FF – STAR / PG15 /Chaptered – Part 4


Tanpa banyak basa-basi,,, Happy reading!!! \(^o^)/
Buat yang baca secara sengaja ato gak tolong RCL yak.. saya butuh komen kalian, mau kritik ato ngasih saran juga boleh. Hahaha

Title: STAR Part 4
Author: Ratu Puteri a.k.a BeeDragon
Rating / Pairing: PG15 / STRAIGHT
Main Casts: * Lee Byul (Original character)
JunHyung Beast as Yong JunHyung
jh
MinHo Shinee as Choi MinHo
mh
Other Casts:
Shinee Member
Beast Member
And other Girlgroup and Boygroup kpop
Genre: romance, family,
Language: Indonesia, slight korea and english
Length : chaptered *masih belum ditentukan sampai berapa chap*
Disclaimer: semua karakter yang berasal dari Kpop adalah bukan karakter milik saya. Tapi karakter Lee Byul dan ide ceritanya adalah milik saya. TAKE OUT WITH FULL CREDIT. No Copy Paste and Don’t Be Silent Reader.

Part 4

@KBS Studio

“Maknae, kamu jangan cemberut gitu dong. Kita kan ajak kamu kesini untuk bersenang-senang,” hibur Jonghyun.

“iya, kamu jangan sedih gitu dong,” bujuk Taemin.

“Aku sebel. Kenapa aku malah ikutan wisata ke tempat kerjanya Oppadeul. Oppa bilang mau nemenin aku nyari appa dan eomma.” Protes Byul.

Mereka menyusuri koridor gedung KBS menuju tempat Taemin dan Jonghyun syuting variety show.

“Byul!!” panggil seseorang di belakang mereka.

Byul, Jonghyun dan Taemin langsung menoleh ke belakang. Dilihatnya dua orang namja yang sangat mereka kenal.

“Yoseob Oppa?? Gikwang Oppa??” byul tampak tak percaya dengan penglihatannya.

“Chageun byul!!” seru Gikwang.

“Oppaaaaa!!” Byul lalu berlari menuju Yoseob dan Gikwang begitu pula sebaliknya. Mereka melakukan adegan yang muncul dalam setiap drama dimana ketika dua orang yang sudah lama berpisah akhirnya bertemu kembali. Kemudian mereka saling berpelukan.

“Oppa bogoshippo,” tangis Byul pecah saat memeluk Yoseob dan GIkwang.

“nado, nado bogoshippo,” Yoseob ikutan menangis dan Gikwang menenangkan mereka berdua.

Jonghyun dan Taemin hanya bisa terpana melihat kejadian ini.

“Hyung, Byul beneran kenal sama mereka loh,” ujar Taemin.

“Nee, sepertinya sebentar lagi Beast akan datang ke dorm kita dan mengacak-acak semuanya.”

“ehh, emangnya mereka sekejam itu??” Taemin terlihat ngeri membayangkan yang diucapkan Jonghyun.

“Nee, karena mereka bakal mengira kalau kita udah menyandera Byul. Eotheokke?” sahut Jonghyun.

====000====

@shinee dorm

Minho tampak sedang bersiap-siap hendak pergi. Hal ini membuat Key bingung, karena setahunya Minho itu tidak ada jadwal hari ini.

“mau kemana?” tanya Key.

“ke KBS jemput Byul,” jawab Minho santai.

“mau ngapain?” tanya Key lagi.

“Mau jemput Byul, kan aku udah bilang. Kamu ini kenapa?” Minho mulai risih dengan sikap Key.

“Iya, aku tanya mau ngapain jemput dia. Kan dia udah sama Taemin dan Jonghyun.”

“dia mau ku ajak jalan.” Jawab Minho sambil tersenyum.

Key melongo tak percaya. Dia kemudian menghalangi Minho yang bersiap-siap keluar rumah.

“Wae??” Minho bingung melihat sikap Key.

“aku Cuma mau ngingetin kamu. Perbedaan antara suka, kagum dan kasian itu tipis.”

“maksudnya?” tanya Minho.

“Aku hanya mau negasin, kalau yang kamu rasain ke Byul itu bukan rasa suka atau kagum. Jadi berhentilah bersikap seperti ini. gak seharusnya kamu menyukai orang yang gak bisa kamu miliki.” Key menasehati Minho.

