FF – STAR / PG 15 / Chapter 6 – End


Ini adalah part akhir dari perjalanan hidup star *apadehhh -__-*
Di part ini banjir aermata banget dahh dan penuh dengan kelebaian. Karena ini adalah FF TERAKHIR SAYA!! Yeaaayyy!!! *kok seneng?* sebenernya masih ingin menulis. Karena masih ada beberapa genre yang belum dijamah (?) masih ada genre thriller (yang kaya after school n Brother Complex Cuma yang lebih sadis dan berdarah-darah) trus genre komedi (pengen banget bikin genre ini, tapi selera humor saya emang kacangan) terus ada genre fantasy (kalo ini udah ada ceritanya tinggal dikembangin aja, tapi kapan-kapan)

Jadi simak baik-baik karya terakhir saya ini. karena mulai besok saya akan vakum *ceilehh bahasanya* dari dunia per-efefan. Jadi tolong dengan sangat di komen ini ff terakhir saya. Jeballllll!!!
Ini karya terakhir loh, kalo masih ada yang tega jadi Silent Reader, saya doain biasnya pada naksir saya #Aminn
Happy reading!!!! TT_____TT

Title: STAR Part 6 – END
Author: Ratu Puteri a.k.a BeeDragon
Rating / Pairing: PG15 / STRAIGHT
Main Casts: * Lee Byul (Original character)
JunHyung Beast as Yong JunHyung
jh
MinHo Shinee as Choi MinHo
mh
Other Casts:
Shinee Member
Beast Member
And other Girlgroup and Boygroup kpop
Genre: romance, family,
Language: Indonesia, slight korea and english
Length : chaptered
Disclaimer: semua karakter yang berasal dari Kpop adalah bukan karakter milik saya. Tapi karakter Lee Byul dan ide ceritanya adalah milik saya. TAKE OUT WITH FULL CREDIT. No Copy Paste and Don’t Be Silent Reader.

Previous story:

“Byul aku mau bilang sesuatu padamu,” Minho menarik napas panjang. “aku tak membutuhkan bintang yang telah meninggalkanku. Karena aku sudah menemukan kunang-kunang yang akan menerangi malam kelamku. Maukah kau menjadi kunang-kunang yang menerangi sisi tergelap hatiku?”
Byul terkejut mendengar pengakuan Minho. Bagaimanapun juga ia mengerti maksud Minho itu apa. Byul terlihat bingung harus menjawab apa. Ia hanya mengalihkan pandangannya dari Minho.
“Karena aku menyukaimu Byul. Dan aku takkan pernah membuatmu menangis. Tak bisakah kau meninggalkan Hyung dan memilihku?”
====000====

Part 6 – End


“oppa kenalkan ini Naeun Onnie. Dia juga akan debut bersama Chorong Onnie yang kemarin itu.” Byul mengenalkan Naeun pada Minho.

Minho hanya bisa memaksakan senyumnya. Padahal hari ini ia ingin mendengar jawaban Byul akan pernyataan cintanya seminggu yang lalu. Tapi Byul malah mengajak Naeun dan terus-terusan berada di dekat Naeun tanpa memberikan sedikitpun kesempatan untuk Minho menanyakan jawaban Byul.

Selama beberapa hari ini setiap Minho mengajak Byul jalan, Byul pasti membawa serta teman-temannya dari APink. Hal ini membuat Minho risih, karena bagaimanapun juga dia masih menunggu jawaban Byul.

“Onnie mau pesen apa?” tanya Byul pada Naeun.

“Kamu mau pesan apa Minho-ssi?” Naeun malah bertanya pada Minho.

“aku ikut kalian aja. Terserah kalian mau pesan apa.” Minho mencoba ramah pada Naeun.

“kalau begitu terserah Byul saja.” Naeun memutuskan.

“ahh, andwe, terserah Onnie aja. Aku gak tau Onnie sukanya apa.” Byul menolak.

“Ok. Kalau kamu gak bisa memutuskan. Lebih baik kita ga usah makan, gimana??” potong Naeun sinis.

“Kalian tentukanlah mau makan apa. Aku mau ke toilet dulu,” Minho kemudian meninggalkan kedua gadis itu.

Sepeninggalnya Minho, Naeun langsung menatap Byul tajam. “Kamu sengaja mengajakku untuk menunjukkan hal seperti ini? apa kamu gak lihat sikapnya tadi terhadapku? Jadi sekarang kamu mau kencan dengannya dan membuatku menjadi saksi kalian begitu.”

