FF – Guardian Beast / Chapter II Swapped Each Other / PG-15 / by Ratu Puteri


Title : GUARDIAN BEAST

Rating / Pairing : PG 15 / Straight

Author : Ratu Puteri a.k.a BeeDragon

Cast:
#Lee Soomi = Puteri Soom
# Yong Junhyung = dragon / Guardian Yong
#Shin HanByul = Puteri Byul
#Jang Hyunseung = Pegasus / Guardian Jang
#Ahn Mami = Puteri Maeum
#Lee Gikwang = Kerberos / Guardian Lee
#Han Gain = Puteri Gaseum
#Yang Yoseob = el-lion / Guardian Yang

Length : Multi Chaptered

Genre : Fantasy, Romance, School life, family

Disclaimer : semua ini hanya fiksi belaka. hanya sebatas fantasi seorang Ratu yang gak berhenti berimajinasi. TAKE OUT WITH FULL CREDIT.No Copy Paste and Dont Be Silent Reader

Chapter II
= They Swapped Each Other =

@Kerajaan langit

“Aduh Puteri Soom, jangan menggunakan kekuatan puteri seperti ini. Nanti Dewi Yeoshin bisa marah lagi,” keluh sebuah makhluk kecil pendek yang bertelinga lebar seperti gajah.

“Ahh, aku hanya main angin sebentar. Aku kan harus melatih terus kekuatanku agar gak mubazir. Sebagai calon dewi pengatur lintas angin dibumi, aku harus membuat penghuni bumi mensyukuri nikmat angin sebenarnya,” sahut Puteri Soom.

Puteri Soom sambil terus membuat putaran-putaran kecil dengan tangannya. Dari putaran tersebut munculah angin yang semakin lama semakin besar dan akhirnya membentuk sebuah twister kemudian jatuh ke bumi dan menyapu habis apa yang dilewatinya.

“Tapi puteri bisa menghancurkan bumi lagi,” lirih makhluk kerdil itu.

“Isshh, kamu berisik! Lagipula kamu ngapain ada disini? aku udah punya guardian, jadi gak perlu kamu sebagai penjagaku. Sana pergi, dan panggilkan Yong kesini untuk menemaniku bermain.”

“Baik Puteri,” ucap makhluk kerdil tersebut pasrah dan akhirnya meninggalkan puteri soom yang kembali membuat pusaran angin.

Puteri Soom tersenyum riang sambil terus memutar-mutar tangannya dan membuat pusaran angin yang lebih besar. Tapi kali ini ia membuatnya terlalu besar hingga membuat dirinya sendiri tak mampu menahan kencangnya angin yang berhembus. Akhirnya Puteri Soom terpental dari tebing yang menghubungkan kerajaan langit dengan bumi.

“Kyaaaa!!” Puteri Soom terjatuh tanpa sempat menggunakan kekuatannya sendiri untuk mengangkat tubuhnya.

Puteri Soom hanya pasrah. Dalam hati ia berjanji tidak akan bermain-main dengan kekuatannya lagi kalau saja ada yang menolongnya saat ini. Dan tak lama kemudian Puteri Soom tidak lagi merasakan adaya hempasan angin yang menerpa tubuhnya.

Puteri Soom membuka matanya dan ternyata sang naga sudah menahan tubuhnya dan membawanya kembali tebing kekerajaan langit. Sesampainya di tebing, Puteri Soom langsung memeluk sang naga dan menangis sekencang-kencangnya.

====beedragon====

Di bumi, di mobil dalam perjalanan ke sekolah.

“Oii babo Kwangie.” tegur Soomi pada Gikwang yang duduk disebelahnya.

“Aku gak akan nyahut kalau kamu masih pake embel-embel babo. Aku ini cukup pintar, buktinya aku bisa masuk Kirin.” jawab Gikwang.

“Euuhh. Itu gak penting,” ujar Soomi sambil mengibaskan tangannya. “Aku mau cerita sesuatu.”

“Apa?” Gikwang mencoba peduli.

“Aku semalam mimpi aneh. Sebenarnya udah beberapa hari ini aku mimpi aneh. Mimpinya selalu sama, hampir sama. Aku mimpi ketemu naga, naga yang besar. Karena aku terus memimpikannya, aku jadi kepikiran,” cerita Soomi.

“Itu cuma mimpi,” sahut Gikwang cuek.

