FF – STAR / PG15 / Chaptered – Part 1


Omoooo, saya comeback dengan ff baru.. sekarang kan lagi heboh soal debt collector tuh, kebetulan banget pas saya lagi pngen bikin ff soal debt collector. Hehehe…

Betewe saya butuh komen kalian niih.. entah kenapa tiap baca ulang nih ff selalu ngerasa ada yang kurang. Tapi entah ada dimana. Jadi mohon bantuannya yaa.. tolooooooooong banget ini karya berharga saya kalian koreksi..

Jadi saya mohon dengan sangat komennya.. apa aja yang perlu di koreksi dari ff ini.. pleaseee…..
Reader yang baik pasti mau komen kann.. hohoho..


Title: STAR
Author: Ratu Puteri a.k.a BeeDragon
Rating / Pairing: PG15 / STRAIGHT
Main Casts: * Lee Byul (Original character)
JunHyung Beast as Yong JunHyung
jh
MinHo Shinee as Choi MinHo
mh
Other Casts:
Beast Member
Shinee Member
And other Girlgroup and Boygroup kpop
Genre: romance, family,
Language: Indonesia, slight korea and english
Length : chaptered *belum ditentukan sampai berapa chap*
Disclaimer: semua karakter yang berasal dari Kpop adalah bukan karakter milik saya. TAKE OUT WITH FULL CREDIT. No Copy Paste and Don’t Be Silent Reader.


(Author POV)

=Mimpi apa aku semalam. kenapa Tuhan memberiku cobaan seperti ini. apa Tuhan sedang membenciku?=

Pagi yang cerah di sebuah musim semi yang indah. Matahari memancarkan cahaya terhangatnya memberikan tenaga bagi setiap manusia yang sudah memulai aktivitasnya. Embun di dedaunan pun mulai mencair membuat pagi hari ini menjadi begitu segar dan hangat.

Tapi pagi ini tidaklah secerah itu bagi Lee Byul. Dia terlihat sedang duduk termenung di ruang makan rumahnya sambil meremas selembar kertas. Cairan bening sudah memenuhi matanya, menunggu saat yang tepat untuk membuat sebuah sungai kecil dipipinya.

Dirapikannya lagi kertas ditangannya. Dibacanya kembali isi kertas tersebut..
‘Byul-ah, mianhae. Appa harus meninggalkanmu seperti ini. tapi kamu tahu kan kondisi kita saat ini. appa tidak berharap kamu mengerti, sayang. Tapi appa memutuskan untuk pergi sebentar. Kamu baik-baik disana ya. Appa sayang kamu.’

Mata Byul terus menyusuri setiap kata yang tertulis di kertas tersebut ada dua tulisan berbeda. Yang atas adalah tulisan appa-nya sedangkan dibawah kertas tersebut ada tulisan eomma-nya yang isinya..
‘Byul-ah, eomma ikut dengan appamu. Kamu tahu kan appa tidak bisa hidup tanpa eomma. Jadi kamu harus bisa hidup dengan baik. Eomma yakin kamu bisa bertahan dan hidup mandiri. Kami sayang kamu.’

“Aku juga gak bisa hidup tanpa eomma,” airmata Byul mulai mengalir dipipinya. “ bagaimana bisa kalian pergi meninggalkanku sendirian disini. Bagaimana bisa kalian menyuruhku untuk hidup dengan baik. ”

Byul menangis sambil meremas kembali surat yang ditinggalkan orangtuanya itu. Matanya mulai menjelajahi seisi rumahnya. Ada pemandangan mencolok di setiap sudut rumahnya, yaitu disetiap perabotan rumahnya menempel sebuah kertas merah kecil yang bertuliskan ‘DISITA, MILIK NEGARA’.

“rumah ini bahkan sudah tidak bisa ku tempati lagi. Tapi kenapa kalian malah pergi dan meninggalkanku sendiri. Kenapa kalian melarikan diri dan tak mengajakku bersama kalian!!” tangisan Byul semakin kencang.

Setelah beberapa saat akhirnya Byul menghentikan tangisannya. Dia memutuskan untuk pergi mencari orangtuanya. Tujuan orangtuanya pasti hanya satu, yaitu rumah kenalan Appa di Daegu. Pasti appa kesana untuk meminjam uang.
Terdengar suara mobil berhenti di depan rumah. Byul lalu mengintip dari jendela diruang makan. Dilihatnya ada empat orang pria berbadan besar berpakaian serba hitam keluar dari mobil van tersebut dan berjalan menuju halaman rumahnya.