“Siapa yang gak bisa kumiliki? Aku gak salah dengan perasaanku sendiri jadi kamu jangan sok tahu,” Minho lalu menepis Key dan keluar rumah meninggalkan Key yang terpaku di pintu.

“Key, ngapain kamu disitu?” tegur ONew.

“Ah, gak kenapa-napa.” Key kemudian beranjak menuju ruang TV.

“kenapa kamu?” Onew terlihat bingung dengan sikap Key.

“sudah kubilang kan Hyung, membawa perempuan masuk ke Dorm kita adalah kesalahan. Sekarang hyung lihat sikap Minho. Aku dari awal gak pernah setuju anak itu masuk dan tinggal disini. Bawalah dia pergi hyung.”keluh Key.

“BIarkan aja. Dia ini yang merasakan. Kenapa kamu yang repot?”

“Masalahnya, Anak itu kan pasti akan keluar dari sini. Trus kalau dia udah keluar dari sini gimana sama Minho? Balik lagi kaya dulu gitu? Mungkin aja lebih parah Hyung. Lagian kenapa gak Hyung bawa aja sih ke tempatnya Beast. Anak itu kan suka sama Beast dan katanya kenal sama mereka. biarin aja mereka yang jagain. Dia selalu bilang kalau Junhyung itu namjachingu-nya dan Yoseob serta Gikwang itu teman-temannya. Kenapa sih Hyung gak juga membawa anak itu keluar? sekarang lihat apa yang terjadi. Minho akhirnya suka sama anak itu. Aissshhh.” Omel Key.

“wahh. Kamu itu bener-bener bisa bicara sebanyak itu dalam satu napas. Hebat,” puji Onew. “aku juga tahu masalah itu. Aku gak kepikiran kalau Minho bakal suka sama Byul. Kupikir dia Cuma suka sama Taemin(?)”

“Hyung aku gak sedang bercanda.” Geram Key.

“Ya, ya, aku akan lakukan sesuatu. Mungkin nanti aku akan bawa Byul ke rumahnya yang lama, siapa tahu aja ada tetangganya yang bisa kasih informasi dimana orangtuanya.”

DING DONG DING DONG

Bel dorm shinee berbunyi. Onew bergegas menuju pintu untuk melihat siapa yang datang.

“Oh, Junhyung. Ada apa kesini? Tumben??” tegur Onew saat melihat Junhyung yang berdiri di depan pintunya.

“langsung aja. Aku kesini karena aku dapat kabar kalau bintangku ada disini. Jadi aku kesini mau memastikan itu,” tembak Junhyung.

“Bintang? Ohhh yang kamu bilang belakangan ini kamu cari. Kenapa bisa ada disini? Masuklah dulu,” jawab Onew sambil menggiring Junhyung ke ruang tamu.

“bintangku, ahh bukan, maksudku Byul, kamu kenal?”tanya Junhyung begitu sampai di ruang tamu.

Mendengar pertanyaan Junhyung, Onew pun kaget bukan main.

====000====

KBS Studio again

“ya ampun Byul. Jadi itu yang kamu alami?? Lee Ahjussi dan Gaeun Eomma ninggalin kamu, trus…” Yoseob tak mempu meneruskan kata-katanya.

Sambil menangis Byul bercerita kepada Yoseob dan Gikwang tentang apa saja yang dilaluinya juga tentang bagaimana bisa ia bertemu Shinee. Mendengar cerita Byul yang begitu menyedihkan membuat Yoseob ikut menangis bersama Byul. Membuat Gikwang terus berusaha menenangkan mereka berdua. Sementara Jonghyun dan Taemin ikutan mendengarkan ulang cerita Byul.

“Gomawoyo, udah menjaga Byul. Byul ini udah seperti adikku sendiri.” Ucap Yoseob pada Jonghyun dan Taemin.

“Ahh, bukan apa-apa. Kita sesama manusia memang harus saling tolong menolong kan.”jawab Jonghyun sambil tersenyum.

“kalau gitu mulai sekarang Byul akan ikut kami. Maaf kalau Byul merepotkan kalian selama dia tinggal di tempat kalian,” kata Gikwang.

“Nee?? Maksudnya apa? Byul akan kalian bawa gitu?” tanya Taemin.

