FF – GUARDIAN BEAST / CHAPTER I ‘THEY MEET AGAIN’ / PG15 / By Ratu Puteri


Title : GUARDIAN BEAST

Rating / Pairing : PG 15 / Straight

Author : Ratu Puteri a.k.a BeeDragon

Cast:
#Lee Soomi = Puteri Soom
# Yong Junhyung = dragon / Guardian Yong
#Shin HanByul = Puteri Byul
#Jang Hyunseung = Pegasus / Guardian Jang
#Ahn Mami = Puteri Maeum
#Lee Gikwang = Kerberos / Guardian Lee
#Han Gain = Puteri Gaseum
#Yang Yoseob = el-lion / Guardian Yang

Length : Multi Chaptered

Genre : Fantasy, Romance, School life, family

Disclaimer : semua ini hanya fiksi belaka. hanya sebatas fantasi seorang Ratu yang gak berhenti berimajinasi. TAKE OUT WITH FULL CREDIT.No Copy Paste and Dont Be Silent Reader

Chapter I
= And They Meet Again=

Pagi ini matahari bersinar cerah, secerah wajah seorang perempuan yang baru saja turun dari bis umum. Si perempuan merapikan seragamnya yang agak berantakan akibat berdesak-desakan di Bis tadi. Membuntut di belakangnya seorang lelaki yang juga mengenakan seragam sekolah, tapi berbeda warna.

“Jangan dekat-dekat! Aku gak mau teman-temanku ngelihat aku jalan sama kamu!” bentak si perempuan pada si laki-laki. “Aku heran kenapa kamu juga ikutan daftar ke Kirin sih? Lihat dirimu, bagaimana bisa Kirin mau menerima murid begajulan sepertimu.”

Si lelaki hanya diam sambil menatap refleksi dirinya di kaca toko yang ada dihadapannya. Pakaiannya tidak dimasukkan kedalam celananya, dua kancing teratas kemejanya dibiarka terbuka dan dasinya begitu longgar dan miring. Sementara jas seragamnya ia sampirkan begitu saja dipundaknya. Setelah menatap dirinya si lelaki akhirnya menjauhi si perempuan. Kemudian si perempuan mulai berlari meninggalkan di lelaki.

“Yah, jangan lari nanti kamu…” seru si lelaki.

Bruukk,, si perempuan sudah jatuh tersungkur.

“… jatuh. Kekeke,” si lelaki tertawa melihatnya. Kemudian berjalan pergi meninggalkan si perempuan yang membersihkan dirinya dari debu yang menempel di seragamnya.

“Aissh, babo Kwangie. Bukannya nolongin aku, dia malah pergi duluan,” umpat si perempuan.

Akhirnya si perempuan bangkit dari keterpurukannya(?) dan mulai melangkah ke pintu gerbang sebuah sekolah yang bertuliskan “KIRIN HIGH SCHOOL” di atas gerbang tersebut. Begitu memasuki pelataran sekolah, terlihat jelas ada ribuan murid dengan seragam yang berbeda berkumpul di pelataran gedung sekolah. Tentu saja karena hari ini, Kirin High School akan mengumumkan 100 murid yang beruntung yang lolos seleksi untuk bisa bersekolah disana.

Si perempuan menjadi enggan melangkah menuju kumpulan murid-murid tersebut. Ia hanya celingukan mencari teman-temannya di pintu gerbang sekolah. Sekaligus mencari jejak lelaki yang tadi pergi bersamanya.

“Soomi!!” panggil seseorang sambil menepuk bahu perempuan itu.

“Gain-ah! Kamu baru datang?” sahutnya.

“Ne, kamu udah lama nunggu ya? Ayo masuk kedalam, Hanbyul udah menunggu disana.” Gain lalu menarik tangan Soomi dan menyeretnya ke pusat keramaian.

“Gain, Soomi!! Sebelah sini!” seru seorang perempuan berkacamata yang ada di pelataran gedung.

“Hanbyul!” sahut Gain sambil melambaikan tangan kearah perempuan itu.

Mereka bertiga akhirnya berkumpul di pelataran gedung tempat pengumuman seleksi ujian masuk Kirin High School.

“Kita jangan mulai dari sisi kiri. Kita ke kanan dulu, kita liat dari posisi terakhir dulu,” ucap Soomi dan langsung menarik kedua sahabatnya itu.

