FF / Things I Want To Do With Minho / PG15 / OS


Title: Things I Want To Do With Minho
Author: Ratu Puteri aka BeeDragon
Rating / Pairing: PG15 / STRAIGHT
Main Casts:
YOU
Choi MinHo Shinee as Choi Minho
minho
Genre: Romance
Length : OneShoot
Disclaimer: isi dari FF ini adalah murni hasil karya Ratu Puteri selaku Author
Summary: There are so many things I’ve wanted to do once I had a boyfriend, I’ve always dreamed
First, kissing on the street. second, you see, is a train to ChoonChun at dawn. Third, going on a picnic. fourth, getting a piggyback ride. fifth, couple rings are standard. boo boo boo it would be really sweet.

FF ini terinspirasi dari lagunya G.NA dengan judul yang sama *yang duet sama om Rain* berhubung author lagi suka banget ma tuh lagu, cz lagunya so sweet banget. Jadi ini adaah songfict pertama saya *jadi maaf kalo kurang atau gak seru*
Berhubung ini semacam daftar keinginan saya kalo saya jadi pacarnya minho, jadi gak ada konflik yang berlebihan. Pengen bikin cerita yang manis2 ajah *capek bikin ff yang full konflik*
Cukup basa-basinya, buat yang baca baik sengaja atau tidak, jangan lupa tiggalkan jejak a.k.a komen
Ready start..!!

====000====

[author pov, dari awal sampe akhir]

Namja itu berdiri tinggi dihadapanmu. Dia menundukkan kepalanya entah karena malu atau karena ingin menatapmu yang sedang duduk. Sesekali dia mengagaruk-garuk kepalanya, yang kamu tahu pasti tidak gatal. Entah apa yang sedang dia lakukan hanya berdiri diam di hadapanmu tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun.

“wae?” tanyamu.

Tapi dia hanya diam. Dia pun berbalik pergi, tapi baru selangkah berjalan dia kembali membalikan badannya. Sekarang dia berlutut dihadapanmu. Memegang kedua tanganmu. Menatap matamu lurus-lurus membuatmu berpikir, ada yang aneh dengannya.

“maukah kau jadi pacarku?” ucapnya.
Kamu terdiam. Apa yang baru saja dia katakana? Jadi pacarnya? Apakah dia bercanda? Kenapa dia ingin menjadi pacarmu?

“Mwo?!” kau tarik kedua tanganmu dari genggamannya. Kamu pun berdiri. Kaget akan apa yang baru saja dia ucapkan membuatmu tak mampu berkata-kata.

“Yah, reaksimu itu seperti baru mendapat kabar kalau kau tidak lulus mata kuliah logika,” ucapnya sambil tersenyum.
Hahaha, kamu sadar sekarang. Dia pasti sekarang sedang bercanda kan? Ya, seorang Choi MinHo yang suka bercanda. Ini pasti salah satu leluconnya. Dan kamu pun sekarang tertawa.

“Yah, Choi MinHo. Leluconmu sama sekali gak lucu. Kemarin kau bilang kalau kakimu terkilir membutku khawatir setengah mati, dan sekarang jadi pacarmu? Dimana kameranya sekarang hah? Hahaha,” kamu tertawa kaku.

“Aku gak bercanda.” Dia sekarang berdiri dihadapanmu dengan sedikit membungkukkan badannya untuk menyejajarkan matanya dengan matamu. “Aku serius mau jadi pacarmu. Sudah lama ingin mengatakan ini padamu. Apa kau mau jadi pacarku.”

Kamu terdiam. Dia sungguh-sungguh. Matanya kali ini tidak berbohong. Ini sorot mata yang selalu dia tunjukkan padamu ketika dia berjanji padamu untuk memenangkan kejuaran atletik. Tapi bagaimana mungkin? Dia adalah Choi MinHo. Salah seorang mahasiswa yang paling membanggakan di kampus kalian karena prestasinya di bidang atletik. Belum lagi karena ketampanannya dan keramahannya membuat semua yeoja di kampusmu tergila-gila padanya. Dia bisa mendapatkan seseorang seperti Kwon Yuri, mahasiswi dari kelas balet yang terkenal akan kecantikannya. Kenapa dia harus memilih kamu?