“Tapi mimpi tu datang terus. Semalam mimpinya itu, aku jatuh dari tebing tinggi terus jatuh tanpa ada yang menolongku, terus naga itu datang dan menyelamatkanku, begitu. Kau tahu kan, kata teman-temanku mimpiku itu selalu punya arti dan selalu jadi kenyataan. Lalu apa arti dari mimpi itu kira-kira?”

“Meneketehe,” singkat Gikwang.

#pletakk.

Sebuah jitakan mendarat manis di kepala Gikwang dan membuatnya meringis.

“Aishh arraseo arraseo. Aku sih gak percaya sama mimpi. Kalo kamu mau mengartikan mimpi itu, memangnya akan terlihat seperti apa? Apa kamu akan bertemu naga sungguhan? Di jaman seperti ini? naga itu kan cuma ada di dongeng aja.”

“Tapi di mimpi itu aku jatuh dari tebing dan ditolong…”

“Wah aku melewatkan bagian itu,” potong Gikwang. “Kalau begitu ini artinya akhir dari masa kejayaanmu. Sepertinya reputasimu sebagai si nomor satu akan jatuh. Akhirnya anak sombong ini ada juga yang mengalahkannya,” ujar Gikwang senang sambil mengatupkan kedua tangannya.

Soomi kembali menjitak kepala Gikwang.

“Aishh.. kau ini yeoja atau namja sihh.. bagaimana bisa tanganmu begitu ringan seringan kata-katamu yang sadis itu!” seru Gikwang sambil mengusap-usap kepalanya.

“Kamunya yang menyebalkan.”

“Ughh,, walaupun kita gak ada hubungan darah tapi tetep aja statusmu adalah adikku. Jadi sopanlah sedikit. Jangan mentang-mentang Appa lebih menyayangimu jadi kamu merasa akan dibela terus,” sahut Gikwang sambil mencubit pipi Soomi.

“Biar saja. Memang pada kenyataannya Appa lebih menyukaiku daripada kamu,” sahut Soomi sambil menjulurkan lidahnya ke arah Gikwang.

“Ahjussi, aku turun di pengkolan(?) depan aja.” Gikwang yang sudah tak tahan dengan tingkah soomi akhirnya memutuskan untuk turun.

“Tapi Tuan Muda,sebentar lagi sampai sekolah.” Supir pribadi mereka menolak menurunkan tuan mudanya itu.

“Tapi anak ini gak akan mau turun dari mobil kalau aku ikutan sampai sekolah. Udah aku juga mau jalan kaki sebentar.” sahut Gikwang sambil menunjuk Soomi.

Akhirnya mobil berhenti dan Gikwang turun, sebelum turun kedua saudara tiri itu kembali saling mengejek satu sama lain.

“Yah babo,mudah-mudahan aku gak sekelas sama kamu.”

“Aku juga gak mau sekelas sama yeoja sangar kaya kamu, annyeong Awesoom.” sahut Gikwang sambil menutup pintu mobil.

====beedragon====

Soomi memasukki pelataran gedung bersama Mami yang tadi berpapasan dengannya di parkiran sekolah. Hari ini adalah hari pertama sekolah dan hari ini ada pembagian kelas. Soomi terus-terusan saja komat-kamit agar tak sekelas dengan Gikwang, karena ia tidak tahan kalau tidak bertengkar dengannya. Sementara Mami sibuk dengan kacanya sambil merapikan rambut barunya.

Pengumuman pembagian kelas terletak di lantai dua. Soomi dan Mami menaiki tangga menuju papan pengumuman tersebut. Sesampainya di lantai dua, ada beberapa anak berbadan besar yang menabrak Soomi. Padahal Soomi belum sempat menapakkan kakinya di tangga terakhir. Alhasil Soomi limbung dan terjatuh kebelakang *yang adalah tangga*.

Soomi mendarat disesuatu yang empuk(?) setelah menoleh kebelakang ternyata ada Junhyung yang menahan tubuh Soomi dan di belakang Junhyung ada Hyunseung yang ikutan menahan badan Junhyung.

Gwenchana? kamu jatuh lagi,” tegur Junhyung.

Soomi langsung buang muka. Ia buru-buru bangkit dan berdiri sempurna.
“YAH!!” seru Soomi pada dua orang lelaki yang tadi menabraknya.

Kedua anak itu sudah tertunduk lesu karena mereka merasa bersalah. Dan sepertinya mereka pasrah akan diomeli Soomi.