Gain dan Hanbyul pun bingung karena dimana-mana mereka harus melihat dulu dari posisi pertama dulu. Tapi Soomi memilih posisi akhir terlebih dahulu. Tapi mereka hanya bisa pasrah dan mengikuti Soomi ke sisi kanan dari pengumuman itu. Mereka pun berjinjit-jinjit untuk bisa mengalahkan sosok tinggi dihadapan mereka hanya untuk melihat hasil dari pengumuman.

“Wahh, Mami masuk loh!!! Syukurlah yeoja bodoh itu bisa masuk Kirin,” seru Gain.

Hanbyul dan Soomi langsung mencari nama yang dimaksud di papan pengumuman. Kemudian mereka tersenyum lega karena satu dari teman mereka bisa masuk KHS.

“Anak itu benar-benar penuh dengan keberuntungan. Bayangkan dia bisa lulus SMP aja udah syukur, tapi dia mencoba peruntungannya untuk masuk Kirin. Padahal kan tahu sendiri persaingan disini, satu bangku direbutkan oleh 20 orang. Ahh, Tuhan benar-benar baik padanya.” Hanbyul mengungkapkan rasa syukurnya.

“Ngomong-ngomong Mami mana?” tanya Gain.

“Dia gak akan datang. Dia bilang gak mau lihat hasil pengumumannya,” sahut Soomi.

Soomi masih menatap urutan sepuluh nama yang terpampang dihadapannnya. Di bawah nama Ahn Mami ada nama yang sangat ia kenal yaitu nama lelaki yang tadi pergi bersamanya.

“Ternyata dia bisa masuk juga. Beruntung sekali si babo itu bisa pas-pasan masuk di angka seratus,” ucap Soomi pada dirinya sendiri.

“Siapa di urutan seratus?” tanya Gain sambil melihat siapa yang ada di urutan ke seratus. “Lee Gikwang? Kamu kenal dengannya?”

“Ahh, bukan siapa-siapa. Aku pikir Mami yang di posisi seratus, ternyata aku salah lihat. Ayo kita cari ada dimana nama kita,” elak Soomi.

Mereka kembali melagkah menyusuri papan pengumuan yang semakin ramai ini. tak lama terdengar teriakan Gain yang kegirangan karena namanya masuk diposisi ke 56. Akhirnya mereka tiba di sisi paling kiri yang memajang nama murid-murid dengan nilai tertinggi dari ujian masuk KHS.

“Wah Soomi! Kamu ada di posisi satu!! Seperti yang sudah kuduga, kamu pasti bisa masuk Kirin dengan mudah! Dan Hanbyul kamu ada diposisi tiga, kok bisa. Harusnya kamu ada di nomor 2 bukannya 3. Siapa sih yang sudah mengalahkanmu.” Seru Gain sambil memicingkan matanya. “Yong Junhyung? Nama yang aneh.”

“Gak apa-apa. Yang penting sekarang kita berempat bisa masuk Kirin!! Yeayy!!” seru Hanbyul.

Kemudian Hanbyul dan Gain lompat-lompat kegirangan karena akhirnya mereka berempat bisa sekolah bersama lagi. Gain yang bahagia langsung mengangkat tangannya untuk tos(?) dengan Soomi. Tapi tenaga Gain terlalu kuat sehingga membuat Soomi terdorong kebelakang dan nyaris terjatuh. Untung Soomi berhasil menguasai dirinya, tapi malangnya Soomi malah menginjak kaki seseorang dan membuatnya benar-benar kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh. Soomi menutup matanya. Dan tidak sakit, baru ini ia terjatuh dan tidak merasakan sakit.

“Nona, kau baik-baik saja?” terdengar sebuah suara lelaki.

Soomi kemudian membuka matanya. Dilihatnya wajah seorang lelaki dihadapannya. Lelaki itu memeluk Soomi, ah lebih tepatnya menahan tubuh Soomi.

Gwenchana?” tanya lelaki itu lagi.

Soomi langsung tersadar akan posisinya dan buru-buru bangkit. Sedikit kikuk Soomi langsung merapikan seragamnya.

“Gain, Hanbyul ayo kita pergi jemput Mami. Dia harus traktir kita karena udah bisa masuk Kirin,” ujar Soomi dan langsung melangkah pergi.

“Hei,” panggil lelaki yang tadi menolong Soomi.

Soomi lalu menoleh kearah lelaki tersebut. “What?” sahutnya sinis.

Lelaki tersebut sedikit kaget melihat reaksi Soomi. “Aku baru saja menolongmu tahu. Apa tidak ingin mengucapkan sesuatu?”