“Aniyo Onnie, aku hanya mau menunjukkan kalau aku dan Minho Oppa itu gak ada apa-apanya. Sungguh,” byul memelas pada Naeun.

“kamu benar-benar serakah Byul. Kamu memiliki Junhyung Oppa tapi kamu juga mendekati Minho. Memangnya siapa yang akan kamu pilih?”

“Onnie, aku tahu kamu menyukai Oppaku, tapi takkan kubiarkan kamu mencoba untuk merebutnya disituasi seperti ini. aku akan mempertahankan Junhyung Oppa. Karena bagiku hanya dia yang kusayangi,” ucap Byul.

Kedua perempuan ini tidak tahu kalau Minho juga ikut mendengarkan pembicaraan mereka.

………

Keesokan harinya Minho kembali mengajak Byul pergi. Dan seperti biasa Byul membawa serta temannya, kali ini ia membawa kembali Chorong. Begitupun dengan Minho, dia tidak sendiri hari ini. Minho membawa serta Key untuk menemaninya.

Setelah memesan makanan, Minho pergi meninggalkan mereka ke toilet *lagi* sementara Chorong pergi ke wastafel untuk mencuci tangannya.

“Byul-ah, kau mau kubantu?” tanya Key setelah Chorong pergi.

“bantu apa?” Byul menatap Key bingung.

“Aku tahu kamu sedang menghindari Minho. Anak itu pasti sudah mengungkapkan perasaannya kan? Dan sekarang kamu bingung menghadapinya kan?” tembak Key.

“Bagaimana Oppa tahu?”

“tentu aku tahu. Cepat atau lambat minho pasti mengatakan semuanya padamu. Jadi kamu mau jawab apa?” tanya Key.

“Mollayo. Aku bingung mau menolaknya seperti apa. Aku ingat ceritamu dulu soal perempuan yang namanya sama denganku. Aku takut dia tambah sedih kalau aku menolaknya. Tapi Oppa kan tahu aku gak bisa menerimanya, aku sudah punya Junhyung Oppa.”curhat Byul.

“Ne, aku juga gak berharap kamu menerimanya. Bukannya aku gak suka kamu, Byul. Tapi aku gak ingin Minho jadian sama kamu. Karena apa yang Minho rasakan ke kamu itu tuh bukan cinta. Karenanya aku mau bantu kamu untuk menolak Minho secara halus.” ucap Key sambil mendekatkan kepalanya dan berbisik.

Byul pun ikutan mendekatkan kepalanya ke Key. “Bagaimana caranya?”

“Kamu cukup jawab pertanyaanku nanti dengan sejujurnya. Dan harus penuh perasaan bahagia. Arraseo. Dengan begitu gak akan ada yang tersakiti.” Bisik Key.

“Siapa yang tersakiti?” tanya Chorong yang sudah kembali ke meja mereka.

Key dan Byul gelagapan melihat Chorong. Tapi Key segera menguasai dirinya dan tersenyum pada Chorong seraya meyakinkan kalau itu adalah bukan apa-apa. Dan tak lama kemudian Minho pun juga kembali ke meja mereka.

“oh iya Byul. Aku penasaran, bagaimana ceritanya kamu bisa jadian dengan Junhyung Hyung?” tanya Key segera setelah Minho duduk di bangkunya.

Byul terlihat bingung dengan pertanyaan Key. Tapi Byul menangkap isyarat mata yang ditunjukkan Key *bayangin Key lagi naikin sebelah alisnya sambil ngelirik ke Minho*. “Ahh, itu. Kalau diceritakan bisa menghabiskan waktu sehari semalam.”

“Ahh, iya Byul aku juga penasaran. Aku dengar kamu melewati proses yang begitu panjang sebelum jadian sama Junhyung Oppa,” Chorong ikutan menimpali.

“Kalian benar-benar ingin aku menceritakannya? Tapi jangan sampai iri ya dan awas saja kalau kalian nanti malah bosan mendengar ceritaku.” Ucap Byul riang.

Sekilas Byul melirik kearah Minho. Minho sudah menatapnya dengan tatapan kumohon-jangan-ceritakan. Tapi Byul tetap bercerita dengan bahagianya bagaimana proses ia bisa jadian dengan Junhyung.

