FF / Oppa Babo / G / Chap1


ini adalah FF pertamaku.. agak gaje memang aku akui, namanya juga baru belajar.. tapi silakan menikmati.

HAPPY READING

Title: Oppa Babo
Author: Ratu Puteri aka BeeDragon
Rating / Pairing: G / STRAIGHT
Main Casts:
Yong Jun Hyung as Junhyung
Lee Soo Mi as Soomi
Jang Hyun Seung as Hyunseung
Other Cast :
Beast Member
T-ara Member
Genre: Romance
Length : chaptered
Disclaimer: isi dari FF ini adalah murni hasil karya Ratu Puteri selaku Author. TAKE OUT WITH FULL CREDIT. No Copy Paste and Don’t Be Silent Reader.
Summary: Betapa bodohnya dirimu hingga tak menyadari perasaanmu sendiri. Padahal sudah terlihat jelas dari sikapmu, tapi masih juga kau tak menyadarinya. Sampai kapan mau seperti ini? Sampai Dia duluan yang menyatakan perasaan padamu? Atau sampai orang lain merebutnya darimu?

[part I]

[JunHyung POV]

DING DONG DING DONG

“Seobbie, buka pintunya. Aku lagi sibuk nihh…” teriakku dari dapur. Kulihat Yoseob berjalan malas-malasan menuju pintu.

“Aahhh… kau datang.. ayo masuk. Wahh kau bawa apa aja??” Kudengar Yoseob berbicara dengan nada riang. Aku sudah bisa menebak siapa yang datang. Hanya ’dia’ yang bisa membuat seorang yoseob yang pemalas jadi semangat. Dia pasti Soomi. Aku pun menyusul ke ruang tamu setelah menyelesaikan makananku.

“Soomi-ah… kau datang lagi,” Kulihat Yoseob sedang membongkar semua barang bawaan Soomi.

“Ahh oppa..” Soomi langsung berlari mendekatiku dan langsung memelukku erat.

“Soomi jangan begini.” Aku langsung melepas pelukannya. “Apa kata orang nanti melihat kamu, perempuan, datang ke asrama laki-laki. Laki-laki yang tinggal disini juga bukan cuma satu tapi enam. Besok kamu jangan lagi datang kesini.”

Aku berusaha memberi pengertian padanya. Aku khawatir semakin sering dia kesini akan membuat orang berpikiran negatif terhadapnya.

“Ne. Araseo. Tapi besok-besok oppa yang datang ke tempatku. Oke?”

Dia menatapku dengan matanya yang bulat itu. Oh siapa yang bisa menolak mata itu. Dan aku pun menyerah pada matanya, ”Iya besok aku yang datang ke tempatmu.”

“Soomi ini enak sekali,” Yoseob menyela sambil memakan cookies yang dibawa Soomi.

“Aahhh Yoseob itu bukan buat kamu tau. Aku buat itu semalaman buat Jun Oppa. Jangan dimakan lagi,” Soomi merebut cookiesnya dari tangan Yoseob. Dan mereka mulai bertengkar berebut cookies itu.

“Hyung, aku pulang,” Hyunseung datang menyela pertengkaran Soomi dan Yoseob. Sepertinya di baru pulang dari supermarket dilihat dari banyaknya kantung belanjaan yang dia bawa.

Kulihat dia, ekspresi wajahnya yang kaku, dan entah kenapa setiap ada Soomi disini dia pasti mengeluarkan ekspresi seperti itu. Melihat Hyunseung datang, Yoseob langsung menyudahi pertengkarannya dengan Soomi.

“Hyung aku pergi dulu,” ucap Yoseob yang lalu meninggalkan kami bertiga.