Kedatangan pria-pria ini membuat Byul panik. Orang-orang inilah yang menempelkan semua stiker merah menyakitkan mata itu di seluruh perabot dirumahnya. Orang-orang ini jugalah yang membuat appa-nya melarikan diri tanpa sempat mengajak byul untuk ikut. Mereka adalah debt collector yang menagih hutang-hutang appa-nya.

Byul langsung berlari menuju kamarnya di lantai dua. Begitu sampai di kamarnya segera dikeluarkannya tas ransel yang sudah terisi pakaian. Lalu dia mengambil tas tangannya, kemudian dengan serampangannya dia masukkan handphone, diary, dompet dan beberapa benda yang ada di meja riasnya. Kemudian dia memakai coat coklatny sambil mengancingkannya asal-asalan. Sementara ketukan pintu di lantai bawah terdengar semakin kencang, membuat Byul mempercepat geraknya.

“Lee Byung hee!! Keluar kamu!! Kami tahu kamu ada didalam!! Mau sampai kapan kamu sembunyi hah!!” seru debt collector itu.

Byul yang panik hanya bisa mondar-mandir bingung di kamarnya. Dia bingung benda apa lagi yang harus dibawanya. Kemudian ia melihat boneka berbentuk seperti ular dengan sepasang kaki disetiap potongan badannya. Ditariknya boneka tersebut. Lalu matanya menatap sebuah frame lipat yang ada di meja riasnya. Ada dua buah foto disana. Foto pertama adalah foto ia bersama appa dan eomma-nya, sedangkan foto yang satunya lagi adalah foto Byul bersama dengan seorang pria yang adalah namjachingunya. Byul lalu memasukkan foto itu kedalam tas tangannya.

Braaakkk!! Terdengar suara pintu yang dibuka secara paksa. Tampaknya pria-pria berbadan besar itu sudah berhasil masuk kedalam.

“Lee Byung Hee! Kalau kamu gak bisa membayar hutangmu dengan uang, kamu bisa membayar dengan memberikan anak perempuanmu itu!!”

Langkah Byul terhenti mendengar teriakan pria-pria itu. Jadi appa meninggalkan ku disini untuk diberikan pada mereka? Pikir Byul. Dengan airmata tertahan ia keluar lewat jendela kamarnya. Diraihnya dahan pohon yang dekat dengan jendela lalu ia mulai merayap antara dahan yang satu ke dahan yang lain sampai akhirnya dia tiba di pagar belakang rumahnya.

“Yah anak itu kabur!!” seru seseorang dari jendela kamar Byul.

Byul yang kaget langsung terjatuh dari pagar setinggi satu setengah meter tersebut. “Auuww!” Byul meringis.
Tanpa menoleh kebelakang lagi Byul mulai berlari dari kejaran debt collector. Ia terus berlari sambil menahan airmatanya.

= tuhan, apa kau sedang menghukumku? Apa ini karena aku begitu tak mensyukuri segala nikmat yang kau berikan. Kau membuat orangtuaku pergi meninggalkanku, apa ini karena aku yang terlaalu sering melawan mereka? Kau mengambil semua harta benda kami, apa ini karena aku begitu sering menghambur-hamburkan uang? (Lee Byul’s Mind) =

====beedragon====

“Ahjussi, tolong aku,” dengan nafas setengah-setengah Byul memohon pada seorang ahjussi yang sedang merapikan tokonya.

Ahjussi itu memperhatikan Byul yang dalam keadaan sangat berantakan sambil menaikkan kedua alisnya. Dia berpikir kalau Byul adalah orang tak waras, karena Byul memakai coat di cuaca secerah ini.

“Ahjussi, ada orang yang mau culik aku! Tolong aku untuk sembunyi,” seru Byul.

Byul menoleh kebelakang, dilihatnya pria yang tadi mengejarnya. Tanpa menunggu persetujuan dari ahjussi pemilik toko, Byul langsung bersembunyi di balik meja.

Terdengar derap langkah menghampiri toko tempat Byul bersembunyi.
“kalian cari kearah sana, dan kamu kesana!”

Byul mendengar langkah kaki yang masuk ke dalam toko.