“jadi karena Yoseob Oppa dan Gikwang Oppa yang berjasa besar dalam proses bersatunya aku dengan Junhyung Oppa. Yoseob Oppa dalah teman masa kecilku sedangkan Gikwang Oppa adalah Sunbaeku. dan sejak mereka jadi Trainee di Cube, mereka jadi selalu membawa serta teman-teman sesame trainee untuk main ke tempat karaoke milik appa. Kau tahu Key Oppa, sebelum bangkrut, karaoke Appa-ku lah yang paling berjasa besar mempertemukanku dengan Yong oppa.” Cerita Byul sambil menyeka airmatanya yang mulai jatuh karena mengingat Appanya.

“Shh, kita kan lagi cerita tentang proses jadian kamu dengan Junhyung Oppa, kenapa malah menangis?” hibur Chorong. “Ah iya, Doojoon Oppa berkata begini tiap liat kamu ngambek sama Junhyung Oppa, ‘memang seharusnya akulah menjadi pacar Byul bukannya kamu’. Dan sepengetahuanku kamu lebih suka Doojoon Oppa daripada Junhyung Oppa.”

Byul berhenti menangis dan tersenyum. “Aku bilang begitu hanya untuk membuatnya cemburu. Onnie tahu, kata orang cemburu itu tanda cinta. Jadi aku selalu bilang kalau aku suka pada Doojoon Oppa supaya Yong Oppa jadi semakin cinta padaku. Dan itu cukup berhasil. Makanya kalau aku lagi diam-diaman sama Oppa, pasti aku langsung nempel-nempel sama Doojoon Oppa, kalau udah begitu Yong Oppa jadi gak akan tahan berdiaman lama-lama.”

Sepanjang cerita Byul, Key sesekali mengamati wajah Minho. Walapun ia tidak tega, tapi ia merasa kalau memang ini yang harus dilakukan. Karena Key tidak ingin hubungan baik antara Shinee dengan Beast rusak hanya karena Minho menyukai kekasih Junhyung. Apalagi Key mendapat mandat khusus dari Onew untuk membuat Minho menjauhi Byul.

Sementara Byul benar-benar melupakan tujuannya untuk membuat Minho menyerah. Karena bahan cerita yang paling ia sukai adalah menceritakan proses jadiannya dengan Junhyung. Byul bahkan sampai tidak sempat untuk melihat ekspresi yang dibuat Minho, ketika Byul menceritakan betapa romantisnya Junhyung ketika ‘menembak’ Byul. Byul bahkan sepertinya melupakan kalau masih ada Minho disana.

Mereka semua tertawa mendengar cerita Byul, kecuali Minho. Dia hanya duduk diam dan menunduk. Bahkan pasta yang ada dihadapannya saja masih utuh belum disentuh olehnya. Minho hanya duduk diam sambil merobek-robek tissue sampai menjadi serpihan kecil. Karena setiap kata-kata yang diucapkan Byul terasa seperti pisau yang sudah merobek-robek hatinya *lebay mampus ini mah -__-*

====000====

Byul memasuki dorm Apink dengan tampang yang sangat lusuh seolah Byul baru saja mendapat hukuman berat. Di dalam sudah menanti Naeun yang kembali memasang pose angkuhnya sambil berkacak pinggang.

“habis darimana kamu? Kenapa jam segini baru pulang? Mentang-mentang Junhyung Oppa sedang pergi jadi kamu memanfaatkan kesempatan ini buat selingkuhin dia? Kasian sekali Oppa, menyukai perempuan licik seperti kamu. Kenapa kamu masih menempel pada Junhyung Oppa seperti parasit tapi kamu terus tebar pesona pada pria-pria lain. Kamu benar-benar menyebalkan. Akan aku adukan semua perbuatanmu ini.” Semprot Naeun begitu Byul menutup pintu.

“Apalagi kali ini Onnie?” tanya Byul tanpa tenaga.

“Aku mendengar semuanya. Betapa kamu jahat pada Junhyung Oppa.” Bentak Naeun.

Byul mengeluarkan wajah tanpa dosanya. Dia tak tahu apalagi yang membuat Naeun memarahinya kali ini. Byul menjawab dengan malas-malasan. “Aku sedang tak ingin bertengkar hari ini Onnie.”