“Wae? Wae naneun?” tanyamu setelah berusaha untuk kembali sadar dari lamunanmu.

“karena aku gak kenal perempuan lain selain kamu, my bee. Dan aku hanya mau kamu yang jadi pacarku. Ottae?” dia menatapmu penuh harap.

Kamu menyerah. Kamu memang suka padanya. Tapi kamu selalu sadar diri, perempuan sepertimu bagaimana mungkin bisa membuat dia menyukaimu. Tapi sekarang dia bilang ingin jadi pacarmu. Bagaimana mungkin kamu bisa menolak. Dan kamu menganggukkan kepala, tanda setuju untuk jadi pacarnya.

“Jeongmal? Waaahhhhh,” Dia senang bukan main. Dia memelukmu erat.

“yah, kalau aku menolakmu, nanti aku akan mendapatkan ratusan terror dari fans-mu,” kamu bercanda padanya. Dan hal itu membuat dia mengacak-acak rambutmu.
Yah, karena kamu menyukainya. Jadi kamu tak mungkin menolaknya kan?

====000====

“Ayo sebutkan padaku, apa yang mau kamu lakukan?”
Sekarang MinHo sedang merajuk di hadapanmu. Dia melupakan jadwal latihannya dan memutuskan untuk mengganggumu dengan pertanyaan bodohnya itu.

“Aku gak tahu apa yang mau aku lakukan. Bagaimana kalau kamu yang bilang duluan apa yang mau kamu lakukan?” kamu menyerah setelah membiarkan tidak menjawab pertanyaannya beberapa saat.

“tapi aku mau tau apa yang kamu mau. Chagiya, apa yang mau kamu lakukan weekend ini? untuk kencan pertama kita. Udah 10 bulan kita jadian tapi belum pernah kencan secara resmi.”

Wajar saja kalau kalian tidak pernah benar-benar kencan sejak kalian jadian. Kalaupun kalaupun kalian punya waktu untuk berkencan biasanya kalian hanya menghabiskan waktu dirumahmu. Karena MinHo terlalu sibuk latihan untuk kejuaraan atletik. Setelah pulang dan membawakanmu medali emas kejuaraan lomba lari, dia langsung menodongmu minta hadiah yaitu kencan secara resmi.

“ya sudah, kamu list aja di kertas ini, apa aja yang mau kamu lakukan weekend ini, karena aku mau latihan dulu. Annyeong chagiya,” dia mengecup keningmu dan berlari meninggalkanmu yang membeku karena tindakannya itu.
Apa yang mau kamu lakukan dengannya weekend ini? Memikirkannya saja jantungmu sudah berdebar tak karuan. Dan sekarang dia menyuruhmu me-listing apa saja yang mau kau lakukan weekend ini. Choi MinHo, dia sukses membuatmu seperti orang gila. Karena kamu sudah mulai tersenyum-senyum sendiri memikirkan apa yang mau kalian lakukan besok.

♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫
wae ireoke dugeun dugeun dugeun ttwini saenggangman haedo
Han gajissik maeil maeil maeil neowa da hae bol geoya
Nan nega isseo haruga jeulgeowo ijeneun duriraneun ge
Nae sojunghan neo baby baby baby baby boo~

Why does my heart beat thump thump simply at the thought
I’m going to do each of things daily daily daily with you
My day is enjoyable because I have you, now that the two of us are together
My precious you, baby baby baby baby boo~
♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫

Kamu memegang erat kertas pemberian MinHo tadi, karena takut kertas itu akan terbang dan tentu saja kamu akan malu setengah mati kalau sampai orang lain membaca isi kertas ini. Kamu kembali tersenyum. Apa yang akan dikatakannya kalau melihat kertas ini. Dia pasti akan tertawa, dan berkata ‘apa gak ada sesuatu yang lain?’. Tapi mau bagaimana lagi. Hanya memikirkan daftar ini sudah membuatmu seolah terkena serangan jantung, karena jantungmu terus berhenti setiap menulis keinginanmu. *_*

Kamu tiba di lapangan belakang kampus, tempat Minho biasa latihan lari. Kau lihat dia sedang berlari. Wajahnya ketika sedang berlari begitu bersemangat. Anak-anak di kelas atletik pasti tak akan percaya kalau kamu bilang bahwa Choi minho baru saja merajuk padamu. Kamu kembali tersenyum memikirkan apa yang akan kalian lakukan besok.