“Apa?” tanya Soomi singkat.

Lelaki tersebut melongo mendengar jawaban Soomi. “Apa kau gak ingin menucapkan terimakasih begitu? Kau bahkan belum minta maaf karena sudah menginjak sepatuku. Dan aku baru saja menolongmu tapi mengucapkan terimakasih pun kau tidak mau.”

Soomi akhirnya berbalik kearah lelaki tersebut sambil mengeluarkan saputangannya. Kemudian ditariknya tangan lelaki itu dan meletakkan saputangannya disana.

“Pakai ini untuk membersihkan sepatumu. Dan anggap masalah ini selesai. Gak perlu diperpanjang kan?” sahut Soomi. “Gain, Hanbyul, ayo cepat kita pergi dari sini.”

Gain dan Hanbyul mau tak mau menuruti Soomi. Gain sambil membungkukkan badannya meminta maaf begitu pula dengan Hanbyul yang mengucapkan terimakasih pada lelaki itu. Mereka kemudian meninggalkan lelaki yang masih bingung atas sikap Soomi.

Lelaki itu terus saja menatap kepergian Soomi. Dia melihat Soomi sudah menabrak lelaki lain di depan sana. Dan seperti yang terjadi pada dirinya, Soomi malah memarahi lelaki berambut orange tersebut semantara kedua temannya membungkuk meminta maaf pada lelaki berambut orange.

“Aigoo, dasar yeoja aneh,” keluh lelaki berambut orange. “Oh Junhyung ah, kamu sedang apa? Saputangan siapa ini? eh ini kan sapu tangan perempuan?” sapa lelaki berambut orange.

“Itu saputangan perempuan yang tadi menabrakmu,” sahut lelaki yang bernama Junhyung itu.

“Ohh kamu tadi ketemu sama yeoja aneh itu? Apa kamu tahu, dia menabrakku tapi dia malah marah-marah padaku. Kan aneh,” keluh lelaki berambut Orange. Kemudian ia memandangi papan pengumuman dihadapannya. “Wah Junhyung kamu dikalahkan sama orang yang bernama Soomi. Bagaimana bisa kamu ada di posisi dua bukannya pertama? Siapa Lee Soomi? apa kamu tahu yang mana orangnya?”

“Itu yang tadi menabrakmu,” sahut junhyung singkat.

“Mwo?! Kamu dikalahkan sama yeoja aneh itu. Wahh, ini rekor baru.”

“Kau tahu Hyunseung, rasanya aku seperti pernah bertemu dengannya. Tapi entah dimana,” ujar Junhyung.

“Siapa? Yeoja aneh tadi? Teman masa kecilmu mungkin?”

“Kalau dia teman masa kecilku, berarti dia teman masa kecil kamu juga dong. Gimana sih,” keluh Junhyung.

“Eh iya juga ya.. kekeke.”

“Hyunseung-ah. Yoseob mana? Aku tadi udah lihat namanya masuk di daftar ini. dan kita bertiga udah resmi masuk ke Kirin. Cepat telepon Yoseob dan kita pergi dari sini,” ujar Junhyung.

Hyunseung pun menurut dan langsung menelepon teman mereka yang bernama Yoseob. Tapi keramaian yang dibuat oleh sekelompok anak-anak di sebelah mereka membuat Hyunseung tak jadi menelepon temannya itu.

“Wahh Gikwang, kamu bisa masuk Kirin. Hebat lohh. Bagaimana caranya kamu bisa masuk Kirin hah?” seru salah satu anak dari rombongan pemuda yang dari penampilannya saja sudah membuat orang-orang menyingkir.

“Hahaha, itu gampang. Kamu hanya perlu mencari tempat duduk terbaik dan mengawasi keadaan sekitarmu. Yang kamu butuhkan hanya mata yang tajam dan insting yang kuat,” sahut pemuda yang diyakini Junhyung dan Hyunseung bernama Gikwang.

“Wah, ternyata ada juga yang bisa masuk Kirin dengan cara mencontek,” bisik Hyunseung pada Junhyung.

“Sudah jangan pedulikan mereka. Salah-salah kita bisa di keroyook.” Junhyung kemudian megajak Hyunseung pergi.

“Ayo aku traktir kalian semua atas lolosnya aku masuk ke Kirin High Shool!!” seru Gikwang.