“Akan aku adukan semua perbuatanmu hari ini pada Junhyung Oppa,” ancam Naeun.

“Aku mendengar apa yang kalian bicarakan hari ini di taman tadi siang!!” seru Naeun.

*flashback on*
@Taman dekat dorm APink

“Kenapa kamu menghindariku Byul? Kenapa kamu terus menggantung hatiku? Aku butuh jawaban darimu? Aku menyukaimu Byul,” desak Minho.
Byul salah tingkah dan kembali mengalihkan pandangannya dari Minho. Byul mencabut beberapa daun yang ada di dekat bangku yang mereka duduki
.
“Byul tatap aku. Kumohon jangan seperti ini,” pinta Minho.
Byul menghela napas panjang. “oppa, aku juga memohon padamu. Apa Oppa tidak menyimak ceritaku kemarin? Jangan mendesakku terus. Aku bisa jadi jahat kalau Oppa terus bersikap seperti ini.”
“aku hanya membutuhkan kepastian jawabanmu. Kepastian kalau kamu akan menerimaku.”
“Baiklah kalau itu yang Oppa inginkan.” Byul akhirnya menatap Minho lekat-lekat. “aku menyukaimu Oppa. Apa setelah mendengar ini kau merasa tenang sekarang? Semoga Oppa puas dengan jawabanku.”

*flashback end*

Byul terkejut dengan apa yang dikatakan Naeun. Karena apa yang ia katakan pada Minho itu adalah apa yang ingin Minho dengar. Karena Byul tahu kalau ia menolak Minho, pasti Minho akan terus mendatanginya dan membuatnya jadi semakin tidak enak hati. Tapi jadi lain ceritanya kalau Naeun juga ikutan mendengar ucapan Byul tadi siang.

“Onnie, gak seperti yang Onnie bayangkan,” Byul sudah berlinang air mata.

“Apanya yang gak seperti aku bayangkan. Aku dengar sendiri dengan jelas kamu bilang kalau kamu juga menyukainya. Memangnya aku tuli. Tega-teganya kamu Byul. Bagaimana perasaan Junhyung Oppa kalau ia mendengar ini.”

“Andwe Onnie. Itu gak benar. Sungguh, aku hanya mengatakan itu agar Minho Oppa berhenti mendatangiku. Onnie percaya padaku,” Byul memohon.

“apanya?! Memangnya aku buta gitu. Kemarin-kemarin kamu pulang malam sama laki-laki lain yang bukan saudara kamu. Bagaimana bisa perempuan pulang malam seperti itu. aku gak mau reputasi kami jadi jelek karena kamu. Harusnya kamu pikirkan kami juga. Kami ini mau debut sebentar lagi, tapi kamu malah mondar-mandir dengan pria itu. Bisa-bisa antis kami jadi tambah banyak karena kamu, tau,” bentak Naeun.

“Naeun!!” seru Chorong yang sudah tiba di pintu masuk. Beberapa member APink juga ikutan menghampiri keributan yang terjadi di pintu masuk.

Byul menahan airmatanya agar tak terjatuh. Dia belum pernah dibentak seperti ini. Walaupun dulu di dorm shinee Key juga suka membentak Byul, tapi tak pernah kata-katanya sesadis ini.

“Kenapa kalian bertengkar seperti ini? ada apa?” lerai Chorong.

“Tanya sama dia, apa yang telah dia perbuat. Dan Onnie, jangan membelanya terus. Dia itu bukan siapa-siapa disini. Kenapa Onnie terus saja membela dia. Sebenarnya keluarga Onnie itu aku atau dia sihh!!” Sahut Naeun yang lalu meninggalkan tempat kejadian perkara.

“Kenapa Byul? Jangan pedulikan kata-kata Naeun. Dia Cuma lagi senewen karena sebentar lagi kita akan debut.”

Akhirnya Byul tak dapat menguasai airmatanya. Dia menangis dipelukan Chorong. Member yang lain hanya bisa menatap Byul dengan iba.

“Pantas saja orangtuanya meninggalkan dia seperti itu. Siapa juga yang mau punya anak serakah seperti dia, jadi wajar kalau dia dibuang oleh orangtuanya. Tinggal tunggu waktu saja sampau Junhyung Oppa membuang dia juga,” seru Naeun dari kamarnya.

Byul tampak terpukul dengan ucapan Naeun. Byul segera berlari keluar sambil terus menangis.