“ne, kami yang akan menjaga Byul mulai sekarang. Lagipula Appany pasti akan mencari dia ke tempat kami. Nanti kami akan ambil barang-barang Byul yang ada ditempat kalian, karena hari ini juga Byul harus ikut kami pulang.” Jawab Yoseob.

“tapi, setidaknya byul pamitan sama Onew Hyung dulu gitu, atau sekedar ucapin selamat tinggal dulu ke dorm kami. Masa mau langsung pulang gitu aja??” Taemin terdengar tidak rela.

“dengar ya, mungkin nanti malam kami akan ke dorm kamu untuk melakukan itu. Tapi sekarang Byul harus ikut kami pulang. Karena Junhyung hyung udah kaya orang gila nyariin dia sebulanan terakhir ini.” Gikwang mencoba memberi pengertian.

“Yong Oppa nyariin aku sampai segitunya??” tanya Byul tak percaya.

Gikwang dan Yoseob hanya mengangguk menjawab Byul. Melihat ini Byul langsung sumringah. “Aku akan pulang sama kalian.” Ucapnya sambil menggandeng lengan Yoseob dan Gikwang.

====000====

Back to Shinee dorm

“Byul gak ada disini. Dia ikut TAemin dan Jonghyun ke KBS untuk syuting.” Onew menjawab tanya Junhyung.

Junhyung mengepalkan tangannya mendengar jawaban Onew. Dalam hatinya ia begtu kesal karena sepertinya kata-kata Wheesung benar, kalau Byul menjadi asisten shinee.

“apa maksudmu kalau dia ikut membermu ke KBS? Memangnya sekarang dia jadi hoobae kalian atau apa?! Lebih baik kau bilang kalau dia lima menit lagi akan ada disini, sebelum aku mengacak-acak dorm mu ini.” geram Junhyung.

“Hyung, sabar dulu.. Minho dala perjalanan menjemput dia kok.” Key mencoba meredam amarah Junhyung.

Onew kemudian menceritakan apa yang terjadi sampai Byul bisa ada di Dorm Shinee. Junhyung yang mendengarkan ceritanya berkali-kali melongo tak percaya. Bagaimana mungkin yeoja yang dicintainya mengalami penderitaan seperti itu.

Setelah mendengar cerita Onew tak lama ponsel Junhyung berbunyi. Yoseob menelepon Junhyung dan mengabarkan kalau Byul sudah ditemukan dan sekarang dalam perjalanan menuju Dorm beast. Mengetahui yeojachingunya dalam keadaan baik-baik saja, Junhyung langsung memutuskan untuk pergi dari dorm Shinee.

“Ahh, iya. Aku akan membawa semua barang-barang Byul. Dia pasti bawa sesuatu ketika kesini kan? jadi nanti dia gak perlu lagi kesini. Dimana barang-barangnya?”

====000====

Back to KBS studio

“Hyung, Taemin,” panggil Minho.

Melihat Minho yang tiba-tiba muncul di studio membuat Jonghyun dan Taemin salah tingkah. Mereka tahu Minho pasti mencari Byul. Minho bisa ngamuk kalau tahu Byul baru saja dibawa pergi oleh yoseob dan Gikwang.

“Ohh, Hyung. Kenapa kemari?” tanya Taemin.

“Aku mau jemput Byul. Kasian kalau harus menunggu kalian syuting. Aku mau ajak dia jalan,” jawab Minho.
Hal ini langsung membuat jonghyun dan Taemin saling berpandangan. Mereka terlihat merasa bersalah.

“ada apa ini? mana Byul?” tanya Minho.

Jonghyun hanya menunduk sementara Taemin mengarahkan kepalanya menuju pintu keluar. Diujung sana terlihat Byul bersama dua orang namja sedang berjalan keluar. Melihat hal itu Minho langsung panic.

“Itu Byul sama siapa? Apa Debt collector menemukan dia? Kenapa kau biarkan saja Hyung?!” seru Minho yang lalu bersiap untuk mengejar Byul.

Tapi Jonghyun sudah menahannya duluan. “mereka Yoseob dan Gikwang. Mereka benar mengenal Byul. Dan Byul memaksa untuk ikut pulang ke tempat mereka. jadi aku gak bisa menahannya.”

“Tapi tetap saja kau harus menahannya hyung. Dia gak boleh pergi.” Minho kemudian menepis tangan Jonghyun dan mulai mengejar Byul yang sudah naik mobil bersama Yoseob dan Gikwang.