“hey, apa kau melihat seorang gadis lari kesini? Dia tingginya kira-kira segini, memakai coat cokelat, dan membawa tas ransel? Apa kau lihat anak seperti itu tadi?” Tanya debt collector itu.

Hening, akhirnya ahjussi pemilik toko tersebut bilang, “entahlah, saya sendiri baru buka toko, jadi belum sempat melihat keluar.”

Setelah mendengar jawaban ahjussi pemilik toko, debt collector tersebut langsung pergi menyusul teman-temannya. Sedangkan ahjussi itu kembali masuk kedalam dan menegur byul yang masih meringkuk ketakutan di kolong meja.

“Agashi, mereka udah pergi. Kenapa kamu mau diculik sama mereka?”

Byul menghela nafas panjang, seolah ia sudah menahan nafasnya sejak ia bersembunyi di bawah meja, “mereka mau menjual aku, ahjussi.”

Byul keluar dari persembunyiannya kemudian membungkukkan badan 90ᴼ kepada ahjussi pemilik toko, “kamsahamnida ahjussi, jasamu tak akan aku lupakan.”

“ah, nee. Nanti kamu keluar ke sebelah kiri ya, karena mereka gak ke arah sana. Dan lebih baik kamu pergi ke kantor polisi.”

“nee kamsahamnida ahjussi. Maaf ahjussi, boleh aku tukar uang. Aku butuh uang koin untuk nelpon kenalanku.”

====beedragon====

Byul masuk ke sebuah kabin telepon umum. Byul menatap handphonenya untuk mencari nomor namjachingunya. Hei, byul punya handphone tapi kenapa dia menelpon pakai telepon umum? Itu karena handphonenya sudah diblokir karena tak melunasi tagihan teleponnya.

Setelah memasukkan koin Byul mulai menekan nomor telepon namjachingunya. Sudah beberapa hari ini Byul menghindari namchinnya itu, karena issue yang beredar tentangnya.

Issue? Ya, namjachingu Byul adalah seorang idol dari grup yang tengah naik daun. Dia adalah rapper dari boyband yang bernama Beast. Ya, namjachingunya Byul adalah Yong Junhyung. Sudah setahun lamanya mereka berpacaran. Byul bisa mengenal Junhyung karena Byul kenal dekat dengan Yoseob, yang juga merupakan personel Beast. Yoseb lah yang menjodohkan Byul dengan Junhyung.

Terdengar nada sambung di seberang sana. Cukup lama sampai akhirnya panggilan Byul dijawab.

yoboseyo?” terdengar suara perempuan yang menjawab telepon Junhyung. Byul langsung bingung dan mengecek ulang nomor yang tertera di layar telpon. Dia tak salah memasukkan nomornya. Tapi kenapa yang menjawab teleponnya itu perempuan?

“yah! Nuguseyo?!!” bentak Byul.

“loh? Harusnya aku yang tanya, kamu ini siapa nelpon langsung bentak-bentak gitu?”

“ini telepon Junhyung Oppa kan?! Kenapa kamu yang angkat telepon oppa. Junhyung oppa mana?! Kamu siapa?!!” bentak byul lagi.

ne, ini memang telepon Junhyung Oppa. Tapi oppa lagi mandi, jadi aku yang angkat teleponnya. Aku NaEun. Kamu siapa?

“mandi?!!” seru Byul. “yah memangnya kamu siapanya Oppa hah?!!”

Tuuut tuuut tuuut. Silakan masukkan koin anda jika ingin meneruskan panggilan ini.”

Telepon pun terputus karena Byul sudah tak punya uang koin lagi.

“Aiiissshh!!!” Byul membanting gagang telepon dan dia mulai berteriak frustasi dalam kabin telepon umum.

Byul merasa kakinya begitu lemas. Akhirnya ia bersimpuh di dalam kabin dan mulai menangis. Menangis begitu sedih. Bukan karena ia ditinggal pergi orangtuanya, tapi karena kenyataan yang baru saja dialaminya, yaitu kekasih tercinta ternyata berselingkuh di belakangnya.

Byl langsung mengambil kesimpulan bahwa Oppa-nya itu berselingkuh, hanya karena ucapan dari perempuan yang bernama NaEun tadi. Byul kenal dengan yeoja bernama NaEun itu. Dia adalah model MV Beast yang berjudul Beautiful. Byul pernah bertemu dengannya karena Junhyung yang mengenalkan mereka.

“oppa, huaaaa,” byul terus menangis, membuat para pejalan kaki menatapnya iba.