“Kalian pikir kalian sedang ada dimana hah?! Ini tuh sekolahan bukannya taman ria! Bisa gak sih jalan tuh pelan sedikit. Kalian tahu gak akibat dari tingkah kalian barusan. Aku bisa aja jatuh dan terluka,” bentak Soomi.

Mami sudah menutup wajahnya dengan kedua tangannya, karena saat ini seluruh murid yang ada di depan mereka maupun yang masih ditangga sudah menatap Soomi dengan pandangan bingung, heran, takkjub. Sementara Junhyung dan Hyunseung hanya mengernyitkan dahi melihat tontonan ini.

“Kalau kalian masih grasak-grusuk seperti ini lagi aku gak akan membiarkan kalian begitu aja. Akan aku pastikan kalian diusir dari sekolah ini. Jadi mulai sekarang jaga sikap kalian, terutama dihadapanku!” seru Soomi.

Kedua anak itu tampak tidak senang dengan ancaman Soomi barusan. Mereka langsung memasang tampang sangar mereka. “Memangnya kamu ini siapa hah?! Kita kan udah minta maaf.”

“Permintaan maaf kalian gak berlaku untukku. Kalian gak akan aku maafkan! Kalian lihat aku hampir aja mati gara-gara kalian. Dan sekarang kalian bertanya siapa aku?!!” pekik Soomi emosi.

Akhirnya Mami menyerah dan membekap mulut Soomi sebelum kedua anak itu malah balas memarahi Soomi.

Mianhamnida,” ucap Mami pada kedua anak lelaki tersebut sambil memberi isyarat pada mereka untuk segera pergi sebelum Soomi mengeluarkan kata-kata yang lebih menyakitkan.

“Wahh Soomi, kamu hebat! Kupikir kamu cuma bisa menindas Yoseob aja, ternyata anak seperti mereka pun bisa kamu marahi,” tegur hyunseung setelah keriuhan mereda.

Tapi Soomi hanya memberikan tatapan sinis pada Hyunseung. Hyunseung sempat menciut sedikit saat Soomi memelototinya dengan begitu sadis.

“Yah, Kita satu kelas ayo cepat tunjukkan dimana kelasnya,” perintah Soomi pada Hyunseung.

Hyunseung mengangkat telunjuknya dan menunjuk dirinya sendiri bingung. Akhirnya Hyunseung memilih menurut sebelum Soomi malah jadi memarahinya. “Arraseo.”

“Soomi, kayanya aku tahu mimpi yang kamu ceritain tadi pagi,” bisik Mami Sebelum berpisah dengan Soomi.

“Nanti aja, aku lagi gak mood.” Sahut Soomi yang lalu meninggalkan Mami dengan Junhyung.

“Ishh anak itu, padahal aku mau bilang kalau mimpinya baru aja kejadian. Tapi siapa yang jadi naganya ya? Hyunseung atau Junhyung?” lirih Mami pada dirinya sendiri.

“Hei, temanmu itu ternyata lucu sekali ya,” Junhyung memembuyarkan lamunan Mami.

“Siapa? Soomi? Soomi lucu?! Kamu bercanda,” seru Mami berlebihan.

“Kenapa? Memang dia lucu. Tapi kenapa kalian itu selalu menggantikan dia untuk mengucapkan maaf dan terima kasih? Dari kemarin kedua temanmu juga melakukan hal yang sama seperti kamu tadi,” tanya Junhyung.

“Ohh, Soomi itu gak suka merendahkan dirinya untuk mengucapkan maaf, terima kasih dan tolong. Ahh punya sahabat seperti itu merepotkan kau tahu. Karena dia itu hobi sekali marah. Ehh, Padahal kamu kan sering lihat tingkah Soomi yang kasar dan galak itu, tapi kenapa kamu malah bilang dia lucu?” Mami balik bertanya.

“Aku hanya merasa dia lucu, itu saja.”

“Hei Junhyung, kamu sekelas dengan Hanbyul,” ujar Mami sambil menepuk pundak Junhyung. “Hanbyul itu pemalu, jadi aku mohon padamu, jaga Hanbyul baik-baik dikelas nanti ya.”

====beedragon====

Setelah berpisah dengan Mami di lantai dua, Junhyung segera naik ke lantai empat dimana kelasnya berada. Sesampainya di lantai empat ia segera menyusuri koridor, karena kelasnya berada diujung koridor. Di depan kelas terlihat seorang perempuan sedang berdiri menghadap pintu kelas. Junhyung pun menghampirinya.

