FF / Oppa Babo / G / Chap4


Title: Oppa Babo
Author: Ratu Puteri aka BeeDragon
Rating / Pairing: G / STRAIGHT
Main Casts:
Yong Jun Hyung as Junhyung
yong
Lee Soo Mi as Soomi
mi
Jang Hyun Seung as Hyunseung
seung
Other Cast :
Beast Member
T-ara Member
Genre: Romance
Length : chaptered
Disclaimer: isi dari FF ini adalah murni hasil karya Ratu Puteri selaku Author. TAKE OUT WITH FULL CREDIT. No Copy Paste and Don’t Be Silent Reader.
Summary: Aku bertemu dengannya lagi!! padahal aku sudah baik-baik saja. kenapa dia harus datang di saat aku baru saja hendak merasakan kebahagian? aku tak mau lagi terpuruk dalam masa lalu yang menakutkan.

[part IV]

[author POV]

6 hari kemudian, Asrama Core Media Akademi.

Junhyung berdiri didepan asrama wanita Core Media Akademi. Berharap salah satu perempuan yang keluar-masuk gedung ini adalah Soomi. Tapi tak satupun perempuan yang ia kenal. Jadi dia hanya berdiri di depan gerbang berharap ada yang menegurnya.

“Kamu Junhyung dari Cube akademi kan?” tanya seorang perempuan yang baru mau masuk asrama.

“Ah, iya. Kamu kenal saya?” tanya Junhyung.

“Kamu selalu berdiri disini sejak senin kemarin di jam yang sama. Siapapun juga pasti cari tahu kamu ini siapa. Jiyeon bilang kalau kamu namanya Junhyung. Nunggu Soomi?”

”Kamu kenal Jiyeon dan Soomi?” tanya Junhyung lagi.

”Aku Eunjung, senior plus teman sekamar mereka berdua. Aku sering dengar cerita tentang kamu, jadi aku sedikit banyak tahu tentang kamu,”

”Soomi… Bisa aku ketemu dia. Sudah seminggu mencarinya tapi sepertinya susah sekali.”

”Nanti aku panggilkan. Oh iya, aku mau bilang sesuatu. Ini tentang Soomi.”

====beedragon====

[Soomi POV]

Aku bergegas turun keluar asrama setelah menerima telepon dari Eunjung onnie. Onnie bilang ada oppa di luar. Sepanjang perjalanan keluar gedung aku terus berpikir apa yang harus kukatakan padanya. Karena sejak pulang dari taman ria aku tak bisa bertemu apalagi berbicara dengannya. Kupikir dia marah, tapi sekarang dia menungguku di luar. Apa yang sebaiknya kukatakan?

Aku tiba didepan gerbang. Benar saja kulihat oppa sedang berbicara dengan Eunjung onnie. Itu benar-benar dia, orang yang kurindukan selama seminggu ini. Orang yang selalu menjadi mimpi indahku setiap malam. Apa hanya perasaanku saja, karena sepertinya dia terlihat sangat lelah.

”Onnie,” kutegur Eunjung onnie terlebih dulu. Walaupun aku tak bisa memalingkan mataku dari Junhyung Oppa, tapi aku sama sekali tidak bisa menegurnya.

”Soomi, apa kabar?” itu kata pertama yang keluar dari mulut Junhyung Oppa.
Tapi aku hanya terdiam. Aku tak bisa melepaskan mataku darinya. Tapi akhirnya aku hanya bisa tersenyum.

”Soomi, ingat jam malam satu jam lagi. Mainnya jangan lama-lama ya,” seru Eunjung onnie yang lalu meninggalkan kami.

”Kita jalan sebentar, ya” kata Junhyung Oppa.

Dan akhirnya kami berjalan menuju taman yang ada didekat asramaku. Berjalan dalam diam sungguh bukan hal yang mengenakkan. Aku masih tidak tahu harus memulai darimana. Apakah sebaiknya langsung menjawab pertanyaan dia yang di taman ria kemarin?

”Kamu tumben gak main ke tempatku,” Junhyung oppa akhirnya buka omongan.

”Ahh, kan oppa melarangku main kesana lagi. Katanya tidak baik. Jadi aku gak main kesana,” jawabku kikuk.

”Seminggu mencarimu sepertinya kamu susah sekali untuk ditemui ya. Kupikir kamu…”

”Kita duduk disana yuk,” aku memotong ucapannya. Dan kami pun duduk di bangku taman.
”Aku sibuk belakangan ini. Mau ada ujian jadi aku latihan terus. Jadinya gak pernah kemana-mana,”

”Ohya, ujian apa? Nyanyi?” tanya junhyung oppa.

