mereka tanpa sepatah kata apapun. Melihat reaksi Soomi, Junhyung pun tersenyum tipis.

“Mau kabur lagi rupanya,” gumam Junhyung.

“Yah, Soom!! Ini makananmu belum dimakan!” seru Hyunseung pada Soomi yang sudah menjauh.

“Biar aku aja yang ngasih ke dia,” sahut Junhyung seraya meraih sandwich milik Soomi kemudian mengejar Soomi yang mulai menghilang di pintu kantin.

“Soomi itu kenapa lagi sih? Belakangan ini dia jadi sering marah. Kemarin aja waktu ke rumahnya kita gak dibolehin masuk,” tanya Hanbyul.

“Dia lagi berantem sama Junhyung,” sahut Hyunseung cuek.

“Apa hubungannya sama Junhyung?” Tanya Gain bingung.

“Junhyung kan suka sama Soomi, tapi Soominya kabur-kaburan melulu kaya tadi itu. Jadinya ya begitu dehh, mereka kaya Tom and Jerry yang main kejar-kejaran.” ujar Hyunseung sambil memainkan botol minumannya.

Hanbyul merasa seperti disambar petir mendengar pengakuan Hyunseung. Orang yang disukainya justru menyukai sahabatnya sendiri. Gain menatap Hanbyul iba, ia tahu persis perasaan Hanbyul saat ini pasti sangat berantakan.

“Aku ke toilet dulu,” pamit hanbyul dan langsung berlari sambil menutupi mukanya. Ia tak mau orang-orang melihat airmatanya yang mulai berjatuhan

====beedragon====

“Soomi!!” panggil Junhyung.

Junhyung akhirnya mencekal lengan Soomi. Kemudian ia menarik Soomi hingga ke samping gedung olehraga yang berdekatan dengan kantin. Sesampainya di samping gedung, Junhyung langsung memojokkan Soomi ke tembok sehingga Soomi tak bisa lari lagi.

“kamu mau menghindariku sampai kapan?” Tanya Junhyung.

Tapi Soomi tak menjawab. Ia hanya terdiam dan memalingkan mukanya dari tatapan Junhyung.

“Kamu masih belum mau menjawabku juga? Siapa Gikwang itu? Apa hubungannya denganmu??”

“Untuk apa kamu tahu. Gak ada untungnya buat kamu,” sahut Soomi.

“Ada, aku perlu tahu siapa yang akan jadi sainganku,” bisik Junhyung di telinga Soomi.

“Kenapa kamu perlu menjadikan dia sainganmu?”

“Karena.. kulihat kamu sangat dekat dengannya. Bukan hanya sekali atau dua kali kamu terlihat sedang bersamanya. Jadi apa hubunganmu dengannya? Teman? Sahabat? Atau kekasih?” Tanya junhyung masih sambil berbisik.

“Kalau aku bilang gak ada hubungan apa-apa, apa yang mau kamu lakukan?”

“Sudah pasti, aku akan mengulang pernyataanku kemarin yang sempat tertunda. Kalau aku menyukaimu dan ingin menjadikanmu kekasihku.”

“Kenapa kamu ingin menjadikanku kekasihmu? Apa setelah kamu tahu latar belakangku, makanya kamu mendekatiku? Begitu?” tolak Soomi.

Junhyung menarik napas panjang. “Aku menyukaimu bahkan sebelum aku tahu latar belakangmu. Aku menyukaimu sejak kamu jatuh ke dalam pelukanku sebulan yang lalu. Aku menyukaimu walaupun kamu selalu kasar padaku. Aku menyukaimu walaupun kamu bilang kalau kamu tidak menyukaiku. Karena aku akan pastikan kalau kamu juga menyukaiku.”

Jarak wajah mereka begitu dekat sehingga Soomi bisa mendengar hembusan napas Junhyung. Kembali Soomi merasa sesak, napasnya seolah tercekat. Inilah yang menyebabkan Soomi menghindari Junhyung, karena Junhyung selalu bisa membuat Soomi berhenti bernapas.