Dia sudah mencapai garis finish. Sepertinya dia menciptakan rekor baru, karena wajahnya terlihat senang sekali saat pelatihnya menyebutkan rekor waktunya. Dia begitu senang dan melakukan high five dengan beberapa teman-temannya yang baru tiba di garis finish. Dia lalu memeluk salah satu yeoja mungil yang menghampirinya.

Dia memeluk Luna! Yeoja itu adalah Luna, mascot di kelas atletik. Luna itu seperti MinHo versi yeoja. Semua anak di kelas atletik suka padanya, bahkan menjodohkan Luna dengan Minho. Walau MinHo berkali-kali bilang kalau Luna itu hanya dongsaengnya, tapi tetap saja kamu tidak suka melihat hal itu.

Apa ini? perasaanmu tidak enak. Melihat ini rasanya hatimu sesak. Apa karena tadi jantungmu terus berdebar kencang, sekarang kamu tak lagi merasakan detak jantungmu. Uri MinHo memeluk yeoja lain selain diriku, pikirmu. Kamu kesal dan meremas kertas yang sedari kamu pegang. Kau lempar sembarangan kertas itu. Kamu tak peduli lagi pada apa yang mau kamu lakukan kalau kamu jadi pacar Choi MinHo.

====000====

Kamu menangis malam ini. Kamu melihat kalender di kamarmu. Kamu menandai semua tanggal di hari Minggu. Dan besok, 23 September, tanggal yang kau lingkari berbentuk hati. Di hari itu ada sebuah perayaan yang mungkin tak MinHo ingat. Hari itu merupakan hari ke 300 kalian berpacaran.

Yah mungkin Minho tidak ingat, dia teralu sibuk berlari dan menebar pesona pada semua wanita. Dan lusa tanggal 24 September adalah hari ulang tahunmu. Mungkin Minho juga melupakan hari ulang tahunmu. Kau lempar kalender itu dengan kesalnya. Kamu tak peduli lagi besok hari ke seribu atau seratus. Karena kamu begitu marah pada Minho.
Kau hiraukan semua telepon darinya. Begitu pun dengan semua message darinya, tak ada satupun yang kau balas. Kamu marah padanya. Kamu hanya bisa memaki teleponmu, menyembunyikannya di bawah bantalmu dan kemudian tertidur bersama dengan airmatamu.

♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫
honjayeotdeon saengiri hal il eopdeon jumari
Ireum buteun naldeuri ijen gidaryeojyeo
duriraseo joha hamkkeraseo joha
Eodie itdeunji tto mueol hadeunji neowa

My once lonely birthdays, boring weekends
I now await labeled days
I like that it’s the two of us, I like that we’re together
Wherever I am, whatever I’m doing with you
♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫

‘HELLO… HELLO…
ibanen narul dakeolkeyo
HELLO… HELLO…
ooh yeah baby baby baby girl’

Handphone-mu mulai bernyanyi lagi. Membuatmu terbangun dari tidurmu. Kamu melirik jam wekermu, jam 06.00. siapa yang meleponmu sepagi ini. Kamu buka handphone-mu dan menempelkannya di telingamu tanpa sempat melihat siapa yang menelpon.

“yoboseyo?” sapamu dengan suara serak.

“Chagiya, good morning! Kenapa dengan suaramu?”

Oh no, Minho yang meneleponmu. Dan kamu mulai mengutuk dirimu, kenapa tidak kamu lihat dulu siapa yang menelepon. Padahal sekarang kamu sedang menghindarinya. Mau apa pula dia meneleponmu sepagi ini?

“Chagiya, kenapa gelap begini? Mana mukamu?”

Gelap? Muka? Kamu memindahkan handphone-mu kedepan wajahmu untuk melihat apa yang salah. Ternyata Minho sedang Vidoe-call ke kamu! Omo, dia melihat muka-pagimu. Segera kamu singkirkan handphone-mu dan mengambil kaca kecil di atas mejamu. Daebak! Pikirmu. Matamu yang masih merah dan bengkak karena menangis semalam, dan disertai dengan lingkaran hitam yang mencolok. Wajahmu juga membengkak. Astaga, Minho melihat wajah terburukmu. Lengkap sudah. Pagi ini disambut dengan rasa malu seperti ini. kamu ambil kembali handphone-mu sambil menutup kameranya.