====beedragon====

[Hyunseung POV]

Dari balik pintu kudengar sepertinya ramai sekali didalam, apa mungkin ada tamu pikirku. Lalu aku pun bergegas masuk ke rumah. Dan kulihat perempuan itu ada di dalam, sedang berebutan setoples cookies dengan Seobbie. Kenapa dia selalu datang kesini. Dan untuk apa dia membawa makanan-makanan itu. Apa dia pikir kami begitu kekurangan makanan. Untuk apa dia datang ke asrama kami.

“Hyung aku pulang,” ucapku.

Yoseob begitu melihatku datang langsung memutuskan untuk keluar. Apa-apaan anak ini meninggalkanku bertiga dengan Jun hyung dan bocah bermata sedih itu.

“Hyung, aku beli makanan kesukaanmu tadi.” Aku langsung menyodorkan kantung belanjaanku padanya.

“Hai Oppa, aku main lagi kesini,” bocah itu menyapaku.

Aku pun tidak berniat menyahut sapaannya itu. Tapi akhirnya hanya ini yang keluar dari mulutku, ”Ya.”

“Hyunseung coba lihat,” Hyung mengambil toples yang tadi diperebutkan Yoseob dan bocah itu lalu menyodorkannya padaku, “Soomi membuatkan ini untukku.”

Ohh jangan lagi, pikirku. Sudah berapa toples cookies dia kirim ke asrama kami untuk Junhyung hyung. Dan sekarang Cookies lagi? Seberapa suka dia pada cookies sih?

Kupegang toples itu lalu menjatuhkannya. Praaaang!! Dan toples itu pecah berhamburan dilantai.

“Ahhh mian. Tanganku licin. Ah eotteoke.” Dalam hati ku tersenyum. Maaf bocah, tapi hyung ku bisa gendut kalau kau terus memberikannya makanan yang manis-manis.

Bocah itu menatap pecahan toples dan cookiesnya yang berhamburan. Air matanya sudah menggenangi matanya yang bulat itu. Apa aku keterlaluan? pikirku. Sepertinya dia mau menangis.

“Yah Oppa. Kuenya jadi kotor duluan sebelum Oppa makan.” Bocah itu tersenyum kaku. Airmata yang tadi kulihat sudah menghilang. Dan sekarang dia memunguti cookies-cookiesnya.

“Soomi-ah, jangan di punguti. Nanti kamu kena pecah…” Jun Hyung berusaha menghentikannya.
Dan terlambat. Tangannya sudah berdarah. Bocah itu hanya memandangi jarinya yang berdarah. Tak terlihat kesakitan sama sekali.

“Tuh kan apa aku bilang. Hyunseung cepat ambil p3k di kamarku. Sudah buang semua itu soomi. Itu juga sudah tidak bisa dimakan lagi.” kulihat Hyung memegang tangan bocah itu. Kenapa Hyung begitu sayang pada anak ini. Dia bahkan sampai panik begitu. Semua pikiran berkecamuk di otakku.

“Hyunseung-i, cepat. P3k nya mana? Tangan Soomi sudah berdarah banyak. Cepat sana ambil.”
Aku pun bergegas ke kamar Hyung mengambil p3k-nya dan lalu kuberikan pada Hyung. Dengan sigap dia mengeluarkan antiseptik dan perban. Setelah mencuci tangan Soomi, Hyung lalu dengan hati-hati membalut lukanya.

“Nah mulai sekarang kamu harus berhenti membuat kue-kue itu. Kamu tidak bisa mengaduk adonan dengan tangan seperti ini kan,” Hyung tersenyum. Hyung yang paling jarang tersenyum sekarang tersenyum. Apa istimewanya anak ini sampai bisa membuat Hyung-ku mengeluarkan senyumnya.

“Hiks hiks… sakit Oppa,” akhirnya bocah itu menangis juga. Dia menangis sambil menyodorkan tangannya yang diperban kehadapan Hyung. Jun Hyung memegang tangan itu dengan hati-hati lalu membelainya.

“Sekarang tidak akan terasa sakit. Selama ada aku tidak akan ada rasa sakit yang berani menghampirimu,” dan Hyung tersenyum lagi.