“Bomi, Eunji cepat kejar Byul,” terdengar teriakan Chorong dari dalam dorm.
Byul sudah sampai dijalan raya ketika Bomi dan Eunji berhasil mengejarnya.

“Byul kamu mau kemana? Maafkanlah Naeun, ya. Dia gak bermaksud kasar seperti itu,” bujuk Bomi.

“iya Byul ayo pulang sama kita. Nanti kalau Junhyung Oppa tiba-tiba datang dan kamu gak ada, bisa-bisa kita dimarahi,” Eunji ikut-ikutan merayu Byul.

“Aniyo Onnie. Naeun Onnie gak salah. Emang seharusnya aku gak mengatakan itu. Emang seharusnya aku gak disini. Emang seharusnya aku gak menyusahkan semua orang seperti ini. MIanhaeyo Onnie. Tapi aku ingin sendiri,” pinta Byul.

“Tapi kamu mau kemana?” tanya Bomi.

Belum sempat pertanyaannya dijawab Byul sudah berlari meninggalkan Bomi dan Eunji. Byul terus berlari, tujuannya hanya satu yaitu dorm Beast. Walaupun Byul tahu mereka masih ada di Jepang, tapi Byul tetap teguh melangkahkan kakinya menuju Dorm Beast.

Byul berhenti didepan taman. Ragu-ragu Byul menatap taman itu. Karena untuk ke dorm Beast akan lebih menghemat waktu kalau lewat taman. Akhirnya Byul memasuki taman yang cukup remang-remang ini. Byul masih berusaha menghentikan tangisnya. Tapi tiba-tiba ada yang menarik tangannya.

“Agashi, kau mau kemana? Kenapa tengah malam begini ada di tempat seperti ini?” terdengar suara berat sipemilik tangan tersebut. Karena gelap Byul jadi tak bisa melihat seperti apa rupanya.

Byul terkejut. “Ahjussi mianhae. Tapi aku sedang buru-buru.” Suara Byul terdengar bergetar.

“Eiii. Kenapa buru-buru? Temani aku dulu disini yaa.” Rayu laki-laki itu.

Byul panik. Dia langsung berusaha melepaskan diri dari pria tersebut dan lari. Tapi belum ada berapa meter Byul berlari sudah ada dua orang lelaki menghadangnya. Kedua orang itu langsung menyergap Byul dan memegangi kedua tangan Byul. Sementara lelaki yang pertama sudah tiba di depan Byul sambil terkekeh.

“Apa mau kalian?” tanya Byul yang gemetaran. “Apa kalian debt collector yang dulu ya? Kalian mau melakukan apa padaku. Lepaskan aku atau aku akan teriak.” Ancam Byul.

“Kami gak mau melakukan apa-apa. Kami hanya mau mengajakmu pesta saja.” Ujar si pria pertama sambil memberi kode pada kedua temannya untuk mengikutinya.

“Kyaaaa!!!” teriak Byul saat kedua pria itu menyeretnya.

Pria pertama langsung membekap mulut Byul. Byul sudah menangis tersedu-sedu. Dalam hatinya ia terus berdoa, agar Tuhan kembali menyelamatkan dirinya. Walaupun sebenarnya Byul sudah putus asa.

“Yah. Jangan teriak. Kamu gak mau membuat pesta kejutan kami jadi berantakan kan?” bisik pria pertama.

Kemudian cahaya-cahaya kecil muncul dari balik pohon bersama beberapa sosok yang Byul yakini adalah pria semua.
“Saengil Chukka hamnida. Saengil chukka hamnida. Saranghaneun Chageun Byul. Saengil chukka hamnida,”

“chukka hamnida Byul-ah,” seru Hyunseung yang membawa kue penuh lilin.

“Byul-ah Chukkahae,” sahut Key yang juga membawa kue penuh lilin.

Byul menatap pria yang tadi membekapnya, ternyata adalah Doojoon. Sedangkan dua orang yang memegangi tangannya adalah Onew dan Jonghyun. Di belakang Hyunseung ada Gikwang, Yoseob dan Dongwoon. Byul terpaku menatap mereka, karena Byul masih lemas karena tingkah Doojoon tadi.

“Oppa mana?” tanya Byul saat sudah bisa menguasai dirinya.

Ada sebuah cupcake kecil dengan satu lilin mungil muncul dihadapannya. “Saengil chukka hamnida, my star.”