Minho pun mengejar mobil itu sampai keluar parkiran. Terus berteriak agar si pemilik mobil mau menghentikan mobilnya. Sementara Jonghyun dan Taemin ikutan mengejar Minho.

Tapi secepat apapun Minho berlari, dia tak mampu mengejar kecepatan mobil yang sudah menghilang di jalan raya. Minho akhirnya berhenti mengejar. Dengan mata berkaca-kaca ia terus berteriak meminta agar mobil itu kembali. Tapi percuma.

Jonghyun dan Taemin sudah berhasil mengejar Minho. Taemin langsung menenangkan Minho.

“Sudahlah Minho. Byul itu bukan milik kita. Lagipula dia ingin kembali ketempat dimana seharusnya dia berada.” Bujuk Jonghyun.

“Tapi Hyung gak seharusnya kamu membiarkan dia pergi. Dia gak boleh pergi Hyung. Gak boleh.” Seru Minho.

“Hyung, Byul itu udah ada yang punya. Junhyung Hyung itu benar namjachingunya. Kamu gak boleh begini Hyung.” Ucap Taemin.

Sementara Minho menangisi kepergian Byul.

====000====

@beast dorm.

Byul tiba dengan Yoseob dan Gikwang di dorm Beast. Dongwoon yang melihat kedatang Byul langsung berteriak kegirangan. Byul pun melakukan hal yang sama. Mereka kemudian melompat-lompat senang karena bisa bertemu kembali.

“Dongwoon oppa, neomu bogoshippoyo,” seru Byul.

“Hyung, kami tinggal ya. Mau balik lagi ke KBS. Jagain Byul ya. Jangan dibikin nangis. Junhyung Hyung sedang dalam perjalanan kemari.” Pesan Yoseob.

Kemudian Yoseob dan Gikwang pergi. Sementara Dongwoon langsung menarik Byul ke ruang TV dan memaksanya untuk bercerita tentang apa yang terjadi pada Byul.

Byul pun lalu menceritakan ulang kejadian mulai dari ketika ia bangun tidur sampai akhirnya ia bisa sampai nyasar di dorm shinee. Byul bercerita sambil terus menangis. Dongwoon yang mendengarkan ceritanya hanya bisa menatap byul sedih. Sementara Hyunseung sibuk menenangkan byul dan memberinya tissue untuk membersihkan airmata Byul.

“jangan nangis. Tadi Yoseob udah pesen untuk jangan membuatmu menangis. Nanti kalau Junhyung lihat kamu menangis bisa-bisa aku yang kena omel.” Bujuk Hyunseung.

Tak lama orang yang mereka bicarakan muncul. Ia masuk dengan membawa banyak kantung belanjaan, ransel dan sebuah boneka berbentuk ular berwarna-warni.

Dongwon langsung menghambur ke pintu masuk. “Hyung, coba liat. Byul ada disini. Ahh ini apa? Kau habis belanja Hyung?” dongwoon langsung membongkar kantung-kantung yang dibawa Junhyung.

Hyunseung lalu menarik Byul ke ruang tamu, dan kemudian ikutan dongwoon membongkar barang bawaan Junhyung.
Sementara junhyung dan Byul, mereka hanya berdiri dan saling menatap. Seolah sedang mengabadikan sosok yang ada di hadapan mereka. kalau saja mereka mau maju dua langkah saja, mereka mungkin sudah melakukan adegan-adegan dalam setiap drama yang ada.

‘bintangku, habis darimana saja kamu?’

‘aku habis bertualang. Aku bertualang mencari kebahagaiaanku.’

‘apa sudah kamu temukan?’

‘kurasa sudah, tapi baru satu. Kau sendiri apa yang kau lakukan selama ini?’

‘aku juga mencari kebahagiaanku.’

‘apa sudah kau temukan?’

‘ne, dia sekarang ada dihadapanku.’

“Hyung! Kalian ini apa-apaan? Orang udah lama gak ketemu bukannya saling pelukan atau apa gitu. Ini malah saling diam. Apa kalian ga kangen sama sekali?” protes Dongwoon memcah keheningan.

“Yahh! Kamu berisik sekali. mereka itu gak perlu mulut untuk saling berbicara tauu,” omel Hyunseung.