“huaaa, aku rela walaupun Kau mengambil semuanya dariku, tapi jangan Oppa-ku, ya Tuhan,” isak Byul.

= tuhan, apa kau sedang menghukumku? Apa ini karena aku begitu tak mensyukuri segala nikmat yang kau berikan. Kau membuat kekasihku mengkhianatiku, apa ini karena aku yang terlalu sering menuntut perhatiannya? Kau boleh mengambil semuanya, orangtuaku, hartaku, masa depanku, tapi kumohon jangn juga kau jauhkan JunHyung Oppa dariku. (Lee Byul’s Mind) =

====beedragon====

Byul menatap refleksi dirinya di kaca di depan sebuah café. Betapa menyedihkannya keadaannya sekarang. Memakai coat yang hampir menutupi lututnya di sore cerah seperti ini. selain itu kancing coatnya pun tak beraturan, karena itu Byul langsung melepas semua kancing coatnya dan memasang ulang dengan benar.

Rambutnya yang di kuncir asal-asalan bahkan sudah tidak jelas bentuk ikatannya, karena pelariannya membuat rambutnya sangat sangat sangat berantakan. Belum lagi di poninya masi menempel roll yang ia pakai semalam sebelum tidur. Segera dikuncir ulang rambutnya sedangkan dibiarkannya roll itu terus menggulung poninya.

Lalu pandangannya beralih ke kakinya yang menempel selop berbentuk kelinci berwarna pink, sandal yang biasa ia pakai untuk mondar-mandir di dalam rumah. Bahkan karena paniknya Byul sampai tidak sempat untuk mencari sepatu.

Ia kembali memandangi wajahnya yang memerah karena habis menangis tadi. Great, betapa menyedihkannya keadaan Byul sekarang. Dia yang ketika sekolah selalu memakai seragamnya dengan modis, selalu menghias rambut panjangnya dengan segala pernak-pernik, selalu berganti-ganti sepatu, dan selalu merias wajahnya dengan sedikit makeup. Tapi sekarang Byul tak jauh beda dengan para pasien depresi di rumah sakit jiwa.

Setelah selesai mengoreksi dirinya, Byul meninggalkan café tersebut. Karena semakin lama ia berdiri disana akan semakin lapar di dibuatnya. Sebab sedari pagi sejak ia bangun tidur sampai detik ini belum ada makanan ataupun minuman yang lewat di tenggorokannya. Byul bahkan sudah tidak punya uang sepeserpun untuk sekedar membeli minuman.

Byul melangkahkan kakinya gontai. Ia bingung akan bermalam dimana ia malam ini. Dia berjalan sambil mengayun-ayunkan tas tangannya.

SLaaaappp (==> bahasa apa ini?)

Tas tangan Byul menghilang. Seseorang pengendara sepeda motor menarik tasnya dari genggaman tangan Byul. Byul langsung tersadar dari lamunannya. Ia yang panik langsung mengejar pengendara motor itu dengan sisa tenaga yang ada.

“YAHHHHHH!!! Maling!! Jambret!! Copet!! Toloooooong!!!!” teriak Byul sambil berlari.

Tapi tak ada yang mendengar teriakannya. Orang-orang terlalu sibuk dengan urusan mereka masing-masing sehingga tak mempedulikan teriakan Byul.

“Ahjussi!! Kau menjambret orang yang salah!! Di dalam tas itu gak ada apa-apanya!!”

Byul terus berlari mengikuti penjambret yang sudah jauh di ujung jalan sana. Tapi secepat dan sekencang apapun dia berlari, Byul tetap tidak akan mampu mengejar kecepatan sebuah motor. Akhirnya penjambret tersebut pun menghilang.

“Aiiissshhh!!” Byul berhenti dan kembali bersimpuh di jalanan yang cukup sepi ini. Dengan kesalnya Byul melempar boneka ularnya.

Tenaganya sudah habis karena dia berlari sambil berteriak. Belum lagi perutnya terasa kram, karena lari dalam keadaan lapar. Byul kembali menangis karena isi tasnya adalah semua harta berharganya. Dompet, diary, fotonya dengan kedua orangtuanya, dan fotonya dengan Oppa tercinta.

Setelah dirasakan perutnya sudah membaik, Byul bangkit untuk mengambil boneka yang ia lempar. Ia berjongkok sambil mebersihkan debu yang menempel di bonekanya.