“Permisi??” sapanya.

Perempuan itu menoleh dan terlihat jelas ia lega melihat Junhyung. “Ahh, Junhyung-ssi. Kamu sekelas denganku? Syukurlah, karena semuanya berpisah-pisah, aku jadi gak ada teman.”

Junhyung menatap perempuan itu dari ujung kepala sampai kaki. Ia bingung, karena mereka baru saja bertemu tapi perempuan seolah sudah mengenal Junhyung.

“Aku Shin Hanbyul,” perempuan itu mencoba meyakinkan Junhyung.

Junhyung langsung melongo. “Kamu Hanbyul yang kemarin?? Mana kacamatamu?”

Junhyung takjub melihat perubahan Hanbyul. Karena Hanbyul yang ia lihat kemarin berbeda dengan yang sekarang berdiri dihadapannya. Kemarin Hanbyul terlihat seperti kutu buku dengan kacamata berbingkai besar, rambut dikuncir dua, dan mengenakan sweater rajutan. Tapi sekarang kacamata itu sudah diganti dengan softlens warna cokelat, rambut hitam hanbyul pun sudah berubah warna senada dengan matanya, sedangkan seragamnya hampir sama modelnya dengan yang dipakai Mami tadi pagi.

“Kamu berubah drastis Hanbyul. Kalau begini kamu jadi lebih cantik,” puji Junhyung.

“Tapi aku malu, Junhyung-ssi. Apakah penampilanku ini berlebihan? Ini semua hasil karya Mami,” ujar Hanbyul sambil menundukkan kepalanya.

“Eii, kamu cantik, Hanbyul. Sekarang tegakkan kepalamu dan tunjukkan pada semua orang kecantikkanmu,” ujar Junhyung sambil mengangkat dagu Hanbyul. “Ayo kita masuk dan bikin iri semua orang yang ada di dalam. Setidaknya mereka akan iri padaku karena aku lebih dulu kenal yeppeun yeoja sepertimu.”

Kata-kata Junhyung membuat Hanbyul tersipu malu. Hanbyul pun dengan berani mengangkat kepalanya dan masuk ke kelas bersama Junhyung.

====beedragon====

Seseorang mencolek lengan Gikwang. Gikwang yang sedari tadi tertidur di kelasnya sontak langsung terbangun dan celingukan mencari siapa yang sudah mengganggu tidur paginya. Dilihatnya seorang perempuan mungil sedang tersenyum manis pada Gikwang.

Annyeong, ternyata kita sekelas ya. Aku Han Gain. Mannaseo bangapseumnida. Kamu?” tanya perempuan tersebut sambil menyodorkan tangannya pada Gikwang.

Gikwang yang masih setengah sadar hanya melongo menatap Gain.

“Lee Gikwang-si!” seru seonsangnim di depan kelas. “We’re in the middle of class. Would you put douwn your earphone please,” suruh Mr. Smith, guru bahasa Inggris mereka.

Gikwang menurut dan melepaskan earphonenya yang ia pakai sejak tadi pagi. Kemudian berpaling kembali ke Gain. Dilihatnya gain masih tersenyum sambil tetap mengulurkan tangannya untuk berjabatan. Karena Gikwang hanya menatap tangan dan mata Gain bergantian, akhirnya Gain menarik kembali tangannya.

“Gikwang-ssi, tadi pagi aku belum mengucapkan terima kasih padamu. Gomawo ya, atas pertolonganmu.”

=flash back on=

Gikwang akhirnya berjalan kaki dari pengkolan tempat ia turun dari mobil Soomi sambil memasukkan satu lengannya ke dalam saku celananya. Di belakangnya terdengar suara perempuan yang sepertinya sedang diganggu.

“Ihh aku kan udah bilang gak mau,” ketus perempuan itu.

Gikwang menoleh kebelakang dan dilihatnya perempuan yang kemarin terlihat sedang bersama Soomi sedang diganggu oleh beberapa orang laki-laki.

Itu bukannya temannya Soomi ya? Ngapain dia sama anak-anak preman itu, batin Gikwang. Akhirnya Gikwang memutuskan untuk menghampiri Gain yang sedang di ganggu tersebut.

“Chagiya! Siapa mereka? Apa mereka mengganggumu,” seru Gikwang pada Gain.