====beedragon====

@warung ddukpokgi

“Ahjumma, aku pesan empat piring Ddukpokgi dan empat cola ya,” seru seorang perempuan berambut blonde di pintu masuk.

Soomi, Hanbyul dan Gain langsung menoleh ke sumber suara karena mereka mengenal persis suara tersebut.

“Mami!!” pekik Gain.

Perempuan berambut blonde tersebut hanya tersenyum dan menghampiri mereka bertiga. “bagaimana penampilan baruku? Aku baru saja bleaching rambutku tadi pagi? Bagaimana? Keren tidak?”

“Yah Mami. Jadi kamu gak datang untuk melihat pengumuman dan malah pergi ke salon buat bleaching rambut?” seru Gain begitu Mami duduk dengan mereka.

“Aku udah yakin masuk Kirin jadi gak perlu datang. Karena Soomi kemarin udah ngasih tau aku,” jawab Mami penuh dengan percaya diri.

“Kamu ngasih tau apa Soomi?” tanya Hanbyul pada Soomi, tapi Soomi hanya angkat bahu pertanda dia tidak tahu apa yang Mami bicarakan.

“Soomi bilang kemarin dia mimpi melihat kita pakai seragam yang sama. Itu artinya kita akan satu sekolahan lagi. Kalian tahu kan kalau mimpi Soomi itu ajaib,” cerita Mami.

“Mwo? Kok kamu gak cerita sama kita sih. Kalau tahu begitu aku juga gak akan mau datang ke Kirin hari ini.” protes Gain.

“Kenapa kalian lebih percaya sama mimpiku? Harusnya kalian percaya dengan kemampuan kalian sendiri.” Sahut Soomi.

“Tapi kan memang mimpimu selalu jadi kenyataan. Kemarin waktu kita mau lulusan SMP kamu bilang kalau kamu mimpi melihat kita berdiri dipanggung yang sama, dan akhirnya kita berempat beneran lulus bareng-bareng. Padahal semuanya udah pasrah sama otaknya Mami,” ujar Hanbyul.

“Trus kalau aku punya mimpi aneh lalu kalian mau anggap mimpi itu akan terjadi di dunia nyata gitu?”

“Memang kamu mimpi aneh seperti apa?” tanya Gain.

“Semalam aku mimpi, kita berempat pakai baju aneh, terus ada suara-suara menggema yang gak jelas, terus tiba-tida dihadapan kita muncul singa raksasa, serigala besar bersayap, kuda bersayap dan naga. Lalu kalian mau mengartikan mimpi itu seperti apa?” cerita Soomi.

“Serigala? Naga? Mimpimu seram amat. Kalau yang seperti itu sih gak ada artinya kali.” Kata Mami.

Tak lama makanan mereka datang dan keempat sahabat itu mulai menyantap makanan mereka.

“Ahjumma, kita pesan ddukpokgi tiga, cola satu dan jus pir dua,” seru rombongan pemuda yang baru memasuki toko.

Gain dan Mami yang kebetulan menghadap pintu masuk langsung reflek melihat kearah tiga pemuda tersebut.

What?! NEO!!” seru Mami sambil menunjuk salah satu pria berambut blonde yang baru saja memesan makanan.

Si lelaki berambut blonde itu langsung kaget melihat Mami. “Mwo?? Kenapa kita ketemu lagi disini??”

“Kamu sendiri ngapain disini?!” seru Mami masih dengan nada emosi. Sepertinya dia punya dendam tersendiri terhadap lelaki berambut blonde tersebut.

“Aku kesini buat makan lah. Kamu sendiri ngapain kesini. Masih belum puas juga kamu cari ribut denganku,” seru lelaki berambut blonde.

“Kamu kenal dia Mami?” tanya Gain.

“Dia yang tadi juga bleaching rambutnya barengan sama aku, tapi dia ikut-ikutan pakai warna yang sama. Kan nyebelin,” keluh Mami.

“Yah! Ini semua juga gara-gara kamu tahu. Padahal aku minta warna coklat muda, tapi karena kamu yang kelewat berisik kapsternya jadi gak denger dan malah bleaching wambutku jadi kaya gini.”

Sementara Mami dan lelaki berambut blonde itu perang mulut, Gain berbisik pada Hanbyul. “Hanbyul, itu dua namja yang tadi di Kirin. Jangan-jangan mereka ngikutin kita kesini buat nyuruh Soomi minta maaf lagi.”