Byul menatap haru Junhyung yang membawa cupcake tersebut. Airmatanya sudah tak terbendung lagi. Dia melupakan lilin-lilin di kue tersebut dan malah memilih untuk memeluk orang yang paling dirindukannya itu.

“Aigoo, tiup dulu lilinnya Byul.” Ujar Junhyung.

Byul melepaskan pelukannya seraya menghapus airmatanya. Kemudian Byul ancang-ancang meniup lilinnya.
“jangan lupa make a wish,” ucap Key.

Dan Byul meniup semua lilin dari semua kue yang ada di hadapannya. Semua yang hadir pun bertepuk tangan riang. Begitu pula dengan Byul.

“Tunggu Byul kamu belum meniup lilin dariku.” Sahut Naeun yang sudah tiba dengan sebuah kue kecil dan beberapa lilin diatasnya, membuntut dibelakangnya semua member APink. “Mianhae Byul. Aku tadi kasar padamu. Tapi tiup dulu lilin punyaku dan akan kuceritakan semuanya.”
Byul menurut dan meniup lilin dari kue yang dibawa Naeun.

“Aku kasar padamu beberapa hari ini karena disuruh Junhyung Oppa. Dia menyuruhku untuk membuatmu cemburu. Dia juga menyuruhku untuk membuatmu kesal. Aku sungguh gak bermaksud mengucapkan kata-kata itu padamu. Jadi kalau mau marah, marahilah Junhyung Oppa.” Ucap Naeun sambil menunjuk Junhyung.

Sementara yang ditunjuk hanya senyum-senyum saja dihujani pandangan tajam Byul.

“Oppa apa kamu tahu Onnie tadi menyebutku apa? Dia bilang aku parasit, teganya kamu menyuruh dia bilang begitu,”tuding Byul.

“Eii, udah, itu dibahas nanti aja. Sekarang terima hadiah kami.” Yoseob menyodorkan Byul sebuah kotak berwarna pink.

Byul membuka kotak tersebut dan ternyata adalah hape. Bukan hape biasa, karena itu adalah hapenya yang dulu rusak.

“Hapeku!!” Seru Byul. “oppadeul Gomawo!!” Byul memeluk Gikwang dan Yoseob.

“Ne saeng. Sekarang kamu lihat dulu hapemu. Apa ada yang kurang.” Ucap Gikwang.

Handphone Byul bergetar menandakan ada panggilan masuk. Byul langsung saja menekan tombol terima. Lalu muncul wajah dua orang yang sangat dirindukannya.

“Appa, eomma….” Bisik Byul pada Handphone-nya.
Kedua orangtua Byul menyanyikan lagu selamat ulang tahun pada puteri semata wayangnya itu. Kemudian ia berpesan kalau mereka akan segera kembali pada Byul secepat mungkin setelah menyelesaikan semua masalah hutang ini. Byul bahkan tidak dapat berkata apa-apa melihat wajah kedua orangtuanya. Ia hanya menangis bahagia mengetahui kalau orangtuanya masih sehat dan selamat.

“Junhyung menggunakan waktu liburan kita selama dua minggu ini untuk mencari dimana Ahjussi berada. Dia memaksa kami untuk mengacak-acak Daegu agar bisa menemukan orangtuamu,” ucap Hyunseung saat Byul sudah mematikan hapenya.

“Oppa~ gomawo,” byul langsung memeluk Junhyung *enak deh jadi Byul peluk sana-sini*

“Uljima, sebentar lagi kamu bisa berkumpul lagi dengan orangtuamu. Harusnya kamu senang sekarang.

“Ne, aku senang. Aku gak jadi marah padamu. Aku malah semakin sayang padamu Oppa. Kamu adalah Namjachingu terbaik yang pernah kumiliki,”

Minho dan Taemin tiba di taman bertepatan ketika byul mengucapkan-kata-kata ajaibnya. Minho datang terlambat ke acara kejutan ini karena ia baru diberitahu Taemin kalau Byul ulang tahun hari ini. Minho langsung buru-buru mengajak taemin pergi membelikan hadiah untuk Byul. Tapi yang dilihatnya, justru Byul malah semakin lengket dengan Junhyung.

“Ayo semuanya kita pindah ke dormku, aku udah siapkan barbeque untuk kalian semua!!” seru Doojoon.