Hyunseung lalu menarik kerah baju Dongwoon dan menyeretnya keluar dorm meninggalkan Junhyung dan Byul di dalam. Begitu mendengar suara pintu tertutup, Junhyung langsung merentangkan tangannya.

“Apa kamu masih gak mau menghampiriku?” tanya Junhyung.

Melihat reaksi Junhyung, Byul langsung menghambur ke pelukannya. Byul kembali menangis dalam pelukan Junhyung. Dia melepaskan rindu yang begitu dalam terhadap namja yang dicintainya ini.

“kupikir kamu akan sembunyi lagi. Yang kemarin aku lihat di MBC itu benar kamu kan? Tapi kenapa kamu malah sembunyi di balik punggung Minho, bukannya menghampiri aku?” tanya Junhyung.

Byul mencoba meredakan tangisnya. “kupikir Oppa takkan mau bertemu denganku. Kau tahu, aku sudah bukan lagi puteri dari pemilik tempat karaoke terbesar di Shinsadong. Orangtuaku mengalami kebangkrutan. Bahkan terlilit banyak hutang. Orangtuaku bahkan sampai meninggalkanku sendirian. Aku saja sekarang sudah putus sekolah. Aku hanya gadis miskin, tak berpendidikan yang dibuang orangtuanya sendiri. Orangtuaku bahkan tak menginginkanku, bagaimana mungkin Oppa tak merasakan hal yang sama dengan mereka.” isak Byul.

“mereka meninggalkanmu pasti ada alasannya. Mana ada orangtua yang tega membuang puteri semanis dirimu. Pasti ada sesuatu, jadi jangan menyalahkan orangtuamu. Soal perasaanku padamu takkan pernah berubah, walaupun kamu bukan puteri pengusaha kaya. Karena aku menyukaimu bukan karena statusmu. Tapi karena apa adanya dirimu.” Ucap Junhyung.

Tangis Byul mereda setelah mendengar kata-kata Junhyung. “Betapa aku beruntung masih memiliki dirimu, Oppa.”

“Ne, aku juga beruntung bertemu dengan gadis yang tegar seperti dirimu.” Junhyung semakin mempererat pelukannya.

“Ahh, aku sungguh merindukan pelukan ini. walaupun badanmu tak sebidang badan Minho oppa, tapi tak ada yang bisa mengalahkan rasa hangat ketika sedang bersamamu oppa.”

“Mwo?!” junhyung melepas pelukannya. “apa maksud kata-katamu? Aku mencarimu sudah seperti mau mati, tapi kamu dengan Minho… ahh jadi itu yang kamu lakukan ketika di MBC?!”

Junhyung merajuk. Dia meninggalkan Byul dan menuju ruang TV. Junhyung kemudian langsung merebahkan dirinya di sofa lalu memejamkan matanya.

Melihat reaksi Junhyung, Byul langsung bingung. Bagaimana bisa ia sudah membuat Junhyung marah di hari pertama mereka bertemu. Byul kemudian menghampiri Junhyung.

“Oppa, jangan marah. Itu gak seperti yang Oppa pikirkan kok.” Byul mencoba membujuk Junhyung. Tapi Junhyung tak juga membuka matanya.

Byul mulai mencari akal untuk meredakan amarah Junhyung. Sebenarnya Byul tak perlu melakukan ini. karena Junhyung hanya pura-pura marah. Hanya saja karena sudah lama tak bertemu, Junhyung jadi ingin sekali menggoda Byul. Byul kemudian duduk di pangkuan Junhyung.

Merasa tiba-tiba ada beban di pahanya(?) junhyung langsung membuka matanya. Dilihatnya wajah Byul yang hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya. Hal ini membuat Junhyung kaget. Didorongnya kepala Byul menggunakan telunjuknya.

“jangan marah oppa. Aku tak bersungguh-sungguh mengucapkan hal tadi. Bagiku Oppa yang The Best. Sungguh.” Byul mengeluarkan aegyo-nya.

Dalam hati Junhyung tersenyum. ‘ahh siapa yang bisa marah padamu Byul.’

“Ne, aku maafkan, tapi ada syaratnya. Karena Minho itu juga sudah pernah memelukmu, jadi aku gak mau kalah,” ujar Junhyung. Kemudian dia menempelkan telunjuknya dibibir Byul. “itu. Maka aku tidak akan marah lagi.”