Cukup sudah! Aku sudah tidak tahan dengan tingkah mereka. Segera ku ke dapur mengambil sapu dan mulai menyapu masalah yang ku buat, membersihkan semua pecahan kaca dan cookies yang berhamburan.

====beedragon====

[Junhyung pov]

Soomi… dia benar-benar tidak punya pertahanan diri. Sekarang dia tertidur di asramaku. Mungkin dia pikir ini hanya kamar biasa. Padahal disini tinggal 6 orang laki-laki. Termasuk aku, laki-laki. Apa dia tidak berpikir apa yang bisa laki-laki lakukan terhadap perempuan. Karena dia sudah mengenalku begitu lama jadi dia bisa begitu percaya padaku. Anak ini benar-benar tidak punya benteng diri. Untung kamu sedang bersamaku, coba kalau sedang bersama dengan laki-laki yang lain, tidak tahu jadi apa dirimu nanti.

Dia tertidur dengan bersandar di pundakku. Masih ada sisa-sisa airmata di pipinya. Kuhapus airmata itu. Dan aku baru sadar betapa dekatnya wajahku dengan wajahnya. Dan baru sadar ternyata dia cantik juga bahkan ketika tertidur dengan mukanya yang sembap seperti ini. Pantas saja banyak pria di sekolahku yang menyukai dia. Mulai dari para senior maupun junior mengejar cintanya. Mungkin karena dia satu-satunya perempuan yang suka mondar-mandir ke asrama kami.

Semakin dekat kulihat wajahnya semakin timbul perasaan aneh dihati ini. Perasaan apa ini? Kupalingkan wajahku darinya. Lalu kulihat jarinya yang tadi kuperban. Anak bodoh, pikirku. Bagaimana bisa luka yang begitu besar baru terasa sakitnya setelah diperban. Ku genggam tangannya, kecil sekali jari jemarinya jika dibandingkan dengan jariku. Bagaimana kau bisa memukul lelaki hidung belang dengan tangan mungil seperti ini.

“Hyung!!” Hyunseung mengagetkanku.

What?” sahutku.

“Berhentilah Hyung. Berhenti bersikap seperti ini. Perempuan dilarang masuk ke asrama kita. Hyung tahu peraturan itu kan? Memangnya anak ini apa istimewanya sih sampai Hyung mengizinkan dia masuk kesini. Semua teman wanita kita kau larang masuk kesini. Tapi kenapa anak ini boleh?” Hyunseung menyerocos tanpa henti.

“Hyunseung-i, kuingatkan kau sekali lagi. Yang kau maksud dengan ’anak ini’ itu memiliki nama. Namanya Soomi, Lee Soomi. Apa tidak bisa kau menyebut namanya? Dan aku tidak mengerti dengan yang kau maksud barusan. Dia datang juga tujuannya baik. Dan lagi kami tidak pernah hanya berduaan dikamar. Pasti selalu ramai seperti ini kan,” Sungguh aku sudah tidak tahan mendengar dia selalu memanggil Soomi dengan sebutan ’anak ini’ atau ’bocah ini’.

“Sekarang aku tanya sama Hyung. Dia ini sebenarnya apanya kamu Hyung? Adik bukan, karena kalian sama sekali tidak ada hubungan darah atau keluarga. Pacar juga bukan. Hyung selalu mengelak kalau kita bertanya apa status dia sebenarnya dimatamu. Kemarin waktu Doojoon Hyung bertanya juga kau hanya bilang teman. Tapi teman yang seperti apa? Kalau teman juga tidak perlu seperti ini kan?” Hyunseung memborbardirku dengan pertanyaan-pertanyaannya. ”Sekarang Hyung bilang kalau Hyung tidak pernah hanya berduaan disini, sekarang apa Hyung liat posisimu. Aku sudah seperti cicak yang tidak dianggap keberadaannya. Apa ini yang disebut dengan tidak pernah hanya berduaan?”