“Asik!! Bakar ayam!!” seru Onew tak kalah hebohnya.

Akhirnya kerumunan masa (?) ini membubarkan diri menuju dorm Beast. Tapi Minho menghalangi langkah Byul dan Junhyung yang tertinggal dibelakang rombongan.

“Aku tunggu disana ya. Sepertinya ada yang ingin kalian bicarakan berdua.” Ucap Junhyung yang kemudian meninggalkan Byul bersama Minho berdua di taman.

Byul dan Minho hanya berdiri dalam diam. Byul diam karena dia merasa tidak ada lagi yang perlu dibicarakan. Tapi lain halnya dengan Minho.
“kenapa kamu mengkhianatiku? Kamu bilang kamu suka padaku?” tanya Minho memecah kekakuan.

“Aku menyukaimu seperti aku menyukai Doojoon Oppa, Gikwang Oppa, Yoseob Oppa dan Oppa yang lainnya. Kalau aku tak menyukaimu maka aku gak akan mau berhadapan denganmu sekarang Oppa.” Jawab Byul dingin.

“kenapa kamu seperti ini Byul?” bisik Minho.

“oppa, kumohon jangan memaksakan kehendakmu seperti ini. aku hanya menyukaimu sebagai kakak saja. Jangan buat aku jadi adik yang jahat Oppa.” Jawab Byul frustasi.

“Yasudah, ini hadiah untukmu. Kuharap kau mau menerima ini.” Minho memberikan Byul sebuah kotak kecil.

Awalnya Byul heran kenapa Minho tiba-tiba menurut dan berhenti memaksakan keinginannya. Akhirnya Byul mengambil kotak itu dan melihat isinya. Adalah sebuah kalung dengan liontin berbentuk bintang dengan mutiara biru ditengah bintang tersebut.
“neomu yeppeo. Ini terlalu cantik untukku.”

“kamu yang terlalu cantik untuk kalung ini.” ujar minho ambil memasangkan kalung tersebut ke leher Byul. Hal ini membuat wajah Byul dan wajah Minho benar-benar dekat.

Dan akhirnya tanpa bisa dicegah, Minho mengecup bibir Byul. Byul serta merta langsung mendorong Minho. Byul menatapnya begitu benci seolah dia baru saja di khianati.

Plaakk.. sebuat tamparan mendarat di pipi Minho.

“Apa yang kau lakukan Oppa?” tanya Byul sambil menutup mulutnya. Tapi Minho hanya diam.

“Apa yang baru saja Oppa lakukan?” bentak Byul.

“Mianhae, Byul. Aku hanya gak mau kehilangan kamu lagi.” Minho memohon pada Byul.

“Lepasin aku. Asal Oppa tau, Junhyung Oppa aja GAK PERNAH BERANI UNTUK MENCIUMKU!! Kenapa kamu tega mencuri ciuman pertamaku!! Kamu ternyata jahat Oppa. Aku benci kamu. Pergi dari hadapanku!!” seru Byul lalu berlari meninggalkan Minho yang masih mematung.

Minho merasa dirinya bodoh sekali. bagaimana bisa ia melakukan hal tersebut pada Byul. Sudah pasti Byul akan semakin tidak menyukainya. Minho akhirnya berjalan gontai menuju dorm Beast. Tapi langkahnya terhenti saat melihat Junhyung sudah berdiri dihadapannya.

Buukkk

Tanpa peringatan terlebih dahulu Junhyung sudah meninju pipi Minho. Minho langsung tersungkur. Dalam sekejap cairan merah keluar dari sudut bibirnya.

“wahh berani sekali kamu mencuri ciuman Byul dariku. Aku saja untuk sekedar cium kening atau pipinya saja harus minta ijin dulu sama Appanya. Tapi kamu?!” seru Junhyung.

“Sepertinya tamparan Byul saja tidak cukup tadi. Aku ingin sekali menghabisimu. Tapi aku masih ingat akan Hyungmu. Jadi minta maaflah sekarang, mumpung aku masih sabar.” Ujar Junhyung lagi.

Minho memegangi pipinya yang mulai memar. Ia merasa sudah benar-benar kalah sekarang. Pipinya memang sakit, tapi hatinya lebih sakit saat mendengar Byul bilang kalau ia membenci Minho.

“Mianhae Hyung.”