Byul kaget langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia menggelengkan kepalanya dengan begitu keras menandakan penolakannya. “Andwae Oppa. Aku masih dibawah umur. Masih minor jadi gak boleh begitu.” Seru Byul ketakutan.

“hahahaha. Kalau begitu apa sikapmu sekarang adalah sikap anak dibawah umur. Cepat turun dari pangkuanku atau aku akan benar-benar mencuri ciuman pertamamu.” Junhyung tertawa keras melihat reaksi Byul.

Bukannya turun dari pangkuan Junhyung, byul malah menyandarkan dirinya di badan Junhyung. “karena masih minor, jadi kita gak boleh melakukan itu. Sebagai gantinya begini aja ya oppa. Aku merindukanmu, biarkan aku begini lima menit aja.”

Junhyung terdiam. Junhyung kemudian membelai rambut panjang Byul. Begitu banyak yang ingin dia tanyakan pada Byul. Begitu banyak yang ingin dia ceritakan pada Byul. Tapi ia bingung harus memulai darimana. Tapi ia tak bisa terus diam seperti ini.

“apa yang kamu lakukan ketika merindukanku?” tany JUnhyung memecah keheningan. “bagaimana kamu bisa tidur? Kamu kan gak bisa tidur kalau belum dengar suaraku.”

“hmm. Yang aku lakukan ketika merindukanmu, aku memeluk Yong. Kalau sebelum tidur biasanya aku pinjam ipod taemin oppa untuk dengar suaramu. Itu lumayan bisa membuatku tertidur.”

“apa mereka baik padamu? Apa kamu menyusahkan mereka?”

“semua Shinee oppadeul baik padaku. Mereka mau membagi makanan mereka padaku. Bahkan Onew Oppa dan Minho oppa membelikanku baju baru. Hanya Key Oppa yang agak galak. Dia suka ngomelin aku karena aku suka pakai baju dan aksesorisnya. Belum lagi beberapa hari yang lalu aku membakar dapurnya, kekeke,” byul bercerita.

“mwo? Kamu membakar dapurnya? Sepertinya nanti aku harus datang lagi kesana untuk minta maaf. Ngomong-ngomong Byul ini sudah lima menit. Apa kamu tak mau bangun juga dari pangkuanku?”

“Ahh lima menit lagi Oppa,” rengek Byul.

“HYUNG!!!! Apa yang kalian lakukan?!!” seru Dongwoon dari pintu masuk.

Dongwoon bergegas menarik Byul dari pangkuan Junhyung dan menyerahkannya(?) pada Hyunseung. “Hyung kami tinggalkan kalian berdua bukan untuk melakukan hal-hal seperti itu. Bagaimana nanti kalau ada yang lihat.”

Junhyung tersenyum. “Syukurlah kalian datang. Soalnya kalau lima menit lagi kalian gak datang, mungkin aku bisa benar-benar…”

====000====

Junhyung memasukki dormnya dalam keadaan lesu tak bersemangat. Didapatinya Byul tengah bercanda dengan para member Beast. Seharusnya dia senang karena sekarang Byul sudah kembali berada di dekatnya. Tapi ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.

“wahh hyung, kau udah kembali. Mana eskrimnya?” tegur Gikwang.

“iya mana eskrimnya? Kenapa kamu beli eskrim lama sekali? jangan-jangan kamu habiskan semuanya ya?” tuduh Doojoon.

“Aku gak jadi beli eskrim.” Jawab Junhyung masih tanpa semangat.

Junhyung kemudian menarik napas panjang dan berkata, “Byul bereskan pakaianmu sekarang. Kamu akan keluar dari dorm ini.”

“MWO?!” seru Beast Boys dan Byul.

“memang Byul mau kemana?”

“memang Lee Ahjussi udah datang?”

“Oppa udah bertemu dengan Appa dan Eomma?”