Soomi akhirnya mendorong badan Junhyung, hingga ia bisa kabur dari desakkan Junhyung. Soomi berlari ke belakang gedung olahraga dengan Junhyung yang kembali mengejarnya.

====beedragon====

“Yah babo, help me,” panggil Soomi pada Gikwang yang tidur di bangku kayu.

Gikwang membuka salah satu matanya, dan kagetlah dia melihat Soomi sudah berdiri di hadapannya.
“Yah,ngapain nyamperin aku kesini?? Ntar kalo ada yang lihat gimana??” sahut Gikwang panik sambil menoleh ke kiri dan kanan.

“Aishh, aku gak peduli sekarang. Tolong aku babo, sepertinya aku sakit lagi,” ujar Soomi sambil memegangi dada kirinya.

“Kamu sakit lagi? Kan udah aku bilang, kalo belum sehat jangan sekolah dulu.” Gikwang membuka masker flu yang dipakai Soomi. Kemudian dia memegang kening Soomi dan tangan satunya menyentuh keningnya. “Gak panas. Kamu sakit dimananya?” tanya Gikwang khawatir.

“Jantungku, jantungku aneh sekali. Dia berdetak cepat sekali. Menyakitkan tapi aneh. Jangan-jangan aku kena sakit jantung. Atau mungkin aku beneran kena kutukan perempuan yang dimimpiku itu,” cerita Soomi sambil menekan-nekan dada kirinya.

Gikwang tersenyum mendengar cerita adiknya itu. Kemudian ia menepuk pundak Soomi. “Jantungnya jadi aneh kalau lagi ngapain?”

“Aku gak tau yang pasti tiap dia ada di dekatku pasti jantung ini aneh.”

“Kalo gitu kamu tanya sama… hmmmm Gain. Dia sepertinya punya penyakit yang sama denganmu. Jantung si Gain juga pasti aneh kalo lagi deket-deket aku,” ujar Gikwang sambil tersenyum simpul.

“Heh?? Maksudnya?” Tanya Soomi bingung.

“Maksudnya, kamu itu lagi jatuh cinta. Jadi siapa namja itu? Namja yang kemarin sama kamu di playground itu kah?”

Soomi salah tingkah mendengar pertanyaan Gikwang. “Ishh orang aku nanya serius kok kamu malah menggodaku begini,” seru Soomi sambil meninju lengan Gikwang.

Gikwang hanya tertawa sambil mengacak-acak rambut Soomi. “Aigoo uri Awesoom udah besar rupanya, udah bisa suka sama namja. Kekeke. Kalo mau reda rasa sakitnya mending kamu samperin namja yang kemarin itu trus bilang, saranghae,” ledek Gikwang.

Soomi pun akhirnya menendang kaki Gikwang kemudian berlalu sambil ngedumel(?). sementara Gikwang hanya terkekeh melihat kelakuan Soomi.

Gikwang kembali mengambil posisi untuk tidur. Tapi dilihatnya ada seorang lelaki yang berdiri tak jauh darinya menatap Gikwang penuh kebencian. Lelaki itu kemudian menghampiri Gikwang

“Lee Gikwang-ssi?” sapanya.

“Nee, waeyo?” jawab Gikwang malas.

“Boleh bicara denganmu sebentar? Aku akan langsung pada intinya saja. Boleh aku tahu apa hubunganmu dengan Soomi? Kelihatannya kalian begitu dekat.”

“Untuk apa kamu tahu? Gak ada untungnya buat kamu,” sahut gikwang.

“Wah, bahkan jawaban kalian sama persis. Aku perlu tahu apakah yeoja yang aku suka itu sudah punya kekasih atau belum. Dan apakah kekasihnya itu kamu atau bukan. Jadi lebih baik kamu bilang apa hubunganmu dengan Soomi?” Tanya Junhyung sambil menarik kerah baju Gikwang.