====000====

@parkiran di dorm Beast

“Byul kok kamu kesini sendirian?” tanya Hyunseung

“Iya, Junhyung Hyung mana? Kan tadi sama kamu.” Sahut Dongwoon.

Byul langsung shock. Ia takut kalau Junhyung melihat apa yang dilakukan Minho terhadapnya. Bisa-bisa Minho babak belur dibuatnya. Byul pun berniat kembali ke taman, tapi Key mencegahnya.

“Minho melakukan apa?” tanya Key.

“Apa?” Byul balik bertanya.

“Kamu datang dengan muka murung begitu. Terus sekarang kamu mau pergi dengan muka serius begitu? Ini pestamu, gak seharusnya kamu memasang wajah seperti ini. memangnya apalagi yang dilakukan Minho?”

“Amugotdo opseo.” Jawab Byul singkat.

“Yasudah, kalau emang gak ada apa-apa. Apapun yang Minho lakukan, maafkanlah dia. Kamu mau memaafkannya kan?” tanya Key.

Byul terdiam sejenak kemudian Byul mengangguk. “Aku harus memaafkan Minho Oppa yang sudah sangat baik padaku. Aku saja memaafkanmu yang selalu kasar padaku, apalagi pada Minho Oppa yang selalu membelaku.”

Byul langsung berlari meninggalkan Key, sebelum sempat menerima omelan darinya.

Di tengah perjalanan dia sudah berpapasan dengan Junhyung yang sedang memperhatikan kepalan tangannya. Byul langsung merasa bersalah pada Junhyung.

“Byul, kenapa kamu disini?” sapa Junhyung.

“Oppa.. hiks.. MIanhae..” bisik Byul sambil mengusap airmatanya.

“kenapa menangis lagi? Untuk apa kamu minta maaf?” tanya Junhyung yang sudah menghampiri Byul.

“kamu pasti tadi sudah lihat kan. Mianhae, jeongmal mianhae.” Ucap Byul yang masih terisak.

“lupakanlah.”

“Berarti kau benar sudah melihatnya kan? Ahh otteokhe? Aku benar-benar bodoh sampai bisa kecolongan seperti ini. jeongmal mianhae oppa. Kamu gak marah padaku kan?”

“itu bukan salahmu. Sudah sekarang kamu berhenti menangis.”

“Aku bodoh. Sekarang ini sudah gak perawan lagi,” ujar Byul sambil memegang bibirnya.

“hahaha. Apanya yang gak perawan. Kamu berbicara seolah kamu habis diapain aja.” Junhyung mengacak-acak rambut Byul dengan gemas.

“Tapi memang benar. Padahal aku udah menjaganya untukmu, tapi aku kecolongan.”

“yasudah. Untuk mengurangi kesedihanmu, biar Oppa hapus semuanya. Sekarang kamu kan udah tujuh belas tahun, jadi udah dewasa dan kita boleh ciuman tanpa harus ijin dulu sama appa-mu kan. Lagipula Oppa udah mendapat ijin dari appa-mu untuk membawamu tinggal seatap denganku. Sekarang sekedar ciuman saja boleh kan?” goda Junhyung membuat Byul tersenyum malu.

Junhyung kemudian menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Byul. Kemudian Junhyung mencium lembut bibir Byul. Hal ini membuat Byul melingkarkan kedua lengannya di leher Junhyung.

Sementara diujung jalan sana ada Minho yang menyaksikan romansa Junhyung-Byul. Ia sekarang benar-benar merasa kalah dan akhirnya merelakan Byul pergi.

Dan Byul kembali bersatu dengan Junhyung. Dan cerita selesai!!! Yeaaayyy!!

====000====

=fin=

mian endingnya kaya gini..
tadinya mau bikin minho sampe bisa berpaling ke naeun,, tapi udah gak punya waktu lagi.. heuk heuk heuk.. gomawo all buat yang udah baca ffku.. *bow bareng Naeun*

Advertisements
FF – STAR / PG 15 / Chapter 6 – End

4 thoughts on “FF – STAR / PG 15 / Chapter 6 – End

  1. eunhae says:

    langsung loncat baca part akhir -_- maaf eon jadi ga tau isi part 3-5nya.. udah buru2 jadi langsung baca part akhir. hehe
    itu minho nembaknya so sweet banget sumpahhh… melting saya bacanya. sayang ya di tolak. hehe

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s