Aku bingung. Rupanya ini yang dipendam Hyunseung selama ini. Pantas saja dia tidak pernah suka melihat Soomi main kesini. Mungkin aku juga keterlaluan membiarkan Soomi berkunjung ketempat kami tapi aku melarang temannya untuk main ke asrama kami. Mungking Hyunseung juga ingin membawa temannya main kesini.

Mian. Aku tidak bermaksud bersikap seperti itu. Yah aku tahu aku sedikit keterlaluan. Tapi mulai besok kau tidak akan melihat Soomi datang lagi kesini. Akan aku pastikan itu. Dan kau juga bebas membawa teman-temanmu main kesini. Begitu ok,kan?”

“Hyung!!” teriak Hyunseung frustasi.

Kurasakan Soomi bergerak di bahuku. Dia terbangun. Sambil membuka sebelah matanya dia bertanya, “jam berapa ini? Aku ketiduran ya?”

“YAH! Sebaiknya sekarang kau bangun dan pergi dari sini. Karena kami mau pergi latihan!” bentak Hyunseung.
Ku berpaling melihat Soomi yang sepertinya sangat kaget karena Hyunseung, “Gwenchana? Kamu cuci muka dulu, nanti aku antar pulang. Hyunseung ah, jaga ucapanmu”

“Ne Hyung! Araseo!” Hyunseung langsung masuk kedalam kamar dan membanting pintunya.

…………………………………………………………………

Kami bertiga berjalan menuju tempat latihanku yang kebetulan dekat dengan asrama Soomi. Kami berjalan dalam diam. Hanya Soomi seorang yang sepanjang jalan terus berbicara tiada henti. Seperti tidak ada rasa lelah di dirinya. Hyunseung berjalan di belakang kami. Dia masih marah atas kejadian tadi. Aku sesekali melihat kebelakang, mencari-cari ekspresi apa yang dia buat kali ini.

“Hyung!!” ada yang memanggil dari belakang kami. Dan kami pun menoleh kebelakang. Kulihat Yoseob sedang berlari mengejar kami dan di belakangnya menyusul Doojoon Hyung.

Segera kujauhi Soomi begitu melihat Doojoon Hyung. Kulepas tangannya yang sejak dari asrama tadi terus menggelayut di lenganku. Tapi kenapa harus kulakukan ini? Apa karena ucapan Hyung kemarin? Kulihat Soomi yang kecewa karena aku menjauhinya. Tapi langsung berubah seketika dan ia mulai bercerita lagi.

Yoseob datang menyela. Dia menyempil diantara aku dan Soomi.

“Soomi-ah, tahu nggak?” Yoseob mulai berteka-teki.

“Apa?”

“Lihat kita berlima ini. Sudah seperti F4 dengan Geum Jandi. Aku Goo Junpyo dam kamu Geum Jandi. Cocok kan? Hahahaha,” ujar Yoseob.

“Iihh kamu tuh mana cocok jadi Goo Junpyo, hahaha,” tolak Soomi yang lalu berjalan mundur mejauhi Yoseob. Sambil tertawa dia terus mundur menjauhi Yoseob menuju jalan raya. Begitu dia sampai di ujung trotoar, Soomi kehilangan keseimbangannya. Gawat, pikirku, kalau begini dia akan jatuh ke jalan raya. Segera aku mengejar untuk menangkapnya dan Yoseob juga melakukan hal yang sama. Tapi terlambat.

Soomi sudah jatuh. Jatuh dalam pelukan Doojoon Hyung. Well, Doojoon Hyung menyelamatkannya. Dan melihat itu ada sedikit rasa kesal dalam diriku. Kenapa aku ini lambat sekali. Bagaimana kalau tidak ada Hyung, Soomi pasti sudah jatuh atau mungkin lebih parah. Dirimu sungguh babo Junhyung, sesalku.