“Kalau aku gak mau bilang apa yang mau kamu lakukan?” Tanya Gikwang sambil menyeringai. “Kau mau memukulku?”

Junhyung pun ambil ancang-ancang untuk memukul Gikwang, tapi ada yang menahan tinjunya.

“yah, Junhyung apa yang mau kamu lakukan?” tanya lelaki berambut pirang yang menahan lengan Junhyung.

“Seob? Kenapa kamu bisa ada disini?” Junhyung pun kaget melihat yoseob dan akhirnya melepaskan cengkramannya ke Gikwang.

“aku abis ‘mojok’ sama Mami di belakang sana.” Jawab Yoseob.

Kemudian Yoseob berpaling ke Gikwang dan meminta maaf padanya atas kelakuan Junhyung. Gikwang pun pergi sambil merapikan kemejanya yang kusut karena Junhyung.

“Yah, kamu gak tahu siapa dia apa??” Tanya Yoseob sewot begitu melihat Gikwang menjauh. “Dia itu pimpinan geng remaja terbesar di daerah sini. Berani kamu ninju dia, bisa habis dikeroyok kamu sama anak buahnya.”

“Aku gak peduli. Dia yang sudah cari masalah denganku. Aku akan pastikan ada hubungan apa diantara mereka berdua,”

====beedragon====

“Gikwang, bisa bicara sebentar?” Tanya Gain pada Gikwang. Kemudian mereka berdua berjalan menuju kebun sekolah yang terletak di belakang kantin.

Gain menarik napas panjang. Ia berusaha mengatur detak jantungnya. Karena saat ini Gain ingin mengutarakan perasaannya pada Gikwang.

“Mau bicara apa? Kenapa harus di tempat begini sih?” tanya Gikwang dingin.

“Begini aku mau tahu, apa kamu udah punya yeojachingu?” Tanya Gain setelah terdiam beberapa saat.

“Belum. Wae?”

Gain menarik napas lega mendengar jawaban Gikwang. Kembali Gain beruasaha mengatur detak jantungnya yang berdebar semakin cepat. dan akhirnya..

“Baguslah kalau belum punya. Karena aku menyukaimu Gikwang. Bolehkah…. uuhhmm… bolehkah aku jadi yeojachingumu?” tembak Gain.

====beedragon====

[TBC]

Last Edited : 170712

Advertisements
FF – Guardian Beast / Chapter IV Confess Each Other / PG-15 / by Ratu Puteri

9 thoughts on “FF – Guardian Beast / Chapter IV Confess Each Other / PG-15 / by Ratu Puteri

  1. quorralicious says:

    eon aku reader barumu hehehe yg pasti akan setia hahahaa btw kok smuanya jd ketuker gitu jd bingung aku bacanya heehehe dan bkin penasaran jg nih eon kapan pasangan yg ketuker itu balik ke pasangan masing 2 lg.nice fanfic. series. aku baru baca yg beautiful life sama ini aja sih klo yg series

  2. Dessy Diana says:

    WHATT ?? gain nembak gikwang ??
    ahhh jadi penasaran sama kelanjutannya nihh ..
    makin seru aja nih ..

  3. OMO!!!!!!!!!!!!!!!!!!! KENAPA EONNIE TBC NYA PAS WAKTU YANG AKU TUNGGU2 T_________________________________T …. LANJUT EONN .. BAGUS BANGET FANFIC NYA .. unn part slanjut nya mendingan pada tahu semua nya aja dhe kalau SooMi ama Gikwang itu kakak adik .. biar semua nya clear dan gak ada salah paham antara Junhyung …. 😀 .. next part ASAP …

    1. kekeke,, gomawo udah jadi reader setia,,, next part ditunggu minggu depan yahh,,, saran kamu bakal aku pertimbangkan (apadehh bahasanya =.=”)

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s