”Iya nyanyi. Oppa mau dengar lagunya. Aku pake lagu idola yang lagi trend sekarang. Oppa tau bebe mignon? Aku nyanyi lagu mereka,” aku pikir ini saatku untuk mengutarakan perasaan ku.

”Bebe mignon? Idola? Aku kurang tahu, coba kamu nyanyi,”

“pongdang ppajyeobeoryeo kongdakkongdak ttwineun gaseumeul nae sarangeul oppan moreuji
babo meongchungi chungji miwo jeongmal woaini honey love with me
mot chama naega meonjeo mal hae, oppayamaneul gidarin nareul, listen to my heart
ttokttok jimamdaero kkokkkok nae mamsoge wanoko geuraenoko oppan wae molla
babo meongchungi gaeguri miwo jeongmal igeotbwa yeppeun naega oppal johahaejum
jochanha gippeujanha na mitinghalkkeoya huhoehajima listen to my heart
You’re my baby.. I’m your lady..
feel so happy so happy so happy..
You’re my lover.. I’m your lover..
naega mannan cheot namja my baby boy..
sasil manhi himdeulji gidarineun il eonjekkaji oppa deung dwieseo ureoy
ahalji
naesarangeun with you.. jugeotda kkaedo with you..
halmeoni doedo with you with you.. oppa yeoksi with you..
ttan yeojamalgo with you.. yeongwonhi uri duri..
oppa babo~”

Ohh, akhirnya kuucapkan juga. Sudah seminggu aku latihan lagu ini. Lagu ini benar-benar mewakili perasaanku. Aku tidak bisa ungkapkan langsung perasaanku. Jadi aku ingin oppa untuk mencerna sendiri makna lagu ini. Oppa kuharap kamu mengerti perasaanku.

Aku menunggu. Oppa masih terdiam. Padahal aku sudah selesai bernyanyi. Tapi dia tidak merespon apa-apa. Dan sekarang jantungku sudah berdebar tak karuan. Ayolah Oppa, aku baru saja mengutarakan perasaanku. Bicaralah sesuatu.

”Yah, itu tadi lagu yang kamu nyanyikan untuk ujian atau apa? Kamu ngejek aku ya? Kamu bilang apa tadi? Oppa Babo?” katanya sambil mengacak-acak rambutku.

Aku lega. Ini artinya dia mengerti perasaanku kan? Aku tersenyum menatapnya.

“Ini artinya iya kan?” tanya oppa. “Tadinya aku mau menyerah saja. Tapi perempuan yang namanya Eunjung tadi bilang kalau seminggu belakangan ini kamu bikin dia susah tidur gara-gara latihan nyanyi padahal ujian masih 2 bulan lagi. Ternyata lagu barusan yang mengganggu dia.”

“ahh, Onnie,” kataku pada diri sendiri. Kalau sampai di asrama aku omelin dia. Bisa-bisanya dia bilang ke Junhyung Oppa soal itu. Padahal aku udah menyiapkan ini dari seminggu yang lalu buat kejutan. Uhh onnie bikin aku malu aja.

“Sepertinya kamu sudah menemukan teman yang baik ya. Aku sempat khawatir menitipkanmu dengan Jiyeon. Ternyata kamu bisa berteman dengan yang lainnya.”

”Tapi Soomi, apa lagu itu gak salah?” tanya oppa lagi.

”Apanya yang salah. Memang begitu lirik lagunya,” aku tak merasa menganggu liriknya bagaimana oppa bisa merasa lagu itu salah.

”You’re my baby, itu salah. Aku kan bukan bayi kamu, tapi Oppa kamu.”

”Oppa! Sejak kapan kamu jadi cheesy kaya gini. Iiihhh,” aku memukul pundaknya.

”Seminggu latihan merayu sama Doojoon Hyung. Yah sedikit banyak menular lah. Kenapa? Gak suka yang seperti itu?”

”Aku suka yang biasa-biasa ajah. Jangan yang aneh-aneh,”

”Kalau begini…” oppa tiba-tiba mendekatkan wajahnya padaku. Semakin dekat dan dekat hingga akhirnya bibir kami saling bersentuhan. Dan kami pun berciuman. Ciuman pertamaku dengan Oppa. Dan jantungku kembali berdetak kencang. Ini akan menjadi hal yang takkan pernah kulupakan.