“Yong, maaf aku gak maksud buang kamu. Karena kamu satu-satunya peninggalan dari Junhyung Oppa, aku gak mungkin membuang kamu, walaupun Junhyung Oppa udah khianatin aku,” kata Byul sambil memeluk bonekanya.

Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnn.

Byul menoleh ke arah kirinya. Dia melihat ada mobil sedan yang sedang melaju kearahnya diiringi dengan suara decitan yang panjang.

“Hei ada kecelakaaan!!!!”

= tuhan apa ini juga rencanamu? Setelah menyiksaku seharian penuh, sekarang kau mau mengambil nyawaku? Aku belum mau mati. Aku masih ingin bertemu dengan Appa dan Eomma untuk bilang kalau aku menyayangi mereka. aku juga ingin bertemu dengan Junhyung oppa untuk bilang kalau aku membutuhkannya. Kumohon padaMu, aku masih ingin hidup. (Lee Byul’s Mind) =

====beedragon====

Di rumah sakit

“Hyung, eothokke??”

“udah kamu tenang aja. Anak ini baik-baik aja, kamu gak akan dituntut karena udah nabrak dia, jjong.” Jawab namja bermata sipit.

“tapi bukan aku yang salah hyung. Kan tadi hyung liat sendiri, anak ini tiba-tiba nongol di tengah jalan.”

“makanya Jonghyun, kalau lagi nyetir mobil itu pikirannya yang focus, jangan mikiirin yang lain.” Sahut namja bermata sipit itu lagi.

“permisi, Onew-ssi. Saya butuh data anak ini. apa anda mengenal anak ini?” tanya seorang suster.

Pria bermata sipit yang ternyata bernama Onew tersebut langsung menoleh ke arah suster. Dia terlihat agak sedikit kebingungan sejenak.

“ahh, iya. Anak ini kenalan kami. Dia sepupu jauhku. Dia kabur dari rumah dan ternyata aku menemukan dia sudah dalam keadaan seperti ini.”

Mendengar jawaban onew, namja yang bernama jonghyun langsung terbelalak. Dalam hatinya berpikir, sejak kapan yeoja yang ditabraknya ini jadi sepupu jauhnya onew. Ingin jonghyun menyela ucapan Onew, tapi ditahannya.

“kalau begitu bisa ikut saya ke bagian administrasi sebentar,” pinta sang suster.

“ah, ne.” onew pun pergi mengikuti suster itu. “yah, kamu jaga anak itu.” Ucap Onew sebelum di menyusul sang suster.

Jonhyun hanya bisa menatap bingung yeoja yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit ini. ia heran, apa yang dilakukan yeoja ini, dengan baju seperti itu, tas ransel berisi pakaian, dan sebuah boneka di pelukan, belum lagi roll yang menggulung poninya. Apa yeoja ini mengalami gangguan jiwa?

“permisi, Jonghyun-ssi.” Sapa seseorang di pintu kamar pasien.

Jonghyun menoleh. Ternyata yang memanggilnya adalah sekelompok suster. Jonghyun langsung memasang senyum manis. “ne, ada apa ya?”

“Jonghyun-ssi, boleh kami foto bareng sama kamu?” pinta suster-suter itu.

“Oh, nee. Dengan senang hati.” Dan jonghyun pun langsung mengikuti suster tersebut meninggalkan yeoja yang terbaring lemah di ranjang.

====beedragon====

Byul membuka matanya. Mengerjap-ngerjap sebentar menyesuaikan cahaya lampu yang menusuk matanya. Ia kemudian menatap sekeliling ruangan. Ia tak mengenal kamar ini. tapi setelah melihat cairan infus yang menggantung disampingnya serta bau alcohol yang begitu kentara, Byul langsung tahu kalau ia sedang berada di rumah sakit.

Byul berusaha mengingat-ingat kejadian sebelumnya. Yang terakhir kali ia ingat adalah ia sedang memungut yong-boneka-ularnya dan tak lama kemudian sebuah mobil datang. Byul akhirnya sadar kenapa ia berada di rumah sakit. Dirasakannya badannya sakit semua, apalagi tubuhnya bagian kiri.

“ahh, aku kan gak punya uang. Nanti siapa yang bayar biaya rumah sakit ini? dimana juga orang yang sudah menabrakku? Apa dia yang bawa aku kesini atau orang lain? Ahh aku harus pergi dari sini.” Byul berbicara pada dirinya sendiri.