“Wae!” bentakmu kasar.

“Chagiya kamu punya waktu 30 menit untul bersiap-siap. Aku sebentar lagi sampai kerumahmu. Kita mau pergi hari ini.”

“Shireo!!” bentakmu lagi. Kamu sedang marah padanya, jadi kamu tidak ingin melihatnya, walaupun sebenarnya kamu ingin sekali pergi dengannya. Tapi kamu menahan perasaan itu karena harga dirimu yang terlalu tinggi itu.

“chagi, kamu kan udah janji kemarin. Pokoknya setengah jam lagi aku sampai dan kamu harus udah rapi,” Lalu dia memutuskan telepon.

30 menit, pikirmu. Kamu lalu bergegas pergi ke kamar mandi. Setelah mendi kilat (tidak keramas, karena akan butuh waktu lama untuk mengeringkan rambutmu) kamu langsung membongkar lemarimu. Pakai baju apa, pikirmu. Kamu melihat sebuah minidress yang Minho belikan sebulan yang lalu. Tapi tak mungkin memakainya sepagi ini. lagipula kamu gak tahu Minho akan mengajakmu jalan kemana. Jadi kamu memutuskan untuk memakai kaus warna biru muda dan celana pendek. Yah, tak perlu terlalu rapi, bukankah kamu masih marah padanya. Kamu lalu berdandan ala kadarnya. Kemudian bergegas turun ke ruang tamu, karena ibumu sudah memanggilmu.

Begitu sampai di ruang tamu kamu melihat Minho yang juga memakai kaus dengan warna yang sama denganmu. Melihat pakaian kalian yang kembaran seperti itu, ibumu mulai meledek kalian. Dan hal itu sukses membuat wajahmu memerah.

“Ahjumma, saya izin bawa anakmu untuk jalan seharian ya,” Minho meminta izin ibumu dengan cara yang aneh, Minho style.

“Nee, jangan pulang terlalu malam ya,” ibumu senyum sumringah melepas kepergian kalian. Padahal sekarang baru jam setengah tujuh lewat. Ini termasuk masih sangat pagi untuk melepas kepergianmu dengan kekasihmu. Yang kamu tahu memang ibumu begitu suka pada MinHo, jadi kamu merasa keceriaannya itu adalah hal yang wajar.

Minho mulai menarik tanganmu dan berjalan dengan cepatnya. Kamu pun berlari-lari kecil mengikuti langkahnya. Sambil berlari kamu berpikir, kemana motor Minho. Kenapa kalian harus berlari-lari seperti ini? Lalu dia mau membawamu kemana?

“Oppa, kita mau kemana? Kenapa kita harus lari seperti ini? mana motormu?”

“gak ada motor hari ini. kita akan naik kereta ke chuncheon. Keretanya berangkat jam tujuh, jadi kita harus cepat-cepat.”

Mendengar kalian akan ke Chuncheon saja sudah membuatmu bingung. Mau apa kalian kesana?

====000====

Kalian tiba di Chuncheon. Dari stasiun kalian kembali berjalan kaki menuju sebuah taman. Kalian berhenti di sebuah pohon yang cukup rindang dan memutuskan untuk istirahat disana. Minho sudah lebih dulu rebahan di rumput. Dia melirik kamu yang masih berdiri. Lalu menepukkan tangannya ke rerumputan disebelahnya, menyuruhmu untuk duduk. Kamu pun menurut.

“Waahhh. Chuncheon memang tempat yang indah ya. Gak salah kita datang ke sini pagi-pagi. Udaranya segar sekali. Setuju gak, chagiya?”

Mendengar ucapannya kamu hanya bisa tersenyum. Dari dulu kamu memang ingin ke chuncheon, karena teman-temanmu bilang disini memiliki taman yang indah

“Akkhhh…” tiba tiba Minho terdengar seperti kesakitan. Kamu lihat dia sedang memegangi dadanya. Wajahnya terlihat kesakitan sekali. Kamu langsung khawatir dan bersimpuh disampingnya.