Gain yang bingung hanya bisa melongo mendengar Gikwang yang kemarin terlihat menakutkan kini muncul dihadapannya dengan memanggilnya ‘chagiya’. Tapi Gikwang memberi isyarat dengan matanya agar Gain menuruti saja apa kata Gikwang barusan.

“Ahh, ne Op…pa mereka menggangguku,” lirih Gain.

Gikwang lalu melingkarkan lengannya di pundak Gain. Ini membuat Gain terkejut, tapi ia lekas menguasai dirinya.

“Yah, kalian mengganggu chagiya ku? Apa kalian gak tau siapa aku??!” seru Gikwang sambil mengeluarkan kalungnya dari balik kemejanya. Terlihat sebuah kalung dengan bandul berbentuk kepala serigala. “Aku ini ketua dari wolf geng tau?! Beraninya kalian ganggu yeojachinguku!!”

Mwo?!! mianhamniada, kita gak tau. Ampuni kami,” pinta mereka pada gikwang.

Ketiga preman tersebut langsung lari tunggang langgang, karena mereka tidak mau dijadikan ‘sarapan’ oleh pemimpin geng serigala tersebut. Kemudian Gikwang menarik Gain untuk berangkat bersama ke sekolah.

Gain salah tingkah berada di samping Gikwang. Bagaimanapun juga setelah mendengar Gikwang mengancam ketiga preman tersebut, membuat Gain sedkit takut. Karena di sebelahnya ini adalah pemimpin sebuah geng yang sudah pasti cukup berjaya, karena preman-preman tadi saja sampai takut melihat kalung Gikwang.

“Uhmmm,” bisik Gain disamping Gikwang. Tapi Gikwang tak mendengar, karena kupingnya sudah ditutup oleh headphone. Akhirnya Gain mencolek lengan Gikwang dan Gikwang pun menoleh ke arah Gain.

“Wae?” tanya Gikwang.

Tapi Gain yang sudah terlalu tkut hanya bisa diam sambil menatap lengan kiri Gikwang yang masih menggantung di pundak Gain. Gikwang menyadari permintaan tersembunyi Gain, dan akhirnya melepaskan tangannya.

“Preman-preman tadi gak akan mengganggumu lagi mulai sekarang. Jadi kamu tenang aja. Ahh jangan karena tadi aku bilang kamu yeojachinguku, terus kamu jadi salah paham, kuharap kamu mengerti kalau aku lakukan itu supaya mereka gak mengganggumu.” Gikwang kemudian meninggalkan Gain yang masih termangu.

“Ahh padahal aku kan mau mengucapkan terima kasih, kemarin siapa ya namanya? Giwang? Jikwang? ahh, kuharap kita ketemu lagi,” bisik Gain.

=flashback end=

====beedragon====

“kalian couple ya??”
“kalian sengaja masuk kesini berbarengan biar selalu bersama ya?”
“kalian cocok sekali, serasi, bahkan rambut kalian warna rambutkalian samaan begitu.”

Teman-teman sekelas Mami sudah menggoda Mami karena dia dan Yoseob satu kelas. Sekarang mereka malah menjuluki Mami dan Yoseob sebagai blondie couple. Hal ini membuat Yoseob dan Mami keki setengah mati.

“Yah, ini gara-gara kamu ikut-ikutan make warna yang sama kaya aku. Pokoknya besok kamu harus ganti warna rambut mu itu. Aku gak mau anak-anak malah menobatkan kita jadi pasangan begini,” desis Mami emosi.

“Siapa juga yang mau dipasangkan sama kamu,” sahut Yoseob tak kalah sewot.

Yoseob melihat Mami yang sedari tadi tidak nyaman dengan posisi duduknya. Belum lagi beberapa anak lelaki dikelasnya terus-terusan menatap ke arah kaki Mami yang cukup ‘terekspos’. Akhirnya Yoseob mengeluarkan hoodienya dari dalam tas kemudian melemparkannya ke arah Mami.

What is this?!” bentak mami dengan nada tertahan.

“Tutup kakimu dengan itu. Kamu bisa membuat mata anak-anak itu lepas dari peraduannya,” sahut Yoseob cuek sambil menoleh kearah siswa yang sedari tadi melihat kaki Mami yang jenjang itu.

Melihat perlakuan Yoseob tersebut membuat Mami sedikit tersentuh. Karena belum ada pria yang memberikan pakaiannya hanya untuk melindungi kakinya. Karena Mami belum pernah bertemu dengan pria yang memiliki manner seperti Yoseob ini.