Byul kemudian mengambil ranselnya dan bonekanya. Kemudian ia memakai coatnya yang tadi menggantung diujung ranjang. Lalu Byul mengendap-endap keluar dari kamar pasien.

====beedragon====

“Jonghyun!! Jonghyun!!” seru onew panik mencari Jonghyun ke penjuru rumah sakit.

“wae, Hyung?” tanya Jonghyun polos.

“Yah kamu abis darimana?!” bentak onew, ia tampak marah sekali pada Jonghyun.

“tadi suster-suster itu minta foto bareng, jadi aku ikut mereka,” jawab Jonghyun masih sama polosnya.

“Yah, apa aku nyuruh kamu buat foto-foto sama suster itu hah?! Aku kan nyuruh kamu buat jagain yeoja tadi. Sekarang dia menghilang.” Seru Onew panik.

“Mwo! Tapi tadi dia masih pingsan kok hyung,”

“Kenyataannya anak itu udah gak ada di kamarnya. Sekarang mau bagaimana coba. Gimana kalo anak itu lapor polisi. Kamu tuh, makanya sebelum melakukan sesuatu pikir dulu sebab akibatnya. Sekarang ayo kita cari anak itu. Dia masih luka pasti perginya gak jauh.”

====beedragon====

At the same time @Cube ent dance practice room

“junhyung Oppa,” panggil yeoja berambut pajang.

“Ahh ne, NaEun. Wae?” sahut junhyung.

“ini ponselmu. Daritadi terus berbunyi. Karena takut itu telepon penting jadi aku angkat. Gak apa-apa kan ya?”tanya yeoja yang bernama NaEun tersebut sambil menyodorkan iphone milik Junhyung.

“Ohya? Dari siapa?” junhyung balik bertanya sambil mengecek recent call di handphonenya.

“Molla, yang pasti suara seorang yeoja. Begitu aku angkat telponya dia malah bentak-bentak aku.” Jawab NaEun sambil mengerucutkan bibirnya.

“Ohh mungkin sasaeng fans yang menelpon. Gomawo,” ujar Junhyung.
Junhyung lalu memasukkan ponselnya ke saku jaket setelah memastikan kalau ia tak mengenal nomor yang baru saja meneleponnya.

“Guys, aku pergi dulu ya,” pamit Junhyung pada seisi ruangan tempat seluruh anak asuh Cube Ent berlatih tari.

“mau kemana hyung? Kita baru juga selesai latihan,” tanya seorang namja bertubuh mungil.

“aku mau kerumah Byul. Udah lama gak ketemu dia. Sepertinya dia marah lagi padaku,” jawab Junhyung sekenanya.

“BYUL??!!” seru dua orang namja yang sama-sama memiliki tubuh yang mungil. Mereka adalah Gikwang dan Yoseob.

“Hyung, kamu mau kerumah Byul?! Kalo gitu aku ikut,” seru YoSeob semangat.

“Ne Hyung. Aku juga ikut. Udah lama aku gak liat Chageun Byul,” ujar gikwang sambil melompat ke arah JunHyung.
Sekarang kedua namja itu sudah bergelantungan di lengan Junhyung, seolah takkan melepaskan cengkraman mereka sampai JunHyung mengijinkan mereka untuk ikut dengannya. Bahkan keduanya sudah memasang aegyo diwajah mereka.

“Aisshh. Aku mau kerumah Byul, bukannya mau ke taman ria.” Seru Junhyung sambil berusaha melepasan diri dari dua donsaengnya itu.

“Hyung, ajak aku. Ntar aku yang bujuk dia biar gak marahan lagi sama kamu. Ajak aku hyuuuuung,” rengek Yoseob sementara Gikwang mengambil kunci mobil Junhyung.

Junhyung pun menyerah pada dua namja mungil itu (Gikwang? Mungil? Ckckck). Yah walaupun Junhyung lebih tinggi dari mereka tetap saja dia takkan mampu melepaskan diri dari dua makhluk itu. “Ne, arraseo. Ikutlah. Tapi aku gak mau bawa kalian yang penuh keringat gitu. Mandi sana!”

“kamu pikir kita sebodoh itu apa? Nanti hyung bakal pergi diam-diam waktu kita mandi. Shireo, kita kerumah Chageun Byul sekarang aja.” Jawab Gikwang.