“Wae? Wae geurae? Otti ap’a?” kamu panik.
Minho menggelengkan kepalanya. Dia hanya menunjuk dadanya sambil meringis kesakitan.

“Yah, kamu kenapa? Apa yang sakit?”
Dia menarik tanganmu dan menempelkannya ke dadanya.

”jantungmu kenapa?”
“coba kamu dengar sendiri, ada apa dengan jantungku,” dia menarikmu kedalam pelukannya. Kamu pun lalu menempelkan telingamu berusaha mendengar detak jantungnya. Tidak ada yang aneh. Irama jantungnya sama dengan milikku.

“jantung ini terasa mau berhenti setiap kamu mengacuhkanku. Kamu marah padaku? Kenapa kamu gak angkat teleponku semalam? Kamu membuatku hampir mati muda tau.”
Kamu terdiam mendengar kata-katanya. Kamu terlanjur larut mendengar irama detak jantungnya.

“kalau marah padaku, lebih baik kamu maki saja aku. Jangan mendiamkanku seperti semalam. Aku tahu kamu menangis semalam. Dan aku tidak suka itu. Kamu menangis dibelakangku. Kalau kesal padaku, tumpahkan saja dihadapanku. Dan jangan seperti semalam itu. Membuatku bingung setengah mati. Aku minta maaf karena membuatmu menangis. Apapun kesalahanku kumohon maafkan aku. Aku tidak bisa kalau kamu sampai marah padaku,” ucap Minho sambil mengelus kepalamu.

Tanpa terasa kamu terlelap mendengar lantunan detak jantungnya yang seperti nyanyian nina-bobo untukmu.

====000====

Kamu terbangun dari tidurmu. Tadi kamu bermimpi mengejar kereta bersama Minho dan pergi ke Chunchoen bersamanya. Disana dia minta maaf padamu karena sudah membuatmu marah. Hal itu membuatmu berniat untuk meminta maaf padanya karena sikap kekanak-anakanmu semalam.

Kamu membuka matamu. Melihat hamparan rumput hijau seperti didalam mimpimu. Kamu tersadar, yang tadi itu bukan mimpi. Kamu melihat kesebelahmu, ada Minho disana. Segera kamu bangun dan merapikan rambut serta bajumu. Kamu salah tingkah, bagaimana bisa kamu tertidur di kencan pertama kalian.

“wahh, sepertinya aku udah mengganggu waktu tidurmu ya, chagi?”
Kamu menggelengkan kepala. Bergegas mengambil kaca kecil dari tasmu untuk memastikan tak ada yang salah dengan wajahmu.

Kriuuukkk, perutmu berbunyi. Dari semalam kamu tidak makan, ditambah tadi belum sarapan. Astaga sampai kapan kamu harus mempermalukan dirimu seperti ini. mulai dari memperlihatkan muka-pagimu, tertidur di kencan pertama kalian dan sekarang perutmu berbunyi tanda kelaparan. Aigooo.

“hahaha… aku membawamu pergi tanpa sempat sarapan ya tadi, aku lupa. Yasudah kita sekalian piknik disini. Tadi ahjjumma uda nyiapin makan buat kita,” dia mengeluarkan kotak makan dari dalam tasnya.

“anggap ini piknik ya. Aaahhhh,” Minho menyodorkan sandwich untukmu.
Kamu memakan semua makanan itu dengan lahap. Sudah tidak peduli lagi pada image-mu yang sudah terlanjur hancur dihadapannya. Tiba-tiba kamu teringat pada janjimu adi, kalau kamu akan minta maaf padanya. Tapi bagaimana mengatakannya.

“oppa, mianhae,”
“untuk?” tanyanya

“karena gak menjawab teleponmu semalam, karena gak membalas semua message darimu, karena udah marah tanpa alasan yang jelas padamu. Aku minta maaf karena semua itu, aku udah bersikap seperti anak kecil.”

“Ok. Aku maafkan. Tapi ada saratnya,”
“Apa?”

Dia menyentuh bibir dengan telunjuknya. Apa maksudnya ini? Minho minta…Cium???

“shireo!!” kamu menolak. Walaupun kamu ingin sekali melakukan itu, tapi tidak dalam suasana seperti ini. Kamu ingin ciumanmu dengannya dilakukan di tempat yang romantis, seperti di pinggir jalan ketika malam. Seperti yang sering kamu lihat di drama-drama.