“Makanya seragammu jangan dirombak sampai segitu pendeknya. Kaya kaki kamu itu enak dilihat aja,” sindir Yoseob.

WHAT!! Dasar Rambut Singa!!”

====beedragon====

di kerajaan langit.

Dewa Yoon menghampiri Dewi Yeoshin yang sedang menikmati pemandangan yang terjadi di bumi lewat Kolam Takdir.

“Kalau boleh tahu, apa yang membuat Dewi tersenyum bahagia seperti ini?” sapa Dewa Yoon.

Dewi Yeoshin hanya tersenyum kemudian ia menunjuk ke dalam Kolam Takdir, disana ada refleksi Gain yang sedang tersipu menatap Gikwang dan refleksi Mami yang sedang bertengkar dengan Yoseob.

“Kenapa dewi mempertemukan Puteri Maeum dengan Guardian Yang? Sementara Puteri Gaseum dengan Guardian Lee?” tanya Dewa Yoon bingung.

“Sudah jelas tentunya, ini adalah hukuman mereka,” senyum Dewi Yeoshin semakin mengembang.

“Maksudnya?”

Dewi Yeoshin mendesah pelan menghadapi kebingungan dewa Yoon. “Aku menukar pasangan mereka. Agar mereka merasakan bagaimana rasanya ketika hatinya dipermainkan. Puteri Maeum sudah menggunakan kekuatannya untuk membuat para puteri dan para guardian saling mencintai, sementara Puteri Gaseum mencoba menggunakan kekuatannya untuk mengatur hatiku. Maka sekarang aku menghukum mereka dengan mengacaukan hati dan perasaan mereka. Aku akan membuat mereka saling mengejar satu sama lain. Dan ini baru permulaannya, nanti mereka akan bersaing dan saling menyakiti satu sama lain. Ini menyenangkan.”

Dewa Yoon menatap Kolam Takdir. Ia melihat wajah puterinya nanar. Memikirkan puterinya harus dihukum selama ribuan tahun saja sudah membuat hatinya sakit, sekarang ia harus mendengar hukuman apa saja yang akan di hadapi oleh puterinya.

“Puteri Soom itu, bahkan ketika dia di reinkarnasi menjadi manusia, sifat sombongnya masih belum juga hilang. Ah iya, Dewa Yoon. Bukankah kamu yang bertangung jawab dalam mengatur semua mimpi manusia di bumi?” tanya Dewi.

Dewa Yoon mengangguk.

“Kalau begitu bisa kau jelaskan padaku kenapa memori Puteri Soom muncul di mimpi Soomi? Apa kau tahu tentang hal itu?” selidik Dewi.

“Maaf Dewi, saya tidak mengerti. Saya kesini untuk pamit pada Dewi. Saya akan turun ke bumi dan membujuk para puteri untuk memohon ampun pada Dewi.” Dewa Yoon mengalihkan pembicaraan. “Kalau begitu saya permisi dulu, Dewi.”

“Baiklah, pergilah. Jalankan tugasmu dengan baik. Semoga kau berhasil membujuk mereka. Dan jangan salahgunakan kepercayaanku Dewa Yoon.” ucap Dewi Yeoshin sambil tersenyum kalau tidak mau disebut sebagai sebuah seringai.

====beedragon====

[TBC]

Last Edited : 170712

Advertisements
FF – Guardian Beast / Chapter II Swapped Each Other / PG-15 / by Ratu Puteri

13 thoughts on “FF – Guardian Beast / Chapter II Swapped Each Other / PG-15 / by Ratu Puteri

  1. Dessy Diana says:

    emmnn kasihan banget para putri & guardiannya ..
    udah dihukum retusan tahun kok sekarang dihukum lebih berat sihhh ..
    tapi seru kok ceitanya yg gaul abisss …
    lanjut y eonn ………….

  2. Kasian…. bener2 dah ni dewi2 n guardian2 gak jelas #plaaak…
    “meneketehe” ma “turun di pengkolan” hadeeeh
    thor gaul mamen XD

    Next chapt,,,

  3. Kasian bener dah ini para dewi dan guardiannya ㅠ ㅠ

    Oh astaga apa ini (¬-̮¬)-σ “meneketehe” sama “turun di pengkolan” ㅎㅎㅎㅎㅎ

    Lanjut chapter berikutnya ㅋㅋㅋㅋㅋ

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s