“Neo baboya. Kunci mobilku aja ada di kamu, gimana bisa aku pergi *sigh*,sana mandi,” perintah Junhyung.

Hal ini menjadi tontonan lucu bagi beberapa anak trainee yang ikutan menonton proses latihan anak Beast. Mereka semua tertawa melihat Gikwang dan Yoseob berebutan pergi menuju ruang ganti. Sementara yeoja yang bernama NaEun tadi menghampiri Doojoon, leader dari Beast.

“Byul itu siapa?” tanya NaEun pada DooJoon.

“Byul? Itu yeojachingunya Junhyung. Kamu pernah ketemu dia waktu syuting MV Beautiful. Kamu pernah kenalan kan?” jawab DooJoon sambil sibuk dengan kameranya. “anak itu ngakunya keseluruh dunia kalo cewe ideal dia itu adalah Son Dambi, tapi pada kenyataannya dia macarin anak kecil umur 16 tahun. Udah seperti pedofil aja. Eh NaEun, kita pose dulu sebentar.”

====beedragon====

Shinee dorm at night.

“Hyung, kamu ketemu dia dimana?” tanya seorang namja berwajah cantik kepada namja bermata sipit.

“kenapa kamu bawa dia kesini? Nanti kalau Kibum liat anak ini, bisa ngamuk tujuh hari tujuh malam dia.” Ujar namja berbadan tinggi tegap.

“aku tadi liat dia di atas jembatan sungai han. Dia berdiri di pagar jembatan kaya mau terjun dari sana. Kupikir dia mau bunuh diri jadi aku cegah dia. Ehh dia malah pingsan,”

“tapi kenapa malah dibawa kesini?” tanya namja yang berbadan tinggi lagi.

“dia gak punya identitas sama sekali, jadi aku gak tau mau dibawa kemana ini anak.”

Mereka sedang menatap byul yang terbaring lemah di ranjang mereka. “ehh dia udah bangun.”

Byul membuka matanya, ia terbangun dari tidurnya. Kembali ia melihat atap yang berbeda dan mencium aroma yang berbeda pula. Melalui matanya Byul kembali menjelajahi ruangan seisi ruangan.

Mulai dari sisi kirinya, Byul melihat ada seorang namja berwajah cantik sedang duduk bersimpuh di atas ranjang yang ditidurinya. Di belakang namja cantik itu duduk namja lain yang membelakangi Byul, jadi Byu tidak tahu seperti apa rupanya.

Lalu Byul melihat seorang namja bermata sipit yang sedang berdiri menghadap namja yang membelakanginya. Namja bermata sipit itu tersenyum padanya. Dan terakhir Byul melihat ada namja yang berdiri tinggi diujung ranjang.

Byul yang tersadar kalau ia sedang ada dalam satu ruangan, kamar lebih tepatnya, dengan empat orang namja yang tak dikenal. Byul langsung menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.

“nu.. nuguseyo? Aku ada dimana? Kenapa aku ada disini?”seru Byul panik.

“aku Onew,” jawab namja bermata sipit. “dan ini taemin,” dia kemudian menunjuk namja berwajah cantik. “ini Jonghyun dan yang di ujung sana itu Minho.”

“Kamu ada di dorm kami. Tadi aku menemukanmu pingsan di jembatan sungai Han. Dan karena gak tau identitasmu, makanya aku bawa kesini.” Jelas namja yang bernama Onew. “sebenarnya apa yang kamu lakukan malam-malam begini diluar sana? Apa kamu sedang kabur dari rumah? Apa kamu tak tahu kalau diluar itu banyak orang jahat? Anak perempuan itu gak baik keluar rumah malam-malam.”

Byul terdiam mendengar ucapan Onew. Cairan bening mulai menggenangi matanya.

“hei, kita gak ngelakuin apa-apa kok. Kenapa kamu nangis?” tanya taemin.

“Kalian pasti teman debt collector itu kan? Kalian culik aku disini supaya kalian bisa jual aku kan? Kumohon pada kalian, aku masih kecil, kumohon jangan jual aku.”

“MWO?!!” seru keempat namja itu. Mereka saling berpandangan heran.

Byul mengusap airmatanya. Ia kemudian menatap TaeMin. Ia kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Taemin. Hal ini membuat Taemin menjauhkan wajahnya.

“aku seperti pernah melihatmu? Apa kamu benar-benar teman debt collector itu? Jadi sekarang mereka memakai orang yang berwajah cantik untuk menangkapku?”