Aku kaget, karena oppa tidak hanya menciumku. Aku tidak tahu kalau pria dan wanita berciuman akan seperti itu. Apakah ini juga ajaran dari Doojoon Oppa. Aku langsung mendorong badannya. Aku langsung berdiri, tapi kakiku gemetar. Tidak, aku tidak takut padanya. Aku sudah sembuh. Gak ada satu bagian pun dari laki-laki disebelahku ini yang aku takuti.

”Soomi-ah, mian. Aku mengagetkanmu ya?” kudengar nada bersalah dari mulutnya.

”Maaf Oppa. Bukan kamu yang salah. Aku tiba-tiba ingat jam malam. Aku harus pulang. Nanti aku kena hukuman.” aku berusaha memberi alasan.

”Jeongmal? Ya sudah, ayo kuantar kamu pulang,”

====beedragon====

[author POV]

Keesokkan harinya.

”Soomi-ah. Ayo cepat sedikit jalannya,” seru Hyomin.

”Ne, Onnie. Tapi apa kita gak bisa mampir dulu ke asramanya Oppa tadi ya. Aku pingin ketemu dia,” jawab Soomi.

”Heeee? Kamu kan udah ketemu kemaren. Mendingan sekarang kita ke Music City dulu, habis itu kamu bisa main sepuasnya sama Oppa-mu itu,” ’ucap Hyomin sambil menarik tangan Soomi.

Hari ini mereka mau ke Music City, tempat dimana orang-orang mencari segala sesuatu yang berhubungan dengan musik dan semua seni. Disana juga sering dijadikan tempat bagi anak-anak dari sekolah seni seperti Soomi untuk menguji nyalinya. Contohnya ketika mereka mendapat tugas dari guru, biasanya mereka memilih untuk perform di Music City dengan tujuan untuk melatih kepercayaan diri. Makanya tak heran kalau melihat ada beberapa tempat yang isinya siswa-siswi sedang bernyanyi, menari atau bermain musik.

”Wah hari ini ada performance. Siapa yang lagi manggung ya?” Hyomin menjulurkan kepalanya diantara kerumunan orang yang sudah memenuhi halaman gedung Music City.

“Soomi, sepertinya anak Cube akademi,” seru hyomin lagi.

”Onnie, katanya mau cari kertas partitur sama pembersih biola. Kenapa malah berhenti dulu disini sih,” protes Soomi.

”Sebentar ajah. Hei kamu kenal gak sama anak yang lagi perform itu?” tanya Hyomin.

Soomi lalu ikutan berjinjit dengan harapan bisa melihat siapa yang sedang beraksi, ”gak keliatan Onni, lagian aku gak kenal siapapun selain teman sekamar Junhyung oppa.”

”Hey, kalian kenal sama yang lagi perform?” tanya Hyomin pada dua orang lelaki disebelahnya.

Dua lelaki itu menoleh dan begitu melihat kalau yang menegur mereka adalah perempuan cantik, mereka langsung heboh. ”Wah, kamu siapa? Mau kenalan sama kami ya? Kebetulan sekali.”

”Duh maaf ya, aku cuma tanya siapa yang lagi perform? Lagian siapa juga yang mau kenal sama kalian,” tolak Hyomin.

”Loh, kalian kan juniornya Hyunseung oppa kan?” Soomi menyela.

Dan dua lelaki itu kaget melihat Soomi, ”Ah. Noonim sedang apa disini? Sedang bersama sunbae-kah?” tanya mereka sok akrab.

”Aku main kesini itu bukan urusan kalian, kalian ngapain disini? Oh iya, jangan panggil aku Noonim. Aku juga gak lebih tua dari kalian.”

”Kamu kenal mereka Soomi?” tanya Hyomin.

”Anak-anak yang menggangguku di taman ria,” jawab Soomi enteng.

”Ahh itu salah paham,” mereka ketakukan setelah dipelototi dengan sadis oleh Hyomin.

”Kami kesini mau melihat sunbae kami. Dia lagi perform sekarang. Ah dia kan satu kamar dengan Junhyung sunbae. Salah satu dari beastly boy di asrama kita.”

”Beastly boys? Hahahaha.. Nama macam apa itu?” Hyomin tertawa.

”Itu artinya mereka termasuk dalam kelompok siswa istimewa. Karena mereka bisa masuk akademi kami dengan nilai tertinggi, mereka yang dianugerahi wajah yang tampan dan kejeniusan yang luar biasa. Semua anak di akademi kita segan sama mereka. Mereka adalah monster dalam bermusik,” puji salah satu lelaki.