Beragam pertanyaan ditujukan pada Junhyung. “Byul akan keluar dari sini. Aku gak mau dia tinggal di dorm ini. aku akan memindahkannya ke tempat lain.”

~~~~~~~~~~

Flashback on (beberapa jam yang lalu)

Junhyung keluar dari sebuah minimarket yang ada di dekat dormnya. Di tangannya terdapat sekantung plastic eskrim pesanan Byul dan Beast Boys. ketika sedang dalam perjalanan hendak kembali ke dormnya, tiba-tiba sesosok namja berpostur badan lebih tinggi darinya menghalangi jalannya.

“ohh, Minho, annyeong. Apa yang kamu lakukan disini?” tegur Junhyung pada namja dihadapannya.

“Annyeong haseyo Hyung. Bisa bicara sebentar. Aku ingin bicara sesuatu denganmu.” Ujar Minho.

Kemudian Junhyung mengajak Minho ke lapangan dekat dormnya. Sesampainya di lapangan Junhyung sempat menawari Minho eskrim yang dia bawa, tapi ditolak oleh Minho. Akhirnya Junhyung sendirian memakan eskrim *ga penting deh infonya*

“kamu mau ngomong apa? Ooh iya, thanks karena kalian udah menjaga Byul selama dia tinggal dengan kalian. Aku berhutang banyak pada kalian.” Ujar Junhyung sambil membuka bungkus eskrimnya.

“ne sama-sama. Aku mau bilang sesuatu, kurasa ini penting untuk kamu ketahui Hyung,” jawab Minho. Kemudian Minho menarik napas panjang. “Aku menyukai Byul.”

Junhyung tersedak eskrim begitu mendengar pengakuan Minho. Berani sekali anak ini mengungkapkan perasaannya seperti ini, batin Junhyung.

Junhyung kemudian tersenyum. “Ne gomawo. Memang gak ada orang yang gak akan suka pada Byul. Anak itu punya pesona yang bisa membuat semua orang suka padanya.”

“bukan begitu maksudku. Aku Menyukai Byul,” minho memberi penekanan pada setiap kata-katanya.

Junhyung memejamkan matanya. Ini bukan pertama kalinya ia mendengar ada pria yang mengakui menyukai Byul. Tapi tetap saja ia merasa ada sedikit kegalauan begitu mendengarnya dari Minho. Seolah tekanan darahnya tiba-tiba naik begitu mendengar pengakuan Minho.

“karena Hyung adalah Namjachingunya, untuk saat ini, jadi aku merasa harus memberitahumu akan hal ini. aku akan merebut Byul darimu. Karena aku selalu merasa Byul itu tak pantas untukmu Hyung. Kau hanya bisa membuatnya menangis.” Ucap Minho.

Lagi-lagi Junhyung tersenyum mendengar kata-kata Minho. “jadi kau akan merebutnya dariku begitu? Kau merasa aku selalu membuatnya menangis begitu? Baiklah, lakukan apa yang kamu mau.”

“maksudmu Hyung?” tanya Minho bingung. Dalam hati ia bertanya-tanya, kenapa secepat ini dia mendapat restu.

“Ne, kamu mau merebut Byul dariku kan? Silakan coba. Silakan berusaha untuk membuat Byul jatuh cinta padamu. Tapi aku pesan sesuatu, nanti kalau Byul menolakmu, kuharap kamu gak patah hati yang berkepanjangan. Karena yang kutahu. Satu-satunya pria yang dicintainya setelah Appa-nya itu adalah aku.” Jelas Junhyung sambil tersenyum.

Minho mengernyitkan dahinya. Betapa orang satu ini punya kepercayaan diri yang begitu tinggi, batinnya.

“Aku bukannya mau menyombongkan diri. Tapi, Byul itu hanya menganggap semua pria itu sebagai Oppa saja. Aku berani bertaruh, ketika kamu bilang kalau kamu suka padanya, dia pasti akan menjawab ‘ne, aku juga suka padamu oppa’. Begitulah dia. Dan satu lagi, Byul itu menangis bukan karena aku. Dia memang memiliki airmata yang begitu banyak, jadi dia gampang terharu bahkan untuk hal-hal yang paling sepele sekalipun.” Ujar Junhyung.

“jadi kau merestuiku untuk merebut Byul darimu Hyung. Baiklah, takkan kusia-siakan kesempatan ini. jangan marah padaku kalau nanti Byul benar-benar meninggalkanmu.” Tantang Minho.

“Johayo. Lakukan saja sesukamu. Aku gak bisa melarang perasaan orang.” Jawab Junhyung.

“tapi aku punya satu permintaan. Akan sangat tidak adil pertandingan ini kalau Byul masih tinggal di dormmu. Karena kau bisa bertemu dengannya setiap hari sementara aku tidak. Bisa kau pindahkan Byul dari tempatmu Hyung.” Pinta Minho.

“lalu apa aku harus membawanya kembali ke dorm-mu? Itu juga tidak adil buatku.”

“Aniyo, pindahkan saja dia ketempat yang netral, mungkin aku bisa menitipkannya di tempat Hoobaeku, Fx. Karena Amber sedang tidak di seoul jadi kamarnya kosong. Bagaimana? Karena aku tak ingin kau menghasut Byul untuk menolakku.”

Junhyung meremas eskrim yang ada ditangannya. Kemudian ia membanting semua eskrim yang ada di kantong plastic ke tempat sampah. “Ahh eskrim ini sudah mencair semua.” Junhyung mengalihkan pembicaraan.

“aku akan memindahkannya, tapi tidak ketempatmu. Karena biar bagaimanapun Byul itu harus ada didekatku. Aku tidak akan menghasutnya, tenang saja. Karena dia bisa menentukan sendiri hatinya. Malam ini aku akan membawanya ke dorm salah satu trainee kami. Kamu bisa ikut kalau kamu mau.” Ucap Junhyung.

Ada suasana dingin diantara kedua namja itu sekarang. Junhyung kemudian kembali ke dormnya meninggalkan Minho dilapangan. Karena kalau ia berdiri disana semakin lama, mungkin ia akan meninju Minho tanpa sadar.

Flashback end