“apa gak ada sarat yang lain? Kalo yang satu itu aku gak mau.”

“hahahaha.” Minho tertawa melihat ketakutanmu, “cukup temani aku seharian ini. dan jangan pernah mengeluh karena capek, ok. Karena aku akan membawamu kebanyak tempat. Pertama chuncheon, dan tujuan berikutnya adalah TAMAN RIA!”

Dia mulai menarik tanganmu kembali dan meninggalkan taman chuncheon.

♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫
namjachinguga saenggimyeon
Hago sipdeon il neomuna manha
Nan neul kkumeul kkueosseo
Cheot beonjjae gilgeorieseo
Kiseuhae bogi du beonjjaen mallya
Chuncheonhaeng saebyeok gicha

Se beonjjae sopung gagi
Ne beonjjae deunge eophigi
Daseot beonjjae keopeullingeun gibon
Boo boo boo jeongmal dalkomhal geoya

yeojachinguga saenggimyeon
Hago sipdeon il naegedo manha hangsang bureowo haesseo
Yeoseot jjae simyayeonghwa
Ilgop jjae noridongsando
Yeodeorp beonjjae kkamjjak ibenteudo
Boo boo boo jeongmal haengbokhal geoya

There are so many things I’ve wanted to do once I had a boyfriend, I’ve always dreamed
First, kissing on the street, second, you see, is a train to ChoonChun at dawn
Third, going on a picnic, fourth, getting a piggyback ride, fifth, couple rings are standard
boo boo boo it would be really sweet

There are so many things I’ve also wanted to do once I had a girlfriend, I’ve always been envious
Sixth, late night movie, seventh, amusement park too, eighth, surprise event too
boo boo boo, I would be really happy
♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫

Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Kalian baru saja keluar dari bioskop. Setelah pergi dari taman ria sore tadi, Minho langsung mengajakmu untuk menonton film. Dia benar-benar mengajakmu ke berbagai tempat. Dan kamu menepati janjimu untuk tidak mengeluh. Walau kamu merasakan kalau kakimu ini sudah tak bisa diajak kompromi lagi.
Kamu memutuskan untuk berhenti sejenak. Rasanya betismu sudah ingin meledak. Apa minho tidak merasakan hal yang sama? Mungkin ini yang dia rasakan ketika harus latihan lari berjam-jam. Ahh rasanya tak kuat lagi.

“capek?” Tanya Minho.

Kamu langsung menggelengkan kepalamu. Sambil tersenyum kamu mulai melangkah lagi. Kamu sudah janji padanya tidak akan mengeluh, lagipula setelah ini kalian akan pulang, jadi menahan sebentar tak salah kan?
Tiba-tiba minho berjongkok dihadapanmu. Menunjukkan punggungnya yang bidang padamu.

“Naiklah,kalau kakimu sudah letih berjalan, biar kakiku yang jadi penggantinya,”
Sejenak kamu ragu, tapi akhirnya kamu pun menurut. Kamu melingkarkan tanganmu ke lehernya. Dan dia mulai menggendongmu.

“ini yang namanya Piggyride back kan ya?” Tanya minho.
“Piggyback ride,” kamu membenarkan ucapannya.

Dan Minho berjalan dalam diam. Ahh kamu tidak suka kebisuan seperti ini. “Aku berat ya oppa?”
“aku seperti tidak membawa apapun di punggungku. Apa kamu benar udah naik? Kenapa badanmu enteng sekali,” Kamu merasakan punggungnya yang hangat. Bodohnya kamu karena sudah membuang energimu untuk menangisi keramahannya pada perempuan lain. Bukankah dari sejak kamu belum jadian dengannya, kamu sudah tahu persis seperti apa sifat dari Choi Minho.

“Onneuleun gomawo, Oppa. Rasanya seperti semua minggu yang sudah terlewat terbayarkan hari ini.”

“Nee. Tadinya kupikir kamu gak akan mau jalan denganku hari ini, karena semalaman kamu gak angkat teleponku. Boleh aku tahu, apa yang membuatmu bersikap seperti itu?”