”Yah, soomi. Aku tidak tahu kalau oppa mu punya julukan seperti itu,” Hyomin kembali tertawa.

”Aku juga baru tahu,” jawab Soomi polos.

Tanpa disadari pertunjukan sudah selesai karena kerumunan orang-orang sudah mulai berkurang. Dan dua anak lelaki tadi pun ikut menghilang bersamaan dengan orang-orang yang membubarkan diri.

”Yah aku belum sempat lihat siapa yang manggung kok udah bubaran sih,” protes Hyomin.

”Ya sudah, ayo kita ke dalam. Sebelum tokonya rame, Onnie,” bujuk Soomi.

“Sebentar, Jiyeon telpon,” kata Hyomin sambil menempelkan telepon ditelinganya. “Ah jiyeon-ah. Kamu dimana? Oh udah disana. Ok bye.”

“Ayo pergi. Jiyeon udah di dalam ternyata,” Hyomin langsung berjalan dengan kecepatan tinggi masuk ke gedung. Sementara Soomi masih tertinggal dibelakang belum lagi dia terhalang oleh banyaknya orang yang mondar-mandir. Jadinya dia berpisah dengan Hyomin.

“Onnie!!” teriak Soomi berusaha memanggil Hyomin. Tapi percuma, karena Hyomin sudah hilang dari pandangan.

Tiba-tiba ada seseorang yang memegang tangan Soomi. Kaget ada yang memegang tangannya Soomi pun langsung menarik tangannya lalu menoleh ke orang itu.

”Soomi? Kamu Lee Soomi kan?” tanya orang itu.

”Sun..Sunbae?” jawab Soomi dengan muka shock.

====beedragon====

Hyomin akhirnya bertemu dengan Jiyeon didalam gedung Music City. Tapi ada yang aneh dengan wajahnya Jiyeon, seperti cemas dan panik.

”Kamu kenapa, Ji?”

”Onnie, Soomi mana? Soomi ikut sama onnie, kan? Mana dia?” tanya Jiyeon panik.

”Ada dibelakang,” Hyomin lalu menoleh kebelakang dan tidak ada Soomi dibelakangnya. ”Tadi dia ada dibelakangku. Sungguh!”

”Soomi, bahaya onnie, Soomi dalam bahaya. Ayo kita cari dia,” kata Jiyeon tambah panik.

”Tunggu dulu, kenapa kamu? Cerita dulu sama aku,” Hyomin menahan Jiyeon.

”Aku tadi lihat Lee Gikwang Sunbae. Orang yang membuat Soomi takut dan trauma sama laki-laki. Aku lihat dia tadi. Aku takut kalau Soomi lihat dia, bisa-bisa Soomi…..” Jiyeon tak mampu meneruskan kata-katanya.

Di lain tempat, di luar asrama Cube Akademi.
”Ayo Hyunseung. Katanya mau ke perpustakaan,” kata Junhyung.

”Aku tahu, hyung mau ikut karena perpustakaan dekat dengan asrama Core Media kan? Pasti kalau udah sampe asrama itu hyung langsung ninggalin aku,” jawab Hyunseung dingin.

”Gak juga kok. Ayo cepat,”

Mereka berpapasan dengan dua juniornya. Melihat dua Juniornya yang tergesa-gesa, Hyunseung langsung menegur. “Kalian darimana? Bukannya tadi pergi sama Gikwang ya? Gikwang mana?”

“Oh, Sunbae. Tadi gikwang sunbae ketemu dengan cinta pertamanya jadi dia mau ngejar perempuan itu,” kata laki-laki yang memakai kacamata.

“Tapi sunbae. Apa Gikwang Sunbae gak tahu kalau cinta pertamanya itu pacarnya Junhyung Sunbae. Padahal kan Noonim dulu sering main kesini, apa Gikwang Sunbae gak dikenalin ya? Kasihan Gikwang Sunbae, dia gak tahu kalau cinta pertamanya itu pacar hyungnya sendiri,” kata lelaki yang lain.

“Apa maksud kalian?” Junhyung tiba-tiba menyela.

====beedragon====

[TBC]

Advertisements
FF / Oppa Babo / G / Chap4

2 thoughts on “FF / Oppa Babo / G / Chap4

  1. eunhae says:

    akhirnya jadian juga! huftt. sebel sama temenbya soomi kenapa egk nunggu atau nggandeng tanhan soomi biar egk ketinggalan. huhu soominya lamban -_-

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s