~~~~~~~~~~

“Aku akan membawamu ketempat yang isinya perempuan semua. Karena aku gak mau melihatmu disini, satu atap dengan enam laki-laki seperti ini. sudah cukup kemarin kamu tinggal satu atap dengan Shinee.” Ucap Junhyung.

“memangnya kenapa Hyung? Kenapa tiba-tiba seperti ini?” tanya Yoseob.

“Karena aku gak bisa melihat kalian,” junhyung menunjuk Doojoon dan Gikwang, “terus menyelinap ke kamarnya Byul tiap malam.”

“yah, Junhyung. Kamu menuduhku seperti seorang pervert yang menyelinap ke kamar anak gadis malam-malam. Aku ini bukan Gikwang tau. Lagipula dikamarnya Byul kana da barang-barangku.”

“Yah hyung. Memangnya aku ini apa?” Gikwang menyikut Doojoon. “Hyung aku gak melakukan apa-apa kok. Aku Cuma mau mastiin kalau Byul udah tidur. Gak ada yang lain.”

“pokoknya aku akan membawa dia keluar dari sini. Kalau dia terus disini, permainan ini akan jadi tidak asik.” Ujar Junhyung.

“memang kamu mau membawa dia kemana? Hotel? Atau nyewa apartemen baru?” tanya Hyunseung.

“Aku akan bawa ke tempatnya A Pink. GNa Noona kan udah dapat Apartemen baru. Jadi kamarnya GNa di Dorm A Pink kosong. Dan Byul akan tinggal disana. Aku udah hubungi manajer mereka. katanya boleh.”

“A Pink? Berarti ke tempatnya NaEun dong? Ahh Shireo! Aku gak mau!” tolak Byul.

“Kenapa? Kamu bukannya temenan sama NaEun? Lagipula walaupun kalian seumuran, tapi Naeun itu lebih tua dari kamu, jangan panggil dia seperti itu.” Bujuk Junhyung.

“Naeun itu udah bikin aku salah paham sama Oppa. Pokoknya aku gak mau pindah ke tempat dia. Bawa aja aku ketempat Minho oppa lagi, kalau memang Oppa gak mau aku disini.”

“Hyung. Gak apalah Byul tinggal disini. Nanti aku pasangin kunci di kamarnya biar gak ada yang bisa masuk kalau udah malam.” Bujuk Yoseob.

“Pokoknya Byul akan tinggal di tempatnya A Pink.”

====000====

TBC aja lagi dehh..

ayo dipilih.. dipilih.. dipilih.. *emang lagi jualan*
kira-kira byul bakal tergooda sama abang mino gak nihh..
part berikutnya sepertinya bakal jadi part akhir.. cz saya udah males ngelanjutinnya.. abis udah bikin cerita baru lagi ajahh.. hahaha *author gak tanggung jawab*
sekuel oppa babo ajah belum dibikin, udah mau bikin yang lain lagi *sigh*

yak silakan di komen…

Advertisements
FF – STAR / PG15 /Chaptered – Part 4

One thought on “FF – STAR / PG15 /Chaptered – Part 4

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s