“Mwo?? Aku bukan debt collector. Memang kamu gak kenal aku?” tanya Taemin polos. “Shinee?? Masa kamu gak kenal??”

“jadi kalian bukan debt collector?” byul berhenti menangis.

“memangnya kamu sedang dikejar sama debt collector? Jadi itu sebabnya kamu bawa-bawa tas berisi pakaian?” tanya onew. Dan Byul hanya mengangguk sebagai jawaban.

“nama kamu siapa? Rumah kamu dimana biar kami antar kamu pulang.” Tanya JOnghyun.

Byul malah merangkak ke ujung ranjang dan mengecek isi ranselnya yang ada diujung ranjang. “namaku Byul, Lee Byul. Aku udah gak punya rumah, disita sama bank. Orangtuaku gak ada. Jadi gak ada gunanya kalian mau antar aku kerumah. Karena aku pasti hanya akan jadi gelandangan dan debt collector itu pasti akan mencari aku lagi dan menjualku.”

“Siapa namamu tadi?” tanya Minho yang sudah dihadapan Byul.

“Lee Byul imnida. Namaku Lee Byul, kamu bisa panggil aku Byul.”

Ketiga namja-Onew-Jonghyun-Taemin hanya memandangi Minho. Apalagi begitu mengetahui siapa nama yeoja itu. Mereka bertiga menatap Minho dengan tatapan khawatir. Karena mereka tahu persis bagaimana perasaan Minho saat Byul menyebutkan namanya.

Minho menatap Byul dengan tatapan terluka, seolah tak percaya kalau yeoja dihadapannya ini bernama Byul. Minho kemudian menarik tangan Byul yang sibuk mengaduk-aduk isi tasnya.

“Aku tanya sekali lagi, siapa namamu?” tanya minho dengan bersungguh-sungguh.

“namaku Lee Byul! Anak satu-satunya dari Lee ByungHee dan Kim GaEun. Umurku 16 tahun, tapi dua bulan lagi jadi tujuh belas tahun. Kamu ini kenapa? Kenapa tarik-tarik tanganku seperti ini?”jerit Byul sambil menarik tangannya dari cengkeraman Minho.

“Minho, kita bicara diluar.” Onew segera menarik Minho keluar kamar disusul oleh Taemin yang ikutan keluar kamar meninggalkan Byul berdua dengan Jonghyun.

Ditinggal berdua seperti ini membuat Jonghyun salah tingkah. Sementara Byul sibuk melompat keseluruh ranjang dan mengacak-acak seisi ranjang seolah mencari sesuatu.

“yah, wae geurae??” tanya Jonghyun heran.

“Yong. Uri Yong eoppseo. Eothokke.” Byul kembali menangis.

“Yah, apa kamu gak bisa bicara tanpa menangis? Yong itu siapa?” Jonghyun berusaha menenangkan Byul.

“yong.. hiks.. bonekaku.. hiks.. bentuknya seperti ular.. badannya.. hiks.. seperti bola-bola.. hiks dan punya kaki yang banyak.. hikss..”

“oh, ini?” Jonghyun menunjukkan boneka yang sedari tadi ia pegang.

Melihat boneka ularnya dalam keadaan baik-baik saja, byul langsung sumringah. Berulang kali ia berterimakasih pada Jonghyun. Dipeluknya boneka itu erat-erat.

“ngomong-ngomong, bisa kamu cerita, kenapa kamu dikejar-kejar debt collector? Apa karena itu kamu jadi ingin bunuh diri?”

====beedragon====

====TBC====

oke mohon koreksinya.. kira-kira feelnya udah dapet blum *cz saya gak dapet feelnya #authorbabo*
jeongmal kamsahamnida….. ^^

Advertisements
FF – STAR / PG15 / Chaptered – Part 1

4 thoughts on “FF – STAR / PG15 / Chaptered – Part 1

  1. eunhae says:

    huaaaa orang tua byul tega bangettt… hiks…
    apa hubungannya byul sama minho ya?
    sedikit bingung sama jonghyun sama junhyung namanya miriiiip! hoho
    byul kan ditabrak sama mobil onew n jonghyun ya trus kabur, lalu tiba2 byul ditemuin di jaln dan dibw ke dorm shinee aku bingungnya apa onew n jonghyung ga sadar ya kalau mereka nabrak byul sebelumnya…. hoho overall daebak thor! 🙂

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s