Kamu terdiam sejenak. Haruskah kamu bilang kalau kamu gak suka dia dekat dengan perempuan lain. Kalau aku bilang, dia jadi melihat sisi egoismu ini. kamu gak ingin itu terjadi kan?
“Aku cemburu melihat Oppa pelukan dengan Luna. Aku tahu Luna itu Cuma temanmu, tapi aku gak suka melihatmu berpelukan seperti itu dengannya,”

“cemburu? Hahaha, uri chagiya bisa juga cemburu. Aigoo.”

Tanpa terasa kalian sudah tiba di depan rumahmu. Minho pun menurunkanmu. Rasanya kamu tak ingin melepaskan Minho hari ini. rasanya benar-benar ingin menghabiskan waktu hanya berdua dengannya. Tapi bagaimana mungkin, ibumu sudah berpesan padamu untuk tidak pulang terlalu malam.

“kita sudah sampai.” Minho terus menggenggam tanganmu. Dia tampaknya juga tak ingin berpisah darimu.

“tutup matamu.” Pintanya.

Apa ini? apa yang mau dia lakukan. Tapi kamu hanya bisa menuruti permintaannya. Karena kamu masih memiliki rasa bersalah padanya. Kamu pun menutup matamu. Minho menuntunmu ke suatu tempat. Menunggu sampai Minho menyuruhmu untuk membuka kembali matamu.

“sekarang buka matamu,”

Kamu membuka matamu. Kamu melihat halaman rumahmu, tapi ada yang berbeda dari taman kecil disamping rumahmu itu. Ada banyak bunga mawar merah di rerumputan yang disusun membentuk angka ‘300’ dan beberapa berbentuk hati di sekeliling angka 300 tersebut. Kamu tersenyum menyaksikan pemandangan manis ini. ini merupakan kejutan pertama yang Minho berikan untukmu. Dalam hati kamu berpikir, rayuan apa yang minho lancarkan pada Eomma mu, karena kamu tahu persis Eomma gak akan pernah membiarkan tamannya ‘disentuh’.

“selamat hari ke 300 chagiya,” MinHo mengecup keningmu lembut.

Minho menyodorkan sebuah kotak kecil kehadapanmu. Minho kemudian membuka kotak itu, ternyata sepasang cincin yang berkilau keperakan terkena pantulan cahaya lampu taman. Kamu terkejut bukan main. Minho memberikanmu cincin?

“kamu ingat kalau hari ini hari ke 300 kita jadian?”

“Aku bahkan ingat kalau hari ini tepat seribu enam ratus tujuh puluh empat hari sejak aku bertemu denganmu. Kamu percaya? Mari kita lanjutkan hubungan ini sampai tiga ratus hari dan tiga ratus bulan bahkan sampai tiga ratus tahun kemudian. Selamanya kita bersama,” dia memasangkan cincin itu di jari manismu.

Bagaimana kamu tidak percaya. Dia tau persis kapan pertama kali kalian bertemu. Jantungmu kembali bedegup kencang. Kamu mengambil cincin dari kotak kecil itu dan lalu memasangkannya di jari manis Minho. Sekarang kalian punya couple ring. Lengkap sudah identitasmu sebagai kekasih MinHo. Kamu bisa dengan bangga menunjukkan ini pada para yeoja yang suka mengerubungi Minho. Kamu menangis memandangi cincin pemberian minho.

“ada satu hal yang ingin aku lakukan sebelum hari ini berakhir,”

“Saengilchukka hamnida.. saengilchukka hamnida.. saranghaneun uri chagiya.. saengilchukka hamnida,” setelah bernyanyi dia berkata,”aku mau jadi orang pertama yang mengucapkan ini, walau ku tahu ulang tahunmu itu besok. Saengil chukka chagiya. Neol jeongmal saranghae, my bee.”

Minho menghapus air mata yang membentuk sungai kecil di pipimu. Dia lalu membelai rambutmu lembut.Minho memegang wajahmu dengan kedua tangannya. Menatapmu begitu dalam. Dan dia pun menciummu. Ya dia menciummu. Disaksikan oleh bulan dan pasukan bintangnya, Minho bilang kalau dia cinta padamu lalu menciummu. Apalagi yang ingin kamu lakukan sekarang.
“Na do. Saranghae Oppa,” jawabmu setelah Minho berhenti menciummu.

♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫
na geu junge jeil jeil jeil hago sipdeon han gaji

neol saranghae geu mal geu mal geu mal han beon malhae boneun il
Neol saranghae geu mal geu mal geu mal han beon deureo boneun il
Naege wa jwoseo neomuna gomawo
Nae gyeote nega inneun ge
Namanui sarang baby baby baby baby boo~

The one thing I’ve wanted to do most most most out of those things

“I love you,” saying those words those words those words just once
“I love you,” hearing those words those words those words just once
Thank you so much for coming to me, you being by my side
My love, baby baby baby baby boo~
baby baby baby baby boo~
♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫♫

Kamu masih berbunga-bunga karena kejutan yang diberikan Minho tadi. KAmu bahkan belum mau masuk rumah dan memilih menikmati hamparan bunga mawar ini. Minho bilang jumlah bunga ini sebanyak 300 tangkai. Betapa manisnya dia membuat kejutan seperti ini. Kamu merogoh kantong jaket Minho yang sudah kamu pakai sejak di bioskop tadi. Ada kertas di dalamnya. Kamu mengeluarkannya dan melihat kertas apa itu.

“-What I want to do with minho oppa-
Pertama, mengejar kereta pagi menuju chuncheon
Kedua, piknik sambil menikmati wangi rerumputan disana
Ketiga, pergi ke taman ria dan main beberapa wahana khusus untuk pasangan
Keempat, nonton film sampai malam
Kelima, wanna ride your piggyback ^^
Ke enam, merayakan hari kita jadian dengan beberapa kejutan kecil
Ketujuh, ingin punya cincin pasangan (aku tahu kau pasti tak suka, tapi aku mau itu)
Kedelapan, mendapatkan ciuman darimu.
Omo… apa aku menulis ingin mendapatkan ciuman darimu? Scratch that
Hanya tujuh hal itu yang ingin kulakukan denganmu.
Walaupun tanpa melakukan hal itu, hanya dengan memilikimu aku sudah bahagia.”

Ini adalah kertas yang kamu buang kemarin siang, ternyata minho oppa menemukannya. Jadi dia mengabulkan semua keinginanmu hari ini. Tunggu dulu, ada tulisan lain selain tulisanmu di kertas itu.

“Ternyata gak susah mengabulkan keinginanmu.
Kenapa yang delapan di coret??
Kalau begitu itu jadi keinginanku
Akan aku dapatkan nanti. ^^
Tapi ada satu hal yang benar benar ingin kudapatkan
Yaitu mendengar kau mengatakan “saranghae” padaku
Hanya satu kata seperti itu saja yang aku inginkan
Terimakasih karena kau mau menerimaku dan selalu berada disisiku
Hari-hariku jadi indah karena kau ada disisku
Gomawo nae sarang”

Kamu menangis bahagia membaca tulisan darinya. Kamu berjanji pada dirimu sendiri, kalau kamu akan mengucapkan kata itu sebanyak yang ingin dia dengar. Kamu akan mencintainya sebanyak mungkin. Dan kamu berjanji pada dirimu sendiri kalau mulai sekarang kamu tidak akan pernah meragukan hati Minho lagi. Seperti yang Minho bilang tadi selamanya kita bersama.

====000====
End

Hehehe….
Gaje ya? Aneh? Maksa? Gapapa lah yaaa….

Terimakasih udah mau baca ff gaje ini..
Lagunya berantakan karena disesuaikan sama ceritanya.
Jangan lupa RCL…^^
Kamshahamnida… *bow with Minho*

Advertisements
FF / Things I Want To Do With Minho / PG15 / OS

22 thoughts on “FF / Things I Want To Do With Minho / PG15 / OS

    1. lagunya juga so sweet banget,,, pertama kali dengerin itu lagu aku langsung senyum-senyum sendiri.. kkk
      heh! bukannya merhatiin seminarnya malah baca FF..ckckck

      1. hahahaha……
        iya… lagunya ntu juga bikin senyum-senyum… langsung berfantasi yang manis-manis….. kekekeke

        Nah tuh pembicara ngomong pake bahasa inggris… #namanya juga seminar internasional
        Saeng lagi ngatuk eon…. yang dibahas politik luar negeri mulu.. makana baca ff… kekekek

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s