“Soomi-ah. Hati-hati. Kamu ini betul-betul mirip Geum Jandi yang selalu tertimpa musibah ya, untung ada aku yang mirip Goo Junpyo yang jadi pelindungmu,” Doojoon mengeluarkan senyuman mautnya. Soomi yang masih shock bahkan tak sanggup berkata apa-apa lagi.

Segera kutarik Soomi dari pelukan Doojoon Hyung. “Gwenchana. Mana yang sakit? Mana yang sakit? Bilang sama aku mana yang sakit?”

“I’m Ok, Oppa,” kulihat senyumnya. Syukurlah dia masih bisa tersenyum.

“Tentu saja kamu baik-baik saja. Kan aku penyelamatmu. Gimana Soomi? Apa sekarang hatimu sudah tergerak? Bagaimana kalu minggu ini kita kencan? Tentu kamu harus mentraktirku karena aku sudah menyelamatkanmu,” tembak Doojoon Hyung.

“Hyung, bagaimana bisa kamu minta imbalan seperti itu,” Yoseob terdengar tidak rela. ”Soomi-ah, gwenchana?”

“Ne yooseob. Nan gwenchana,” Soomi tersenyum pada Yooseob lalu berpaling padaku, ” Aku baik-baik saja, Oppa. Kan oppa bilang selama ada Oppa rasa sakit tidak akan berani menghampiriku,” senyumnya semakin lebar dan itu membuatku tenang.

“Hei Soomi, kan aku yang menyelamatkanmu. Kenapa kau bisa bilang seperti itu?” Doojoon Hyung terdengar tidak terima.

“Ne Oppa. Gamsahamnida. Tapi tawaran Oppa tadi aku tolak. Karena aku tidak bisa pergi denganmu minggu ini.”

“Heeee… waeyo?”

“Karena…” Soomi mengamit lenganku lagi, “aku punya kencan istimewa dengan Junhyung Oppa.”

“HAAAAAAAAH??!!” Mereka bertiga, Doojooon Hyung, Hyunseung, dan Yoseob kaget.
“Kencan….” Yoseob terbata.
“Istimewa…” Doojoon Hyung pun terbata.

Kaja Oppa,” Soomi mulai menarikku pergi meninggalkan mereka yang masih shock.

“YAH!” Hyunseung akhirnya buka suara. “Mau sampai mana kamu mengikuti kami? Ini sudah didepan asramamu kan. Sebaiknya kau cepat masuk dan jangan ikuti kami sampai tempat latihan.”

“Ohh sudah sampai ya. Ternyata cepat juga ya. Oppa aku pulang dulu terima kasih sudah mengantarku pulang. Hyunseung Oppa juga, terima kasih sudah mau mengantarku pulang. Selamat latihan buat kalian semua.” Soomi membungkukkan badannya dan melangkah masuk kedalam asramanya.

“Yah! Siapa yang mengantarmu pulang. Seenaknya saja kalau berbicara,” protes Hyunseung

“Oi Junhyung,” panggil Doojoon Hyung. “Apa maksudnya dengan kencan istimewa hah?”

====beedragon====
-TBC-

Advertisements
FF / Oppa Babo / G / Chap1

7 thoughts on “FF / Oppa Babo / G / Chap1

  1. Agak gimana gitu ya. Cerita awalnya agak membingungkan sih. Terus di dialognya juga masih ada kebingungan mau pakai bahasa baku/tidak. Tapi karena masih belajar ya dimaklumi deh hehe

  2. eunhae says:

    masih part awal belum berani nebak nebak. heheh soomi manja ya… wkwk part satu bagus thor! mau lanjut baca part 2 y

    1. nee, aku terinspirasi sama gosip kalo mereka *Soomi-Junhyung* itu pacaran..
      hohoho aku suka banget ma mereka. jadi aku bikin mereka jadian di dunia khayalku.

Say Something About This..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s