Hanbyul menoleh, dan dilihatnya dibelakang pria-berambut-blonde ada dua pria yang tadi ‘agak bermasalah’ dengan Soomi. lalu Hanbyul melirik kearah Soomi yang sedang konsentrasi makan.

Karena merasa tidak nyaman dengan keributan yang terjadi antara Mami dan pria-berambut-blonde itu akhirnya Soomi menghentikan aktivitas makannya. “Mami duduk!”

Mendengar Soomi sudah angkat bicara, Mami langsung diam dan duduk. Tapi pria-berambut-blonde itu masih saja terus mengoceh. Akhirnya Soomi membalikkan badannya menghadap ketiga pria tersebut.

“Yah! Kamu ini lelaki atau perempuan sih?! Bagaimana bisa lelaki punya mulut cerewet seperti kamu. Suaramu teralu berisik tahu!” seru Soomi.

“Mwo?! Enak aja bilang aku cerewet…”

“Yah! Kalau gak mau dibilang cerewet bisa tidak mengurangi kebisingan dari mulutmu itu. Benar-benar mengganggu,” potong Soomi.

“Yah!, kamu ini siapa seenaknya manggil aku seperti itu. Aku ini punya nama. Namaku Yoseob tahu.”

“Yah! Aku gak peduli siapa namamu, rambut singa. Tapi bisakah kamu diam dan duduk tenang. Tadi kamu bilang kamu kesini untuk makan kan. Sama kami juga. Jadi duduklah dibangku yang tersedia dan makanlah. Jangan membuat keributan. Karena semua kebisingan yang kamu buat sudah mengganggu kenyamananku!” bentak Soomi.

Dua teman Yoseob terkekeh dibelakang mendengar ucapan Soomi. karena mereka juga sudah mengalami hal yang sama seperti Yoseob.

“Junhyung, Hyunseung. Kenapa kalian malah ketawa. Bantuin aku dong. Gimana sih.” Yoseob mencari pertolongan.

“Sudahlah Seob. Kamu gak akan menang melawan yeoja itu,” ujar Hyunseung yang masih terkekeh.

Junhyung kemudian menarik Yoseob ke bangku terdekat. Dan akhirnya keributan yang terjadi diantara dua kubu itu mereda. Hyunseung yang duduk berbelakangan dengan Hanbyul berinisiatif untuk menegurnya.

Annyeong, kita ketemu di Kirin tadi. Sepertinya kalian akan menjadi penghuni Kirin juga. Boleh kita kenalan?” sapa Hyunseung.

Hanbyul menoleh dan tersenyum pada Hyunseung. “Ne Annyeong. Aku Shin Hanbyul, ini Lee Soomi, itu Han Gain dan yang ini Ahn Mami. Bangapseumnida.

“Aku Jang Hyunseung, kalau si rambut singa itu Yang Yoseob dan yang terakhir adalah Yong Junhyung. Bangapseumnida.”

Yoseob sempat mau protes saat Hyunseung menyebutnya rambut singa. Tapi tidak jadi karena toko ddukpokgi ini mendadak jadi ramai.

“Ahjumma, buatkan kami ddukpokgi yang paling enak. Karena teman kita ini berhasil lolos ujian masuk Kirin High School!” seru beberapa siswa yang berpenampilan layaknya preman.

“Yah Lee Gikwang!! Kamu mau belikan kita apa aja hah?”

Mendengar nama yang tak asing itu Soomi langsung menoleh ke pintu masuk. Dan benar saja ada sosok yang sangat dikenalnya berdiri diantara kumpulan gangster itu. Gikwang dan Soomi pun saling bertatapan. Soomi langsung memelototinya dengan tatapan ngapain-kamu-ngikutin-aku-kesini. Tapi Gikwang hanya buang muka menghindari tatapan Soomi.

“Ahjumma aku pesan enam, dibungkus aja tapi ya,” ucap Gikwang pada Ahjumma pemilik toko.

Salah satu dari teman Gikwang menghampiri rombongan Soomi. “Wah ada cewe(?) cantik disini. Hai cewe kenalan dong.”

Junhyung yang melihat kalau Soomi sepertinya dalam ‘bahaya’ langsung segera mengambil tindakan. Dia beranjak dari bangkunya hendak mengusir gangster tersebut. Tapi belum sempat ia menyentuh penggoda-Soomi, sudah ada yang memukul kepala anak itu terlebih dahulu.

“Yah kenapa kau pukul aku Gikwang?” protes penggoda-Soomi.

“Aku udah bilang jangan cari masalah. Atau aku gak jadi traktir kalian. Cepat minta maaf dan kita pergi dari sini.” Ujar Gikwang penuh wibawa.

“Mian ya nona,” ucap pemuda itu dan lalu berbalik menuju pintu.

Sebelum keluar, Gikwang sempat memberi tendangan kecil ke bokong temannya itu. Sekilas Gikwang menoleh pada Soomi, tapi Soomi malah buang muka.

“Kita harus ucapin terimakasih sama anak tadi,” kata Gain pada Soomi.

“Gak perlu. Kalau si Gikwang babo itu gak datang aku juga sudah pasti akan mematahkan satu lengan anak tadi,” jawab Soomi dingin.

“Kamu kenal sama preman tadi?” tanya Hyunseung .

“Ahh, aniyo. Kan tadi teman-temannya memanggil dia Gikwang kan?” Soomi mengelak.

“Ahh, belum sekolah di Kirin aja udah nemu kejadian kaya gini, gimana kalau kita udah benar-benar sekolah disana,” keluh Gain.

====beedragon====

Sementara itu di kerajaan langit.

“Dewi, keempat puteri sudah bertemu dengan keempat Guardiannya,” ujar Dewa Yoon, penasihat kerajaan Langit.

“Ya, aku sudah melihatnya,” jawab Dewi Yeoshin.

Keduanya sedang berada di sebuah kolam yang bernama Kolam Takdir. Di kolam ini para Dewa dan Dewi bisa melihat masa depan, masa lalu, dan masa sekarang yang terjadi di belahan bumi yang lain. Dari dasar kolam terpantul wajah Soomi, Hanbyul, Mami dan Gain serta Junhyung, Hyunseung, Gikwang dan Yoseob yang sedang berkumpul di warung ddukpokgi.

Dewi Yeoshin kemudian menyentuhkan ujung tongkatnya ke air Kolam Takdir dan membuat riak-riak kecil yang menghapus gambaran di bumi.

“Dewi, kapan Dewi akan megampuni kesalahan dari para Puteri? Ini sudah tahun ke tiga ribu tiga dewi menghukum mereka di bumi.” Tanya Dewa Yoon.

“aku mengerti kekhawatiranmu Dewa Yoon. Itu karena ada puterimu dibawah sana. Tapi ini adalah keputusanku. Aku tidak akan mengampuni mereka sampai mereka, ah tidak , sampai Puteri Soomi memohon ampun padaku.”

“Tapi Dewi, bukan maksud saya untuk lancang. Tapi apa perasaan Dewi tidak sakit harus melihat Puteri Maeum menjalani hidup sebagai manusia seperti itu?”

“Ini adalah hukuman mereka. ini semua juga karena Puteri Maeum sudah menggunakan kekuatannya untuk membuat para Puteri jadi mencintai Guardiannya. Kalau kau, Dewa Yoon, mengkhawatirkan mereka, kenapa kau tidak turun ke bumi dan menyuruh mereka untuk mengakui kesalahannya.” Jawab Dewi Yeoshin.

Kemudian Dewi Yeoshin mengayunkan tongkatnya di udara, dan kemudian muncullah sebuah jam pasir besar di tengah Kolam Takdir. Dewi kemudian membalik Jam pasir itu sehingga sisi yang berisi pasir berada di atas.

“Dengan begini, hukuman bagi para Puteri dimulai. Dan jika sampai butir terakhir pasir ini, para Puteri masih juga berkeras hati. Maka aku akan mengambil kembali jiwa mereka dan membuat mereka kembali menjalani hukuman ini dari awal lagi.”

====beedragon====

[TBC]

last updated : 160712

Advertisements
FF – GUARDIAN BEAST / CHAPTER I ‘THEY MEET AGAIN’ / PG15 / By Ratu Puteri

20 thoughts on “FF – GUARDIAN BEAST / CHAPTER I ‘THEY MEET AGAIN’ / PG15 / By Ratu Puteri

  1. Dessy Diana says:

    wuahhh cerita awalnya aja udah seru banget ..
    kayak the last 94 GP yg seru ..
    penasaran nih eonni .. lanjut y 🙂

  2. rinspecial1004 says:

    huaaa, gra2 td baca the last 94 GP, aku langsung nyari ff yang judulnya guardian beast buat liat asal usul (?) dri dewa dewi itu. wihhhh ceritanya selalu daebak eonni!
    okay aku lanjut ke chap berikutnya ya eon… ^o^

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s